<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Catatanku</title>
	<atom:link href="http://rinaldimunir.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rinaldimunir.wordpress.com</link>
	<description>Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 May 2013 18:39:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rinaldimunir.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Catatanku</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rinaldimunir.wordpress.com/osd.xml" title="Catatanku" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rinaldimunir.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Media Sosial Sebagai Penyeimbang Media Arus-Utama</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/05/18/media-sosial-sebagai-penyeimbang-media-arus-utama/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/05/18/media-sosial-sebagai-penyeimbang-media-arus-utama/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 May 2013 07:52:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=7380</guid>
		<description><![CDATA[Pada zaman kebebasan pers seperti sekarang kita harus cerdas dalam membaca atau menonton berita di media, baik media cetak, media daring, maupun media elektronik. Tidak jarang berita yang disampaikan sudah diplintir, dimanipulasi, diputarbalik sehingga menyesatkan, atau disampaikan tidak utuh karena &#8230; <a href="http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/05/18/media-sosial-sebagai-penyeimbang-media-arus-utama/">Lanjut membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&#038;blog=735177&#038;post=7380&#038;subd=rinaldimunir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Pada zaman kebebasan pers seperti sekarang kita harus cerdas dalam membaca atau menonton berita di media, baik media cetak, media daring, maupun media elektronik. Tidak jarang berita yang disampaikan sudah diplintir, dimanipulasi, diputarbalik sehingga menyesatkan, atau disampaikan tidak utuh karena sebagian informasi yang penting disembunyikan. Sebagai pembaca atau pemirsa kita tidak mendapat hak berita yang sesungguhnya, sebab berita yang disampaikan bergantung pada siapa yang menyampaikannya. Setiap media mempunyai kepentingan dengan berita yang hendak disampaikannya. Jika berita itu dianggap merugikan misi atau kepentingannya, maka berita tersebut berusaha dikerdilkan atau tidak disampaikan secara utuh. Susah mencari media yang netral, sebab hampir semua media berpihak pada kepentingannya. </p>
<p>Ada ungkapan yang menyatakan bahwa siapa yang menguasai media maka dia menguasai dunia. Media massa dapat mempengaruhi atau mengubah opini masyarakat. Media dapat mengarahkan pembacanya (atau pemirsanya) untuk membenci suatu kelompok atau individu yang menjadi lawan media tersebut. Media tahu benar bahwa semakin sering dimunculkan informasi yang menyebarkan kebencian kepada suatu kelompok, maka masyarakat yang semula tidak tahu menahu akhirnya memiliki opini yang serupa dan ikut-ikutan membenci kelompok tersebut. Bagi media besar yang mempunyai jumlah pembaca atau pemirsa yang besar, yang saya sebut media arus-utama (<em>mainstream</em>), inilah kesempatan untuk mempengaruhi persepsi masyarakat lewat tulisan atau tayangan di media tersebut. </p>
<p>Sebagai contoh, sebuah stasiun televisi berita bernama M***o TV adalah media yang secara serampangan sering sekali menanamkan kesan negatif dan kebencian kepada suatu kelompok. Saya mengamati stasiun TV yang satu ini memiliki fobia  pada agama tertentu. Lihat bagaimana stasiun TV itu memberikan stigma teroris kepada siswa yang ikut kegiatan Rohis di sekolah. Terkait politik bumi hangus perhatikan juga bagaimana stasiun TV itu selalu menampilkan berita yang menjelek-jelekkan Pemerintahan Pak Beye dan partai pendukungnya (Partai Dem*krat), seolah-olah semua yang berasal dari Pemerintah itu selalu salah, mungkin yang benar adalah menurut stasiun TV dan partai baru besutannya (Nas*em).</p>
<p>Media arus-utama meskipun bersaing sesamanya, namun mereka tampak satu suara sebagai pendukung kelompok liberal. Opini dan berita yang mereka tampilkan dalam  membela kelompok liberal sering tidak berimbang, mereka seperti kompak menyudutkan kelompok yang dianggap konservatif dan fundamentalis. Gerakan kelompok liberal akan di-<em>blow-up</em> habis-habisan, padahal kekompok itu hanya kecil saja tetapi seakan-akan besar karena liputan yang luas. Sebaliknya kelompok yang dituding konservatif dan fundamentalis tidak mendapat tempat di dalam media mereka, aksi-aksi kelompok itu nyaris tidak berbunyi karena memang tidak diberitakan secara layak. Banyak orang yang gerah dengan ketidakadilan informasi seperti itu, namun apa daya mereka tidak memiliki media yang kuat untuk menyuarakan aspirasi mereka.</p>
<p>Tapi itu dulu, dalam lima tahun belakangan ini di jagad maya bertebaran media sosial seperti blog, milis, <em>Facebook</em>, <em>Twitter</em>, dan sebagainya. Informasi yang tidak kita temukan di dalam media arus-utama dapat kita baca di dalam media sosial, tidak hanya tulisan tetapi juga gambar dan video. Apa yang disembunyikan oleh media arus-utama dapat kita temukan berita seutuhnya di dalam media sosial itu. Melalui media sosial kita dapat membaca persepsi yang berbeda yang tidak kita dapatkan di dalam media arus utama. Penyebaran informasi di dalam media sosial itu sungguh cepat dan dahsyat. Satu orang menaruhnya di media jejaring sosial, dengan cepat informasinya berkembang ke mana-mana menembus batas-batas yang tidak bisa dijangkau oleh media arus utama. </p>
<p>Media sosial yang tumbuh pesat belakangan ini membentuk jurnalisme sendiri yang dinamakan <em>citizen journalism</em>. Di sini orang dapat menulis apa saja, tidak hanya menumpahkan uneg-uneg, tetapi juga menyebarkan opini dan informasi dari sudut pandang yang berbeda. Media sosial dapat dianggap sebagai penyeimbang informasi yang selama ini dimonopoli oleh media arus-utama. Masyarakat yang haus informasi mendapat informasi yang lebih transparan, aktual, dan dari sudut pandang yang lain. </p>
<p>Banyak informasi yang bertebaran di dalam media sosial. Sama seperti pada media arus-utama, kita pun tetap harus hati-hati untuk memilah-milah mana informasi yang benar dan mana informasi sampah. Tinggal kita sendiri yang menyimpulkan mana informasi yang kita yakini benar. Kita tetap harus cerdas untuk memfilter informasi yang datang kepada kita, jangan ditelan bulat-bulat begitu saja. Baik media arus-utama dan media sosial seharusnya diperlakukan sebagai <em>cover both story</em>, yaitu informasi dari dua sisi berbeda.  </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/7380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/7380/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&#038;blog=735177&#038;post=7380&#038;subd=rinaldimunir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/05/18/media-sosial-sebagai-penyeimbang-media-arus-utama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pisang Merah</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/05/16/pisang-merah/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/05/16/pisang-merah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 09:39:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gado-gado]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=7373</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari di laman fesbuk saya melihat foto kiriman seorang teman. Dia membagikan (share) foto pisang yang warna kulitnya merah, benar-benar merah. Dikutip dari laman Wikipedia: &#8220;Red bananas, also known as Red Dacca bananas in Australia, are a variety of &#8230; <a href="http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/05/16/pisang-merah/">Lanjut membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&#038;blog=735177&#038;post=7373&#038;subd=rinaldimunir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari di laman fesbuk saya melihat foto kiriman seorang teman. Dia membagikan (share) foto pisang yang warna kulitnya merah, benar-benar merah. Dikutip dari laman  <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Red_banana">Wikipedia</a>: &#8220;<em>Red bananas, also known as Red Dacca bananas in Australia, are a variety of banana with reddish-purple skin. They are smaller and plumper than the common Cavendish banana. When ripe, raw red bananas have a flesh that is cream to light pink in color. They are also softer and sweeter than the yellow Cavendish varieties, with a slight raspberry flavor. Many red bananas are imported from producers in Asia and South America. They are a favorite in Central America but are sold throughout the world</em>.&#8221;</p>
