<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Catatanku</title>
	<atom:link href="http://rinaldimunir.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rinaldimunir.wordpress.com</link>
	<description>Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.</description>
	<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 07:12:38 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>id</language>
			<item>
		<title>Mendadak Pakar (Kasus Roy Suryo)</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/07/03/roy-suryo-pakar-dadakan/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/07/03/roy-suryo-pakar-dadakan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 09:44:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Indonesiaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=314</guid>
		<description><![CDATA[Roy Suryo. Siapa yang tidak kenal nama itu? Lebih tepatnya KMRT Roy Suryo (KMRT adalah gelar &#8220;darah biru&#8221;-nya). Biasanya dia sering dimintai komentar tentang kasus foto atau video yang menyangkut selebriti atau tokoh terkenal, karena itulah media menyebutnya &#8216;pakar multimedia&#8217;. Sebagian media menjulukinya &#8216;pakar informatika&#8217; dan bahkan &#8216;pakar telematika&#8217;. Wajahnya sering muncul di TV, wawancaranya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Roy Suryo. Siapa yang tidak kenal nama itu? Lebih tepatnya KMRT Roy Suryo (KMRT adalah gelar &#8220;darah biru&#8221;-nya). Biasanya dia sering dimintai komentar tentang kasus foto atau video yang menyangkut selebriti atau tokoh terkenal, karena itulah media menyebutnya &#8216;pakar multimedia&#8217;. Sebagian media menjulukinya &#8216;pakar informatika&#8217; dan bahkan &#8216;pakar telematika&#8217;. Wajahnya sering muncul di TV, wawancaranya sering dimuat di media massa, karena itu dia pun sekarang menjadi salah seorang pesohor (baca: selebriti).</p>
<p>Menariknya, tidak hanya masalah multimedia yang dia komentari. Masalah pesawat jatuhpun (kasus jatuhnya pesawat Adam Air di Selat Makassar awal tahun 2007) dia ikut menganalisis sebab musababnya, hingga bagaimana proses jatuhnya ke laut, seakan-akan dia lebih mengerti dan ahli dibandingkan pakar penerbangan.</p>
<p>Belum berhenti sampai di situ, dia pun mempermasalahkan lagu Indonesia Raya yang dikatakannya tidak asli, lagu yang asli tersimpan di Negeri Belanda dan dia mengklaim berhasil menemukan lagu yang asli itu (yang akhirnya klaim itu ternyata salah).</p>
<p>Komentar teranyar dari Roy Suryo adalah tudingannya tentang kasus <em>deface</em> beberapa situs web pemerintahan dan partai politik. Roy Suryo menuduh pelaku <em>deface </em>itu adalah para <em>blogger </em>dan <em>hacker</em>. Roy Suryo tampaknya tidak mengerti perbedaan antara <em>blogger </em>dan <em>hacker</em>, bahkan mungkin <em>cracker</em>.  Padahal, <em>blogger </em>adalah orang yang suka mem-<em>posting </em> tulisan di situs web pribadi.</p>
<p>Cukup lama saya mengamati sepak terjang Roy Suryo di jagat teknologi informasi (TI), akhirnya gatal juga tangan ini untuk berkomentar.</p>
<p>Julukan &#8216;pakar&#8217; bagi Roy Suryo melahirkan kontroversi. Menilik latar belakang pendidikannya, Roy Suryo sama sekali tidak mempunyai sejarah pendidikan di bidang informatika atau telematika. Roy Suryo adalah sarjana Ilmu Komunikasi UGM, yang nyata-nyata bidang sosial, jauh sekali kaitannya dengan  multimedia, persinyalan pesawat, informatika, telematika, dan masalah eksakta lainnya yang dia analisis.</p>
<p>Darimana Roy Suryo mendapat semua &#8216;ilmu&#8217; itu sehingga dia dijuluki sejumlah gelar pakar?  Ini tidak aneh, karena sekarang banyak <em>resource </em>untuk belajar secara otodidak. Tidak perlu bersusah-susah dan berlama-lama dengan mengambil kuliah. Saat ini cukup mudah diperoleh buku-buku TI, bahan-bahan di internet, dan aneka program kakas, yang bisa dipelajari secara otodidak. Dengan jurus comot sana comot sini dari internet, maka seseorang dapat menulis tentang bidang yang sebenarnya bukan kompetensinya. Istilahnya gini, banyak orang bisa menjadi &#8216;pakar&#8217; secara dadakan karena merasa sudah belajar pengetahuan secara informal itu. Dengan berbekal pengetahuan dadakan itu dia sudah bisa berbicara banyak di media massa seolah-olah dia memang ahli soal itu. Saya jadi ingat dulu ada rekan dosen dari jurusan lain yang berbicara di depan sebuah forum tentang intelgensia buatan (AI), padahal dosen tersebut tidak mempunyai kompetensi di bidang AI. Rekan tersebut berbicara seolah-olah dia tahu banyak soal AI, padahal yang dia katakan di dalam forum itu bagi orang Informatika hanyalah kulit-kulitnya saja, yang semua itu bisa dicari bahan-bahannya dari internet, tinggal <em>copy-paste</em>. Mengingat peserta forum awam mengenai AI, maka pernyataannya tentang AI dianggap sebagai kebenaran. Hal ini pula yang terjadi pada Roy Suryo.</p>
<p>Dalam konteks akademisi, menjadi seorang pakar adalah sebuah proses panjang. Untuk menjadi pakar seseorang harus mengikuti pendidikan formal dari jenjang yang lebih rendah (D3/S1) hingga ke jenjang yang lebih tinggi (S2/S3). Tapi, menempuh pendidikan saja belum cukup, perlu pengalaman intensif melakukan penelitian dan penerapan bidang ilmu di dunia nyata (lapangan) sampai akhirnya seseorang baru layak disebut sebagai pakar. Ibaratnya bidang ilmu itu sudah &#8220;mendarah daging&#8221; bagi orang tersebut. Jadi, seorang pakar memiliki dasar yang kuat secara teori dan pengalaman praktis yang berlangsung dalam rentang waktu yang cukup lama. Masalahnya Roy Suryo tidak memenuhi sebagian syarat itu, dia lebih banyak bergiat di bidang praktis semata sementara teori dia (mungkin) tidak mendalami. Oleh karena itu, menurut hemat saya Roy Suryo lebih tepat dijuluki &#8216;praktisi&#8217; ketimbang &#8216;pakar&#8217;. Namun ini tidak mudah, media massa dan masyarakat sudah telanjur menganggapnya sebagai pakar telematika, pakar multimedia, dan pakar informatika, tiga gelar sekaligus. Parahnya lagi, Roy Suryo pun tidak membantah atau mengklarifikasi gelar pakar yang diberikan kepada dirinya.</p>
<p>Media punya andil yang besar dalam fenomena Roy Suryo ini. Kesalahan media adalah sering merujuk sesuatu bukan kepada pakar akademisi, tetapi dari pakar dadakan itu. Media sering mengutip pernyataan Roy Suryo tanpa memeriksa ulang kebenarannya secara akademis. Pernyataan Roy Suryo akhirnya diterima sebagai kebenaran karena media dan masyarakat sebagian besar awam tentang teknologi informasi. Para pakar dan kalangan akademisi tidak bisa muncul untuk menjawab persoalan karena mereka tidak punya akses ke media massa, sementara Roy Suryo memilikinya.</p>
