Perbedaan S1, S2, dan S3

Mahasiswa saya pernah bertanya, apa sebenarnya perbedaan antara S1 dan S2. Jika ditambah dengan perbedaan S2 dan S3, maka pertanyaan lengkapnya adalah seperti judul di atas: Apa perbedaan S1, S2, dan S3? Pertanyaan seperti ini wajar muncul sebab setelah melihat Tugas Akhir (skripsi) mahasiswa S1, tesis mahasiswa S2, dan disertasi mahasiswa S3 kok tidak terlihat perbedaan yang signifikan? Tesis S2 dilihat oleh mahasiswa saya sama seperti pekerjaan TA mahasiswa S1, bahkan mungkin lebih rendah kualitasnya daripada TA mahasiswa S1. Mungkin juga disertasi S3 kualitasnya sama seperti tesis S2, atau bahkan lebih rendah lagi.

Di ITB saya sering menguji tesis S1 dan S2, kalau menguji mahasiswa S3 baru sebatas ujian kualifikasi yaitu menguji proposal mahasiswa S3 tahun pertama. Pernah ketika menguji tesis mahasiswa S2 saya merasa heran, tesis semacam ini kok bisa maju sidang, kualitasnya jauh di bawah TA mahasiswa S1 yang saya bimbing. Ah, mungkin dosen pembimbingnya asal menerima topik saja dan tidak memperhatikan substansi tesis, begitu dugaan saya. Sebaliknya ketika menguji TA mahasiswa S1 saya pernah takjub karena kualitasnya melampaui tesis S2 atau bahkan sudah hampir menyamai disertasi S3.

Kalau begitu apa sebenarnya perbedaan program S1, S2, dan S3? Kalau hanya melihat dari kualitas TA dan tesis saja tentu belum mendapat gambaran bedanya apa, harus dilihat juga kurikulumnya. Kurikulum S1 sifatnya umum (general), karena mahasiswa S1 perlu mempelajari semua subjek dalam bidang ilmunya. Sedangkan kurikulum S2 lebih spesifik mendalami suatu sub-bidang di dalam bidang ilmu itu. Meminjam istilah Pak Armein, S1 itu cenderung generalis sedangkan S2 itu cenderung spesialis.

Ambil contoh pada Program Studi S1 Informatika ITB, semua subjek di dalam bidang informatika/computer science dipelajari oleh mahasiswa, yaitu algoritma dan pemrograman, struktur data, matematika diskrit, basisdata, rekayasa perangkat lunak, sistem informasi, jaringan komputer, inteligensia buatan, komputer grafika, sistem operasi, otomata dan teori bahasa. Mahasiswa yang ingin mendalami suatu subjek tertentu di Informatika dapat mengambil mata kuliah pilihan seperti kriptografi dan keamanan komputer, pemrosesan bahasa alami, teknik kompilasi, temu-balik informasi, sistem pakar, dan lain-lain.

Program S2 adalah kelanjutan program S1, oleh karena itu mata kuliah di S2 lebih advance dan yang dipelajari adalah sub-bidang yang lebih spesifik. Pada program S2 Informatika ITB terdapat beberapa opsi atau pilihan, yaitu opsi computer science, opsi Sistem Informasi, opsi Rekayas Perangkat Lunak, opsi Teknologi Informasi, opsi Game, opsi Keamanan Informasi, dan lain-lain. Masing-masing opsi mempunyai kurikulum yang berbeda namun terdapat mata kuliah yang sama (common) untuk semua opsi tadi. Dengan tawaran berbagai opsi tadi mahasiswa dapat menekuni sub-bidang yang akan menjadi spesialisasinya nanti.

Program S3 jelas berbeda dengan S1 dan S2. Di S3 tidak ada kuliah kelas (kecuali kuliah filsafat ilmu), sebab kuliah S3 fokusnya adalah riset mandiri, mahasiswa melakukan riset selama bertahun-tahun untuk mengembangkan pengetahuan baru. Seringkali riset itu berangkat dari suatu hipotesis, dan melalui rangkaian metodologi penelitian ilmiah yang terstruktur hipotesis itu dibuktikan kebenarannya. Kebenaran hipotesis itu menjadi sebuah metode baru sebagai kontribusi bagi ilmu. pengetahuan.

Dalam bahasa saya yang sederhana, perbedaan antara S1, S2, dan S3 dapat dinyatakan dalam sebuah kalimat sebagai berikut: di S1 mahasiswa mempelajari (satu atau lebih) metode, di S2 mahasiswa mengembangkan metode, sedangkan di S3 mahasiswa menghasikan metode (baru). Oleh karena itu, Tugas Akhir mahasiswa S1 adalah mengaplikasikan suatu metode untuk menyelesaikan sebuah persoalan, Tesis S2 mengembangkan metode yang spesifik agar dapat diaplikasikan untuk persoalan yang lebih luas, sedangkan disertasi S3 menghasilkan metode baru yang lebih baik daripada metode yang sudah ada sebelumnya.

Tulisan ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

179 Balasan ke Perbedaan S1, S2, dan S3

  1. Catra berkata:

    Pak, saya mau bertanya. Maaf kalau terlihat goblok. Sebenarnya melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 itu untuk apa ya, pak? Saya melihat sekarang sistem pendidikan Indonesia telah mengalami “inflasi”

    Maksud saya disini adalah, sekarang lulusan S1 jauuuh lebih banyak dibandingkan lulusan S1 zaman orang tua saya dulu. Sekarang para lulusan S1 banyak yang menyambung pendidikannya ke S2. Lulusan S2 pun nanti mendaftar pekerjaan yang setara S1, rugi waktu rugi gelar, tapi apa mau dikata, lulusan S1 sekarang sudah sangat banyak.

    Mungkin karena di Indonesia tiap perempatan ada Universitas kali ya, pak?

    Salam, maaf OOT.

    • rinaldimunir berkata:

      Catra, lama tak bersua ya.
      Untuk apa S2? Kalau ditanyakan kepada dosen jelas sangat perlu dan harus. Kalau ditanyakan kepada lulusan S1 yang sudah bekerja, maka S2 adalah untuk menambah kompetensi keilmuan yang lebih spesifik.
      Tentang penghargaan buat lulusan S2 dalam karir itu persoalan yang lain lagi, jangan dicampur-campur. Di Indonesia memang sulit mendapatkan pekerjaan yang setara dengan S2, sebab kebanyakan perusahaan tidak terlalu membutuhkan lulusan S2. Namun saya dengar beberapa perusahaan besar di Indonesia sudah membedakan penghargaan buat lulusan S1 dan S2.
      Sistem pendidikan di Indonesia sudah mengalami inflasi? Ya, karena banyak orang kuliah hanya untuk mencari ijazah dan gelar, bukan untuk mencai ilmu. Maka, kelas karyawan (S1/S2) di PTS sungguh laku karena ijazah S1/S2 sangat berguna untuk menaikkan karir mereka (yang berarti menaikkan penghasilan). UUD lagi ujungnya.

    • Tanti yang prihatin berkata:

      Menurut saya, sesudah S1 sebaiknya bekerja dulu, di perusahaan orang lain atau membuat usaha sendiri. Sehingga ketika memutuskan untuk S2 itu sudah lebih matang, tahu apa yang dibutuhkan, sehingga lebih menikmati kuliah, diskusi lebih bermutu, penelitian dipersiapkan dg seksama. Saya melanjutkan S2 langsung sesudah S1. Terlihat jelas perbedaan antara mahasiswa yg baru lulus dg yg sudah berpengalaman kerja. Mereka lebih ulet, dan ada ‘passion’ dg bidang yg dipilih.
      S3 cocok untuk mereka yang ingin jadi peneliti, dosen, pns. Kan kesempatan lebih besar untuk jadi menteri, jadi perlu gelar :)
      Saya rasa semakin tinggi pendidikan kita, kadang membuat lebih gamang untuk berbuat sesuatu, misalnya jadi pengusaha. Terlalu banyak pertimbangan ini-itu yang menghalangi langkah. Itulah sebabnya lebih banyak pengusaha sukses yang berpendidikan biasa-biasa saja, karena lebih berani ‘nyemplung’.

      • Irwan Suryadi berkata:

        Sdr/i Tanti yang bijak.
        Saya pribadi tidak menyalahkan atau membenarkan apa yang anda tulis dan adalah sah bagi kita untuk mengambil keputusan untuk melanjutkan S2 setelah lulus S1 atau melanjutkan S2 setelah menimba pengalaman di dunia kerja terlebih dahulu…karena seperti yang di katakan oleh Pak Rinaldi bahwa ilmu tetaplah ilmu yang tidak ada batasan bagi siapapun manusia di muka bumi ini untuk meraih-nya, sebagaimana hadist nabi mangatakan “kejarlah ilmu dari buaian sampai keliang lahat”.
        Satu hal lagi barangkali yang sedikit menjadi ganjalan buat saya adalah statement “semakin tinggi pendidikan, terkadang membuat lebih gamang……”, barangkali hal tersebut cukup di besar-besarkan, menjadi seorang pengusaha dan tidak itu merupakan “SUATU KESEMPATAN”. Tingginya ilmu yang kita miliki tidaklah menghalangi seseorang untuk menjadi pengusaha dan rendah nya ilmu seseorang bukan berarti tidak menjadikan dia apa yang dia impikan untuk menjadi pengusaha. Namun menjadi pengusaha dengan ilmu yang dia miliki akan lebih membawa perusahaan yang dia pimpin semakin bertambah maju.
        Salam hangat………..

  2. Krisna berkata:

    Reblogged this on Krisna's Blog.

