Catatanku

Entries categorized as ‘Seputar Informatika’

Seusai Sidang Tugas Akhir

9 September 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Dua pekan ini jadwal saya padat sekali dengan sidang Tugas Akhir. Ada puluhan mahasiswa yang disidangkan! Satu hari bisa satu orang, dua orang, dan puncaknya pada pekan ini — menjelang tenggat — bisa 4 atau 5 orang mahasiswa yang disidang. Beberapa orang mahasiswa terpaksa saya tolak menjadi dosen penguji TA mereka karena jadwal sidang saya sudah penuh (FYI, di Informatika ITB dosen penguji dicari sendiri oleh mahasiswa atas saran dari dosen pembimbing). Cape juga menyidang banyak mahasiswa, apalagi ini bulan puasa, bahkan sempat gonjang-ganjing dihantam gempa bumi. Saya sampai-sampai tidak sempat mengerjakan tugas yang lain karena mendahulukan sidang marathon ini.

Meskipun lelah, tapi terselip rasa bahagia di dalam hati. Bahagia karena sudah ikut mengantarkan anak didik kami ke pintu gerbang sarjana. Saya bisa memahami betapa tegang mereka menghadapi hari “H”, lalu perasaan tegang itu memuncak di ruang sidang, dan berakhir dengan perasaan lega ketika Ketua Penguji menyatakan lulus meskipun masih berstatus lulus bersyarat. Senyum sumringah tampak dari wajah-wajah mereka seusai sidang. Setelah 4 tahun atau bahkan lebih berkutat di bangku kuliah, maka lulus sidang Tugas Akhir adalah puncak dari semua perjuangan selama di ITB, sebuah episode kehidupan telah berhasil dilalui.

Karena telah berkali-kali menyidangkan Tugas Akhir mahasiswa, maka saya merasakan sidang TA itu biasa-biasa saja. Tapi, tentu tidak bagi mahasiswa saya. Karena mereka belum pernah mengalami sidang, maka tentu mereka merasa sidang TA sebagai sebuah “pembantaian”, seolah-olah pisau guillotine akan diayunkan ke leher mereka. Saya dulu pernah merasakan hal yang sama ketika menghadapi sidang TA. Jantung berdegup kencang, keringat dingin mulai mengucur. Ada rasa takut, takut tidak lulus atau takut tidak bisa menjawab pertanyaan dosen penguji.

Rasa takut atau cemas itu wajar, tetapi jika sidang dianggap sebagai sebuah sebuah pertanggungjawaban terhadap karya kita, maka rasa takut berlebihan tidak perlu terjadi. Dijalani saja, jika kita mengerjakan Tugas Akhir itu sebagai hasil kerja keras dengan keringat sendiri, jujur, tidak melakukan kecurangan, insya Allah proses sidang berjalan lancar.

Seusai sidang, senyum mengembang dari bibir mahasiswa. Proses belum selesai memang, masih ada perbaikan laporan atau program yang harus dilakukan. Namun, status lulus bersyarat minimal sudah melegakan hati. Tak apalah, itu pun sudah alhamdulillah.

Kategori: Seputar Informatika

Pak Giri, “Orang Dapur IF” Sudah Berpulang

19 Agustus 2009 · 12 Tanggapan

Sebenarnya berita ini sudah terlambat. Tanggal 8 Agustus yang lalu, ketika saya masih di Malaysia, salah seorang karyawan di IF bernama Bapak Sugiri atau yang lebih dikenal sebagai Pak Giri sudah dipanggil oleh Allah SWT. Pak Giri meninggal karena penyakit kanker yang sudah dideritanya selama 2 tahun lebih. Masa bekerja Pak Giri di IF adalah setua usia IF itu sendiri. Dia adalah karyawan yang sudah ada ketika jurusan IF berdiri pada tahun 1982.

Tidak banyak yang mengenal Pak Giri, termasuk para mahasiswa kami. Maklumlah dia hanya “orang dapur” (begitu kami menyebut para office boy yang mangkal memang selalu di dapur untuk menanti tugas). Sebagai pesuruh kantor, tugasnya adalah menyiapkan minum, membereskan gelas dan piring kotor bekas rapat, membelikan makan siang para dosen dan karyawan, menyapu lantai, mengantar surat, membukakan pintu lab bagi mahasiswa, dan sebagainya.

Sebagai “orang kecil” memang dia tidak begitu dikenal, karena perannya hanya “dipinggir-pinggir”. Meski “orang kecil”, saya tetap menganggap perannya di kantor juga penting, sekecil apapun itu. Tanpa karyawan semacam Pak Giri itu, urusan kantor tidak bisa jalan. Maukah para pejabat, dosen atau karyawan kantor mengantarkan sendiri surat ke rektorat? Mencuci piring bekas makan? Membereskan gelas dan piring kotor bekas rapat? Mengepel lantai? Menghidangkan minuman kepada tamu? Mengantarkan dokumen ke tempat lain yang jauh? Tentu tidak. Ada pembagian tugas masing-masing orang di kantor. Tugas yang terkesan remeh temeh itu adalah bagian “orang dapur”. Tanpa mereka, urusan kantor bisa runyam juga, bahkan bisa saja chaos (kacau).

Semua orang dalam kehidupan ini saling membutuhkan, dan kita tidak perlu memandang sebelah mata atas pekerjaan “orang-orang kecil” tersebut. Kita bisa sukses dalam karir salah satunya karena peran karyawan kecil semacam Pak Giri itu.

Saya teringat sebuah tulisan yang saya peroleh dari sebuah milis, yaitu tentang lima pelajaran penting. Salah satunya adalah pelajaran mengingat banyak orang. Sepertinya tulisan itu terjemahan dari teks Bahasa Inggris. Begini isinya:

Pada bulan ke-2 diawal kuliah saya, seorang Profesor memberikan quiz mendadak pada kami. Karena kebetulan cukup menyimak semua kuliah-kuliahnya, saya cukup cepat menyelesaikan soal-soal quiz, sampai pada soal yang terakhir. Isi Soal terakhir ini adalah : Siapa nama depan wanita yang menjadi petugas kebersihan sekolah? Saya yakin soal ini cuma “bercanda”. Saya sering melihat perempuan ini. Tinggi, berambut gelap dan berusia sekitar 50-an, tapi bagaimana saya tahu nama depannya… ?

Saya kumpulkan saja kertas ujian saya, tentu saja dengan jawaban soal terakhir kosong. Sebelum kelas usai, seorang rekan bertanya pada Profesor itu, mengenai soal terakhir itu apakah akan “dihitung” atau tidak.

“Tentu saja dihitung !!” kata si Profesor. “Pada perjalanan karirmu, kamu akan ketemu banyak orang. Semuanya penting ! Semua harus kamu perhatikan dan pelihara, walaupun itu cuma dengan sepotong senyuman, atau sekilas “hallo”! Saya selalu ingat pelajaran itu. Saya kemudian tahu, bahwa nama depan ibu pembersih sekolah adalah “Dorothy”.

Selamat jalan Pak Giri, semoga arwahmu diterima di sisi-Nya. Amiin.