<div id="attachment_7374" class="wp-caption aligncenter" style="width: 513px"><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2013/05/pisang-merah.jpg"><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2013/05/pisang-merah.jpg?w=640" alt="Pisang berkulit merah (Sumber: Facebook)"   class="size-full wp-image-7374" /></a><p class="wp-caption-text">Pisang berkulit merah (Sumber: Facebook)</p></div>
<p>Terlepas dari apakah warna merah pada foto pisang merah itu asli atau sudah dimodifikasi dengan <em>Photoshop </em>(sehingga terlihat warna merahnya sangat menyala), saya penasaran dengan pisang yang satu ini. Apakah pisang merah ada di Indonesia?</p>
<p>Ternyata ada. Seorang alumnus Informatika (mantan mahsiswa saya) yang tinggal di Lembang mengatakan bahwa pisang berwarna merah itu memang ada, sebab di Lembang cukup sering ditemukan pedagang yang menjualnya. Karena penasaran, saya mencoba mencarinya, namun alumnus tersebut malah mengatakan dia akan mengirimkan pisang itu ke kantor saya keesokan harinya. Wah, surprise! </p>
<p>Ini dia pisang merah dari Lembang yang diantarkan ke kantor saya:</p>
<div id="attachment_7375" class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2013/05/pisang-merah-2.jpg"><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2013/05/pisang-merah-2.jpg?w=640&#038;h=480" alt="Psiang merah dari Lembang" width="640" height="480" class="size-full wp-image-7375" /></a><p class="wp-caption-text">Psiang merah dari Lembang</p></div>
<p>Meskipun warna kulitnya tidak semerah foto pertama, tetapi ini sudah cukup mengobati rasa penasaran saya. Ya, pisang berkulit merah itu betul-betul ada. Orang Sunda menyebutnya <em>cau hurang </em>(pisang udang) karena kulitnya merah  seperti udang rebus.</p>
<p>Hanya kulitnya saja yang berwarna merah, isinya tetap kuning seperti pisang biasa. Rasanya? Seperti pisang madu. Yang menarik adalah kulitnya tidak berubah meskipun sudah seminggu diletakkan di atas meja makan. Artinya, pisang merah termasuk pisang yang awet dan tahan lama, tidak seperti pisang ambon yang kulitnya cepat menghitam dan isinya sudah berubah setelah beberapa hari.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/7373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/7373/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&#038;blog=735177&#038;post=7373&#038;subd=rinaldimunir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/05/16/pisang-merah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2013/05/pisang-merah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pisang berkulit merah (Sumber: Facebook)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2013/05/pisang-merah-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Psiang merah dari Lembang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari Sepuluh Telur Ayam Satu Tidak Menetas</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/05/13/dari-sepuluh-telur-ayam-satu-tidak-menetas/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/05/13/dari-sepuluh-telur-ayam-satu-tidak-menetas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 May 2013 07:15:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renunganku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=7363</guid>
		<description><![CDATA[Kehidupan anak manusia itu memang penuh misteri. Tiada yang tahu takdir dan nasib seseorang melainkan hanya Allah yang tahu. Meskipun berada dalam satu keluarga, tetapi nasib semua anak di dalam keluarga itu tidaklah sama. Saya sering mengamati keluarga teman-teman saya, &#8230; <a href="http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/05/13/dari-sepuluh-telur-ayam-satu-tidak-menetas/">Lanjut membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&#038;blog=735177&#038;post=7363&#038;subd=rinaldimunir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Kehidupan anak manusia itu memang penuh misteri. Tiada yang tahu takdir dan nasib seseorang melainkan hanya Allah yang tahu. Meskipun berada dalam satu keluarga, tetapi nasib semua anak di dalam keluarga itu tidaklah sama.</p>
<p>Saya sering mengamati keluarga teman-teman saya, termasuk keluarga saya sendiri. Dalam satu keluarga biasanya ada saja satu anggota keluarga yang tidak &#8220;menjadi&#8221;, ada saja satu yang anomali. Misalnya dalam satu keluarga dengan lima orang anak, empat anak sukses dalam pekerjaan dan hidup mapan, tetapi satu orang lagi agak berbeda, dia tidak punya pekerjaan yang jelas, kerja serabutan, dan secara materi hidup kekurangan. Hidupnya menjadi &#8220;beban&#8221; saudara-saudaranya yang lain, tapi untung saja saudara-saudaranya yang sudah hidup mapan itu selalu membantunya.</p>
<p>Contoh lainnya, semua anak dalam keluarga sudah &#8220;mentas&#8221; (istilah orang Jawa), yang artinya sudah menikah, tetapi ada satu orang yang belum mendapat jodohnya sehingga menjadi perjaka tua atau perawan tua. Atau contoh yang lain, dari semua anggota keluarga yang sudah menikah, ada satu orang yang tidak mempunyai anak. </p>
<p>Dalam bahasa orang Minang, satu anggota yang tidak menjadi itu disebut <em>indak boneh</em>. Ini istilah yang saya dengar dari almarhumah ibu saya. Dia mengambil perumpamaan dari telur ayam yang dierami induknya, dari sepuluh telur ayam ada saja satu telur yang tidak menetas. Telur ayam yang tidak menetas itulah yang disebut <em>indak boneh</em> atau tidak menjadi. </p>
<p>Perumpamaan <em>indak boneh</em> itu disebut ibu saya yang seringkali merasa sedih dan prihatin bila mengingat nasib satu anaknya yang tidak punya pekerjaan untuk menghidupi keluarganya, sehingga saudara kami itu hidupnya selalu dibantu baik oleh ibu maupun dari kami suadaranya yang lain. <em>Yo baitulah, adu juo ciek urang nan anaknyo indak boneh</em>, kata ibu saya (yang artinya: ya begitulah, ada juga orang yang anaknya tidak menjadi). Sambil membandingkan  dengan keluarga orang lain yang juga punya masalah yang sama, ibu saya akhirnya bisa menerima kenyataan itu.</p>
<p>Kalau dipikir-pikir memang ada juga benarnya, dalam satu keluarga ada saja satu anomali di antara anak-anaknya. Saya sendiri mengalami hal itu. Namun, saya pikir fenomena itu adalah misteri Sang Ilahi. Pasti Allah SWT punya maksud, mungkin fenomena tersebut sebagai hikmah pelajaran bagi manusia agar selalu bersyukur. Jangan selalu melihat ke atas, lihat juga yang di bawah. </p>
