Jalan-Jalan ke Pulau Belitung (Bagian 1): Tanjungpandan Kota Kecil yang Tenang

Pertengahan Januari kemarin kami rombongan dosen-dosen STEI-ITB mengadakan jalan-jalan ke Pulau Belitung. Tahu Pulau Belitung? Dulu sebelum ada film Laskar Pelangi tidak banyak orang yang tahu pulau yang satu ini, tetapi setelah film Laskar Pelangi menjadi box-office, Pulau Belitung mendadak menjadi terkenal, dan arus wisatawan pun mengalir deras ke sana, termasuk kami rombongan dosen ITB yang kepincut dengan Belitung.

Kepuluan Bangka dan Belitung, di sebelah timur Pulau Sumatera

Kepulauan Bangka dan Belitung, di sebelah timur Pulau Sumatera

Pulau Belitung (penduduk di sana menyebutnya Belitong) bersama Pulau Bangka sekarang menjadi propinsi tersendiri dengan nama Propinsi Kepulauan Bangka-Belitung (Babel), setelah memisahkan diri dari propinsi induknya, Sumatera Selatan. Ibukota Propinsi Babel adalah Pangkalpinang di Pulau Bangka. Dua pulau besar, yaitu Pulau Bangka dan Pulau Belitung dipisahkan oleh Selat Gaspar. Masing-masing pulau mempunyai kota dan bandara sendiri. Di Pulau Bangka ada kota Pangkalpinang dengan nama bandara Depati Amir, sedangkan di Pulau Belitung ada kota Tanjungpandan dengan nama bandara H.A.S Hanandjoedin (diambil dari nama Bupati Belitung yang pertama berasal dari daerah Belitung sendiri).

Meskipun kota kecil, tetapi penerbangan dari Jakarta ke Tanjungpandan ada 4 kali sehari yang dilayani oleh maskapai Sriwijaya Air (tiga kali) dan Batavia Air (1 kali). Nah, kami naik pesawat Sriwijaya Air dari Jakarta ke Tanjungpandan. Penerbangan dari Jakarta ke Tanjungpandan memakan waktu 1 jam. Pesawat penuh dengan penumpang yang sebagian besar adalah wisatawan dan pebisnis. Ini berarti pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Pulau Belitung meningkat pesat sejak berkah film Laskar Pelangi itu, terutama sekali karena orang-orang terpukau dengan keindahan pantai Belitung yang menjadi salah satu lokasi shooting (akan saya ceritakan pada tulisan selanjutnya).

Bandara HAS Hanandjoedin, Tanjungpandan, Belitung

Bandara HAS Hanandjoedin, Tanjungpandan, Belitung

Narsis di pintu bandara

Narsis di pintu bandara

Kami dijemput oleh tour guide di Bandara Hanandjoedin. Menyusuri jalan-jalan di kota Tanjungpandan dari Bandara seperti memyusuri kampung-kampung di Sumatera, sepi seperti tidak ada orang, maklum penduduknya sedikit. Lalulintasnya tidak ramai dengan kendaraan, terasa sekali kota ini sangat tenteram. Kami sampai di pusat kota yang ditandai oleh tugu replika batu satam. Batu satam ini konon adalah meteorit yang jatuh di Pulau Belitung. Warnanya hitam dan bersifat magnetik. Sewaktu kami makan di pusat kota, ada penduduk lokal yang menawarkan sebutir batu satam yang berukuran sebesar bola pingpong. Mau tahu harganya? Rp200.000. Wow!

Tugu batu satam

Tugu batu satam

Jalan-jalan sepi di kota Tanjungpandan

Jalan-jalan sepi di kota Tanjungpandan

Ufff… lapaar. Kami belum makan sejak berangkat dari Jakarta. Pemandu wisata mengajak kami makan mie belitung (penduduk lokal menyebutnay mie belitong). Mie Belitung ini adalah mie kuah seafood yang menjadi sarapan pagi orang Belitung. Mie-nya dibuat sendiri, lalu disiram dengan kuah seafood dan ditambah udang. Makan mie belitung lebih enak jika ditemani es jeruk kunci. Jeruk kunci adalah semacam jeruk peras tetapi berukuran kecil, kalau di Manado disebut jeruk cui.

Mie belitung yang menggoda selera

Mie belitung yang menggoda selera

Setelah makan, berhubung kami belum bisa check-in hotel, kami diajak jalan-jalan city tour. Pertama-tama kami mengunjungi Rumah Adat Belitung. Rumah adat Belitung berbentuk rumah panggung seperti jamak rumah adat di Pulau Sumatera.

Rumah adat belitung

Rumah adat belitung

Ruangan lapang di dalam rumah adat

Ruangan lapang di dalam rumah adat

Beranda rumah adat ini sangat nyaman untuk leyeh-leyeh, bisa terkantuk-kantuk di sini ditiup angin sepoi-sepoi.

Beranda rumah adat ini sangat nyaman untuk leyeh-leyeh, bisa terkantuk-kantuk di sini ditiup angin sepoi-sepoi.

Usai dari rumah adat, kami mengunjungi Museum Tanjungpandan. Di sini dipamerkan sejarah Pulau Belitung, termasuk sejarah tambang timah. Ya, seperti Pulau Bangka, di Pulau Belitung juga ditemukan timah. Dari atas pesawat kita dapat melihat Pulau Belitung bopeng-bopeng akibat digali rakyatnya untuk mencari timah.

Museum Tanjungpandan

Museum Tanjungpandan

Barang-barang yang dipamerkan di dalam museum

Barang-barang yang dipamerkan di dalam museum

Pecahan keramik cina yang ditemukan di laut sekitar Pulau Belitung.

Pecahan keramik cina yang ditemukan di laut sekitar Pulau Belitung.

Di halaman belakang museum terdapat hewan peliharaan, salah satunya buaya besar. Kalau anda pernah menonton film Laskar Pelangi dimana ada adegan teman si Ikal dihadang buaya besar, maka inilah buayanya, yang dipinjam untuk keperluan shooting.

Buaya yang digunakan di dalam film Laskar pelangi.

Buaya yang digunakan di dalam film Laskar pelangi.

Hari sudah menejlang siang, terakhir sebelum check-in di hotel, kami menyempatkan diri belanja oleh-oleh di sebuah toko. Oleh-oleh dari pulau ini adalah kaos dengan gambar khas Belitung, lalu hasil kerajinan dari laut seperti kerang. Kalau makanan khasnya seperti kerupuk ikan, kemplang, kopi Belitung, dan lain-lain.

Toko oleh-oleh

Toko oleh-oleh

Oke, cerita Bagian pertama sampai di sini dulu, nanti dilanjutkan pada tulisan bagian kedua.

Tulisan ini dipublikasikan di Cerita perjalanan. Tandai permalink.

4 Balasan ke Jalan-Jalan ke Pulau Belitung (Bagian 1): Tanjungpandan Kota Kecil yang Tenang

  1. Duan berkata:

    Wah asyik sekali pak jalan jalan terus nih :D

  2. Zainum bin Hamad berkata:

    Terimakasih atas tulisan anda..kerana banyak memberi informasi tentang jalan dan tempat menarik seluruh Indonesia…

  3. Karol Danutama berkata:

    Mie belitung itu benar-benar tidak ada duanya Pak. Rasanya seperti campuran khas Lampung dan Melayu. Unik dan segar. Jadi pingin coba lagi Pak. hehe

  4. Ping balik: jokowi disiram airCamfrog | Camfrog

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s