Catatanku

Entries categorized as ‘Gado-gado’

Tentara Israel Membunuh Anak-anak untuk Santapan Anjing Pelacak

15 Januari 2009 · & Komentar

Sungguh tidak bisa saya menahan air mata membaca kekejian tentara Israel terhadap anak-anak Palestina di jalur Gaza. Kebiadaban mereka tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Foto-foto dan video kekejaman yang menimpa anak-anak Palestina adalah saksi bahwa kebiadaban itu adalah fakta yang tidak terbantahkan.

Tentara Israel membawa anjing pelacak untuk memburu pejuang Hamas. Ketika anjing itu lapar, mereka mencari anak-anak dan menembaki mereka. Mayat anak-anak itu dijadikan makanan bagi anjing-anjing ini. Seperti yang saya kutip dari sini, inilah penggalan berita yang saya baca:

Beberapa hari lalu, di kamp pengungsi Jabaliya, yang terletak di bagian utara Gaza City, tak jauh dari pintu perbatasan Erez, seorang bocah perempuan, Shahd (4 tahun), sedang bermain di halaman belakang rumahnya. Tiba-tiba, tentara Zionis Israel menyerang dan menembak membabi-buta. Bocah gemuk yang lucu itu bersimbah darah.

Melihat anaknya tergeletak di lantai dengan kondisi mengenaskan, kedua orang tuanya buru-buru mengulurkan tangan hendak meraihnya. Tapi, serdadu Israel mengusirnya dengan hujan peluru. Kedua orang tua itu pun meninggalkan tempat itu, sementara anaknya masih tertidur di sana: entah sedang sekarat, entah sudah tewas.

Rupanya tentara Israel yang selalu membawa anjing pelacak saat melakukan serangan darat ke Jalur Gaza, memang punya maksud tertentu dengan tindakannya itu. Jenazah Shahd sengaja dibiarkan tergeletak di halaman terbuka itu untuk (maaf) dijadikan santapan anjing.

”Anjing-anjing itu meninggalkan satu bagian utuh tubuh bayi malang itu,” kata Abu Aukal, dengan air mata berderai, saat menuturkan cerita tragis itu, seperti dikutip islamonline, kemarin.

”Kami melihat pemandangan memilukan selama 18 hari terakhir (agresi Israel). Kami mengangkat mayat anak-anak yang tercabik atau terbakar. Tapi, tak ada yang seperti ini,” kata Abu Aukal.

Berhari-hari saudara Shahd, Matar, dan sepupunya, Muhammad, mencoba meraih tubuh gadis itu, tapi sia-sia. Lagi-lagi, tentara pendudukan Israel menggunakan bahasa tembakan untuk mengusir kedua bocah itu.

Tapi, melihat tubuh Shahd yang terus dicabik anjing dari hari ke hari, Matar dan Muhammad tak tahan. Pada hari kelima, keduanya nekat mendekati tubuh Shahd yang masih tersisa untuk membawanya pulang. Belum lagi keduanya meraih tubuh Shahd, tentara Israel menghujani dengan tembakan. Keduanya tewas.

Bergidik saya membaca kekejaman tentara Israel ini. Saya yang penyayang anak-anak tidak bisa membayangkan kepiluan orangtua Shahd yang melihat mayat anaknya dijadikan santapan anjing. Ya Allah, kenapa masih ada manusia yang sangat biadab seperti itu dimuka bumi ini. Apa salah anak-anak itu sehingga mereka menjadi korban kebiadabn tentara Israel.

Selanjutnya ditulis dalam berita itu,

Apa yang terjadi pada Shahd, kata Zayda, tak bisa digambarkan dengan kata-kata, tidak pula rekayasa kamera. ”Anda tidak akan pernah membayangkan apa yang telah dilakukan anjing-anjing itu kepada tubuh anak tak berdosa itu,” kata pria ini sambil menahan air matanya.

Zayda menambahkan, ”Mereka bukan hanya membunuh anak-anak kami. Mereka juga melakukan tindakan yang sangat keji dan tak berperikemanusiaan.” Sejumlah orang Palestina meyakini apa yang terjadi pada Shahd bukanlah satu-satunya kasus mengerikan yang dilakukan tentara Israel kepada warga Palestina di Gaza.

