<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Catatanku &#187; Seputar ITB</title>
	<atom:link href="http://rinaldimunir.wordpress.com/category/seputar-itb/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rinaldimunir.wordpress.com</link>
	<description>Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Jan 2010 07:59:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='rinaldimunir.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/02f88ff696dff6961cd8a2f32e0547d0?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Catatanku &#187; Seputar ITB</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rinaldimunir.wordpress.com/osd.xml" title="Catatanku" />
		<item>
		<title>Pencuri Helm di dalam Kampus</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/12/30/pencuri-helm-di-dalam-kampus/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/12/30/pencuri-helm-di-dalam-kampus/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 05:11:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar ITB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=2033</guid>
		<description><![CDATA[Kalau anda datang ke kampus ITB, jangan heran kalau melihat ada mahasiswa yang membawa-bawa helm masuk ke dalam ruangan kelas, atau masuk ke dalam lab. Mereka membawa helm bukan karena khawatir helmnya &#8220;dibom&#8221; oleh burung-burung koak yang berada di atas pohon-pohon yang menaungi lapangan parkir, tetapi karena khawatir helm tersebut dicuri di tempat parkir motor. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=2033&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kalau anda datang ke kampus ITB, jangan heran kalau melihat ada mahasiswa yang membawa-bawa helm masuk ke dalam ruangan kelas, atau masuk ke dalam lab. Mereka membawa helm bukan karena khawatir helmnya &#8220;dibom&#8221; oleh burung-burung koak yang berada di atas pohon-pohon yang menaungi lapangan parkir, tetapi karena khawatir helm tersebut dicuri di tempat parkir motor. Sudah sangat sering kejadian helm hilang di tempat parkir motor di dalam kampus. Helm ditaruh di atas sadel atau di atas kaca spion, ketika mau pulang eh.. helm sudah tidak ada lagi. Meskipun helm dikaitkan di bawah sadel, pencuri tetap lebih pintar, mereka memotong talinya!</p>
<p>Saya sendiri sudah 3 kali kehilangan helm, benar-benar mengesalkan. Harga helm itu 100 ribu ke atas. Pencuri tahu benar mana helm yang bagus, buktinya helm butut atau yang sudah jelek ogah disentuhnya. Akhirnya saya kapok pakai helm bagus, beli helm yang murah saja. Saya tidak habis pikir, dijual kemana ya helm itu? Apakah ada tempat penjualan helm bekas?   </p>
<p>ITB adalah kampus yang terbuka, siapa saja bebas masuk ke dalam kampus. Satpam di pintu gerbang tidak bisa membedakan apakah orang yang masuk itu mahasiswa atau pencuri. Pencuri bisa berlagak seperti mahasiswa. Dengan menyamar seperti mahasiswa, yaitu memakai tas ransel dan berjaket, maka mereka tidak bisa dibedakan dengan mahasiswa yang &#8220;asli&#8221;. Mereka berbaur dengan mahaisiswa lainnya, sembari matanya melarak-lirik barang apa yang bisa diambil. Tas ransel di punggung adalah modal utama untuk menyembunyikan barang curian.</p>
<p>Selain helm, barang yang sering dicuri di dalam kampus adalah komputer laptop. Laptop sekarang ukurannya makin mini dan ini kesempatan emas bagi pencuri untuk menyikatnya. Pemilik laptop mana tahu orang disekelilingnya pencuri atau bukan, sebab gayanya sama seperti mahasiswa lainnya. Lengah saja sedikit, laptop bisa raib. Rekan senior saya pernah mengalami kehilangan barang, ketika dia keluar ruangan sebentar karena mau ke toilet, ketika kembali ternyata tas laptop dan isinya sudah disikat maling. Malingnya pintar membaca situasi. LabTek V tempat Prodi kami berada termasuk gedung yang ramai dengan hilir mudik mahasiswa dan orang lain entah siapa (tamu, karyawan, termasuk pencuri yang menyamar). Jadi, kalau ada orang yang masuk ke dalam lab, kami tidak tahu itu mahasiswa kami atau bukan, apalagi sekarang mahasiswa IF makin <em>crowded</em>, ditambah lagi mahasiswa Prodi STI, jadi tambah susah untuk mengenali orang-orang yang lalu lalang di sini. </p>
<p>Pencuri bisa juga kena batunya. Suatu kali di Lab Mesin seorang dosen memergoki orang berpenampilan mahasiswa memasukkan LCD proyektor (Infocus) ke dalam tas ranselnya. Ketika ditanya barang siapa itu, dia gelagapan dan ini menambah kecurigaan. Setelah diinterogasi, benar ternyata dia pencuri dan LCD proyektor itu adalah barang milik Lab. Tanpa ampun &#8212; seperti di banyak tempat di Indonesia &#8212; &#8220;pengadilan jalanan&#8221; pun berlaku juga di ITB. Pencuri itu dihakimi massa sampai babak belur dan berdarah. Tragisnya lagi, dalam keadaan berdarah-darah dia difoto dan fotonya disebar lewat milis (saya tidak berhasil mendapatkan fotonya).     </p>
<p>Bagaimana dengan sepeda motor, apakah sering hilang di ITB? Oo, kalau barang yang satu ini tampaknya setiap minggu ada saja motor yang raib. Meskipun motor sudah dikunci ganda tetap saja bisa hilang. Hmm&#8230; apakah pencuri menggunakan mobil boks untuk mengangkut motor yang terkunci itu? Jangan terlalu berharap pada Satpam di pintu gerbang kampus, mereka tidak selalu memeriksa STNK kendaraan yang mau keluar. Kalau saja prosedur pemeriksaan STNK itu selalu dilakukan secara konsisten, saya yakin pencuri yang melarikan motor atau mobil orang pasti ketahuan karena tidak memiliki STNK.</p>
<p>Siapakah pencuri itu, apakah &#8220;orang dalam&#8221; atau orang luar? Segala kemungkinan bisa saja terjadi, pelakunya bisa siapa saja. Yang penting selalu waspada dengan properti kita masing-masing. Harap diingat ITB kampus yang kurang aman. Musang bisa saja berbulu domba atau berbulu ayam. Kehilangan barang sangat menjengkellan, apalagi kalau barang itu sangat penting seperti komputer laptop yang berisi data penting dan hasil-hasil pekerjaan.  </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/2033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/2033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/2033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/2033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/2033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/2033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/2033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/2033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/2033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/2033/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=2033&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/12/30/pencuri-helm-di-dalam-kampus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Prof. Akhmaloka, Ph.D., Rektor Baru ITB 2010-2014</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/11/24/prof-dr-akhmaloka-rektor-baru-itb-2010-2014/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/11/24/prof-dr-akhmaloka-rektor-baru-itb-2010-2014/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 09:44:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar ITB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=1904</guid>
		<description><![CDATA[Tadi pagi baca berita di koran PR: rektor baru ITB sudah terpilih. Beliau adalah Prof. Ahkmaloka, Ph.D. Gelar profesor baru saja diperolehnya satu minggu yang lalu, dan anugerah (atau lebih tepatnya amanah) bertambah lagi dengan jabatan baru sebagai rektor ITB. 