<p>Fenomena Roy Suryo memberi pelajaran berharga bagi para akademisi TI. Kebanyakan akademisi TI kalau berbicara di depan forum umum sering menggunakan bahasa terlalu teknis sehingga tidak dimengerti oleh kalangan awam. Oleh karena itu, mereka tidak mendapat tempat di media, sementara, Roy Suryo mampu mengartikulasikan masalah teknologi informasi dalam bahasa yang lebih sederhana dan mudah dimengerti awam. Hanya masalahnya Roy Suryo merasa seolah-olah tahu banyak padahal tidak. Para akademisi yang memiliki semua itu, pengetahuan lengkap teori dan praktek, perlu menggunakan bahasa yang lebih gamblang dan sederhana agar penjelasan mereka mudah dicerna masyarakat supaya masyarakat tidak selalu &#8220;dikibuli&#8221; terus oleh pakar dadakan.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rinaldimunir.wordpress.com/314/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rinaldimunir.wordpress.com/314/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/314/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/314/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/314/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/314/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/314/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=314&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/07/03/roy-suryo-pakar-dadakan/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/rinaldimunir-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bendera Negara-negara Eropa Berkibar di Indonesia Timur</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/06/25/bendera-negara-negara-eropa-berkibar-di-indonesia-timur/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/06/25/bendera-negara-negara-eropa-berkibar-di-indonesia-timur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 07:37:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Indonesiaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=308</guid>
		<description><![CDATA[Deman Piala Euro 2008 merasuk sampai ke pelosok negeri di Indonesia, tidak terkecuali di wilayah Indonesia Timur. Waktu saya jalan-jalan ke Manado minggu lalu, saya melihat pemandangan yang sangat menarik. Ketika melewati jalan-jalan perkampungan penduduk d kota Manado, saya dibuat terpana. Mungkin tidak kita temukan di wilayah Indonesia lainnya bendera negara-negara Eropa peserta Euro Cup 2008 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Deman Piala Euro 2008 merasuk sampai ke pelosok negeri di Indonesia, tidak terkecuali di wilayah Indonesia Timur. Waktu saya jalan-jalan ke Manado minggu lalu, saya melihat pemandangan yang sangat menarik. Ketika melewati jalan-jalan perkampungan penduduk d kota Manado, saya dibuat terpana. Mungkin tidak kita temukan di wilayah Indonesia lainnya bendera negara-negara Eropa peserta Euro Cup 2008 mejeng habis di rumah-rumah penduduk di kota Manado, Sulawesi Utara. Tidak hanya dipasang di halaman rumah, tetapi sampai ke atas atap rumah, tinggi-tinggi lagi. Bendera negara Jerman, Belanda, Italia, Kroasia, dll berkibar dengan megahnya di rumah-rumah penduduk, serasa kita bukan berada di Indonesia. Dan ukuran benderanya itu <em>bo</em>, besar sekali, lebih besar dari ukuran bendera Indonesia yang mereka punyai. Di bawah ini beberapa fotonya yang diambilkan oleh mahasiswa saya di sana, Abdul Pandialang (klik foto untuk melihat lebih besar):</p>
<p><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2008/06/euro2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-310" src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2008/06/euro2.jpg?w=300&h=225" alt="EuroManado2" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2008/06/euro1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-309" src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2008/06/euro1.jpg?w=300&h=270" alt="EuroManado1" width="300" height="270" /></a></p>
<p><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2008/06/euro3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-311" src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2008/06/euro3.jpg?w=300&h=225" alt="EuroManado3" width="300" height="225" /></a><a href="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2008/06/euro4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-312" src="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2008/06/euro4.jpg?w=300&h=225" alt="EuroManado4" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Jika di rumah penduduk berkibar bendera Jerman, dipastikan di rumah itu penghuninya pendukung Jerman. Begitu pula  kalau yang berkibar bendera Italia, maka penghuni rumah pasti pendukung Italia. Menariknya, jika negara idola mereka itu tersingkir, maka bendera tersebut lenyap keesokan harinya, diturunkan sendiri oleh penghuninya. Hmmm&#8230; ternyata ada juga yang mengibarkan bendera Turki, si negara ajaib yang lolos ke semi final.</p>
<p>Kata rekan dosen di Manado, fenomena pengibaran bendera negara asing selama piala Euro 2008 dan Piala Dunia 2 tahun yang lalu ini tidak hanya di Manado saja, tapi merata di kawasan Indonesia Timur lainnya (Sulawesi hingga Papua). Tidak ada larangan untuk mengibarkan bendera negara asing itu di Manado, bahkan di rumah tentara dan polisi pun ikut-ikutan berkibar bendera negara jagoannya. Asalkan yang dikibarkan bukan bendera bintang kejora atau bendera RMS, kata teman saya (ya iyalah, negara RMS dan OPM kan tidak ikut piala Eropa). Begitu &#8216;gilanya&#8217; orang-orang Indonesia Timur dengan kejuaraan sepakbola dunia.</p>
<p>Kalau pengibaran bendera negara asing itu terjadi di Bandung atau Jakarta, mungkin penghuni rumah sudah ditangkap kali ya dengan tuduhan subpersib, eh subversif. Yang jelas hidup Persib (<em>teu</em> nyambung <em>euy</em>).</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rinaldimunir.wordpress.com/308/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rinaldimunir.wordpress.com/308/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/308/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=308&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/06/25/bendera-negara-negara-eropa-berkibar-di-indonesia-timur/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/rinaldimunir-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2008/06/euro2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">EuroManado2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2008/06/euro1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">EuroManado1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2008/06/euro3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">EuroManado3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rinaldimunir.files.wordpress.com/2008/06/euro4.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">EuroManado4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>D.O</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/06/23/do/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/06/23/do/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 08:57:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Seputar ITB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=306</guid>