  3. arief rachman berkata:

    Pak, salam kenal
    Jika saya mau mengambil s2 tetapi kualitas universitasnya lebih rendah dibanding s1 bagaimana pak? Adakah pengaruhnya secara langsung?
    Sebagai info s1 saya di ui sedangkan rencana saya ingin ambil s2 di univ. Pamulang.
    Terima kasih pak.
    Mohon tanggapannya.

      • Natalia berkata:

        @rinaldimunir pak, kalau saya mau ambil pascasarjana ke perguruan yg lbih tinggi kualitasnya, kira-kira secara administrasi ada yang harus distandarkan sesuai perguruan tersebut atau sama saja? Terima kasih

    • adi berkata:

      Maaf saya boleh menambahkan ? tujuan anda ambil S2 apa ?
      kalau sekedar untuk menambah pengetahuan OK, tapi untuk peningkatan karir atau menjadi dosen NO.

      Anda harus cari universitas yang setara minimal dengan universitas S1 anda. Kalau tidak hal tersebut akan menjadi pertanyaan dan anda hanya menghabiskan uang dan tenaga saja.

  4. Ping balik: Mutu S1 dan S2 Informatika di ITB | Muhammad Shalahuddin & Rosa Ariani Sukamto

  5. Fatkhur berkata:

    Salam kenal, saya fatkhur. Mohon penjelasan apakah semakin pintar seseorang ilmunya semakin sempit atau semakin luas?, apakah S1 lebih luas dibanding S2 dan S3?, apa beda ilmu murni dengan ilmu terapan (mengutip pendapat Aristoteles)?
    mohon penjelasan dan pencerahannya, trms.

    • rinaldimunir berkata:

      Quote: “Apakah semakin pintar seseorang ilmunya semakin sempit atau semakin luas?”
      Jawab: seharusnya semakin luas dengan berjalannya waktu dan pengalaman.

      Quote: “apakah S1 lebih luas dibanding S2 dan S3?”
      Jawab: bukan lebih luas, tetapi lebih umum.

  6. Decky Ecko berkata:

    Saya mau bertanya pak,
    mohon segera di jelaskan,
    saya smt 4 di univ negeri di malang, yang jadi pertanyaan, apa sebenarnya perbedaan antara ilmu murni dan pendidikan, saya mengambil prodi ilmu keolahragaan, perbedaan dengan pendidikan jasmani itu pada dasarnya apa ?
    jikalau saya ingin menjadi pengajar, apa bisa ? dan yang mendasari perbedaan dengan lulusan “S.Pd” itu apa ?

  7. syarif berkata:

    sy syarif pak. kenapa pa S2 dan S3 khususnya ilmu sains, itu adanya di ITB dan UGM saja.
    bisakah ITB dan UGM membuat kelas untuk daerah lain. Banyak orang yang sebenarnya bisa lanjut, tetapi karena S2 atau S3 banyak sekali kendalanya terutama yang kami yang jau.
    maa klo pertanyaannya melenceng.

    • rinaldimunir berkata:

      Di ITB S3 harus di ITB pak, tidak bisa dibuat kelas jauh di tempat lain, sebab S3 membutuhkan kehadiran (residensi) di kampus.
      S2 dan S3 ilmu sains tidak hanya ada di ITB dan UGM, tetapi juga ada di banyak eprguruan tinggi lain, baik di Jawa maupun luar Jawa.

  8. Jamilah berkata:

    salam kenal, pak.
    Pak saya mau bertanya, bisakah lulusan S1 ekonomi melanjutkan (kuliah lagi) ke S1 Teknik Informatika (beda jurusan) ?
    Maaf kalau terlalu berbelit-belit.

  9. pak, saya abdur dari ITS. pak, semakin tinggi tingkat pendidikan. semakin sulit atau advance yang akan dipelajari. belum lagi didikan dosen yang killer membuat saya beserta pola pikir saya berubah. merubah pola pikir dan terkena didikan dosen killer, dan segala sesuatunya harus dikerjakan cepet2an. membuat jati diri saya berubah pula pak. pertanyaannya, bagaimana supaya jati diri tetap terbendung akibat sistem pendidikan institusi atau universitas? atau memang semuanya diarahkan kesana ya pak? apa sistem pendidikan kampus memang sengaja dibuat seperti itu.? saya lihat pola pikir S3 sama anak S1 & S2 saja sudah berbeda. dan saya lihat dosen saya ketika kuliah lagi S3 di luar negeri. beliau karakter, pola pikir, dan jati diri sudah berubah ketika kembali ke indonesia. gimana pak tanggapannya?

  10. crayon berkata:

    saya lulusan S1 teknik sebuah PTN, dan udah lulus S2 pendidikan dari sebuah PTN. saya dihadapkan dua pilihan:

    1) karena lowongan jurusan pendidikan di industri sangat minim, di CPNS pun minim kecuali cpns guru dan dosen, dan lowongan dosen di CPNS pun mensyaratkan bidang S1 nya linier dgn S2, saya mau mengambil ambil S2 teknik (sebidang dgn S1) dari sebuah PTS setempat untuk mempertajam ilmu teknik S1 dan sambil berwirausaha kecil kecilan dan juga mencoba tembus tes CPNS dosen setelah lulus (estimasi 2-3 taun lagi), sambil mencoba ikut CPNS non-dosen dgn ijasah S1.

    2) mengambil S3 diluar negeri yg sebidang dgn S2 (pendidikan) lewat beasiswa dan baru mulai mencari cari kerja di indonesia setelah pulang dari S3 (estimasi 5-8 taun lagi) dengan resiko umur makin tua dan makin susah cari kerja di industri (industri bahkan tidak banyak yg butuh lulusan S2 apalagi S3). Peluang DO dari S3 juga jauh lebih besar dari S2 karena memang S3 jauh lebih sulit (banyak dosen dosen saya yg DO saat S3 diluar negeri) dan bisa jadi tekanan mental tersendiri bila sudah habiskan 5-6 taun ternyata DO. namun jika sudah punya ijasah S3 dan umur masih memungkinkan ikut CPNS, kemungkinan lolos akan besar mengingat jumlah lulusan S3 belum banyak (terutama lowongan posisi dosen di PTN).

    catatan :
    -saya tidak mengambil S3 dalam negeri karena sarana penelitian maupun perpustakaan yg minim dan profesor/pembimbing di indonesia rata rata sibuk ngobyek diluar kampus (mengabaikan mahasiswa bimbingannya), beda dengan profesor luar negeri yg aktif riset dikampus dan mudah ditemui dikampus. karena keaktifan mereka meneliti, mereka punya banyak topik dari sebagian penelitiannya untuk dibagikan menjadi sebuah judul disertasi bagi mahasiswanya. Sehingga, S3 di indonesia, terutama ilmu eksak (bukan bisnis atau hukum), menurut saya jauh lebih sulit daripada di luarnegeri.
    -harus dapat beasiswa untuk S3, karena membiayai penelitian sendiri jelas tidak mungkin.
    -saya tidak mengambil S3 yg sebidang dgn S1 karena kebanyakan kampus maupun pemberi beasiswa mensyaratkan bidang S2 yg linier dgn S3 yg akan diambil. mencari beasiswa untuk S3 yg linier saja susah apalagi yg tidak linier.
    -karena suatu hal, saya ga bisa ambil S2 dari PTN di kota setempat. dan untuk mengambil di PTN kota lain juga ribet karena sudah punya properti untuk berwirausaha dikota yg saat ini. inginnya bisa S2 nyambi bisnis di kota yg sama.
    -untuk melamar sebagai guru PNS juga tidak mungkin saya tidak memiliki Akta-4 karena saya bukan lulusan S1 pendidikan/ikip. lulus dari S2 pendidikan tidak dapat akta-4 maupun sertifikat mengajar lainnya. selama ini tidak ada lowongan cpns guru formasi S2. yg ada cuma formasi S1 + sertifikat akta-4 / sertifikat profesi. entah gimana cara memperoleh akta-4 / sertifikat profesi itu.
    -kalo lagi diluarnegeri rasanya sulit nyambi ikut tes cpns (pake ijasah s1 atau s2) dikarenakan banyaknya berkas2 yg harus diurus di indonesia untuk persyaratannya yg tanpa bisa diwakilkan (seperti SKCK, surat bebas narkoba, dll), kemudian masih harus beberapa kali ikut tes juga di indonesia. susah bagi waktunya untuk pulang. apalagi ongkos bolak balik pulang. bisa bangkrut.
    -untuk kuliah diluarnegeri perlu kursus bahasa (jepang/korea/mandarin) terlebih dahulu. perlu waktu beberapa bulan dan biaya. kalo modal bahasa inggris doang, bisa kesulitan menyerap materi.
    -lulusan S2 udah pasaran. di era globalisasi dimana banyak tenaga kerja asing yg masuk, kompetisi makin sulit. punya ijasah S2 doang sepertinya belum aman untuk masa depan.

    mana yg sebaiknya saya pilih ?

    • agung surist berkata:

      crayon yg terhormat,
      melihat paparan anda di atas rasa-rasanya hidup kok anda buat sulit sekali. tidak ada satupun catatan anda yg mengungkpkan peluang ,kemudahan, ataupun kesempatan.
      saran saya sederhanakan cara berpikir anda, kalau tidak salah pada akhirnya yang anda car adalah pekerjaan atau ebih sederhananya uang. kalau anda ingin cari uang jangan cari kerjaan, jangan bekerja untuk orang lain tapi buatlah pekerjaan, bekerjalah untuk diri sendiri karena potensinya lebih besar dan anda bisa memiliki uang yan lebih banyak dari pada anda menjadi PNS atau karyawan swasta. semoga bisa mencerahkan anda.

    • adi berkata:

      Terus terang cara anda berpikir terlalu rumit, negatif dan bertele-tele. Maaf tapi jika anda melakukan riset S3 dengan pola pikir seperti ini, sepertinya akan sulit sekali bagi anda untuk lulus.

