<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Catatanku</title>
	<atom:link href="http://rinaldimunir.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rinaldimunir.wordpress.com</link>
	<description>Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jan 2012 03:52:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rinaldimunir.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Catatanku</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rinaldimunir.wordpress.com/osd.xml" title="Catatanku" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rinaldimunir.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sudahkah Kita Ikhlas dalam Beribadah?</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/27/sudahkah-kita-ikhlas-beribadah/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/27/sudahkah-kita-ikhlas-beribadah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 08:59:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Renunganku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=5168</guid>
		<description><![CDATA[Apa niatmu beribadah? Sudah ikhlaskah niatmu ketika bersedekah? Apakah kamu bersedekah supaya dianggap seorang dermawan? Apakah niatmu berjihad/berperang untuk dianggap sebagai mati syahid? Apakah niatmu menuntut ilmu untuk menjadi orang terkenal? Jangan-jangan kita sudah salah niat selama ini, jangan-jangan niat &#8230; <a href="http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/27/sudahkah-kita-ikhlas-beribadah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&amp;blog=735177&amp;post=5168&amp;subd=rinaldimunir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa niatmu beribadah? Sudah ikhlaskah niatmu ketika bersedekah? Apakah kamu bersedekah supaya dianggap seorang dermawan? Apakah niatmu berjihad/berperang untuk dianggap sebagai mati syahid? Apakah niatmu menuntut ilmu untuk menjadi orang terkenal?</p>
<p>Jangan-jangan kita sudah salah niat selama ini, jangan-jangan niat ikhlas kita sudah tercemar dengan keinginan dipuji (riya). Kalau begitu, kita akan termasuk orang yang merugi di akhirat nanti. Kita mungkin sudah mendapatkan tujuan beribadah itu di dunia, tetapi di akhirat Allah SWT melemparkan kita ke api neraka karena kita berdusta dengan niat itu. Inilah hadist Qudsi yang mengingatkan kita agar selalu beribadahj itu semata-mata ikhlas karean Allah:</p>
<p><em>Dari Abi Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>“Sesungguhnya manusia pertama yang dihisab pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid di jalan Allah. Dia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan (yang diberikan di dunia), lalu ia pun membenarkannya. Allah bertanya kepadanya : ‘Amal apakah yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’ Ia menjawab : ‘Aku berperang semata-mata kerana Engkau sehingga aku mati syahid.’ Allah berfirman : ‘Engkau berdusta! Engkau berperang supaya dikatakan seorang yang gagah berani. Memang demikianlah yang telah dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret orang itu atas mukanya (bertelungkup), lalu dilemparkan ke dalam neraka.</p>
<p>Berikutnya orang (yang dihisab) adalah seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca al Qur`an. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengakuinya. Kemudian Allah menanyakannya: ‘Amal apakah yang telah engkau lakukan dengan kenikmatan-kenikmatan itu?’ Ia menjawab: ‘Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya, serta aku membaca al Qur`an hanyalah kerana engkau.’ Allah berkata : ‘Engkau berdusta! Engkau menuntut ilmu agar dikatakan seorang ‘alim (yang berilmu) dan engkau membaca al Qur`an supaya dikatakan (sebagai) seorang qari’ (pembaca al Qur`an yang baik). Memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka.</p>
<p>Berikutnya (yang dihisab) adalah orang yang diberikan kelapangan rezeki dan berbagai macam harta benda. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengenalinya (mengakuinya). Allah bertanya : ‘Apa yang engkau telah lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’ Dia menjawab : ‘Aku tidak pernah meninggalkan shadaqah dan infaq pada jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya semata-mata kerana Engkau.’ Allah berfirman : ‘Engkau dusta! Engkau berbuat yang demikian itu supaya dikatakan seorang dermawan (murah hati) dan memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeretnya atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka.’”</em></p>
<p>Merinding saya membacanya. Astaghfirullahal&#8217;adzim, ampuni kami Ya Allah karena ketidakikhlasan kami&#8230;</p>
<p>(renungan setelah mendengar khutbah Jumat Ust. Athian Ali di Masjid Salman tadi siang)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/5168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/5168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/5168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/5168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rinaldimunir.wordpress.com/5168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rinaldimunir.wordpress.com/5168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rinaldimunir.wordpress.com/5168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rinaldimunir.wordpress.com/5168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/5168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/5168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/5168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/5168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/5168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/5168/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&amp;blog=735177&amp;post=5168&amp;subd=rinaldimunir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/27/sudahkah-kita-ikhlas-beribadah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bismillaahirrahmaanirrahiim, Memulai Niat ke Tanah Suci</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/26/bismillaahirrahmaanirrahiim-memulai-niat-ke-tanah-suci/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/26/bismillaahirrahmaanirrahiim-memulai-niat-ke-tanah-suci/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 07:17:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalamanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=5164</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini hari yang mengharukan bagi saya. Dengan mengucapkan bismillah, sepeda motor saya memasuki halaman sebuah bank syariah. Semalam saya sudah berniat akan membuat rekening tabungan haji pada hari ini, dan tadi pagi niat itu dengan mantap saya wujudkan. Pegawai &#8230; <a href="http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/26/bismillaahirrahmaanirrahiim-memulai-niat-ke-tanah-suci/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&amp;blog=735177&amp;post=5164&amp;subd=rinaldimunir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini hari yang mengharukan bagi saya. Dengan mengucapkan bismillah, sepeda motor saya memasuki halaman sebuah bank syariah. Semalam saya sudah berniat akan membuat rekening tabungan haji pada hari ini, dan tadi pagi niat itu dengan mantap saya wujudkan. </p>