		<description><![CDATA[Ini bukan judul film komedi vulgar beberapa waktu yang lalu, tetapi tentang putus kuliah (drop out alias D.O) mahasiswa ITB. Bulan Juni dan Juli ini adalah masa-masa yang &#8220;sulit&#8221; bagi para pengambil keputusan akademik di ITB, khususnya Ketua Progarm Studi, Dekan, dan Wakil Rektor Bidang Akademik. Pada kedua bulan itu akan ditentukan nasib puluhan mahasiswa ITB, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ini bukan judul film komedi vulgar beberapa waktu yang lalu, tetapi tentang putus kuliah (<em>drop out</em> alias D.O) mahasiswa ITB. Bulan Juni dan Juli ini adalah masa-masa yang &#8220;sulit&#8221; bagi para pengambil keputusan akademik di ITB, khususnya Ketua Progarm Studi, Dekan, dan Wakil Rektor Bidang Akademik. Pada kedua bulan itu akan ditentukan nasib puluhan mahasiswa ITB, apakah harus di-DO atau masih boleh melanjutkan kuliah. Ada 3 alasan yang membuat mahasiswa ITB terpaksa DO: tidak lulus tahap TPB sampai waktu 2 tahun (karena IP &lt; 2,0 atau masih ada nilai E), tidak lulus tahap Sarjana Muda sampai batas waktu 4 tahun khusus angkatan 2003 ke bawah (karena  IP &lt; 2,0 atau masih ada nilai E) - angkatan 2004 dan seterusnya tidak ada lagi tahap Sarjana Muda, atau tidak lulus tahap sarjana sampai batas waktu 6 tahun (7 tahun untuk mahasiswa angkatan 2003 ke bawah). </p>
<p>Sebenarnya istilah D.O sudah tidak ada lagi di ITB, yang ada adalah &#8220;mengundurkan diri&#8221;. Mahasiswa yang terkena batas waktu studi diminta membuat surat pengunduran diri, kalau tidak mereka diterminasi oleh ITB sendiri. Apapun namanya tetap saja artinya D.O. Di ITB ada ungkapan miris yang terkenal: &#8220;Lulus ITB lewat pintu mana? Lewat pintu Sabuga atau lewat pintu gedung rektorat?&#8221;. Kalau lewat pintu yang terakhir ceritanya berakhir dengan kesedihan.</p>
<p>Kenapa bulan Juni-Juli disebut masa yang &#8220;sulit&#8221;? Bulan Juni dan Juli adalah masa-masa akhir tahun ajaran. Pada bulan-bulan itulah ditentukan nasib masa depan sejumlah anak manusia. Para pengambil kebijakan akademik dihadapkan pada persoalan antara perasaan kemanusiaan dan penegakan aturan. Meskipun menurut aturan mahasiswa tersebut harus D.O, tetapi pertimbangan kemanusiaan tetap tidak bisa disingkirkan begitu saja. Yang namanya manusia pasti punya perasaan, bukan? Sedapat mungkin mahasiswa calon D.O itu diperjuangkan apakah masih bisa ditolong tanpa melanggar aturan di ITB sendiri. Kalau ada celah untuk bisa membantu mereka, kenapa tidak dicoba. Pemberian semester pendek bagi mahasiswa yang terkena kasus (istilah untuk mereka yang terancam D.O) adalah salah satu cara. Pada semester pendek ini mata kuliah yang bermasalah dibuka untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa kasus memperbaiki nilainya.</p>
<p>Mungkin orang luar bertanya-tanya kenapa mahasiswa ITB bisa D.O padahal mereka merupakan mahasiswa terbaik di negeri ini (diukur dari <em>passing grade</em> UMPTN yang tinggi). Kalau tidak berotak pintar tentu tidak bisa lolos masuk ITB, begitu kata sebagian orang. Nyatanya, setiap tahun ITB men-D.O puluhan hingga ratusan mahasiswa dari segala tingkat. Bukan faktor ekonomi yang membuat mahasiswa ITB D.O; tidak ada alasan karena tidak mampu secara ekonomi maka mahasiswa terkena D.O. Masalah ekonomi bisa diatasi, banyak pihak di ITB bisa membantu masalah ekonomi asalkan mahasiswanya mau mengungkapkan masalahnya. Kebanyakan mahasiswa D.O dari ITB bukan karena dia tidak cerdas. Masalah non teknis lah yang menyebabkan mahasiwa putus kuliah, dan kebanyakan karena faktor lingkungan dan persoalan psikologis. Misalnya, kehilangan motivasi, terlibat pergaulan yang tidak jelas sehingga malas kuliah dan mengerjakan tugas, memikirkan masalah keluarga (orangtua cerai misalnya), mempunyai kesenangan lain sehingga melalaikan kuliah, dan sebagainya.   </p>
<p>Saya rasa sangat berat untuk memutuskan nasib mahasiswa yang terancam D.O. Siapapun pejabat di ITB tentu tidak ingin mahasiswanya D.O. Sebelum vonis D.O diputuskan, biasanya orangtua mahasiswa sudah dipanggil datang jauh-jauh ke Bandung satu tahun sebelumnya untuk diberikan penjelasan. Sukur-sukur orangtua mahasiswa bisa memotivasi putra/putrinya untuk menggunakan kesempatan 1 tahun terakhir yang menentukan. Ada yang bisa lolos, tetapi banyak juga yang harus menerima nasib dikeluarkan. Waktu menjadi dosen Wali, entah sudah beberapa kali kami memanggil orangtua mahasiswa kasus ke sini. Suasana pertemuan kami dengan orangtua mahasiswa mengharu biru, penuh dengan air mata, terutama sang ibu mahasiswa. Jelas, orangtua mana yang ingin anaknya di-DO. Berbagai upaya dilakukan untuk &#8220;menyelamatkan&#8221; nasib si mahasiswa. Untuk kuliah yang saya pegang sendiri, saya masih bisa memberikan ujian perbaikan, tugas tambahan, dan sebagainya, tetapi untuk kuliah yang dipegang kolega saya belum tentu dia mau. Rekan-rekan saya ada yang <em>strict</em> dan ada juga yang toleran, bergantung orangnya. Saya kira itu wajar, karena mereka tidak ingin membuat perkecualian untuk 1 orang mahasiswa atau tidak ingin dianggap melanggar aturan. Kalau sudah begini masalahnya memang pelik, hati manusia berperang antara rasa kasihan dengan ketaatan pada aturan.</p>
<p>Beberapa orangtua ada yang tegar menerima nasib anaknya terancam D.O. Mereka berpandangan lebih moderat. Kalau anaknya tidak mampu kuliah di ITB tentu tidak bisa dipaksa. Mungkin dengan pindah ke perguruan tinggi lain si anak menemukan kecocokan. Menurut saya kesuksesan tidak harus tetap berkuliah di ITB, mungkin di tempat lain mahasiswa tersebut bisa lebih berhasil dibandingkan dengan kalau tetap kuliah di ITB. Banyak teman dan mahasiwa saya yang D.O dari ITB ternyata sukses menjadi pengusaha dan pekerjaan lain. Dari cerita tentang pekerjaan mereka (waktu ketemu saya), cara bicara, dan rasa percaya diri mereka yang tetap tinggi, mengesankan bahwa mereka adalah orang-orang yang cerdas, masih terlihat sisa-sisa kecerdasan pada wajahnya (he..he), hanya nasib saja yang membuat mereka harus keluar dari ITB dulu. D.O dari ITB bukanlah <em>end of the world</em>. </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rinaldimunir.wordpress.com/306/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rinaldimunir.wordpress.com/306/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/306/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=306&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/06/23/do/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/rinaldimunir-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Krisis Kepercayaan</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/06/18/krisis-kepercayaan/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/06/18/krisis-kepercayaan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 07:08:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Indonesiaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=304</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia, negeri yang besar ini, masih disebut sebagai negara yang terkena krisis moneter sejak tahun 1998. Sebenarnya yang terjadi, dan justru lebih parah, adalah krisis kepercayaan. Kepercayaan rakyat terhadap pemerintahnya semakin pudar.   