Sebelumnya, menimpa keluarga Abu Rabu yang sedang mencoba menguburkan tiga anggota keluarganya yang tewas, ketika tentara Israel secara tiba-tiba mencegah acara penguburan itu dengan berondongan peluru. Saat keluarga yang sedang berduka itu menjauh, tentara Israel melepaskan anjing-anjing pelacaknya ke arah tubuh-tubuh itu. Peristiwa ini juga terjadi di Jabaliya.

”Apa yang terjadi ini sangat mengerikan dan tak terbayangkan,” kata Saad Abu Rabu, salah satu anggota keluarga itu. ”Anak-anak kami tewas di depan mata kami, tapi kami bahkan dicegah untuk menguburkan mereka. Orang-orang Israel melepaskan anjing-anjing ke arah tubuh-tubuh mereka, seakan yang mereka lakukan belum cukup,” katanya sambil menangis.

Sekali lagi, saya hanya bisa menangis dan menangis membayangkan tragedi kemanusiaan yang memilukan ini. Semoga Allah SWT menimpakan balasan yang setimpal terhadap kekejian yang dibuat tentara Israel itu.

Kategori: Gado-gado

Jam Masuk Sekolah Dimajukan Pukul 06.30, Kenapa Keberatan?

13 Januari 2009 · & Komentar

Di Jakarta para siswa dan orangtua banyak yang protes karena jam sekolah dimajukan lebih pagi, yaitu pukul 06.30 dari sebelumnya pukul 07.00. Alasan pemajuan adalah untuk mengurangi kemacetan kota Jakarta yang biasanya sangat padat pada jam-jam masuk sekolah dan masuk kantor. Dengan memajukan jam masuk sekolah, maka diharapkan kemacetan Jakarta dapat dikurangi. Begitu kira-kira argumentasi Wakil Gubernur Jakarta yang mencetuskan ide ini. Belum jelas benar apakah pemajuan jam masuk sekolah itu akan mengurangi kemacetan kota Jakarta? Masih perlu pembuktian.

Meskipun bukan warga Jakarta, saya mengikuti juga berita ini. Saya baca di koran dan lihat beritanya di TV, saya perhatikan komentar-komentar warga dan pelajar yang menolak pemajuan jam masuk sekolah itu. Ibu-ibu keberatan karena berarti harus lebih pagi menyiapkan sarapan untuk anak-anak. Pelajar yang menolak atau keberatan sebagian besar beralasan masih ngantuk karena harus bangun lebih pagi. Seorang pelajar ditanya oleh wartawan TV, memang biasanya bangun pagi jam berapa, Dik? Jam 6.00, jawab pelajar itu.

Bangun pagi jam 6.00? Jika pelajar itu beragama Islam tentu kita sedikit heran, lalu kapan shalat subuhnya? Jam segitu waktu shalat shubuh tentu sudah habis, atau mungkin juga mereka tidak shalat shubuh karena ketiduran atau malas.

Banyak pelajar yang telat bangun pagi karena waktu tidurnya lebih lambat. Mungkin karena kebiasaan nonton TV, main games yang kecanduan, habis nge-geng, nongkrong, atau apalah. Tidur setelah pukul 11 malam, iya atuh jam tidurnya kurang sehingga telat bangun, dan kalau bangun lebih cepat maka rasa kantuk masih terasa. Di rumah, saya membiasakan anak-anak sudah harus tidur sebelum pukul 21.00 malam dan bangun pukul 4.30 atau 5.00 pagi. Total waktu tidur minimal 8 jam sesuai standar kesehatan. Bangun tidur dilanjutkan dengan shalat subuh berjamaah, lalu siap-siap mandi, sarapan, dan menunggu jemputan sekolah pukul 6.30 (di Bandung jam masuk sekolah rata-rata pukul 7.00, sebagian lagi pukul 7.30).

Menurut saya, pemajuan jam sekolah lebih pagi itu ada hikmah dan manfaatnya (malah manfaatnya lebih banyak daripada kerugiannya). Bagi keluarga muslim, hal ini dapat mendidik anak-anak untuk bangun lebih pagi dan tidak lalai menunaikan kewajiban shalat subuh. Setelah shalat subuh lalu mandi, maka rasa kantuk akan lenyap. Pikiran masih segar dan siap untuk menerima pelajaran di sekolah. Jadi, dalam perspektif ini, maka kebijakan Gubernur DKI itu seharusnya patut didukung.