<p>Pegawai <em>costumer service</em> bank menjelaskan dengan ramah syarat-syarat untuk membuka tabungan haji, lalu ia menerangkan syarat-syarat untuk mendapatkan porsi haji dari Depag. Karena peminat naik haji sangat banyak sementara kuota haji sangat terbatas, maka bagi warga Bandung yang mendaftar pada tahun ini harus menunggu selama 5 tahun baru bisa berangkat. Jadi, jika semuanya lancar, saya baru bisa berangkat haji pada tahun 2017. Tidak masalah bagi saya menunggu selama itu, kalau memang sudah niat Insya Allah akan sampai juga ke sana. Hari ini perjalanan ke Tanah Suci sudah saya mula-i. </p>
<p><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2012/01/kabah2.jpg"><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2012/01/kabah2.jpg?w=640" alt="" title="kabah2"   class="aligncenter size-full wp-image-5165" /></a></p>
<p>Keluar dari bank saya tidak dapat menyembunyikan perasaan haru ini, bergetar sekali rasanya akan menjadi Tamu Allah nanti. Tidak terasa mata saya agak basah menahan keharuan.</p>
<p>Mudah-mudahan Allah memanjangkan umur saya dan memberi selalu berkah kesehatan agar saya bisa mewujudkan niat yang suci ini. Saya sudah merindukan menjadi tamu Allah di Baitullah, saya sudah rindu ingin ke Tanah Suci. Ya Allah, ridhoilah niat saya ini, amiin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/5164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/5164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/5164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/5164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rinaldimunir.wordpress.com/5164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rinaldimunir.wordpress.com/5164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rinaldimunir.wordpress.com/5164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rinaldimunir.wordpress.com/5164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/5164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/5164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/5164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/5164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/5164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/5164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&amp;blog=735177&amp;post=5164&amp;subd=rinaldimunir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/26/bismillaahirrahmaanirrahiim-memulai-niat-ke-tanah-suci/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2012/01/kabah2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kabah2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;di larang makan disini&#8221;</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/25/di-larang-makan-disini/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/25/di-larang-makan-disini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 09:54:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gado-gado]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=5155</guid>
		<description><![CDATA[Kesalahan banyak orang dalam menulis adalah tidak bisa membedakan &#8220;di&#8221; sebagai imbuhan dan &#8220;di&#8221; sebagai kata depan. Akibatnya, kita sering membaca pengumuman dengan penggunaan kata &#8220;di&#8221; yang salah. Kesalahan itu adalah menuliskan &#8220;di&#8221; terpisah dengan kata dasar padahal seharusnya disambung &#8230; <a href="http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/25/di-larang-makan-disini/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&amp;blog=735177&amp;post=5155&amp;subd=rinaldimunir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kesalahan banyak orang dalam menulis adalah tidak bisa membedakan &#8220;di&#8221; sebagai imbuhan dan &#8220;di&#8221; sebagai kata depan. Akibatnya, kita sering membaca pengumuman  dengan penggunaan kata &#8220;di&#8221; yang salah. Kesalahan itu adalah menuliskan &#8220;di&#8221; terpisah dengan kata dasar padahal seharusnya disambung karena sebagai awalan (<em>prefix</em>), sebaliknya menuliskan &#8220;di&#8221; bersambung dengan kata yang menyatakan tempat padahal seharusnya dipisah karena sebagai kata depan. Bahkan, ketika saya memeriksa laporan Tugas Akhir mahasiswa masih banyak saya temukan kesalahan seperti ini. </p>
<p>Misalnya:<br />
1. <em>Di Jual sebuah rumah di Jalan Anggrek, luas tanah 120 m2, luas bangunan 45 m2</em><br />
2. <em>Di larang buang sampah ditanah ini</em></p>
<p>seharusnya:<br />
1. <em>Dijual sebuah rumah di Jalan Anggrek, luas tanah 120 m2, luas bangunan 45 m2</em><br />
2. <em>Dilarang buang sampah di tanah ini.</em></p>
<p>karena, &#8220;di&#8221; pada kalimat pertama di atas adalah imbuhan awalan, jadi penggunaannya harus disambung dengan kata dasar.</p>
<p>Untuk kalimat kedua, &#8220;di&#8221; yang pertama juga adalah imbuhan sehingga menjadi <em>Dilarang</em>, tetapi &#8220;di&#8221; yang kedua adalah kata depan, sehingga seharusnya ditulis <em>di tanah</em>.</p>
<p>Masih banyak kesalahan lainnya seperti <em>disini </em>seharusnya <em>di sini</em>, <em>diatas </em>seharusnya <em>di atas</em>, <em>di berikan</em> seharusnya <em>diberikan</em>, <em>di maafkan</em> seharusnya <em>dimaafkan</em>, <em>di baca </em>seharusnya <em>dibaca</em>, <em>di buka</em> seharusnya <em>dibuka</em>, dan lain-lain sebagainya.</p>
<p>Menulis dengan kaidah bahasa yang benar itu penting, sebab bahasa tulis berbeda dengan bahasa lisan. Tulisan itu abadi dan dibaca orang lain, sedangkan lisan itu hanya sekali dan hilang bersamaan dengan waktu. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/5155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/5155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/5155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/5155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rinaldimunir.wordpress.com/5155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rinaldimunir.wordpress.com/5155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rinaldimunir.wordpress.com/5155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rinaldimunir.wordpress.com/5155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/5155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/5155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/5155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/5155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/5155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/5155/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&amp;blog=735177&amp;post=5155&amp;subd=rinaldimunir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/25/di-larang-makan-disini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kecupan Terakhir Sang Ayah untuk Buah Hati (Korban Xenia Maut)</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/24/kecupan-terakhir-sang-ayah-untuk-buah-hati/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/24/kecupan-terakhir-sang-ayah-untuk-buah-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 08:36:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=5141</guid>
		<description><![CDATA[Ini foto Sigit Prasetyo, 2,5 tahun, yang tewas setelah ditabrak Xenia gila di Jakarta 22 Januari 2012 yang lalu. Bersama Sigit tewas pula 8 orang lainnya dan belasan orang lainnya luka berat. Di antara yang tewas itu ada ibu hamil &#8230; <a href="http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/24/kecupan-terakhir-sang-ayah-untuk-buah-hati/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&amp;blog=735177&amp;post=5141&amp;subd=rinaldimunir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini foto Sigit Prasetyo, 2,5 tahun, yang tewas setelah ditabrak Xenia gila di Jakarta 22 Januari 2012 yang lalu. Bersama Sigit tewas pula 8 orang lainnya dan belasan orang lainnya luka berat. Di antara yang tewas itu ada ibu hamil 3 bulan dan empat orang yang masih satu keluarga dari Jepara. </p>