<p>Allah yang menetapkan takdir seorang manusia tetapi manusia sendiri yang menentukan nasibnya. <em>Wallahu Alam</em>.  </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/7363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/7363/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&#038;blog=735177&#038;post=7363&#038;subd=rinaldimunir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/05/13/dari-sepuluh-telur-ayam-satu-tidak-menetas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tidak Suka Terlalu Sering Libur</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/05/10/tidak-suka-terlalu-sering-libur/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/05/10/tidak-suka-terlalu-sering-libur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 May 2013 13:46:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gado-gado]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=7353</guid>
		<description><![CDATA[Pak Beye, Presiden kita, dihadapan kaum buruh pada tanggal 1 Mei yang lalu memberikan janji manis: Pemerintah akan menjadikan tanggal 1 Mei (Hari Buruh sedunia) sebagai hari libur nasional. Jadi, mulai tahun 2014 nanti setiap tanggal 1 Mei akan menjadi &#8230; <a href="http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/05/10/tidak-suka-terlalu-sering-libur/">Lanjut membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&#038;blog=735177&#038;post=7353&#038;subd=rinaldimunir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Beye, Presiden kita, dihadapan kaum buruh pada tanggal 1 Mei yang lalu memberikan janji manis: Pemerintah akan menjadikan tanggal 1 Mei (Hari Buruh sedunia) sebagai hari libur nasional. Jadi, mulai tahun 2014 nanti setiap tanggal 1 Mei akan menjadi tanggal merah.</p>
<p>Wew!, berarti hari libur nasional di negara kita semakin banyak saja, diluar hari Sabtu dan Minggu. Selain tanggal-tanggal merah, hari libur juga sering diadakan bila tanggal merah itu jatuh pada hari &#8220;kejepit&#8221; (harpitnas), yaitu hari Selasa dan Kamis. Jadi, jika tanggal merah jatuh pada hari Selasa maka hari Senin diliburkan, begitu juga jika tanggal merah jatuh pada hari Kamis maka hari Jumat diliburkan. Memang tidak semua hari kejepit diliburkan, tetapi hanya pada tanggal-tanggal tertentu saja.</p>
<p>Pertambahan hari libur bagi sebagian orang bukan berarti penghematan anggaran belanja keluarga, tetapi sebaliknya hari libur adalah pertambahan biaya pengeluaran. Tentu hari libur tidak bisa diisi hanya duduk-duduk saja di rumah, sebab anak-anak mereka pasti minta jalan-jalan atau makan-makan di luar. Nah, hal itu berarti tambahan biaya keluarga, bukan? </p>
<p>Bagi orang yang berpenghasilan tebal tentu tidak masalah mengeluarkan banyak uang untuk rekreasi, jalan-jalan dan makan-makan di luar. Tetapi, jumlah pekerja di negara kita yang masuk kelompok seperti itu persentasenya kecil, sebagian besar pekerja tergolong berpenghasilan menengah ke bawah. Dengan penghasilan yang pas-pasan, mereka harus berhitung biaya tambahan jika memenuhi keinginan anak untuk rekreasi ke luar. Ingat juga bahwa sebagian buruh ada yang digaji berdasarkan jumlah hari kerja. Jadi jika ada hari libur maka mereka tidak mendapat upah atau gaji mereka berkurang karena dipotong hari libur. </p>
<p>Memang hari libur tidak baik selalu diukur dengan uang. Toh uang yang dicari untuk keluarga juga, bukan? Bisa saja hari libur diisi dengan bersantai bersama keluarga di rumah, atau berkebun (jika punya kebun atau pekarangan luas), membersihkan rumah, olahraga, dan sebagainya. Namun, kalau hari libur terlalu sering dan tidak kemana-mana (tidak jalan-jalan keluar) ya bosan juga. Bingung di rumah mau apa lagi yang dilakukan, sebagian orang merasa lebih produktif jika masuk kerja. Libur itu ya sewajarnya saja, bila terlalu sering juga tidak baik.  </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/7353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/7353/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&#038;blog=735177&#038;post=7353&#038;subd=rinaldimunir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/05/10/tidak-suka-terlalu-sering-libur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Beda Partai Beda Perlakuan KPK?</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/05/08/beda-partai-beda-perlakuan-kpk/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/05/08/beda-partai-beda-perlakuan-kpk/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 15:54:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=7340</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini saya mau bicara soal politik. Gatal juga tangan saya untuk menulis setelah menyaksikan &#8220;drama&#8221; antara KPK dengan partai PKS, ini masih menyangkut tentang kasus suap impor daging sapi yang sekarang kasusnya melebar semakin jauh. Tangan saya gatal mau &#8230; <a href="http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/05/08/beda-partai-beda-perlakuan-kpk/">Lanjut membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&#038;blog=735177&#038;post=7340&#038;subd=rinaldimunir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Kali ini saya mau bicara soal politik. Gatal juga tangan saya untuk menulis setelah menyaksikan &#8220;drama&#8221; antara KPK dengan partai PKS, ini masih menyangkut tentang kasus suap impor daging sapi yang sekarang kasusnya melebar semakin jauh. </p>
<p>Tangan saya gatal mau menulis karena mengamati ada perbedaan perlakuan dari KPK terhadap partai-partai yang terlibat korupsi. Mari kita lihat ke Partai Demokrat. Partai ini sudah babak belur karena pembusukan dari dalam. Petinggi-petinggi partainya banyak yang menjadi tersangka kasus korupsi Hambalang, antara lain Angelina Sondakh, Nazaruddin, Andi Mallarangeng, dan Anas Urbaningrum. Sebagian tersangka sudah mendapat vonis hukuman (Angelina dan Nazarudin), sedangkan tersangka yang lain masih bebas berkeliaran. </p>
<p>Mari bandingkan dengan kasus yang menimpa PKS. LHI, mantan Presiden partai itu, sudah ditangkap oleh KPK, sekarang mendekam di Rutan Guntur. LHI menjadi tersangka karena diduga menerima suap dari Fathanah terkait impor daging sapi, meskipun uang suapnya belum diterima. LHI langsung ditangkap malam itu juga oleh KPK dan langsung dijebloskan ke Rutan Guntur. Dalam perkembangannya, kasus suap itu diperlebar oleh KPK menjadi kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Semua harta LHI diperiksa, beberapa diantaranya disita. Berhubung LHI dulu adalah Presiden PKS, maka partainya ikut terseret-seret, aset partai pun diobok-obok oleh KPK lalu disita. Dengan dukungan media <em>mainstream</em>, berita tentang TPPU dan penyitaan properti milik tersangka maupun partai benar-benar membuat PKS menjadi semakin terpuruk di mata masyarakat. Citra mereka semakin jatuh, apalagi kasus ini semakin seru karena ada bumbu tentang perempuan yang terlibat di dalamnya. Saya menangkap kesan sepertinya &#8220;drama&#8221; KPK dengan PKS ini baru akan berakhir setelah Pemilu 2014 (kayaknya lho), atau meminjam istilah orang PKS &#8220;akan terus digoreng-goreng&#8221; berlama-lama.  </p>
<p>Kembali lagi ke kasus yang melanda Partai Demokrat. Anas dan Andi sudah ditetapkan menjadi tersangka. Keduanya diduga menerima uang suap dalam kasus Hambalang. Kasus Hambalang nilai korupsinnya jauh lebih besar daripada kasus suap impor daging sapi. Meski sudah dietapkan menjadi tersangka, anehnya KPK tidak menahan keduanya. Baik Anas maupun Andi sampai detik ini bebas berkeliaran dan berkegiatan ke mana saja kecuali pergi ke luar negeri. Tentu KPK punya alasan tersendiri mengapa tidak menahan keduanya, suka atau tidak suka yah kita percaya saja kepada KPK.</p>
<p>Sebagaimana LHI, Anas adalah mantan Ketua Umum Partai Demokrat. Bedanya, KPK tidak (atau belum?) mengembangkan kasus suap Anas maupun Andi menjadi TPPU. Aset properti milik mereka pun tidak disita, begitu pula Partai Demokrat tidak disentuh sama sekali, misalnya saja properti milik partai seperti mobil. Bahkan Nazarudin yang sudah dijatuhi hukuman penjara juga tidak terkena TPPU, hartanya pun masih aman tidak disita (CMIIW).</p>
