Kisah Maryam di dalam Surat Ali Imran

Hari-hari ini bacaan mengaji Al-Quran saya kembali bersua dengan Surat Ali Imran (surat ke-3 di dalam Al-Quran). Kalau sudah khatam (tamat) membaca Quran, maka saya mulai lagi dari surat pertama.

Surat Ali Imran termasuk surat yang panjang (ada 200 buah ayat). Ali Imran adalah nama seorang lelaki yang keluarganya terpilih oleh Allah sebagai keluarga yang diberkati (yaitu keluarga Ali Imran). Nama Ali Imran diabadikan di dalam Al-Quran sebagai salah satu nama surat.

Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing), (3:33)

Ternyata maksud Allah memilih keluarga Ali Imran adalah karena dari pasangan suami istri ini lahir salah seorang wanita yang mulia dalam sejarah yaitu Maryam (atau Maria dalam Alkitab). Saya baru tahu kalau Maryam itu adalah putri Ali Imran.

Ketika Maryam masih di dalam kandungan, istri Imran bernazar akan “menyerahkan” anaknya itu kepada Allah sebagai Pemelihara agar kelak menjadi hamba yang soleh yang selalu berkhidmat di Baitul Maqdis (Yerussalem). Hal ini tertulis di dalam ayat ke-35 yang terjemahannya berbunyi:

(Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (3:35)

Ketika tahu anak yang dilahirkan itu adalah perempuan, istri Imran menamai anaknya Maryam, dan istri Imran meminta kepada Allah agar anaknya itu dipelihara oleh Allah dan melindunginya dari syetan.

Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk.” (3:36)

Allah menerima nazar istri Imran lalu mememrintahkan Zakaria sebagai pengasuh dan pemelihara Maryam. Menurut para ahli tafsir Nabi Zakaria itu adalah paman Maryam. Berarti benar ya keluarga besar Imran adalah keluarga yang diberkati karena keturunannya menjadi orang-orang sholeh (Imran, Maryam, Isa putera Maryam, Nabi Zakaria paman Maryam, dan Yahya putera Zakaria).

Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. (3:37)

Maryam tumbuh menjadi wanita yang kerjanya setiap hari hanya beribadah dengan berkhidmat kepada Allah di Rumah-Nya di Baitul Maqdis. Zakaria adalah “kuncen” Rumah Allah tersebut. Di sinilah Allah menurunkan Rahmat-Nya kepada Maryam. Setiap kali Zakaria menemui Maryam di mihrab, dia mendapati berbagai makanan yang lezat berada di samping Maryam. Dari manakah datangnya makanan itu? Setahu dia Maryam tidak pernah membawa makanan ke Rumah-Nya, Zakarilah yang selalu mengantarkan makanan kepada Maryam. Maryam menjawab bahwa makanan itu berasal langsung dari Allah, mungkin diturunkan dari langit atau melalui perantara malaikat-Nya.

Lanjutan ayat 37 di atas:

Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah”. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. (3:37)

Di dalam Surat Ali Imran juga dikisahkan bahwa Nabi Zakaria sudah tua tetapi belum juga dikarunia anak. Mungkin terinspirasi dari keponakannya, Maryam, yang menjadi ahli ibadah, Zakaria juga bermohon agar dirinya diberi keturunan.

Di sanalah Zakariya mendo’a kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do’a”. (3:38)

Ketika Zakaria sedang shalat di mihrab, berserulah malaikat Jibril kepadanya:

Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh”. (3:39)

Zakaria yang kaget mendapat wahyu dari malaikat Jibril merasa heran, bagaimana mungkin dia akan memperoleh anak seangkan sitrinya seorang yang mandul. Allah menjawab (melalui malaikat Jibril) hal itu mudah saja bagi-Nya, apapun yang Dia kehendaki maka akan terjadi (kun fayakun).