Di Bandung, kemacetan memang belum separah Jakarta, sehingga pemajuan jam sekolah lebih pagi belum diperlukan. Andaikan nanti dimajukan, saya rasa tidak masalah, sebab kami sekeluarga sudah biasa bangun ketika adzan subuh berkemundang, jadi mau sekolah jam 6.30 pun tidak menjadi soal.

Kategori: Gado-gado

Game “Lempar Bush dengan Sepatu”

18 Desember 2008 · & Komentar

Kita semua tentu sudah mengetahui insiden Presiden George W. Bush dilempar dengan sepatu oleh wartawan Irak, Muntazar Al Zaidi, pada waktu konferensi pers di Baghdad tanggal 15 Desember 2008 yang lalu. Kalau belum tahu, baca beritanya di sini atau yang ini. Sayang lemparannya tidak kena. :-)

Insiden pelemparan tersebut menjadi berita hangat di seluruh dunia. Wartawan Irak yang bernama Zaidi itu mendadak menjadi pahlawan di mata rakyat Irak dan dunia Arab pada umumnya atas keberaniannya yang spektakuler itu. Apa yang dilakukan oleh Zaidi seolah-olah mewakili perasaan hati sebagian besar orang Irak yang terlanjur membenci Bush, karena invasi AS ke negara teluk itu telah menewaskan ratusan ribu rakyat Irak dan menyengsarakan jutaan orang lainnya.

Terlepas dari salah atau benarnya tindakan Zaidi, beberapa jam sesudah peristiwa itu para perancang game di seluruh dunia meluncurkan program game online yang berisi permainan melempar sepatu ke arah Presiden Bush. Program game yang mungkin sifatnya olok-olok itu sudah dikunjungi jutaan orang.

Tiga buah game online tersebut dapat anda kunjungi dan mainkan dari browser dengan meng-klik tautan berikut:
1. http://www.paledu.info/bush_files/index.swf
Ini gambar screen-shot nya:

bush3

2. http://play.sockandawe.com/
Kalau yang ini game-nya lebih seru lagi, pakai suara asli teriakan Zaidi ketika melempar Bush (kalau komputermu tidak punya speaker tentu tidak bisa mendengarkannya). Ini gambar screen-shot nya:

bush1

atau yang ini:

3. http://www.max4object.com/games/file.php?f=167
Ini tampilan screen-shot nya:

bush2

Komentar saya atas semua game tersebut: lucu habis. Kreatif sekali para pembuat game ini. Yang paling bagus menurut saya game nomor 2.

Kategori: Gado-gado

Motor Beratap

29 November 2008 · & Komentar

Kreatif juga mahasiswa Teknik Mesin Universitas Islam Indonesia Yogyakarta ini. Mereka mendesain motor jetmatic merek Vario dengan atap di atasnya. Sekilas tampak seperti bajaj. Mungkin maksud penambahan atap supaya pengendara motor terhindar dari sengatan panas matahari. Tapi nggak janji kalau aman dari terpaan hujan. Jika hujan rintik-rintik sih bisa terlindung, bagaimana kalau hujan deras dan berangin? Dipastikan pengendaranya akan basah kuyup juga.

Dipotret pada pameran NIC (National Innovation Contest) yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) ITB beberapa waktu yang lalu.

atap-motor

Kategori: Gado-gado

Buronan Mertua?

29 November 2008 · & Komentar

Ada-ada saja tulisan di belakang kaos ini. Bikin senyum orang-orang yang membaca di belakangnya. Biker ini mungkin menjadi “buronan mertua”, silakan lihat di “www.menantubejat.com”. Dipotret di antara kemacetan jalan Supratman Bandung kala sore hari.

buronan

Kategori: Gado-gado

Keluarga Obama?

21 November 2008 · & Komentar

Afrika memang negeri yang eksotik. Foto di bawah ini sangat menarik. Mungkinkah ini rombongan keluarga Obama yang ramai-ramai menuju Washington untuk menghadiri pelantikan Obama? Sekedar bercanda. (Sumber foto: dari milis dosen). Klik foto untuk melihat lebih besar.
obama-family

Kategori: Gado-gado

Menjarah Uang lewat Ponsel

15 Agustus 2008 · & Komentar

Kenapa ya di dunia ini ada saja orang yang mencari rizki dengan cara yang tidak halal? Sebuah SMS di pagi hari masuk ke ponsel saya. Pengirimnya: TELKOMSEL. Isinya begini:

Semarak TELKOMSELpoin 2008/2009 priode ke-4. sim-Card anda mendapat Hadiah Rp25 juta’ utk info hubcust.service; 021-33221222/021-33221555. Terima kasih.