<p>Perbedaan perlakuan ini tentu membuat masyarakat bertanya-tanya ada apa ini, mengapa KPK seolah-olah terkesan begitu keras kepada orang dari suatu partai tetapi terlihat lembek pada orang dari partai lainnya. Kalau memang orang-orang itu diduga bersalah, maka seharusnya perlakuannya tidak boleh berat sebelah. Wajar saja jika muncul dugaan politisasi, konspirasi, merasa dizalimi, kriminalisasi, atau apapunlah namanya. Saya pikir pasti banyak orang yang merasakan hal yang sama dengan saya, tetapi karakteristik masyarakat kita adalah massa yang  diam (<em>silent majority</em>), maka mereka cukup menjadi pengamat yang menyaksikan babak demi babak drama KPK dengan dua partai yang saya sebutkan di atas. </p>
<p><em>Least but not least</em>, hingga saat ini saya dan sebagian besar masyarakat masih percaya pada kredibilitas dan integritas KPK. Dukungan masyarakat kepada KPK masih sangat kuat, hal ini dapat dilihat dari respon masyarakat di jagat maya yang sebagian besar mengapresiasi KPK sembari mengecam pernyataan-pernyataan dan sikap perlawanan yang ditunjukkan oleh petinggi, kader, dan simpatisan PKS. Saya menilai sikap perlawanan itu malah kontraproduktif sebab makin menyudutkan mereka dan membuat antipati sebagian masyarakat. </p>
<p>Siapapun yang bersalah harus dihukum. Kalau nanti terbukti LHI, Anas, maupun Andi bersalah maka mereka pantas menerima ganjaran yang setimpal baik di dunia maupun di akhirat. Masyarakat akan menghukum partai yang terlibat korupsi pada Pemilu 2014 nanti. Sebaliknya, kalau mereka tidak terbukti bersalah, maka tidak ada alasan untuk menahan mereka. Adapun partai mereka yang tercemar itu adalah konsekuensi dari pertarungan politik yang kotor. </p>
<p>Kepada KPK saya berpesan agar jangan tebang pilih kasus. Masih banyak kasus-kasus besar lain yang perlu disidik dan menuntut keberanian KPK karena melibatkan orang sangat penting di negeri ini. Selain kasus Hambalang, ada kasus BLBI dan kasus Century yang nilainya triliunan tetapi dibiarkan mengambang, ada juga misteri dibalik kasus Antasari. Teruskan misi anda sebagai penegak keadilan dalam memberantas korupsi yang sudah menjadi penyakit kronis di negeri ini. Sekali anda tidak netral dan terkontaminasi kepentingan politik tertentu, maka hancurlah kredibilitas anda dimata masyakarat. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/7340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/7340/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&#038;blog=735177&#038;post=7340&#038;subd=rinaldimunir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/05/08/beda-partai-beda-perlakuan-kpk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>eKTP yang Tidak Boleh Difotokopi</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/05/06/ektp-yang-tidak-boleh-difotokopi/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/05/06/ektp-yang-tidak-boleh-difotokopi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 May 2013 14:43:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=7334</guid>
		<description><![CDATA[Aneh-aneh saja Kemendagri ini, eKTP tidak boleh difotokopi sebab dapat merusak chip di dalamnya. Kalau pun difotokopi hanya boleh sekali saja, lalu kalau memerlukan fotokopi lagi cukup memfotokopi hasil fotokopi yang pertama tadi. Baca ini: Ingat, e-KTP Hanya Bisa Sekali &#8230; <a href="http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/05/06/ektp-yang-tidak-boleh-difotokopi/">Lanjut membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&#038;blog=735177&#038;post=7334&#038;subd=rinaldimunir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Aneh-aneh saja Kemendagri ini, eKTP tidak boleh difotokopi sebab dapat merusak <em>chip </em>di dalamnya. Kalau pun difotokopi hanya boleh sekali saja, lalu kalau memerlukan fotokopi lagi cukup memfotokopi hasil fotokopi yang pertama tadi. Baca ini: <a href="http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/13/05/06/mmd37z-ingat-ektp-hanya-bisa-sekali-difotokopi">Ingat, e-KTP Hanya Bisa Sekali Difotokopi</a> dan <a href="http://nasional.kompas.com/read/2013/05/01/21000599/Fisik.KTP.Elektronik.Jangan.Difotokopi.Cip.Bisa.Rusak">Fisik KTP Elektronik Jangan Difotokopi, Cip Bisa Rusak</a>. Ini dia <a href="http://wa2010.ee.itb.ac.id/content/surat-edaran-menteri-dalam-negeri-no-471131826sj-mengenai-pemanfaatan-e-ktp">surat edaran Mendagri</a> tentang larangan fotocopi eKTP itu. Selain tidak boleh difotokopi, <a href="http://news.detik.com/read/2013/05/06/153230/2239203/10/mendagri-e-ktp-jangan-terlalu-sering-di-fotocopy-dan-di-hekter?9911012">eKTP juga tidak boleh dihekter</a>, hi..hi..hi.</p>
<p>eKTP tidak boleh dihekter, oke ini bisa dimengerti. Saya kira hanya orang bodoh saja yang meng-hekter eKTP. Saya belum pernah mendengar ada orang yang menghekter kartu kredit atau kartu ATM. Namun kalau <em>chip </em>di dalam eKTP rusak karena difotokopi saya baru kali ini mendengarnya.  Saya sudah kurang paham tentang fisika, pertanyaan saya adalah apakah intensitas cahaya dari mesin fotokopi dapat merusak <em>chip </em>di dalam kartu? Atau, apakah panas yang dihasilkan cahaya dari mesin fotokopi sedemikian tinggi sehingga bisa merusak fungsi <em>chip</em>? Sebegitu burukkah kualitas <em>chip </em>di dalam eKTP tersebut? Pengalaman orang yang memfotokopi kartu kredit (yang juga ada chip di dalamnya) menyatakan bahwa kartu kredit tidak masalah bila difotokopi. Kartu mahasiswa (KTM) pun sekarang sudah elektronik (eKTM) dan tidak ada laporan rusak meskipun berkali-kali difotokopi.</p>
<p>Saya membayangkan betapa ribetnya eKTP ini jika tidak boleh difotokopi. Coba hitung berapa banyak kebutuhan administrasi yang memerlukan fotokopi KTP. Melamar pekerjaan, membuka akun tabungan, membuat SIM atau STNK, meminjam uang dari lembaga perbankan, beli obat di rumah sakit Pemerintah, bahkan membeli tiket pun memerlukan fotokopi KTP. Nah, jika eKTP tidak boleh difotokopi kebayang kan betapa repotnya. Kalaupun memfotokopi master fotocopi yang pertama, tidak setiap orang ingat untuk selalu membawa master fotokopi eKTP di dalam dompetnya. </p>
<p>Sebenarnya salah satu manfaat eKTP itu adalah untuk membuat kepraktisan. Dengan eKTP pengguna tidak perlu repot menuliskan data KTP seperti nama, NIK, tempat dan tanggal lahir, dan lain-lain. Data di dalam eKTP cukup dibaca oleh pembaca kartu (<em>card reader</em>). Masalahnya, apakah semua tempat publik mempunyai pembaca kartu? </p>
<p>Namun ada masalah lain yang lebih krusial lagi ketimbang urusan duit untuk membeli pembaca kartu. Di dalam eKTP tersimpan data privat pemiliknya seperti tanggal lahir, sidik jari, dan retina mata. Nah, sejauh mana data privat tersebut bisa diakses oleh <em>card reader</em> yang tersedia di tempat publik? Bagaimana teknis pembaca kartu dalam membaca data di dalam chip? Jangan-jangan data privat itu jatuh ke pihak lain yang mungkin saja menyalahgunakannya untuk kepentingan jahat.</p>
<p>Moral dari cerita ini adalah kepraktisan eKTP ternyata berbenturan dengan kebutuhan, dan kebutuhan belum pas bertemu dengan teknologi. Mungkin larangan memfotokopi eKTP itu adalah <em>joke of the year</em>. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/7334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/7334/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&#038;blog=735177&#038;post=7334&#038;subd=rinaldimunir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/05/06/ektp-yang-tidak-boleh-difotokopi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membuat Soal Ujian Tak Semudah Memeriksanya</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/05/04/membuat-soal-ujian-tak-semudah-memeriksanya/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/05/04/membuat-soal-ujian-tak-semudah-memeriksanya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 May 2013 02:47:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Seputar Informatika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=7328</guid>
