<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Catatanku &#187; Seputar Bandung</title>
	<atom:link href="http://rinaldimunir.wordpress.com/category/seputar-bandung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rinaldimunir.wordpress.com</link>
	<description>Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Jan 2010 07:59:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='rinaldimunir.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/02f88ff696dff6961cd8a2f32e0547d0?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Catatanku &#187; Seputar Bandung</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rinaldimunir.wordpress.com/osd.xml" title="Catatanku" />
		<item>
		<title>Bandung Kota Agamis?</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2010/01/07/bandung-kota-agamis/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2010/01/07/bandung-kota-agamis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 07:31:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar Bandung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=2047</guid>
		<description><![CDATA[Minggu lalu ada berita yang cukup heboh di Bandung. Sebuah kafe di Pascal Hypersquare, namanya kafe Bell Air, diciduk polisi karena menampilkan tarian striptis alias tarian (maaf) telanjang (baca beritanya di sini). Tidak tanggung-tanggung, beberapa hari kemudian Pak Walikota Dada Rosada langsung mendatangi kafe itu. Di sana Pak Dada sempat marah-marah kepada pengelola kafe yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=2047&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Minggu lalu ada berita yang cukup heboh di Bandung. Sebuah kafe di Pascal Hypersquare, namanya kafe Bell Air, diciduk polisi karena menampilkan tarian striptis alias tarian (maaf) telanjang (baca beritanya <a href="http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&amp;id=119061">di sini</a>). Tidak tanggung-tanggung, beberapa hari kemudian Pak Walikota Dada Rosada langsung mendatangi kafe itu. Di sana Pak Dada sempat marah-marah kepada pengelola kafe yang nakal itu. Dia mengancam akan menutup kafe tersebut karena sudah mencemarkan wacana kota Bandung sebagai kota agamis.</p>
<p>Sejak dulu memang selalu berkembang wacana untuk menjadikan Bandung kota agamis. Kota agamis secara sederhana dapat diartikan sebagai kota yang bebas maksiat. Usaha ke arah itu sudah ada, misalnya ditutupnya lokalisai Sar*t*m, lalu eks lokasi pelacuran itu dijadikan Pesantren Attaubah. Namun, kesan yang ada di benak publik selama ini adalah aksi yang sering dilakukan untuk menjadikan Bandung sebagai kota agamis itu baru sebatas masalah prostitusi saja, padahal sebenarnya banyak aspek kemaksiatan lain yang belum tersentuh. </p>
<p>Bandung adalah kota hiburan dan kota pelesir warga Jakarta. Di sini banyak tempat hiburan malam mulai dari pub, klab malam, panti pijat, diskotik, kafe, dan sebagainya. Keberadaan tempat hiburan malam itu  tidak bisa dilarang karena memang ada sekelompok orang yang kesenangannya adalah dugem dan menghabiskan waktu malamnya untuk senang-senang. Ini negara demokrasi dimana setiap orang bebas untuk melakukan apa saja yang dia mau. Namun, kebebasan yang diberikan itu ternyata disalahgunakan oleh sebagian pemilik hiburan. Di tengah persaingan hiburan malam yang sengit, mereka mencari upaya untuk menarik pengunjung sebanyak-banyaknya, antara lain dengan menu tarian erotis semacam itu. Kesan bahwa tempat hiburan malam adalah tempat transaksi seks bebas, narkoba, dan mabuk-mabukan susah dihilangkan dari benak masyarakat. Jadi, bagaimana mau menjadikan Bandung sebagai kota agamis jika praktek kemaksiatan masih bebas berlangsung di tempat-tempat hiburan malam itu. </p>
<p>Sebagai kota yang dekat dengan Jakarta, maka perkembangan gaya hidup kota metropolitan mau tidak mau cepat pula merembet ke kota Bandung. Hal yang dulu tabu sekarang sudah menjadi pemandangan biasa. Masyarakat sudah tidak mempedulikan lagi orang-orang yang berpakaian seronok yang serba terbuka atau bersikap cuek dengan pasangan anak muda sedang berangkulan erat dan berpelukan di tempat-tempat umum. Laki-laki dan perempuan tampak bergaul begitu bebas. Tidak ada yang berani menegur atau mempersoalkan karena hampir semua orang berpikir itu adalah urusan privasi yang bersangkutan. </p>
<p>Itulah Bandung, kota gemerlap yang ingin menunjukkan dirinya sebagai kota agamis. Perlu waktu panjang dan usaha yang keras dari pengelola kota untuk menjadikan Bandung kota yang &#8220;bersih&#8221; dari kemaksiatan. Sulit memang, tapi tetap tidak boleh putus asa.    </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/2047/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/2047/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/2047/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/2047/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/2047/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/2047/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/2047/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/2047/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/2047/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/2047/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=2047&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2010/01/07/bandung-kota-agamis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Foto-foto Bandung Tempo Doeloe</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/12/10/foto-foto-bandung-tempo-doeloe/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/12/10/foto-foto-bandung-tempo-doeloe/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 07:10:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar Bandung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=1988</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Oktober dan November yang lalu di Bandung diadakan festival komunitas kreatif yang bernama Helarfest (baca kegiatan ini di sini). Nah, panitia Helarfest memajang foto-foto Bandung tempo doeloe seukuran papan billboard. Foto-foto itu dipajang pada tiang penyangga jalan layang Pasupati di sepanjang jalan Cikapayang. Pengendara yang melewati jalan di bawah jembatan layang ini tentu dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=1988&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bulan Oktober dan November yang lalu di Bandung diadakan festival komunitas kreatif yang bernama Helarfest (baca kegiatan ini <a href="http://www.kompas.com/read/xml/2009/10/16/20473223/helarfest.2009.pesta.kreatif.warga.bandung..">di sini</a>). Nah, panitia Helarfest memajang foto-foto Bandung <em>tempo doeloe</em> seukuran papan <em>billboard</em>. Foto-foto itu dipajang pada tiang penyangga jalan layang Pasupati di sepanjang jalan Cikapayang. Pengendara yang melewati jalan di bawah jembatan layang ini tentu dapat menikmati forto-foto besar yang menampilkan kota Bandung pada awal abad 20. Hingga sekarang foto-foto besar itu masih dipajang.</p>