      Rekan-rekan S3 saya yang DO kebanyakan kemampuan komunikasinya buruk, jalan pikirannya kurang terstruktur, negative thinking dan kurang bisa menyederhanakan masalah. Maaf, persis seperti anda.

      Kalau belum S3 anda sudah berpikir takut DO dan takut tidak dapat kerja, kenapa anda berniat untuk ambil S3 ??

      S2 sebenarnya sudah lebih cukup untuk berkarir, tapi anda sendiri membantahnya, S2 sudah pasaran kata anda.

      So anda sebaiknya berpikir dulu, apa yang anda ingin lakukan dengan hidup anda ?

      • dinda berkata:

        sebenaranya cita2 anda hanya menjuru pada PNS yaa..?

      • upin ipin berkata:

        iyaaa aku juga tadinya gak minat S2 cuman gara2 kepincut CPNS jadi pengen S2.. untuk apa? intinya buat cari duit demi jadi PNS … :o
        ironis memang … nyari enak tapi malah jadi repot ….

    • sunkar berkata:

      mas2 hidup kok takut banget kaya g punya tuhan saja…kalau saya jadi mas punya banyak gelar mau s1 s/d s3 saya sukuri dengan percaya diri buat mencari pekerjaan yang saya cita2 kan justru menjadi motivasi bahwa orang bergelar haram nganggur haha….anda kurang percaya diri…saran saya banyak2 lah melihat kebawah…jangan lupa berdoa Karena itu Agama sangat penting dikaitkan dengan apapun di kehidupan anda

      • sunkar berkata:

        satu hal lagi…bermimpi tinggi boleh tapi tetap ingat daratan..maksudnya saya tau mas ingin pekerjaan yang sesuai dengan harapan tetapi perlu diingat apakah usaha anda sudah pantas mendapatkanya..jika masih kurang/belum belajarlah dulu dengan hal lain/pekerjaan lain yang penting satu yaitu halal…memang bekerja di bidang yang kita sukai memiliki kepuasan tersendiri maka kejarlah

  11. zimi berkata:

    assalamualaikum, pak saya zimi dari trunojoyo mau tanya, saya S1 Teknik Informatika, ada rencana pingin ambil S2 Pendidikan Informatika.. kira2 bisa apa nggak pakk?

    saya suda search kampus dimana2 yg buka pascasarjana, tapi yang saya temukan cuman PRODI PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN.. nah, disitu ada berbagai macam konsentrasi.. tapi salah satunya ada yg konsentrasi TEKNIK INFORMATIKA.
    pertanyaan saya :
    1. konsentrasi itu apa pakk? maaf klo o’on.. apakah seperti penjurusan gitu tah pak? klo di S1 infor seperti bidang minat contoh Sistem Informasi, Citra Digital, Multimedia-jaringan dll gitu tah pakk??

    2. kalo konsentrasi emag itu cuman penjurusan, berarti bukan PRODI Pendidikan Informatika dong? nah, artinya saya tidak linier pakk.. kan S1 saya teknik informatika..

    3. trus resiko atau permasalahan nantinya (alasan) kalo bisa atau gak bisa gmana ??

    mohon bimbingan nya pakk.. makasi..
    salam kenal.

    • rinaldimunir berkata:

      Kalau di ITB tidak ada S2 Pendidikan Informatika.
      Konsentrasi itu artinya peminatan, misalnya di S2 Teknik Elektro ada konsentrasi teknologi informasi/informatika.

      Kalau S1 dari Informatika dan S2 bukan Informatika, maka tidak linier.

      • zimi berkata:

        Berarti kalau saya ambil pendidikan teknologi & kejuruan, walaupun nanti saya ambil konsentrasi TEKNIK INFORMATIKA tetap tidak linier dong pakk?
        Karna S1 saya teknik infor.

        Trus bisa apa tidak pak kira2 keterima d kampus pasca sarjana jurusan itu?

  12. Hendra berkata:

    Salam, saat ini saya sedang kuliah S3 di luar negeri semester 2, karena sesuatu hal yg sudah melalui proses pemikiran dan pertimbangan yg sangat matang berujung pada keputusan saya harus melanjutkan kuliah saya di bandung tepatnya di ITB. Pertanyaan saya apakah bisa transfer pendidikan S3 dari luar negeri ke ITB, jika bisa bagaimana prosedurnya. Terimakasih

    • rinaldimunir berkata:

      Saya kira bisa melanjutkan ke ITB, tetapi proses administrasinya saya pikir dari awal lagi (pendaftaran dll). Coba hubungi pejabat di Sekolah Pasca Sarjana ITB: http://sps.itb.ac.id

      • Hendra berkata:

        Terimakasih atas responnya, saya sudah berkali kali menghubungi SPS via e-mail tapi belum ada respon apa apa, bgini maksud saya Pak, apakah “bisa” yang bapak maksud itu transfernya, maksudnya kredit yang sudah saya kumpulkan disini diakui oleh ITB lalu saya hanya menyelesaikan sisa kredit yang dipersyaratkan oleh ITB. Terimakasih

      • rinaldimunir berkata:

        Saya kurang tahu persis apakah bisa ditransfer atau tidak, karena mata kuliah, SKS, dan sistemnya berbeda. Yang saya sebut “bisa” itu adalah melanjutkan penelitian terdahulu. Anda bisa menghubungi Ketua Prodi S3 STEI-ITB untuk menanyakan hal ini, yaitu Pak Andriyan Bayu Suksmono pada email suksmono@yahoo.com.

  13. Jonathan berkata:

    Saya D3 Incomplete sekarang pindah Univ ambil S1 blum juga selesai wkwkwk ..maklumlah sambil kerja jadinya S teler deh =)

  14. febri berkata:

    apakah wajib bisa bahasa inggris untuk melanjutkan s2?????kalo tidak bisa apakah tidak bisa lanjut s2

    • sunkar berkata:

      kalau g bisa itulah gunanya kata “belajar” ada hehe…bahasa inggris itu kalau untuk ngejar semacam score toefl memang bisa dibilang rumit…tapi kalau untuk percakapan..modalnya cuma percaya diri dan jangan takut untuk salah dalam berbicara..yg penting orang yg dengar mengerti artinya haha…sekali lagi kalau buat toefl memang perlu belajar karena ibaratnya suatu kalimat memiliki struktur/pola tapi tetap bisa dipelajari…jangan menyerah untuk belajar,

  15. Bapak ada beberapa pilihan yang saya agak bingung, mungkin bapak bisa membantu saya. Begini bapak saya saat ini berdomisili dimalang, selanjutnya saya adalah lulusan fakultas tarbiyah jurusan pendidikan agama islam (PAI) salah satu PTAIS (perguruan tinggi agama islam swasta) yang ada di ponorogo. Lalu rencana mau lanjut s2 di malang antara di pasca UIN Maulana Malik Ibrahim salah satu PTAIN (perguruan tinggi agama islam negeri) di Malang dengan akreditasi institusi kalau tidak salah “B” pada prodi magister pendidikan agama islam (PAI) yang juga akreditasi prodinya “B” dengan pilihan lainnya pasca Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) salah satu PTS (perguruan tinggi swasta) dengan akreditasi institusi “A” pada prodi magister ilmu agama islam (IAI) konsentrasi pendidikan islam dengan akreditasi prodinya juga “A”. Menurut saran dan pendapat bapak pasca yang cocok dengan karier akademik dan linieritas jurusan saya, dimana? dan selanjutnya pasca yang cocok buat karier saya menjadi dosen yang mana? apa ada pengaruh antara lulusan pasca negeri dan swasta?
    atas sarannya saya ucapkan terima kasih.

  16. damanik berkata:

    pak mau nanya klo kita mau melanjutkan s2 apakah judul atau skripsi kita berpengaruh untuk melanjut ke s2?

  17. taufik berkata:

    Pak numpang tanya, saya dengar untuk menjadi seorang dosen, jurusan S2 yang mesti kita ambil harus linier dengan jurusan S1 kita. bagaimana pak klo S1 saya jurusan Informatika dan kemudian melanjutkan S2 elektro, apakah masih memungkinkan saya untuk mengejar cita2 saya pak?
    soalnya saya ada rencana mengambil S2 elektro(MediaDigital) di ITB juga pak.

    • rinaldimunir berkata:

      Masih memungkinkan.
      Saya ketemu dosen2 di Informatika Universitas Brawijaya Malang, ada yang S1 nya Elektro/Fisika/Matematika, S2 nya Teknologi Informasi/Informatika, ternyata bisa jadi dosen.