<p><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2012/01/xenia.jpg"><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2012/01/xenia.jpg?w=640" alt="" title="Xenia"   class="aligncenter size-full wp-image-5142" /></a></p>
<p>Foto ini saya peroleh dari <a href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=3018981430970&amp;set=a.1300778836979.46100.1155685871&amp;type=1&amp;theater">akun seseorang di Fesbuk</a>. Melihat foto tersebut perasaan saya remuk redam dibuatnya, tidak kuasa saya menitikkkan air mata. Tidak tega melihatnya, terbayang anak-anak saya waktu seumuran dia. Pada foto di atas sang Ayah masih tidak sadar kalau anaknya sudah mati, dia terus mengecup anaknya. Di sekelilingnya mayat-mayat lain bergelimpangan. Benar-benar mengerikan!</p>
<p>Video amatir (tanpa sensor) yang merekam suasana setelah kecelakaan tadi lebih dramatis lagi. Tampak korban-korban yang bergelimpangan dan sebagian dinaikkan ke atas mobil <em>pick-up</em>. Si Ayah tadi waktu dinaikkan ke mobil <em>pick-up</em> masih terus menyodorkan botol susu pada anaknya sambil berkata mimik&#8230;mimik. Hati siapa yang tidak hancur melihatnya itu. Saya menulis ini saja sampai berlinang air mata membayangkan bocah malang itu.</p>
<p>Kalau mau melihat videonya, klik saja ini:<br />
<a href="http://www.youtube.com/watch?v=Jy9pWZqh7s0">http://www.youtube.com/watch?v=Jy9pWZqh7s0</a><br />
Saya tidak tega menayangkan cuplikan gambar video tersebut di sini.</p>
<p>Mau berkomentar apa lagi terhadap minuman keras, narkoba, dan kehidupan malam? Akibat minuman keras dan narkoba yang dipakai si supir maut Xenia itu &#8212; seorang perempuan bertubuh subur berusia 29 tahun &#8211;(beritanya baca <a href="http://www.detiknews.com/read/2012/01/24/132439/1823217/10/kronologi-kasus-afriyani-mulai-dari-hotel-borobudur-hingga-tugu-tani?nd992203605">di sini</a>), tawa riang bocah malang ini tidak akan pernah terdengar lagi, berapapun hukuman yang pantas untuk si pembunuh itu. </p>
<p>Selamat jalan, Nak, engkau sekarang pasti sudah bermain dan berlari-lari di Taman Surga. Semoga Ayahmu dikuatkan dan ditabahkan hatinya karena kehilanganmu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/5141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/5141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/5141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/5141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rinaldimunir.wordpress.com/5141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rinaldimunir.wordpress.com/5141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rinaldimunir.wordpress.com/5141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rinaldimunir.wordpress.com/5141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/5141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/5141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/5141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/5141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/5141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/5141/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&amp;blog=735177&amp;post=5141&amp;subd=rinaldimunir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/24/kecupan-terakhir-sang-ayah-untuk-buah-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2012/01/xenia.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Xenia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Foto-Foto Jembatan Miring Banten Menghebohkan Dunia</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/21/foto-foto-jembatan-miring-banten-menghebohkan-dunia/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/21/foto-foto-jembatan-miring-banten-menghebohkan-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 01:51:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=5122</guid>
		<description><![CDATA[Foto anak SD yang meniti bahaya di jembatan miring di Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Banten, dengan cepat menyebar di dunia maya (baca tulisan sebelumnya tentang Toilet vs Jembatan Miring). Para wartawan asing pun mencari jembatan itu dan membuat foto-foto eksklusif. &#8230; <a href="http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/21/foto-foto-jembatan-miring-banten-menghebohkan-dunia/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&amp;blog=735177&amp;post=5122&amp;subd=rinaldimunir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Foto anak SD yang meniti bahaya di jembatan miring di Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Banten, dengan cepat menyebar di dunia maya (baca tulisan sebelumnya tentang <a href="http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/19/toilet-vs-jembatan-miring/">Toilet vs Jembatan Miring)</a>. Para wartawan asing pun mencari jembatan itu dan membuat foto-foto eksklusif. Mereka mewartakan ke seluruh dunia lewat media. </p>
<p>Salah satu media di Inggris (<a href="http://www.dailymail.co.uk/news/article-2088998/Think-school-run-bad-Children-face-Indiana-Jones-style-river-crossing-EVERY-day-floods-cut-community.html">Daily Mail</a>) bahkan menganalogikan aksi siswa SD itu seperti aksi Jones di dalam film Indiana Jones yang menyeberangi jembatan rusak. Mereka tidak habis pikir jembatan rusak yang membahayakan ini seperti dibiarkan oleh Pemerintah Indonesia, sembari mendecakkan kekaguman kepada siswa-siswa SD itu yang mempunyai semangat bersekolah yang tinggi sehingga berani menyeberangi jembatan miring itu setiap hari.</p>
<p>Berikut foto-foto aksi mendebarkan siswa SD dan orang dewasa yang menyeberangi jembatan miring itu yang bersumber dari kantor berita Reuters dan AP seperti dikutip dari situs <a href="http://www.dailymail.co.uk/news/article-2088998/Think-school-run-bad-Children-face-Indiana-Jones-style-river-crossing-EVERY-day-floods-cut-community.html">Daily Mail Online</a>. Semoga para wakil rakyat di DPR tersadar setelah melihat foto-foto ini serta mengakhiri kerakusan mereka yang  menghabiskan uang negara untuk sesuatu yang tidak penting (toilet, renovasi ruang banggar, lampu, tisu, kalender, dll). Buat SBY juga tersadar mengakhiri politik pencitraannya yang tidak memberikan manfaat apa-apa bagi rakyat kecil.</p>
<div id="attachment_5123" class="wp-caption aligncenter" style="width: 644px"><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2012/01/jembatan-miring-1.jpg"><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2012/01/jembatan-miring-1.jpg?w=640" alt="" title="Jembatan miring 1"   class="size-full wp-image-5123" /></a><p class="wp-caption-text">Meniti bahaya: Aksi mendebarkan 1</p></div>
<div id="attachment_5124" class="wp-caption aligncenter" style="width: 644px"><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2012/01/jembatan-miring-2.jpg"><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2012/01/jembatan-miring-2.jpg?w=640" alt="" title="Jembatan miring 2"   class="size-full wp-image-5124" /></a><p class="wp-caption-text">Meniti bahaya: Aksi mendebarkan 2</p></div>
<div id="attachment_5133" class="wp-caption aligncenter" style="width: 644px"><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2012/01/jembatan-miring-31.jpg"><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2012/01/jembatan-miring-31.jpg?w=640" alt="" title="jembatan miring 3"   class="size-full wp-image-5133" /></a><p class="wp-caption-text">Meniti bahaya: Aksi mendebarkan 3</p></div>