<p>Kemarin saya menyempatkan diri turun dari kendaraan dan memfoto foto-foto yang menarik itu sepanjang jalan Cikapayang. Sebagai penggemar foto, saya sangat suka mengabadikan hal-hal menarik yang saya lihat sepanjang perjalanan. Berikut hasil jepretan saya (dengan kamera ponsel). Klik foto untuk melihat lebih besar.</p>
<p>1. Foto perempatan jalan A.Yani dan Jalan Riau (Martadinata) pada tahun 1920.</p>
<p><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00944.jpg"><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00944.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" title="DSC00944" width="500" height="375" class="aligncenter size-full wp-image-1989" /></a></p>
<p>2. Jalan Riau pada tahun 1917. </p>
<p><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00954.jpg"><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00954.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" title="DSC00954" width="500" height="375" class="aligncenter size-full wp-image-1990" /></a></p>
<p>3. Alun-alun Bandung pada tahun 1938.</p>
<p><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00949.jpg"><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00949.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" title="DSC00949" width="500" height="375" class="aligncenter size-full wp-image-1999" /></a></p>
<p>4. Jalan Asia Afrika pada tahun 1920</p>
<p><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00946.jpg"><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00946.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" title="DSC00946" width="500" height="375" class="aligncenter size-full wp-image-1992" /></a></p>
<p>5. Jalan Braga pada tahun 1911</p>
<p><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00945.jpg"><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00945.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" title="DSC00945" width="500" height="375" class="aligncenter size-full wp-image-1993" /></a></p>
<p>6. Kampus ITB pada tahun 1920</p>
<p><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00948.jpg"><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00948.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" title="DSC00948" width="500" height="375" class="aligncenter size-full wp-image-1994" /></a></p>
<p>7. Kologdom (markas militer) pada tahun 1923</p>
<p><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00951.jpg"><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00951.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" title="DSC00951" width="500" height="375" class="aligncenter size-full wp-image-1995" /></a></p>
<p>8. Jalan antara Kopo dan Ciwidey pada tahun 1880</p>
<p><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00953.jpg"><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00953.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" title="DSC00953" width="500" height="375" class="aligncenter size-full wp-image-1996" /></a></p>
<p>9. Masjid Agung dan alun-alun Bandung pada tahun 1890</p>
<p><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00955.jpg"><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00955.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" title="DSC00955" width="500" height="375" class="aligncenter size-full wp-image-1997" /></a></p>
<p>10. Seputar GOR Saparua pada tahun 1930</p>
<p><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00952.jpg"><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00952.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" title="DSC00952" width="500" height="375" class="aligncenter size-full wp-image-1998" /></a></p>
<p>11. Taman Balaikota pada tahun 1920</p>
<p><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00947.jpg"><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00947.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" title="DSC00947" width="500" height="375" class="aligncenter size-full wp-image-2000" /></a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/1988/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/1988/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/1988/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/1988/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/1988/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/1988/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/1988/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/1988/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/1988/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/1988/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=1988&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/12/10/foto-foto-bandung-tempo-doeloe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00944.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00944</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00954.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00954</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00949.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00949</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00946.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00946</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00945.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00945</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00948.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00948</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00951.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00951</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00953.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00953</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00955.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00955</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00952.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00952</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00947.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00947</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Counter Down&#8221; Prapatan Penghilang Ketidaksabaran</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/12/03/counter-prapatan-penghilang-ketidaksabaran/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/12/03/counter-prapatan-penghilang-ketidaksabaran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 04:55:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar Bandung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=1931</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya di Bandung dipasang juga pencacah hitung mundur (counter down) lampu lintas. Pengalaman banyak orang, kalau berhenti di jalan karena lampu merah sedang menyala, seringkali pengendara   ngedumel, tidak sabaran menunggu lampu hijau menyala. Kok lama sekali lampu merahnya? Untunglah sekarang pada traffic light di beberapa prapatan jalan dipasang pencacah hitung mundur sehingga pengendara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=1931&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Akhirnya di Bandung dipasang juga pencacah hitung mundur (<em>counter down</em>) lampu lintas. Pengalaman banyak orang, kalau berhenti di jalan karena lampu merah sedang menyala, seringkali pengendara   <em>ngedumel</em>, tidak sabaran menunggu lampu hijau menyala. <em>Kok </em>lama sekali lampu merahnya? Untunglah sekarang pada <em>traffic light</em> di beberapa prapatan jalan dipasang pencacah hitung mundur sehingga pengendara bisa tahu berapa lama lagi lampu merah akan berakhir.</p>
