Berkunjung ke Kota Mataram di Pulau Lombok (Bagian 1): Dari Taman Narmada Hingga Pantai Senggigi

Saya jalan-jalan lagi nih, kali ini saya ke kota Mataram di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam rangka menyajikan makalah saya dalam sebuah konferensi nasional di sana. Sebelumnya saya belum pernah ke Pulau Lombok, jadi kesempatan konferensi ini sekaligus sebagai jalan-jalan ke sana. Ibaratnya sambil menyelam minum air. Saya memang sudah lama ingin jalan-jalan ke Pulau Lombok. Lombok sering dijadikan alternatif wisata selain Bali. Bagi turis asing yang tidak suka dengan suasana Bali yang sudah crowded, maka Lombok sering dijadikan sebagai pilihan tempat wisata.

NTB

Dari Bandung tidak ada penerbangan langsung ke Mataram, tetapi harus transit dulu di Surabaya atau Denpasar. Saya naik pesawat Lion Air bersama rekan-rekan dosen lainnya. Di Denpasar kami transit selama satu jam, lalu berganti pesawat kecil berbaling-baling (Wings Air) ke Mataram. Dari Bandara Ngurah Rai ke Bandara Lombok International Airport (LIA) hanya membutuhkan waktu 25 menit saja.

Pesawat kecil Wings Air yang melayani Denpasar-Lombok pp.

Pesawat kecil Wings Air yang melayani Denpasar-Lombok pp.

Bandara LIA adalah bandara yang relatif baru, menggantikan Bandara Selaparang di Mataram. Letak bandara ini di daerah Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Bandara baru ini tampaknya belum teratur dan kurang terawat, parkir kendaraan tidak tertib, dan yang mengagetkan adalah pedagang asongan bebas berjualan di selasar bandara, mirip seperti terminal bus saja. Penduduk lokal yang lugu tampak merubung bandara sambil melihat-lihat penumpang yang datang dan pergi.

Bandara Internasional Lombok di Praya

Bandara Internasional Lombok di Praya

Bandara LIA tampak dari dalam

Bandara LIA tampak dari dalam

Bandara LIA dari arah samping

Bandara LIA dari arah samping

CMIIW, kota Mataram merupakan gabungan dua kota lama yang saling berdekatan, yaitu Ampenan dan Cakranegara. Penduduk kota Mataram mayoritas orang dari suku Sasak dan suku Bali. Perpaduan budaya Sasak dan budaya Bali menghasilkan budaya yang unik. Pengaruh Bali di kota Mataram cukup terasa, di dalam kota kita menemukan banyak pura atau rumah-rumah orang Bali yang ada puranya. Di kota Mataram tersebar kawasan yang menjadi tempat pemukiman orang Bali. Penduduk etnis Bali terkonsentrasi di wilayah Cakranegara.

Seusai acara konferensi yang berlangsung dua hari, saya diajak Ario, alumnus IF’2007 yang menjadi dosen di Universitas Mataram (Unram) untuk berkeliling kota Mataram dan melihat tempat-tempat wisata di sana.

Kunjungan pertama adalah melihat kampus Univeristas Mataram (Unram), kebetulan Ario baru menjadi dosen PNS di Unram. Sebagai seoarang akademisi saya memang suka melihat kampus perguruan tinggi di daerah.

Narsis di depan kampus Unram

Narsis di depan kampus Unram

Rektorat Unram

Rektorat Unram

Kata Ario, hari kuliah di Unram dari Senin sampai Sabtu, jam 07.00 pagi sampai jam 14.00 siang. Setelah jam 14.00 tidak ada lagi aktivitas belajar mengajar, jam 14.00 dosen dan pegawai sudah pulang. Pantesan saja ketika saya ke sana jam 15.00 siang kampusnya sudah sepi.

Dari kampus Unram kita melewati kantor DPRD NTB. Seperti di propinsi lainnya, kantor DPRD menampilkan ciri khas rumah adat setempat. Kantor DPRD NTB mengambil bentuk rumah tradisionil Lombok dengan bagian depan yang disebut blumbung (tempat menyimpan padi) yang terdapat pada rumah adat Sasak.

