Mengapa Makan Tape Tidak Haram? (Tidak Semua yang Beralkohol Haram)

Saya pernah ditanya oleh seseorang apakah makan tape itu haram sebab di dalam tape terkandung alkohol. Bukankah meminum yang beralkohol itu haram hukumnya dalam agama Islam? Begitu tanya orang itu. Tape adalah produk makanan tradisionil Indonesia yang merupakan hasil fermentasi dari bahan baku singkong/ketela (dikenal dengan tape singkong atau peuyeum kata orang Sunda atau tapai kata orang Minang) atau beras ketan (dikenal dengan tape ketan).

Sejak saya kecil hingga besar saya belum pernah mendengar ada ulama yang mengharamkan makan tape (kalaulah diharamkan pasti sejak dulu tidak ada orang Islam yang membuat tape atau menjual tape), tapi pertanyaan seperti itu mengusik saya juga. Saya mencari-cari jawabannya di Google dan ketemu jawaban dari Ustad Ahmad Sarwat Lc di situs Eramuslim.com (baca di sini). Dari penjelasan Pak Ustad saya menjadi paham bahwa Al-Quran atau hadis Rasulullah tidak menyebutkan minuman yang diharamkan adalah alkohol, tetapi yang diharamkan adalah khamar.

“Semua yang memabukkan berarti khamr, dan setiap khamr adalah haram.” (Riwayat Muslim)

Khamar adalah zat di dalam makanan atau minuman yang bila dikonsumsi oleh orang normal (yang bukan pemabuk) maka menimbulkan efek memabukkan. Tidak semua yang memabukkan itu mengandung alkohol dan tidak semua bahan yang mengandung alkohol membuat mabuk.

Minum bir, vodka, wiski, wine, rhum, sampanye, arak, sake, dan sejenisnya sudah terbukti membuat mabuk, maka semua itu tergolong khamar dan hukum meminumnya adalah haram. Di dalam minuman seperti itu terkandung alkohol (etanol). Sedangkan narkoba seperti heroin, mariyuana, pil ekstasi, pil dextro, sabu-sabu, dan lain-lain tidak mengandung alkohol tetapi dapat menimbulkan efek mabuk (fly), maka narkoba tergolong khamar dan mengkonsumsinya haram. Termasuk juga dalam hal ini aktivitas ngelem (menghirup bau lem aica aibon yang sering dilakukan anak jalanan) yang dapat menimbulkan efek mabuk maka mengkonsumsi lem itu haram (namun memakainya untuk melem bahan kertas atau kayu tentu tidak haram).

Bagaimana dengan tape? Di dalam tape terkandung alkohol, tetapi mayoritas ulama mengatakan makan tape hukumnya tidak haram. Kenapa? Karena, sebanyak apapun orang makan tape tidak akan membuat mabuk, paling-paling efeknya adalah panas di dalam perut atau mungkin diare. Jadi tape bukan khamar yang diharamkan. Saya belum pernah mendengar laporan ada orang yang mabuk karena makan tape (baik sedikit atau banyak). Termasuk dalam hal ini produk olahan dari tape seperti brem asal Madiun.

Penjelasan lebih lengkap tentang tape ini bisa dibaca dalam tulisan Dr. Ir. Anton Apriyantono, Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi IPB, yang dimuat dalam blog ini. Fatwa MUI tentang Makanan dan Minuman Halal atau Haram juga menyebutkan bahwa tape tidak tergolong khamar (baca kutipan fatwa MUI NO 4/2003 tentang Pedoman Produk Halal tersebut di sini.

Analogi dengan tape adalah durian dan buah pir. Di dalam kedua buah itu juga terkandung senyawa alkohol tetapi sebanyak apapun orang makan durian tidak menyebabkan mabuk, berarti durian dan buah pir tidak tergolong khamar. Kalau terlalu banyak makan durian bisa mengakibatkan kadar koleterol di dalam darah meninggi sehingga orang yang mempunyai penyakit darah tinggi, jantung, asam urat, dsb sebaiknya tidak makan durian.

Jadi tidak selamanya minuman yang mengandung alkohol itu haram. Oleh karena itu selama hasil fermentasi tidak menghasilkan kadar alkohol yang memabukkan, maka meminumnya tetap halal.

Meminum khamar baik sedikit atau banyak tetap saja haram hukumnya. Ada orang yang berkilah minum bir sedikit saja kan tidak apa-apa karena tidak membuat mabuk. Tetapi, biar sedikit kalau memang tergolong khamar tetap saja haram.

“Minuman apapun kalau banyaknya itu memabukkan, maka sedikitnya pun adalah haram.” (Riwayat Ahmad, Abu Daud, Tarmizi)

Jadi, jika anda mencampurkan setetes wiski ke dalam air minum, maka air minum itu menjadi haram. Hal yang sama juga dilakukan pembuat kue yang menambahkan rhum pada adonan kue sus, black forest, atau klappertaart, maka kue yang sudah ditambah rhum itu menjadi tidak halal dimakan, karena rhum tergolong khamar.

Jangankan meminumnya, bahkan memperjualbelikannya juga haram, sebagaimana hadis berikut:

“Sesungguhnya Allah telah mengharamkan khamr, maka barangsiapa yang telah mengetahui ayat ini dan dia masih mempunyai khamr walaupun sedikit, jangan minum dan jangan menjualnya.” (Riwayat Muslim)

“Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam melaknat tentang khamr, sepuluh golongan: (1) yang memerasnya, (2) yang minta diperaskannya, (3) yang meminumnya, (4) yang membawanya, (5) yang minta dihantarinya, (6) yang menuangkannya, (7) yang menjualnya, (8) yang makan harganya, (9) yang membelinya, (10) yang minta dibelikannya.” (Riwayat Tarmizi dan Ibnu Majah)

Semoga kita terhindar dari meminum-minuman khamar.

Tulisan ini dipublikasikan di Agama. Tandai permalink.

106 Balasan ke Mengapa Makan Tape Tidak Haram? (Tidak Semua yang Beralkohol Haram)

  1. dhwan berkata:

    wah saya termasuk orang yang doyan makan tape pak, peuyeum ya orang sunda bilang.
    buhan kami banjar sama aja tapay pa ai

    • rinaldimunir berkata:

      Saya juga penggemar tape. Kalau orang Minang makan lemang pakai tape ketan hitam. Lemang disiram tape, mantap dimakan pas hari dingin-dingin untuk menghangatkan badan.

    • Edwin berkata:

      Jangan tanyakan haram tidaknya tape ke ustad yang asal dari Indonesia, pasti jawabannya “HALAL”. Itukan sama saja dengan menanyakan pada seorang koruptor apakah mark up anggaran dosa atau ga. Pasti dijawabnya utk adalah modifikasi anggaran, makanya tidak dosa.

      Tapi tanyalah mengenai tape ini ke Ustad di Arab atau Dr. Zakir Naik di India, pasti mereka bilang “HARAM”. Orang Timur Tengah pasti kaget mendengar bahwa di Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim, tapi ketika merayakan Ramadhan malahan berpesta dengan makanan HARAM.

  2. Wahyu Fahmy berkata:

    Wah iya, makanya ada ustadz yang lebih seneng nyebut Khamr, bukan dengan kata Alkohol :D

    • Pranawa berkata:

      ulasan Alkohol haram atau halal membingungkan. Bir 0% atau bahkan yg 5% VS tape yang 6%-10% kok justru bir yg haram, tape yg halal. Saya betul betul ndak jelas alias bingung bacanya.

      • rinaldimunir berkata:

        Bir 0% menyerupai minuman yang haram (bir), dan di di dalam hadis ada alasan “al washilatu illa haramun haram” (Segala sesuatu yang menyerupai suatu produk haram maka dihukumi haram). Bir termasuk khamar karena sudah terbukti memabukkan. Oleh sebab itu, pengimitasian pada produk haram (bir) menjadikan bir 0% tersebut dihukumi haram!

        Meskipun kadar bir yang kecil seperti 1% atau 5% tidak membuat mabuk, tetapi karena asal mulanya bir adalah khamar maka tetap saja bir 1% atau 5% termasuk khamar.

        Lain dengan tape, meskipun kadar alkoholnya lebih dari 0%, tetapi makan tape tidak membuat mabuk. Jadi, kembali kepada definisi khamar, jika memabukkan maka adalah haram.

      • pk berkata:

        kalao mau minum silahkan minum bir
        hingga dosa kamu numpuk seperti gunung
        dasar keras kepala/ pilih neraka atau sorga lu?