Proses pemilihan rektor ITB ini pada mulanya diikuti oleh 22 calon, kemudian dipilih 10, lalu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=1904&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/11/akhmaloka1.jpg"><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/11/akhmaloka1.jpg?w=229&#038;h=300" alt="" title="Akhmaloka" width="229" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-1910" /></a>Tadi pagi baca berita di koran PR: rektor baru ITB sudah terpilih. Beliau adalah Prof. Ahkmaloka, Ph.D. Gelar profesor baru saja diperolehnya satu minggu yang lalu, dan anugerah (atau lebih tepatnya amanah) bertambah lagi dengan jabatan baru sebagai rektor ITB. </p>
<p>Proses pemilihan rektor ITB ini pada mulanya diikuti oleh 22 calon, kemudian dipilih 10, lalu, 3, dan akhirnya 1. Banyak calon yang bertumbangan di tengah jalan sebelum akhirnya dihasilkan 3 finalis. Yang berhak memilih adalah anggota MWA dan SA. Kita-kita dosen &#8220;jelata&#8221; ini (apalagi mahasiswa) hanya sebagai penonton yang baik saja, tidak punya hak suara. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':-(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ada tiga finalis yang terpilih, yaitu Pak Akhmaloka 9dari Kimia-FMIPA), Pak Adang Surrachman (dari Teknik Sipil-FTSL), dan Pak Indra Djati Sidi (juga dari Teknik Sipil-FTSL). Pak Akhmaloka mendapat 19 suara, Pak Adang 5 suara, dan Pak Indra 3 suara. Berita acara pemilihan selengkapnya dapat dilihat <a href="http://rektorkita.itb.ac.id/">di sini</a>. </p>
<p>Kalau boleh memilih di antara finalis itu (kapan ya dosen boleh memilih rektor secara langsung, mungkin UU BHMN harus diubah dulu), memang saya cenderung akan memilih Pak Loka. Pak Adang dan Pak Indra sudah &#8220;uzur&#8221;, usianya 54 dan 56 tahun, dan menurut saya sudah menjadi bagian dari cerita masa lalu. Pak Akhmaloka ini yang paling energik, umurnya 48 tahun. Pak Adang dan Pak Indra sudah punya rekam jejak sebagai Wakil Rektor, jadi kita semua tahulah kinerja mereka. Kalau Pak Loka belum pernah jadi Wakil Rektor, baru sebatas dekan FMIPA, tetapi saya dengar kinerjanya luar biasa. Selama menjadi dekan, dia sudah berhasil &#8220;menggolkan&#8221; 10 profesor baru dari FMIPA. Mimpinya adalah mewujudkan 200 orang profesor di ITB. Asal tahu saja, menjadi profesor di ITB itu &#8220;sulit&#8221; dan prosesnya lama. </p>
<p>Selamat bekerja Pak Akhmaloka, tugas berat menantimu. Sering-seringlah &#8220;turun gunung&#8221; mengunjungi &#8220;rakyat jelata&#8221; (dosen, mahasiswa, karyawan) di kampus &#8212; sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh rektor sebelumnya, sering-seringlah tur mengelilingi fasilitas kampus (lab, ruang kuliah, dll) apakah masih layak, perlu ditingkatkan, dsb, sering-seringlah menulis, sering-seringlah mendengar aspirasi civitas academica, sering-seringlah &#8230;(masih banyak lagi). Terlalu banyak harapan yang disandangkan kepada anda, Pak. Semoga tetap tabah sampai akhir. </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/1904/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/1904/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/1904/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/1904/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/1904/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/1904/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/1904/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/1904/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/1904/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/1904/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=1904&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/11/24/prof-dr-akhmaloka-rektor-baru-itb-2010-2014/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/11/akhmaloka1.jpg?w=229" medium="image">
			<media:title type="html">Akhmaloka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengambil Kuliah Agama Berbeda</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/11/19/mengambil-kuliah-agama-berbeda/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/11/19/mengambil-kuliah-agama-berbeda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 06:23:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar ITB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=1877</guid>
		<description><![CDATA[Seorang rekan saya, sesama dosen ITB, meminta pendapat. Ia bercerita bahwa salah seorang mahasiswa perwaliannya berkonsultasi tentang kuliah agama yang akan dia ambil di semester ini. Mahasiswa itu berencana mengambil mata kuliah agama dan etika (mata kuliah wajib 2 SKS), namun yang dia pilih adalah kuliah Agama dan Etika Budha, sementara dia sendiri bukan pemeluk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=1877&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Seorang rekan saya, sesama dosen ITB, meminta pendapat. Ia bercerita bahwa salah seorang mahasiswa perwaliannya berkonsultasi tentang kuliah agama yang akan dia ambil di semester ini. Mahasiswa itu berencana mengambil mata kuliah agama dan etika (mata kuliah wajib 2 SKS), namun yang dia pilih adalah kuliah Agama dan Etika Budha, sementara dia sendiri bukan pemeluk agama Budha. Mahasiswa minta pendapat dosen Wali tentang rencananya itu. </p>
<p>Ini kasus yang umum di ITB. Mahasiswa bebas memilih mata kuliah yang dia inginkan, termasuk mata kuliah agama. Setiap tahun ada saja mahasiswa yang non-Budha mengambil kuliah Agama dan Etika Budha. Kebanyakan mereka yang non-Budha itu beragama Islam atau Kristen. Macam-macam alasan dan motivasinya. Ada yang karena motivasi nilai, sebab beredar rumor sejak dulu kala bahwa kuliah Agama Budha ini &#8220;sistem paket A&#8221;, alias sebagian besar mahasiswa yang mengambil kuliah mendapat nilai A. Ini yang paling banyak alasannya. He..he, saya harus konfirmasi <em>nih </em>kepada dosen mata kuliah Agama Budha, benarkah begitu? Ada juga yang karena ingin sekedar menambah pengetahuan saja tentang apa dan bagaimana agama Budha itu. Atau, ada juga yang sudah bosan dengan &#8220;indoktrinasi&#8221; di dalam agamanya sendiri, lalu mencari &#8220;udara baru&#8221; dengan mengambil kuliah agama Budha. Mungkin ada lagi alasan lain, misalnya kuliahnya ringan, tidak banyak tugas, dan lain-lain, pragmatislah pokoknya. </p>