Kategori: Seputar Informatika

Akhirnya Jurusan IF Punya Profesor Juga

14 Agustus 2009 · 21 Tanggapan

pak_iping

Setelah 27 tahun usianya (1982 – 2009), akhirnya jurusan kami, Informatika ITB, memiliki profesor juga yaitu Prof. Iping Supriana Suwardi. Memang bukan profesor pertama di bidang Informatika, sebab Teknik Informatika ITS Surabaya sudah memiliki profesor lebih dulu, padahal Informatika ITB lebih dulu berdiri daripada Informatika ITS. Meskipun demikian, daripada tidak ada, satu saja sudah menggembirakan, bukan? Selamat ya pak…

Pak Iping memang pantas menjadi profesor, karyanya (dia menyebutnya “hasta karya”) sudah cukup banyak. Sampai hari ini beliau masih aktif dan produktif menulis program, padahal banyak dosen IF yang kurang aktif berkutat dengan pemrograman teknis. Salah satu karya fenomenal Pak Iping adalah Digital Mark Reader, yaitu program pemindai lembaran isian dengan ongkos yang lebih murah.

Sekali lagi, selamat ya pak…

Kategori: Seputar Informatika

Ramai Pemilihan Ketua IA-ITB Jurusan “Tetangga Sebelah”

31 Juli 2009 · 6 Tanggapan

Beberapa hari ini kampus Ganesha diramaikan dengan puluhan spanduk yang bertebaran di berbagai sudut strategis. Ada apa gerangan? Ooo.. ada pesta pemilihan ketua Ikatan Alumni ITB Jurusan Teknik Elektro (EL) rupanya, tetangga sebelah Informatika. Walah..walah… pemilihan ketua ikatan alumni sebuah jurusan (program studi) saja begitu hebohnya di kampus, menyita perhatian bagi yang melewati jalan-jalan dalam kampus.

DSC00597

DSC00595

DSC00596

Saya tidak kenal siapa yang mencalonkan diri sebagai ketua ikatan alumni EL itu, maklum saya bukan alumni elektro. Namun swer..sungguh saya salut dengan ikatan alumni elektro, mereka begitu kompak, kuat, dan organisisasinya jalan. Teknik Elektro merupakan jurusan yang mahasiswanya paling banyak di antara jurusan lain di ITB, usia jurusan ini sudah 60 tahun lebih, maka wajar para alumninya paling besar dan sudah banyak yang menduduki jabatan penting di negeri ini (BUMN, swasta nasional, swasta asing, dsb). Maka, “pertarungan” memperebutkan ketua ikatan alumni jurusan ini terlihat begitu seru dan jor-joran. Prestise-lah. Pastilah calon ketua yang bertarung (2 orang rupanya) begitu habis-habisan berkampanye agar terpilih dengan mengeluarkan dana yang tidak sedikit, bahkan kampanyenya dilakukan hingga di kampus asalnya. Kemaren puluhan gadis-gadis cantik beraksi di depan LabTek V membagikan brosur dan merchandise salah satu calon (Pak Syakieb) kepada orang-orang yang lewat. Saya kebetulan kebagian. Maaf, mbak, saya bukan alumni Elektro, he..he..

Halo ikatan alumni Informatika, apa kabar? Jadi iri nih dengan ikatan alumni prodi tetangga sebelah itu. Jauh sekali bedanya antara ikatan alumni Informatika dengan ikatan alumni Elektro. Ikatan alumni Informatika nyaris tidak terdengar suaranya, seperti bunyi iklan Isuzu Panther :-) . Siapa ketua ikatan alumni Informatika sekarang? Dimana sekretariatnya? Apa saja kegiatannya? Banyak yang tidak tahu. Padahal alumni Informatika sudah di atas seribu orang, usia prodi ini sudah seperempat abad, tetapi ikatan alumninya antara ada dan tiada.

Kategori: Seputar ITB · Seputar Informatika

Kisah Ginan, Mahasiswa IF Angkatan 2006, dan “Perjuangannya” Kuliah di ITB

25 Mei 2009 · 34 Tanggapan

Ketika saya mengajar kelas kuliah Struktur Diskrit (mata kuliah tingkat II di Informatika ITB) pada tahun 2007, ada seorang mahasiswa yang menarik perhatian saya. Dia tidak duduk di kursi kuliah seperti teman-temannya, tetapi duduk di atas kursi roda. Berhubung kursi-kursi sudah disusun sedemikian rupa sehingga sulit digeser lagi, mahasiswa tersebut mengambil tempat setelah kursi paling ujung di barisan depan. Dia duduk dengan tekun mendengarkan kuliah saya di atas kursi rodanya itu, sekali-kali tampak mencatat dan membaca diktat kuliah yang saya tulis.

Setelah beberapa kali kuliah, saya baru tahu namanya Ginan. Di dalam daftar hadir tertulis hanya “Ginan” saja, tetapi sesungguhnya nama selengkapnya adalah Ginanjar Pramadita, sebuah nama khas Sunda. Sehari-harinya Ginan memang menggunakan kursi roda karena Allah SWT menakdirkannya mempunyai kaki yang (maaf) cacat sejak lahir sehingga dia tidak bisa berdiri dan berjalan. Praktis kemana-mana Ginan selalu mengandalkan kursi roda untuk berpindah dari satu ruang kuliah ke ruang kuliah yang lain, atau dari satu lab ke lab lain yang berbeda lantai.

Rasa penasaran membuat saya ingin mengenal Ginan lebih jauh. Beberapa kali saya bertemu dia di lorong gedung atau ketika menunggu naik anggung (lift). Saat itu saya sempatkan bertanya banyak hal tentang dirinya sembari meminta izin untuk menulis profil dirinya di blog ini. Bagi saya profil Ginan adalah luar biasa, karena dia mampu menembus kuliah di Informatika (IF) ITB yang terkenal paling susah masuknya. Masuk ITB saja sangat susah, apalagi masuk IF. Dan yang luar biasa adalah dengan kondisi fisiknya yang terbatas itu dia mampu eksis dan menunjukkan kemampuan yang tidak kalah dengan mahasiswa lainnya. Terakhir dia menorehkan prestasi karena dia dan teman-temannya (Team Leader: Garibaldi Mukti) mewakili Indonesia di final ASEAN XML Superstar Programming Contest (semacam Imagine Cup-nya Microsoft lah, tetapi yang ini penyelenggaranya dari IBM). Lihat pengumaman finalisnya dengan mengklik pranala ini. Mudah-mudahan saja kelompok Ginan menang yang hadiahnya — katanya — adalah jalan-jalan ke Cina.

Di bawah ini potret Ginan ketika berada di ruangan saya. Kemaren dia minta izin tidak bisa ikut ujian karena mengikuti lomba programming contest itu. Dengan seizin Ginan saya memotret dia lagi tersenyum.