      • someone berkata:

        Wah pk kok emosi ya….proses pembuatan tape hampir mirip proses pembuatan bir maupun wine yaitu sama2x dari bahan yang halal …kalo bahan tape dari singkong atau ketan sedangkan bir dan wine dari malt dan buah anggur….setelah terjadinya proses fermentasi semuanya menghasilkan kandungan alkohol….dan kadarnya setelah lebih dari 1 hari diatas 1%….
        Kok MUI menghalalkan tape ….ini yang saya gak tahu…… padahal kalo kita makan tape kebanyakan pasti mabuk……gak percaya …???? silahkan coba !!!!!! jangan asal ngomong tape gak memabukkan kalo anda belum pernah mencobanya.
        Saya pernah melalui masa yang kelam…apabila gak cukup duit untuk beli yang memabukkan saya beli air tape / badeg (dalam bahasa Jawa) ke produsen tape….dan klo diminum efeknya melebihi dari efek minum bir apalagi minum shandy…..
        Alhamdulillah ….karena sekarang sudah ingin mengkonsumsi yang halal saja…saya sebisa mungkin menjauhi segala produk tape maupun turunannya…..meskipun di HALAL kan oleh MUI …saya masih meragukannya karena saya pernah merasakan efeknya…….
        Pingin surga atau neraka….. the choice depend on yourself

      • Satri4 berkata:

        Saya ingin ke Surga & ingin makan tape sama produk turunannya Pak..,bukan sekedar halusinasi saja. Saya mau permisisasi dulu yaa..

      • Taslim berkata:

        Bagaimana pula dengan bir pletok yang banyak dijual itu, apakah haram juga?

      • ilham berkata:

        klo ga paham ga usah berkata,lah itu edwiin,
        begooooo,…..bngt

      • Edwin berkata:

        @Ilham…anda sendiri berani ga berkata scr tegas??Manusia memang TIDAK dapat menciptakan buah-buahan, maka itu bukan Khamr…tapi manusia MEMBUAT tape…so ini Khamr. Tidak perlu double standar hanya karena tape itu makanan tradisional kita. Tinggal pilih, makan atau tidak. Itu saja.

  3. Ega Dioni Putri berkata:

    Aslm. Wah, Pak Rin, makasih udah ngingetin.. beberapa hari lalu saya juga posting tulisan bertema minuman keras di blog (http://egadioniputri.wordpress.com/2012/10/13/restoran-halal-jualan-bir/), tapi di situ ada satu istilah yang saya tulis “free alcohol” padahal seharusnya “free khamr” (habis ga lazim denger istilah ini) :grin:. Saya juga pernah “ditembak” pertanyaan sama, Pak, tapi kemudian dijawab sendiri oleh si penanya “nggak boleh”. Hadits yg dipakai sama, tapi interpretasi mereka (kelompok si penanya) beda. Mereka memaknai bahwa jika alkohol dalam jumlah banyak itu memabukkan, maka sedikitnya pun juga nggak boleh dikonsumsi -___-

    • rinaldimunir berkata:

      Iya Ega, saya sudah membaca tulisanmu itu. Semua tergantung pada ketaatan sang pemilik restoran halal tersebut kepada ajaran agama. Tapi saya berbaik sangka saja ya, kemungkinan pemilik restoran FREE ALCOHOL (seharusnya FREE KHAMR) itu baru sebatas mengetahui meminumnya saja yang haram tetapi memperjualbelikannya tidak apa-apa. Jadi, pengetahuan agamanya mungkin masih minim.

      Tentang FREE ALCOHOL, di Indonesia produsen Bir Bi*ta*g juga mengeluarkan produk bir dengan alkohol 0% dan Gre*n Sa*ds mengeluarkan Green Sands 0%, tetapi fatwa MUI mengharankan minuman itu karena ada laporan orang yang meminumnya dalam jumlah banyak tetap mabuk juga, dan juga karena alasan al washilatu illa haramun haram (Segala sesuatu yang menyerupai suatu produk haram maka dihukumi haram). Oleh sebab itu, pengimitasian pada produk haram (bir) menjadikan kedua jenis produk tersebut dihukumi haram! (dikutip dari blog yang memuat tulisan Pak Anton di atas)

      • Taslim berkata:

        Bagaimana pula dengan bir pletok yang banyak dijual itu, apakah haram juga karena menyerupai produk haram?

      • Timothy berkata:

        Saya pikir, haramnya GreenSands bukan karena “meminumnya dalam jumlah banyak tetap mabuk”, tetapi lebih karena menyerupai suatu produk haram maka dihukumi haram. Seperti mie rasa babi (tanpa mengandung unsur babi).

      • Edwin berkata:

        Istilah “menyerupai suatu produk haram maka dihukumi haram” maka haram itu sangat double standar. Anda tidak bilang makan sosis itu haramkan? padahal sausage (di Indonesia menjadi Sosis) itu aslinya babi. Hanya kemudian dicipatakan Sosis ayam untuk mereka yang mengharamkan babi. Lalu bagaimana dengan Hamburger? sedangkan kata depannya saja sudah “Ham” yang artinya daging babi. Tetap halal kan? kenapa kalau Grend Sands menjadi haram…? bingungka kalau sudah menggunakan double standard.

    • saiyan majid berkata:

      Assalamu Alaikum,” AL Halalu Bayyinun Wal Haromu Bayyinun” (Sesuatu yang Halal itu sudah jelas hukumnya dan yang Haram itu sudah jelas hukumnya). kalo anda belon pada jelas tentang hukum tape ketan belajarlah pada ahlinya (Ulama,Kyai) dan cari referensi pada kitab kitab fiqih, iniii baru pada ngerti sedikit aja tentang hukum tape sudah pada ribut/egois.
      Kalo Anda bikin tape ketan DINIATKAN UNTUK DIJADIKAN MAKANAN maka hukum tape tersebut halal hukumnya, walaupun alkoholnya diatas 1% .
      tapi kalo Anda bikin tape ketan DINIATKAN UNTUK DIJADIKAN MINUMAN maka haram hukumnya air tape tersebut, walaupun anda meminumnya tidak sampai mabuk tetap haram hukum meminumnya.

      BIR diproduksi diniatkan untuk dijadikan minuman keras yang memabukan maka usaha tersebut haram hukumnya, termasuk gaji karyawannya. Bir asalnya haram, usaha untuk menghilang kandungan alokohol pada BIR / free alkohol tetap haram walaupun 0%.

      Air putih di oplos dengan Theiner /minyak pengencer cat (zat berbahaya) diniatkan untuk bermabukan maka haram hukumnya, walaupun meminumnya tidak sampai mabuk tetap haram hukumnya
      Cat dicampur dengan theiner (yang tidak mengandung lemak BABI /Khomer) dipakai untuk mengecat masjid maka hukumnya halal /suci masjid tersebut.

      Tidak ada kata tamat dalam mengaji atau mempelajari ajaran syari’at islam.
      jangan merasa bangga karena telah menjadi murid salah satu ustad, jadilah murid dari banyak ulama.
      berkacalah pada Imam Syafi’i gurunya sebanyak 250 orang tetapi beliau tetap menghormati gurunya bermazhab Hanafi dan mazhab yang lainnya

  4. smartfaiz berkata:

    Bagaimana dengan chinese food yg mengunakan arak masakan? Sama juga kan? Makan 10 piring nasi goreng pun ga bakal mabuk :)

  5. adiferd berkata:

    Reblogged this on Waltzs Lesson.

  6. sanbob matador berkata:

    Penentuan haram alkohol hanya berdasarkan khamar sebagai acuannya, sedangkan tape tdk dikenal di Arab, seandainya tape juga dulu juga ada di Arab sdh pasti juga akan diharamkan. Penentuan haram memakan/meminum alkohol seharusnya jelas, bukan pakai kata “pokoknya yg berhubungan dgn khamar haram”, mentafsirkan ayat janganlah menggunakan “kaca mata kuda”, pakai akal dan nalar agar aturan tsb lebih masuk akal.

    • angi berkata:

      kalau begitu anda juga tidak bisa memakan durian dan buah pir?