<p>Zaman saya kuliah ada teman saya yang beragama Islam tetapi mengambil kuliah agama Budha. Dia tidak mau mengambil kuliah agama Islam karena dia sadar dirinya sangat awam soal Islam. Jelas saja begitu, karena sejak kecil hingga SMA dia disekolahkan oleh orangtuanya di sekolah Katolik. Dia sama sekali tidak bisa membaca Al-Quran. Dia khawatir  kalau di kelas kuliah dia seperti &#8220;orang bodoh&#8221;, disuruh membaca Al-Quran ternyata tidak bisa, atau ditanya soal agama dia tidak bisa menjawab. <em>Malu-maluin nanti,</em> katanya. Jangan-jangan tidak lulus pula kuliah agama itu, katanya.</p>
<p>Sekarang, setelah menjadi dosen &#8211;apalagi menjadi dosen Wali&#8211; saya harus memecahkan masalah ini, seperti masalah rekan saya di atas. Bagaimana menjawab pertanyaan mahasiswa saya yang ingin mengambil kuliah agama berbeda? Pada intinya, dosen Wali tidak melarang mahasiswa mengambil kuliah agama apapun, keputusan ada di tangan mahasiswa itu sendiri. Aturan ITB sendiri soal mata kuliah agama juga tidak ada, sebab mahasiswa dianggap sudah dewasa untuk menentukan apa yang terbaik bagi dirinya. </p>
<p>Dosen Wali cukup memberi saran saja. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, apakah mahasiswa siap secara psikologis jika di transkip nilainya nanti tertulis nilai agama x, sementara dia beragama y? Apakah tidak ada masalah nanti di kemudian hari, misalnya dengan keluarga atau orangtua. Kedua, jika alasannya karena &#8220;takut&#8221; tidak bisa dengan kuliah agamanya sendiri (seperti kasus teman saya itu), justru inilah kesempatan untuk memperdalam agamanya itu, bukan? Ada banyak teman dan asisten yang bisa membantu. Belajar baca tulis Al-Quran misalnya. </p>
<p>Yang terbaik adalah mengambil kuliah agama sendiri sebagai bukti keistiqamahan (konsistensi). Itu saja. Kamu punya pendapat?  </p>
<p>-</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/1877/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/1877/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/1877/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/1877/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/1877/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/1877/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/1877/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/1877/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/1877/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/1877/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=1877&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/11/19/mengambil-kuliah-agama-berbeda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Soal Peringkat ITB yang &#8220;Turun&#8221;</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/10/30/soal-peringkat-itb-yang-turun/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/10/30/soal-peringkat-itb-yang-turun/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 07:01:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar ITB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=1812</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari mahasiswa saya datang dengan pertanyaan yang gundah gulana. Ia menyoal tentang peringkat ITB yang berada di bawah peringkat UI dan UGM. Sepertinya dia tidak terima jika ITB berada di bawah UI dan UGM. Narsis juga dia, he..he.
Memang, baru-baru ini lembaga pemeringkat perguruan tinggi prestisius, Times Higher Education &#8211; QS World University Ranking (THE-QS [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=1812&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Suatu hari mahasiswa saya datang dengan pertanyaan yang gundah gulana. Ia menyoal tentang peringkat ITB yang berada di bawah peringkat UI dan UGM. Sepertinya dia tidak terima jika ITB berada di bawah UI dan UGM. Narsis juga dia, he..he.</p>
<p>Memang, baru-baru ini lembaga pemeringkat perguruan tinggi prestisius, <em>Times Higher Education &#8211; QS World University Ranking </em>(THE-QS World), mengumumkan secara resmi <em>ranking </em>500 universitas terbaik dari 5.000 perguruan tinggi dunia yang disurvei. Publikasi dari Survei THE-QS World memang selalu menyita perhatian banyak orang, terutama dari kalangan akademisi Indonesia. Hasilnya, ITB berada pada peringkat ke-351 dunia pada 2009 ini. Tahun lalu, peringkat ITB sedikit lebih baik, yaitu ke-315. Sebagai pembanding, UI di peringkat ke-201 dunia, naik 86 peringkat dari tahun sebelumnya, ke-287. Sementara itu, UGM, yang tahun lalu berada di posisi ke-316, kini naik di peringkat ke-250 dunia.</p>
<p>Cuplikan peringkat universitas dunia menurut THE-QS (sumber dari <a href="http://www.topuniversities.com/university-rankings/world-university-rankings/2009/results">sini</a>):</p>
<p>1 	HARVARD University 	(United States)<br />
2 	University of CAMBRIDGE 	(United Kingdom)<br />
3 	YALE University 	(United States)<br />
4 	UCL (University College London) 	(United Kingdom)<br />
5 	University of OXFORD 	(United Kingdom)<br />
&#8230;<br />
22 	University of TOKYO 	(Japan)<br />
23 	KING&#8217;S College London 	(United Kingdom)<br />
24 	University of HONG KONG 	(Hong Kong)<br />
&#8230;<br />
30 	National University of Singapore (NUS) 	(Singapore)<br />
&#8230;<br />
179 	TEXAS A&amp;m University 	(United States)<br />
180 	University of MALAYA (UM) 	(Malaysia)<br />
181 	Indian Institute of Technology Delhi (IIT) 	(India)<br />
182 	RWTH AACHEN University 	(Germany)<br />
&#8230;<br />
<strong>201 	University of INDONESIA 	(Indonesia)</strong><br />
&#8230;<br />
249 	University of SURREY 	(United Kingdom)<br />
<strong>250 	GADJAH MADA University 	(Indonesia)</strong><br />
251 	University of WOLLONGONG 	(Australia)<br />
&#8230;<br />
<strong>351 	BANDUNG Institute of Technology (ITB) 	(Indonesia)</strong><br />
351 	NATIONAL TAIWAN University of Science An&#8230; 	(Taiwan)<br />
354 	University of MARBURG 	Germany<br />
&#8230;<br />
(Catatan: Hanya tiga perguruan tinggi Indonesia yang masuk 500 besar dunia)</p>
<p>Saya tersenyum-senyum saja mendengar kegundahan mahasiswa saya itu. Tentu saja pemeringkatan itu bagi ITB dianggap kurang fair, karena ITB disejajarkan dengan universitas umum yang mempunyai lingkup jurusan yang beraneka ragam seperti di UI dan UGM. Pemeringkatan THE-QS memang menggunakan spektrum yang luas dan tidak membedakan antara universitas umum dan perguruan tinggi teknologi. Karakteristik pemeringkatannya didominasi oleh <em>size </em>(ukuran student body), <em>scope </em>(cakupan keilmuan), dan <em>research intensity</em>. Ini agak kurang menguntungkan untuk institut seperti ITB. </p>