DSC00501

Saya berbincang-bincang dengan Ginan. Mendengar perjuangan Ginan kuliah di ITB membuat saya kagum pada anak ini. Semangatnya yang tinggi untuk menuntut ilmu patut diacungi jempol. Ginan adalah orang Bandung asli. Setiap hari dia diantar oleh ayahnya ke kampus ITB dengan naik motor. Ginan tidak perlu repot-repot membawa kursi roda setiap hari dari rumah ke kampus, sebab kursi rodanya disimpan di sebuah ruangan di lantai dasar LabTek VI (gedung tetangga IF). Kunci ruangan itu dipegang oleh Ginan sendiri (terima kasih buat pengelola ITB yang memberikan kemudahan buat Ginan). Dengan kursi roda itu Ginan menjalani kuliah seharian di ITB. Sore hari ayahnya datang untuk menjemput pulang dan kursi roda itu disimpan kembali di ruangan yang sama. Begitu setiap hari yang dilakukannya dari Senin sampai Jumat.

Sebenarnya desain baru lanskap dan gedung ITB sudah menyediakan jalur khusus bagi kaum penyandang cacat (pemakai kursi roda), misalnya Gedung CC yang baru serta jalur khusus mendaki menuju area kawasan gedung oktagon. Gedung-gedung yang baru juga dilengkapi anggung (lift) sehingga Ginan tidak perlu naik turun menggunakan tangga lagi. Tetapi, gedung-gedung kuliah yang lama belum dilengkapi anggung, misalnya gedung GKU, Oktagon, dan TVST. Ketika tahap TPB (tingkat I), hampir semua perkuliahan dilakukan di gedung-gedung itu. Ruang-ruang kuliah bertebaran di lantai 1, 2, 3, dan 4. Ginan bercerita, setiap kuliah di gedung GKU, ayahnyalah yang menggendong dia dari bawah ke atas menuju ruang kuliah d lantai atas (waah, saya ingin sekali bertemu ayahnya yang hebat dan penyabar itu). Kadang-kadang temannya yang baik hati yang menolongnya turun naik ke ruang kuliah. Sungguh merepotkan jika membayangkan bagaimana perjuangan Ginan kuliah di gedung-gedung yang tidak punya fasilitas anggung itu.

Tetapi itu cerita masa lalu. Di tahun kedua, hampir semua kuliah dan praktikum dilakukan di Informatika sendiri, yaitu di Gedung LabTek V (yang sekarang berubah nama menjadi Gedung Benny Subianto). Sebagian besar hari-hari mahasiswa Informatika ITB dihabiskan di gedung ini, sebab ruang kuliah, ruang dosen, lab, ruang TU, ruang himpunan, dan lain-lain berada di lantai 1, 2, 3, dan 4, dan setiap lantai dapat dicapai dengan menggunakan tangga atau anggung. Praktis sejak tingkat II Ginan tidak mengalami kesulitan lagi menuju setiap lantai. Jadi, Ginan sungguh terbantu dengan kondisi gedung kami ini. Salah satu pertimbangan Ginan memilih Prodi Informatika adalah karena di gedung Prodi kami tersedia fasilitas anggung. Kata Ginan pula, dulu dia sempat mau memilih Prodi Matematika, tetapi karena di gedung Prodi Matematika tidak ada anggung, dia urung memilih Prodi ini. Akhirnya dia memilih IF, ternyata dia hepi kuliah di sini :-) . Pun untuk memilih tempat Kerja Praktek (KP) pada bulan Juni mendatang, pertimbangan anggung juga menjadi prioritas Ginan. Ginan memilih KP di Risti PT Telkom yang gedungnya ada anggungnya.

Bagaimana kalau listrik mati di ITB sehingga anggung tidak berfungsi?, tanya saya. Kalau sudah begini maka seringkali Ginan tidak bisa kuliah (tidak datang ke kampus).

Ketika SMA, Ginan sekolah di SMAN 5 Bandung di Jalan Belitung. Waah, ini salah satu SMA top di Bandung selain SMAN 3. Setahu saya gedung SMA 5 itu dua lantai, jadi bagaimana ceritanya ketika sekolah di sana? Ginan selalu meminta kepada pihak Sekolah agar selalu ditempatkan di kelas yang berada di lantai dasar. Kepala sekolah yang baik memaklumi hal ini, sehingga kelas 1, 2, dan 3 SMA kelas Ginan selalu ditempatkan di lantai dasar. Ketika sekolah di SD dan SMP 9 Bandung juga tidak masalah sebab gedung sekolahnya tidak bertingkat sehingga Ginan bisa menggunakan terus kursi rodanya.

Kata Ginan, sebenarnya dia tidak selalu duduk di kursi roda. Kursi roda hanya digunakan ketika kuliah atau keluar rumah. Kalau sudah di rumah dia cukup ngampar saja di lantai dan berpindah tempat dengan cara mengesot. Untuk menggunakan toilet Ginan juga tidak kesulitan sebab dia mampu melakukannya sendiri tanpa dibantu.

Kalau saya perhatikan, teman-teman kuliah Ginan juga tidak memperlakukan Ginan secara istimewa. Biasa-biasa saja. Begitu juga sikap para dosen. Saya yakin Ginan juga tidak menginginkan dia diperlakukan khusus atau dikasihani. Ginan mempunyai kemampuan akademik setara dengan yang lain, secara prestasi dia juga tidak kalah dengan teman-temannya itu. Itu kelebihan dia. Di ITB mahasiswa dinilai dari intelektualitas dan integritas moralnya, penampilan fisik seperti cantik, jelek, tinggi, gendut, pendek, cacat fisik, dan sebagainya tidak menjadi ukuran penilaian. Kehadiran Ginan di ITB menambah keragaman mahasiswa ITB, khususnya di Angkatan 2006, dan hal ini juga membuktikan tidak ada diskriminasi kepada siapapun untuk memperoleh pendidikan, karena pendidikan adalah hak setiap warga negara. Saya yakin ITB bangga mempunyai mahasiswa seperti Ginan.

Semangat hidup dan semangat belajar Ginan sangat tinggi. Terus terang saya kagum dengan tekad bajanya yang pantang menyerah itu. Satu hal yang dia pikirkan adalah mengenai masa depan, apakah ada perusahaan yang mau menerima dia bekerja nanti dengan kondisi fisiknya yang terbatas itu?, demikian yang disampaikan Ginan kepada saya.Tetapi saya yakin, pasti ada, Ginan. Indonesia ini negara maju, dan saya yakin orang-orang yang berpikiran modern pasti menilai seseorang dari kemampuan otaknya, bukan dari penampilan fisik semata. Tidak ada undang-undang yang melarang kaum penyandang cacat untuk bekerja menjadi PNS, pegawai BUMN, perusahaan swasta, dan sebagainya. Kalaupun tidak bisa bekerja di perusahaan orang lain, saya yakin menjadi enterpreuner adalah pilihan yang juga dipikirkan oleh Ginan. Menjadi enterpreuner di bidang teknologi informasi tidak sulit sebab pekerjaanya lebih banyak di depan komputer dan tidak memerlukan mobilitas di lapangan.