		<description><![CDATA[Minggu depan mahasiswa ITB memasuki pekan Ujian Akhir Semester (UAS). Itu artinya saya dan semua dosen lain harus bersiap-siap membuat soal ujian. Setiap kali akan ada ujian (UTS atau UAS), saya mengalokasikan waktu yang cukup lama untuk membuat soal. Jangan &#8230; <a href="http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/05/04/membuat-soal-ujian-tak-semudah-memeriksanya/">Lanjut membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&#038;blog=735177&#038;post=7328&#038;subd=rinaldimunir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Minggu depan mahasiswa ITB memasuki pekan Ujian Akhir Semester (UAS). Itu artinya saya dan semua dosen lain harus bersiap-siap membuat soal ujian. Setiap kali akan ada ujian (UTS atau UAS), saya mengalokasikan waktu yang cukup lama untuk membuat soal. Jangan dikira membuat soal ujian itu satu jam sudah selesai, pengalaman saya membuat soal ujian bisa seharian bahkan lebih. </p>
<p>Membuat soal ujian yang berkualitas itu tidak mudah lho. Saya kurang suka membuat soal ujian yang sifatnya hafalan, misalnya soal tentang menjelaskan definisi sesuatu seperti: apa yang dimaksud dengan anu, jelaskan definisi anu, dan sebagainya. Soal semacam itu sama sekali tidak menguji kemampuan kognitif mahasiswa. Definisi, konsep, dan teori sudah terdapat di dalam buku, mengapa harus ditanyakan lagi dalam ujian? Memang hafalan juga penting, tetapi tidak perlu menjadi soal ujian, cukup ditanyakan di dalam kelas kuliah saja dengan memilih mahasiswa secara acak untuk menguji pemahamannya tentang materi kuliah yang sudah lalu. Saya menilai dosen yang membuat soal ujian hafalan semacam itu hanya ingin praktis saja, mungkin karena ia sibuk dan tidak punya waktu maka akhirnya buat soal yang &#8220;menjelaskan&#8221;, &#8220;apa yang dimaksud&#8221;, dan yang semacam itu.</p>
<p>Mata kuliah yang saya ampu seluruhnya berorientasi <em>problem solving</em>, maka soal ujian yang saya buat adalah yang mengerahkan kemampuan analisis mahasiswa dalam menjawabnya. Semua definisi, konsep, dan teori sudah terdapat di dalam bahan ajar, ujian berisi soal yang mengaplikan semua konsep di atas dalam bentuk persoalan yang harus dicari solusinya.</p>
<p>Beberapa hari sebelum ujian saya sudah sibuk <em>browsing </em> Internet untuk mencari referensi soal-soal ujian. Soal-soal ujian dari kampus perguruan tinggi ternama di luar negeri seperti dari MIT, <em>Standford University</em>, dan lain-lain sering saya jadikan referensi. Saya ingin soal ujian yang saya buat setara dengan soal ujian dari kampus-kampus terkemuka itu. Saya ingin kemampuan mahasiswa saya juga tidak kalah dengan kemampuan mahasiswa perguruan tinggi yang prestisius itu.</p>
<p>Jangan khawatir, tidak semua soal ujian yang saya buat sulit-sulit kok (sebenarnya soal ujian itu mudah, yang sulit itu  jawabannya he..h..he), satu dua soal pasti ada yang sedang dan mudah. Yach, minimal jika tidak mampu menyelesaikan soal yang sulit, soal yang relatif sedang atau realtif mudah lumayan untuk &#8220;membantu&#8221; mahasiswa mendapatkan skor supaya nilainya tidak hancur-hancur amat. </p>
<p>Setelah ujian selesai, maka memeriksa lembar jawaban mahasiswa membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun karena saya sudah menyiapkan standard jawabannya maka memeriksanya tidak terlalu sukar, hanya butuh kesabaran dan konsistensi saja dalam memeriksanya. Dengan jumlah mahasiswa sebanyak seratusan dan soal ujian lima atau enam buah, maka waktu yang dibutuhkan bisa berhari-hari dan terputus-putus karena diselingi pekerjaan yang lain.</p>
<p>Selamat ujian dan semoga anda sukses.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/7328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/7328/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&#038;blog=735177&#038;post=7328&#038;subd=rinaldimunir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/05/04/membuat-soal-ujian-tak-semudah-memeriksanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ridwan Kamil yang Saya Kenal</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/04/30/ridwan-kamil-yang-saya-kenal/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/04/30/ridwan-kamil-yang-saya-kenal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 16:13:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar Bandung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=7308</guid>
		<description><![CDATA[Kolega saya sesama dosen ITB, Ridwan Kamil, dicalonkan menjadi Walikota Bandung periode 2013 &#8211; 2018. Muhammad Ridwan Kamil atau panggilannya Emil adalah seorang arsitek kawakan, karya-karya arsitekturnya bertebaran di berbagai negara, seperti di Singapura, Thailand, Bahrain, Cina, Vietnam, Uni Emirat &#8230; <a href="http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/04/30/ridwan-kamil-yang-saya-kenal/">Lanjut membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&#038;blog=735177&#038;post=7308&#038;subd=rinaldimunir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2013/04/emil.jpeg"><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2013/04/emil.jpeg?w=279&#038;h=300" alt="emil" width="279" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-7309" /></a>Kolega saya sesama dosen ITB, Ridwan Kamil, dicalonkan menjadi Walikota Bandung periode 2013 &#8211; 2018. Muhammad Ridwan Kamil atau panggilannya Emil adalah seorang arsitek kawakan, karya-karya arsitekturnya bertebaran di berbagai negara, seperti di Singapura, Thailand, Bahrain, Cina, Vietnam, Uni Emirat Arab, dan tentu saja di Indonesia sendiri (selengkapnya baca <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ridwan_Kamil">di sini</a> dan <a href="http://indonesiakreatif.net/article/success-story/ridwan-kamil/"> di sini</a>).  Dua diantara karya arsitekturnya sudah pernah saya kunjungi. Yang pertama ketika saya ke kota Banda Aceh, di sini saya menyempatkan diri <a href="http://rinaldimunir.wordpress.com/2011/10/29/berkunjung-ke-banda-aceh-2-museum-tsunami-aceh/">mengunjungi Museum Tsunami</a> yang megah itu, dan yang kedua ketika saya ke Kota Baru Parahyangan di daerah Padalarang Bandung, di sini saya <a href="http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/02/28/sejenak-di-masjid-al-irsyad-kota-baru-parahyangan/">shalat di Masjid Al-Irsyad</a> yang bentuknya unik. </p>
<p>Saya kenal si Emil sejak dia ikut Bimbel Karisma Salman ITB. Tahun 1989-1991 ketika saya duduk di tingkat akhir di ITB, saya menyibukkan diri (sok sibuk! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> ) sebagai pengajar Bimbel untuk siswa-siswi SMP/SMA di Bimbel Keluarga Remaja Islam Masjid Salman (Karisma) ITB. Murid-murid saya banyak dan salah satunya Emil itu. Kebetulan kakak Emil, yaitu Erwin (Astronomi &#8217;88), adalah teman saya yang juga menjadi pengajar dan pengurus Bimbel Karisma. Waktu itu Emil masih duduk di kelas 3 di SMA Negeri 3 Bandung, dan dia ikut Bimbel sampai menjelang UMPTN pada tahun 1990. Meskipun sewaktu di Bimbel hasil tes <em>try-out</em> nya tidak pernah rangking atas, namun saya percaya dia anak yang cerdas. Lha siapa sih yang meragukan kualitas siswa SMA 3 Bandung, sekolah yang menyimpan murid-murid cerdas yang ketika masuk ITB seperti pindah kelas saja saking banyaknya.  </p>