<p>Contoh untuk <em>scope</em>, yang dinilai itu <em>fully comprehensive</em> untuk lima bidang keilmuan, yaitu <em>life science</em>, <em>technology</em>, <em>biomodedicine</em>, <em>social science</em>, dan <em>arts and humanities</em>. UI dan UGM mempunyai jurusan yang beraneka ragam, mulai dari ilmu-ilmu sosial, humaniora, ekonomi, kedokteran, hingga sains dan teknologi, sedangkan ITB adalah perguruan tinggi spesifik di bidang sains dan teknologi saja. Karena di ITB tidak ada bidang ilmu sosial dan <em>humanities</em>, maka skor untuk <em>social sciences dan humanities </em> tentu saja kecil, nah hal ini tentu membuat skor peringkat keseluruhan menjadi turun. Inilah yang membuat UI dan UGM unggul karena mereka memiliki semua kategori yang bisa dinilai. Apa ITB perlu membuat fakultas sastra ya supaya peringkatnya naik? Seperti <em>joke </em>teman saya, kuliah di ITB jurusan Sastra Mesin, katanya, he..he&#8230; Pernah ada angket yang diberikan kepada mahasiswa baru yang berisi pertanyaan fakultas baru apa yang perlu dibuka di ITB, banyak yang menjawab fakultas kedokteran. Nggak lah ya, kalau ITB buka kedokteran atau sastra, bukan institut lagi namanya, tetapi universitas.  </p>
<p>Kembali ke soal peringkat, seharusnya pemeringkatan itu dibaca secara hati-hati, yaitu per kategori. Pada kategori teknologi (IT dan <em>engeneering</em>), ITB menempati 80 dunia, lebih tinggi daripada UI dan UGM. Jelas, ini meningkat dibandingkan tahun 2008 yang berada di urutan 90 dunia, dan tahun 2007 yang berada pada urutan 114, meskipun peringkat untuk bidang <em>life science </em>dan <em>biomedicine</em>, apalagi <em>social science</em>,  masih belum baik  dibandingkan dengan peringkat bidang teknologi. </p>
<p>Di Asia THE-QS juga melakukan pemeringkatan perguruan tinggi (lihat sumbernya <a href="http://www.topuniversities.com/university-rankings/asian-university-rankings">di sini</a>). Hasilnya, UI  berada pada peringkat 50 besar Asia, kemudian UGM berada di peringkat 63, sedangkan ITB di peringkat 80. Walau ITB kalah di peringkat secara umum, namun ITB mendapatkan peringkat 21 di bidang <em>Engineering &amp; IT </em>sementara UI dan UGM berada diperingkat 44 dan 51. Untuk bidang <em>Natural Science</em>, ITB mendapatkan peringkat 27. Kategori lainnya adalah adalah <em>Arts &amp; Humanities</em>, <em>Life Science &amp; Biomedicine</em>, dan <em>Social Science</em>. Selengkapnya (data diambil dari <a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?s=c90de37f5e31150c5ebede9f6a9d97ec&amp;p=124245470#post124245470">sini</a>):</p>
<p>Bidang Studi: IT &amp; Engineering:<br />
1. ITB ranking 21<br />
2. UI ranking 44<br />
3. UGM ranking 51<br />
4. Undip ranking 86<br />
5. IPB ranking 87</p>
<p>Bidang Studi: <em>Natural Sciences</em><br />
1. ITB ranking 27<br />
2. UGM ranking 37<br />
3. UI ranking 58<br />
4. IPB ranking 70</p>
<p>Bidang Studi: Life Sciences &amp; Medicine<br />
1. UGM ranking 16<br />
2. UI ranking 29<br />
3. ITB ranking 50<br />
4. Unair ranking 59<br />
5. Undip ranking 90<br />
6. IPB ranking 92</p>
<p>Bidang Studi: Arts &amp; Humanities<br />
1. UGM ranking 14<br />
2. UI ranking 15<br />
3. ITB ranking 50<br />
4. IPB ranking 86<br />
5. Unair ranking 92<br />
6. Undip ranking 96</p>
<p>Bidang Studi: Social Sciences<br />
1. UI ranking 18<br />
2. UGM ranking 25<br />
3. ITB ranking 50<br />
4. Unair ranking 64<br />
5. Undip ranking 71<br />
6. IPB ranking 88</p>
<p>Meskipun peringkat ITB secara umum di bawah UI dan UGM, masyarakat yang tidak kritis mungkin mempunyai penilaian lain. Mereka melihat prestasi ITB turun dan hal ini tentu saja bisa merugikan citra ITB sendiri. Dari segi <em>marketing </em>jelas ini kurang baik. Ini berbeda dengan UI dan UGM, kenaikan peringkat bagi mereka digunakan secara baik untuk memperbaiki citra dan tentu saja <em>marketing</em>. Memang tidak ada data apakah gara-gara peringkat itu terjadi penurunan minat masuk ke ITB. Setahu saya memang tidak ada hubungannya antara perringkat dan minat calon mahasiswa. Berdasarkan pengamatan saya terhadap siswa-siswa di daerah, ITB tetap menjadi tujuan utama para siswa daerah yang ingin menekuni bidang teknologi. </p>
<p>Meskipun para petinggi ITB tidak menganggap penting soal peringkat (baca <a href="http://sains.kompas.com/read/xml/2009/10/27/10451526/itb.world.class.university.bukan.tujuan.utama.">berita ini</a>), namun bagi saya sebaliknya. Kita tidak boleh menganggap remeh soal peringkat ini. Peringkat tetap penting, karena hal ini menunjukkan pengakuan dunia internasional terhadap perguruan tinggi di Indonesia.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/1812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/1812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/1812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/1812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/1812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/1812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/1812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/1812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/1812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/1812/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=1812&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/10/30/soal-peringkat-itb-yang-turun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Tentang Gempa Besar Kemaren</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/09/03/cerita-tentang-gempa-besar-kemaren/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/09/03/cerita-tentang-gempa-besar-kemaren/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 03:53:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar ITB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=1643</guid>
		<description><![CDATA[Gempa besar berskala 7,3 SR yang terjadi kemaren sore di Jawa Barat  meninggalkan banyak cerita. Baru kali ini saya merasakan gempa yang begitu hebat dan berlangsung dalam waktu yang lama (40 detik). 