    • someone berkata:

      setuju sanbob…..akan lebih jernih lagi klo ngeliatnya pake “mata hati”.
      untuk angi…..apa sih ruginya klo gak makan durian ataupun buah pir….??? Kebetulan saya kagak doyan durian….he….he….nyium baunya saja mau muntah…..!!!!
      Sudahkah kamu meneliti seberapa besar kandungan alkohol dalam buah-buahan tersebut…??? gah usah mikir yg susah2x…. live is so simple & easy ….enjoy en jangan lupa untuk sering bersyukur……karena masih banyak yang bisa kita nikmati dari yg halal

      • Timothy berkata:

        Sebenarnya, banyak buah yang kalau sudah masak mengandung alkohol. Jadi masalahnya bukan pada kandungan alkoholnya, tapi pada kandungan khamr. Khamr sengaja dibuat untuk memberikan efek memabukkan. Buah-buahan tidak termasuk kategori ini meskipun mengandung alkohol.
        Gampang kok kalau mau buat rujukan: apakah “makanan/minuman ini” mengandung khamr? Kalau iya, berarti haram meskipun sedikit atau tercampur sedikit.
        Saya pikir tape tidak mengandung khamr. Jadi sedikit/banyak ga papa.

      • Edwin berkata:

        Bagaimana tape di bilang tidak mengandung Khamr. Bagaimana bsia tape disamkan dengan buah-buahan. Manusia memang TIDAK dapat menciptakan buah-buahan, maka itu bukan Khamr…tapi manusia MEMBUAT tape…so ini Khamr. Tidak perlu double standar hanya karena tape itu makanan tradisional kita. Tinggal pilih, makan atau tidak. Itu saja.

  7. asuxtai berkata:

    Oiya, siip makasih banyak ilmunya, tapi saya mau nanya hal lain nih, gimana kalo ROOTBEER? haram atau halalkah? trims :)

  8. ridwan bin yusuf berkata:

    apakah brem sama seperti tape. apakah brem madiun itu hasil permentasi
    dan hsil permentasi itu apakah ada mengandung bekas alkohol, apakah menjadi mutanajis
    apakah memakan brem itu halal .

  9. aamwin berkata:

    bingung aku ???!!…arak, bir, vodka dll aku blm pernah rasakan ..tape, durian, klengkeng udah pernah makan dan gk memebaukan..jujur kemarin aku coba cicip wine apakah memabukan, dg cara menganginkan tuangan wine di gelas bberapa menit utk menghilangkan alkohol agar menguap, trus aku minum..gk memabukan cuman pahit (mngkn karena baru pertama merasakan) ..trus hukumnya apa nih aku minum wine???!!!

  10. imam temel berkata:

    dalam istilah islam, minuman yg memabukan adlah khamr. Dan fakta khamr adalah alkohol. Memang dahulu khamr tidak disebut alkohol karena penelitian saat ini baru diketahui bahwa kandungan khamr ternyata alkohol atau ethanol. Penelitian modern pun saat ini membuktikan bhw segala yg diharamkan rasul saw dlm bentuk khamr ternyata mengandung alkhohol. Jadi apapun makanan atau minuman dan tradisional ataupun nontradisional ketika ia mengandung alkohol atau ethanol, maka ia menjadi haram . Termasuh tape. Wa allahu alam.

  11. Silvia berkata:

    Pak, saya masih bingung dengan penjelasan ini dan penjelasan blog-blog lainnya. Apa benar minum air tapai dalam jumlah banyak tidak akan mabuk? Jadi yang menyebabkan mabuk itu khamr atau alkohol? (kalau dari penejelasan diatas saya menangkapnya kedua istilah itu dibedakan berdasarkan konsentrasi, tapi kan khamr 0% itu juga ga boleh…gimana ni?). Padahal pada proses fermentasi untuk pembuatan wine, bir, dan tapai semuanya menggunakan ragi dan menghasilkan alkohol (ethanol). Lalu, apakah air tapai itu termasuk khamr dan haram tetapi tapai-nya itu sendiri halal?

    Terimakasih, pak..

    • Taslim berkata:

      Ya. Memang membingungkan.
      Ada Bir yang diharamkan, ada bir 0% alkohol yang juga diharamkan karena menyerupai produk haram (bir). Lalu ada root beer, ada bir pletok,.. kan menyerupai bir juga?
      Lalu ada jengkol yang bisa membuat mabuk juga, ada ikan buntel yang bisa bikin fly tapi tidak pernah dengar jengkol atau ikan buntel itu haram?
      Belum lagi kalau membandingkan dengan blog-blog lain yang membahas hal yang sama, tetapi kesimpulan2 nya saling bertentangan. Mana yang benar???

    • Satri4 berkata:

      Memang kalo membicarakan mengenai tape haram ato tidak serta produk turunannya masih sangat membingungkan. Masalah haram ato tidak bisa di tinjau dr jenis produk, proses pembuatan, manfaat serta situasi & kondisi yg mengkonsumsinya.

  12. Usman barus berkata:

    Drpd meributkan minum alkohol dsbnya, msh banyak minuman yg sehat seperti susu

  13. gm berkata:

    bahan tape ketan gk beda jauh sama bahan pembuatan sake di jepang.. beras, air dan ragi..
    dulu ditempat ane malah ada pabrik minuman dr air tape ketan & emang bener2 bikin mabuk..

  14. yudha berkata:

    DI KUTUB UTARA daerah yang sangat dingin
    sampai pada suhu minus derajat

    MINUMAN BER ALKOHOL MAMPU MENYELAMATKAN
    NYAWA MEREKA

    belajarlah kepada ALKITAB

    disana jelas disebutkan ALKOHOL HARAM
    kenapa

    ALKOHOL HARUM kenapa????

    selamat mencari

  15. Adi Nugroho berkata:

    Maaf komennya panjang. Buat yang belajar kimia, pasti mengenal gugus hidroksil atau OH dalam rantai karbon. Seluruh rantai karbon dengan gugus ini disebut sebagai alkohol. Etanol hanya satu dari sekian banyak jenis alkohol dengan dua rantai karbon dalam satu molekul atau dikenal sebaga C2H5OH dan satu-satunya alkohol yang paling tidak beracun. Seluruh alkohol dikenal memiliki efek yang toxic dan memabukkan. Masalahnya, seluruh makanan dan minuman dengan dasar hidrokarbon selalu mengandung alkohol seperti nasi, gandum, tepung, dll meski dalam jumlah yang sangat kecil. Harus dipahami bahwa semua minuman yang dianggap khammer,akan selalu mengandung alkohol. Mungkin ada yang tahu bahwa Johny Walker pun ada di negara timur tengah namun didisain khusus tanpa alkohol. Praktis tidak memabukkan. Jika mengacu bahwa dalil jika banyaknya memabukkan, maka sedikit pun tidak boleh, maka seluruh jenis makanan dan minuman berbasis hidro karbon pasti mengandung alkohol meski dalam jumlah sangat kecil. Jika level memabukkan dijadikan ukuran, maka ini menjadi nisbi juga, karena tingkat mabuknya orang tidak sama. Kedua, jika dalam kondisi perut penuh atau kenyang dan dengan protein danlemak tinggi, maka cenderung tidak mudah mabuk. Ketiga, semakin banyak alkohol semakin besar potensi mabuknya. Logika sederhana semacam ini, jika makanan maupun minumanmengandung alkohol, sudah pasti dianggap sebagai haram, tidak peduli apa kata MUI. Namun demikian, ada kontradiksi lain, dalam makanan dan minuman berbasis hidrokarbon, juga mengandung alkohol. Apa kita berhenti makan semua karbohidrat? Wallahu a’lam. Saya rasa, silakan kembali ke pemahaman masing-masing. Saya hanya saran untuk bersikap konsisten. Jika level khammer yang jelas teruji secara klinis akibat kandungan alkohol, sangat tidak logis jika masih mengkonsumsi tape dan sejenisnya termasuk buah duren dan sebagainya. Jika tingkat alkohol sampai batas tertentu tidak memabukkan, maka aneh pula jika menghalalkan tape, brem dll namun masih mengharamkan bir dan sejenisnya termasuk wine, karena setahu saya belum pernah saya melihat orang minum wine itu mabuk, paling-paling kebelet kencing melulu. Sejauh yang saya tahu dari pengalaman teman-teman yang suka mabuk, benar mas Someone di atas, sampai level tertentu, air perasan tape atau dari aren yang disimpan lebih lama, berefek lebih besar dari sekadar minum liquers seperti vodka, johny walker, brandy dan sejenisnya. Bahkan madu yang baru diperas, dipaksa simpan dalam botol tertutup, jika diminum satu botol, efeknya lebih keras dari efek tape/aren. Menurut hemat saya, kalau bisa dihindari, ya hindari saja. Kalau pun menganggap boleh, saya tidak menyarankan untuk dikonsumsi secara teratur dan rutin dalam jumlah banyak. Masih banyak minuman dan makanan yang lebih nikmat dari sekadar memaksakan diri minum yang dipertentangkan halal dan haramnya.