Sosok Ginan mengingatkan saya pada mahasiswa saya yang lama yang juga mempunyai disabbilities dengan kondisi yang mirip seperti Ginan. Dulu tahun 1993 ada mahasiswa IF namanya Taufik Hidayat. Kakinya juga (maaf) invalid dan untuk itu dia harus menggunakan sepasang tongkat untuk menyangga tubuhnya. Dengan bantuan kedua tongkat itu Taufik bisa berjalan pelan. Sekali lagi, untunglah di gedung jurusan kami ada anggung sehingga Taufik terbantu. Meski demikian, jika anggung tidak berfungsi, Taufik mampu berjalan naik turun tangga. Lulus S1 Taufik menjadi dosen di jurusan Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta hingga sekarang. Dia mengambil S2 di Jerman dan sudah mempunyai istri dan seorang anak. Waktu saya ke Yogyakarta saya ketemu Taufik. Setiap hari dia ke kampus dengan mengendari sepeda motor roda empat yang didesain khsusus untuk dia. Istri dan anaknya bangga dengan ayahnya itu. Salam buat Taufik Hidayat jika dia membaca tulisan ini.

Kembali ke Ginan. Satu hal yang menjadi impian Ginan adalah bisa hidup mandiri, artinya tidak selalu bergantung pada orang lain. Misalnya bisa berpindah secara mobile tanpa dibantu, bisa naik bis atau kendaraan umum yang menyediakan fasilitas bagi pemakai kursi roda, ada jalur khusus bagi pemakai kursi roda, dan sebagainya. Sayangnya negeri kita masih belum sepenuhnya menyediakan fasilitas buat kaum difabel. Kayaknya perlu waktu cukup lama baru ada fasilitas itu dijumpai di mana-mana.

Namun Ginan pantang menyerah. Sosok Ginan sekali lagi membuktikan bahwa Allah SWT sungguh Maha Adil. Dia tidak memberikan kekurangan pada makhluk-Nya tanpa ada kelebihan yang menyertainya. Di balik kekurangan yang ada pada Ginan, Allah SWT memberikan dia kelebihan yaitu otak yang cerdas sebagai modal bagi dia menapaki hidup kelak. Allahu akbar. Semangat hidup dan perjuangan Ginan patut ditiru dan semoga sosok Ginan memberi inspirasi bagi siapapun untuk meraih cita-cita. Kekurangan fisik bukanlah halangan untuk terus maju.

Kategori: Seputar ITB · Seputar Informatika

Selamat Jalan Rekan Kami, Bapak Dr. Ir. Farid Wazdi

9 Februari 2009 · 11 Tanggapan

Jam 3 dinihari tadi saya terbangun dan memeriksa telepon genggam. Ada sebuah SMS yang masuk, dan ketika saya membacanya, inna lillaahi wa inna ilaihi raajiun. Kabar duka itu datang tiba-tiba, rekan senior kami, Bapak Dr. Ir. Farid Wazdi telah dipanggil oleh Allah SWT pada pukul 0 lewat sedikit dalam usia 57 tahun.

pakfarid

Pak Farid Wazdi meninggal di RSHS Bandung setelah hari Minggu pagi 8 Februari 2009 beliau terjatuh di kamar mandi. Pak Farid memang baru saja “sembuh” dari stroke. Tidak sembuh total sih, tapi lumayan sudah bisa berjalan dan datang ke kampus untuk mengajar. Ceritanya bermula pada tahun 2008 (bulannya lupa). Waktu itu setelah selesai rapat dan makan siang, beliau muntah-muntah hebat di ruang rapat. Setelah dibawa ke RS Borromeus, didapatkan hasil beliau terkena serangan stroke. Pembuluh darah di dalam otak pecah, tapi Pak Farid masih sadar dan masih bisa berkomunikasi. Setelah beberapa bulan berlalu alhamdulillah ada perubahan, beliau sudah mulai bisa berjalan tertaih-tatih, dan lambat laun karena semangat hidupnya yang tinggi serta perjuangan ingin lekas sembuh, Pak Farid bisa berjalan agak lebih cepat dan bisa mengajar lagi. Hanya satu hal yang belum bisa dilakukannya: menulis. Rupanya serangan stroke tersebut membuat syaraf motorik dari otak ke tangan untuk menulis menjadi terganggu.

Bagi saya, Pak Farid adalah orang yang mempunyai prinsip hidup yang teguh. Jika ia mengajar (pernah mengajar saya waktu S1), beliau menyampaikan kuliah dengan menarik. Kuliah yang dia ampu kala itu adalah Teknik Kompilasi dan Sistem Operasi II. Tugas Teknik Kompilasi adalah membuat interpreter Bahasa Pascal S (S = standard). Kami diberikan program sumber interpreter Pascal S dalam Bahasa Pascal juga, tugas kami waktu itu adalah menambahkan beberapa fungsi pada interpreter. Untuk kuliah Sistem Operasi II, materi utamanya adalah concurency. Disini saya mengenal konsep mutual exlusion (mutex), semaphore, monitor, dan producer-consumer. Pak Farid menyampaikan materi konkurensi yang sulit itu dengan sangat memikat. Satu hal ciri khas Pak Farid, beliau tidak hanya menyampaikan materi kuliah, tetapi juga suka bercerita panjang lebar tentang hal-hal diluar kuliah (politik, ekonomi, ketekunan, kedisiplinan, dsb). Kadang-kadang kuliahnya berisi nasehat yang panjang lebar, pola pikir, berpikir kritis, dan sebagainya. Jika beliau sudah bercerita, maka waktu 2 jam kuliah tidak terasa sudah habis.

Siang tadi almarhum sudah dimakamkan di pemakaman Nagrok, Ujungberung, Bandung Timur. Kami dari STEI ramai-ramai mengantarkan jenazahnya ke tempat peristirahatan yang terakhir. Di bawah ini beberapa foto pemakaman.

1. Usai dishalatkan di Masid Arcamanik, siap-siap menuju pemakaman:

dsc003721

2. Makam Pak Farid:

dsc00375

2. Istri dan anak-anak almarhum Pak Farid (Ceu Ade, Icha, Adi, dan satu lagi putranya tidak kelihatan di dalam foto):

dsc00374

Bagi alumni IF, dosen-dosen ITB, dan komunitas network security, Pak Farid tentu sudah dikenal luas. Minimal tadi yang datang ke pemakaman cukup banyak dari alumni, khususnya alumni IF angkatan 80 ke atas.

Satu kenangan yang tersisa adalah permintaan Pak Farid kepada saya untuk ikut nebeng naik motor pulang ke rumahnya. Sejak terserang stroke, Pak Farid sudah mengeluarkan banyak biaya dan kabarnya mobilnya terpaksa dijual untuk memenuhi biaya pengobatan. Kalau ke kampus untuk mengajar, praktis Pak Farid mengandalkan anaknya, Icha, untuk mengantarkannya ke kampus. Begitu juga kalau pulang. Namun kalau anaknya tidak bisa mengantar atau menjemput, Pak Farid naik angkot saja. Suatu kali Pak Farid minta ikut nebeng naik motor saya, namun saya tolak secara halus, karena khawatir kalau terjadi apa-apa di atas motor (misalnya serangan stroke) gimana? Lagipula saya tidak langsung pulang, sering singgah dulu ke beberapa rumah makan untuk membeli makan malam. Kasihan kalau beliau menunggu di atas motor. Pak Farid lebih aman naik mobil daripada naik motor, sebab naik motor tidak stabil untuk beliau. Padahal, orang yang pernah terkena stroke tidak boleh jatuh, kalau jatuh bisa fatal akibatnya, dan itulah yang terjadi Minggu pagi.