Ketika gempa terjadi, saya masih di kampus ITB. Saya dan dua rekan saya sedang melakukan sidang Tugas Akhir seorang mahasiswa Angkatan 2005. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=1643&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Gempa besar berskala 7,3 SR yang terjadi kemaren sore di Jawa Barat  meninggalkan banyak cerita. Baru kali ini saya merasakan gempa yang begitu hebat dan berlangsung dalam waktu yang lama (40 detik). </p>
<p>Ketika gempa terjadi, saya masih di kampus ITB. Saya dan dua rekan saya sedang melakukan sidang Tugas Akhir seorang mahasiswa Angkatan 2005. Ketika sampai pada giliran saya untuk bertanya, tiba-tiba saya merasakan lantai bergoyang, lama kelamaan makin keras. Wah, gempa! Refleks kami yang berada di ruang sidang (penguji, pembimbing, dan mahasiswa yang disidang), langsung berlarian melalui tangga ke bawah. Kebetulan ruang sidang ada di lantai dua. Para karyawan dan mahasiswa ikut berlarian ke bawah. Semua panik dan ketakutan. Kalau sudah panik begini, maka semua tips dan prosedur  keselamatan jika terjadi gempa tidak terpikir lagi. Semua orang pikirannya cari selamat sendiri-sendiri. Ketika melewati tangga, goyangan gempa masih berlangsung dan plesteran dinding di LabTek V mulai berjatuhan. Suasana makin mencekam. Sesampai di luar, ternyata sudah banyak para dosen, mahasiswa dan karyawan yang berdiri di luar gedung. Mereka berjaga-jaga di luar sambil menatap gedung LabTek. Kampus ITB benar-benar heboh saat itu. Kuliah yang sedang berlangsung saat itu langsung bubar, mahasiswa dan dosennnya berlarian ke luar menyelamatkan diri. Benar-benar panik, karena gempanya terasa sekali besarnya. </p>
<p>Hampir semua orang mencoba menelpon dengan HP, mencoba mencari tahu nasib teman, keluarga, atau sekadar mencari informasi. Tetapi, jaringan seluler terputus dan tidak bisa digunakan. Apakah ada <em>tower </em>yang roboh atau bagaimana kok sinyal ponsel menjadi <em>blank</em>? Oh, saya baru tahu keesokan harinya, hal ini terjadi karena pada saat yang sama puluhan ribu atau ratusan ribu orang mencoba melakukan panggilan, akibatnya jaringan seluler sangat padat, macet, dan akhirnya <em>blank</em>. </p>
<p>Nah, setelah goyangan gempa berhenti, kami masuk kembali ke ruangan sidang. Sidang dilanjutkan kembali. Hanya sebentar saya duduk, tiba-tiba gempa susulan datang lagi, meja bergoyang. Secepat kilat kami pun berlarian kembali ke bawah. </p>
<p>Akhirnya, setelah gempa benar-benar mereda, kami kembali lagi ke ruang sidang untuk kedua kalinya. Karena kondisi psikologis tidak memungkinkan melanjutkan sidang, akhirnya sidang ditutup saja, tanpa perlu dilanjutkan tanya jawab lagi. Lalu, bagaimana  &#8220;nasib&#8221; mahasiswa sidang? Tenang, tenang &#8230;, mahasiswanya tetap lulus kok, ini &#8220;berkah&#8221; dari gempa &#8216;kali <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> . </p>
<p>Saya berkeliling gedung Labtek V. Beberapa bagian LabTek V ada yang rusak, retak, lotengnya ambrol, dan plesteran dindingnya berguguran. Untung gedung tidak roboh, alhamdulilah konstruksinya kuat, mungkin waktu dibangun dulu tidak ada yang mengkorupsi dana pembangunannya sehingga bahan bangunan dan konstruksinya sesuai dengan perencanaan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> .  </p>
<p>Oh ya, ketika saya menengok Lab RPL, beberapa loteng eternitnya jatuh ke bawah. Kondisi yang sama juga terjadi di LabDas, Ini foto di Lab RPL (masih sempat-sempatnyanya membuat foto di tengah susasana yang masih mencekam itu <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> , naluri &#8220;wartawan blog&#8221;):</p>
<p><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/09/dsc00692.jpg?w=500&#038;h=375" alt="DSC00692" title="DSC00692" width="500" height="375" class="aligncenter size-full wp-image-1644" /></p>
<p>Kalau yang di bawah ini adalah plesteran dinding dekat tangga di lantai 2 yang berguguran ke bawah:</p>
<p><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/09/dsc00694.jpg?w=500&#038;h=375" alt="DSC00694" title="DSC00694" width="500" height="375" class="aligncenter size-full wp-image-1645" /></p>
<p>Tidak parah memang, tidak seperti gedung-gedung dan rumah yang roboh di Tasikmalaya. Alhamdulillah, saya bersyukur kami semua selamat, termasuk anak-anak yang berada di rumah.  </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/1643/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/1643/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/1643/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/1643/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/1643/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/1643/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/1643/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/1643/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/1643/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/1643/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=1643&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/09/03/cerita-tentang-gempa-besar-kemaren/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/09/dsc00692.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00692</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/09/dsc00694.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00694</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jalur &#8220;Fast Track&#8221; S1 dan S2 di ITB</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/08/29/jalur-fast-track-s1-dan-s2-di-itb/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/08/29/jalur-fast-track-s1-dan-s2-di-itb/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 08:48:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar ITB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=1621</guid>
		<description><![CDATA[Iri juga melihat mahasiswa zaman sekarang  . Masih muda &#8212; berkisar umur antara 22 dan 24 tahun &#8212; sudah menyandang gelar magister (S2). Saya masih ingat dulu untuk meneruskan S2 saja umur saya sudah kepala 3 , hi..hi..hi  . 
Nah, sekarang ITB mempermudah lagi mengambil program S2. Tidak perlu lulus kuliah S1 dulu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=1621&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Iri juga melihat mahasiswa zaman sekarang <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> . Masih muda &#8212; berkisar umur antara 22 dan 24 tahun &#8212; sudah menyandang gelar magister (S2). Saya masih ingat dulu untuk meneruskan S2 saja umur saya sudah kepala 3 , hi..hi..hi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> . </p>
<p>Nah, sekarang ITB mempermudah lagi mengambil program S2. Tidak perlu lulus kuliah S1 dulu, sembari di S1 mahasiswa sudah bisa mengambil program S2 sekaligus. Jalur cepat ini dinamakan jalur <em>fast track</em>. Maksudnya, anda sudah bisa menjadi mahasiswa S2 ketika masih duduk pada tahun ke-4 di S1. Program S1 dan S2 cukup ditempuh dalam waktu 5 tahun saja (4 tahun S1 + 1 tahun S2) Ini merupakan suatu cara ITB untuk meningkatkan kualitas S2 dan memperbanyak lulusan ITB yang bergelar magister. Dengan semakin banyak mahasiswa ITB mengambil S2 di ITB sendiri, maka kualitas S2 akan mendekati kualitas S1. Untuk meningkatkan kualitas sebuah program pendidikan, bahan bakunya memang harus yang bagus. Bahan baku yang bagus itu sudah tersedia di S1, jadi kenapa tidak dilanjutkan saja ke jenjang S2?  </p>