    • Ahmad berkata:

      Seandainya orang2 Islam secerdas Anda… Banyak yg ga punya kapasitas disini…

    • Slamet W. berkata:

      Setuju sama komentar agan yg satu ini, juga, saya menambahkan kalau memakan apapun secara terkontrol(tidak rakus/berlebihan) menurut saya sih silahkan. Dan juga asal tidak merugikan orang lain saja tidak apa-apa.

  16. Yu Li, Kwan berkata:

    Reblogged this on An Open Gift and commented:
    Semakin cari tahu semakin tahu bahwa kita tidak banyak tahu.

  17. davidbucex@gmail.com berkata:

    Oo black flrest haram

  18. davidbucex@gmail.com berkata:

    Maaf larat, mksd nya makanan black florest ya di campur dgn rhum jd haram, trma kasih sdh ksh tau, ASTAGFIRULLAH

  19. M.Abd.Wabah berkata:

    Khamar dalam riwayat itu identik dengan MINUMAN, baik dalam jumlah banyak atau sedikit bisa memabukan = HARAM. Jika kalian membandingkan dengan makanan, SEBANYAK APA SICH KAMU MEMAKANNYA??? Tape ketan/singkong,, paling banyak juga 1 piring. Terkecuali orang yg berlebihann (iya lah itu sdh keluar dr kontek normal pasti bikin mabuk) Aturan pun melarang “JGNLAH KAU BERLEBIH-LEBIHAN”
    Untuk Kalian yg sudah paham dasarnya khamar,,, Coba jgn mencari untuk membingungkan riwayat pendamping khamar dengan membandingkan dengan jenis makanan (FOOD), Itu sama artinya kalian mencari kelemahan hadist tersebut, karna semua makanan itu halal terkecuali yg sudah tetapkan HARAM dalam AL – QURAN. Kita sudah tahu mana makanan yang HALAL / HARAM kan !!. Intinya jika KALIAN masih tetap ragu dengan makanan akan kandungan nutrisi yang menyerupai khamar ( bhs umum skrng alkohol) tinggalkan saja,,, kan ada Hadist yg menerangkan JIKA KALIAN RAGU TINGGALKAN JIKA KALIAN YAKIN SILAHKAN. Kalian sudah mengerti benar apa makna tersebut.

  20. M.Abd.Wabah berkata:

    sedikit tambahan : BUAT KALIAN yang suka MINUM AIR TAPE tanpa memakan ampas dr tape nya,,, APA NIAT ADA SEBELUM MEMINUMNYA?? KL PUN MENCICIPI APA PERLU 1 BOTOL / 500 ML???? YAA AYUHANNAS kembalilah kepada NIAT KALIAN semua,,
    BUAT KALIAN yang masih Ragu : SARAN LEBIH BAIK TIDAK MEMAKAN TP JANGAN MENGHARAMAKAN MAKANAN

  21. Edwin berkata:

    Baca juga:

    http://www.jpnn.com/read/2013/01/14/154268/Tape-Ketan-Sulit-Tembus-MUI-

    MUI Jabar menyatakan tape tidak halal (= haram)

    Tahu berapa kadar alkohol Bir? di setiap botol selalu tertulis. Contoh Bir Bintar kadar alkoholnya cuma 5%.

    Tahu berapa kadar alkohol tape ketan?

    http://forum.detik.com/kaget-ternyata-tape-tapai-mengandung-alkohol-cukup-tinggi-t591731.html

    Bisa mencapai 10% bung….!

    Tape itu didiamin (fermentasi) 1 hari aja sudah mencapai di atas 1.7%, padahal orang selalu melakukannya lebih dari 2 hari.

    Makan tape ketan dalam jumlah kecil memang tidak memabukan, sama denga minum bir dalam jumlah wajar tidak ada ayng mabuk. Tapi keduanya jiak dikonsumsi berlebihan…YA MABOK lah

    • kieks berkata:

      Kamu sudah menyesatkan umat dengan mengatakan MUI Jabar mengharamkan tape. Kalau tidak suka terhadap suatu kaum jangan lah memfitnahnya. Lebih baik istighfar dan bertobatlah!

  22. eerrd berkata:

    Berarti angciu itu halal dong….

  23. kkim77 berkata:

    Setau saya rum wangi untuk masakan itu yah diproduksi bukan buat mabuk2an, tapi emang sebagain pewangi makanan, Kok jadinya haram, kan diproduksi bukan buat mabuk2an. sama kaya tape diproduksi bukan buat mabuk2an kan, duren juga natural diproduksi oleh alam, alam ga nyuruh anda mabuk2an kan? Btw fermentasi itu terjadi karena mikroba yah, setengah natural donk ya?

    Saya ga pernah denger ada orang mau mabuk2an malah neggak rum pewangi kue, yg kebanyakan dijual dalam ukuran botol kecil.

    • Autumnfairy berkata:

      Emang sih, pembahasannya ternyata sangat rumit. Tapi kalo ditilik dari satu sisi aja, tentang Durian yang berasal dari alam, apakah itu artinya otomatis halal/tidak berbahaya? Ganja, Marijuana, dan Beruang juga dari alam, tapi apa itu aman buat kita?

      • kemal berkata:

        tapi saat dulu belum di gunakan sebagai bhn narkoba, ganja jg hanya sbg bumbu penyedap masakan di sumatera sana……

  24. muhamadac berkata:

    @all commenter : pade belajar dulu sono gih… (Al-Qur’an and Al-Hadist) biar ente2 tidak “rebutan balung tanpo isi” *Ilmu anda yang akan menjadi hujah anda jika anda ditanya NYA di akhirat perihal yang anda lakukan.. (akhkamil khakimin)

  25. Indra berkata:

    Saya masih bingung dengan penjelasannya, jika tape tidak haram tetapi minuman yang dicampurkan setetes wine itu menjadi haram, sedangkan tape mengandung alkohol, yang pada dasarnya ketika kita meminum alkohol dalam jumlah yang banyak akan menjadi mabuk, bukannya sama saja seperti minuman yang diberi setetes wine? karena ketika meminum minuman yang mengandung setetes wine dalam jumlah sebanyak apapun maka kita tidak akan mabuk, tetapi karena pada asalnya wine itu memabukkan maka minuman tersebut menjadi haram. sedangkan pada tape, sebanyak apapun kita makan tape tidak akan mabuk, tetapi jika kita mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak akan mabuk, sehingga bukannya ketika tape mengandung alkohol seharusnya menjadi haram?

    • anonim aja berkata:

      pernah denger orang abis makan tape 2 piring trus ngamuk2 obrak abrik warung? pernah denger orang abis negak khamr 2 gelas trus tega perkosa anak sendiri? biar yg cerdas bisa ambil kesimpulan masing2..

      • Edwin berkata:

        Anda sudah pernah coba ga? jangan dimakan tapenya (beras ketannya) tapi hanya ambil airnya sebanyak dua gelas, terus minum. Bukan hanya ngobrak-ngabrik warung, tetapi mba penjaga warung ikut diperkosa!.

        Anda hanya berman dalam nama, yang haram dibilang wine sedangkan yang sengaja “dihalalkan” disebut tape. Jika mau imiah gunakan unsur senyawanya, dan anda akan tahu bahwa senyawa di dalam air tape itu sama dan sebangun dengan sake (fermentas beras di Jepang)..

        Sekarang saya tanya, apa sake itu halal atau haram?

        Saya heran, kenapa kalau bicara makanan mengandung babi, umat sampai bersikeras menyelidiki hingga unsur senyawa dasarnya, sehingga setitik saja unsur babi bisa menyebabkan makanan tersebut menjadi haram. Tetapi untuk urusan tape, metodologi itu tidak digunakan.

        Ada yang bisa jawab?

      • galihbangga berkata:

        Mas Edwin, saya kecil dulu minum air tape ketan atau singkong, air nya lho, habis 2 botol.. gak mabuk tuh.. mas minum tuak kali, makanya mabuk, atau air tapenya di fermentasi lebih lama lagi wkwkkw

      • Edwin berkata:

        >>>>Mas Edwin, saya kecil dulu minum air tape ketan atau singkong, air nya lho, habis 2 botol.. gak mabuk tuh.. mas minum tuak kali, makanya mabuk, atau air tapenya di fermentasi lebih lama lagi wkwkkw<<<<

        Anda minumnya sekarang dong…waktu kecil anda kan ga tahu apa itu air ketan yg sudah diperam 4 hari atau yg baru dibuat semalam. Orang juga banyak bilang yg minum Tuak (Nira) tapi ga mabok…ya jelas itu air Nira yang dibuat semalam rasanya manis. Tapi kalau sudah 4 hari diferemntasi pasti mabok lah. Cobain sekarang gih…

      • galihbangga berkata:

        Intinya gak usah mengharamkan makanan, gak yakin gak usah diminum, kalau yakin ya udah minum.. simple kan? hargai aja perbedaan keyakinan masing2, kalau disini ada tape ya bahagia aku mas.. hahaha ketela aja kalau ada udah syukuur ;-)

      • Edwin berkata:

        >>>>Intinya gak usah mengharamkan makanan<<<

        Ya saya setuju itu, karena ternyata di tingkat umat terjadi banyak penggeseran makna disesuaikan kepentingan sepihak.