<p>Ayah Erwin (dan Emil, tentu saja) adalah seorang dosen di Unpad. Perumahan dosen Unpad letaknya di daerah Cigadung, kami para pengajar Bimbel sering kumpul di rumah Erwin (dan tentu saja rumah Emil, he..he.) untuk rapat atau sekadar main-main saja. Saya terkesan dengan keluarga Emil dan Erwin, saya menilai keluarga ini adalah keluarga yang taat menjalankan agama. Adik mereka yang paling bungsu malah disekolahkan ke pesantren agar ada dari salah satu anggota keluarganya menjadi ahli agama.  </p>
<p>Menjelang pendaftaran UMPTN tahun 1990 saya sempat bertanya kepada Emil apa pilihan Perguruan Tingginya dan mau memilih jurusan apa. Ternyata Emil memilih ITB dan jurusan yang dia minati adalah Jurusan Arstektur. Dia berhasil lulus masuk Arsitektur ITB dan sejak dia kuliah saya sudah jarang bertemu dengannya di kampus. Tahun 1992 saya lulus dari ITB dan mengabdi menjadi dosen di tempat yang sama, beberapa tahun kemudian ketika Indonesia dilanda krisis moneter (sekitar tahun 1998) saya sempat bertemu dengannya dan menanyakan kemana rencananya setelah lulus dari Arsitektur. Dia menjawab mau ambil sekolah S2 di Amerika. Memang akhirnya dia ke Amerika dan sejak itu saya tidak pernah bertemu lagi dengan Emil.</p>
<p>Dari kakaknya saya baru tahu kalau Emil menjadi <a href="http://www.ar.itb.ac.id/pa/index.php/staff/m-ridwan-kamil/">dosen di Arsitektur ITB</a>. Meskipun satu kampus dan sama-sama dosen namun saya tidak pernah sekalipun bertemu Emil baik di jalan maupun pada acara-acara kampus, padahal kampus ITB itu kecil lho. He..he, mungkin Arsitektur terletak di sebelah tenggara sedangkan Informatika di tengah-tengah kampus makanya jarang ketemu kali. </p>
<p>Sekarang Emil sedang berkonsentrasi untuk memenangkan Pilwalkot Bandung, dia diusung oleh PKS dan Partai Gerindra. Banyak orang yang bertanya kenapa dia mau dicalonkan oleh PKS, partai yang tengah dilanda skandal isu suap yang melibatkan petingginya. Alasan Emil adalah karena hanya partai itu yang mau mengusung dirinya sebagai calon Walikota, sedangkan partai-partai yang lain hanya mau menjadikannya sebagai calon Wakil Walikota saja. Emil tidak mau menjadi Wakil Walikota, sebab dia punya obsesi untuk membenahi kota Bandung yang sekarang centang perenang karena memiliki banyak persoalan sebagai kota besar. Pengalamannya sebagai konsultan Jokowi (ketika menjadi Walikota Solo) dan konsultan Walikota Surabaya membuatnya berpikir kenapa tidak membenahi kotanya sendiri yaitu Bandung. Karena itulah dia terpanggil mencalonkan diri sebagai Walikota Bandung periode 2013-2018.</p>
<p>Sebagai orang yang pernah menjadi &#8216;guru&#8217; Emil di Bimbel dan juga sesama civitas academica ITB, tentu saja saya memberikan dukungan kepada Emil. Saya membaca <a href="http://indonesiakreatif.net/article/success-story/ridwan-kamil/">daftar penghargaan</a> yang dia peroleh sebagai buah kepakarannya dalam pengembangan wilayah urban, maka saya pikir semua penghargaan itu adalah bukti pengakuan dunia terhadap kemampuan dirinya. </p>
<p>Di bawah ini saya salin surel Emil yang dia kirim ke milis dosen ITB. Dari surel ini kita dapat membaca apa yang menjadi keprihatinannya terhadap perkembangan kota Bandung saat ini dan mimpi-mimpinya untuk membenahi kota Bandung.</p>
<p><em>Kawan-kawan yang penyabar</p>
<p>Hidup di Bandung hari ini adalah hidup penuh dengan kegelisahan sekaligus<br />
membingungkan. Dulu saya berasumsi bahwa seiring detik, menit dan jam<br />
kehidupan yang bergerak ke arah masa depan, tentunya hadir pula kemajuan<br />
dan kegembiraan mengiringi hidup kita di kota ini. Ternyata saya terlalu<br />
naif. Seiring waktu, justru penggalan demi penggalan kemunduran dan<br />
kesemrawutan hadir membombardir nalar dan mata kita. Ada pertanyaan<br />
penting yang setiap hari menggugat kita: Mau dibawa kemana hari esok dan<br />
masa depan kita?</p>
<p>Berita tentang korupsi, setiap hari, adalah wajah buruk dari mundurnya<br />
peradaban negeri ini. Negeri dan kota ini dimiskinkan oleh mereka-mereka<br />
yang mencuri. Tanpa sadar mereka telah mencuri masa depan anak cucu mereka<br />
sendiri. Hidup tanpa visi, mengakibatkan lingkungan kota ini pun perlahan<br />
hancur atas nama lokomotif ekonomi. Kota Bandung memang sedang sakit. Ciri<br />
kota sakit adalah pemerintahnya koruptif, pebisnisnya oportunis dan kaum<br />
intelektualnya apatis. Kita tengah terjebak disana.</p>
<p>Bandung hari ini adalah Bandung yang padat, ramai juga mencemaskan. Kita<br />
semua berlari berebutan di atas kapasitas infrastruktur kota yang sama<br />
seperti dua puluh tahun lalu. Setiap kehadiran pembangunan baru akan<br />
mendesak badan kota ke arah kesakitan. Setiap musim penghujan kita<br />
dicemaskan oleh banjir melanda jalanan Bandung. Setiap akhir pekan kita<br />
sering harus mengalah kepada tamu-tamu yang berdatangan. Ada kelelahan<br />
demi kelelahan hadir di sudut sanubari kita. Sampai kapan?</p>
<p>Bandung hari ini adalah Bandung yang sakit dan sesak. Sepanjang mata<br />
memandang yang terlihat adalah kesemrawutan dan pelanggaran aturan.<br />
Pelanggaran menjadi hal yang lumrah di kota ini, karena semua berjamaah<br />
melakukannya. Bandung hari ini ibarat sebuah rumah kecil yang sangat<br />
sesak. Bandung dahulu hanya diimajinasikan sebagai ruang kehidupan bagi<br />
300 ribu jiwa. Dengan migrasi dan ledakan penduduk sebanyak 2,4 juta hari<br />
ini maka bermukim di Bandung adalah sebuah perlombaan survival. Tanpa<br />
kendali kota ini akan meledak. Kota yang stres akan melahirkan generasi<br />
yang stres.</p>
<p>Kawan-kawan yang bersemangat,<br />
Ingatlah Sumpah Pemuda. Dahulu, 1928, pemuda bersatu mendobrak nilai-nilai<br />
belenggu penjajahan karena kita dihinakan oleh yang lain. Sekarang kita<br />
dihinakan oleh ulah kita sendiri. Karenanya di jaman yang sakit ini, kita<br />
harus bergerak bersatu untuk merekonstruksi nilai-nilai baru masa depan.<br />
Kita harus menjadi cerdas untuk mampu bersaing. Kita harus peduli untuk<br />
menjadi solusi. Dengan kecerdasan dan kepedulian kita mampu mendorong<br />
lompatan peradaban Indonesia ke garis batas baru. Ya kawan-kawan, kita<br />
bangun Indonesia Baru melalui sebuah rumah bernama Bandung. Dari Bandung<br />
untuk Indonesia.</p>
<p>Saat kita kecewa kita tidak boleh membisu. Saat kita dihinakan kita tidak<br />
boleh diam. Kita harus bergerak cepat mencari jalan baru. Mengubah dunia<br />
sudah tidak bisa dilakukan sendirian. Jalan baru mengubah dunia itu<br />
bernama kolaborasi. Kolaborsi adalah kunci pintu sebuah rumah bernama<br />
masyarakat madani. Kolaborasi adalah sebuah pola pikir bahwa hanya kita<br />
sendiri yang seyogianya mengubah nasib buruk kita. Kota kita adalah<br />
tanggung jawab kita sendiri.</p>
<p>Di hari Rabu yang dingin di tahun 2013 ini, di sebuah kota bernama<br />
Pennsylvania, saya diamanati sebuah penghargaan. Di atas panggung, Eugenie<br />
Birch, Direktur IUR, organisasi pemberi award ini, berkata: “Kami<br />
terinspirasi oleh semangat Bandung”. Semangat ini tercermin ketika sebuah<br />
kampung, Blok Tempe, di Bandung, 2 tahun lalu mampu menyelesaikan sendiri<br />
masalah banjirnya. Warga Blok Tempe mampu mengelola sampah, air dan<br />
asuransi kesehatannya sendiri. Di sisi lain, sekumpulan anak muda kreatif<br />
dalam wadah Bandung Creative City Forum (BCCF) terus bergerak mencari<br />
ragam solusi kreatif untuk masalah kota Bandung.</p>
<p>Semangat Bandung hari ini adalah semangat survival dan kekompakan<br />
warganya. Semangat ini adalah energi luar biasa. Gotong royong par<br />
excelence. Dan dunia pun mengamatinya. Dan dunia pun menghargainya dengan<br />