Mau percaya kepada siapa lagi di negeri ini? Hampir semua lembaga pemerintahan berisi oknum yang bobrok moralnya. Cerita kasus suap Jaksa Urip di Kejaksaan Agung akhir-akhir ini, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Indonesia, negeri yang besar ini, masih disebut sebagai negara yang terkena krisis moneter sejak tahun 1998. Sebenarnya yang terjadi, dan justru lebih parah, adalah krisis kepercayaan. Kepercayaan rakyat terhadap pemerintahnya semakin pudar.   </p>
<p>Mau percaya kepada siapa lagi di negeri ini? Hampir semua lembaga pemerintahan berisi oknum yang bobrok moralnya. Cerita kasus suap Jaksa Urip di Kejaksaan Agung akhir-akhir ini, yang menyeret  banyak jaksa lainnya di Kajagung, membuat orang Indonesia semakin sinis dengan aparat penegak hukum. Perkara bisa diperjualbelikan oleh hakim dan jaksa asalkan ada imbalan uang yang sangat besar jumlahnya. Gemerincing uang dan harta telah menggoda iman mereka sehingga mau saja disuap oleh orang yang terlibat masalah hukum.</p>
<p>Itu kisah di kejaksaan dan kehakiman. Di gedung lembaga legislatif juga banyak oknum yang cacat moral, mulai dari kasus korupsi hingga skandal seks yang memalukan. Sungguh malu kita dibuatnya oleh perilaku segelintir orang yang disebut sebagai wakil rakyat yang terhormat itu.</p>
<p>Kepolisan? Kita sudah mahfum dengan perilaku oknum polisi yang suka melakukan pungli di jalan, yang suka menggebuk tahanan tanpa belas kasihan, atau yang menjadi pelindung usaha hiburan dan pelacuran.</p>
<p>Pejabat  pemerintah daerah dan negara? Sudah tidak terhitung pejabat pemda maupun pusat yang terlibat korupsi uang negara, penggelembungan dana (<em>markup</em>), manipulasi, dan</p>
<p>Sebagian orang yang sudah muak dengan kebobrokan itu memilih mencari jalan selamat masing-masing. Mereka sudah tidak peduli lagi mau jadi apa negeri ini, yang penting diri dan keluarga mereka dulu yang harus diselamatkan.</p>
<p>Orang Jawa percaya dengan ramalan Ronggowarsito bahwa nanti akan muncul Ratu Adil, seorang ksatria yang akan menyelamatkan negeri ini dari kehancuran serta menegakkan keadilan dan kedamaian. Saya pribadi tidak percaya dengan ramalan itu, karena agama melarang kita untuk mempercayai ramalan. Menurut saya ratu adil itu tidak ada. Mitos. Keadilan dan kedamaian suatu negeri akan timbul ada jika orang mau bertobat kepada Allah SWT, mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.     </p>
<p> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rinaldimunir.wordpress.com/304/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rinaldimunir.wordpress.com/304/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/304/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=304&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/06/18/krisis-kepercayaan/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/rinaldimunir-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ramai-Ramai Ambil S2</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/06/16/ramai-ramai-ambil-s2/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/06/16/ramai-ramai-ambil-s2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 08:02:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Seputar ITB]]></category>

		<category><![CDATA[Seputar Informatika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=302</guid>
		<description><![CDATA[Dalam tiga tahun terakhir ini sudah tidak terhitung jumlah alumni IF yang datang atau menghubungi saya via email untuk meminta surat rekomendasi. Surat rekomendasi diperlukaan sebagai persyaratan untuk memperoleh beasiswa program S2, baik di dalam maupun di luar negeri. Selain itu ada juga yang meminta surat rekomendasi untuk melamar program S2 itu sendiri (bukan beasiswanya). Saat ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dalam tiga tahun terakhir ini sudah tidak terhitung jumlah alumni IF yang datang atau menghubungi saya via <em>email</em> untuk meminta surat rekomendasi. Surat rekomendasi diperlukaan sebagai persyaratan untuk memperoleh beasiswa program S2, baik di dalam maupun di luar negeri. Selain itu ada juga yang meminta surat rekomendasi untuk melamar program S2 itu sendiri (bukan beasiswanya). Saat ini ada kira-kira 50 orang lebih alumni IF ITB yang sedang mengambil program S2 di Eropa, Amerika, Jepang, Malaysia, Singapura, Korea, dan lain-lain, termasuk S2 di dalam negeri sendiri, baik atas biaya sendiri maupun dari program beasiswa.</p>
<p>Kegairahan mahasiswa sekarang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sangat membanggakan. Sekarang ini lulus S1 saja dianggap belum cukup, masih &#8220;nanggung&#8221; <em>gitu, </em>maka ketika ada peluang mengikuti progarm S2 di dalam atau luar negeri, kenapa <em>nggak</em> dicoba? Mumpung masih muda, belum banyak tanggung jawab (punya istri dan anak <em>gitu</em>), gairah belajar masih semangat 45, maka mengambil program S2 adalah pilihan alumni ITB saat ini selain bekerja.  Apalagi lembaga pemberi beasiswa cukup banyak jumlahnya. Di Indonesia saja ada lembaga Pemerintah seperti Dikti (Direktorat Perguruan Tinggi) dan Depkominfo  (Departemen Komunikasi dan Informatika) gencar menawarkan puluhan hingga ratusan beasiswa untuk mengambil S2 dan S3 di dalam maupun di luar negeri (lihat situs <a href="http://www.depkominfo.go.id">www.depkominfo.go.id</a>). Lembaga swasta seperti Sampurna Foundation juga menawarkan puluhan beasiswa S2 bagi lulusan S1. Masih banyak lagi lembaga swasta yang memberikan beasiswa pasca sarjana, sayang saya tidak hafal nama-namanya. Ada yang tahu?</p>
<p>ITB sendiri juga memberikan vocer S2 bagi alumninya untuk mengambil S2 di ITB. Jika mendapat vocer, mahasiswa tidak perlu lagi membayar SPP setiap semester, tetapi mereka mempunyai &#8220;kewajiban&#8221; ikut dalam tim riset dan membantu asistensi program S1. Setiap masa seleksi penerimaan mahasiswa pasca sajana (bulan Juni-Juli), banyak lulusan S1atau bahkan yang baru lulus sidang TA melamar vocer ini. Memberi vocer bagi lulusan S1 ITB untuk mengambil S2 di ITB adalah strategi ITB untuk meningkatkan mutu S2 ITB. Selama ini sudah menjadi rahasia umum bahwa kualitas mahasiswa S2 ITB sangat jauh dibandingkan dengan kualitas mahasiswa S1 ITB. Pasalnya mahasiswa S2 ITB umumnya berasal dari lulusan berbagai perguruan tinggi di tanah air yang kualitasnya cukup &#8221;payah&#8221;. Agar kualitas S2 ITB bagus maka bahan bakunya juga harus bagus, nah salah satu sumber bahan baku yang bagus adalah dari lulusan S1 ITB sendiri. Bagusnya lagi, ITB mempermudah birokrasi untuk mengambil jenjang S2. Tidak perlu menunggu wisuda untuk ikut tes seleksi S2, surat tanda baru lulus sidang TA saja sudah dapat digunakan untuk melamar S2.</p>
<p>Kualifikasi S2 sudah menjadi kebutuhan saat ini. Menjadi dosen di PTN saja misalnya harus yang mempunyai kualifikasi S2 (kecuali ITB yang mensyaratkan dosen baru dengan kualifikasi S3). Banyak instansi (setahu saya instansi Pemerintah) yang mendorong pegawainya untuk mengambil S2 (umumnya S2 di dalam negeri). Program S2 di dalam negeri dengan kualitas dari A sampai Z ada di mana-mana. Tidak hanya di koat-kota besar, PTS di kota kecil atau kabupaten pun banyak yang menawarkan program S2. </p>