        Mari kita lihat…Babi adalah haram, tetapi (sebagian) orang di Jawa makan Celeng, katanya Celeng bukan Babi. Kepiting itu haram, tetapi orang Sunda makan Rajungan. Ular sudah jelas haram, tetapi banyak orang minum empedu ular hanya utk kekuatan (bukan sebagai obat). Keong itu hidup di dua alam, tapi orang banyak makan satenya.

        Beberapa tahun lalu ada kehebohan karena sepatu Nike ternyata disamak dengan kulit babi. Orang berteriak "HARAAAAMM", tetapi saat yang bersamaan tidak ada yang ribut ketika memakai Jaket dari kulit buaya (binatang buas, bertaring dan dua alam). Pernah tahu ikat pinggang dari kulit biawak?

        Begitu juga Wine mendadak jadi haram padahal proses pembuatannya adalah fermentasi buah-buahan yang sama dengan tape. Tapi mengapa tape halal? yang lebih lucu adalah Ang Chiu yang tujuannya hanya utk membuat wangi makanan, kena tuduhan haram padahal tidak ada yang mau mabuk hanya karena makan daging sapi yg dilumuri Ang Chiu.

        Semua jadinya ada dalil dan pembenarannya.

  26. Bunda Firzha berkata:

    sebelumnya saya sempat beli beberapa kg tape ketam,saya jadi ragu dengan hukum makanan ini,jadi saya gogling untuk mencari dan menghilangkan keraguan,alhamduliilah saya menjadi jelas

    • Edwin berkata:

      Jelas bagaimana Bun?

      Jika mau ilmiah gunakan unsur senyawanya, dan Bunda akan tahu bahwa senyawa di dalam air tape itu sama dan sebangun dengan sake (fermentasi beras di Jepang)..

      Sekarang Bunda jawab, apa sake itu halal atau haram?

      Saya heran, kenapa kalau bicara makanan mengandung babi, umat sampai bersikeras menyelidiki hingga unsur senyawa dasarnya, sehingga setitik saja unsur babi bisa menyebabkan makanan tersebut menjadi haram. Tetapi untuk urusan tape, metodologi itu tidak digunakan.

      Bunda bisa jawab?

  27. Edwin berkata:

    Baca juga:

    http://www.jpnn.com/read/2013/01/14/154268/Tape-Ketan-Sulit-Tembus-MUI-

    MUI Jabar menyatakan tape tidak halal (= haram)

    Tahu berapa kadar alkohol Bir? di setiap botol selalu tertulis. Contoh Bir Bintar kadar alkoholnya cuma 5%.

    Tahu berapa kadar alkohol tape ketan?

    http://forum.detik.com/kaget-ternyata-tape-tapai-mengandung-alkohol-cukup-tinggi-t591731.html

    Bisa mencapai 10% bung….!

    Tape itu didiamin (fermentasi) 1 hari aja sudah mencapai di atas 1.7%, padahal orang selalu melakukannya lebih dari 2 hari.

    Makan tape ketan dalam jumlah kecil memang tidak memabukan, sama denga minum bir dalam jumlah wajar tidak ada ayng mabuk. Tapi keduanya jiak dikonsumsi berlebihan…YA MABOK lah

  28. badrus berkata:

    Di Fatwa MUI tentang Makanan dan Minuman Halal atau Haram (http://hafiauliya.blogspot.com/2011/04/v-behaviorurldefaultvmlo.html) disebutkan:

    5. Minuman yang dibuat dari air perasan tape dengan kandungan ethanol minimal 1 % termasuk kategori khamar.

    Jadi menurut saya, tapenya sendiri halal tapi airnya haram.

    • Edwin berkata:

      Tapi bagaimana bisa memisahkan tape dan airnya. Lah, kalau kita lihat di toples tape ketan , airnya sudah disitu. Dengna kata lain, tape nya sudah TERCEMAR airnya yang berkategori haram. Misalkan sebuah daging sapi halal yg terendam di air masakan babi, apakah tidak jadi haram. Haram lah…. Jadi tape ketan yang mengeluarkan air tape ya haram juga. Jangan dipisah-pisah lah…

      • qx berkata:

        Edwin kok kamu maksa bgt sie tape itu haram, emangnya kmu MUI? Ya udah kamu bikin hukum sendiri dan jalankan itu untuk hidupmu sendiri.

  29. lalu bagaimana dengan ang chiu ? ang chiu merupakan fermentasi dari ketan, namun memiliki kadar alcohol 15%, ang chiu biasa digunakan untuk memasak masakan chinese, dan banyak dijumpai di warung kelas atas hingga kaki lima penjual nasi goreng, lalu apakah angchiu kategori haram ?

    saya juga mau bertanya tentang makanan tradisional “BREM” yang orang jawa pasti tau, nah bukanya brem itu dibuat dari air tape yang diendapkan ? lalu apakah brem termasuk makanan haram ?

    • rinaldimunir berkata:

      Ang chiu adalah khamr maka penggunaanya pada masakan termasuk haram. Kalau brem dibuat dari sari tape dan tidak dimaksudkan sebagai makanan yang memabukkan. Mmenurut pemahaman saya hukumnya sama seperti tape yaitu halal.

      • Edwin berkata:

        Black Forrest juga bukan makanan yang memabukan, tapi banya ulama yang mengharamkannya hanya karena ada sedikiti rhum di dalamnya. Padahal tujuan rhum itu hanya membuat wangi. Tidak ada orang yang mabuk karen makan black forrest satu loyang.

        Tape dan airnya adalaha haram. Itu sudah dinyakan oleh MUI kok. Hanya karena banyak orang Indonesia yang memakannya, maka dicari pembenaran. Coba saja rujuk hal ini ke ulama Saudi atau Dr Zakir Naik. Pasti mereka kaget ketika mengetahui bahwa umat muslim Indonesia banyak yang mengkonsumsi makanan yang mengandung alkohol dan telah dikategorikan khamr justru saat bulan Ramadhan!

        Ga usah cari pembenaran lah. Sudah jelas kok keharamamnnya tape dan airnya.

  30. prince berkata:

    Sebenarnya pertanyaan saya bukan soal tape, tapi soal “memabukan”

    Mertua saya dan keluarganya adalah elit terpandang, namun mereka Islamnya kuat, selalu menjalankan amanah dan ibadah yg wajib dan sunnah

    mereka mempunyai ustadz/ulama pribadi keluarga, tapi karena mungkin perbedaan persepsi mereka berbeda/ilmu agama mereka ada cela

    kebiasaan mereka selalu minum wine, entah red/white, saat pesta untuk menunjukan prestise/keglamouran, memang mereka membeli dan membuka lgsg d depan tamu, botol nya tertulis wine nya dibawah 2%, ada jg yg d bawah 1%, tidak ada yg lebih dr itu, selama ini mereka minum tidak pernah mabuk, pusing pun tidak, krn hanya 1/3 gelas maksimal perorang minum, saya sendiri pura” kembung/sibuk dgn hal lain saat acara buka tutup botol wine, jadi tidak ikut

    saya pernah bertanya ke ibu mertua saya dgn sopan, “apa itu engga haram? Kan termasuk khamr, walaupun sedikit” beliau jawab “engga kok, kan engga mabukin, kita batas normal aja ngga berlebihan, sama kayak makan duren/tape aja itungannya”

    saya jg penah bertanya dgn istri soal hal yg sama, jawabannya “engga lah, selama engga bikin mabuk engga, diharamin di hadits/al-quran buat mencegah mengkonsumsi berlebihan, itungannya, makan duren banyak, mas pusing kan? Itu hampir mabuk lho, tp d dunia ini d halalin kok, jadi ya gitu, asal ga berlebihan ga mabukin, pak ustadz jg bilang gitu, itu buat pencegahan umatnya berbuat maksiat banyak”