Urban Leadership Award yang dititipkan kepada saya. Award ini adalah untuk<br />
semangat Bandung. Semangat yang menginspirasi dunia.</p>
<p>Kawan-kawan yang peduli,Selama tiga tahun terakhir, mungkin lebih dari<br />
seratus kali saya bersilaturahmi dengan ragam warga, komunitas dan<br />
sesepuh-sesepuh kota Bandung. Yang saya lakukan hanya satu: mencoba<br />
menjadi pendengar yang baik. Kesimpulannya juga satu: mereka punya<br />
aspirasi dan mimpi untuk hidup, bernapas, beraktivitas di kota Bandung<br />
yang nyaman dan bermartabat. Dan sejujurnya, mimpi sederhana ini pula yang<br />
hari ini belum hadir di kota ini.</p>
<p>Juni tahun 2013, tahun ini, Bandung akan menyelenggarakan pergantian<br />
kepemimpinan kotanya. Di hari-hari ini kita berdiri pada sebuah<br />
persimpangan nasib. Apakah kita hanya berdiri di pinggir mengamati<br />
kemunduran kota yang melahirkan Indonesia ini? Atau memberanikan diri<br />
melompat ke barisan depan untuk ikut menentukan masa depan kota yang<br />
pernah menginspirasi Asia dan Afrika ini?</p>
<p>Dengan segala keterbatasan dan kerendahan hati, ijinkan saya berjuang<br />
untuk mewujudkan mimpi sederhana nan mulia tadi dengan berkompetisi dalam<br />
pemilihan Walikota Bandung 2013-2018. Ibu saya selalu memberi pesan,<br />
jadilah manusia terbaik. Manusia yang sudah cukup dengan ego dirinya.<br />
Manusia yang konsisten untuk selalu bermanfaat bagi mereka di luar<br />
dirinya. Niat saya ingin berkerja, memberikan yang terbaik untuk negeri<br />
ini, negeri tempat saya menyusu dan meminum air tanah bumi pertiwi ini.</p>
<p>Kawan-kawan yang baik,Mewujudkan mimpi ini tidak bisa dilakukan sendirian.<br />
Saya butuh Anda semua. Kita butuh kita semua. Kita optimis bisa merebut<br />
masa depan kita yang lebih baik. Apa guna hidup jika kita tidak optimis.<br />
Saya yakin kita bisa!</p>
<p>Selama 100 hari ke depan kita akan bergerak bersama. Selama 100 hari ke<br />
depan kita akan merapatkan barisan. Selama 100 pagi ke depan kita akan<br />
menyingsingkan lengan baju kita. Selama 100 siang ke depan kita perkuat<br />
tekad kita. Selama 100 sore ke depan kita perterteguh niat baik kita.<br />
Selama 100 malam ke depan kita curahkan gagasan-gagasan kita. Dan selama<br />
100 subuh ke depan kita perbanyak doa-doa kita. Allah selalu bersama<br />
mereka yang berusaha.</p>
<p>Dari lubuk hati yang terdalam, saya mengucapkan berjuta terima kasih bagi<br />
kawan-kawan yang mau percaya: dengan menyisihkan waktu dan energi,<br />
bergabung dalam barisan ini.</p>
<p>Kata orang bijak, daripada selalu mengutuki kegelapan lebih baik<br />
menyalakan lilin-lilin kecil. Sekarang saatnya kita hadirkan nyala<br />
lilin-lilin itu untuk masa depan yang terang bagi anak-anak kita. Saya<br />
bermimpi, jika di suatu pagi di hari Minggu yang cerah di tahun 2018, di<br />
saat kita mengantar anak-anak kita bermain di taman kota, saya ingin Anda<br />
berkata: “Ya Allah, Tuhanku, ternyata 5 tahun lalu itu waktuku untuk jadi<br />
relawan tidaklah sia-sia”.<br />
Mari bergerak kawan-kawan. Ada kereta mimpi yang harus kita kejar.</p>
<p>Malam sunyi, Maret 2013</p>
<p>Jabat Erat<br />
Ridwan Kamil</em></p>
<p>Selamat &#8216;bertarung&#8217; dalam Pilwalkot Bandung, Emil, saya doakan semoga kamu terpilih!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/7308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/7308/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&#038;blog=735177&#038;post=7308&#038;subd=rinaldimunir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/04/30/ridwan-kamil-yang-saya-kenal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2013/04/emil.jpeg?w=279" medium="image">
			<media:title type="html">emil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Ketika akan Mengambil Program S3</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/04/28/tips-ketika-akan-mengambil-program-s3/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/04/28/tips-ketika-akan-mengambil-program-s3/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Apr 2013 06:55:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=7288</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa kali saya mewawancarai calon mahasiswa program S3 (program Doktor) di ITB, beberapa kali itu pula saya menemukan bahwa banyak calon mahasiswa S3 yang tidak siap dengan judul penelitian yang akan menjadi riset disertasinya nanti. Ada yang masih mencari-cari judul &#8230; <a href="http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/04/28/tips-ketika-akan-mengambil-program-s3/">Lanjut membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&#038;blog=735177&#038;post=7288&#038;subd=rinaldimunir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa kali saya mewawancarai calon mahasiswa program S3 (program Doktor) di ITB, beberapa kali itu pula saya menemukan bahwa banyak calon mahasiswa S3 yang tidak siap dengan judul penelitian yang akan menjadi riset disertasinya nanti. Ada yang masih mencari-cari judul atau masih meraba-raba, dan ada yang sudah punya judul tapi masih belum yakin. Dalam pandangan saya calon mahasiswa S3 seperti itu sebenarnya belum siap, tetapi mememaksakan diri ikut.</p>
<p>Kalau anda belum punya topik penelitian yang pasti namun anda dinyatakan diterima menjadi mahasiswa S3, maka saya yakin akan banyak waktu terbuang untuk mencari judul penelitian. Selama setahun menjelang ujian kualifikasi, anda masih berkutat membaca banyak <em>paper </em>sampai menemukan judul yang mantap. Sayang toh, sebab masa studi S3 itu hanya 3 tahun, jika waktu setahun habis untuk mencari judul penelitian, maka waktu yang tersisa untuk menyelesaikan penelitian tinggal dua tahun. Kalau mau berlama-lama S3 memang masih boleh maksimal 5 tahun (di ITB), tetapi anda tentu mengeluarkan tenaga, waktu, dan uang yang lebih besar lagi. Kebanyakan biaya S3 adalah dari jalur beasiswa, dan beasiswa hanya diberikan selama 3 tahun sesuai masa studi S3. Jika anda S3 selama lima tahun, maka dua tahun selanjutnya anda harus membiayai sendiri, syukur-syukur kalau beasiswa bisa diperpanjang. </p>
<p>Saya sendiri ketika mengambil S3 di ITB mengalami hal di atas. Ketika melamar S3 saya belum mantap dengan judul penelitian yang akan saya lakukan. Selama setahun saya masih mencari-cari judul yang pasti, rugi waktu selama setahun, dan akhirnya saya tidak bisa menyelesaikan S3 tepat waktu. Nah, saya tidak ingin pengalaman saya terulang kembali pada calon mahasiswa S3, maka saya berbagi dua tips ini.</p>
<p>Tips pertama, kalau anda mau mengambil S3 sebaiknya anda sudah mempunyai judul penelitian yang sudah jelas. Jangan datang melamar S3 dengan &#8220;tangan kosong atau berharap judul penelitian dari dosen anda. Anda seharusnya sudah menyiapkan apa yang menjadi <em>research question</em> anda, sehingga ketika seleksi wawancara anda dapat menjawab dengan mantap apa yang menjadi persoalan yang akan anda teliti. Ini penting sebab pada seleksi S3 anda diminta mempresentasikan rencana penelitian andan, nah pada sesi presentasi itu pertanyaan yang selalu ditanyakan penguji  kepada anda adalah salah satu dari dua hal berikut:<br />
a. Apa yang menjadi <em>research question</em> anda?<br />
b. Kontribusi baru apa atau kebaruan apa yang akan anda hasilkan dari penelitian anda?</p>
<p><em>Research question</em> itu sangat penting, dan kebanyakan calon mahasiswa S3 yang saya wawancara tidak dapat mendeksripsikan apa masalah penelitian yang dia angkat. Kurang meyakinkan dan sering bingung sendiri, padahal presentasinya demikian semangat menceritakan topik penelitian yang akan dia kerjakan.</p>