    • Dito berkata:

      Elektro dan informatika sepertinya masih linier, coba lihat klasifikasinya di web DIKTI.
      Linier tidak linier itu nanti berpengaruh pada kenaikan pangkat, kalau tidak linier kum/nilai ijasah hanya dihargai rendah. Tapi untuk menjadi dosen, tidak masalah tidak linier, tergantung institusi yg menerima :D
      di Teknologi Informasi UGM mayoritas ijasah S1nya elektro karena waktu itu masih di bawah elektro. di Ilkom UGM juga banyak yg ijasahnya s1-nya Matematika atau Fisika. di Informatika Unsoed ada yang S1-nya peternakan. di Informatika ITS ada yang S1-nya Teknik Nuklir. di Elektro UAD dan Elektro UNILA dan beberapa elektro/Informatika Univ. ada yang S1nya Nuklir. di Fasilkom UI ada yang S1nya Matematika atau Elektro. Di Informatika ITB kao nda salah ada yang S1nya Kedokteran (dr. Oerip) dan Perminyakan (CMIIW), dan banyak lagi di Univ. lain

  18. Ping balik: Perbedaan Kuliah S1, S2, dan S3 | Sutrisno W. Ibrahim

  19. Dewi berkata:

    Pak mohon bantu saya
    Saya S1 Pendidikan Bahasa Inggris satu satunya Universitas di KOTA Pekalongan. Bercita-cita ingin menjadi dosen karena nenek punya PAUD Ibu pensiunan guru MTs. Singkatnya ingin lebih baik dari hari kemarin. Karena semua mata kuliah selesai di semester 6, KKN di libur semester 5, PPL cm 2 bulan di awal semester 7 dan harus menunggu bareng-bareng temen seangkatan untuk memuliai skripsi saya terima tawaran salah seorang dosen yang merekomendasikan saya untuk ikut berkegiatan di LPPM universitas tersebut. sebenarnya tugas saya adalah sebagai mahasiswa relawan untuk program POSDAYA (Pos Pemberdayaan keluarga) kerjasama dengan Yayasan Damandiri tapi karena setiap hari berkegiatan dengan banyak dosen yang juga melakukan penelitian saya cenderung suka dengan kegiatan penelitian dari pada mengajar di SD/SMP/SMA. selain niat saya juga mendapat dukungan dari banyak bapak ibu dosen untuk melanjutkan S2. awalnya saya ingin sekali untuk dapat masuk di EDRE (Educational Research and Evaluation)/ PEP (Penelitian dan Evaluasi Pendidikan) tapi salah seorang dosen mengatakan pada saya bahwa untuk menjadi dosen harus memiliki latar belakang pendidikan yang linier. sebenarnya seperti apa linieritas yang dimaksud? menurut bapak apa yang sebaiknya saya pilih?
    terimakasih

  20. angelcandy berkata:

    pak ,saya mw bertanya.saya ingin melanjutkan kuliah s2 saya di bidang sastra.
    tapi saya benar2 buta tentang perkuliahan pasca sarjana.
    yang ingin saya tanyakan berapa lama kuliah s2 itu?berapa besar biyayanya? berapa sks yang harus diselesaikan?
    mohon informasinya pak .terimakasih.

  21. arnold berkata:

    terima kasih catatannya

  22. LS berkata:

    Pak, saya S1 PTN medan, selama mahasiswa Instruktur di pendidikan Non Formal. Selepas S1 saya bekerja di IBM Malaysia sebagai posisi Engeener selama 6 thn. Pengalaman saya mengatakan ilmu di Kampus hanya memberikan sumbangsi 5% saja yg ada di dunia Industri sisahnya saya pelajari Ototdidak. Sekarang saya PNS di Pemko yg ada di Sumut. Saya sangat hobby jadi dosen disamping kerjaan saya PNS. pertanyaan saya, “HARUSKAH SAYA AMBIL S2 dengan biaya sendiri biar bisa dosen ?, saya takut Ilmu saya dapat tidak sebanding dengan pengeluaran saya bila mengambil S2. Menurut pengalaman bapak S2 dimana di Indonesia ini yg sebanding dengan Ilmu yg kita dapat dengan uang yg kita keluarkan?

    • rinaldimunir berkata:

      Kalau mau menjadi dosen harus S2 dulu Pak, Kalau biaya studi S2 bisa diperoleh dari berbagai sumber (jalur beasiswa) atau biaya sendiri. S2 di mana pun tidak akan ada jaminan sebnding antara ilmu yang didapat dan uang yang dikeluarkan.

    • upin ipin berkata:

      Rasanya banyak beasiswa S2 untuk dosen yg belum S2 (catatan: beberapa perguruan tinggi masih mempekerjakan dosen dengan pendidikan S1 dan semua dosen harus sudah S2 sebelum 2014 atau 2015 ? saya lupa lg …), ada dari pemerintah beasiswa BPPS dari DIKTI

  23. ismi berkata:

    salam. Bapak saya ingin sharing. Sekarang saya masih mahasiswa akhir s1 Universitas Airlangga. Saya berkeinginan untuk menjadi dosen. Yang saya tanyakan apakah saya setelah lulus langsung bekerja atau s2 dahulu? Bila saya lanjut s2 otomatis, saya tak punya pengalaman kerja. Sedangkan setelah lulus s2 saya masih berstatus fresh graduate. Dunia kerja di Indonesia, selalu mengutamakan pengalaman kerja. Mohon pencerahannnya.

    • rinaldimunir berkata:

      Sebaiknya S2 dulu, sebab syarat jadi dosen adaklah minimal kualifikasinya S2. Untuk jadi dosen tidak dibutuhkan pengalaman bekerja setelah S1. Nanti setelah menjadi dosen pengalaman bekerja didapatkan melalui Kerma-Kerma dan Pengabdian Masyarakat.

  24. Muhammad Imdad Azizy berkata:

    Pak, saya S1 dan S2 pend biologi, misal S3 apakah harus biologi? Misal sy ambil manajemen kependidikan gmn? Linier tidak? Bermasalah atau tdk nntinya pak? Mksh

  25. farida berkata:

    salam, bapak, saya ingin tanya, apakah bisa kalau, mahasiswa S1 ilmu murni fisika , nanti S2 nya langsung ke pendidikan fisika, tanpa melalui S1 pendidikan fisika ?
    terimakasih.

  26. erick berkata:

    maaf pak saya mau nanya sedikit saya sekolah di wernes jurusan informatika bisa tidak setelah saya lulus D1 di wernes saya nyambungnya di ITB

  27. Candra Andrian berkata:

    Assalamualaikum,wr,wb..
    begini pak, saya sekarang sedang di jurusan Teknologi Pendidikan konsentrasinya teknologi informasi dan komunikasi, saya punya rencana setelah lulus S1, saya akan melanjutkan S2 jurusan ilmu komputer, kira-kira bagaimana pak? minta sarannya….

  28. rosmawati rossi berkata:

    salam…

    terkait dengan TA S3 nih pak, apakah kalo ada suatu objek yang dianggap baru, kemudian coba dilakukan menggunakan metode yang sama dengan yang telah dilakukan pada objek lain , apakah itu sama juga dengan menemukan metode baru?
    trus, ada yang dikenal sebagai novelity, bagaimana “status”nya jika fenomenanya seperti itu.
    terima kasih

    • rinaldimunir berkata:

      Jawabannya: tidak. Itu bukan metode baru. Namun kalau dianggap sebagai sebuah bentuk kontribusi (karena menerapkan metode yang sudah ada pada sebuah objek baru), maka saya kira masih relevan.

      • Budiman Afrizal berkata:

        pak saya mahasiswa stkip pgri bandar lampung , saya sekarang semester 7 , jurusan pendidikan bahasa inggris s1 , tapi rencana setelah wisuda saya , akan melanjutkan pendidikan s2 , yang saya tanya pak, , universitas apa yang baik untuk jurusan bahasa inggris seperti saya ini, kemungkinan besar bisa gak pak saya setlah lulus s2 bisa menjadi dosen . mhon jawaban dari bapak. thank

      • yudi sosialisman berkata:

        Menjadi dosen tidak tetap tidak hrs linear, pengalaman saya [S1 Mesin dan S2 Teknik Industri] mengajar di teknik industri ada bidang matakuliah engineering seperti material teknik, elemen mesin dasar, proses manufaktur 1 & 2, elektronika industri dan teknik tenaga listrik, kemudian asa bidang matakuliah dasar spt kimia dasar,matematika/kalkulus, menggambar teknik, fisika dasar dan lain2, kemudian ada bidang keahlian teknik indudtri spt ergonomik,ekonomi teknik, sistem dinamik, perencanaan sistem distribusi dan logistik dll…Jadi untuk anda yg berminat mengajar di teknik industri dg latar belakang Teknik Kimia mungkin hanya bisa masuk pada bidang matakuliah dasar krn teknik kimia tidak serumpun dengan teknik industri setahu saya…

  29. dery berkata:

    Salam pak, perkenalkan sy mhs smt 7 pts di yogyakarta. Sy mengambil jurusan elektro dgn konsentrasi elektromedik. Yg sy pertanykan, kira2 apkah dgn menulis konsentrasi di ijazah itu menyalahi peraturan pembuatan ijazah pak? Seperti misalny nanti di ijazah sy(jika lulus hehe) tertulis “program studi teknik elektro dengan konsentrasi elektromedik”. Mohon pencerahannya pak.

    • rinaldimunir berkata:

      Kalau di ITB tidak dituliskan konsentrasi atau sub jurusan di ijazah, hanya ada gelar sebagai sarjana teknik, udah begitu saja. Tiap perguruan tinggi punya aturan masing2, dan sejauh tidak menyalahi aturan Dikti maka saya pikir tidak masalah. Pencantuman konsentrasi tsb ada plus dan minusnya. Plusnya orang jadi lebih tahu bidang spesifik si pemegang ijazah, minusnya membuat lingkup kerjanya menjadi lebih sempit dan terbatas.

  30. mamandar berkata:

    Assalamualaikum Pak, perkenalkan saya alumni elektro ITB. Menarik sekali pembahasan tentang perbedaan S1, S2 dan S3. Saya jadi ingin kuliah lagi tentunya untuk menambah ilmu. Mohon doanya. Trims Pak.

  31. niko berkata:

    pak saya mw bertanya, saya lulusan S1 pendidikan BK saya mw melanjutkan s2 Psikologi . apakah bisa pak….?

  32. niko berkata:

    pak saya mw bertanya, saya lulusan S1 pendidikan BK saya mw melanjutkan s2 Psikologi . apakah bisa pak….?