<p>Foto di bawah ini lampu lintas dengan pencacah hitung mundur di pertigaan Gedung Sate (cuaca lagi cerah):</p>
<p><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00915.jpg"><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00915.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" title="DSC00915" width="500" height="375" class="aligncenter size-full wp-image-1932" /></a></p>
<p>Kalau yang ini di perempatan Jalan Merdeka (lagi mendung):</p>
<p><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00917.jpg"><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00917.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" title="DSC00917" width="500" height="375" class="aligncenter size-full wp-image-1934" /></a></p>
<p>Keberadaan pencacah hitung mundur itu dapat mengurangi efek psikologis bagi pengendara yang sering dilanda ketidakpastian kapan lampu merah berakhir. Jadi, kalau melihat pencacah melakukan hitung mundur, pengendara tidak merasa <em>bete</em> lagi. Sebenarnya kota Bandung termasuk telat mengimplementasikan pencacah hitung mundur ini, di kota lain itu sudah biasa ditemukan (atau saya yang &#8220;kuper&#8221; sehingga baru tahu sekarang?). <em>Emang sih</em>, belum semua prapatan lampu lintas dipasang pencacah ini. <em>Nggak </em>apalah telat, lebih baik daripada tidak ada sama sekali.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/1931/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/1931/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/1931/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/1931/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/1931/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/1931/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/1931/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/1931/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/1931/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/1931/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=1931&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/12/03/counter-prapatan-penghilang-ketidaksabaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00915.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00915</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/12/dsc00917.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00917</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makin Banyak Toko Buku Diskon, Makin Baik</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/09/14/makin-banyak-toko-buku-diskon-makin-baik/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/09/14/makin-banyak-toko-buku-diskon-makin-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 06:52:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar Bandung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=1663</guid>
		<description><![CDATA[Dulu (saya kira masih sampai saat ini), kalau orang Bandung ingin membeli buku dengan harga murah, cukup pergi ke Pasar Palasari. Pasar Palasari adalah bursa buku dengan harga miring, karena semua buku dijual dengan potongan harga 25%. Bukan buku bekas yang dijual di sana, tetapi memang buku baru dari penerbit resmi. Pedagang buku biasanya memperoleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=1663&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dulu (saya kira masih sampai saat ini), kalau orang Bandung ingin membeli buku dengan harga murah, cukup pergi ke Pasar Palasari. Pasar Palasari adalah bursa buku dengan harga miring, karena semua buku dijual dengan potongan harga 25%. Bukan buku bekas yang dijual di sana, tetapi memang buku baru dari penerbit resmi. Pedagang buku biasanya memperoleh diskon dari penerbit sebesar 30%, nah pedagang menjual buku ke pembeli dengan potongan harga 25%, jadi masih ada margin keuntungan 5% dari setiap buku. Meskipun kecil, tetapi kalau buku terjual dalam jumlah banyak tentu memberi keuntungan lumayan besar juga. Ini berbeda dengan toko besar seperti Gramedia yang menjual buku tanpa potongan harga sama sekali. Karena itu, ada guyonan dikalangan konsumen buku seperti ini: kalau lihat-lihat buku di Gramedia, tapi membelinya di Palasari <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Namun saat ini pasar buku Palasari mendapat saingan berat. Di kota Bandung sejak 3 tahun lalu hadir toko buku diskon <strong>Toga Mas d</strong>i Jalan Supratman. Toko buku ini memadukan konsep toko buku Gramedia dan Palasari. Kalau di Palasari toko-toko buku umumnya berupa deretan kios, sehingga kita tidak bisa memilih sendiri buku secara swalayan, tetapi di Toga Mas buku-buku ditaruh di dalam rak-rak atau di atas meja sehingga pembeli bisa memilih sendiri buku yang diinginkannya. Ini sama seperti konsep toko buku di Gramedia. Semua buku dijual dengan harga miring, dengan diskon antara 15% hingga 25%, mirip dengan konsep pasar buku Palasari. Selain itu, kita juga mendapat layanan menyampul buku dengan sampul plastik secara gratis.  </p>
<p><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/09/dsc00697.jpg?w=500&#038;h=375" alt="DSC00697" title="DSC00697" width="500" height="375" class="aligncenter size-full wp-image-1664" /></p>
<p>Toko buku Toga Mas ini kabarnya milik Pak Tung Desem Waringin, seorang penulis berbagai buku dan motivator manajemen yang terkenal. Suasana di toko buku ini lumayan tenang dan adem, apalagi bangunan toko adalah rumah peninggalan Belanda yang terkesan kuno. Ada juga komputer yang membantu mencarikan buku yang kita inginkan. Saya sering membeli buku di sini, baik untuk anak maupun untuk diri sendiri. Kadang-kadang setiap hari Sabtu saya mampir ke sana untuk sekadar membaca-baca aneka majalah (tentu sambil berdiri, he..he, kebiasaan zaman mahasiswa). Meskipun tidak berniat membeli, namun majalah boleh dibaca oleh pengunjung. Kalau di Gramedia mana bisa seperti itu ya, sebab setiap majalah dibungkus dengan plastik. </p>