<p>Tips kedua, sebaiknya anda sudah melakukan studi dan riset mandiri selama setahun sebelum anda melamar S3. Penelitian selama setahun itu sudah memberikan hasil-hasil pendahuluan (<em>preliminary results</em>) yang menjadi &#8220;modal&#8221; untuk dikerjakan pada tahap selanjutnya. Jadi, ketika anda sudah diterima menjadi mahasiswa S3, anda tinggal melanjutkan saja riset pendahuluan tadi. Ini dapat membuat penelitian anda menjadi lebih fokus dan dapat mempercepat waktu studi S3 anda. Hasil riset pendahuluan juga bermanfaat untuk meyakinkan anda bahwa riset yang anda kerjakan sudah menampakkan arah yang jelas.  </p>
<p>Mudah-mudahan dua buah tips di atas berguna bagi anda yang akan menempuh S3, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/7288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/7288/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&#038;blog=735177&#038;post=7288&#038;subd=rinaldimunir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/04/28/tips-ketika-akan-mengambil-program-s3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nonton Kesenian Minang pada Dies UKM-ITB ke-38</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/04/27/nonton-kesenian-minang-pada-dies-ukm-itb-ke-38/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/04/27/nonton-kesenian-minang-pada-dies-ukm-itb-ke-38/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Apr 2013 09:22:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Minang di Rantau]]></category>
		<category><![CDATA[Seputar ITB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=7292</guid>
		<description><![CDATA[Pekan lalu saya diundang menghadiri pementasan kesenian Minangkabau yang dipersembahkan oleh adik-adik mahasiswa dari Unit Kesenian Minangkabau (UKM) ITB. Pegelaran keseniang minang yang bertajuk Minang Rhapsody itu adalah dalam rangka ulang tahun UKM yang ke-38. Tempat pementasannya adalah di gedung &#8230; <a href="http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/04/27/nonton-kesenian-minang-pada-dies-ukm-itb-ke-38/">Lanjut membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&#038;blog=735177&#038;post=7292&#038;subd=rinaldimunir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Pekan lalu saya diundang menghadiri pementasan kesenian Minangkabau yang dipersembahkan oleh adik-adik mahasiswa dari Unit Kesenian Minangkabau (UKM) ITB. Pegelaran keseniang minang yang bertajuk <em>Minang Rhapsody</em> itu adalah dalam rangka ulang tahun UKM yang ke-38. Tempat pementasannya adalah di gedung pertunjukan megah, Sabuga ITB.</p>
<div id="attachment_7293" class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2013/04/dscf0531.jpg"><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2013/04/dscf0531.jpg?w=640&#038;h=477" alt="Tata panggung yang apik" width="640" height="477" class="size-large wp-image-7293" /></a><p class="wp-caption-text">Tata panggung yang apik</p></div>
<p>Saya sudah datang pukul 19.00 dan pertunjukan dimulai pukul 19.10 dengan menampilkan <em>Tari Galombang Pasambahan</em>. Seperti pagelaran tahun-tahun sebelumnya, pementasan kesenian ini menampilkan cerita klasik yang diselingi dengan tari-tarian, randai, musik tradisionil Minang, dan lagu-lagu. Cerita yang dipersembahkan kali ini bertajuk <em>Siti Palito</em>, yaitu kisah perjuangan pahlawan wanita asal nagari Manggopoh, Agam <del datetime="2013-04-30T06:33:49+00:00">Pasaman</del>, atau dikenal dengan nama <em>Siti Manggopoh</em>.</p>
<div id="attachment_7295" class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2013/04/dscf0536.jpg"><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2013/04/dscf0536.jpg?w=640&#038;h=477" alt="Randai" width="640" height="477" class="size-large wp-image-7295" /></a><p class="wp-caption-text">Randai</p></div>
<p>Dari tahun ke tahun pagelaran kesenian dari adik-adik UKM tidak pernah berubah, selalu menampilkan format yang sudah pakem: drama klasik. Karena saya setiap tahun menonton acara pagelaran ini, maka saya merasa ada kejenuhan sebab yang ditampilkan selalu itu ke itu terus. Entah ya, adik-adik mahasiswa itu seakan-akan tidak &#8220;berani&#8221; <em>think out of the box</em> dengan membuat membuat pertunjukan yang beda, <em>something new</em>.  </p>
<p>Dari sisi cerita, kisah Siti yang ditampilkan terkesan melompat-lompat dan tidak jelas apa ceritanya dan pesan yang ingin disampaikan oleh sutradara. Kalau memang itu kisah heroik, sayang tidak terlihat perjuangan Siti melawan penjajah, eh tiba-tiba saja pada akhir drama Siti diceritakan sudah berada di dalam keranda (sudah menjadi mayat). Kapan berperangnya?</p>
<p>Baiklah, sebenarnya bagi penonton cerita di dalam drama tidak terlalu penting (itu yang saya dengar dari salah seorang penonton), kalau dramanya bagus dan disampaikan dengan ciamik tentu akan menarik, tapi kalau tidak jelas seperti kemarin maka diabaikan saja. Dari sisi penonton saya menangkap kesan bahwa yang ingin mereka saksikan adalah glamor kesenian minang yang warna-warni. Ya, penonton sebenarnya menunggu-nunggu tari-tarian yang menawan, musik dan lagu yang enak, dan dialog bahasa minang (lawakan) yang bagarah-garah. Kritik soal dialog lawakan, ada pemain yang menghina fisik lawan, yaitu trik yang menjadi bahan lawakan grup lawak di televisi. Kalau mahasiswa ITB yang melawak seharusnya lawakan yang cerdas seperti  <em>stand up comedy</em> itu. </p>
<p>Untunglah pagelaran kesenian itu &#8220;tertolong&#8221; oleh tari-tariannya yang rancak, namun saya mencatat tarian yang dibawakan sangat irit, hanya <del datetime="2013-04-29T02:47:49+00:00">enam </del>lima saja yaitu <em>Tari Galombang Pasambahan</em>, <em>Tari Serampang 12 dan Saputangan</em>, <em>Tari Lenggang Bagurau</em>, <em>Tari Garak Kambang</em>,<em> <del datetime="2013-04-29T02:47:49+00:00">Tari Rantak</del></em>, dan <em>Tari Piring</em>. Mana nih tari kreasi baru atau yang jarang ditampilkan? Mana Tari Payung yang klasik itu? Dari semua tari itu, hanya <em>Tari Serampang 12</em> dan <em>Tari Piring </em>yang ciamik dan <em>rancak bana</em>, sedangkan tarian yang lain biasa-biasa saja dan sudah sering dipertunjukkan setiap tahun. Bosan juga. Tari Piring yang menginjak-injak kaca itu dijadikan tarian pamungkas agar penonton tidak beranjak pulang sebelum acara selesai.</p>
<p><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2013/04/dscf0537.jpg"><img src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2013/04/dscf0537.jpg?w=640&#038;h=477" alt="DSCF0537" width="640" height="477" class="aligncenter size-large wp-image-7294" /></a></p>
<p>Bagi adik-adik mahasiswa UKM, selamat anda telah memberikan yang terbaik untuk malam pagelaran kesenian minang. Mudah-mudahan tahun depan saya akan melihat sesuatu yang beda.</p>
<p>NB: foto-fotonya kurang tajam ya?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/7292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/7292/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&#038;blog=735177&#038;post=7292&#038;subd=rinaldimunir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/04/27/nonton-kesenian-minang-pada-dies-ukm-itb-ke-38/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/2ba1c901d812b5c3be1756541764a2e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2013/04/dscf0531.jpg?w=640" medium="image">
			<media:title type="html">Tata panggung yang apik</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2013/04/dscf0536.jpg?w=640" medium="image">
			<media:title type="html">Randai</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2013/04/dscf0537.jpg?w=640" medium="image">
			<media:title type="html">DSCF0537</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