  33. Menanti sebuah Jawaban berkata:

    Mantap blog nya pak

    apakah seseorang yang kuliah informatika di daerah dapat mengungguli orang yang kuliah di kota besar, karena pada kenyataanya orang yang kuliah di daerah memiliki ilmu yang kurang dibanding orang yang kuliah di kota besar ?

    mohon jawabannya pak

    • rinaldimunir berkata:

      Tidak ada jaminan yang kuliah di Informatika di daerah lebih buruk/lebih baik daripada yang kuliah di kota besar. Semuanya bergantung pada banyak faktor:
      1. Sumberdaya/fasilitas: buku, dosen, HW/SW
      2. Kualitas mahasiswa yang masuk di PT tsb
      3. Kurikulum
      4. Iklim kuliah yang kondusif untuk mengembangkan diri

      Namun, terlepas dari faktor2 tersebut, yang paling menentukan adalah motivasi dan kemauan untuk belajar banyak. Biarpun fasilitas bagus tetapi motivasi tidak ada, ya percuma.

  34. niko berkata:

    pak apa bisa dari s1 bimbingan konseling (s.pd) lanjut ke s2 psikologi (m.si)…

    harap dibalas

  35. saya S1 Teknik Elektro agar S2 saya bisa dikatakan linear S2 apa yang bs sy ambil, tentunya selain S2 elektro, mohon penjelasannya

  36. cyber berkata:

    Dari semua pendapat saudara-saudara yang telah saya baca. Maupun anda yang sudah S1 , S2 dan melanjutkan S3. Yang dapat saya simpulkan.. Dari cara anda berpikir dan berbicara dikomentar sudah jelas bagaimana sikap anda terhadap pendidikan anda. Sudah jelas perbedaanannya.. Anehnya yg mereka S1 S2 itu tidak terjadi suatu perbedaan yang sinifikan. Sehingga disini terjadi semua persamaan rata. Ibaratkan susu coklat 60% susu putih 40%Tidak adanya perubahan,Tidak adanya perbedaan pola pikir saudara-saudara. Jadi intropeksi diri masing, tekatkan niat. Anda mencari ilmu, bukan mencari gelar. Sekian trims.

  37. Harry Putra berkata:

    permisi pak saya mau tanya

    saya lulusan s1 teknik informatika dan rencana mau lanjut s2 magister teknologi informasi

    kira-kira linier tdk pak?

    trims

  38. Arie berkata:

    saya berniat melanjutkan s3 di itb, jika di universitas lain diharuskan membuat proposal untuk penelitian disertasi dan menghubungi calon promotor yang diinginkan sebelum melakukan pendaftaran, apakah di itb juga begitu?

  39. Irwan Dinata berkata:

    salam pak rinaldi, nama saya Irwan Dinata, saya dosen muda di PTN Bangka Belitung,dulu S2 Telekomunikasi IT Telkom, insyaallah saya mempunyai niat dan rencana untuk melanjutkan S3 Teknik Elektro ITB, mohon bantuan bapak kalau berkenan memberikan kiat-kiat dan strategi apa yang saya harus lakukan untuk menempuhnya? o ya pak untuk calon promotor itu apa harus dari ITB, atau bisa dari luar? bagaimana bisa menemui atau mengirimkan proposal ke calon promotor? Terimakasih banyak pak untuk balasannya…

  40. ninaharry berkata:

    Maaf Pak,,saya mw nanya,,saya mahasiswa tingkat akhir s1 olahraga di PTS,,klo misalkan sya pengen ambil s1 pgsd di PTN,,apa bisa Paj??mohon pencerahan,,trimakasih,,

  41. lina berkata:

    salam. pak saya mau sharing. saya sudah lulus D3 ekonomi akuntansi dan saya sekarang lagi melanjutkan S1 manajemen tapi saya sudah bekerja sambil kuliah. kira-kira saya sekarang rugi atau tidak?

  42. dail berkata:

    maaf pak saya mau bertanya, saya lulusan s1 pendidikan ekonomi dengan konsentrasi akuntansi, kemudian saya melanjutkan s2 ilmu akuntansi
    apakah yang dimaksud linier dan serumpun ? dimana perbedaannya?
    apakah bidang keahlian saya linier pak ?
    apakah persyaratan menjadi dosen di ptn yang terbaru harus linier ?
    kalau memang tidak linier, bagaimana solusinya pak supaya bisa menjadi dosen di ptn ? apakah saya harus s3 ? lalu bidang apa yg harus saya ambil , apakah ilmu akuntansi atau ilmu kependidikan ?
    terimakasih

    • rinaldimunir berkata:

      Banyak sekali pertanyaannya ya.
      1. Apakah yang dimaksud linier dan serumpun
      Linier –> berkelanjutan dalam satu rumpun keilmuan
      Serumpun –> bidang ilmunya masih berkaitan erat

      2. apakah bidang keahlian saya linier pak ?
      S1 Pendidikan Ekonomi dengan s2 Ilmu Akuntansi sebenarnya tidak linier, yang satu ke arah didaktik pedagogik (pendidikan), yang satu lagi ke arah keilmuan (sains)

      3. apakah persyaratan menjadi dosen di ptn yang terbaru harus linier ?
      Tidak selalu ada pernyataan linier, biasanya hanya disebutkan kualifikasi S1 dan S2 yang memenuhi syarat untuk melamar menjadi dosen

      4. Apakah saya harus s3 ?
      Tidak harus

      5. lalu bidang apa yg harus saya ambil , apakah ilmu akuntansi atau ilmu kependidikan ?
      Terserah anda, mana yang menjadi fokus anda

      • dail berkata:

        baik , terimakasih pak semoga bermanfaat

      • dail berkata:

        maaf pak saya mau bertanya lagi, bisakah saya punya ijasah sarjana ekonomi akuntansi tanpa melalui kuliah dari awal, yaitu dengan cara transfer sks yang pernah diambil pada waktu saya kuliah s1 pendidikan ekonomi ?

  43. yudisosialisman berkata:

    Ass wr wb…Saya S1 Teknik Mesin [konversi energi], lanjut S2 Teknk Industri [quality],apakah bisa disebut LINEAR menurut DIKT?? Rencananya S3 teknik energi di jerman 2tahun lg…

    • yudisosialisman berkata:

      S1 di Universitas Andalas, S2 di UI kelas Depok[biaya pribadi]…Saya baru berkarir menjadi dosen tidak tetap di bebrapa PTS di Jakarta, saya belum punya NIDN dan sedang diurus kampus/yayasan, teirmakasih…

  44. ivan berkata:

    Izin bertanya pak, apakah s2 dapat ditempuh dalam 1 tahun di ITB dan apakah lulusan Univ swasta bisa mendaftar di ITB?

    • Yudi Sosialisman berkata:

      Berdasarkan pengalaman saya,kurikulum S2 minimal 41 sks atau 4 semester[ di UI], jadi ga mungkin bisa 1 thn selesai,paling cepat 3 semester dan alumni PTS/PTN manapun bisa diterima di UI dg melalui jalur tes SIMAK UI

  45. pemikirulung berkata:

    saya cuma inget, kl pak anies baswedan selalu menganjurkan kepada kami untuk lanjut s2, katanya biar kami lebih mampu menganalisa dan memecahkan masalah (kl ga salah gitu, hehe). cukup sampai s2. karena s3 hanya dibutuhkan oleh akademisi

  46. Bernard N S berkata:

    Pak, apakah bisa mengambil kuliah jurusan lain(bidang lain, tapi 1 universitas) di ITB pada tahun kedua? Misalnya pada tahun pertama saya ambil Teknik Mesin, lalu tahun kedua saya ambil Teknik Ketenagalistrikan. Saya seorang siswa SMA kelas 3 yang setelah ini akan memasuki universitas, dan berencana untuk daftar di ITB. Harapan saya adalah dengan bisa memiliki ilmu yang luas dalam menguasai bidang yang nantinya saya ingin kembangkan pak. Terima Kasih atas perhatiannya pak, mohon balasannya.

  47. farani berkata:

    saya mau bertanya pak, saya mahasiswa semester akhir di fakultas teknik. saya ingin melanjutkan S2 ke jurusan ilmu politik, apa itu bisa ya ?? terima kasih.

  48. .lalu bagaimana dengan d3?

  49. Diana berkata:

    Pak saya mau sharing,saya adlh mhsswa s1 kimia universitas airlangga. Saya sdh memikirkan matang-matang minat bakat saya dan tdk mengarah ke kimia,jujur saya tertekan selama kuliah krn tdk menyukai kimia.Saya berkeinginan melanjutkan s2 ilmu politik di luar negeri, semenjak SMA menyukai sospol dan jk berkarir di politik insyaAllah sy punya tempat krn semenjak kuliah banyak link dan terdapat sebuah organisasi yg nantinya mmbuthkan ahli2 politik .Saya jg banyak belajar tntg politik dg tmn2 sy itu. Disamping itu sy berkeinginan untuk s2 di luar negeri.Kira2 kalau s2 di luar negeri tp bertentangan dg ltr blkng s1 bisa tidak?mohon bantuannya,

  50. cencen berkata:

    salam
    pak saya mo sharing sedikit, soalnya saya masih benar pusing….. tolong bantuanya ya pak..
    begini pak, saya s1 pendidikan agama tahun 2004 dan s2 ilmu komputer jurusan management sistem informasi tahun 2007 dan skrg dosen di salah satu perguruan tinggi di jawa … bisa ga untuk mendapat jabatan fungisional dan sertifikasi? kl dilinearkan s1 lagi diakui ga pa, soale saya coba kuliah s1 ilmu komputer?
    mohon pencerahaanya ya pak…
    terima kasih

    • rinaldimunir berkata:

      Bisa saja. Teman saya S1 tentang meteorologi, lalu S2 memgambil Pertahanan Negara, tapi tetap punya jabatan fungsional. Kalau syarat menjadi dosen kan yang dilihat kualifikasi S2 nya. Tidak masalah ambil S1 Ilmu Komputer lagi supaya latar belakang ilmunya sesuai dengan kompetensinya sebagai dosen bidang teknologi informasi

  51. Ramdhan berkata:

    Ass… Saya Ramdan mau bertanya tentang Sistem Administrasi d S1…. apakah pembayaran administrasi akan mengganngu dngan kelancaran program skripsi bahkan akan di anggap mengundurkan diri,,, sampai akan dipersulit, bahkan sistem manajemennya pun kita sebagai mahasiswa seperti anak SD,,, selalu di atur” bahkan ke kreatifan kita pun suka dipersulit… untuk program PGSD di masyarakat…. dan sekali lagi apa perbedaannya SK pendirian dan SK Pengajaran di Perkuliahan…

  52. ArielVW berkata:

    Pa saya skrg mahasiswa teknik informatika,, dan berencana untuk melanjutkan S2,, kira² jurusan apakah yang bisa saya ambil agar linier dengan jurusan saya skrg,, dan universitas di kota Bandung yang terdapat jurusan itu,, terima kasih sebelumnya.