<p>Tanggal 9 September 2009 (sengaja pada tanggal &#8220;ajaib&#8221;, 9-9-09), ada satu toko buku diskon lagi yang baru dibuka, namanya <strong>Rumah Buku</strong>. Lokasinya di Jalan Supratman juga, tidak jauh dari Toga Mas (hmm&#8230; mau bersaing rupanya, kok jaraknya berdekatan). Toko buku Rumah Buku ini memberi diskon lebih besar lagi, yaitu 35%.Wah, siapa yang tidak tertarik dengan diskon besar seperti itu.</p>
<p><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/09/dsc00699.jpg?w=500&#038;h=375" alt="DSC00699" title="DSC00699" width="500" height="375" class="aligncenter size-full wp-image-1665" /></p>
<p>Pulang dari kantor, saya mengunjungi toko buku baru ini. Pegawainya ramah-ramah, namun kalau saya perhatikan koleksi bukunya masih sedikit, belum selengkap di Toga Mas. </p>
<p><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/09/dsc00698.jpg?w=500&#038;h=375" alt="DSC00698" title="DSC00698" width="500" height="375" class="aligncenter size-full wp-image-1666" /></p>
<p>Ups&#8230;diskon 35% itu ternyata hanya selama promosi saja, sebab sesudah masa promosi saya tidak yakin diskonnya setinggi itu lagi, paling-paling tidak jauh beda dengan diskon di Togas Mas.  </p>
<p>Tak apalah, bagi saya dan bagi kalangan pelajar, mahasiswa, maupun umum di Bandung, makin banyak toko buku diskon makin baik. Saat ini harga buku makin mahal saja, makin tidak terjangkau oleh kalangan bawah. Dengan banyaknya kehadiran toko buku diskon, kita dapat memperoleh buku dengan harga lebih murah daripada di toko buku besar sepeti di Gramedia atau Gunung Agung (ups.. maaf ya penyebutan langsung kedua toko buku ini). Buku sangat penting untuk mencerdaskan bangsa. Jadi, bagi para pengusaha yang kelebihan uang, buatlah toko buku diskon di berbagai kota di Indonesia agar masyarakat dapat membeli buku dengan harga terjangkau, seperti yang dilakukan oleh Pak Tung Desem Waringin itu. </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/1663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/1663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/1663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/1663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/1663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/1663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/1663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/1663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/1663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/1663/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=1663&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/09/14/makin-banyak-toko-buku-diskon-makin-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/09/dsc00697.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00697</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/09/dsc00699.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00699</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/09/dsc00698.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00698</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Brrr&#8230;Bandung Dingin Sekali</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/07/31/brrr-bandung-dingin-sekali/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/07/31/brrr-bandung-dingin-sekali/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 06:24:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar Bandung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=1516</guid>
		<description><![CDATA[Kalau anda ke Bandung bulan-bulan ini, jangan lupa bawa jaket atau baju hangat. Suhu udara&#8230; brrr&#8230; dingin sekali pada pagi, siang, dan sore hari. Padahal, sekarang bukan musim hujan, tetapi musim kemarau. Awal musim kemarau suhunya memang selalu begini padahal matahari bersinar terik. Begitu dingin sehingga besi saja kalau dipegang terasa seperti es. 
Suhu dingin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=1516&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kalau anda ke Bandung bulan-bulan ini, jangan lupa bawa jaket atau baju hangat. Suhu udara&#8230; brrr&#8230; dingin sekali pada pagi, siang, dan sore hari. Padahal, sekarang bukan musim hujan, tetapi musim kemarau. Awal musim kemarau suhunya memang selalu begini padahal matahari bersinar terik. Begitu dingin sehingga besi saja kalau dipegang terasa seperti es. </p>
<p>Suhu dingin ditambah lagi dengan angin yang membawa udara dingin. Anginnya <em>sih </em>kering, tetapi ketika terkena kulit terasa begitu menggigit hingga menusuk tulang. Kalau malam anginnya terasa lebih dingin lagi. Awal musim kemarau adalah musimnya banyak orang Bandung sakit, perhatikan tuh dokter umum dan dokter spesialis anak penuh dengan pasien.</p>
<p>Tapi, suhu dingin ini tidak akan lama. Menjelang akhir Agustus nanti  suhu udara akan mulai panas dan gerah. Itulah awal puncak kemarau. Gerahnya sedemikian rupa sehingga kalau malam terasa panas, tidur sampai perlu kipas angin. Bulan Ramadhan tahun ini bertepatan dengan musim kemarau panjang.</p>
<p>Liburan panjang akan berakhir, sekarang siap-siap melayani mahasiswa yang akan perwalian semester baru, siap-siap pula menerima mahasiswa 2008 yang telah memilih Prodi IF. Ritme perkuliahan akan dimulai di awal bulan Ramadhan ini.   </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/1516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/1516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/1516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/1516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/1516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/1516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/1516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/1516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/1516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/1516/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=1516&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/07/31/brrr-bandung-dingin-sekali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siapa Bilang Orang Sunda nggak Bisa Ngomong &#8220;F&#8221;?</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/07/30/siapa-bilang-orang-sunda-nggak-bisa-ngomong-f/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/07/30/siapa-bilang-orang-sunda-nggak-bisa-ngomong-f/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2009 05:35:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gado-gado]]></category>
		<category><![CDATA[Seputar Bandung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=1511</guid>
		<description><![CDATA[Waktu nyari-nyari gambar via mbah Google, ketemu gambar lucu ini:

Aya-aya wae nya&#8230;, benar-benar pitnah!!! (eh, kok malah ketularan, hi..hi..hi). 