<p>Di Informatika ITB, mahasiswa S1 Angkatan 2005 yang pertama kali mengambil jalur <em>fast track</em> ini. Saya dengar cukup banyak juga Angkatan 2005 yang mengambil jalur <em>fast track</em>. Syarat untuk mengambil jalur <em>fast track</em> ini tidak sulit <em>kok</em>. IPK sampai semester 6 harus di atas 3.0, lalu mengajukan permohonan ke ketua program studi atau sekretaris program S2. Selanjutnya, di tingkat 4 mahasiswa sudah mulai mengambil beberapa mata kuliah S2 sembari tetap mengambil kuliah S1. Di beberapa Prodi S2 mahasiswa tidak perlu mengambil seluruh mata kuliah S2, hanya beberapa saja yang diambil sebab beberapa kuliah S2 ada yang sama dengan S1 sehingga tidak perlu diambil lagi, tapi untuk kasus S2 Informatika, harus mengambil semua kuliah S2. Daftar mata kuliah S2 dapat ditanyakan ke sekretaris program S2 (sekarang ini untuk Program S2 Informatika sekretarisnya adalah Pak Oerip). </p>
<p>Yang harus diperhatikan adalah kuliah S1 anda harus diselesaikan dalam waktu 4 tahun tepat. Jika lulus S1 lebih dari 4 tahun maka status S2 nya gugur. Cukup berat memang, tapi saya kira ini konsekuensi dari jalur <em>fast track</em> itu. Setelah mereka lulus S1 (4 tahun), maka sisa dua semester di Program S2 dilanjutkan kembali sembari menyusun tesis magister sehingga sisa program S2 diselesaikan selama 1 tahun saja. Total semuanya, S1 dan S2, cukup 5 tahun saja.  Singkat, namun tidak mengurangi kualitas keluarannya.</p>
<p>Kelebihan mengambil jalur <em> fast track</em> ini adalah selama 1 tahun pertama (di tingkat 4) mahasiswa tidak dikenakan biaya SKS maupun SPP S2. Jadi, ketika mereka mengambil mata kuliah S2 pada tingkat 4, mereka tidak perlu membayar biaya kuliah S2. Setelah mereka lulus S1 dan ingin menyelesaikan sisa program S2-nya yang 1 tahun lagi itu, barulah mereka dikenakan biaya SKS dan SPP S2. Namun, mahasiswa tidak perlu khawatir sebab ITB menyediakan vocer bagi mahasiswa S2 sehingga mahasiswa bebas dari biaya kuliah (syarat dan ketentuan berlaku untuk mendapatkan vocer ini <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> ).</p>
<p>Jika setelah lulus S1 mahasiswa membatalkan niatnya untuk meneruskan sisa program S2, atau gagal lulus S1 selama 4 tahun sehingga status <em>fast strack</em> nya dicabut, maka semua mata kuliah S2 yang pernah diambil dapat dimasukkan ke dalam transkip nilai (tentu saja ada persyaratan yang harus dipenuhi). </p>
<p>ITB mendorong agar sebanyak mungkin mahasiswa S1 nya mengambil S2 di ITB lagi, baik melalui jalur reguler maupun jalur <em>fast track</em>. Saya juga mendengar ada jalur <em>fast track</em> S2 dan S3 di ITB sehingga program S3 yang normalnya 3 tahun dapat diselesiakan dalam waktu 2 tahun saja. Wah, jika mahasiswa berhasil menempuh S1, S2, dan S3 di ITB melalui jalur <em>fast track</em> ini, maka di masa datang kita akan menemukan orang-orang bergelar doktor yang masih imut-imut dengan usia di bawah 27 tahun atau bahkan 25 tahun! Tidak seperti saya ini, mengambil S3 ketika umur sudah kepala 4, hi..hi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> .      </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/1621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/1621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/1621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/1621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/1621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/1621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/1621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/1621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/1621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/1621/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=1621&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/08/29/jalur-fast-track-s1-dan-s2-di-itb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hari Pertama Kuliah di Bulan Ramadhan</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/08/25/hari-pertama-kuliah-di-bulan-ramadhan/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/08/25/hari-pertama-kuliah-di-bulan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 05:53:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Seputar ITB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=1617</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin, Senin 24 Agustus 2009, adalah hari pertama kuliah di bulan Ramadhan. Tanggal 1 Ramadhan sebenarnya jatuh pada hari Sabtu, tetapi berhubung Sabtu adalah hari libur di ITB, maka suasana kuliah pertama pada bulan Ramadhan justru baru dirasakan pada hari Senin kemarin.
Bulan Ramadhan atau bulan puasa sudah berkali-kali datang ke ITB. Karena kalender Islam mengikuti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=1617&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kemarin, Senin 24 Agustus 2009, adalah hari pertama kuliah di bulan Ramadhan. Tanggal 1 Ramadhan sebenarnya jatuh pada hari Sabtu, tetapi berhubung Sabtu adalah hari libur di ITB, maka suasana kuliah pertama pada bulan Ramadhan justru baru dirasakan pada hari Senin kemarin.</p>
<p>Bulan Ramadhan atau bulan puasa sudah berkali-kali datang ke ITB. Karena kalender Islam mengikuti penanggalan Qamariyah (perhitungan berdasarkan penampakan bulan), maka bulan Ramadhan selalu bergeser setiap tahun masehi. Tahun ini awal Ramadhan bersamaan dengan pekan permulaan kuliah di ITB. Sepuluh tahun lalu bulan Ramadhan bersamaan dengan musim hujan di bulan Desember. Sepuluh tahun lagi Ramadhan akan mendekati perayaan tahun baru. </p>
<p>ITB adalah kampus yang plural, berbagai agama mahasiswa, dosen, dan karyawan ada di dalamnya. Sebagai kampus yang majemuk, tidak ada perubahan khusus dalam perkuliahan, utamanya soal waktu. Kuliah tetap dimulai pukul 7.00 pagi dan berakhir pukul 18.00 sore. Yang berbeda adalah ditutupnya semua kantin di dalam kampus, namun beberapa pedagang makanan di Jalan Gelapnyawang tetap ada yang berjualan. Tentu saja untuk melayani mahasiswa yang tidak berpuasa, khususnya yang non-muslim. </p>
<p>Sangat sukar membedakan mana mahasiswa yang berpuasa dan mana yang tidak, meskipun dia seorang muslim sekalipun. Puasa adalah ibadah yang unik dan bersifat privat. Kalau kita shalat, maka orang lain bisa melihatnya. Kalau kita bersedekah, orang lain bisa saja tahu. Apalagi kalau ibadah haji, orang sekampung bisa tahu karena ada acara syukuran baik di masjid maupun di rumah, dan diantar ramai-ramai ke asarama haji. Tapi ibadah puasa? Hanya dirinya dan Tuhan saja yang tahu. Seorang muslim sendiri belum tentu ikut berpuasa, mungkin karena lagi sakit, sedang datang bulan (bagi wanita), atau memang tidak mau menjalankan ibadah agama saja alias tidak taat. Kelompok yang terakhir ini cukup banyak juga jumlahnya. Aneka orang tentu dengan aneka cara dia meyakini dan menjalankan agamanya. Biar Allah SWT yang akan menilai, kita manusia tidak punya hak untuk menilai keagamaan seseorang. Setiap orang bertanggung jawab dengan amal perbuatannya masing-masing.</p>
<p>Ada &#8220;untungnya&#8221; berpuasa pada saat kita tetap kuliah atau bekerja. Yang paling terasa adalah tidak repot lagi memikirkan makan siang di mana, mau makan apa. Waktu istirahat makan siang yang biasanya digunakan untuk mencari makan, sekarang dapat digunakan untuk aktivitas lain, apakah itu melanjutkan pekerjaan, berleha-leha sejenak, atau mengaji (tadarus).    </p>