<p>Yang menarik adalah tidak semua lulusan S1 itu mengambil S2 sesuai dengan program studinya ketika S1. Alumni IF ITB contohnya, tidak semuanya mengambil S2 bidang komputer atau informatika, banyak juga yang &#8220;lari&#8221; ke bidang bisnis dan manajemen. Saya pikir tidak apa-apa juga, mungkin dia punya talenta di bidang baru itu, atau tertarik ingin mendalaminya, atau ingin memperkuat basis keinformatikaan dengan perspektif bisnis dan manajemen. Tapi kalau semuanya mengambil S2 di bidang bisnis dan manajemen sayang juga, sebab nanti tidak ada orang yang mendalami bidang-bidang sains dan enjinering.</p>
<p>Meskipun di Indonesia lulusan S2 sudah banyak jumlahnya, tetapi penghargaan perusahaan kepada para master ini masih dirasa kurang. Jika mereka melamar pekerjaan di perusahaan, kualifikasi S2 mereka tidak terlalu diperhatikan, mereka diperlakukan sama seperti lulusan S1, terutama standard gaji. <em>Nggak</em> salah juga <em>sih</em> sebab yang namanya perusahaan dalam spesifikasi lowongan kerjanya memang tidak membutuhkan level pendidikan yang tinggi-tinggi. Jadi, untuk kondisi di Indonesia saat ini mengambil kuliah S2 bagi sarjana S1 yang baru lulus memang bukan untuk kebutuhan melamar pekerjaan (kecuali untuk menjadi dosen) atau untuk jenjang karir (kecuali bagi yang udah bekerja di instansi Pemerintah), tetapi lebih pada pengembangan diri si mahasiswa itu sendiri. Ada pendapat?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rinaldimunir.wordpress.com/302/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rinaldimunir.wordpress.com/302/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/302/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=302&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/06/16/ramai-ramai-ambil-s2/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/rinaldimunir-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Pak Samin yang Terlalu Banyak Pertimbangan</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/06/11/kisah-pak-samin-yang-terlalu-banyak-pertimbangan/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/06/11/kisah-pak-samin-yang-terlalu-banyak-pertimbangan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 09:20:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Romantika kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=299</guid>
		<description><![CDATA[Ini lagi-lagi cerita tentang Pak Samin. Pada hari pekan, Pak Samin diundang hajatan kenduri dari 2 kampung berbeda. Hajatan pertama datang dari Kampung Hulu, sedangkan hajatan kedua datang dari  Kampung Hilir. Kedua kampung itu terletak di pinggir sungai. Malangnya, kedua hajatan itu diadakan pada waktu yang sama, yaitu selepas Lohor (istilah orang zaman dulu untuk waktu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ini lagi-lagi cerita tentang Pak Samin. Pada hari pekan, Pak Samin diundang hajatan kenduri dari 2 kampung berbeda. Hajatan pertama datang dari Kampung Hulu, sedangkan hajatan kedua datang dari  Kampung Hilir. Kedua kampung itu terletak di pinggir sungai. Malangnya, kedua hajatan itu diadakan pada waktu yang sama, yaitu selepas Lohor (istilah orang zaman dulu untuk waktu shalat Dhuhur). Pak Samin bingung bukan kepalang untuk memutuskan menghadiri kenduri yang mana. Jika kedua-duanya dihadiri jelas sulit sebab jarak kedua kampung itu berjauhan. Untuk mencapai setiap kampung itu satu-satunya sarana trasnportasi adalah perahu dayung.</p>
<p>Sejak pagi Pak Samin berpikir keras untuk menentukan kenduri yang mana yang akan ia datangi. Hulu.. hilir&#8230; hulu &#8230; hilir. Harii Pak Samin sengaja tidak memasak karena membayangkan acara makan besar di kenduri itu tadi. Menurut perhitungan Pak Samin, kedua kampung itu mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Orang-orang di Kampung Hulu terkenal dengan masakannya yang enak-enak, maka pasti masakan di kenduri itu juga enak. Tetapi, orang-orang di Kampung Hulu terkenal agak pelit sehingga makanan yang disajikan tidak banyak. Nasinya sedikit, lauk dan gulai sayurnya meskipun enak tetap saja sedikit. Pak Samin membayangkan tentu tidak bisa puas makan kenyang di sana.</p>
<p>Sebaliknya, orang-orang di Kampung Hilir terkenal royal kalau menghidangkan makanan. Mereka tidak pelit dalam melayani tamu, tetapi sayangnya masakan orang di Kampung Hilir kurang enak, agak hambar, mungkin karena kurang bumbu. </p>
<p>Hingga waktu Lohor tiba, Pak Samin belum berhasil memutuskan mau mendatangi kenduri yang mana. Matahri sudah lama tergelincir, tetapi Pak samin masih tetap berpikir keras. Ketika bayang-bayang matahari sudah agak condong ke barat, barulah Pak Samin tersadar kalau ia merasa sudah hampir terlambat. Dengan cepat Pak Samin mendayung perahunya ke arah Kampung Hulu melawan arus sungai. Terbayang di kepalanya masakan enak-enak di Kampung Hulu. Biarlah makanannya sedikit tetapi enak, demikian pikiran Pak Samin. Sesampai di Kampung Hulu Pak Samin terkejut setengah mati, ternyata orang-orang baru saja meninggalkan tempat kenduri pertanda acara kenduri sudah selesai. Tentu tidak enak mendatangi tempat kenduri yang baru bubar, apalagi makanannya pasti sudah habis.</p>
<p>Tanpa berpikir panjang Pak Samin mendayung perahunya ke arah Kampung Hilir. Rasa lapar tidak dipedulikannya lagi, ia terus mendayung dan mendayung. Biarlah masakan di Kampung Hilir kurang enak, tetapi makanannya berlimpah, demikian pikiran Pak Samin. Sesampai di Kampung Hilir, Pak Samin langsung terkulai lemas, ternyata acara kenduri sudah lama usai. Orang-orang sudah pulang sejak tadi.</p>
<p>Akhirnya Pak Samin mendayung kembali perahunya pulang ke rumah. Ia pulang dengan tangan hampa, di hulu tidak jadi makan, di hilir juga tidak.     </p>
<p>~~~~~~~~~~~~~~~~</p>
<p>Begitulah kalau orang terlalu banyak pertimbangan. Terlalu banyak menimbang-nimbang akhirnya tidak memperoleh apa-apa. Kasihan benar orang seperti itu.</p>
<p> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rinaldimunir.wordpress.com/299/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rinaldimunir.wordpress.com/299/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/299/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=299&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/06/11/kisah-pak-samin-yang-terlalu-banyak-pertimbangan/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/rinaldimunir-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bandung Krisis Listrik</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/06/10/bandung-krisis-listrik/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/06/10/bandung-krisis-listrik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 08:52:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Seputar Bandung]]></category>

		<category><![CDATA[Seputar ITB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[Setelah krisis gas berlalu, Bandung sekarang krisis listrik. Pemadaman bergilir dilakukan di sejumlah kawasan. Pada minggu terakhir UAS di ITB, kawasan sekitar Dago, termasuk ITB, mendapat giliran pemadaman.