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=1511&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Waktu <em>nyari-nyari </em>gambar via mbah Google, ketemu gambar lucu ini:</p>
<p><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/07/sunda.jpg?w=500&#038;h=411" alt="sunda" title="sunda" width="500" height="411" class="aligncenter size-full wp-image-1512" /></p>
<p><em>Aya-aya wae nya&#8230;, benar-benar pitnah!!!</em> (eh, kok malah ketularan, hi..hi..hi). </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/1511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/1511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/1511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/1511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/1511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/1511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/1511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/1511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/1511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/1511/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=1511&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/07/30/siapa-bilang-orang-sunda-nggak-bisa-ngomong-f/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/07/sunda.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sunda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasi Timbel Merah Ceu Eti</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/02/25/nasi-timbel-merah-ceu-eti/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/02/25/nasi-timbel-merah-ceu-eti/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2009 05:50:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makanan enak]]></category>
		<category><![CDATA[Seputar Bandung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=1123</guid>
		<description><![CDATA[Bagi penggemar nasi timbel, Nasi Timbel Istiqamah di Jalan Taman Citarum Bandung mungkin tidak asing lagi. Berada di pinggir jalan di depan masjid, setiap jam makan siang warung tenda ini ramai dengan orang-orang yang datang untuk makan. Kalau hari Sabtu dan Minggu apalagi, para wisatawan dari Jakarta ramai-ramai makan di sini bersama keluarganya. Bagi orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=1123&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bagi penggemar nasi timbel, Nasi Timbel Istiqamah di Jalan Taman Citarum Bandung mungkin tidak asing lagi. Berada di pinggir jalan di depan masjid, setiap jam makan siang warung tenda ini ramai dengan orang-orang yang datang untuk makan. Kalau hari Sabtu dan Minggu apalagi, para wisatawan dari Jakarta ramai-ramai makan di sini bersama keluarganya. Bagi orang Jakarta, ke Bandung itu ya untuk makan dan belanja-belanja.  </p>
<p>Tapi sekarang Nasi Timbel Istiqamah sudah pindah ke Jalan Citarum, di samping Rumah Makan Raja Melayu. Bukan berbentuk warung tenda lagi, tetapi sudah berupa pondok permanen, yang tempat parkirnya sudah diatur oleh juru parkir. Tidak asik lagi makan di sana, tidak seperti dulu makan di pinggir jalan di bawah naungan pohon dan deru kendaraan terasa lebih asik dan nikmat. Lagipula terlalu ramai, apalagi Hari Sabtu, padahal saya kurang suka tempat makan yang terlalu ramai. </p>
<p>Sepeninggal Nasi Timbel Istiqamah, bermunculan warung nasi timbel lain di seputar Masjid Istiqamah dengan rasa yang tidak jauh berbeda, salah satunya Nasi Timbel <em>Ceu </em>Eti. <em>Ceu </em>itu panggilan buat wanita Sunda. </p>
<p>Siang ini saya makan nasi timbel merah Ceu Eti yang jualan di depan Masjid Istiqamah, Jalan Taman Citarum, Bandung. Warungnya tidak terlalu padat, jadi bisa makan lebih santai. </p>
<p><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/02/ceueti.jpg?w=500&#038;h=375" alt="ceueti" title="ceueti" width="500" height="375" class="alignright size-full wp-image-1124" /></p>
<p>Nasi timbel merah&#8230; waah saya suka sekali itu. Nasi timbel merah dibuat dari beras merah. Entah siapa yang memulai pertama kali membuat nasi timbel beras merah di tatar Pasundan ini. Yang jelas nasi timbel merah itu menyehatkan karena mengandung vitamin B. Cocok juga buat orang yang diet. Kalau beras merahnya kualitas nomor 1 nasi timbelnya akan terasa pulen seperti nasi putih. </p>
<p>Seperti Nasi Timbel Istiqamah, Nasi Timbel Ceu Eti menyajikan masakan Sunda yang serba pepes: pepes ayam, pepes jamur, pepes tahu, pepes ikan, dan lain-lain. Ada pula yang serba goreng yaitu tahu goreng, tempe goreng, ikan goreng, ayam goreng, ikan asin, dan lain-lain. Masakan Sunda ya begitu itu, sederhana dan tidak bersantan-santan serta tidak berbumbu aneka rupa seperti masakan Padang. Justru karena tidak bersantan itu masakan Sunda tampak lebih sehat karena tidak mengandung banyak lemak. Makan nasi timbel merah dengan lauk semacam itu ditemani sambal terasi, sayur lalap, dan air teh hangat di siang hari jelas terasa nikmat, apalagi nasi merahnya disajikan hangat. Oh ya, selain nasi merah juga ada nasi timbel putih.</p>
<p>Nah, ini yang saya makan di sana: nasi merah, ayam goreng, pepes tahu, ikan asing, sayur lalap, dan sambal terasi. Harganya? Hanya Rp 9.500 untuk semua itu. Murah juga ya.</p>