Saya sudah yakin ini pasti penipuan. Dari sintaks EYD saja kalimatnya sudah banyak yang salah ketik. Tapi, untuk lebih meyakinkan lagi saya telpon kantor Telkomsel Bandung. Saya tanyakan apa benar Telkomsel punya program Semarak TELKOMSEpoin. “Benar”, jawab si mbak di seberang sana. Lalu saya jelaskan SMS yang saya terima dan si mbak menanyakan nomot telpon cust. service yang tercantum di pesan itu. “Abaikan saja Pak, sudah banyak orang yang tertipu dengan SMS semacam itu. Telkomsel tidak mungkin memberitahu pemenang lewat SMS, pasti diumumkan lewat iklan di koran dan dihubungi via surat”, jawab si mbak dengan ramah (walah, walah, kok saya malah mengiklankan operator seluler di sini ya?).

Sudah banyak orang yang tertipu dengan SMS semacam itu. Coba deh baca surat pembaca di koran yang menceritakan kasus yang dialami penulis surat. Setelah nomor di dalam pesan dihubungi, orang yang mengaku cust service atau Bapak ini, Ibu itu, dsb, menyuruh si korban datang ke ATM (biasanya ATM BCA, untung saja saya tidak menabung di bank itu). Bapak di seberang sana menjanjikan hadiah akan ditransfer via ATM. Di dalam ruang ATM, si korban tetap berhubungan dengan si Bapak dengan ponsel. Seperti terhipnotis saja, si korban menurut saja arahan si Bapak untuk menjalankan instruksi dengan menekan tombol-tombol di ATM. Hasilnya, hadiah yang dijanjikan bukannya masuk ke rekening si korban, sebaliknya uang di rekening si korban terkuras masuk ke rekening si penipu. Si korban baru sadar setelah pengaruh hipnotis hilang (beneran gitu seperti dihipnotis?), lalu mengecek saldo rekeningnya. Bukannya untung, malah buntung. Uangnya habis dijarah si penipu.

Penipuan semacam ini, dengan aneka variasi, sebenarnya sudah basi, tetapi masih saja sering terjadi. Tetap saja banyak orang yang tergiur dan mau menurut kata-kata si penipu. Siapa yang tidak mau iming-iming hadiah yang besar (biasanya di atas 20 juta) di zaman serba sulit begini.
Penjarahan uang lewat ponsel punya banyak jurus. Cara yang lebih ‘halus’ adalah dengan menguras pulsa si korban. Saya dapat SMS yang isinya begini:

Mau berlibur ke Eropa bersama artis ternama? Ikuti program Spring Tour berhadiah paket liburan dan uang saku untuk berdua. Ketik: REG SPRING nama, kirim ke 1212.

Nah, si calon korban yang tidak ngeh dan tergiur dengan iming-iming hadiah besar mencoba mengikuti program tersebut dengan mengetikkan REG seperti perintah yang dimaksud lalu kirim ke nomor yang dituliskan. Setelah REG ebrhasil, dia akan menerima setiap hari beberapa buah SMS dari operator yang berisi berbagai pertanyaan. Dalam sehari bisa 2 hingga 4 buah pesan SMS yang datang. Setiap pesan SMS yang datang akan mengurangi pulsanya secara otomatis. Celakanya, si korban tidak bisa melakukan UNREG. Meski sudah UNREG beberapa kali, tetap saja dia dibanjiri pesan dari operator setiap hari hingga pulsanya habis. Mau isi pulsa baru? Tetap saja dia dibombardir dengan pesan dari operator. Apa harus ganti nomor segala untuk menghindari sedot pulsa itu?

Bagi si penipu, apa dia tidak takut kalau uang haram yang dia peroleh tidak akan membawa berkah baginya di dunia maupun di akhirat?