Zakariya berkata: “Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku telah sangat tua dan isteriku pun seorang yang mandul?”. Berfirman Allah: “Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya”. (3:40)

Zakaria masih tetap belum yakin dia akan mempunyai anak, oleh karena itu dia meminta suatu tanda bahwa istrinya bakal mengandung. Allah mengatakan bahwa tanda-tanda istrinya mengandung adalah Zakaria tidak akan bisa berbicara selama tiga hari, kecuali pakai bahasa isyarat.

Berkata Zakariya: “Berilah aku suatu tanda (bahwa isteriku telah mengandung)”. Allah berfirman: “Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari”. (3:41)

Kelak anak yang lahir dari kandungan itu diberi nama Yahya dan menjadi Nabi yang ke-23 setelah Zakaria. Dari sini kita juga tahu bahwa Nabi Yahya semasa hidupnya dengan Maryam.

Kembali ke kisah Maryam tadi. Allah telah memilih Maryam sebagai wanita solehah yang dilebihkan dari wanita lain di dunia.

Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu). (3:42)

Sebagai bentuk ketaatan, Allah memerintahkan Maryam agar selalu menyembah Allah, selalu sujud dan rukuk kepada Allah bersama orang-orang lainnya lainnya yang menyembah Allah.

Hai Maryam, ta’atlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’. (3:43)

Sampai suatu hari Allah akan memberikan suatu keajaiban yang tidak disangka-sangka bagi Maryam. Allah mengabarkan bahwa Maryam akan mengandung seorang anak lelaki yang namanya sudah ditentukan oleh Allah yaitu Isa Al Masih (atau Al Masih isa putera Maryam).

(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih ‘Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), (3:45)

Ketika masih bayi Isa kelak memiliki mukjizat yaitu sudah bisa berbicara dengan manusia:

dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah termasuk orang-orang yang saleh.” (3:46)

Maryam tentu saja merasa kaget, bagaiman mungkin dia akan mengandung, padahal dia belum menikah, dan dia belum pernah disentuh atau berhubungan dengan lelaki manapun. Tentu saja, karena Maryam kerjanya setiap hari hanyalah berkhidmat kepada Allah di Baitul Maqdis. Dia jarang keluar dari Rumah-Nya, apalagi bergaul dengan lelaki. Allah menjawab seperti kasus Nabi Zakaria di atas, bahwa hal itu mudah saja bagi-nya, kun fayakun, maka apapunyang Dia kehendaki pasti akan terjadi. Dialah Sllah SWT yang Maha Pencipta.

Maryam berkata: “Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun.” Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia. (3:47)

Kisah kelahiran Isa akan saya ceritakan pada tulisan yang lain. Allah memilih Isa sebagai Rasul-Nya, memberinya kitab Injil dan mengajarkannya kitab-kitab yang terdahulu yaitu Taurat dan zabur.

Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil. (3:48)

Allah mengutus Nabi Isa kepada Bani Israil. Kepada Bani Israil Nabi Isa menjelaskan tanda-tanda kenabiannya yaitu mukjizat menghidupkan burung dari tanah liat, menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang buta dan berpenyakit kusta.

Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mu’jizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman. (3:49)

Nabi Isa berkata kepada kaumnya bahwa dia membenarkan kitab-itab terdahulu yang telah diturunkan kepada Nabi Musa (Taurat) dan Nabi Daud (Zabur), lalu menghalalkan apa yang dahulu diharamkan.

Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mu’jizat) daripada Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan ta’atlah kepadaku. (3:50)

Lalu Nabi Isa meminta kaumnya agar menyembah Allah SWT sebagai jalan yang benar.

Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus”. (3:51)

~~~~~~~~~~

Demikianlah sekelumit kisah Maryam di dalam Surat Ali Imran. Kelak saya akan menceritakan dalam tulisan yang lain tentang kelahiran Nabi Isa a.s sesuai Firman Allah di dalam Al-Quran

Tulisan ini dipublikasikan di Agama. Tandai permalink.

43 Balasan ke Kisah Maryam di dalam Surat Ali Imran

  1. nana suhana berkata:

    Subhanalloh…..jadi yg disebut2 bunda maria oleh kaum nasrani itu,adalah siti mariam ?

  2. anan berkata:

    akhirnya aku tau,mksh :)

  3. Nita berkata:

    Maaf sodaraku. jika dikaitkan dgn Maria Alkitab, ini merupakan Ulasan yang sangat2 keliru mengenai Maryam (Maria dalam Alkitab).
    Maria dlm Alkitab bukanlah anak Imran (Ayah Musa, Harun, Maryam), karena perbedaan zaman mereka mncapai 1000an tahun. Zaman Maria (Ibu Yesus) itu bukan pada zaman Musa.

    sodara boleh cek kembali sejarah Musa, Harun, Maryam, serta ayah mereka Harun, dan Bani Israel pd kitab Keluaran.
    sdangkan untuk Maria, paman Maria “Zakaria”, dan Yahya anak Zakaria, silahkan sodara cek di kitab Injil.

    Semoga bermanfaat.

    • Rinaldi Munir berkata:

      Tentu saja keliru menurut pandangan saudara-saudara kami di kristiani sebab rujukan kitab sucinya tidak sama, tetapi tidak keliru bagi kami. Menurut Alquran yang kami yakini kebenarannya memang begitulah kisah Siti Maryam yang diimani oleh umat Islam.

      Tentang ayahanda Maryam yang bernama Imran, di dalam Al-quran nama lengkapnya adalah Ali Imran. Di dalam Alquran tidak ada ayat yeng menyebutkan bahwa nama ayahanda Nabi Musa adalah Imran (CMIIW), jadi nama ayah Nabi Musa tidak pernah diketahui. Mungkin saja nama ayah Nabi Musa benar bernama Imran, tetapi Ali Imran yang disebutkan di sini tidak sama dengan Imran ayah Nabi Musa. Nama orang boleh saja sama, bukan?

      Maryam hidup jauh sesudah Nabi Musa. Di ayat mana di dalam surat yang saya ceritakan itu yang menyatakan Maryam hidup pada zaman Nabi Musa? Tidak ada, bukan? Semua bahan tulisan saya di atas hanya bersumber pada kitab suci Al-Quran dan tidak memgambil bahan dari Al-Kitab (Perjanjian Lama).

      Tentang nama Maryam, itu adalah bahasa Arab untuk nama Maria (bahasa Ibrani). Maria dan Maryam adalah orang yang sama, yaitu ibunda Isa Almasih (Yesus).

      Jika ada perbedaan kisah Maryam (Maria) menurut pandangan Kristiani dan Islam, saya kira bukanlah perbedaan yang perlu diperdebatkan atau dipertentangkan, silakan masing-masing kita mingimani menurut keyakinan masing-masing.

    • Fatimah Zahra berkata:

      #Nita
      Jls sj berbeda di Al-Qur’an dgn di Al-kitab (kitab nasrani), krn Al-Kitab itu sdh dirubah2 oleh manusia jahil.
      Apa yg ada di dlm Al-Qur’an itulh yg sbnr2nya, ucapan dr Allah, Tuhan Yang Satu, Yg tidak beranak maupun diperanakkan.

      • rianti berkata:

        saudaraku , apakah allah yang maha tahu dapat berbuat kesalahan? kita diberi akal dan fikiran untuk berfikir. alquran membenarkan injil dan taurat dengan kata lain mengakui apa saja yang tertulis didalamnya, bila keduanya sudah dipalsukan , seharusnya ungkaplah buku yang aslinya sejelas jelasnya , bukankah seseorang dapat mengatakan palsu kalau dia mengetahui yang asli, tentu kita semua ingin mengetahui kitab yang asli.itu. bila benar injil sudah dipalsukan mengapa ada ayat yang mengatakan bahwa umat yang mengikut yesus (christian ) kedudukannya nanti diatas orang2 kafir? padahal diayat setelah itu jelas quran mengatakan orang kafir termasuk yahudi dan christian. apakah ini tidak membingungkan??.sama saja dengan ayat mengenai agamaku agamaku, agamamu agamamu , tidak ada paksaan…., tapi setelah dimadinah turun ayat perangilah orang2 kafir sampai mereka memeluk islam .bisakah anda menerangkannya?