<p>Perbandingan aksi siswa SD dengan aksi Indiana Jones:</p>
<div id="attachment_5126" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2012/01/jembatan-miring-4.jpg"><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2012/01/jembatan-miring-4.jpg?w=250&#038;h=300" alt="" title="jembatan miring 4" width="250" height="300" class="size-medium wp-image-5126" /></a><p class="wp-caption-text">Aksi siswa SD</p></div>
<div id="attachment_5127" class="wp-caption alignright" style="width: 260px"><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2012/01/jembatan-miring-4-indiana-jones.jpg"><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2012/01/jembatan-miring-4-indiana-jones.jpg?w=250&#038;h=300" alt="" title="From the book Vic Armstrong - Stuntman" width="250" height="300" class="size-medium wp-image-5127" /></a><p class="wp-caption-text">Aksi Indiana Jones</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/5122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/5122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/5122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/5122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rinaldimunir.wordpress.com/5122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rinaldimunir.wordpress.com/5122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rinaldimunir.wordpress.com/5122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rinaldimunir.wordpress.com/5122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/5122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/5122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/5122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/5122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/5122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/5122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&amp;blog=735177&amp;post=5122&amp;subd=rinaldimunir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/21/foto-foto-jembatan-miring-banten-menghebohkan-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2012/01/jembatan-miring-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Jembatan miring 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2012/01/jembatan-miring-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Jembatan miring 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2012/01/jembatan-miring-31.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jembatan miring 3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2012/01/jembatan-miring-4.jpg?w=250" medium="image">
			<media:title type="html">jembatan miring 4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2012/01/jembatan-miring-4-indiana-jones.jpg?w=250" medium="image">
			<media:title type="html">From the book Vic Armstrong - Stuntman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bapak Penjual Amplop Itu Rajin Shalat</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/20/bapak-penjual-amplop-itu-rajin-shalat/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/20/bapak-penjual-amplop-itu-rajin-shalat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 08:32:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Romantika kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=5114</guid>
		<description><![CDATA[Saya bertemu lagi dengan Bapak penjual amplop di depan Masjid Salman. Sudah beberapa minggu saya tidak melihatnya berjualan pada hari Jumat di depan Salman, tetapi kali ini saya &#8220;beruntung&#8221; bertemu dia lagi. Tadi siang saya agak telat menuju Salman untuk &#8230; <a href="http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/20/bapak-penjual-amplop-itu-rajin-shalat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&amp;blog=735177&amp;post=5114&amp;subd=rinaldimunir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bertemu lagi dengan Bapak penjual amplop di depan Masjid Salman. Sudah beberapa minggu saya tidak melihatnya berjualan pada hari Jumat di depan Salman, tetapi kali ini saya &#8220;beruntung&#8221; bertemu dia lagi. Tadi siang saya agak telat menuju Salman untuk shalat Jumat, saya datang ketika adzan mulai berkumandang. Ketika berjalan memasuki jalan lingkar Taman Ganesha yang menuju Masjid Salman ITB, saya melihat seonggok dagangan yang ditinggal pergi pemiliknya. Saya yakin itu pasti dagangan Bapak penjual amplop sebab ada beberapa kotak amplop yang ditutupi kertas kardus di atasnya. Tas lusuh di atas tembok batu di belakang itu pasti tas miliknya.</p>
<div id="attachment_5115" class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2012/01/200120122110.jpg"><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2012/01/200120122110.jpg?w=640&#038;h=480" alt="" title="200120122110" width="640" height="480" class="size-full wp-image-5115" /></a><p class="wp-caption-text">Dagangan Bapak penjual amplop, ditinggal dulu karena pemiliknya shalat Jumat</p></div>
<p>Bapak penjual amplop itu ternyata bernama Pak Darta, bukan Pak Suhud seperti yang ditulis oleh Romi yang mewawancarai dia beberapa waktu yang dulu. Alhamdulillah ternyata Pak Darta tidak pernah lalai menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim yaitu shalat. Dulu, ketika tulisan pertama tentang Bapak itu saya muat di blog ini ada pembaca yang menyangsikan dia seperti pedagang kaki lima lain di sekitar Salman yang tetap berjualan dan tidak ikut shalat Jumat. Tetapi, Pak Darta tidak termasuk pedagang seperti itu. Dia tinggalkan dagangannya begitu saja ketika adzan berkumandang lalu berjalan menuju masjid untuk shalat Jumat.</p>
<p>Selesai shalat Jumat saya berniat menemui Bapak itu lagi untuk membeli amplopnya. Saya ingin membeli sepuluh bungkus lagi. Amplop yang dulu saya beli belum pernah terpakai hingga saat ini, tetapi tidak apa-apa saya ingin membelinya lagi. Saya percaya bahwa dagangan orang-orang kecil itu mengandung barokah, karena ada ketulusan, kejujuran, dan perjuangan hidup di dalamnya.</p>
<p>Bapak itu sudah selesai shalat Jumat dan sudah berada di depan dagangannya. Ketika langkah saya semakin mendekat, saya perhatikan beberapa orang silih berganti membeli dagangan amplopnya. Ada yang membeli satu bungkus, dua bungkus, dan sebagainya. Alhamdulillah, selalu ada saja rezeki buat si Bapak itu ya. Pembeli umumnya melebihkan pembayaran dengan niat sedekah (begitu kira-kira yang saya perhatikan).</p>
<p>Setelah suasana agak sepi baru saya dekati Pak Darta. Penampilannya sekarang terlihat lebih segar dibandingkan pertama kali saya bertemu dia dulu, tetapi tetap seja raut kerentaan, tangan bergetar, dan suara lirihnya masih melekat. Sambil membeli saya ingin tanya-tanya sedikit. Pak Darta memang tidak kenal saya dan beliau juga tidak tahu kalau saya menulis tentang kisahnya, tapi itu tidak penting. </p>
<p>Tukang koran yang berjualan di depan Taman Ganesha ikut menghampiri kami. Rupanya para pedagang di sekitar Taman Ganesha itu terlihat peduli dengan Pak Darta. Sejak tulisan pertama saya tentang Bapak penjual amplop dimuat di blog ini, sudah banyak orang yang datang mencari dia sehingga para pedagang di sana hafal dengan Pak Darta. Para pedagang itu pula yang menjaga barang dagangan Pak Darta bila bapak itu shalat di masjid Salman. Ah, siapa pula orang orang yang tega mencuri dagangan amplop Pak Darta.  </p>