Kategori: Gado-gado

Masih SMP Sudah Merokok, Merokok Awal dari Penggunaan Narkoba

13 Agustus 2008 · & Komentar

Di dekat kompleks perumahan saya di Antapani ada sebuah SMP negeri. Anak-anak SMP kalau mau ke sekolahnya sering melewati jalan di dekat rumah saya, jalan pintas gitu. Saya suka memperhatikan kelakuan anak SMP itu. Pada jam-jam belajar di sekolah saya sering melihat sekolompok anak SMP yang membolos. Mereka bukannya belajar di kelas, tapi malah asik nongkong di pos ronda, sebagian lagi main Play Station di rumah tetangga yang ada warung dan rental PS nya (NB: saya paling tidak setuju ada tetangga yang buka usaha PS, sebab membuat anak-anak jadi sering main PS daripada belajar, tapi gimana ya itu hak orang lain mencari usaha, saya tidak bisa protes). Nah, anak-anak SMP yang mbolos itu terlihat asik merokok. Saya tebak-tebak dari seragamnya yang baru pasti mereka masih kelas 1 SMP, baru 2 bulan meninggalkan bangku SD. Anak-anak itu menikmati sekali rokok itu, sebentar-sebentar asapnya dihembuskan ke atas, persis seperti orang dewasa merokok. Gayanya itu lho, seperti sudah pengalaman merokok saja.

Saya yakin pasti mereka merokok itu karena ada kesempatan bebas dan jauh dari pantauan orangtua dan guru. Di rumah mungkin mereka tidak berani merokok karena pasti dimarahi, tapi begitu dapat kesempatan mereka akan melakukannya. Sebagian besar remaja menjadi perokok karena terpengaruh teman. Awalnya coba-coba atau dipanas-panasi teman. Kalau nggak merokok dibilang nggak keren, kurang macho, ketinggalan zaman, anak ingusan, dan lain-lain. Akhirnya, remaja tanggung yang ingin diakui eksistensi di depan kelompoknya terjerumus juga dengan kebiasaan merokok.

Tentang bahaya merokok kita sudah sama-sama mahfum, jadi tidak perlu dibahaslagi. Menurut penelitian yang saya baca (lupa dimana pernah baca), merokok adalah gerbang menuju penggunaan narkoba. Hampir semua pencandu narkoba adalah perokok. Seorang pencandu narkoba di sebuah panti rehabilitasi pernah mengatakan begini: jangan pernah sekali mencoba merokok, karena awal dari kecanduan narkotika dimulai dari kebiasaan merokok.

Benar juga sih kalau dipikir-pikir. Merokok menimbulkan kenikmatan bagi pengisapnya. Mungkin nikotin di dalamnya yang membuat efek nikmat itu. Nah, lama-lama si perokok mungkin ingin mencoba sensasi nikmat yang lebih lagi, maka di dalam batang rokok disisipkan linting ganja atau sejenisnya. Makin nikmat lagi kalau mengisap dilakukan secara bersama-sama. Akhir cerita kita sudah sama-sama paham, sekali memakai narkoba maka efeknya ketagihan yang tidak berkesudahan.

Narkoba bersaudara kandung dengan minuman keras. Pencandu narkoba umumnya adalah peminum. Di Bandung begitu sering saya melihat anak-anak yang masih belia sudah biasa minum minuman keras yang mudah dibeli di warung-warung dan toko swalayan. Anak-anak muda kita sudah dirusak dengan narkoba dan minuman keras sampai ke desa-desa.

Yang lebih mengerikan lagi, para pemabuk dan pencandu mudah terjerumus ke dalam praktek seks bebas. Perempuan dan laki-laki muda yang sudah terjerumus pada kebiasaan buruk itu sering kumpul-kumpul, bicara ngalor-ngidul di tempat kongkow-kongkow. Yang perempuan mungkin pencandu juga atau dijebak dengan minuman keras yang sudah dicampur obat tidur, lalu terjadilah apa yang seharusnya tidak boleh dilakukan mereka.

Hmmm…saya menyimpulkan, awal dari semua kemaksiatan di atas adalah rokok. Dari rokok –> narkoba–>minuman keras—>seks pra nikah. Memang tidak semua perokok terjerumus lebih dalam seperti arah panah itu, tetapi begitulah yang banyak terjadi.

Karena itu, anak-anak harus kita jauhi dari rokok. Ayah atau ibuya jangan merokok supaya tidak ditiru pula oleh anak (alhamdulillah saya belum pernah merokok sejak dulu kala). Selain itu orangtua juga perlu mengetahui dengan siapa anak-anaknya bergaul, apa kegiatannya, dan lain-lain. Zaman sekarang pengaruh lingkungan sangat dahsyat mempengaruhi anak-anak.