Berarti dalam 2 tahun ini sudah 2 orang rekan kami yang dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, pertama Bu Sri Purwanti dan yang kedua Pak Farid Wazdi.

Selamat jalan Pak Farid, semoga arwahmu diterima oleh Allah SWT dan diberi tempat yang layak di sisi-Nya. Amin ya rabbal ‘alamin.

Kategori: Seputar Informatika

Revisi Kurikulum Baru Informatika 2008 – 2013

15 Januari 2009 · 9 Tanggapan

Bagi kalian yang sudah membaca tulisan saya tentang kurikulum baru Teknik Informatika ITB 2008 – 2013, nah ada perbaikan lagi rupanya.

Perbaikan 1: Nama jalur pilihan diganti. Jalur pilihan yang semula bernama Sains Komputer dan Rekayasa Perangkat Lunak, diganti menjadi:
1. Jalur pilihan Informatika/Sains Komputer (IF)
2. Jalur pilihan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)
Nama ini sesuai dengan Kelompok Keilmuan (KK) yang ada di Prodi IF, yaiktu KK Informatika dan KK Rekayasa Perangkat Lunak dan Data.
Mengapa perlu pakai garis miring Sains Komputer? Hmmm… untuk menunjukkan bahwa bidang computer science di ITB sudah tercakup di dalam Prodi Teknik Informatika, jadi tidak perlu lagi ada Prodi Ilmu Komputer di ITB.

Dikutip dari dokumen ACM Computing curricula, perbedaan kedua jalur ini adalah:

Computer Science spans a wide range, from its theoretical and algorithmic foundations to cutting-edge developments in robotics, computer vision, intelligent systems, bio-informatics, and other exciting areas.

Computer scientist should be prepared to work in a broad range of positions involving tasks from theoretical work to software development.

Software Engineering is the discipline of developing and maintaining software systems that behave reliably and efficiently, are affordable to develop and maintain, and satisfy all the requirements that customers have defined for them.

It seeks to integrate the principles of mathematics and computer science with the engineering practices developed for tangible, physical artifacts.

Software engineers should be able to properly perform and manage activities at every stage of the life cycle of large-scale software systems.

Perbaikan 2: Mata kuliah pilihan wajib. Setiap jalur mempunyai mata kuliah pilihan wajib jalur. Untuk jalur pilihan IF, mata kuliah pilihan wajib di Semester 5 dan 6 adalah:
1. Strategi Algoritma (3 SKS)
2. Mata kuliah pilihan tingkat 3, dipilih dua dari empat mata kuliah pilihan tingkat 3 yang disediakan (total 6 SKS, masing-masing 2 sks di semester 5 dan 3 sks di semester 6)
4. Mata kuliah pilihan non-IF/minor

Mata kuliah pilihan tingkat 3 yang disediakan adalah:
1. Sistem Basis Data
2. Grafika Komputer dan Visualisasi
3. Pemrograman Internet
4. Kriptografi

Untuk jalur pilihan RPL, mata kuliah pilihan wajib di Semester 5 dan 6 adalah:
1. Sistem Basis Data
2. Rekayasa Perangkat Lunak Lanjut
3. Pemrograman Internet
4. Mata kuliah pilihan non IF/Minor

Jadi, susunan mata kuliah per semester selengkapnya adalah sebegai berikut:

Semester 1 (17 SKS)
1. MA1101 Kalulus IA (4 SKS)
2. FI1101 Fisika Dasar IA (4)
3. KI1101 Kimia Dasar IA (3)
4. KU1101 Konsep Pengembangan Ilmu Pengetahuan (2)
5. KU1071 Pengantar Teknologi Informasi A (2)
6. KU102x Bahasa Inggris (2)

Semester 2 (19 SKS)
1. MA1201 Kalulus IIA (4)
2. FI1201 Fisika Dasar IIA (4)
3. KI1201 Kimia Dasar IIA (3)
4. KU1201 Sistem Alam Semesta (2)
5. KU1001 Olahraga (2)
6. KU1011 Tata Tulis Karya Ilmiah (2)
7. EL1092 Dasar Rangkaian Elektrik (2)

Semester 3 (19 SKS)
1. MA2072 Matematika Teknik I (3)
2. IF2091 Struktur Diskrit (3)
3. EL2095 Sistem Dijital (3)
4. EL2195 Praktikum Sistem Dijital (1)
5. IF2030 Algoritma dan Struktur Data (4)
6. IF2092 Probabilitas dan Statistika (3)
7. KU206x Pilihan Mata Kuliah Agama dan Etika (2)

Semester 4 (19 SKS)
1. IF2032 Pemrograman Berorientasi Objek (4)
2. IF2034 Basis Data (3)
3. IF2036 Rekayasa Perangkat Lunak (3)
4. EL2010 Organisasi dan Arsitektur Komputer (3)
5. IF2052 Teori bahasa dan Otomata (3)
6. IF2050 Logika Informatika (3)

Semester 5 (18 SKS)
1. IF3055 Sistem Operasi (4)
2. IF3057 Sistem Informasi (3)
3. IF3097 Jaringan Komputer (3)
4. IF3193 Pilihan bebas/humaniori (2)
5. Mata kuliah sesuai jalur pilihan (6)

Semester 6 (19 SKS)
1. IF3094 Komunikasi Antar Personal (2)
2. IF3099 Interaksi Manusia Komputer (3)
2. IF3054 Inteligensia Buatan (3)
3. IF3056 Sistem Terdistribusi (3)
4. KU2071 Pancasila dan Kewarganegaraan (2)
6. Mata kuliah sesuai jalur pilihan (6)

Semester 7 (jalur pilihan IF, 17 SKS)
1. IF4096 Tugas Akhir I dan Seminar (2)
2. Pilihan mata kuliah Manajemen (3)
3. Mata kuliah sesuai jalur pilihan jalur (15)

Semester 8 (jalur pilihan IF, 16 SKS)
1. IF4099 Tugas Akhir II (4)
2. IF4090 Kerja Praktek (1)
3. IF4092 Sositeknologi Informasi (2)
4. Mata kuliah pilihan lingkungan (3)
5. Mata kuliah sesuai jalur pilihan (6)

Mata kuliah wajib jalur pilihan IF:
Semester 5
5. IF3051 Strategi Algoritma (3)
6. MK Pilihan IF Tingkat 3 (3)

Semester 6
6. MK Pilihan IF Tingkat 3 (3)
7. MK PIlihan non IF/Minor (3)

Mata kuliah pilihan tingkat 3 yang disediakan adalah:
1. IF3035 Sistem Basis Data
2. IF3053 Grafika Komputer dan Visualisasi
3. IF3038 Pemrograman Internet
4. IF3058 Kriptografi

Semester 7
3. Pilihan jalur IF (3)
4. Pilihan jalur IF (3)
5. MK Pilihan no IF/Minor (3)
6. MK Pilihan non IF/Minor (3)

Mata kuliah wajib jalur pilihan RPL:
Semester 5
5. IF3035 Sistem Basis Data (3)
6. IF3037 Rekayasa Perangkat Lunak Lanjut (3)