<p><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/02/nasitimbel.jpg?w=500&#038;h=375" alt="nasitimbel" title="nasitimbel" width="500" height="375" class="alignright size-full wp-image-1125" /></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/1123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/1123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/1123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/1123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/1123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/1123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/1123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/1123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/1123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/1123/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=1123&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/02/25/nasi-timbel-merah-ceu-eti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/02/ceueti.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ceueti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/02/nasitimbel.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nasitimbel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jalan Dago Bersih dari Papan Iklan. Semuanya? Tidak</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/12/29/jalan-dago-bersih-dari-papan-iklan-semuanya-tidak/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/12/29/jalan-dago-bersih-dari-papan-iklan-semuanya-tidak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2008 09:03:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar Bandung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=898</guid>
		<description><![CDATA[Jalan Dago (nama resminya Jl. Ir. H. Djuanda) adalah salah utama di kota Bandung. Jalan ini sangat bersejarah, karena sudah ada sejak kota Bandung dibangun dulu. Di sepanjang jalan ini berderet-deret rumah gaya Belanda. Tapi itu dulu, sekarang Jalan Dago sudah tidak nyaman lagi, sudah menjadi kawasan bisnis. Padat, macet, khususnya di akhir pekan. Rumah-rumah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=898&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Jalan Dago (nama resminya Jl. Ir. H. Djuanda) adalah salah utama di kota Bandung. Jalan ini sangat bersejarah, karena sudah ada sejak kota Bandung dibangun dulu. Di sepanjang jalan ini berderet-deret rumah gaya Belanda. Tapi itu dulu, sekarang Jalan Dago sudah tidak nyaman lagi, sudah menjadi kawasan bisnis. Padat, macet, khususnya di akhir pekan. Rumah-rumah klasik itu sudah berganti dengan <em>factory outlet</em>, bank, mal, restoran, toko, dan lain-lain. Hanya tersisa beberapa buah rumah yang masih dihuni, tapi saya yakin suatu saat pemiliknya akan &#8220;menyerah&#8221; juga dan merelakan rumahnya berganti menjadi tempat bisnis. Harga tanah di Jalan Dago mungkin sudah gila-gilaan kali ya. </p>
<p>Karena Jalan Dago adalah jalan utama, maka puluhan papan iklan (<em>billoard</em>) bertebaran di sepanjang jalan. Kehadiran papan iklan itu merusak estetika Jalan Dago. Sepanjang jalan kita disuguhkan pemandangan reklame yang besar-besar. Sungguh tidak nyaman.</p>
<p>Sukurlah Pemkot mulai &#8220;sadar&#8221;. Melalui Perda nomor sekian, Jalan Dago dan beberapa jalan lainnya dibebaskan dari papan iklan. Beberapa hari ini kalau anda jeli memperhatikan, puluhan reklame dicopot dari papannnya, seperti tampak pada foto di bawah:</p>
<p><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2008/12/dago1.jpg?w=500&#038;h=375" alt="dago1" title="dago1" width="500" height="375" class="alignnone size-full wp-image-899" /></p>
<p><em>Billboard </em>kosong itu tidak akan berdiri terus di situ, tiangnya mulai dicabut satu per satu sehingga tidak ada lagi papan ilan berdiri di sepanjang jalan ini.</p>
<p>Apakah Jalan Dago benar-benar bersih dari papan iklan? Ho..ho,  tidak, ternyata tidak semua papan iklan dicabut. Megatron (papan iklan elektronik yang menayangkan video iklan) sepertinya tidak tersentuh Perda itu, seperti megatron di depan Bank BCA (seberang jalan layang Pasupati) ini:</p>
<p><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2008/12/dago2.jpg?w=500&#038;h=375" alt="dago2" title="dago2" width="500" height="375" class="alignnone size-full wp-image-900" /></p>
<p>Apakah ada diskriminasi dalam kasus ini? <em>Wallahu alam</em>. Megatron dan <em>billboard </em>sebenarnya sama saja, bedanya yang satu fisik dan yang satu lagi elektronik.  </p>
<p>Apakah Perda yang mengatur tata ruang itu &#8220;berani&#8221; menyentuh megatron di jalan Dago? Kita tunggu saja.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/898/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=898&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/12/29/jalan-dago-bersih-dari-papan-iklan-semuanya-tidak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2008/12/dago1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dago1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2008/12/dago2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dago2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inoel Sudah Ditemukan, tetapi Misteri Penculikan Masih Gelap</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/12/01/inoel-sudah-ditemukan-tetapi-misteri-penculikan-masih-gelap/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/12/01/inoel-sudah-ditemukan-tetapi-misteri-penculikan-masih-gelap/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 05:37:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Seputar