Kategori: Gado-gado

Film “Ayat-ayat Cinta”, Boleh Juga

3 Maret 2008 · & Komentar

Terdorong rasa penasaran oleh promosi yang cukup gencar dan cerita dari mulut ke mulut, akhirnya saya menyempatkan diri datang ke bioskop untuk menonton film Ayat-ayat Cinta, karya sineas muda Hanung Bramantyo.

Film “Ayat-ayat Cinta”

Film ini diangkat dari novel best seller karya Habiburrahman El-Shiraj yang berjudul sama, Ayat-ayat Cinta, yang diterbitkan oleh Penerbit Republika. Sebelumnya novel ini merupakan cerita bersambung di Harian Republika. Ketika dimuat di koran itu, reaksi pembaca tidak seheboh ketika diterbitkan menjadi novel. Novel ini telah terjual 400.000 eksemplar, sebuah angka yang sangat fantastis. Penulisnya tentu telah menjadi seorang miliarder baru.

Novel “Ayat-ayat Cinta”

Saya tidak akan menceritakan seluruh isi film ini. Nonton langsung saja, deh. Intinya kisah tentang sorang mahasiswa Indonesia bernama Fahri yang kuliah S2 di Universitas Al-Azhar, Mesir. Fahri berasal dari keluarga miskin, tetapi karena budi pekertinya yang baik, santun, sikapnya yang terjaga sesuai syariat agama (tidak mau menyentuh wanita, tidak mengenal istilah pacaran, dsb), dan ditunjang oleh wajahnya yang tampan, ia dicintai oleh 4 orang wanita sekaligus: Nurul, Aisha, Nuora, dan Maria (wanita Kristen Koptik). Tetapi Fahri akhirnya menikah dengan wanita kaya, Aisha. Cerita bergulir dan diwarnai kisah dramatik yang menceritakan Fahri dituduh telah memperkosa Nuora, sebelum akhirnya Fahri “diselamatkan” oleh Maria. Sebelumnya Maria dinikahi Fahri atas permintaan Aisha agar Maria bangun dari tidur komanya dan dapat memberikan kesaksian untuk membebaskan Fahri dari fitnah. Cerita berakhir happy ending, Maria meninggal akibat penyakit yang dideritanya disaat Aisha akan melahirkan (mungkin penulisnya tidak ingin poligami Fahri membuat novelnya menyisakan rasa tidak puas bagi pembaca wanita?).

Selintas isi ceritanya biasa-biasa saja, tidak terlalu istimewa, ya sejenislah dengan cerita roman lainnya. Tetapi penulis novel menjaga alur ceritanya sehingga terkesan islami. Pergaulan antara pria dan wanita di dalam novel itu digambarkan tetap terjaga dalam bingkai syariat agama. Inilah yang membedakannya dengan novel sekuler yang menggambarkan hubungan pria dan wanita secara bebas, seperti novel karya Ayu Utami, Saman, misalnya.

Tetapi ketika novel diangkat menjadi film, tentu lain ceritanya. Cerita di film terkesan melompat-lompat. Meski katanya skenario film dikawal oleh penulis novel, tetapi sutradara film memasukkan beberapa adegan yang tidak ada di novel. Misalnya adegan Fahri dan Maria terlihat berduaan di pinggir Sungai Nil. Mungkin karena pertimbangan “hukum pasar”yang menyebabkan sang sutradara ingin filmnya terkesan romantis, sehingga beberapa adegan yang mengasosiasikan hal itu perlu dimasukkan. Di dalam novel tidak mungkin penulisnya menggambarkan Fahri berkhalwat dengan wanita bukan muhrim di tempat sepi.

Yang agak mengecewakan – dan menurut saya dapat mengurangi daya tarik film – adalah, film ini mengambil lokasi shooting di India, bukan di Mesir seperti novelnya. Wajah Mesir tidak tergambar di dalam film ini. Hanya sedikit snapshot piramid Giza dan suasana padang pasir (ah, di India kan juga ada padang pasir). Padahal saya ingin melihat suasana Universitas Al-Azhar yang terkenal itu, perkampungan Mesir, hiruk pikuk kota Kairo yang indah, sungai Nil, dan lain-lain tentang Mesir. Saya tahu gedung-gedung di film itu adalah bangunan di India dari warna temboknya yang merah dan suram seperti kebanyakan bangunan di India, begitu juga kubah-kubah bangunan yang khas kita lihat di film-film India. Rumah sakitnya juga aneh, masa lantai dan dinding rumah sakit berwarna merah dan coklat. Rumah sakit di mana-mana, termasuk di Mesir, pasti memakai warna putih atau paling tidak warna terang untuk lantai dan dindingnya.