Semester 6
6. IF3038 Pemrograman Internet (3)
7. MK Pilihan non IF / MInor (3)

Semester 7.
3. MK Pilihan RPL (3)
4. MK PIlihan RPL (4)
5. MK Pilihan non IF / MInor (3)
6. MK Pilihan non IF / Minor (3)

Semester 8
5. MK Pilihan RPL (3)
6. MK Pilihan non IF / Minor (3)

Mata kuliah pilihan program studi yang ditawarkan adalah:
1. IF2097 Matematika Teknik I
2. IF2132 Pemrograman Komputer (Khusus untuk Prodi TM)
3. IF3035 Sistem Basis Data
4. IF3038 Pemrograman Internet
5. IF3051 Strategi Algoritma
6. IF3058 Kriptografi
7. IF3090 Analisis Kebutuhan Informasi
8. IF3098 Etika & Hukum Cyber
9. IF4031 Manajemen Proyek Perangkat Lunak
10. IF4032 Proyek Perangkat Lunak
11. IF4050 Sistem Berbasis Pengetahuan
12. IF4051 Interpretasi dan Pengolahan Citra
13. IF4052 Pemodelan dan Simulasi
14. IF4053 Sistem Temu Balik Informasi
15. IF4054 Sistem Komputer Nirkabel dan Bergerak
16. IF4055 Sistem Multimedia
17. IF4056 Rekayasa Interaksi
18. IF4057 Rekayasa Ulang Sistem
19. IF4058 Topik Khusus Sains Komputr I
20. IF4059 Topik Khusus Sains Komputer II
21. IF4030 Sistem Basis Data Terdistribusi
22. IF4031 Manajemen Proyek Perangkat Lunak
23. IF4032 Proyek Perangkat Lunak
24. IF4033 Metode dan Proses Pembangunan Perangkat Lunak
25. IF4034 Rekayasa Ulang Sistem Perangkat Lunak
26. IF4036 Analisis dan Perancangan Berorientasi Objek
27. IF4037 Teknologi Basis Data
28. IF4038 Pemrograman Sistem
29. IF4038 Basis Data Non Relasional
30. IF4093 Magang di Industri
31. IF4097 Jaringan Komputer Lanjut

Selain itu ada mata kuliah pilihan luar program yang ditawarkan, yang tidak sempat dituliskan di sini.

Selamat memasuki semester genap dan melakukan perwalian.

Kategori: Seputar Informatika

Tiga (3) Prodi Baru di STEI ITB

7 Januari 2009 · 19 Tanggapan

Setelah lama menunggu, akhirnya surat keputusan Rektor ITB tentang Program Studi (Prodi) baru di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB akhirnya keluar juga. Ini adalah kado tahun baru bagi STEI. Prodi baru tersebut adalah Teknik Telekomunikasi (kode ET), Teknik Tenaga Listrik (kode EP), dan Sistem dan Teknologi Informasi (kode II). Dengan demikian, fakultas STEI resmi memiliki lima Prodi yaitu:
1. Teknik Elektro (umum) – Electrical Engineering (EL)
2. Teknik Informatika – Informatics Engineering (IF)
3. Teknik Telekomunikasi – Telecommunication Engineering (ET)
4. Teknik Tenaga Listrik – Electrical Power Engineering (EP)
5. Sistem dan Teknologi Informasi – Information System and Technology (II)

Kata Dekan STEI, meskipun jumlah prodi > 2, nama fakultas tetap “sekolah”. Oh ya, Dekan juga telah menunjuk Kepala Prodi (Kaprodi). Untuk IF, Kaprodinya Dr. G.A Putri Saptawati, EL Kaprodinya Dr.Ir. Yudi Satria Gondokaryono, EP Kaprodinya Dr.Ir. Muhammad Nurdin, ET Kaprodinya Dr.Ir. Adit Kurniawan, M.Eng, dan II Kaprodinya Dr.Ir. Husni Setiawan S (lihat informasinya di sini). Selamat ya buat para Kaprodi yang baru.

Bagi Informatika, Prodi II (duh, kodenya meni kurang bagus kitu, maaf bercanda), atau mahasiwa sering menyebutnya STI saja, adalah “anak kandung”, karena Prodi ini adalah gabungan Lab Sistem Informasi di IF dengan KK Teknologi Informasi di Elektro. Jadilah namanya “Sistem dan Teknologi Informasi” sebagai nama kompromi dari kedua unsur pembentuknya. Di Indonesia saya kira belum ada Prodi STI ini, yang ada adalah Prodi Sistem Informasi. Tentang kurikulum STI, silakan lihat di sini.

Pengabungan Elektro dan Informatika menjadi satu fakultas sepertinya adalah sebuah “keberanian” ITB. Elektro dan Informatika berada dalam satu rumpun keilmuan sehingga menggabungnya dalam satu fakultas tersendiri adalah sebuah keniscayaan (anda dapat membaca tentang ini pada dokumen Computing Curricula yang diterbitkan oleh ACM). Di PT lain sepertinya sulit menggabungkan kedua Prodi ini menjadi satu fakultas sendiri. Yang biasa dilakukan adalah membentuk satu faklutas yang bernama Fakultas Teknologi Informasi atau Fakultas Ilmu Komputer dengan isinya adalah Prodi T. Informatika, Prodi Sistem Informasi, dan Prodi Ilmu Komputer.

Selamat datang Prodi baru di STEI. Mahasiswanya (Angkatan 2007 dan sesudahnya) siap-siap saja membentuk himpunan baru: HMEP, HMET, HMII, selain HME dan HMIF yang sudah ada (kalau mau).

Kategori: Seputar Informatika

Wajah-wajah Orangtua yang Bahagia

28 Oktober 2008 · 7 Tanggapan

Ini masih cerita tentang orangtua.
Sabtu, 25 Oktober 2008, kemaren saya datang ke acara syukuran wisuda Informatika. Acara kali ini khusus untuk menyambut kedatangan para orangtua wisudawan usai mereka menghadiri perhelatan wisuda di gedung Sabuga ITB. Wisuda Oktober 2008 ini memang yang terbesar dalam sejarah IF, ada sebanyak 67 orang wisudawan. Benar-benar rekor.

Ini dia foto wisudawan Informatika Oktober 2008 (foto diambil dari sini)

Saat wisudawan diarak dari Sabuga ke dalam kampus, para orangtua dijemput oleh mahasiswa dari Sabuga lalu dibawa ke ruang 7602. Di sana makan siang sudah menanti. Acara sebelum makan siang tidak banyak, hanya sambutan-sambutan dan pemutaran video dan foto.

Saya diminta memberi kata sambutan. Sebelum saya memberi kata sambutan, saya perhatian sekali lagi wajah-wajah para orangtua ini. Meskipun masih terlihat lelah (lelah karena datang dari daerah, lelah karena menghadiri prosesi wisuda yang lama), tetapi dari wajah mereka terlihat rona gembira. Bahagia karena putra-putrinya sudah berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi. Susah payah menyekolahkan anak tuntaslah sudah. Tidak semua orangtua di Indonesia beruntung bisa menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi, apalagi di ITB.