    • nurr hasmah berkata:

      aminn….
      i like it

      • lukas berkata:

        yg bikin + pusing QS 3:37= ,,,,,,,,,,,, Zakaria mendidiknya
        maka Maria tumbuh menjadi wanita yg kerjanya beribadah dgn hikmah kep. Allah di rumahnya di Baitul Magdis ( al agsa baru dibangun th 701M ) perhatikan Mariam ibu Isa Almasih ( abab 1 Masehi dgn masjid Al agsa dibangun khalifah Marwan 710 M sebelumnya kuil Kerajaan Byzamtium Yupiter.
        ini juga keanehan soal Isra miraj Nabi dr mekkah ke Al agsa 1 malam rajab 27 th 10 kira2 620 M .di al agsa masih berupa kuil Yupiter

    • alif berkata:

      Anda tahu nama kakeknya Tuhan anda ? Ngomong2 ini Nita mana ya ???

    • yudi berkata:

      Yang perludiprtanyakan kamu yakin injil kamu itu asli……, ?

  4. ahmad berkata:

    koreksi sedikit aja. ali-imron itu artinya keluarga imron. Ali = keluarga. sedangkan Imron adalah ayahnya maryam sekaligus kakek nabi Isa. jadi Ali itu bukan nama.

    • Rinaldi Munir berkata:

      Terima kasih atas koreksinya Mas Ahmad

    • rianti berkata:

      itu bukan masalah , yang jadi masalah dalam sejarah imron adalah bapak dari musa , imron mempunyai anak musa, harun dan miryam. sedangkan bapak maria ibu yesus bukan imran (silahkan search google tentang silsilah nabi) . kalau maksud muhamad mengatakan kebiasaan orang zaman itu menyebutkan saudara nama2 nabi lalu bagaimana dengan cerita diatas yang jelas2 mengatakan maria punya bapak bernama imran????

    • nora berkata:

      alhamdulillah. terima kasih atas penjelasannya sbb sy pun mula2 terpikir apa maksud ali. skrg dah tahu :)

  5. Asep tea tuh berkata:

    Makasih kepada semuanyah tlh menberi tahu kepada saya!

  6. zainul.... berkata:

    Saya yakin akan kebenaran alquran….termakasih kpd saudraku yg telah menulis cerita diatas…smg Allah mencatat dan menerima amal baik saudara..amin…

  7. anton berkata:

    Allah menerima nazar istri Imran lalu mememrintahkan Zakaria sebagai pengasuh dan pemelihara Maryam. Menurut para ahli tafsir Nabi Zakaria itu adalah paman Maryam. Berarti benar ya keluarga besar Imran adalah keluarga yang diberkati karena keturunannya menjadi orang-orang sholeh (Imran, Maryam, Isa putera Maryam, Nabi Zakaria paman Maryam, dan Yahya putera Zakaria).

    http://3.bp.blogspot.com/-DU7gl0XtgKg/TiMBGI-FHVI/AAAAAAAABD8/XuqOcd8b5hQ/s1600/silsilah%2Bnabi.gif

    Salam bapak, ibu sebangsa dan setanah air Indonesia.
    saya melihat ada dua penafsiran !

    • rianti berkata:

      kita bisa buktikan dari silsilah nabi bahwa quran sudah melakukan kesalahan sejarah.

      • Slamet Afif berkata:

        Maap rianti, tempat anda tidak disni. dan kepada penulis silahkan menulis terus untuk menjadi tambah pengetahuan umat islam. terima kasih semuanya.

      • lukas berkata:

        rianti percuma berdebat dgn mereka bukankah telah disebutkan silahkan anda dgn pendpt anda kami dgn pendpt kami ? n pendapat mereka banyak ump Yesus tidak disalip tp ditukar dgn yudas ?? aneeh