Kejanggalan lain adalah tentang Maria. Maria digambarkan di dalam film itu meminta diajarkan shalat oleh Fahri setelah cukup lama menikah. Masa sih tidak di awal-awal, padahal setelah ia sadar dari koma dan mengucapkan dua kalimat syahadat (masuk Islam), seharusnya dia sudah belajar shalat, kan? Atau, setidaknya sudah diajarkan oleh Fahri, suaminya. Maria juga digambarkan di film itu tetap mempunyai tato salib di pergelangan tangannya meskipun ia sudah menjadi muslimah.

Terlepas dari kekurangan itu, secara keseluruhan film Ayat-ayat Cinta saya nilai bagus, masih berada di dalam batasan koridor nilai-nilai Islam. Saya sarankan anda menonton film ini untuk memuaskan rasa penasaran. Apakah film-nya akan box office seperti novelnya? Kita tunggu saja.

Kategori: Gado-gado

Berhati-hati Minum “Wine”

23 November 2007 · & Komentar

Suatu kali, seorang rekan menawari saya minum anggur (wine) dalam sebuah acara. Yang dia maksud wine adalah minuman anggur yang berkadar alkohol dan biasa disajikan di dalam kafe, hotel, dan klab malam. Secara halus saya mengucapkan terima kasih, saya memilih coca cola sajalah.

Saat ini minum wine sudah menjadi gaya hidup di kota besar. Banyak tempat makan dan  minum yang menyajikan wine ini. Restoran yang berkonsep dine & wine (maksudnya makan malam sekaligus minum anggur) banyak bermunculan. Di Bandung terdapat komunitas penggemar wine, seperti yang pernah dimuat di harian Pikiran Rakyat. Komunitas ini sering berkumpul dan berbagi info mengenai segala sesuatu mengenai wine, seperti cita rasa wine, resto wine, dan acara-acara minum wine.  Minum wine dianggap sebuah prestise dan akhirnya menjadi gaya hidup.

Wine Minuman anggur ada dua, yang pertama wine yang mengandung alkohol, dan kedua tanpa alkohol. Jika tanpa alkohol, maka minuman anggur wine tersebut tidak lebih dari jus anggur. Waktu lebaran dulu, saya dikirimi parsel yang salah satu isinya adalah sebuah botol minuman anggur wine. Setelah saya baca dengan teliti, minman anggur wine tersebut tidak mengandung alkohol dan tertulis minuman jus. Barulah saya berani meminumnya. Tetapi jika minuman anggur wine tersebut melalui proses fermentasi (menghasilkan wine), maka jelas ia mengandung alkohol, maka meminum wine dalam jumlah tertentu dapat memabukkan. Dari sini maka kita dapat menyimpulkan meminum wine yang jelas-jelas mengandung alkohol hukumnya haram bagi umat Islam. Inilah yang tidak disadari oleh sebagian orang, khususnya yang beragama Islam, yang gemar minum wine dan menjadikan minum wine sebagai gaya hidup. Orang lain minum wine,  kita pun ikut-ikutan tanpa memikirkan halal haramnya.

Minum wine bukan tradisi orang Indonesia. Ini adalah tradisi orang Barat. Bagi mereka, minum wine lumrah saja, apalagi sampai mabuk. Tetapi bagi kita, khususnya muslim, tentu harus memikirkan juga syariat agama. Meminum wine yang beralkohol banyak mudharatnya ketimbang manfaatntya. Selain mabuk, alkohol dapat merusak tubuh dan menimbulkan berbagai penyakit (kanker misalnya).   

Jadi, daripada minum wine yang mengandung alkohol, mengapa tidak jus buah saja?Jus buah sehat dan menyehatkan, dan yang pasti halal. Atau, kalau nggak, minum bandrek dan bajigur saja, atuh.

Kategori: Agama · Gado-gado