Gedung DPRD Propinsi NTB

Gedung DPRD Propinsi NTB

Pulau Lombok sering disebut pulau seribu masjid. Wajar saja karena mayoritas penduduknya beragama Islam. Ulama Islam di Lombok disebut Tuanku Guru. Saya mengamati masjid-masid di sana, mulai dari Bandara LIA di Lombok Tengah hingga masuk kota Mataram, ternyata kubahnya sangat khas. Jika di tempat lain di tanah air kubah masjid berbentuk agak bulat seperti umumnya masjid-masjid di Timur-Tengah, tetapi di Lombok kubah masjid berbentuk lonjong, seperti foto di bawah ini:

Masjid di kota Mataram dengan kubah berbentuk lonjong

Masjid di kota Mataram dengan kubah berbentuk lonjong

Lanjut ya. Dari kantor DPRD kita terus ke luar kota menuju satu tempat peninggalan kuno yang terkenal, yaitu Taman Narmada. Taman ini terletak di daerah Narmada, Lombok Barat. Taman Narmada adalah sebuah taman lengkap dengan kolam dan bangunan pura peninggalan Kerajaan Mataram Lombok. Taman ini dibangun pada tahun 1727 oleh Raja Matarama Lombok bernama Anak Agung Ngurah Karang Asem.

Sebuah kolam di Taman Narmada

Sebuah kolam di Taman Narmada

Kolam lainnya yang lebih luas

Kolam lainnya yang lebih luas

Di dalam kompleks Taman Narmada terdapat dua buah pura, yaitu Pura Kelasa dan Pura Lingsar. Pura-pura ini digunakan sebagai tempat persembahyangan ummat Hindu di Mataram.

Pura Kelasa di dalam Taman Narmada

Pura di dalam Taman Narmada

Di bawah ini foto-foto objek lain yang terdapat di dalam Taman Narmada:

Bangunan loji tempat menginap raja

Bangunan tempat menginap raja

Pendopo

Bale Loji

Tangga berundak

Tangga berundak

Gapura yang sudah berusia berabad-abad

Gapura yang sudah berusia berabad-abad

Peta Taman Narmada

Peta Taman Narmada

Sayangnya Taman Narmada ini dijadikan tempat pasangan yang berpacaran. Mungkin karena tempatnya yang sepi sehingga, adem, dan banyak pepohonan, sehingga pasangan muda-mudi terlihat bebas berpacaran hingga kelewat batas.

Selesai mengelilingi Taman Narmada, rute wisata selanjutnya adalah menuju Pantai Senggigi. Pantai ini mungkin sudah seterkenal Pantai Kuta. Saya masih penasaran apa sih yang menjadi daya tarik Pantai Senggigi. Dari Taman Narmada kita memutar lagi memasuki kota Mataram (kaena jalan satu arah), lalu bergerak ke arah barat.

Memasuki kawasan pantai Senggigi kita menemui banyak hotel dan restoran betebaran sepanjang jalan. Turis bule yang rata-rata berusia mapan tampak berseliweran. Pantai Senggigi merupakan tujuan turis bule yang ingin mencari suasana mirip Bali tetapi dengan nuansa lebih tenang. Kalau turis berusia muda biasanya memilih Pantai Kuta di Bali, maka turi bule berusia mapan atau yang sudah tua memilih Senggigi untuk menikmati laut.

Setelah sampai ke Senggigi, menurut saya pantai Sengiggi itu biasa-biasa. Pasirnya berwarna kecoklatan, ombaknya tidak besar sehingga tidak cocok buat bermain ski. Karena letaknya di barat maka Senggigi merupakan tempat yang tepat untuk melihat matahari terbenam.

Pantai Senggigi

Pantai Senggigi

Melihat suasana pantai yang sepi, jauh dari hiruk pikuk Pantai Kuta Bali yang bising, Senggigi memang cocok bagi turis yang pensiun untuk menenangkan diri, atau bagi pengantin baru yang berbulan madu. Menurut saya Senggigi kurang cocok buat keluarga yang membawa anak-anak karena di sekitar Senggigi tidak ada arena permainan anak, mal, dan sejenisnya.