Bisa dibayangkan kalau listrik tidak ada di kampus? Semua peralatan yang menggunakan listrik, terutama komputer, tidak bisa beroperasi.  Di lab-lab lain praktikum terhenti karena ruang lab gelap, atau instrumen yang menggunakan listrik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Setelah krisis gas berlalu, Bandung sekarang krisis listrik. Pemadaman bergilir dilakukan di sejumlah kawasan. Pada minggu terakhir UAS di ITB, kawasan sekitar Dago, termasuk ITB, mendapat giliran pemadaman.</p>
<p>Bisa dibayangkan kalau listrik tidak ada di kampus? Semua peralatan yang menggunakan listrik, terutama komputer, tidak bisa beroperasi.  Di lab-lab lain praktikum terhenti karena ruang lab gelap, atau instrumen yang menggunakan listrik tidak berfungsi. Kuliah juga terpaksa bubar karena ruang kuliah lebih gelap, selain itu peralatan presentasi juga tidak bisa digunakan. </p>
<p>Ketika listrik mati, mahasiwa bimbingan saya akan mengadakan seminar TA. Listrik mati berarti peralatan infokus untuk presentasi tidak bisa digunakan. Menjadwalkan kembali seminar TA juga agak merepotkan karena harus mencari jadwal kosong antara dosen penguji, pembimbing, dan mahasiswa. Selain itu tidak ada jaminan kalau pada hari pengganti nanti listrik akan padam lagi.</p>
<p>Tak ada kayu jenjang dikeping. Maka, dicarilah akal agar seminar TA tetap bisa jalan. Kebetulan sekarang ini zaman laptop. Hampir setiap mahasiswa memiliki laptop. Laptop sudah menjadi kebutuhan penting saat ini, terutama bagi orang yang sering bergerak (<em>mobile</em>). Mahasiswa bekerja dengan laptop di sudut-sudut kampus, entah berinternet ria karena tersedianya area <em>hot-spot</em> atau asik mengerjakan tugas kuliah, sudah menjadi pemandangan biasa. Nah, saya meminta kepada mahasiswa yang akan seminar untuk meminjam beberapa laptop pada teman-temannya. File presentasi dikopikan ke masing-masing laptop. Peserta seminar (dosen dan mahasiswa) berhadapan dengan setiap laptop. Mahasiswa mempresentasikan TA nya, sedangkan kami menyimak paparan presentasi pada laptop masing-masing. Pendek cerita, presentasi TA tetap berjalan lancar meskipun kurang nyaman karena tidak ada proyektor. Tidak apa-apalah, yang penting seminar TA berhasil dilaksanakan. </p>
<p>Entah sampai kapan pemadaman listrik akan berakhir. Pemadaman listrik merugikan banyak pihak, teruatama kalangan pelaku usaha. Saya baca di koran lokal, pabrik tekstil di Bandung Selatan berhenti beroperasi karena pemadaman mendadak merusak mesin pencelup. Mesin pencelup dihubungkan dengan pipa-pipa yang berisi larutan pewarna. Jika listrik mati 5 menit saja, larutan pewarna di dalam pipa itu akan menggumpal kemudian membeku. Untuk membersihkannya dibutuhkan waktu 1 minggu. Bayangkan kerugian yang dihasilkan oleh pengusaha.</p>
<p>Setelah krisis listrik, lalu krisis apa lagi ya berikutnya?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rinaldimunir.wordpress.com/298/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rinaldimunir.wordpress.com/298/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/298/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=298&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/06/10/bandung-krisis-listrik/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/rinaldimunir-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Laskar Pelangi dan Saya</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/06/07/laskar-pelangi-dan-saya/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/06/07/laskar-pelangi-dan-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jun 2008 08:52:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pengalamanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=296</guid>
		<description><![CDATA[Membaca buku (atau novel realistik) laris Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, yang sebentar lagi akan digarap film layar lebarnya, saya merasa ada beberapa kemiripan dengan kisah hidup saya, meski tidak sama persis. Andrea Hirata dan 9 orang temannya bersekolah di SD Muhammadiyah di Pulau Belitung (ditulis &#8220;Belitong&#8221; di dalam novel itu). Dikisahkan di dalam novel [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Membaca buku (atau novel realistik) laris <em>Laskar Pelangi</em> karya Andrea Hirata, yang sebentar lagi akan digarap film layar lebarnya, saya merasa ada beberapa kemiripan dengan kisah hidup saya, meski tidak sama persis. Andrea Hirata dan 9 orang temannya bersekolah di SD Muhammadiyah di Pulau Belitung (ditulis &#8220;Belitong&#8221; di dalam novel itu). Dikisahkan di dalam novel itu bahwa SD Muhammadiyah selalu kekurangan murid dan hampir saja ditutup jika murid kelas 1 yang diterima kurang dari 10. Lalu ada Bu Muslimah, guru mereka yang inspiratif, dan Pak Arfan, kepala sekolah, yang membawa pengaruh besar bagi kehidupan Andrea Hirata sendiri dan teman-temannya.</p>
<p>Saya juga bersekolah di SD Muhammadiyah, tetapi bukan di Belitung, melainkan di Padang. Bangunan SD ini semi permanen, ruang-uang kelasnya disekat dengan triplek. Satu-satunya banguna permanen adalah ruang guru yang berfungsi sebagai kantor sekolah. Waktu itu SD ini muridnya tidak banyak, bahkan setiap tahun selalu terjadi penurunan jumlah murid baru sebelum akhirnya ditutup ketika saya masih di SMP. Kemunculan beberapa SD negeri (kami menyebutnya SD Inpres, Instruksi Presiden) menyebabkan peminat ke SD Muhammadiyah menciut drastis. SD Muhammadiyah mungkin dianggap SD pinggiran saat itu.</p>
<p>Kepala sekolah kami bernama Bakri KS, ia seorang yang sangat disiplin kepada murid-muridnya. Dia adalah guru yang kami segani dan punya karisma sendiri. Dia memang tegas, tetapi Jika ia membaca kitab suci Al-Quran pada acara Maulid Nabi, terdengalah alunan yang merdu suaranya membacakan ayat-ayat suci. Tidak heran jika beliau menjadi utusan Sumatera Barat dalam ajang MTQ tingkat nasional di Banjarmasin.</p>
<p>Lalu siapa Bu Mus di lingkungan SD saya saat itu? Tidak persis sama seperti Bu Mus <em>sih</em>, tetapi ada kemiripan sifat. Namanya Bu Herdanelli. Saya masih ingat namanya, senyumnya yang tulus, tutur katanya yang lemah lembut, dan nasehat-nasehatnya yang menyejukkan. Bu Herdanelli masih muda, dia sudah menikah tetapi belum dikarunia anak. Beliau begitu perhatian dan sayang kepada murid-murid yang jumlahnya hanya belasan itu (semula murid kelas 1 pada angkatan saya jumlahnya cukup banyak, tetapi satu per satu pindah ke SD Inpres yang gratis SPP nya).  Kalau kami tidak mengerti pelajaran sekolah, kami sering datang ke rumahnya untuk diajarkan lagi. Tidak hanya siang hari, bahkan juga selepas Maghrib. Terkadang kami merasa telah mengganggu ketenangan beliau dengan suaminya, tetapi dengan senyum tulus Bu Herdanelli tidak pernah marah kepada kami. Bu Herdanelli pandai bercerita. Kadang-kadang kami dibawanya ke bawah pohon, di sana beliau bercerita berbagai hal yang memikat. </p>