<p>Bagi mahasiswa, bulan Ramadhan tentu dapat menghemat pengeluaran. Makan yang biasanya tiga kali sehari sekarang menjadi dua kali saja. Tapi bagi orang yang sudah berkeluarga seperti saya, bulan Ramadhan berarti menambah pengeluaran ekstra&#8230; he..he. Karena ini bulan istimewa, maka soal makan pun mau tidak mau juga ada perubahan menu. Makanan yang tidak pernah muncul pada hari-hari biasa, pada bulan Ramadhan ini tiba-tiba hadir di depan mata. Mau tidak mau tergoda juga untuk merasakan dan akhirnya membelinya, bukan? Jangan heran pada bulan Ramadhan ini orang-orang royal berbelanja. Menjelang sore, supermarket dan pasar swalayan penuh sesak dengan orang yang berbelanja aneka kebutuhan buka puasa. Padahal inti berpuasa adalah menahan hawa nafsu, termasuk di dalamnya nafsu belanja. Cuma ya itu, banyak orang &#8212; mungkin saya termasuk juga di dalamnya &#8212; tidak paham makna puasa, dan akhirnya yang terlihat di permukaan adalah bulan puasa identik dengan makan berlebih dan pengeluaran berlebih. Ya Allah, semoga Engkau mengampuni kekeliruan ummat-Mu ini. </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/1617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/1617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/1617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/1617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/1617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/1617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/1617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/1617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/1617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/1617/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=1617&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/08/25/hari-pertama-kuliah-di-bulan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ramai Pemilihan Ketua IA-ITB Jurusan &#8220;Tetangga Sebelah&#8221;</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/07/31/ramai-pemilihan-ketua-ia-itb-jurusan-tetangga-sebelah/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/07/31/ramai-pemilihan-ketua-ia-itb-jurusan-tetangga-sebelah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 08:19:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar ITB]]></category>
		<category><![CDATA[Seputar Informatika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=1518</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari ini kampus Ganesha diramaikan dengan puluhan spanduk yang bertebaran di berbagai sudut strategis. Ada apa gerangan? Ooo.. ada pesta pemilihan ketua Ikatan Alumni ITB Jurusan Teknik Elektro (EL) rupanya, tetangga sebelah Informatika. Walah..walah&#8230; pemilihan ketua ikatan alumni sebuah jurusan (program studi) saja begitu hebohnya di kampus, menyita perhatian bagi yang melewati jalan-jalan dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=1518&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Beberapa hari ini kampus Ganesha diramaikan dengan puluhan spanduk yang bertebaran di berbagai sudut strategis. Ada apa gerangan? Ooo.. ada pesta pemilihan ketua Ikatan Alumni ITB Jurusan Teknik Elektro (EL) rupanya, tetangga sebelah Informatika. Walah..walah&#8230; pemilihan ketua ikatan alumni sebuah jurusan (program studi) saja begitu hebohnya di kampus, menyita perhatian bagi yang melewati jalan-jalan dalam kampus.</p>
<p><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/07/dsc005971.jpg?w=225&#038;h=300" alt="DSC00597" title="DSC00597" width="225" height="300" class="aligncenter size-full wp-image-1528" /></p>
<p><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/07/dsc00595.jpg?w=225&#038;h=300" alt="DSC00595" title="DSC00595" width="225" height="300" class="aligncenter size-full wp-image-1520" /></p>
<p><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/07/dsc00596.jpg?w=500&#038;h=375" alt="DSC00596" title="DSC00596" width="500" height="375" class="aligncenter size-full wp-image-1521" /></p>
<p>Saya tidak kenal siapa yang mencalonkan diri sebagai ketua ikatan alumni EL itu, maklum saya bukan alumni elektro. Namun <em>swer</em>..sungguh saya salut dengan ikatan alumni elektro, mereka begitu kompak, kuat, dan organisisasinya jalan. Teknik Elektro merupakan jurusan yang mahasiswanya paling banyak di antara jurusan lain di ITB, usia jurusan ini sudah 60 tahun lebih, maka wajar para alumninya paling besar dan sudah banyak yang menduduki jabatan penting di negeri ini (BUMN, swasta nasional, swasta asing, dsb). Maka, &#8220;pertarungan&#8221; memperebutkan ketua ikatan alumni jurusan ini terlihat begitu seru dan jor-joran. Prestise-lah. Pastilah calon ketua yang bertarung (2 orang rupanya) begitu habis-habisan berkampanye agar terpilih dengan mengeluarkan dana yang tidak sedikit, bahkan kampanyenya dilakukan hingga di kampus asalnya. Kemaren puluhan gadis-gadis cantik beraksi di depan LabTek V membagikan brosur dan <em>merchandise </em>salah satu calon (Pak Syakieb) kepada orang-orang yang lewat. Saya kebetulan kebagian. Maaf, mbak, saya bukan alumni Elektro, he..he..</p>
<p>Halo ikatan alumni Informatika, apa kabar? Jadi iri nih dengan ikatan alumni prodi tetangga sebelah itu. Jauh sekali bedanya antara ikatan alumni Informatika dengan ikatan alumni Elektro. Ikatan alumni Informatika nyaris tidak terdengar suaranya, seperti bunyi iklan Isuzu Panther <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> . Siapa ketua ikatan alumni Informatika sekarang? Dimana sekretariatnya? Apa saja kegiatannya? Banyak yang tidak tahu. Padahal alumni Informatika sudah di atas seribu orang, usia prodi ini sudah seperempat abad, tetapi ikatan alumninya antara ada dan tiada.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/1518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/1518/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/1518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/1518/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/1518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/1518/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/1518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/1518/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/1518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/1518/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=1518&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/07/31/ramai-pemilihan-ketua-ia-itb-jurusan-tetangga-sebelah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/07/dsc005971.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00597</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/07/dsc00595.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00595</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2009/07/dsc00596.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00596</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dicari Rektor Baru ITB</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/07/23/dicari-rektor-baru-itb/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/07/23/dicari-rektor-baru-itb/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 08:11:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar ITB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=1482</guid>
		<description><![CDATA[Ada hajatan yang tengah berlangsung di ITB saat ini, yaitu pemilihan rektor baru. Rektor lama, Pak Djoko, akan habis masa jabatannya. Info pemilihan rektor ITB sila lihat di sini. 