  53. Nina Agustina berkata:

    pak, saya nina ingin bertanya 1. saya lulusan D4 dengan prodi teknologi pengolahan hasil perkebunan di PTS ingin melanjutkan S2 ke PTN di medan ke prodi ilmu pangan, apakah linier D4 dgn S2 nya? . 2. prodi ilmu pangan di PTN ini belum ada lulusan dan belum terakreditasi, menurut saran bapak apakah saya lanjut kuliah di prodi ini atau tidak? . 3. apakah linier prodi teknologi pengolahan hasil perkebunan dengan teknologi hasil perkebunan ? rencana saya ingin lanjut ke UGM namun dikarenakan biaya belum mencukupi jadi saya tunda

  54. pak, saya lita. saya mw bertanya.
    1. sya lulusan S1 ilmu komputer, S2 yang cocok dengan s1 sya apa?
    2. sya sdh menjadi guru honorer slama 8 thn dan sdh masuk database, yang sya bingungkan saat ini untuk jadi pns guru sya harus punya akta-4, sedangkan jurusan sya bkn pendidikan. Apakah ada cara untuk mendapatkan akta-4?
    terima kasih

  55. fadhlina berkata:

    Pak, saya fadhlina, mahasiswa S1 BK, kira-kira untuk melanjutkan s2 BK yg kualitasnya bagus di mana pak? dan bisa jadi dosen? terimakasih atas pencerahannya..

  56. salam,
    Pak saya Singgih Wicaksono, lulusan s1 prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) UNY. Karena beberapa hal, Saya ingin melanjutkan s2 Ilmu Keolahragaan.

    Pertanyaan saya:
    Apakah S1 PJKR dengan s2 Ilmu Keolahragaan itu satu linear? Kedua prodi tersebut fokus pada olahraga..

    terimakasih

  57. Eki Wirasusetio berkata:

    Pak maaf mau nanya kalau sistem belajar S2 di Indonesia khususnya PTN saat ini seperti apa ya ??? waktu perkuliahannya berapa lama…. maaf saya baru lulus S1 PTS kepengen lanjut s2 negeri… terima kasih salam….

  58. lee berkata:

    pak, saya lulusan s1 matematika. Kalau misal nanti saya jadi melanjutkan pendidikan s2, kira kira kalau S2 ke ilmu komputer apakah linear ? kalau S2 sistem informasi atau manajemen informasi apakah juga linear ? (saya sebenarnya lebih minat ke sistem informasi/manajemen informasi). trimakasih

  59. Fadjar Biru berkata:

    selamat pagi pak, ulasannya menarik. semua komentar dan jawaban sudah saya baca namun sepertinya belum ada yg sesuai dengan pertanyaan saya.
    saya lulusan s1 teknik informatika pts terakreditasi di medan, karena sedang menjalankan wirausaha, saya berencana melanjutkan s2 manajemen di ptn untuk mengembangkan usaha saya.
    yg ingin saya tanyakan :
    1. apakah yg ingin saya ambil masih linier dan dapat di trima pada ptn ? (jika tidak, mohon masukannya pak yg sesuai dengan tujuan saya mengambil s2)
    2. jika ya, konsentrasi manajemen apa yg lebih cocok buat saya ambil pak ? dari hasil browsing internet saya tertarik pada manajemen keuangan dan pemasaran.
    3. kuliah matrikulasi, dilakukan dalam semester atau sebelum semester ya pak ?

    sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak trima kasih pak :)

    • rinaldimunir berkata:

      1. Jelas tidak linier, tetapi kalau untuk keperluan peningkatan kulitas SDM diri sendiri, dan bukan untuk menjadi dosen, maka tidak masalah bagi anda mau ambil S2 apa saja.
      Kalau ingin menjadi dosen, jelas harus mengambil yang relevan seperti S2 Ilmu Komputer, S2 Sistem Informasi, S2 Teknologi Informasi, atau S2 Informatika

      2. S2 apa saja yang anda minati (saya tidak bisa memutuskan, anda yang lebih tahu minat dan motivasi anda sendiri)

      3. Sebelum kuliah S2 dimulai.

  60. Khatimah Khusnul berkata:

    pak,hal hal apa saja yang perlu diperhatikan ketika akan mengambil jurusan di s2? semisal saya lulusan s1 FKIP matematika,jurusan s2 apa yang sebaiknya saya ambil?

  61. tadityar berkata:

    Malam pak, saya mau tanya dalam post bapak terdapat pilihan S2 “Computer Science”. Apakah Computer Science itu berbeda dengan Informatika? dan kenapa saya lihat di univ. luar negeri Computer Science itu termasuk salah satu major yang bisa diambil pada undergraduate program? terimakasih pak.

  62. Natalia berkata:

    Gini aja, siapa yang mau ambil pengetahuan.. lanjut
    Yang ambil uangnya saja.. bisnis/kerja
    Yang mau uang + pengetahuan = bisnis/kerja sambil kuliah (kalo sanggup)
    Gak nyesel kalo emang suka mah !!

    PRAY FOR HIS GUIDANCE AND REMEMBER EVERY ASPECT GOES ON IN OUR LIVES
    NOT JUST EDUCATION :)

  63. Profesor Riset Boby Indrawan berkata:

    Terima kasih, Tuhan memberkati. :).

  64. Edmundus berkata:

    Hallo Pak, saya menyelesaikan S1 di bidang pendidikan…Tetapi S2 dan S3 saya linier pada bidang ilmu sosiologi murni…bagaimanakah ukuran linieritasnya ? jika saya balik lagi ke S1 ilmu Sosiologi agar ketiga level tersebut linier etis bagi pendidikan saya ?? terima kasih

    • rinaldimunir berkata:

      Linieritas itu artinya msih dalam rumpun keilmuan yang sama. Jika institusi anda tidak mempermasalahkannya, maka tidak harus mengambil S2 Ilmu Sosiologi lagi.

  65. Lia berkata:

    Pak saya mau tanya, saya lulusan S1 pendidikan kimia UNY. Saya mau melanjutkan S2 tapi bingung mau pilih kemana. S2 Pendidikan Kimia UM/ S2 Pendidikan Sains UPI dengan konsentrasi pendidikan kimia. Kemudian saya lihat di ITB juga ada jurusan S2 pengajaran kimia. Apakah Pengajaran kimia sama denga pendidikan kimia?

  66. nadya berkata:

    pak saya mau tanya. saat ini saya sedang kuliah jurusan teknologi pangan. saya ingin ambil s2 jurusan bisnis. apakah bisa? terima kasih

  67. mesmosa berkata:

    Selamat sore Pak Rinaldi, maaf saya butuh masukan dari Pak,

    Saya lulusan S1 fisika UGM dan stelah pulkam saya langsung bekerja di INGO selama 3 tahun membantu program pemulihan pasca gempa dan tsunami di Aceh. Tahun 2011, Saya mendapat beasiswa dari bpkln Kemdikbud utk lanjut S2 pd konsentrasi Manajemen Rekayasa Gempa di bawah program Magister Teknik Sipil di salah satu PTS ternama di Jogja juga. Saya sangat tertarik pada bidang ini berdasarkan pengalaman kerja saya sebelumnya. Selama S2 ini saya banyak belajar mengenai disaster management, selain ada matrikulasi ttg prinsip2 struktur bangunan (karena s1 dan s2 tdk linier) yg ternyata sangat berkaitan dengan apa yg saya kerjakan dulu. Singkat kata, akhirnya saya lulus pd 2013 dengan predikat cum laude dan saya telah menuliskan 3 publikasi ilmiah pada seminar nasional berbeda yang berkaitan dengan manajemen bencana dan rekayasa struktur.

    Setelah lulus S2, passion saya justru ingin menjadi Dosen dibidang s2 saya karena saya sangat senang dgn pengajaran dan penelitian. Saya sadar s1 dan s2 saya tidak linier, sehingga saya merasa ini menjadi ganjalan utk menjadi dosen. Saya punya minat utk s3 di luar negri (dgn cari beasiswa lagi) pd konsentrasi disaster management atau mgkn earthquake engineering yang selinier dgn s2 saya ini, akan tetapi saya berpikir sebaiknya saya punya institusi dulu, mentransfer ilmu yang saya dulu mgkn selama 2-3 tahun baru apply utk S3.

    Saya sudah melamar dosen ke bebrapa PTS akan tetapi sampai sekarang blm ada jawaban.

    Pak Rinaldi, apa ada yang salah dengan jalan pikiran saya?Apa ada kemungkinan utk menjadi dosen dgn riwayat pendidikan sy tersebut?

    saya sangat membutuhkan masukan dan pencerahan apa yang sebaiknya saya lakukan? kalo berdoa uda jelas pak :-)

    Maap kalo isinya kepanjangan, terimakasih banyak.

    • rinaldimunir berkata:

      Menurut saya cara berpikir anda tidak salah, malah mulia karena ingin membagi ilmu (menjadi dosen) dan menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi. Saya dukung itu.