ITB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=803</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, Mizan alias Inoel, mahasiswa Planologi ITB yang hilang, berhasil ditemukan. Seperti diberitakan sebelumnya (baca tulisan yang lalu), Inoel menghilang sejak Kamis (20/11). Menurut berita di koran-koran, Inoel ditemukan di salah satu masjid di Kampung Cikurubuk, Desa Pasirbatang, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (29/11) dini hari. Saat itu Inoel ditemukan oleh warga sedang berbaring di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=803&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Alhamdulillah, Mizan alias Inoel, mahasiswa Planologi ITB yang hilang, berhasil ditemukan. Seperti diberitakan sebelumnya (baca <a href="http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/11/24/mahasiswa-diculik-atau-hilang/">tulisan yang lalu</a>), Inoel menghilang sejak Kamis (20/11). Menurut berita di koran-koran, Inoel ditemukan di salah satu masjid di Kampung Cikurubuk, Desa Pasirbatang, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (29/11) dini hari. Saat itu Inoel ditemukan oleh warga sedang berbaring di masjid. Saat ini, Inoel sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Sartika Asih, Jln. Mohamad Toha, Bandung </p>
<p>Ini foto Inoel di rumah sakit yang didampingi oleh ibunya (sumber: koran PR):</p>
<p><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2008/12/3011_kondisi_inoel.jpg"><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2008/12/3011_kondisi_inoel.jpg?w=500&#038;h=290" alt="3011_kondisi_inoel" title="3011_kondisi_inoel" width="500" height="290" class="alignnone size-full wp-image-804" /></a> </p>
<p>Berbagai pertanyaan mungkin menggelayut di benak banyak orang. Apa benar Inoel diculik? Kalau iya, siapa yang menculik Inoel? Apa yang menyebabkan Inoel diculik? Inoel sendiri mengaku dia memang diculik tetapi tidak tahu siapa penculiknya, sebab ketika diculik dia dibius sehingga tidak sempat mengenal wajah dan suara penculiknya. Inoel juga mengaku mengalami kekerasan fisik tetap tidak menimbulkan bekas sebab yang dipukul adalah perutnya. </p>
<p>Wah, kasus ini berkembang sangat menarik. Berbagai spekulasi merebak seputar hilangnya Inoel. Saya tidak mau ikut-ikutan berspekulasi sebab bisa menambah masalah baru. Kasihan orangtua dan keluarga Inoel yang tertimpa musibah ini. Kita serahkan saja kepada polisi yang mempunyai kewenangan untuk menuntaskan kasus ini. Tugas polisilah untuk mengungkapkan motif hilangnya Inoel. </p>
<p>Berdasarkan pengalaman orang yang mengalami kasus culik, penculikan meninggalkan trauma yang mendalam yang tidak bisa sembuh dalam waktu singkat. Saya rasa Inoel akan mengalami trauma tersebut sesudah dia dibolehkan pulang. Fisiknya mungkin akan sehat, tetapi piskisnya akan terganggu. Karena itu, dukungan teman dan keluarganya akan sangat membantu untuk menyembuhkan luka psikisnya. </p>
<p>Semoga cepat sembuh fisik dan mental, Inoel. UAS segera di depan mata. </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/803/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=803&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/12/01/inoel-sudah-ditemukan-tetapi-misteri-penculikan-masih-gelap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2008/12/3011_kondisi_inoel.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">3011_kondisi_inoel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Malang Nian Nasib Orang Bandung Selatan</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/11/27/malang-nian-nasib-orang-bandung-selatan/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/11/27/malang-nian-nasib-orang-bandung-selatan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 07:57:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar Bandung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=780</guid>
		<description><![CDATA[Tentu tidak semua orang di Bandung selatan bernasib malang, tetapi setidaknya bagi sebagian warga di daerah ini yang selalu &#8220;tabah&#8221; dan &#8220;bersabar&#8221; menerima kiriman banjir setiap saat. 
Bandung selatan adalah daerah pinggiran di selatan kota Bandung yang secara administratif masuk ke dalam Kabupaten Bandung. Kawasan Bandung selatan meliputi daerah seperti Baleendah, Majalaya, dan Dayeuhkolot. Bandung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=780&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tentu tidak semua orang di Bandung selatan bernasib malang, tetapi setidaknya bagi sebagian warga di daerah ini yang selalu &#8220;tabah&#8221; dan &#8220;bersabar&#8221; menerima kiriman banjir setiap saat. </p>
<p>Bandung selatan adalah daerah pinggiran di selatan kota Bandung yang secara administratif masuk ke dalam Kabupaten Bandung. Kawasan Bandung selatan meliputi daerah seperti Baleendah, Majalaya, dan Dayeuhkolot. Bandung selatan identik dengan pabrik. Di kawasan ini terdapat puluhan pabrik tekstil yang menghidupi puluhan ribu buruh dan keluarganya.  Di kawasan inilah mengalir sebuah sungai yang legendaris di Jawa Barat yaitu sungai Citarum. Sungai Citarum menampung anak-anak sungai yang berhulu di kawasan utara, khususnya dari kota Bandung. Sungai Citarum bagaikan tempat pembuangan limbah raksasa. Ia menampung limbah dan kotoran orang kota Bandung. Selain itu, hampir semua pabrik, termasuk pabrik tekstil, membuang limbahnya ke sungai ini. Air sungai Citarum sangat kotor, hitam, dan berbau. Saya pernah melewati kawasan Baleendah, saya melihat air sungai di sini selalu berbusa, itulah busa yang ditimbulkan oleh limbah pabrik. </p>