Sesuai dengan UU BHMN, pemilihan rektor bersifat terbuka, iklannya dipasang di media massa. Siapapun orang Indonesia yang merasa pantas menjadi rektor, silakan memasukkan lamaran. Namun, sejak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=1482&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ada hajatan yang tengah berlangsung di ITB saat ini, yaitu pemilihan rektor baru. Rektor lama, Pak Djoko, akan habis masa jabatannya. Info pemilihan rektor ITB sila lihat <a href="http://rektorkita.itb.ac.id/">di sini</a>. </p>
<p>Sesuai dengan UU BHMN, pemilihan rektor bersifat terbuka, iklannya dipasang di media massa. Siapapun orang Indonesia yang merasa pantas menjadi rektor, silakan memasukkan lamaran. Namun, sejak masa pendaftaran dibuka pada tanggal 6 Juli dan akan berakhir tanggal 6 Agustus yang akan datang, hingga tulisan ini dibuat jumlah pelamar resmi baru 1 orang, yaitu orang luar bernama Dr.Ir. Irawan Muripto, M.Sc dari Sekolah Tinggi Perikanan – Jakarta. Walah&#8230;  mana <em>nih </em>calon dari dalam sendiri?</p>
<p>Sewaktu masih menjadi dosen muda, ada seorang senior yang waktu itu disuruh-suruh oleh rekan-rekannya untuk maju menjadi calon rektor ITB. Apa katanya? <em>Nggak ah</em>&#8230;, <em>nggak </em>mau. Kenapa tidak mau? Menjadi rektor ITB itu bisa bikin stres. Cari-cari &#8220;penyakit&#8221; saja, katanya. Oh, begitukah?</p>
<p>Hmmm&#8230; pekerjaan apapun bisa membuat stres atau bikin sakit (termasuk sakit hati), tidak hanya rektor ITB saja. Memang menjadi rektor ITB tingkat stresnya akan lebih tinggi. Banyak persoalan yang harus diselesaikan oleh rektor baru, mulai dari target ITB menjadi WCU (<em>World Class University</em>), biaya pendidikan yang semakin mahal, kampus yang terasa semakin sempit saja, masalah kemahasiswaan yang tidak habis-habisnya, dan tentu masih banyak lagi masalah lain yang harus diselesaikan. Yang paling berat memang memimpin lebih dari 1000 dosen yang hebat-hebat itu. Biasanya orang pintar itu susah diatur, maunya mengatur terus, he..he <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> . Bercanda.</p>
<p>Hanya sayangnya, pemilihan rektor berlangsung di tingkat elit saja. Sesuai dengan UU BHMN, hanya anggota Senat Akademik dan Majelis Wali Amanat (MWA) yang dapat memilih (lihat <a href="http://rektorkita.itb.ac.id/proses">prosedur pemilihan</a>). Dosen biasa seperti saya tidak bisa ikut memilih rektor baru, hanya bisa mengusulkan calon saja. Aneh saja menurut saya, padahal  kepala desa hingga presiden saja dipilih melalui pemilihan secara langsung oleh rakyat di bawahnya, tetapi untuk rektor tidak (atau belum) berlaku. </p>
<p>Hayo, siapa yang berminat menjadi rektor ITB yang baru? </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/1482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/1482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/1482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/1482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/1482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/1482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/1482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/1482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/1482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/1482/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=1482&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/07/23/dicari-rektor-baru-itb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjadi Joki = Menceburkan Diri ke Lubang D.O</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/07/07/menjadi-joki-menceburkan-diri-ke-lubang-d-o/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/07/07/menjadi-joki-menceburkan-diri-ke-lubang-d-o/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 08:13:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar ITB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=1435</guid>
		<description><![CDATA[Berita memalukan datang minggu lalu. Tiga belas orang mahasiswa ITB tertangkap di Makassar karena menjadi joki SNMPTN. Malu, karena mereka menyandang nama almamater kami, meskipun tindakan mereka tidak ada hubungannya dengan institusi pendidikan. Para mahasiswa itu  sudah menggadaikan otaknya dengan uang. Mereka dijanjikan uang Rp 30 juta (baca beritanya di sini). Boro-boro uang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=1435&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berita memalukan datang minggu lalu. Tiga belas orang mahasiswa ITB tertangkap di Makassar karena menjadi joki SNMPTN. Malu, karena mereka menyandang nama almamater kami, meskipun tindakan mereka tidak ada hubungannya dengan institusi pendidikan. Para mahasiswa itu  sudah menggadaikan otaknya dengan uang. Mereka dijanjikan uang Rp 30 juta (baca beritanya <a href="http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&amp;id=85378">di sini</a>). <em>Boro-bor</em>o uang yang akan mereka dapat, mereka keburu tertangkap dan diserahkan ke Poltabes Makassar.</p>
<p>Dapat dipastikan para mahasiswa yang tersangkut perjokian itu terancam dikeluarkan dari ITB. Untuk kasus seperti ini ITB tidak kenal ampun, sebab perbuatan mereka itu sudah mengandung unsur pidana. Mahasiswa itu tidak pernah belajar dari sejarah, bahwa tahun 1995 ada belasan orang mahasiswa ITB yang terpaksa dikeluarkan karena terlibat joki. Sebelum tahun 1995, juga pernah ada mahasiswa saya yang cerdas dan punya potensi menjadi mahasiswa terbaik, tetapi dia tersandung nasib sial, dia diketahui menjadi joki UMPTN, dan setelah terbukti benar dia melakukan itu, maka SK D.O pun turun dari kantor Tamansari (rektorat). </p>
<p>Menjadi joki macam-macam motifnya, ada karena motif uang, ada juga karena ingin membantu teman agar dapat kuliah di PTN. Apapun alasannya, menjadi joki ujian tetap salah, sebab perbuatan tersebut sudah tergolong tindakan curang. Umumnya para joki adalah mahasiswa yang cerdas secara akademis, namun secara moral belum tentu demikian. Ratusan ribu orang susah payah untuk mendapatkan kursi di PTN, tetapi ada orang yang tidak fair dengan melakukan jalan pintas dengan menyewa joki. Secara moral tindakan perjokian itu merugikan peserta lain yang tetap berusaha jujur. Jika menjadi joki dengan niat membantu teman juga tidak pada tempatnya. </p>
<p>Jangan mudah tergiur melakukan tindakan nekat menjadi joki ujian. Terlalu besar resikonya bagi mahasiswa. Uang yang didapat tidak sebanding dengan hukuman moral yang diberikan oleh lingkungan sekitar. Keluarga anda pasti kecewa berat, ITB mem-<em>black list </em>nama mahasiswa tersebut, teman-teman berubah sikap, anda semakin depresi, masa depan bisa suram. </p>
<p>Menjadi jujur dan bersih jauh lebih berharga, tidak bisa diukur dengan materi sebesar apapun. Sikap jujur dan bersih adalah modal menjadi orang yang baik di masa depan.   </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/1435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/1435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/1435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/1435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/1435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/1435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/1435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/1435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/1435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/1435/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=1435&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/07/07/menjadi-joki-menceburkan-diri-ke-lubang-d-o/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>