    Nah persepsi mereka jg ga bisa saya tampik semua, ada benernya dikit, saat d negara yg suhu min derajat celcius, mereka ga punya makanan/minuman yg menghangatkan selain bir/khamr, mau jahe?dapet drmn? Pas saat belum ada globalisasi lho, terus obat kedokteran pake wine uda mengurangi resiko jantung jika d pakai dlm dosis tertentu, malah banyak manfaatnya d banding mudaratnya, lalu alkohol untuk bius/ morfin dll juga, jadi jika ngga berlebihan ngga bikin mabuk bermanfaat juga, tp mgkn d sebut haram agar mencegah hal” yg lain, secara hukum ini kan pda masa lampau, biar ngga banyak berpikir, lgsg d tetapkan haram, sedikit/banyak

    Saya sendiri masih bingung, mana yg benar/salah, mereka masuk akal, persepsi” d sini juga masuk akal, jika saya salah, bagaimana cara saya meyakinkan keluarga mertua saya agar tidak mengkonsumsinya lagi, setidaknya istri saya saja, tapi harus d sertai fakta dan hasil riset yg benar, mohon bantuannya

    • Timothy berkata:

      sebenarnya wine itu khamr. Jadi, dikonsumsi sedikitpun tetap haram hukumnya. Terlepas dari akan mabuk atau tidak. Kalau semua berargumen bahwa selama mengkonsumsi sedikit ga papa, lah, nanti minum vodka, brandy dan lain lainnya gapapa dong, asal sedikit dan tidak mabuk? Hukumnya tetap: haram walaupun sedikit, karena khamr. Hadist nya sudah jelas.
      Kalau durian dan tape, jelas halal. Karena bukan khamr. Khamr merupakan makanan/minuman yang sengaja dibuat untuk memberi efek mabuk. Durian dan tapi TIDAK masuk kategori ini, sedangkan wine yang diminum oleh keluarga istri anda masuk kategori ini. Jadi haram meskipun sedikit!

      • Edwin berkata:

        “kalau durian dan tape, jelas halal” (????). Anda bgitu yakinnya dengan statement tersebut bahkan sampai menggunakan kata “jelas”. Jika anda menyebut bahwa Durian tidak sengaja dibuat, Ya saya setuju. Tidak ada orang di dunia ini yang dapat membuat durian. Tapi Tape???…C’mon…jangan pura-pura bodoh. Orang membuat tape untuk kenikmatan rasa manis-asemnya. Itu juga yang sama dilakukan orang saat membuat Wine utk mencapai rasa manis-asemnya. Sama seperti tape, tidak ada orang yang membuat wine dengan tujuan mabuk. Oleh karena itu saya ingin tegaskan bahwa dengan standard yang anda punya, tape pun khamr.

  31. sonya berkata:

    WOW…..kala saya sedang browsing mencari resep membuat ketan item kukus, akhirnya ‘nyangkut’ disini…..sampe bengong liat kolom komennya panjang bgt. jujur saya ‘buta’ soal agama , tapi saya baca komen2 bpk2/ibu2 disini, ya semoga bisa menjadi solusi buat masyarakat spt saya ini yg bodoh soal hal-hal spt ini. dan mohon dgn hormat,
    kalo bisa jgn pake emosi :) ….kan niatnya mungkin utk memperbaiki yg selama ini ‘salah kaprah’….
    dan akhirnya pun kembali kepada masing-masing pribadi….. tks.
    (menyimak lagi…)

  32. maulana hafish berkata:

    sebagai orang awam alangkah baiknya kita menghindari,, allah tahu niat kita mengkonsumsi tape duren dsb untuk apa. minuman berakohol dulu sy pernah tahu bisa u/ menjadi obat ketika kita terlalu bnyk mkan jengkol. pertanyaannya apakah kita akan mengulangi makan jengkol berkali2 dengan berlebihan dan meminum minuman keras berkali2. disitu kemingkinan bisa terjadi dosa. kita diberikan akal u/ berfikir. insaallah jika masih ada pilihan lain lebih baik kita pilih yang sudah pasti insaalllah tuhan akan memberikan balasan yang setimpal.

  33. andi ammang berkata:

    saya ingin mendapatkan kejelasan tentang obat (minuman) teratai salju yang konon banyak khasiat, apakah halal untuk diminum karena mengandung alkohol (hasil fermentasi)

  34. Cakrawala Logika berkata:

    Coba baca situs yang ini deh: http://rumaysho.com/umum/salah-kaprah-dengan-alkohol-dan-khomr-812
    Yg males buka link di atas, berikut ini saya kutip sebagian penjelasannya:

    Mohon Dibedakan Antara Alkohol (Etanol) dan Minuman Beralkohol

    Harus dibedakan antara alkohol sebagai senyawa kimia dan minuman beralkohol. Alkohol yang biasa digunakan dalam minuman keras adalah etanol (C2H5OH).

    Berdasarkan “Muzakarah Alkohol Dalam Minuman” di MUI pada tahun 1993, telah didefinisikan bahwa minuman beralkohol (alkoholic beverage) adalah minuman yang mengandung alkohol (etanol) yang dibuat secara fermentasi dari jenis bahan baku nabati yang mengandung karbohidrat, seperti biji-bijian, buah-buahan, dan nira, atau yang dibuat dengan cara distilasi hasil fermentasi yang termasuk di dalamnya adalah minuman keras klasifikasi A, B, dan C (Per. Menkes No. 86/ 1977).

    Anggur obat, anggur kolesom, arak obat dan minuman-minuman sejenis yang mengandung alkohol dikategorikan sebagai minuman beralkohol. Apabila suatu minuman sudah dikategorikan sebagai minuman beralkohol, berapapun kadar alkoholnya, maka statusnya haram bagi umat Islam.

    Banyak orang menyamakan minuman beralkohol dengan alkohol, sehingga sering yang diharamkan adalah alkoholnya. Padahal tidak ada orang yang akan sanggup meminum alkohol dalam bentuk murni, karena akan menyebabkan kematian.

    Alkohol memang merupakan komponen kimia yang terbesar setelah air yang terdapat pada minuman keras, akan tetapi alkohol bukan satu-satunya senyawa kimia yang dapat menyebabkan mabuk, karena banyak senyawa-senyawa lain yang terdapat pada minuman keras yang juga bersifat memabukkan jika diminum pada konsentrasi cukup tinggi. Secara umum, golongan alkohol bersifat narcosis (memabukkan), demikian juga komponen-komponen lain yang terdapat pada minuman keras seperti aseton, beberapa ester, dll. Secara umum, senyawa-senyawa organik mikromolekul dalam bentuk murni juga bersifat racun.

    Pembahasan dalam point-point sebelumnya yang kami utarakan adalah mengenai minuman beralkohol, kapan ia bisa dihukumi haram atau tidak. Minuman tersebut dihukumi haram dan statusnya khomr, apabila memabukkan. Jika tidak memabukkan, maka tidak dihukumi haram dan statusnya pada saat ini bukan khomr.

    Sekarang permasalahannya bagaimana status etanol jika ia berdiri sendiri? Apakah halal atau haram? Yang kita permasalahkan bukan minuman beralkoholnya, namun tentang status etanol itu sendiri.

    Kami ilustrasikan sebagai berikut.

    Air kadang bercampur dengan zat lainnya. Kadang air berada di minuman yang halal. Kadang pula air berada pada minuman yang haram (semacam dalam miras). Namun bagaimanakah sebenarnya status air itu sendiri sebagai zat yang berdiri sendiri, tanpa bercampur dengan zat lainnya? Apakah halal? Jawabannya, halal. Karena kita kembali ke hukum asal segala sesuatu adalah halal. Dasarnya adalah firman Allah,

    هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

    “Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al Baqarah: 29)

    قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ

    “Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?” (QS. Al A’rof: 32)

    Air ini bisa menjadi haram jika ia sudah berupa campuran, namun yang ditinjau adalah campurannya dan bukan lagi airnya. Misalnya air yang terdapat dalam miras. Pada saat ini, air sudah bercampur dan menjadi satu dengan miras. Dan miras dihukumi haram, termasuk pula air di dalamnya.

    Sama halnya kita terapkan untuk etanol. Etanol kadang bercampur dan jadi satu dengan minuman keras. Kadang pula etanol berada dalam cairan etanol yang bercampur dengan air. Bagaimanakah hukum asal etanol ketika berdiri sendiri dan belum bercampur atau menyatu dengan zat lain? Jawabannya, sama dengan air di atas. Kita kembali ke hukum asal bahwa segala sesuatu itu halal. Termasuk juga etanol ketika ia berdiri sendiri.

