Arsip Kategori: Renunganku

Randang Kurban

Setiap Hari Raya Idul Adha tiba, saya selalu teringat alamarhumah ibu saya. Ibu kami di Padang selalu mendapat pembagian daging qurban dari masjid, karena ibu ikut kurban di masjid dengan 1/7 sapi. Ditambah dengan ayah (alm) saya yang juga ikut … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Renunganku | 3 Komentar

Dari Ayunan Hingga ke Liang Lahat

Sebuah foto kiriman dari seorang teman di Facebook memmbuat saya merenung cukup lama. Hidup kita ini bagaikan sebuah perjalanan waktu. Dari lahir sebagai bayi, lalu tumbuh sebagai anak-anak, bersekolah, tumbuh remaja, kuliah, bekerja, dewasa, tua, renta, terbaring sakit, dan berakhir … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Renunganku | 2 Komentar

Uban

Tidak terasa uban di rambut kepala saya sudah mulai banyak bertebaran. Tahun lalu ubannya tidak sebanyak sekarang, tetapi sekarang ini… wah sudah tidak terhitung jumlahnya, he..he. Saya suka mematut diri di depan cermin melihat uban-uban yang bertaburan itu. Merasa gagah? … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Renunganku | 9 Komentar

Memanipulasi Nalar Agar Sesuai dengan Pilihan

Selama masa kampanye Pilpres kita dapat melihat bahwa gemerlap dukung mendukung capres lebih terasa di media sosial seperti Facebook, Twitter, blog, dan sebagainya. Di media sosial, para pendukung saling klaim mengklaim bahwa jagoannyalah yang paling bagus dan paling pantas untuk … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Renunganku | 5 Komentar

Ketika Anak Melihat Situs Po**o

Mendidik anak zaman sekarang sangat berat. Setiap hari di sekelilingnya bertebaran perangkap yang dapat menghancurkan masa depannya. Anak kita kan tidak 24 jam bersama kita, ada masa dia bersama teman-temannya. Nah, pergaulan dari teman itulah yang dapat menimbulkan salah satu … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Renunganku | 4 Komentar

Pahlawan yang Tidak Masuk TV (“Unsung Hero”)

Video iklan dari negara Thai membuat saya terkagum-kagum. Iklan beberapa produk di sana dibuat dengan cermat, serius, dan tidak asal-asalan. Hasilnya adalah karya seni yang menimbulkan empati, menyentuh, dan menggetarkan mata batin. Ini berbeda dengan iklan di negara kita yang … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Renunganku | 2 Komentar

Jam Dinding Kenangan

Sewaktu memperbaiki jam tangan di sebuah toko jam di Jalan ABC Bandung, mata saya tertumbuk pada sebuah jam dinding yang dijual di toko itu. Jam dinding bermerek SE*KO itu sudah lama saya cari, karena saya memang ingin memilikinya. Jam dinding … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Renunganku | 5 Komentar