Sudut-sudut Kota Yogyakarta

Di kota Yogyakarta, mas-mas pengemudi beca berperan sekaligus sebagai guide atau pemandu wisata. Di Malioboro dan sekitarnya tukang-tukang beca menyapa pendatang (wisatawan) dengan tawaran naik becanya keliling kota. “Becanya mas, sepuluh ribu saja keliling Kraton, Dagadu, toko batik, dan bakpia Pathuk”. Dengan tarif beca yang murah begitu, kita diajak keliling kota naik beca menyinggahi kawasan yang selalu dikunjungi turis. Ya, memang empat tempat itulah yang menjadi tujuan utama selain Malioboro, bukan?

Setiap sudut di kota Yogya adalah daerah seni. Jalan-jalan sempit di kawasan pemukiman yang banyak hotel-hotel kecil mengingatkan saya pada kawasan Kuta di Bali. Antara Kuta dan Yogyakarta itu setali tiga uang, masyarakatnya sadar pariwisata.

Ini beberapa jepretan foto beberapa sudut kota Yogyakarta, sayang untuk disimpan di dalam hard-disk komputer.

Pusat kota dengan bangunan lama

Kawasan pusat kota lainnya (sebelah kiri)

Budaya duduk lesehan di trotoar jalan

Gerbang pemukiman sekitar keraton

Istana Presiden

Benteng Verdeburg sedang direnovasi

Pemandangan di dalam benteng Vredeburg

Rumah produksi bakpia pathuk “25”

Buruh rumah produksi bakpia bekerja secara ritmis

Kalau beli bakpia sebaiknya langsung dari rumah produksinya, fresh dari oven dan masih hangat.

Tumpukan kaos Dagadu

Toko baju batik tulis. Harganya? Ampuun deh.

Suasana malam di Jalan Malioboro

Yang dijual di toko-toko dan kaki lima di Jalan Malioboro relatif seragam: batik dan batik.

Seniman malam di Jalan Malioboro memainkan orkestra rakyat dengan penari berpakaian tengkorak

Tulisan ini dipublikasikan di Cerita perjalanan. Tandai permalink.

9 Balasan ke Sudut-sudut Kota Yogyakarta

  1. Cukup menarik. ke tempat pemandian kraton juga bagus pak.

  2. Wiedha berkata:

    emmm…jd kangen pengen ke Jogja neeh !!!

  3. iya ni.. aku juga pernah sekali naik becak diajak keliling jogja, dengan tarif yang murah banget.. sampai aku kaget kok bisa semurah itu.. setelah aku teluuri, ternyata tukang becaknya bekerjasama dengan pemilik toko dll.. jadi jika mendatangkan satu pelanggan maka tukang becak tsb mdp fee …hehehemm.. kreatif, top dah kalo kayak gini.. :)

  4. boyolali berkata:

    bener banget Da.. setiap sudut Jogja adalah seni… semenjak saya tinggal di Sby… jogja menjadi tujuan wajib saya sekeluarga pas liburan… pasti ndak tahan kalau ndak nginep di Jogja… suamiku kan pernah menjadi bagian dari kota ini… jadi ‘pulang ke kotamu’ menjadi agenda yang saya rindui… hehehe… ngangeni bangets

  5. galuh berkata:

    ada fotonya lagi nggak?

  6. malioboro online berkata:

    ke jogja lupa belum beli oleh-oleh, kunjungi http://malioboroonline.com/ saja, tinggal klik pilih lalu duduk manis sambil nunggu orderan datang :)

  7. rumahmadujogja berkata:

    Wajah jogja sekarang jelas berbeda dengan jogja 30 tahun lalu. Tetapi inilah Jogja kota asalku yang tetap berhati nyaman hingga tulisan ini ku tulis. Yang mau ke Jogja, Jangan Takut dan Ragu

  8. very berkata:

    penegn cari istri di jogja aja lah, biar bisa maen ke jogja

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s