    Nanti masalahnya berbeda ketika etanol tadi bercampur dan menyatu dengan miras. Ketika itu etanol juga bercampur dengan zat asetanilda, propanol, butanol, dan metanol yang kebanyakan bersifat toksik (racun). Pada saat ini, campurannya dihukumi haram karena sifatnya memabukkan, termasuk pula etanol di dalamnya.

    Namun bagaimana jika etanol hanya bercampur dengan air. Apakah dihukumi haram? Jawabnya, kembali ke hukum asal yaitu halal. Pada saat ini pula etanol bukan lagi memabukkan. Namun asal etanol adalah toksik (beracun) dan tidak bisa dikonsumsi. Sehingga jika etanol hanya bercampur dengan air, lalu dikonsumsi, maka cuma ada dua kemungkinan bila dikonsumsi, yaitu sakit perut atau mati.

    Jika penjelasan ini dipahami, maka sebenarnya permasalahan lainnya mengenai alkohol (etanol) dalam parfum, kosmetik, deodorant, antiseptik, alkohol dalam tape dan teh kombucha dan alkohol dalam obat-obatan, dsb, sudah terjawab. Intinya, alkohol (etanol) dalam bahan-bahan tadi adalah alkohol yang halal. Sehingga tidak perlu mempermasalahkan berbagai bahan tadi. Karena itu sama saja bercampurnya zat yang halal dalam zat yang halal.

    Jadi point penting yang mesti kita ketahui:

    – Hukum asal etanol jika ia berdiri sendiri dan tidak bercampur dengan zat lain adalah halal.
    – Etanol bisa berubah statusnya jadi haram jika ia menyatu dengan minuman yang haram seperti miras.
    – Etanol ketika berada dalam miras, yang dihukumi adalah campuran mirasnya dan bukan etanolnya lagi.

    • Edwin berkata:

      Penjelasan yg panjang tapi tidak menjawab kerisauan di masyarakat. Singkatnya saja:

      a. Jadi Sake hukumnya haram atau halal…?
      b. Makan blackforest yang dikasih pengharum rhum, haram atau halal….?
      c. Ang Ciao di masakan Cina, haram atau halal…?

      terimakasih

      • fajarrukmo berkata:

        bantu jawab.
        a. Jadi Sake hukumnya haram atau halal…haram
        karena sake termasuk minuman beralkohol
        b. Makan blackforest yang dikasih pengharum rhum, haram atau halal…. haram
        karena tidak diketahui unsur di dalam rhum, tapi kemungkinan besar mirip dengan minuman beralkohol karena bukan etanol murni
        c. Ang Ciao di masakan Cina, haram atau halal…haram
        sama seperti sake…

        apalagi semua bahan diatas biasanya memerlukan proses fermentasi lebih dari 3 hari
        CMIIW

      • qx berkata:

        Brem jatim halal atau haram?

      • Edwin berkata:

        Jika anda sudah bisa menyatakan Sake haram, maka air Tape juga haram, karena ini hanya beda nama saja. Sama seperti Celeng vs. Babi….

    • RF berkata:

      diantara banyaknya komentar disini saya kok paling dapet pencerahan dari komentar ini ya? jadi yang saya simpulkan adalah alkohol itu HALAL dengan syarat apabila dia berdiri sendiri atau MURNI.

  35. Yahya berkata:

    Gula itu jg mengandung alkohol, karna tebu mengandung alkohol..
    Lalu apakah Tape ketan ato Brem jg haram, apakah sudah ada yg meneliti kadar alkohol dlm brem ?
    pembuatan brem kan dg penjemuran yg mengakibatkan penguapan alkohol bhkn air pula..
    sebenarnya Hara tidak Tape jg Brem dan sejenisnya ??!

    • Edwin berkata:

      Jika menggunakan patokan kue black forest yg hanya ditetesi rhum sedikit supaya wangi kemudian para ulama menyatakan black forest menjadi haram, maka jawaban atas pertanyaan anda sangat singkat: HARAM.

  36. Slamet W. berkata:

    Singkat saja. Menurut saya “Semua yang berlebihan atau dilebih-lebihkan itu tidak boleh” dan ” Semua yang membuat orang lain merasa sakit hati ataupun rugi apalagi itu merupakan perbuatan yg tidak baik dan tidak benar adalah tidak boleh dilakukan”. Semua tergantung dari niat.

  37. borne berkata:

    ada perbedaan besar antara makanan dan minuman,
    manusia masih bisa bertahan hidup tanpa makanan namun tidak tanpa air (minuman),
    manusia dengan kondisi tubuh yang baik, dapat bertahan tanpa makanan 10 – 14 hari , sedangkan tanpa air (minuman) 3 – 5 hari,

    dari sini jelas perbedaannya, jadi jangan samakan antara makanan dan minuman, untuk makanan tentu ada aturannya juga, begitu juga untuk minuman.

  38. Agung berkata:

    SDekedar share pengalaman..Saya paling suka mminum ES TAPE SINGKONG..Tape sinkong matang saya hancurkan dalam air gula dan saya dinginkan di lemari es, rasanya wooww sungguh segaarrrr sekali…Dan walau hanya minum dua gelas saja, hasilnya kepala saya pusing, perut saya mual, pikiran jadi gak karuan…Pingin muntah terus…Saya gak tahu apakah itu yang dinamakan dengan MABUK…. Dan saya pernah minum Bir, Wine, dan saya TIDAK PERNAH mengalami pusing dan mual seperti kalau saya minum Es Tape sinkong….

  39. Muhammad Hidayat berkata:

    Apa disini ada yg sudah pernah makan tape satu gentong dan gak mabuk ? Jika belum maka jgn katakan kalo makan tape gak bikin mabuk.

    • Timothy berkata:

      Minum air satu galon juga bikin mabuk mas. Yang menjadi takaran bukan kuantitasnya, tapi ZAT nya. Kalau makanan/minuman dibuat/diproduksi sengaja untuk memberikan efek mabuk, maka dikonsumsi sedikit tetap haram. Apakah tape dibuat untuk memberikan efek mabuk? Saya pikir tidak, maka tidak haram.

      • Edwin berkata:

        Hahahaha…kata siapa minum air satu galon akan bikin mabuk. Tolong dibedakan antara mabuk (mual/kembung) yang biaas terjadi saat naik kendaraan umum dengan mabuk (drunk). Kalau mabuk mual itu obatnya minum antimo, sedangkan mabuk drunk obatnya ya istirahat/tidur. Kalau minum air satu galon anda akan mabuk kembung. Tidak mungkin mabuk drunk, karena tidak ada unsur alcoholnya. Tape dibuat bukan untuk memberikan efek mabuk, begitu juga ang ciu, tapi orang menharamkan masakan dikasih ang ciu kan?

  40. jrm graphic berkata:

    nice info n post

  41. Bisnis Pulsa berkata:

    Ketika membaca tulisan diatas jadi tercerahkan. Tetapi ketika lihat komen2nya, jadi bingung lagi. piye iki :(

  42. Ping balik: 17 agustus haramCamfrog | Camfrog

  43. Ping balik: Camfrog Sering Logout Sendiri Camfrog | Camfrog

  44. alrisblog berkata:

    Duren, tape, bir pletok <——– semuanya HALAL. Sekali lagi H A L A L. Gua udah nanya ahlinya. Okey, dimengerti ya.

    • Edwin berkata:

      Saya juga sudah nanya ke ahlinya bahwa tape mengandung alkohol, kecap china (ang chiu) juga mengandung alkohol. Tape dan wine dibuat bukan untuk tujuan mabuk, tapi ang chiu kok diharamkan?

  45. galihbangga berkata:

    Dan tak lihat ada satu orang di thread ini yang provokator terus, hahaha.. santai santai..

  46. gi gi berkata:

    saya dulu dagang kombucha, jamur dan airnya, hasil risetnya luar biasa khasiatnya, yg bikin berhenti, keraguan setelahnya, halal atau haram, sebagian ulama halal, krn di tes di kucing da hewan lain tidak mabuk dan juga orng tdk ada mabuk kombucha, tapi pastinya ada alkohol ada etanol. dan kombuca jutaan rupiah tersimpan dirumah, nunggu fatwa sakti….
    semoga ada yang dapat memantapkan sehingga dibuang saja atau dilanjutkan. dilanjutkan tentu banyak masyarakat terbantu dengan obat herbal sangat murah meriah ini.
    hasil riset ribuan artikel dan testimoni ttg kombucah di seluruh dunia, mantap…… krn tersandung fatwa, nanti dulu…. you have solution?