<p>Seperti halnya Andrea Hirata, ibu saya memasukkan saya sekolah di SD Muhammadiyah karena ingin mendapat bekal agama yang cukup, yang kurang diperoleh jika bersekolah di SD Inpres. Kakak-kakak saya disekolahkan SD Adabiyah, sekolah ini juga sekolah berbasis agama yang memberi porsi pendidikan agama lebih. Di SD Muhammadiyah ini saya bersekolah pagi, tetapi sorenya kembali lagi ke sekolah itu untuk pendidikan TPA (Taman Pendidikan AlQuran). Saya bersyukur disekolahkan di sana karena bekal pendidikan agama yang saya peroleh sangat berguna hingga sekarang ini.</p>
<p>SD Muhammadiyah tempat saya bersekolah sudah tidak ada lagi. Tidak ada kabar dimana Pak Bakri KS dan Bu Herdanelli yang kami cintai. Mungkin mereka sudah tau renta, atau jangan-jangan sudah almarhum. Hanya doa yang dapat saya panjatkan kepaad Allah SWT semoga amal saleh guru-guru SD saya itu diberi pahala di sisi-Nya. Amiin ya rabbal alamin.   </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rinaldimunir.wordpress.com/296/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rinaldimunir.wordpress.com/296/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/296/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=296&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/06/07/laskar-pelangi-dan-saya/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/rinaldimunir-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sesama Ummat Islam Berantem, Siapa yang Diuntungkan?</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/06/07/sesama-ummat-islam-berantem-siapa-yang-diuntungkan/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/06/07/sesama-ummat-islam-berantem-siapa-yang-diuntungkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jun 2008 07:47:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=294</guid>
		<description><![CDATA[Pasca insiden Monas yang berakhir dengan penyerbuan anggota FPI (Front Pembela Islam) terhadap demonstran AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan), situasi di tanah air, khususnya umat islam, semakin mengkwatirkan. Para simpatisan NU dan PKB, khususnya di Jawa Timur, yang tidak terima pemimpin agungnya dilecehkan bereaksi keras dengan menyerang balik FPI. Mereka menuntut FPI dibubarkan dan melakukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pasca insiden Monas yang berakhir dengan penyerbuan anggota FPI (Front Pembela Islam) terhadap demonstran AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan), situasi di tanah air, khususnya umat islam, semakin mengkwatirkan. Para simpatisan NU dan PKB, khususnya di Jawa Timur, yang tidak terima pemimpin agungnya dilecehkan bereaksi keras dengan menyerang balik FPI. Mereka menuntut FPI dibubarkan dan melakukan sweeping terhadap anggota FPI itu.</p>
<p>Sebagai seorang muslim, saya merasa prihatin dan sedih dengan adu domba yang tengah berlangsung. FPI itu muslim, NU dan PKB itu juga muslim, tetapi keduanya sekarang berada dalam kondisi &#8220;perang&#8221;. Sesama ummat Islam saling berkelahi untuk membela kehormatan. Simpatisan NU dan PKB menyerang balik FPI untuk membela pemimpin agungnya yang &#8220;dihina&#8221; oleh Habib Riziq, tetapi anehnya mereka tidak bereaksi apa-apa ketika agama mereka dihina dan dilecehkan (baca: dinodai).  Ketika seorang ulama dari NU (yang kebetulan anggota MUI) dilecehkan oleh seorang anggota Watimpres di depan umum, mereka juga tidak bereaksi apa-apa. Bahkan, ketika pemimpin agung mereka dalam wawancara di media Jaringan Islam Liberal (sewaktu panasnya isu RUU APP) menghina Al-Quran dengan mengatakan bahwa Al-Quran adalah kitab suci paling porno, para simpatisan yang jelas-jelas muslim itu juga tidak bereaksi apa-apa. Bagi mereka yang sudah dibutakan hatinya, apa yang dikatakan oleh pemimpin agung itu adalah yang paling benar, sedangkan yang lain adalah salah.</p>
<p>Jelas pihak yang diuntungkan oleh konflik sesama ummat Islam ini adalah pihak yang tidak senang dengan Islam, khususnya kepada ummat Islam yang ingin menegakkan agamanya. Pihak yang diuntungkan itu bisa di dalam negeri, bisa pula di luar negeri. Pihak yang di dalam negeri misalnya kelompok liberal-sekuler yang tidak menginginkan peran agama tampil dalam kehidupan. Selain itu ada kelompok penganut aliran menyimpang seperti Ahmadiyah yang dengan peritiwa ini semakin kuat posisinya di tanah air karena mendapat pembelaan dari kelompok liberal-sekuler. Pihak luar negeri yang senang dengan konflik ini tentu saja kelompok atau negara yang tidak suka dengan peran Islam yang dianggap mengancam kepentingan mereka seperti budaya hedonisme, kapitalisme, dan liberalisme.</p>
<p>Kebebasan beragama dijadikan isu oleh kelompok pembela HAM untuk membela Ahmadiyah. Padahal masalah yang terjadi bukanlah masalah kebebasan beragama, sebab Ahmadiyah bukan sebuah agama. Yang terjadi adalah penodaan agama dengan menambah-nambah ajaran agama yang sudah baku. Penganut Ahmadiyah mengaku Islam tetapi anehnya mereka mempunyai syariat sendiri, seperti mempunyai nabi tambahan sesudah Nabi Muhammad SAW, mempunyai kitab suci lain selain Al-Quran. Selain itu mereka tidak mau bergabung dengan ummat Islam lain dalam hal shalat misalnya, sebab mereka menganggap orang Islam mainstream adalah orang kafir. Mereka juga punya mesjid sendiri. Karena itu salah besar jika mengatakan masalah Ahmadiyah adalah masalah khilafiyah, sebab soal kenabian sesudah Muhammad sudah final dan disepakati oleh ulama dan ummat Islam dimanapun di seluruh dunia. Banyak orang yang tidak mengerti soal fiqih berbicara seolah tahu banyak soal agama, akibatnya komentar-komentar mereka seringkali konyol.</p>