  8. Aghata berkata:

    Trimakasih kepada penulis..dan untuk saudara-saudaraku imanilah yang menurut saudara yakini dan bukan untuk dipertentangkan ..trimakasih..BD …

  9. enakidabi berkata:

    Terima kasih untuk kisah yang indah tentang Maria yang sudah disampaikan. Memberi banyak inspirasi & memperkaya iman saya pada Allah sambil terus hormati Maria, orang yg sungguh beriman pada Allah. Kisah keluarga Maria tidak ada dalam Injil, namun saya percaya Allah tidak memilih sembarang orang untuk mengandung Sang Sabda – Kalimat Nya…

  10. putri berkata:

    thank for information,,,,semoga apa yang benar kan selalu benar

  11. Aditya Albar berkata:

    wkkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkw

  12. arya berkata:

    Menurut saya, kalimat bahwa orang yg mengikuti yesus berada diatas orang2 kafir maksudnya adalah,,,,,,,,yesus = isa putra maryam yg menyembah allah, yg diberi kitab injil oleh allah,,,,an diajarkan kitab lain jabur dan taurat,,,,alqur’an membenarkan kitab2 sebelumnya maksudnya adalah menyempurnakan ,,,,,,jadi yesus adalah penyembah allah,,,,,dan jelas pengikutnya akan masuk sorga,,,,tetapi sebelum injil di rubah,,,dan injil yg asli sudah ditemuka di turki,,,,,paus aja sudah sollat,,,,kenapa anda ribut,,,

  13. ela berkata:

    begini saudara saya yang menulis ini adlah sesutu hal yang di sebutkan di alquran dan saya sebagai orng muslim saya percaya akan apa yang di tulis oleh saudara saya ini
    klu menurut para kristiani ini slah yah itu keperyaan anda untuk apa kita ribut dan jangan sampai membuat orng lain tersinggung sampai mengeluaRKAN kata alquran merusak keturunana nabi
    jika kau percaya agamamu yah percayailah mungkin suatu saat di mana raga ini sudah tdak bersama dengan jasat disitulah kita mengetahuii agama apa yang benar dan siapa yang salah
    maka dari itu apa yang di tulis olehh saudaraku ini hax sebagai bentuk dakwa tpi jika ada orang yang tersinggung kami minta ma,af tak aDA NIAT SEDIKIT PUN seperti itu tapi bagi yang merasa ini adalah betul semoga amal dan ibahah kita bermanfaat

    • Jiles berkata:

      Betul itu, namanya keimanan seseorg tidak dapat dipaksa klo mmg yakin ya jalani. Hendaknya keimanan yg dimiliki jg dg ilmu pengetahuan jgn asal-asalan. Menurut sy pribadi jg gitu Al-Qur’an adalah kitab suci yg jg menyempurnakan kitab2 sblmnya sbg muslim sy prcaya itu kebenaran dg ilmu pengetahuan yg sy miliki yg alhamdulillah sy diberi Hidayah ALLAH SWT.

  14. lutfianasari berkata:

    Reblogged this on Lutphi's Weblog.

  15. Michy berkata:

    saya beragama Kristen dan mahasiswa STFK Ledalero, NTT, tetapi saya punya minat tuk menulis tentang Maria dalam pandangan Islam. Hemat sya, pandangan kita tentang Maria (baik Islam maupun Kristen) dapat menjadi ajang bagi kita untuk membangun dialog. Sebuah dialog yang bermartabat adalah dialog untuk saling memahami bukan untuk mencari siapa yang benar dan siapa yang salah. Kebenaran iman, bukanlah suatu kebenaran universal yang mesti diakui oleh semua orang (agama). Kalau ada buku tentang Maria dalam Islam tlong diinformasikan ya…..

    • Slamet Afif berkata:

      Ali imron maryam zakariya yahya ketrangan komplit di Al Quran silahkan mempelajarinya, tapi harus dengan ulama yang ahli ilmu tafsir Al Qur’an sebab dalam alQuran ada ayat mukhkamat ada mutasyabihat dan lain2 , sehingga ada ilmunya untuk memahaminya.

