Arsip Kategori: Romantika kehidupan

Bajigur dan Kacang Rebus Aki Jupri

Hampir setiap hari di depan rumah saya lewat pedagang bajigur yang sudah aki-aki (bahasa Sunda, artinya kakek-kakek). Sambil mendorong gerobak kecilnya dia meneriakkan dagangannya, bajiguuurrr….bandreeekkk… kacang rebuuuus…. Terdorong karena rasa iba saya pun memanggilnya, sekalian ingin membeli dagangannya itu. Pak … Lanjut membaca

Ditulis pada Romantika kehidupan | 3 Komentar

Tak Apalah Mahal Sedikit

Setiap kali pulang dari kantor ke rumah, saya selalu melewati kedai buah-buahan yang dimiliki oleh orangtua teman anak saya (dulu waktu di TK). Sebut saja namanya Mas Hamim, dia mengontrak sebuah rumah pinggir jalan sekaligus tempat usahanya berjualan buah-buahan. Kadang-kadang … Lanjut membaca

Ditulis pada Romantika kehidupan | 1 Komentar

Bapak Penyabit Rumput

Laki-laki asal Majalengka ini selalu datang ke rumah saya setiap beberapa bulan sekali. Dia hafal benar kapan rumput di halaman rumah saya sudah memanjang. “Pak, rumputnya mau dipotong?”, tanyanya dengan wajah mengharap. Sejenak saya memperhatikan rumput yang sudah panjang, lalu … Lanjut membaca

Ditulis pada Romantika kehidupan | 1 Komentar

Monyet Pandai Main Egrang

Untuk mengisi postingan yang kosong pada hari yang tidak ada tulisan, saya tampilkan foto seekor monyet yang pintar main egrang. Ini hiburan doger monyet yang sering ditemukan di perempatan jalan di kota Bandung. Si pemilik doger menghibur pengendara yang berhenti … Lanjut membaca

Ditulis pada Romantika kehidupan | Tinggalkan Komentar

Bapak Penarik Beca Pembawa Bambu

Ini foto bapak penarik beca yang membawa bambu panjang dari arah Kiaracondong. Hati-hati sekali dia mengayuh di tengah kepadatan lalu lintas Jalan Jakarta, Bandung. Pelan-pelan dikayuhnya beca sambil menjaga keseimbangan, lengah sedikit beca bisa terbalik. Matanya awas menatap ke depan, … Lanjut membaca

Ditulis pada Romantika kehidupan | 2 Komentar

Tahu Mang Yadi dan Perjuangannya

Di kompleks rumah saya sering lewat pedagang tahu keliling bernama Mang Yadi. Dia menjajakan tahu cibuntu dengan sepeda motor. Tahu cibuntu adalah tahu Bandung yang terkenal karena rasanya enak. Saya termasuk pelanggan setia Mang Yadi, setiap dua hari sekali saya … Lanjut membaca

Ditulis pada Romantika kehidupan | 5 Komentar

Pengamen Langganan

Rumah kami selalu rutin kedatangan pengamen, pengemis, dan pedagang asongan setiap pagi. Entah kenapa hanya ke rumah kami saja, ke rumah tetangga yang lain jarang. Hal itu mungkin karena pintu rumah sering terbuka, pagar rumah kami juga dalam keadaan terbuka … Lanjut membaca

Ditulis pada Romantika kehidupan | 3 Komentar

Nasib Sopir Angkutan Barang

Beginilah nasib supir angkutan barang, PULANG MALU, GA PULANG RINDU. Hanya bisa mengungkapkan isi hati melalui tulisan di belakang mobil. (dipotret sore hari di Jalan AH Nasution, Bandung)

Ditulis pada Romantika kehidupan | Tinggalkan Komentar

Kakek Pengamen dan Cucunya

Di kawasan perumahan yang saya tempati sering lewat seorang kakek pengamen yang membawa serta cucunya. Kadang-kadang dia membawa juga anak perempuannya yang menggendong bayi, jadi mereka empat orang berkeliling perumahan untuk menghibur dengan menyanyi. Sebuah gitar tua diselempangkan ke bahunya. … Lanjut membaca

Ditulis pada Romantika kehidupan | 3 Komentar

Oh, Bapak Penarik Gerobak Sampah (2)

Sewaktu ke kampus Sabtu siang saya kembali melihat pemandangan yang memiriskan hati. Seorang Bapak terengah-engah menarik gerobak sampahnya. Kasihan Bapak itu, gerobak sampahnya sangat berat, ditarik dengan kedua tanganpun tidak kuat, maka dibantulah dengan tali yang dihela dengan badannya. Namun, … Lanjut membaca

Ditulis pada Romantika kehidupan | 2 Komentar