      Anda S1 Fisika dan S2 Teknik Sipil, sebenarnya masih berkaitan kedua bidang ilmu tersebut. Yang pertama ilmu dasar, yang kedua terapan. Untuk menjadi dosen saat ini syaratnya minimal S2, jadi yang dilihat adalah kualifikasi S2 anda. Jadi, kalau melamar menjadi dosen pilihlah program studi yang mensyaratkan boleh dari S2 Teknik Sipil.

      Mungkin PTS yang anda lamar belum membutuhkan kualifikasi anda, atau belum membutuhkan dosen baru, atau yang lainnya, maka bersabarlah.

      Sembari menunggu jawaban dari PTS, sebaiknya anda tetap melamar S3 ke luar negeri. Kalau diterima dan dapat beasiwa, anda berangkat saja dan kuliah di sana. Jika sudah selesai studi S3 di sana maka nilai tawar anda menjadi lebih tinggi, karena sangat sulit bagi PTS mencari dosen dengan kualifikasi S3. Menjadi dosen kan tidak harus di dalam negeri, bahkan di luar negeri pun banyak tawaran. Jadi, selama semangat belajar masih tinggi, maka teruskan langkah anda ke jenjang S3.

      • mesmosa berkata:

        Terima kasih banyak Pak Rinaldi..smg bapak sehat selalu..

      • yudi sosialisman berkata:

        S1 Fisika dan S2 Sipil jelas tidak linear, tp untuk menjadi dosen perlu yg linear meski sebenarnya tergantung kebutuhan pts/universitas..contoh kasus yg tidak linear adal spt yg saya alami,sy bisa mengajar di teknik industri padahal s1 saya mesin dan s2 industri,hal ini disebabkan sebaran matakuliah di teknik industri terdiri atas bebrapa kelompok, maka saya bisa mengajar di kelompok matakuliah engineering spt material teknik,elemen mesin dasar,proses manufaktur 1 dan 2, elektronika industri,praktikum prosman dan teknik tenaga listrik..

  68. marsada berkata:

    Terimakasih Blog nya sangat bagus pak
    Maaf saya mau nanya pak, saya selama ini bekerja di perusahaan swasta dan sambil kuliah,dan sekarang lagi progres menyelesaikan skripsi,yang mau saya tanyakan apakah nanti setelah saya lulus, perusahaan mengapresiasikan gelar yang saya dapat,mengingat selama ini saya bekerja selama 6 tahun tetapi peningkatan karir di tempat saya ya gitu2 aja, mohon tanggapannya pak hehehe

  69. Enita maharini berkata:

    Terima kasih pak blok nya bagus..

  70. Chyntia Zhu berkata:

    Saya mau bertanya,,,,s2 yg linier dgn ekonomi islam apa ?

  71. kirimkejp berkata:

    Selamat Siang Pak Renaldi,
    Saya Rizqie, lulusan S1 Teknik Informatika (S.Kom) di PTS di Jakarta. Saat ini saya bekerja di salah satu vendor untuk CoreBanking di divisi Infrastucture nya, Saya punya niat untuk masuk S2 Teknik Elektro dengan Jurusan Keamanan Jaringan Informasi, agar menunjang pengetahuan dan ilmu dengan pekerjaan saya di kantor dan sama seperti minat saya yaitu di Keamanan Sistem & Jaringan , Kriptografi, dsb , apakah ini termasuk linier dengan S1 saya pak?
    jika ditanya Kenapa tidak mengambil S2 Teknologi Informasi/ Sistem Informasi? saya khawatir jika saya mengambil jurusan ini, ilmunya akan sedikit umum (general), tidak dipelajari tidak spesifik pada Keamanan Komputer. Selain itu tujuan saya S2 agar dapat menjadi dosen untuk matakuliah keamanan sistem, kriptografi, dsb. Apakah untuk menjadi dosen, saya harus tetap masuk S2 Teknik Informatika dsb agar linier? Dan sebenernya apa sih perbedaan jiksa saya ambil Teknik Informatika ketimbang dengan Keamanan Jaringan Informasi?

    Saya butuh saran dan pencerahannya jurusan apa yang harus saya pilih? karena pendaftaran gelombang pertama hanya sampai 6 Juni besok dan saya masih ‘ragu’ untuk mengambil keputusan karena ketidaktahuan dan keterbatasan pengetahuan saya :D.

    Terimakasih pak , karena buku dan tulisan bapak menjadi inspirasi bagi saya untuk suka dengan kriptografi :D

    • rinaldimunir berkata:

      Apakah ini termasuk linier dengan S1 saya pak?
      Jawab: Linier mas

      Apakah untuk menjadi dosen, saya harus tetap masuk S2 Teknik Informatika dsb agar linier?
      Jawab: boleh saja, nanti pas Tesis mengambil topik keamanan sistem jaringan/kriptografi

      Dan sebenernya apa sih perbedaan jiksa saya ambil Teknik Informatika ketimbang dengan Keamanan Jaringan Informasi?
      Jawab: ya pasti ada perbedaan. Informatika: Ilmu komputer + Software engineering
      Keamanan jaringan informasi: bagian dari Ilmu Komputer + Elektro (telekomunikasi)

  72. kejar paket c berkata:

    inspirasi baru yang menarik, info kejar paket c 2015
    http://www.tandagenap.com|kejar paket c 2015

  73. luvi berkata:

    Pak, saya mahasiswa semester 8 prodi pendidikan ipa unnes. Setelah lulus s1, saya ingin melanjutkan s2 dan berharap setelah lulus menjadi dosen. Mohon sarannya pak, saya harus ambil s2 di unnes, uny atau upi pak dengan prodi yang sama dengan s1 saya?
    Dengan kemampuan saya yg sedang2 saja dibandingkan teman2 saya dalam hal akademik. Mohon jawaban dan saran dari bapak. Trims :)

  74. ACP berkata:

    halo pak, saya mau bertanya.

    saya mahasiswa ilmu ekonomi studi pembangunan, salah satu PTN. dan berencana mengambil S2 Stud pembangunan ITB. apakah keduanya bisa dikategorikan linier ?

    karena yang saya lihat, s1 saya jangkauan hanya pada ekonomi saja, sedangakan program studi pembangunan lebih ke multidisiplin ilmu, gelarnya pun M.T

    makasi, mohon pencerahannya pak

  75. andre syahpvra berkata:

    Mantap lah jadi bangga kalau berpendidikan tinggi.

  76. Sumaryanto berkata:

    Pak bila S 1 pendidikan bahasa indonesia dan daerah, dikategorikan linier tidak ya kalau saya S2 nya mengambil Penelitian dan Evaluasi pendidikan. Terimaksih

  77. Sumaryanto berkata:

    Maaf Pak mau tanya, bila S 1 pendidikan bahasa indonesia dan daerah, dikategorikan linier tidak ya kalau saya S2 nya mengambil Penelitian dan Evaluasi pendidikan. Terimaksih

  78. Anak IF berkata:

    Pak Rinaldi, kalau saya S1 informatika seperti Bapak, S2 bidang komputasi sains, lalu S3 bidang medical imaging, linier tidak ya?

  79. Aliv berkata:

    Pak saya dari S1 fisika PTN,untuk kuliah magister fisika medis di ITB semester pertama dan kedua itu masing2 berapa SKS? Benarkah biaya satu sks untuk magister sekarang mencapai
    Rp. 1000.000 ? apakah masih ada program penangguhan biaya seperti dulu?

  80. Setiawan Jati berkata:

    Salam super pak. saya mau bertanya, tahun ini saya naik ke kelas 2 SMA , apakah yang saya harus persiapkan untuk melanjutkan ke jenjang perkuliahan? yang nantinya setelah lulus SMA saya ingin mengambil Teknik Informatika S1, selanjutnya, apakah sertifikat Olimipiade TIK mempengaruhi biaya perkuliahan? . lalu materi dasar apa saja yang saya harus persiapkan dari sekarang pak? mohon infonya pak. maaf OOT

  81. hiasan dindingku berkata:

    Artikel yang sangat informatif pak. Maaf pak saya mau konsultasi saya berencana kuliah S1 arsitektur di salah satu PTS di malang. Jika saya langsung bekerja apa lulusan PTS itu kalah saing dengan lulusan PTN? Atau melanjutkan saja ke S2? Trimakasih

    • rinaldimunir berkata:

      Tidak selalu, bergantung PTS mana. Ada PTS yang lebih bagus kualitasnya dari PTN.
      Melanjuitkan S2 aatau tidak adalah pilihan.

      • hiasan dindingku berkata:

        Berarti Universitas/Institut berpengaruh pada saat melamar kerja ya pak? Soalnya saya mau kuliah ke S1 arsitektur di Unmer Malang yg akreditasinya B tapi sudah kadaluarsa tahun 2014 ini. Itu bagaimana ya pak? Trimakasih

  82. ademila berkata:

    mau nanya pak kan saya s1 teknik industri, tapi pernah jadi assisten lab komputer di kampus, sejak itu selalu tertarik untuk mengambil bidang informatika/komputer, apalgi setelah lulus kuliah pun saya diterima mengajar di sekolah dengan jabatan guru komputer dan mengajar komputer, sekarang saya memutuskan buat ambil S2 Sistem Informasi PTS, tidak linier dengan bidang S1, apakah saya bisa nantinya melamar menjadi dosen, dan nantinya saya juga berencana mengambil S3 sistem informasi di ITB, apakah nanti setelah lulus S2, bisa mengambil S3 yang selinier dengan bidang S2, tapi tidak selinier dengan bidang S1

  83. Nurhadiyanto Damiri Pohan berkata:

    Mohon maaf pak saya ikut nimbrung sedikit.Saya seorang sarjana Teknik Kimia lulus tahun 2004. Saat ini bekerja disebuah perusahaan farmasi PMA (pada posisi quality manajemen sistem). Sebelumnya saya bekerja diperusaan PMA tapi lain bidang industrinya (kebetulan posisi saya waktu itu adalah PPIC yang sebenarnya itu adalah ranahnya Teknik Industri). Saat ini saya berniat melanjutkan S2. Mohon saran bapak apakah kalau saya mengambil S2 Teknik Industri itu masih agak sedikit linear pak.Rencananya saya mau mendaftar S2 itu di awal bulan Agustus 2014 ini sebab kuliah perdananya akan di mulai bulan September 2014. Lalu apakah mungkin saya bisa menjadi dosen tidak tetap utuk mengajar di Jurusan Teknik Industri

  84. agung rosidi berkata:

    Tolabul ilmi faridhatun ala kulli muslimin wa muslimat, mungkin jika seseorang yang mencari ilmu dgn landasan hadits tersebut, saya rasa tdk ada ruginya. Toh, mencari ilmu itu sdh menjadi kewajiban bagi ummat manusia (muslim), terima kasih.