Saya hanya berpesan singkat, yaitu doronglah putra-putrinya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi lagi, yaitu S2 dan S3. Saat ini lulus S1 sudah biasa, sudah jamak. Indonesia perlu banyak ilmuwan yang berpendidikan lebih tinggi lagi yaitu pasca-sarjana. Malaysia sudah membuktikan hal ini. Lima belas tahun lalu mereka mengirim banyak mahasiswanya mengambil S2 dan S3 ke luar negeri. Setelah pulang ke tanah air, mereka berhasil membuat Malaysia menjadi negara maju. Untuk mahasiswa Indonesia sendiri, mencari beasiswa ke luar tidaklah sulit. Tersedia puluhan beasiswa S2 ke Eropa, Jepang, Amerika, dan Australia. Kalau tidak di luar negeri, S2 di ITB juga tidak kalah bagusnya, malah dapat vocer lagi (bebas SPP).

Kembali cerita tentang orangtua wisudawan. Tampak benar mereka menikmati sekali acara wisuda di ITB yang begitu semarak. Hingga sore hari mereka tidak bergeming meninggalkan kampus, mereka masih menunggu dan melihat prosesi arak-arakan para putra-putrinya dengan pakaian toga. Kebahagiaan itu seakan-akan tidak ingin segera cepat berlalu.

Sekarang saatnya para wisudawan itu membalas jerih payah orangtua mereka (meskipun orangtua tidak mengharapkan balasan atas jerih payah mereka). Berbakti kepada orangtua adalah tanda anak yang sholeh.

Ini bait lagu “Yang Terbaik Bagimu” dari Ada Band (+ Gita Guttawa), yang menceritakan harapan orangtua kepada anaknya dan cinta anak kepada orangtuanya (dalam hal ini ayahnya):

Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu buatku melambung
Di sisimu terngiang hangat nafas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu

Kau ingin ku menjadi yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu jauhkan godaan
Yang mungkin kulakukan dalam waktuku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak

Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu

Andaikan detik itu kan bergulir kembali
Ku rindukan suasana basuh jiwaku
Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati

Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu

Selamat jalan para wisudawan, selamat berbahagia dan menikmati hari tua para orangtua wisudawan.

Kategori: Seputar Informatika

Kurikulum Baru Informatika ITB 2008 – 2013

1 Agustus 2008 · 49 Tanggapan

Pada tahun ajaran baru 2008/2009 ini ITB mulai menggunakan kurikulum baru. Kurikulum pendidikan di ITB diperbarui setiap 5 tahun. Kurikulum terakhir adalah kurikulum 2003 yang berakhir penggunaannya pada Agustus 2008 ini. Perubahan kurikulum mutlak dilakukan oleh sebuah institusi pendidikan guna menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kebutuhan pelaku usaha dan industri.

Kurikulum baru Informatika ITB telah dirancang sejak 2 tahun lalu oleh tim yang dibentuk Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB. Mengingat Informatika (IF) dan Elektro (EL) berada dalam satu fakultas (STEI), maka kurikulum IF dan EL saling berkaitan erat. Saat ini ada 2 program studi (Prodi) di STEI yaitu Informatika dan Teknik Elektro. Jika Senat Akademik ITB menyetujui pada bulan Agustus ini, maka akan ada penambahan 3 prodi baru yaitu Teknik Telekomunikasi (EC), Teknik Tenaga Elektrik (EP), dan dan Sistem & Teknologi Informasi (STI). Dua prodi pertama merupakan ‘pecahan’ dari teknik elektro (umum), sedangkan prodi terakhir adalah ‘pecahan’ dari Informatika ditambah dengan dukungan Kelompok Keilmuan (KK) Teknologi Informasi dari Teknik Elektro. Dengan demikian STEI ITB akan memiliki 5 program studi yaitu teknik Elektro, Teknik Telekomunikasi, Teknik Tenaga Listrik, Teknik Informatika, dan Sistem dan Teknologi Informasi. Kurikulum kelima Prodi ini saling berkaitan dan sinergis. Sesuai dengan pola pendidikan khas di ITB, mahasiswa memilih program studi di fakultasnya setelah 1 tahun di TPB (Tingkat Pertama Bersama). Angkatan 2007 yang baru selesai menempuh TPB sudah bisa memilih salah satu dari lima prodi tersebut.

Di bawah ini saya hanya memaparkan kurikulum Informatika saja. Yang menarik pada kurikulum baru IF kali ini adalah adanya pembagian dua jalur pilihan. Kami di Informatika ITB mendefinisikan Informatika adalah gabungan computer science dan software engineering. Jadi, rumus IF = computer scince + software enginnering sudah diterapkan sejak awal jurusan ini dibentuk. Mengingat ilmu keinformatikaan itu sangat lebar dan berkembang sangat cepat, maka mahasiswa IF perlu menentukan pilihan sub-bidang mana yang akan dia fokuskan. Dengan asumsi bahwa tahun ini Prodi STI disetujui, maka pada kurikulum baru 2008 ini ada dua jalur pilihan di IF yaitu Sains Komputer dan Rekayasa Perangkat Lunak. Jika Prodi STI belum disetujui, maka Sistem dan Teknologi Informasi menjadi jalur pilihan ketiga. Mahasiswa yang boleh memilih jalur pilihan adalah Angkatan 2006 dan sesudahnya, sedangkan Prodi (atau jalur pilihan) STI hanya boleh diambil oleh angkatan 2007 dan sesudahnya.

Mata kuliah pada tahun pertama adalah TPB. Semua mahasiswa ITB mendapat mata kuliah yang sama (khusus untuk mahasiswa fakultas STEI, ada dua mata kuliah ciri khas fakultas. Oh ya, mahasiswa STEI masih belum mempunyai Prodi pada tahap TPB ini). Rincian mata kuliah pada semester 1 dan 2 adalah seperti di bawah ini:

Semester 1 (17 SKS)
1. MA1101 Kalulus IA (4 SKS)
2. FI1101 Fisika Dasar IA (4)
3. KI1101 Kimia Dasar IA (3)
4. KU1101 Konsep Pengembangan Ilmu Pengetahuan (2)
5. KU1071 Pengantar Teknologi Informasi A (2)
6. KU102x Bahasa Inggris (2)

Semester 2 (19 SKS)
1. MA1201 Kalulus IIA (4)
2. FI1201 Fisika Dasar IIA (4)
3. KI1201 Kimia Dasar IIA (3)
4. KU1201 Sistem Alam Semesta (2)
5. KU1001 Olahraga (2)
6. KU1011 Tata Tulis Karya Ilmiah (2)
7. EL1092 Dasar Rangkaian Elektrik (2)

Mata kuliah Pengenalan Teknologi Informasi (sem. 1) merupakan kuliah pengenalan prodi IF dan STI, sedangkan kuliah Dasar Rangkaian Elektrik (sem. 2) merupakan dasar bagi mahasiswa yang akan memilih prodi EL, EP, dan EC. Oh ya, ada mata kuliah baru pada kurikulum baru ini yaitu Konsep Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Sistem Alam dan Semesta. Seperti apa isinya saya juga belum tahu.