  47. Bunny Boo berkata:

    ikut nimbrung ya… ini hanya sekedar pemikiran saja.
    Minuman seperti sake, wine, mereka memabukkan. sebab seperti sake dan wine di fermentasikan dalam jangka waktu yang lama (lebh dari 1 hari) hingga kadar alkoholnya tinggi. untuk proses pembuatan sake itu sendiri di fermentasikan selama 7 hari. tapi menurut saya kembali lagi ke seberapa lama proses fermentasian itu sendiri. Masalahnya adalah proses fermentasi itulah yang merubah sesuatu menjadi khamr. Tapi berapa lamakah proses fermentasi itu hingga berubah menjadi Khamr? hasil dari proses fermentasi itu sendiri juga tidak boleh di salahkan sebab banyak manfaat dan berguna bagi manusia. Seperti baiknya yogurt bagi kesehatan, bagaimana manfaat dari pitera untuk kecantikan wajah. Dan juga ulama sudah menetapkan batas alkohol yang boleh di konsumsi, dimana batasan alkohol itu jika di konsumsi sebanyak apapun tidak memabukkan.

    So kalau tape di fermentasikan lama pasti kadar alkoholnya tinggi dn pasti memabukkan (baik air atau ampasnya sebab adik saya makan tape yg tersimpan lama di dalam kulkas wajahnya jadi memerah dn pusing). Maka balik lagi berapa lamanya tape itu di fermentasikan? Bila fermentasinya itu lama dan membuat tape berkadar alkohol tinggi dan dapat memabukkan maka itu haram. tapi tidak semata mengharamkan tape yang kadar alkoholnya rendah dan tidak memabukkan.

    Nabidz adalah minuman kesukaan Rasulullah. Taukah apa itu Nabidz? Nabidz itu minuman perasan korma yang sudah di diamkan semalam. Tentu saja bila di diamkan untuk jangka waktu yang lama dapat memabukkan karena tergolong Khamr.

    Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab Ats Tsaqafi dari Yunus bin Ubaid dari Al Hasan Al Bashri dari Ibunya dari Aisyah ia berkata; “Dahulu kami suka membuat nabidz untuk Rasululloh shallallaahu ‘alaihi wa sallam di dalam sebuah bejana, bagian atasnya diikat dan dia memiliki lubang untuk keluar air. Kami membuatnya pada pagi hari lalu beliau meminumnya pada malam hari atau kami membuatnya di malam hari dan beliau meminumnya pada pagi hari.” Hadits semakna diriwayatkan dari Jabir, Abu Sa’id dan Ibnu Abbas. Berkata Abu Isa: Ini merupakan hadits gharib tidak kami ketahui kecuali dari haditsnya Yunus bin Ubaid dari ‘Aisyah juga namun melalui selain jalur ini.

    Sahabat Ibnu Abbas berkata, “Nabi pernah dibuatkan perasan anggur, beliau lalu meminumnya pada hari itu, kemudian keesokan harinya, kemudian keesokannya lagi, yaitu sore hari di hari ketiga. Kemudian beliau memerintahkan agar diberikan kepada pelayan (dibuang).” (H.R. Abu Daud) tapi apakah dari hadist tersebut kita bisa tau bahwa nabidz akan berubah menjadi Khamr jika lebih dari tiga hari? Wallahu’alam.

    Monggo di baca lagi riwayat berikut: Abu Usaid As Sa’idi pernah mengundang Nabi SAW di hari pernikahannya, sementara istri Abu Usaid juga lah yang melayani mereka (para undangan) padahal ia sebagai pengantin (mempelai wanita). Isteri Abu Usaid berkata, “Apakah kalian mengetahui apa yang aku tuangkan kepada Rasulullah SAW?” “Aku tuangkan kepada beliau (minuman) dari rendaman kurma semalam di dalam kuali.” (H.R. Bukhari)

    Dari Abdullah bin Ad Dailami dari Ayahnya ia berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami memiliki beberapa anggur, apa yang boleh kami lakukan terhadapnya?” Beliau menjawab, “Jadikanlah anggur tersebut menjadi kismis (anggur kering)!” Kami bertanya lagi, “Apa yang boleh kami lakukan terhadap kismis?” Beliau menjawab, “Buatlah perasan di waktu pagi kalian dan minumlah di waktu sore kalian. Buatlah perasan di waktu sore kalian dan minumlah di waktu pagi kalian.” (H.R. Abu Daud)

    maka lebih baiknya mengkonsumsi tape yang sudah di diamkan semalam mungkin batasnya tidak boleh jika lebih dari 3 hari (menilik dari adab Rasulullah membuang Nabidz yg berumur 3 hari). untuk masalah Rhum, Ang chiu dan segala buah-buahan yang berpotensi terciptanya Khamr bila di diamkan dalam jangka waktu lama mungkin hukumnya sama seperti di atas. Wallahualam…

  48. 佐藤 berkata:

    Saya tinggal di jepang, dan disini org2 pasti menggunakan mirin-fū, bukan mirin, hanya saja rasanya kayak mirin,
    Alkoholnya 1,3 sampe 4 persen, jadi mirin-fū halal, karena tidak memabukkan meskipun diminum banyak juga, jangan menyamakan mirin dengan mirin-fū

    Kalau begitu celaka orang2 mazhab hanafi semua-nya celaka ya? Soalnya bagi mereka yg khamr itu anggur sama kurma doang, jadi disini pada minum sake semua

  49. Viona berkata:

    Assalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh.. Mohon maaf jikalau komentar ini terlalu panjang.. Namun in syaa Allaah komentar ini dapat meluruskan kesemuanya.. In syaa Allaah.. Menurut saya pribadi, tidak selamanya yang haram itu dihakimi haram.. Jikalau dipandang dari segi situasi dan segi kondisi, bisa saja ganja menjadi halal.. Bisa saja morfin, wine, opium, babi, bangkai hewan darat, dsb menjadi halal.. Contoh mudahnya, pengobatan medis menggunakan morfin dengan tujuan untuk mengurangi rasa sakit.. Contoh lainnya lagi, jikalau anda tersesat di hutan selama 7 hari dan belum memakan apapun.. Namun di tengah perjalanan anda menemukan bangkai ayam, dan di saat itu anda telah lelah berjalan dan tidak dapat berjalan kembali, apa pilihan anda? Membiarkan diri anda mati atau memakan bangkai ayam tersebut untuk menyambung hidup? Contoh lain lagi, jikalau anda adalah seorang gundik dan anda dipaksa untuk melayani nafsu bejat tuan anda dan dimabukkan dengan khamr, terpaksa anda melakukan semua itu, apakah anda berdosa? Contoh diatas saya kembangkan tidak lain hanyalah dari Al-Qur’anul Kariim.. Satu2nya penerang hidup Qta semua.. Kesimpulan dari contoh2 di atas sangat jelas bahwa, jikalau morfin, wine, opium, babi, bangkai hewan darat, dsb adalah SATU-SATUNYA makanan dan minuman yang dapat anda makan mapun minum.. Atau satu2nya jalan yg bermanfaat positif, tentunya dengan syarat dalam segi situasi tertentu dan segi kondisi tertentu, maka kesemua hal diatas tersebut belumlah tentu dapat dihakimi haram secara totalitas.. Memang jelas dasarnya hukum haraam mempunyai double standard atau istilah lainnya disebut double layer or double minimum requirements.. Namun saya yakin hukum Islam tidaklah mempersulit.. Islam tidaklah memperbelit.. Islam tidaklah menyesatkan.. Semuanya jelas.. Tergantung dari sudut pandang mana yang anda lihat.. Jikalau meragukan, tinggalkan.. Jikalau tidak, janganlah ditinggalkan.. Apakah Al-Qur’an meragukan? Saya rasa perdebatan ini tak akan berujung karena semua berpegang teguh kepada pendapatnya masing2.. Tinggal ditelaah pendapat manakah yang dirasa benar dalam sudut pandang Al-Qur’an (Allaah), hadits (Rosuul), dan ulil amri minkum.. In syaa Allaah, kita menjadi para syuhada yang berpegang teguh pada tali persaudaraan Islam.. Mohon maaf jikalau ada kata dari saya yang tidak berkenan.. Baiknya datang dari Allaah.. Salahnya datang dari saya pribadi.. Wassalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh..

  50. JajangCS berkata:

    Alhamdulilah,islam itu benar2 damai.

  51. aanz berkata:

    mas kalo komik obat batuk bila dikonsumi dlm jumlah bnyak haram gak soalnya it memabukkan…
    saya lihat anak remaja dsini

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s