  85. agung rosidi berkata:

    Tolabul ilmi faridhatun ala kulli muslimin wa muslimat, jika menilik dari redaksi hadits tersebut maka seseorang pencari ilmu sejati takan ada ruginya. Salam pendidikan sepanjang hayat.

  86. sky berkata:

    Pak, saya Lulusan S1 Pendidikan Teknik Mesin, ingin melanjutkan S2 Teknik Mesin, apakh masih bisa dikatakan linier pak?

  87. dhani berkata:

    mf pak saya mahasiswa bimbingan konseling yang ingin saya tanya program s2 apa saja yang linier dengan selain s2 bimbingan konseling katanya manajemen pendidikan itu linier terimaksih mahon bantuan nya

  88. desta berkata:

    mau tanya sedikit pak
    apakah S1 seni musik linier dengan S2 pendidikan seni?
    apakah dengan kualifikasi tersebut berpeluang menjadi dosen nantinya?
    terimakasih sebelumnya

  89. john berkata:

    salam kenal Pak,
    sy mohon informasi Bapak, apakah dimungkinkan bila menyelesaikan beban kredit kuliah semisal S2 di Indonesia, tapi beban riset dilanjutkan ke institusi pendidikan di luar negeri.

    terima kasih atas infonya Pak.

    • rinaldimunir berkata:

      Bisa atau tidak tergantung aturan di Perguruan Tinggi di LN yang menerima. Tiap Perguruan Tinggi tentu punya kebijakan masing-masing. Dugaan saya kayaknya tidak bisa (sangat sulit).

  90. Sari berkata:

    Siang Pak , saya mau minta penjelasan sekiranya ada kesalahan mohon maaf . Jadi begini , saya mengambil jurusan ilmu pendidikan sekolah dasar , untuk s1 saya dan ingin mengambil jurusan seni di luar negeri untuk s2 saya . Apakah bisa pengambilan jurusan tersebut ? Mohon penjelasannya , terima kasih ^^

    • rinaldimunir berkata:

      Bergantung universitas yang dituju, mereka biasanya mensyaratkan kualifikasi Bachelor (S1) yang memenuhi. Namun dalam banyak kasus, beberapa lulusan kami di Informatika ITB mengambil S2 di Eropa bidang humaniora, jadi saya kira masih bisa.

  91. Herman berkata:

    Pak, kalau kuliah S2 rata-rata berapa tahun? dan untuk menyelesaikan S3 juga berapa tahun?
    Lalu apa bedanya S3 dengan Profesor?
    Terima kasih pak

    • rinaldimunir berkata:

      S2 itu 4 semester, jadi bisa diselesaikan dalam waktu 2 tahun. Kalau S3 itu 3 tahun, tetapi kebanyakan selesai lebih dari 3 tahun (maksimal 5 tahun kalau di ITB).
      Profesor adalah jabatan akademik, tidak ada program pendidikannya. Kalau S3 jelas sebuah program pendidikan untuk menghasilkan doktor.

  92. david berkata:

    nama saya david pak , pak saya mau bertanya , dosen pembimbing saya sudah profesor tetapi beliau sangat rendah hati , sehingga setiap saya bertemu beliau lebih seneng kalau saya panggil bapak bukanya prof, menurut beliau ilmu tanpa budi pekerti adalah tidak berguna , mohon tanggapan bapak

  93. Asep Prabowo berkata:

    Apakah s1 pendidikan olahraga dan s2 ilmu keolahragaan itu linier….?

  94. maii berkata:

    Assalamualaikum ,Selamat siang Bapak , Saya Maizura mahasiswi S1 jurusan pendidikan akuntansi, dulu saya tdk berminat untuk mengambil jurusan ini, karena orang tua saya, akhirnya saya menjalaninya, namun saya sdh punya planning untuk mengambil S2 fokus pada bidang akuntansi, apakah itu menurut Bapak baik atau tdk ya ? Sedangkan kedua orang tua saya mengatakan bahwa sebaiknya mengambil magister pendidikan saja karena ambil yang sejalan dari S1 , dan katanya biasanya pencarian kerja sekarang dicari yang S1 dan S2 sejalur. Mohon sarannya pak, karena saya belum memiliki minat sama sekali untuk menjadi dosen menuju satu tahun lagi Insyaallah kelulusan S1 saya Bapak,

    • rinaldimunir berkata:

      Saran orangtuamu benar kalau mau jadi dosen, sebab linieritas S1 dan S2 diutamakan dalam penerimaan dosen. Kalau untuk sekedar menambah ilmu tidak harus sejalur. Tidak ada larangan lulusan pendidikan akuntansi mengambil S2 akuntansi, dengan catatan program S2 tersebut menerima lulusan pendidikan.

  95. Erwin berkata:

    Salam sejahtera pak, saya Erwin, s1 informatika.
    kalau mau ngambil s2 Teknik Industri kira2 nyambung gak?
    Terimakasih :)

    • yudi berkata:

      Yg saya ketahui S2 Teknik Industri mempunyai 2 macam “kiblat”, yaitu bidang “Manufaktur” [spt ITB,ITS] sedangkan UI lebih terkonsentrasi pd bidang “Services” atau “Sistem Informasi” krn UI secara geografis lbh dekat dg Jakarta sebagai kota bisnis/jasa..Pengalaman sy kuliah S2 di UI ada mahasiswa dg latar belakang S1 Teknik Metalurgi, beliau kerja di Pertamina Divisi Logistik jd nyambung kuliahnya..Kalau pak Erwin kerja di bidang yg bth ilmu teknik industri, sy kira bisa nyambung jg…

  96. Yosvas berkata:

    Jika lulusan pts mau melanjutkan s2 ke ptn apakah konsekuensinya apa saja dan prosedurnya bagaimana?

  97. dyrnt berkata:

    Selamat Pagi,
    Saya lulusan S1 Pendidikan Fisika, Kemudian lanjut S2 Ilmu Komunikasi. Saya Berencana mau mengambil S1 Ilmu Komunikasi. yang mau saya tanyakan :
    1. Apakah dengan proses down grade dari S2 ke S1 Ilmu komunikasi saya masih bisa jadi dosen Swasta/Negeri.
    2. Apabila nanti saya jadi dosen apakah ijazah S1 Ilmu Komunikasi saya dipermasalahkan karena saya sudah ambil S2 terlebih dahulu baru S1 dalam proses pengajuan JAFA dan Serdos.

    Mohon jawabannya sebagai bahan pertimbangan saya untuk menempuh kuliah S1 Ilmu Komunikasi. Terima Kasih.

  98. yudi berkata:

    1.Syarat minimal jadi dosen adalah berpendidikan S2. Bapak belum bisa menjadi dosen Ilmu Komunikasi maupun dosen Fisika,karena S2 dan S1 bpk tidak linear. Jika Keahlian Bapak adalah pendidikan Fisika,Nantinya jika lanjut ke S2 atau S3 sebaiknya ambil Pendidikan Fisika juga. Karena.:Bisa jadi akan jadi masalah jika Bapak mengajukan ke jabatan Guru Besar. Tapi semuanya kembali ke Bapak. Tks.
    2.Saya yakin tidak akan ada masalah

  99. defitoblossom berkata:

    salam pak rinaldi..semoga bapak sehat selalu..
    saya mahasiswa Universitas Al Azhar Cairo, jurusan Ushuluddin Tafsir..Cita-sita saya ingin menjadi Dosen di UIN …saran bapak, lebih baik saya ambil S2 dimana ya pak? saya ingin coba beasiswa S2 di Turki, ambil Ilahiyat Fakultesi..apa itu linier pak? karena kalau s2 di al azhar lagi, waktunya lama..biasanya minimal 4 tahun, sedangkan saya perempuan, ada saatnya menikah dan menjadi ibu…bagaimana ya pak baiknya?
    Terimakasih pak, butuh sekali pencerahan bapak :D

  100. rafika adriani berkata:

    salam pak rinaldi ,
    pak saya masih semester 3 jurusan sastra inggris tetapi mulai semester 3 ini saya tiba tiba tertarik dengan jurusan kehutanan. jika saya mengambil s2 jurusan kehutanan. apa tempo belajarnya sama dengan s1 ?
    terimakasih pak .

  101. dwiana arista berkata:

    selamat malam
    saya udah lulus tahun 2013 dari PTS jurusan pendidikan ekonomi. saya berencana ingin melanjutkan kuliah s2 ngambil manejemen di PTN. bagaimana ya pak saya pngen jadi dosen tapi jurusan s1 dan s2 saya begitu.

  102. Ping balik: Perbedaan S1, S2, dan S3 | Catatanku | sainsfilteknologi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s