<p>Kawasan Bandung selatan adalah sebuah cekungan yang posisinya terletak lebih rendah dari kota Bandung. Sifat air sejatinya adalah selalu mencari daratan yang lebih rendah. Jadi, setiap kali hujan, maka air dari kota Bandung dengan cepat mengalir tanpa beban menuju kawasan ini, memenuhi sungai Citarum yang semakin dangkal, kotor, dan penuh limbah. Sungai Citaraum tidak mampu lagi menerima kririman air dari utara, lalu ia meluapkan airnya dan menggenangi tanah dan pemukimna warga. Akhirnya, orang-orang di Bandung selatan jua yang mendapat malangnya. Mereka harus tetap tabah  menghadapi banjir yang sering datang tanpa diundang. Ketinggian banjir mencapai 1 meter hingga 2 meter.</p>
<p>Seperti banjir yang melanda kampung Cieunteung di Baleendah Rabu kemaren. Ini adalah banjir kesembilan yang melanda kampung ini dalam musim hujan ini. Hujan deras yang turun pada siang mengakibatkan banjir di kawasan tersebut bertambah ketinggiannya mencapai lebih dari 1,5 meter. Orang-orang di kampung ini harus siap sedia bersampan ria menyeberangi banjir yang airnya bercampur dengan limbah pabrik yang beracun. (Sumber foto: Koran Pikiran Rakyat).</p>
<p><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2008/11/2611_banjir_cieunteung.jpg"><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2008/11/2611_banjir_cieunteung.jpg?w=500&#038;h=290" alt="2611_banjir_cieunteung" title="2611_banjir_cieunteung" width="500" height="290" class="alignnone size-full wp-image-781" /></a> </p>
<p>Banjir menggenangi kawasan Bandung selatan tiap sebentar. Hujan sedikit saja sudah banjir. Akibat banjir, pabrik tekstil berhenti beroperasi karena mesinnya terendam banjir. Para buruh terpaksa tidak menerima uang makan dan gaji. Mereka dirumahkan. Tetapi mereka juga tidak bisa diam di rumah, karena setelah banjir berlalu warga disibukkan dengan membersihkan endapan lumpur yang bercampur limbah pabrik yang berwarna hitam. Tinggi endapan lumpur bisa mencapai 20 cm. </p>
<p><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2008/11/lumpur-sisa-banjir-di-majalaya.jpg"><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2008/11/lumpur-sisa-banjir-di-majalaya.jpg?w=500&#038;h=290" alt="lumpur-sisa-banjir-di-majalaya" title="lumpur-sisa-banjir-di-majalaya" width="500" height="290" class="alignnone size-full wp-image-782" /></a></p>
<p>Lumpur dibersihkan untuk kemudian datang lagi beberapa hari kemudian. Benar-benar meletihkan. Hidup dari itu ke itu saja: menerima kedatangan banjir, membersihkan lumpur, dan sakit.</p>
<p>Karena sudah biasa menerima kiriman bajir setiap saat, maka orang-orang di Bandung selatan biasanya membangun rumah 2 tingkat. Tingkat atas digunakan untuk mengungsi bila banjir datang. Mereka sudah menjadi terbiasa dengan banjir. Mau pindah, kemana mau pindah. Di sanalah tempat mereka lahir dan dibesarkan, jadi berat juga hati kalau mau pindah. Kalaupun mau pindah bagaimana caranya, harga tanah mahal, uang tidak punya. Lagipula, siapakah yang mau membeli rumah dan tanah mereka di kawasan banjir? Pasti tidak ada orang yang mau seberapapun murahnya. Akhirnya, banjir diterima sebagai rutinitas tahunan di musim hujan. Bersabar dan terus bersabar entah sampai kapan kawasan ini bisa terbebas banjir. Pemerintah sepertinya tidak peduli kepada mereka. Mungkin kawasan Bandung selatan dijadikan kawasan wisata banjir saja seperti foto satire di bawah ini:<br />
<a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2008/11/pascabanjir-majalaya.jpg"><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2008/11/pascabanjir-majalaya.jpg?w=500&#038;h=290" alt="pascabanjir-majalaya" title="pascabanjir-majalaya" width="500" height="290" class="alignnone size-full wp-image-783" /></a></p>
<p>Dulunya, Bandung selatan adalah daerah yang sangat indah, setidaknya tercermin dari sebuah lagu yang syairnya dibuat oleh Ismail Marzuki. Judulnya: <em>Bandung Selatan di Waktu Malam</em>:     </p>
<p><em>Bandung selatan di waktu malam<br />
berselimut sutera mega putih<br />
laksana putri lenggang permata<br />
&#8230;&#8230;&#8230;.</em></p>
<p>Sekarang, Bandung selatan menjadi kawasan yang menyedihkan&#8230;.</p>
<p>(Sumber foto: koran <a href="http://www.pikiran-rakyat.com">Pikiran Rakyat </a>- Bandung)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/780/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/780/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/780/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/780/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/780/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=780&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/11/27/malang-nian-nasib-orang-bandung-selatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2008/11/2611_banjir_cieunteung.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2611_banjir_cieunteung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2008/11/lumpur-sisa-banjir-di-majalaya.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lumpur-sisa-banjir-di-majalaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2008/11/pascabanjir-majalaya.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pascabanjir-majalaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>