Pantai Senggigi ke arah utara

Pantai Senggigi ke arah utara

Narsis di Senggigi

Narsis di Senggigi

Menjelang sunset di Senggigi. Di kejauhan tampaklah Pulau Bali dan Nusa Penida

Menjelang sunset di Senggigi. Di kejauhan tampaklah Pulau Bali dan Nusa Penida

Pedagang mutiara di pantai. Lombok terkenal dengan tempat budidaya mutiara air tawar dan mutiara air laut.

Pedagang mutiara di pantai. Lombok terkenal dengan tempat budidaya mutiara air tawar dan mutiara air laut.

Kalung dan tasbih dari mutiara

Kalung dan tasbih dari mutiara

Sebuah resort yang nyaman di pinggir pantai

Sebuah resort yang nyaman di pinggir pantai

Hari sudah memasuki waktu maghrib, sayapun bersiap kembali ke hotel. Pada tulisan berikutnya saya akan bercerita mengenai perkampungan suku Sasak.

(Update: lanjutan seri kedua tentang jalan-jalan di Mataram dapat dibaca pada tulisan ini).

Tulisan ini dipublikasikan di Cerita perjalanan. Tandai permalink.

11 Balasan ke Berkunjung ke Kota Mataram di Pulau Lombok (Bagian 1): Dari Taman Narmada Hingga Pantai Senggigi

  1. nazora berkata:

    Assalamualaikum.
    Wah kalo mau menikmati keindahan pantai pulau lombok memang ga cukup hanya berkunjung ke pantai senggigi harus coba nyebrang ke gili trawangan atau ke pantai aan, pak. Wisata ke dataran tinggi seperti ke sembalun, kaki gunung rinjani juga bisa jadi pilihan lho pak karena gak kalah keren juga view-nya. hehehe
    Salam kenal pak

  2. Zainum bin Hamad berkata:

    TQ Pak..semoga lebih banyak info pasal Lombok…Sedikit masa lagi saya akan berkunjung ke Kota ini..

  3. Alias berkata:

    Itulah enaknya Senggigi bagi sebagian orang, Pak: sepi. Oh iya, dulu saat bandaranya masih di Selaparang, kondisinya jauh lebih terawat dan teratur loh, Pak. Memang kemajuan masyarakatnya berbeda antara yang di kota Mataram dan yang di kabupaten.

  4. Ping balik: Bekunjung ke Kota Mataram di Pulau Lombok (Bagian 2): Ke Kampung Tradisionil Suku Sasak | Catatanku

  5. Ping balik: Berkunjung ke Kota Mataram di Pulau Lombok (Bagian 3): Ayam Taliwang dan Sate Bulayak | Catatanku

  6. dg situru' berkata:

    Mantap sekali catatannya. Mampir ke blogku

  7. aiza berkata:

    salam, saya dari malaysia mahu ke sana, agak bingung memilih hotel di mataram yg dalam kawasan bandar ..

    • rinaldimunir berkata:

      Tidak ada hotel dekat bandar udara karena bandar udara Lombok International Airport cukup jauh dari kota Mataram (sekitar 1 jam perjalanan). Sebaiknya Bu Aiza mencari hotel di dalam kota Mataram saja atau paling banyak di kawasan pantai Senggigi (30 menit dari kota Mataram).

  8. O2Lombok berkata:

    mantabbb…ni tulisan dah sampai hafal bener tempat-tempat wisatanya….nice info
    Selain jalan-jalan ke pulau lombok, jangan lupa dengan oleh-oleh makanan khas lombok yang paling banyak dicari oleh para wisatawan. Oleh-oleh khas lombok produk dari phoenix food menyediakan berbagai macam oleh-oleh khas lombok hasil olahan rumput laut. Anda bisa menikmatinya dalam bentuk dodol rumput laut dengan rasa durian,pisang, jagung, jahe, jinten (habatussauda), mangga, nangka, semangka, wortel dll. Selain itu juga ada manisan rumput laut dengan rasa tomat, sirsak, salak dan pisang. Ada juga kacang-kacangan olahan dari kacang mete dengan rasa pedas, gurih, manis dan kacang oven asli dari lombok.
    Jika anda belum sempat ke pulau kami, maka anda juga bisa memesan bagaimana unik dan khas-nya dodol, manisan dan kacang-kacangan oleh-oleh khas pulau lombok di toko O2Lombok – http://o2lombok.com

  9. Mantaaab … semoga bermanfaat utk generasi semua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s