<p>Saya yakin Pak Darta adalah tipikal muslim yang taat. Beberapa kali saya pernah melihat dia &#8212; tapi bukan pada hari Jumat &#8212;  mengemasi dagangannya ketika adzan Dhuhur berkumandang dari Masjid Salman. Pak Darta menitipkan tas yang berisi dagangan amplopnya kepada pedagang martabak mini di sekitar situ, lalu dia berjalan dengan pelan menuju masjid untuk mengambil wudlu dan shalat di dalam. Barakollah pak, meskipun miskin dan sudah renta tetapi tidak lalai dengan kewajiban agama.</p>
<div id="attachment_5116" class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2012/01/200120122112.jpg"><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2012/01/200120122112.jpg?w=640&#038;h=480" alt="" title="200120122112" width="640" height="480" class="size-full wp-image-5116" /></a><p class="wp-caption-text">Pak Darta sedang memasukkan 10 bungkus amplop yang saya beli</p></div>
<p>Pak Darta bercerita ada empat kali dia kedatangan orang-orang ke rumahnya di Bale Endah, Kabupaten Bandung. Alhamdulillah, ada saja orang-orang baik hati yang datang membantunya. Pak Darta berkata dengan nada lirih bahwa dia memerlukan uang untuk memperbaiki rumahnya yang sudah butut. Saya belum pernah ke rumahnya, belum punya kesempatan ke sana. Tapi, kalau anda ingin datang melihat rumahnya, ini saya kasih alamatnya setelah saya minta: <em>Pak Darta, RT 06 RW 01 Desa Cipicung, Manggahang, Bale Endah, Kabupaten Bandung</em>. Bale Endah itu kecamatan yang letaknya di selatan kota Bandung.</p>
<p>Mudah-mudahan Pak Darta tetap sehat dan istiqmah sebagai seorang muslim yang taat. Amiin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/5114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/5114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/5114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/5114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rinaldimunir.wordpress.com/5114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rinaldimunir.wordpress.com/5114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rinaldimunir.wordpress.com/5114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rinaldimunir.wordpress.com/5114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/5114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/5114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/5114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/5114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/5114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/5114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&amp;blog=735177&amp;post=5114&amp;subd=rinaldimunir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/20/bapak-penjual-amplop-itu-rajin-shalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2012/01/200120122110.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">200120122110</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2012/01/200120122112.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">200120122112</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Toilet vs Jembatan Miring</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/19/toilet-vs-jembatan-miring/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/19/toilet-vs-jembatan-miring/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 00:53:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=5109</guid>
		<description><![CDATA[Beranikah anda seperti 3 orang murid SD yang menyeberangi jembatan miring di atas sungai berarus deras? Setiap hari lagi. Mereka bukan melakukan aksi mendebarkan seperti di program acara Takeshi, bukan pula sebuah lomba uji nyali atau acara outbond. Ini adalah &#8230; <a href="http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/19/toilet-vs-jembatan-miring/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&amp;blog=735177&amp;post=5109&amp;subd=rinaldimunir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beranikah anda seperti 3 orang murid SD yang menyeberangi jembatan miring di atas sungai berarus deras? Setiap hari lagi. Mereka bukan melakukan aksi mendebarkan seperti di program acara Takeshi, bukan pula sebuah lomba uji nyali atau acara <em>outbond</em>. Ini adalah kejadian nyata dan berada tidak jauh dari istana SBY dan gedung para anggota DPR yang terhormat. </p>
<div id="attachment_5110" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2012/01/meniti-bahaya.jpg"><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2012/01/meniti-bahaya.jpg?w=640" alt="" title="meniti-bahaya"   class="size-full wp-image-5110" /></a><p class="wp-caption-text">Meniti bahaya</p></div>
<p>Tiga murid SD Negeri 02 Sangiang Tanjung meniti jembatan yang telah miring di atas Sungai Ciberang, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (17/1). Foto ini bersumber dari kantor berita Antara. </p>
<p>Sungguh ngeri membayangkan mereka meniti bahaya di atas jembatan miring itu. Terpeleset sedikit hanyutlah sudah mereka dilarikan arus deras sungai Ciberang. </p>
<p>Tidak jauh dari situ, para anggota dewan yang terhormat menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang tidak penting. Untuk renovasi toilet tempat (maaf) BAB (buang air besar) para anggota dewan yang terhormat itu digelontorkan uang 2 milyar lebih. Untuk merenovasi ruang rapat Banggar diperlukan dana 20 milyar. Bahkan, untuk beli lampu ruang anggaran diperlukan uang seharga mobil Xenia. Malah untuk membuat kalender yang akan dibagikan kepada anggota DPR itu dibutuhkan dana satu milyar lebih. Dan masih banyak lagi uang negara dihabiskan untuk memanjakan para anggota dewan yang terhormat itu. </p>
<p>Bandingkan dengan kondisi jembatan di atas, tidak ada yang peduli untuk membangunnya. Rakyat dibiarkan sengsara, sementara di Jakarta uang negara dihamburkan begitu saja. Sungguh ironi. Andaikan uang renovasi toilet itu dialihkan untuk memperbaiki jemnbatan miring seperti ini jauh lebih bermanfaat, berapa banyak jembatan dan gedung sekolah rusak tempat belajar anak-anak negeri dapat direnovasi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/5109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/5109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/5109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/5109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rinaldimunir.wordpress.com/5109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rinaldimunir.wordpress.com/5109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rinaldimunir.wordpress.com/5109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rinaldimunir.wordpress.com/5109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/5109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/5109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/5109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/5109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/5109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/5109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&amp;blog=735177&amp;post=5109&amp;subd=rinaldimunir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/19/toilet-vs-jembatan-miring/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2012/01/meniti-bahaya.