<p>Pelik memang dengan situasi yang tidak enak ini. Akar masalahnya sebenarnya adalah masalah Ahmadiyah itu. Menurut hemat saya, warga Ahmadiyah tetap harus dilindungi haknya untuk hidup seperti warganegara Indonesia lainnya, tetapi tidak untuk ajarannya. Tidak boleh ada kekerasan atau anarkisme terhadap mereka sebab mereka juga bagian dari rakyat Indonesia. Ummat Islam hanya menuntut satu saja: negara membubarkan aliran ini. Jika pembubaran itu tidak mungkin, maka negara cukup menegaskan bahwa Ahmadiyah bukan bagian dari Islam (berarti non-muslim) dengan segala konsekuensinya (misalnya tidak boleh berhaji ke Mekkah). Itulah yang dituntut ummat Islam dengan SKB yang ditunggu-tunggu itu. Dengan pilihan yang terakhir ini, maka eksistensi Ahmadiyah tetap terjamin dan mereka akan hidup berdampingan dengan penganut agama lain di Indonesia. </p>
<p> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rinaldimunir.wordpress.com/294/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rinaldimunir.wordpress.com/294/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/294/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=294&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/06/07/sesama-ummat-islam-berantem-siapa-yang-diuntungkan/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/rinaldimunir-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Pak Samin dan Keledainya</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/05/29/kisah-pak-samin-dan-keledainya/</link>
		<comments>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/05/29/kisah-pak-samin-dan-keledainya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 06:46:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Romantika kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=293</guid>
		<description><![CDATA[Ini masih kisah tentang Pak Samin. Pada suatu hari, Pak Samin dan anaknya hendak berangkat ke kota. Dahulu belum ada kendaraan bermotor seperti sekarang, kebanyakan orang menempuh perjalanan dengan berjalan kaki atau menunggangi kuda/keledai.
Pak Samin dan anaknya pergi ke kota dengan menggunakan seekor keledai. Berhubung keledai adalah hewan yang kecil maka keledai tidak sanggup membawa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ini masih kisah tentang Pak Samin. Pada suatu hari, Pak Samin dan anaknya hendak berangkat ke kota. Dahulu belum ada kendaraan bermotor seperti sekarang, kebanyakan orang menempuh perjalanan dengan berjalan kaki atau menunggangi kuda/keledai.</p>
<p>Pak Samin dan anaknya pergi ke kota dengan menggunakan seekor keledai. Berhubung keledai adalah hewan yang kecil maka keledai tidak sanggup membawa dua orang sekaligus. Jadi, yang naik keledai adalah anak Pak Samin, sedangkan Pak Pak Samin berjalan mengiringi dari samping. </p>
<p>Ketika mereka melewati sebuah kampung, penduduk kampung itu berkata kepada keduanya:<br />
&#8220;Dasar anak tidak tahu diuntung, dia enak-enak naik keledai sementara bapaknya dibiarkan kepayahan berjalan&#8221;.</p>
<p>Pak Samin dan anaknya saling memandang. Anak Pak Samin pun mengerti, lalu dia turun dan sekarang gantian Pak Samin yang menunggangi keledai. Mereka kemudian meneruskan perjalanan. </p>
<p>Ketika mereka memasuki kampung berikutnya, penduduk kampung itu berkata:<br />
&#8220;Dasar bapak tidak tahu diri, dia enak-enak naik keledai sedangkan anaknya dibiarkan berjalan&#8221;.</p>
<p>Pak Samin dan anaknya jadi bingung lagi. Akhirnya mereka memutuskan dua-duanya naik ke atas keledai. Merekapun melanjutkan perjalanan lagi.</p>
<p>Tetapi, baru saja memasuki sebuah kampung, penduduk kampung itu mencibir mereka sambil berkata: &#8220;Dasar orang tidak berperikebinatangan. Masa keledai kecil dinaiki dua orang, bisa mati keledai kalian nanti&#8221;. </p>
<p>Pak Samin dan anaknya lagi-lagi kebingungan. Mereka memutuskan turun dari keledai, lalu keduanya berjalan disamping keledai meneruskan perjalanan. Kota sudah tidak terlalu jauh, tapi masih harus melewati satu perkampungan lagi.</p>
<p>Ketika mereka memasuki kampung terakhir, lagi-lagi mereka ditertawakan orang kampung. Kata orang-orang di kampung itu: &#8220;Lihat orang-orang bodoh itu. Untuk apa mereka membawa keledai tapi tidak digunakan&#8221;.      </p>
<p>Pak Samin dan anaknya sudah mulai putus asa. Begini salah, begitu salah. Mereka hanya mempunyai satu cara lagi supaya orang kampung tidak menyalahkan mereka lagi. Apa itu? Keduanya mengangkat keledai ke atas kepala masing-masing sementara kedua tangan  memegang masing-masing kaki keledai (menjunjung keledai di atas kepala). </p>
<p>Apa yang terjadi? Baru saja memasuki kota, orang-orang tertawa terpingkal-pingkal melihat pemandangan yang tidak lazim: keledai menunggangi manusia. &#8220;Lihat ada orang gila, ada orang gila&#8221;, kata mereka sambil menunjuk Pak Samin dan anaknya yang sedang berjalan menggendong keledai di atas kepala. Orang-orang tertawa hingga tidak bisa menahan sakit perut. </p>
<p>Pak Samin dan anaknya benar-benar putus asa jadinya. Mereka tidak tahu harus berbuat apa lagi, akhirnya mereka menurunkan keledai dari atas kepala dan membiarkan keledai itu pergi, tetapi orang-orang di kota masih tetap tetap tertawa tidak habis-habisnya melihat pemandangan yang makin menggelikan. </p>
<p>~~~~~~~~~~~~~~~~</p>
<p>Begitulah kalau orang tidak mempunyai pendirian, mudah benar berubah-ubah karena pandangan orang lain. Istilah zaman sekarang: mencla-mencle, tidak percaya diri, atau kurang pede. Hidup menjadi mudah terombang-ambing atau mudah disetir oleh orang lain. Jika seseorang mempunyai prinsip hidup yang kuat, maka dia tidak akan mudah terguncang meskipun diterpa banyak godaan.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rinaldimunir.wordpress.com/293/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rinaldimunir.wordpress.com/293/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldimunir.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldimunir.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldimunir.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldimunir.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldimunir.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldimunir.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldimunir.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldimunir.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldimunir.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldimunir.wordpress.com/293/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldimunir.wordpress.com&blog=735177&post=293&subd=rinaldimunir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldimunir.wordpress.com/2008/05/29/kisah-pak-samin-dan-keledainya/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/rinaldimunir-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldimunir</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>