  16. Atin Paramani berkata:

    Makasih……………

  17. ishak berkata:

    ‘Ali Imran’ artinya ‘keluarga Imran’ (pk ‘alif’ bukan ‘a’in ..hehe

  18. sugiman berkata:

    yaaaaaahhhhhh,…….pusiiiiiiinnnggggg

  19. Manunggaling Kawula Gusti berkata:

    Kebenaran Mutlak hanya milik Allah,Tuhan yg maha ESA. Segala bentuk tafsir tdklah sempurna,yg penting kita yakin bahwa Tuhan itu satu,berbuat baik demi kemanusiaan insya_Allah akan selamat. Berdebat boleh,asal tetep Yakin Tuhan itu SATU, bukan tiga,empat,atau lima

  20. sabiq berkata:

    wajar jika umat kristiani merujuk pada google,karena jelas penyusunnya adalahorang kristen. saya meyakini konsep ketuhanan dalam islam yang paling sempurna. itu pasti dibenarkan oleh orang orang yang berakal. islam memuliakan nabi Isa, bkn menghinakan krn islam meyakini nabi Isa tidaklah disalib. Islam juga tidak mengakui penebusan, setiap manusia bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri. dan benar bahwa qur’ an tidak boleh ditelaah oleh sembarang orang, apalagi oleh non muslim, krn bs menyesatkan. hal itu sudah diperingatkan. untuk umat kristiani, sebaiknya anda tela ah sendiri agama anda, pasti akan banyak kejanggalan.

  21. Roban kaboa berkata:

    Mau kah anda punya tuhan yang bisa nikah?kalau bisa nikah apa beda nya dengan saya ?

  22. nabi palsu berkata:

    Abraham mempunyai istri sarai yang melahirkan ishak, ishak lah anak yang dikurbankan. dari keturunan ishaklah lahir nabi- nabi dan raja- raja. dan ini menjadi bukti nyata yang tidak seorangpun dapat menyangkalnya bahwa garis keturunan ishaklah ALLAH berkenan. bagaimana dengan hagar. hagar bukan istri abraham, hagar adalah hamba sarai, sarai meminta kepada abraham supaya menghampiri hagar untuk mendapat keturunan maka dari seorang budak/hamba hagar inilah lahir ismail. dari sinilah lahir istilah anak-anak ALLAH untuk kristen dan hambah – hambah allah untuk islam. sebagai anak- anak ALLAH tentulah ia sangat dekat dengan Bapaknya yaitu ALLAH itu sendiri melalui pribadi Yesus Kristus, setelah Yesus Kristus kembali ke surga, anak -anak ALLAH selalu dekat dengan BApaknya melalui pribadi Roh Kudus hingga akhir jaman. mengenai ismail yang lahir dari rahim seorang hambah akan tetap selalu menjadi hambah, sebagai seorang hamba maka selalu melalui perantara malaikat JIbril kepada tuhannya. sebagai seorang hambah maka perintah dari tuhannya adalah wajib, makanya di islam ada istilah wajib hukumnya.

  23. Ahmad berkata:

    To: Nabi Palsu. Masa sih tuhan yang anda maksudkan begitu rendahnya sehingga harus melahirkan anak-anak? begitu hinanya tuhan yang anda jelaskan sehingga punya hasrat sex seperti makhluk antara lain manusia? Masa sih pandangan anda terhadap tuhan disamakan dengan pribadi Yesus (nabi Isa) yang disalib? Tentunya kalau Yesus itu dekat dengan Bapaknya tidak akan tega Yesus disalib? Tuhan anda itu aturannya memiliki kekuasaan untuk mencegahnya dan melindungi Yesus dari disalib. Kenapa harus menjadikan tuhan itu begitu tidak berdaya? Pandangan kami umat Islam, Tuhan itu yaitu ALLAH SUBHANAHUWATA’ALA tidak beranak dan juga tidak diperanakkan. ALLAH SUBHANAHUWATA’ALA itu tidak sama dengan makhluk ciptaan-NYA dan tidak ada yang setara dengan NYA. Cara pikir dan logika terhadap Tuhan anda sangat keliru dan tidak masuk akal, mas Nabi Palsu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s