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">meniti-bahaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Niat Baik Ditunda-tunda, tetapi Keburukan Terus Dipelihara</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/18/niat-baik-ditunda-tunda-tetapi-keburukan-terus-dipelihara/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/18/niat-baik-ditunda-tunda-tetapi-keburukan-terus-dipelihara/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 02:55:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Renunganku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=5104</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pesohor (selebritis) dalam sebuah wawancara di media mengatakan dia sangat ingin naik haji, tetapi merasa belum siap. Alasannya, kalau sudah pulang haji maka dia harus mengubah sikap dan berbicara sesuai gelar hajinya itu. Yang paling dia takutkan sepulang haji &#8230; <a href="http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/18/niat-baik-ditunda-tunda-tetapi-keburukan-terus-dipelihara/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&amp;blog=735177&amp;post=5104&amp;subd=rinaldimunir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang pesohor (selebritis) dalam sebuah wawancara di media mengatakan dia sangat ingin naik haji, tetapi merasa belum  siap. Alasannya, kalau sudah pulang haji maka dia harus mengubah sikap dan berbicara sesuai gelar hajinya itu. Yang paling dia takutkan sepulang haji ialah dia tidak bisa lagi<em> su&#8217;udzhon </em>(berburuk sangka). Susah kalau hidup tidak <em>su&#8217;udzhon</em>, katanya. </p>
<p>Saya terpana membaca wawancaranya itu. Memang dia mempunyai kemampuan cerdas berbicara dan melucu. Itu modal hidupnya. Kalau dia sudah haji tentu dia harus menjaga <em>image </em>sebagai seorang yang soleh, dan itu berarti gaya bicara dan sikapnya harus diubah menjadi lebih baik dan terjaga, tidak dusta, dan tidak menceritakan aib orang lain. <em>Well</em>, hal itu tidak mungkin menurutnya, sebab hilang pulalah mata pencahariannya. Yang paling dia tidak siap, dia tidak bisa lagi berburuk sangka karena susah sekali hidup kalau tidak berburuk sangka. Entah guyon atau entah serius, kata-katanya itu membuat saya termenung. Lalu kalau begitu, sebelum naik haji dia akan terus berburuk sangka kepada orang lain. Padahal sebagian buruk sangka itu adalah dosa, kata Kanjeng Nabi.  </p>
<p>Jadi, selama dia belum berhaji dia akan terus memelihara perbuatan dosa. <em>Naudzubillah min dzalik</em>, saya beristighfar membacanya. Kasihan sekali orang ini, agama dia buat menjadi permainan belaka.</p>
<p>Masih tentang pesohor. Seorang pesohor wanita yang sedang melejit karirnya ditanya oleh wartawan kapan memakai busana muslimah yang menutup aurat itu. Dengan malu-malu dia menjawab bahwa dia belum siap saat ini, belum mendapat hidayah. Mengapa? selidik wartawan? Kalau memakai jilbab atau busana muslimah berarti dia harus menjaga sikap. Tidak bisa lagi bebas keluar masuk klub malam, tidak bisa lagi<em> hang out</em> dan dugem dengan teman-temannya di kafe, dan tidak bisa lagi memakai pakaian ketat, dan sebagainya. Jaimlah, jaga <em>image</em>. Sejatinya dia takut kehilangan popularitas dan pekerjaan kalau dia memakai hijab. Jadi, selama belum memakai busana muslimah dia bisa menyalurkan hasrat duniawinya sepuasnya. Baginya memakai busana muslimah hanya akan membuatnya terkungkung, dan lebih parah lagi dia takut disebut &#8220;muna&#8221; oleh rekan-rekannya. Tahu kan &#8220;muna&#8221;? Munafik. Memakai jilbab mungkin suatu hari nanti kalau sudah tidak laku atau sudah tua menjadi ibu-ibu.     </p>
<p>Banyak orang meyakini yang namanya hidayah itu kalau sudah mendapat panggilan, maksudnya panggilan dari Tuhan. Sebagian benar adanya, tetapi tidak seluruh anggapan itu benar. Benar, di dalam Al-Quran Allah SWT menyatakan bahwa hanya Allah yang bisa memberi hidayah, Nabi Muhammad saja tidak bisa memberi hidayah atau mengubah hati manusia, sebagaimana firman Allah SWT yang artinya sebagai berikut:</p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk&#8221;</em>. [Al Qashash : 56]</p>
<p>Jadi, hidayah itu adalah hak perogeratif Allah. Namun, menurut ayat di atas, Allah SWT tidak memberikan hidayah atau petunjuk-Nya kepada setiap orang. Hanya orang-orang yang pantas menerimanya saja yang mendapatkannya dan hal itu hanya Allah yang mengetahuinya. </p>
<p>Seseorang terhalang mendapat hidayah karena berbagai sebab, misalnya selalu bergelimang perbuatan dosa. Ada orang yang sudah tahu perbuatannya salah dan dosa, tetapi dia tidak peduli dan tetap meneruskannya, maka ia terhalang mendapat hidayah. Itulah oran yang disebut fasik. Hidayah dari Allah bakal jauh darinya, sebagaimana firman Allah yang artinya sebagai berikut:</p>
<p><em>&#8220;Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik&#8221;. </em> (QS. Ash-Shaf:5)</p>
<p><em>&#8220;Dan begitu pula Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al-Qur’an) pada awal kalinya dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat&#8221;. </em>(QS.Al-An’am:110)</p>
<p>Oleh karena itu, hidayah tidak datang begitu saja, ia harus dicari agar Allah SWT memberikannya. Kalau terus menunggu mendapat panggilan Allah untuk berbuat baik (misalnya naik haji, berbusana yang menutup aurat, dsb), kapan datangnya?  Tiba-tiba saja maut datang menjemput, nah itulah panggilan Allah yang sesungguhnya, mati. Kalau sudah mati semua sudah terlambat, hidayah yang ditunggu-tunggu tidak datang tetapi diri tetap berada dalam kesesatan dan perbuatan dosa. </p>
<p>Bagaimana cara mencari hidayah tersebut?</p>
<p>Salah satu jenis hidayah dari Allah SWT adalah hidayah taufik. Kita sering berdoa agar mendapat taufik dan hidayah dari Allah SWT. Apakah hidayah taufik itu? Hidayah taufik adalah hidayah yang diperoleh manusia karena menjadikan agama sebagai <em>way of life</em>, sebagai panduan dalam menjalani kehidupannya. Sayangnya banyak manusia tidak punya kemauan untuk mengamalkan ajaran agama (Islam). Hatinya masih dilenakan dengan fatamorgana dunia yang menipu. Padahal kemauan dalam mengamalkan agama berbanding lurus dengan kesempatan mendapat hidayah taufik yang diberikan oleh Allah SWT. </p>
<p>Allah SWT berfirman sebagai berikut: <em>&#8220;Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) kami, benar- benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.&#8221;</em> (QS. Al-Ankabuut:69). </p>
<p>Kesimpulannya, kalau kita ingin mendapat hidayah taufik dari Allah SWT, maka cara mendapatkannya adalah dengan jalan bersungguh-sungguh mengamalkan agama. Selama kita tidak punya kemauan untuk menjalankan ajaran agama, maka jangan harap kita akan mendapat hidayah taufik dari Allah SWT. Malah kita akan makin larut dalam kesesatan dan gelimang dosa karena terus memelihara keburukan yang kita tahu itu salah. </p>
<p>Kalau sudah punya niat baik untuk mengamalkan agama, mengapa harus ditunda-tunda? Sebelum ajal menjemput, laksanakanlah niat baik itu, agar kita mendapat taufik dan hidayah dari Allah SWT. Jangan sampai kita menjadi orang merugi hidup di dunia dan di kampung akhirat. </p>