Di semester 3 dan 4 mahasiswa IF masih mendapatkan mata kuliah yang sama. Mereka belum dijuruskan pada jalur pilihan. Rincian mata kuliah pada semester 3 dan 4 adalah di bawah ini:

Semester 3 (19 SKS)
1. MA2071 Matematika Teknik I (3)
2. IF2091 Struktur Diskrit (3)
3. EL2095 Sistem Dijital (3)
4. EL2195 Praktikum Sistem Dijital (1)
5. IF2030 Algoritma dan Struktur Data (4)
6. IF2092 Probabilitas dan Statistika (3)
7. KU208x Agama dan Etika (2)
Catatan: mata kuliah Matematika Diskrit diganti namanya menjadi Struktur Diskrit

Yang baru di semester 3 adalah masuknya mata kuliah Sistem Dijital dan praktikumnya dari Elektro. Zaman sekarang era digital, jadi mahasiswa IF perlu memahami desain sistem dijital dan prakteknya.

Semester 4 (19 SKS)
1. IF2032 Pemrograman Berorientasi Objek (4)
2. IF2034 Basis Data (3)
3. IF2036 Rekayasa Perangkat Lunak (3)
4. EL2010 Organisasi dan Arsitektur Komputer (3)
5. IF2052 Teori bahasa dan Otomata (3)
6. IF2050 Logika Informatika (3)

Mulai semester 5 dan seterusnya, mahasiswa IF memilih jalur pilihan dari 2 jalur yang ada. Ada beberapa mata kuliah yang sama pada kedua jalur tersebut. Yang membedakan kedua jalur ini adalah mata kuliah pilihan wajib pada jalur tersebut.

Semester 5 (jalur pilihan Sains Komputer, 18 SKS)
1. IF3057 Sistem Informasi (3)
2. IF3055 Sistem Operasi (4)
3. IF3097 Jaringan Komputer (3)
4. IF3051 Strategi Algoritma (3)
5. IF3053 Grafika Komputer dan Visualisasi (3)
6. Mata kuliah pilihan humaniora (2)

Semester 5 (jalur pilihan Rekayasa Perangkat Lunak, 18 SKS)
1. IF3057 Sistem Informasi (3)
2. IF3055 Sistem Operasi (4)
3. IF3097 Jaringan Komputer (3)
4. IF3051 Sistem Basis Data (3)
5. IF3053 Rekayasa Perangkat Lunak lanjut (3)
6. Mata kuliah pilihan humaniora/minor (2)

Semester 6 (jalur pilihan Sains Komputer, 19 SKS)
1. IF3099 Interaksi Manusia Komputer (3)
2. IF3054 Inteligensia Buatan (3)
3. IF3056 Sistem Terdistribusi (3)
4. IF3094 Komunikasi Antar Personal (2)
5. IF3058 Kriptografi (3)
6. Mata kuliah pilihan non Program Studi/Minor (3)
7. KU2071 Pancasila dan Kewarganegaraan (2)

Semester 6 (jalur pilihan Rekayasa Perangkat Lunak, 19 SKS)
1. IF3099 Interaksi Manusia Komputer (3)
2. IF3054 Inteligensia Buatan (3)
3. IF3056 Sistem Terdistribusi (3)
4. IF3094 Komunikasi Antar Personal (2)
5. IF3038 Pemrograman Internet (3)
6. Mata kuliah pilihan non Program Studi/Minor (3)
7. KU2071 Pancasila dan Kewarganegaraan (2)

Pada semester 6 dimasukkan kuliah Komunikasi Antar Personal. Mata kuliah ini merespon masukan dari alumni ITB yang mengeluhkan lulusan ITB mempunyai communication skill yang kurang bagus.

Semester 7 (jalur pilihan Sains Komputer, 17 SKS)
1. IF4096 Tugas Akhir I dan Seminar (2)
2. IF4097 Jaringan Komputer Lanjut (3)
3. Mata kuliah pilihan Manajemen (3)
4. Mata kuliah pilihan jalur Sains Komputer (3)
5. Mata kuliah pilihan jalur Sains Komputer/minor (3)
6. Mata kuliah pilihan non Program Studi/minor (3)

Semester 7 (jalur pilihan Rekayasa Perangkat Lunak, 17 SKS)
1. IF4096 Tugas Akhir I dan Seminar (2)
2. IF4031 Manajemen Proyek Perangkat Lunak (3)
3. IF4032 Proyek Perangkat Lunak (3)
4. Mata kuliah pilihan jalur RPL (3)
5. Mata kuliah pilihan jalur RPL/minor (3)
7. Mata kuliah pilihan non Program Studi/minor (3)

Semester 8 (jalur pilihan Sains Komputer, 16 SKS)
1. IF4099 Tugas Akhir II (4)
2. IF4090 Kerja Praktek (1)
3. IF4092 Sositeknologi Informasi (2)
4. Mata kuliah pilihan lingkungan (3)
5. Mata kuliah pilihan Sains Komputer/minor (3)
6. Mata kuliah pilihan Ekonomi/minor (3)

Semester 8 (jalur pilihan Rekayasa Perangkat Lunak, 16 SKS)
1. IF4099 Tugas Akhir II (4)
2. IF4090 Kerja Praktek (1)
3. IF4092 Sositeknologi Informasi (2)
4. Mata kuliah pilihan lingkungan (3)
5. Mata kuliah pilihan RPL/minor (3)
6. Mata kuliah pilihan Ekonomi/Minor (3)

Mata kuliah pilihan yang ditawarkan dari jalur Sains Komputer adalah:
1. IF4050 Sistem Berbasis Pengetahuan
2. IF4051 Interpretasi dan Pengolahan Citra
3. IF4052 Pemodelan dan Simulasi
4. IF4053 Sistem Temu Balik Informasi
5. IF4054 Sistem Komputer Nirkabel dan Bergerak
6. IF4055 Sistem Multimedia
7. IF4056 Rekayasa Interaksi
8. IF4057 Rekayasa Ulang Sistem
9. IF4058 Topik Khusus Sains Komputer I
10. IF4059 Topik Khusus Sains Komputer II

Mata kuliah pilihan yang ditawarkan dari jalur RPL adalah:
1. IF4030 Sistem Basis Data Terdistribusi
2. IF4031 Manajemen Proyek Perangkat Lunak
3. IF4032 Proyek Perangkat Lunak
4. IF4033 Metode dan Proses Pembangunan Perangkat Lunak
5. IF4034 Rekayasa Ulang Sistem Perangkat Lunak
6. IF4036 Analisis dan Perancangan Berorientasi Objek
7. IF4037 Teknologi Basis Data
8. IF4038 Pemrograman Sistem
9. IF4038 Basis Data Non Relasional

Sembilan belas mata kuliah pilihan di atas dapat diambil oleh mahasiswa jalur pilihan manapun, namun tetap disarankan mengambil mata kuliah pilihan sesuai jalur pilihannya. Misalnya mahasiswa jalur Sains Komputer yang ingin “menambah perbendaharaan” RPL dapat mengambil kuliah pilihan IF4032 Proyek Perangkat Lunak atau IF4033 Manajemen Proyek Perangkat Lunak misalnya.

Perhatian (ditulis tanggal 15 Januari 2009): ada revisi terhadap kurikulum di atas, silakan baca di sini.

Kategori: Seputar Informatika