<p><em>(renungan ini untuk diamalkan diri sendiri dan orang lain yang menyetujuinya. Jika ada kesalahan dalam menulis, itu semua adalah karena kelemahan ilmu yang saya miliki)</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/5104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/5104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/5104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/5104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rinaldimunir.wordpress.com/5104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rinaldimunir.wordpress.com/5104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rinaldimunir.wordpress.com/5104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rinaldimunir.wordpress.com/5104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/5104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/5104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/5104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/5104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/5104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/5104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&amp;blog=735177&amp;post=5104&amp;subd=rinaldimunir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/18/niat-baik-ditunda-tunda-tetapi-keburukan-terus-dipelihara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jika Waktu Ayah Bisa Dibeli</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/17/jika-waktu-ayah-bisa-dibeli/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/17/jika-waktu-ayah-bisa-dibeli/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 07:58:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=5099</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah tulisan menarik yang saya peroleh dari situs ini: http://erabaru.net/kehidupan/41-cermin-kehidupan/7649-membeli-waktu-ayah. Sehabis membacanya membuat mata memerah ingin menangis. Wahai para ayah yang sibuk, yang waktunya sangat berharga sehingga lalai memberikan satu jam perhatian saja buat anaknya, bacalah ini. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Ada &#8230; <a href="http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/17/jika-waktu-ayah-bisa-dibeli/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&amp;blog=735177&amp;post=5099&amp;subd=rinaldimunir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada sebuah tulisan menarik yang saya peroleh dari situs ini: <a href="http://erabaru.net/kehidupan/41-cermin-kehidupan/7649-membeli-waktu-ayah">http://erabaru.net/kehidupan/41-cermin-kehidupan/7649-membeli-waktu-ayah</a>. Sehabis membacanya membuat mata memerah ingin menangis. Wahai para ayah yang sibuk, yang waktunya sangat berharga sehingga lalai memberikan satu jam perhatian saja buat anaknya, bacalah ini.</p>
<p>~~~~~~~~~~~~~~~~~~</p>
<p>Ada seorang ayah setelah pulang dari kantor hari sudah larut malam, dengan perasaan sangat lelah dan kesal sekali dia masuk ke dalam rumah, dia menemukan anaknya yang baru berusia lima tahun duduk bersandar di atas kursi sedang menunggunya.</p>
<p>“Ayah, apakah saya boleh mengajukan satu pertanyaan?” tanya anak itu penuh harap.</p>
<p>“Tentu saja boleh, apa yang ingin kau tanyakan?” balas sang ayah.</p>
<p>“Mmm&#8230;..Berapa upah ayah bekerja setiap jamnya?”</p>
<p>“Wah, masalah seperti ini tidak perlu dipertanyakan. Mengapa tiba-tiba menanyakan hal ini?” Ayahnya menjawab dengan nada sedikit gusar.</p>
<p>“Ayah, saya hanya ingin mengetahui, berapa upah Ayah per jam? Tolong beritahu saya&#8230;”</p>
<p>Dengan nada suara yang agak gemetaran anak tersebut memohon dengan sangat.</p>
<p>“Baiklah! Kalau kamu merasa harus mengetahuinya, upah ayah setiap jamnya lima puluh ribu rupiah.”</p>
<p>“Uhh….” Anak kecil tersebut menundukkan kepala dan berpikir sejenak, kemudian melanjutkan berkata, “Ayah, bolehkah saya meminjam uang sebesar lima puluh ribu rupiah?”</p>
<p>Kesabaran ayah anak itu telah habis, dengan nada keras dia menegur, “Jika kamu menanyakan persoalan ini hanya ingin meminjam uang untuk membeli mainan atau benda lain yang sama sekali tidak ada gunanya itu, maka sebaiknya kamu sekarang segera kembali ke kamar! Coba pikirkan mengapa kamu hanya mementingkan diri sendiri. Ayah setiap hari bekerja lembur dengan susah payah untuk memberikan nafkah kepada kalian, tidak ada waktu yang berlebihan untuk permainan semacam ini!”</p>
<p>Akhirnya dengan tertunduk lesu anak tersebut masuk ke dalam kamar tidurnya dan menutup pintu kamar.</p>
<p>Setelah duduk di atas kursi, si Ayah memikirkan kembali pertanyaan anaknya, semakin dipikir semakin menjadi jengkel.</p>
<p>“Beraninya dia menanyakan hal tersebut hanya demi meminjam uang?” Dalam hati ayah tersebut terus berpikir.</p>
<p>Namun lewat satu jam kemudian, pada akhirnya si Ayah bisa menenangkan diri. Dia mulai berpikir, “Mungkin sikap saya terlalu keras terhadap anak itu, atau mungkin dia seharusnya menggunakan uang lima puluh ribu tersebut untuk membelikan barang yang benar-benar dia inginkan, agar tidak sering-sering lagi minta uang kepadaku.”</p>
<p>Karena itu sang ayah pergi ke kamar anaknya dan mengetuk pintu kamar sambil bertanya, “Anakku, apakah kamu sudah tidur?”</p>
<p>“Belum, Ayah. Saya masih terjaga……” sahut anak itu lirih.</p>
<p>“Ayah baru saja berpikir, mungkin ayah terlalu keras terhadapmu&#8230;.” Ayah tersebut melanjutkan berkata, “Maafkan Ayah yang telah meluapkan kekesalan dalam hati! Ini Ayah berikan uang yang kau kehendaki……” kata si Ayah sambil menyodorkan uang itu pada anaknya.</p>
<p>Dengan tersenyum simpul anak tersebut duduk di atas ranjang sambil berteriak girang, “Terima kasih ayah!”. Anak itu lalu mengeluarkan uang kertas yang sudah lusuh serta uang receh dari bawah bantalnya.</p>
<p>Si Ayah yang melihat anaknya telah memiliki uang sebesar itu, dan masih juga meminta uang kepadanya, hampir membuat kejengkelannya meluap lagi.</p>
<p>Dengan hati-hati anak itu menghitung uangnya, “Seribu, sepuluh ribu, dua puluh lima ribu, empat puluh ribu…… lima puluh ribu……” gumamnya menghitung uang receh yang dia miliki. Ketika genap seratus ribu, dengan mata berbinar dia memandang ke ayahnya.</p>
<p>Baru saja ingin mengatakan sesuatu, si Ayah sudah tidak bisa menahan kejengkelannya, dengan nada gusar dia bertanya, “Kamu telah mempunyai uang sebanyak itu, mengapa masih juga meminta lagi?”</p>
<p>“Karena…uang saya…….tak mencukupi….tetapi…. tapi….. sekarang sudah mencukupi…..”</p>
<p>Dengan terbata-bata anak tersebut melanjutkan perkataannya, “Ayah, sekarang saya sudah mempunyai uang sebanyak seratus ribu, bolehkah saya membeli waktu Ayah selama dua jam? Karena besok saya sangat ingin sekali makan malam bersama ayah……”</p>
<p>Mata jernih anak tersebut berlinangan air mata, sedangkan di dalam hati sang ayah penuh dengan penyesalan……</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/5099/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/5099/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/5099/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/5099/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rinaldimunir.wordpress.com/5099/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rinaldimunir.wordpress.com/5099/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rinaldimunir.wordpress.com/5099/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rinaldimunir.wordpress.com/5099/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/5099/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/5099/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/5099/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/5099/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/5099/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/5099/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&amp;blog=735177&amp;post=5099&amp;subd=rinaldimunir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/17/jika-waktu-ayah-bisa-dibeli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mudahnya Membeli Miras di Bandung</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/13/mudahnya-membeli-miras-di-bandung/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/13/mudahnya-membeli-miras-di-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2012 08:31:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar Bandung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=5092</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini lagi ramai &#8220;perselisihan&#8221; antara Kemendagri dan beberapa Pemerintah Daerah. Kemendagi berencana mengevaluasi dan membatalkan Perda (Peraturan Daerah) yang mengatur peredaran minuman keras (miras), karena sebagian pasal atau seluruhnya dianggap bertentangan dengan Peraturan Pemerintah yang lebih tinggi. Kontan saja &#8230; <a href="http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/13/mudahnya-membeli-miras-di-bandung/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&amp;blog=735177&amp;post=5092&amp;subd=rinaldimunir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini lagi ramai &#8220;perselisihan&#8221; antara Kemendagri dan beberapa Pemerintah Daerah. Kemendagi berencana mengevaluasi dan membatalkan Perda (Peraturan Daerah) yang mengatur peredaran minuman keras (miras), karena sebagian pasal atau seluruhnya dianggap bertentangan dengan Peraturan Pemerintah yang lebih tinggi. Kontan saja ancaman Kemendagri tersebut memancing unjuk rasa dan penolakan di daerah tingkat 2 yang disebut bermasalah tersebut. Kaum agamawan dan kelompok masyarakat bereaksi keras menentang tindakan Kemendagri tersebut (baca kontranya <a href="http://www.indopos.co.id/index.php/arsip-berita-indopos/66-indopos/20174-muhammadiyah-protes-evaluasi-perda-miras-dpr-nilai-mendagri-ngawur.html">di sini</a>). </p>
<p>Daerah-daerah yang &#8220;bermasalah&#8221; dengan Perda tersebut diantaranya Kota Bandung, Kota Tangerang, Kota Indramayu, Bali, Pamekasan, Maros (Sulsel), Penajam, Sorong, dan Balikpapan. Yang menarik adalah daerah yang memiliki Perda miras tidak seluruhnya daerah yang mayoritas Islam. Ada Bali dan Sorong yang mayoritas non-muslim, padahal dalam ajaran agama selain Islam meminum miras itu tidak haram atau dibolehkan (CMIIW). Yang mengherankan adalah Bali juga memiliki Perda miras padahal kita tahu Bali adalah daerah tujuan wisata dunia, dan semua orang mahfum bahwa minuman keras itu identik dengan dunia hiburan dan pariwisata. Keberadaan Perda miras di Bali dan Sorong seakan membantah tudingan politisi beberapa tahun lalu yang selalu curiga dengan Perda syariah dan mengatakan Perda miras tersebut sebagai salah satu bentuk Perda syariah. Nyatanya Bali dan Sorong sendiri memiliki Perda yang mengatur peredaran miras.</p>
<p>Baiklah, saya tidak akan membahas pro kontra tentang perdebatan Perda miras tersebut. Biarkan perbedaan pendapat itu muncul sebagai sebuah proses demokrasi. Sebagai seorang muslim keyakinan  saya tidak akan pernah berubah bahwa meminum minuman keras itu hukumnya haram, berapapun kadar alkohol di dalamnya. Oleh karena itu Perda miras tersebut saya dukung sepenuhnya. Keberadaan miras di tengah mayoritas orang yang tidak mengkonsumsinya tentu hal yang mengherankan. Oleh karena itu Perda miras tersebut mengatur agar miras hanya dapat diperjualbelikan di tempat-tempat tertentu saja seperti kafe dan hotel berbintang. Jadi bagi mereka yang tidak menganggap miras haram, mereka masih tetap dapat membelinya di tempat-tempat itu. Perda tersebut sudah mengakomodasi kelompok orang yang memang hobi minum miras dan kelompok mayoritas yang menolak miras.  </p>
<p>Yang menyedihkan adalah di kota saya sendiri, di Bandung, minuman keras itu bebas beredar dan mudah didapat. Perda miras yang sudah dibuat oleh DPRD Kota Bandung dan telah diberlakukan itu tidak mempunyai taring. Perda tersebut berbunyi bahwa segala minuman beralkohol berapapun kadarnya hanya dapat dijual di kafe dan hotel berbintang. Namun kenyataannya lain, kita mudah menemukan penjualan bir dan minuman keras level berat di supermarket, minimarket, bahkan di warung-warung pinggir jalan. Pelaku yang menjualnya tidak pernah dihukum karena melanggar Perda tersebut.</p>
<p>Di Bandung banyak bertebaran minimarket seperti <em>Yomart</em>, <em>Indomart</em>,<em> Circle K</em>, dan <em>Alfamart</em>, selain supermarket besar seperti <em>Yogya</em>, <em>Griya</em>, <em>Carefour</em>, <em>Hypermart</em>, dan <em>Superindo</em>. Di rak-rak minuman botol-botol minuman keras bercampur dengan botol minuman ringan. Pembelinya umumnya anak muda. Suatu kali pada hari Sabtu menjelang malam minggu, ketika saya sedang berbelanja di supermarket dekat rumah, beberapa remaja tanggung terlihat celingak-celinguk mencari B*r Bin*an*. Mereka memborong beberapa botol bir untuk kumpul-kumpul malam mingguan. Udara malam Bandung yang dingin memang cocok untuk minum minuman yang menghangatkan badan, tetapi yang dipilih oleh remaja-remaja tadi adalah minuman beralkohol. </p>
<p>Untuk apa miras tersebut mereka beli? Tentu saja untuk mabuk-mabukan sambil nongkrong di jalan. Kadang-kadang miras tersebut dioplos dengan minuman suplemen untuk mendapatkan efek mabuk yang lebih hebat. Bagi anak muda yang tidak mampu membeli miars yang mahal, mereka tahu tempat-tempat menjual miras murahan yang diproduksi secara gelap. Miras murahan tersebut dioplos dengan berbagai ramuan &#8220;aneh&#8221; seperti obat nyamuk dan serbuk suplemen, lalu diminum ramai-ramai sampai mabuk hingga esok pagi. Tidak jarang banyak pemuda yang mati karena minuman oplosannya menimbulkan efek racun. Sudah banyak kasus kamatian akibat pesta miras, tetapi tetap saja tidak menimbulkan efek jera bagi orang lain yang tidak belajar dari kasus yang sama. Akibatnya setiap tahun selalu saja muncul berita di media massa tentang kematian akibat pesta miras.</p>
<p>Kita sepakat bahwa miras dapat menimbulkan penyimpangan sosial. Perilaku manusia dibawah keadaan tidak sadar karena pengaruh alkohol (mabuk misalnya) dapat berbuat tindakan yang destruktif atau amoral, seperti perkelahian, memperkosa, bahkan membunuh. Para anggota geng motor di Bandung yang sering melakukan aksi perusakan brutal atau bahkan melukai orang hingga terbunuh biasanya beraksi setelah menenggak miras. Itu belum termasuk kasus-kasus perkosaan yang sering dilakukan dalam keadaan mabuk, dan perkelahian antar kampung karena dipicu aksi sepele dalam pengaruh tidak sadar. Sudah sering kasus-kasus semacam ini terjadi, namun akar penyebabnya yaitu miras, tidak pernah berhasil diselesaikan hingga kini. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/5092/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/5092/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/5092/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/5092/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rinaldimunir.wordpress.com/5092/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rinaldimunir.wordpress.com/5092/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rinaldimunir.wordpress.com/5092/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rinaldimunir.wordpress.com/5092/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/5092/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/5092/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/5092/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/5092/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/5092/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/5092/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&amp;blog=735177&amp;post=5092&amp;subd=rinaldimunir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/01/13/mudahnya-membeli-miras-di-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
