Rekapituasi Janji-Janji Jokowi

Seorang fesbuker sedemikian rajin menghimpun atau merekap semua janji-janji yang diucapkan Jokowi selama masa kampanye Pilpres yang sudah lewat. Sekarang setelah Jokowi terpilih menjadi Presiden 2014-2019, maka publik berhak menagih janji-janji tersebut. Publik juga akan melihat apakah Jokowi taat asas (konsisten) dengan janji-janjinya itu.

Di bawah ini rekapitulasi semua janji Jokowi yang saya kutip dari akun fesbuker ini (Sunu Sumarsono):

Catatan dari penulis: tautan beritanya tidak bisa dibuka (mengalami broken link), namun judul beritanya masih bisa dicari via Google.

Janji Jokowi-JK
1. Besarkan Pertamina dan kalahkan Petronas dalam 5 Tahun

http://finance.detik.com/read/2014/0…ahkan-petronas

2. Jokowi janjikan bagun 50 rRibu Puskesmas

http://www.tribunnews.com/pemilu-201…ribu-puskesmas

3. Swasembada pangan

http://www.merdeka.com/politik/5-jan…-presiden.html

4. Membuat Bank Tani untuk mengurangi impor pangan

http://www.merdeka.com/politik/5-jan…-presiden.html

5. Jokowi janji akan tetap blusukan bila Jadi Presiden

http://news.detik.com/read/2014/08/0…esiden?9911012

6. Jokowi janji benahi kawasan Masjid Agung Banten

https://id-id.facebook.com/notes/fes…51943340196717

7. Jokowi janji cetak 10 juta lapangan kerja jika jadi Presiden

http://bisnis.liputan6.com/read/2072…-jadi-presiden

8. Jokowi jJnji buka 3 juta lahan pertanian

http://berita.plasa.msn.com/nasional…an-pertanian-1

9. Jokowi janji batasi bank asing

http://www.merdeka.com/pemilu-2014/j…ank-asing.html

10. Berjanji membangun tol laut dari Aceh hingga Papua

http://pemilu.sindonews.com/read/870…aut-aceh-papua

11. Jokowi Janji beri berapapun anggaran pendidikan

http://www.merdeka.com/pemilu-2014/j…endidikan.html

12. Berjanji untuk engurangi impor pestisida dan bibit pertanian

http://www.merdeka.com/politik/5-jan…por-pupuk.html

13. Jokowi janji hapus Ujian Nasional

http://pemilu.metrotvnews.com/read/2…ujian-nasional

14. Membangun E-government, E-budgeting, E-procurement, E-catalog, E-audit kurang dari 2 minggu

http://news.detik.com/pemilu2014/rea…anji-jokowi-jk

15. Terbitkan Perpres pemberantasan korupsi

http://news.detik.com/pemilu2014/rea…anji-jokowi-jk

16. Pertumbuhan ekonomi 8 persen

http://news.detik.com/pemilu2014/rea…anji-jokowi-jk

17. Meningkatkan pembangunan infrastruktur seperti pelabuhan, bandara, di wilayah Indonesia Bagian Timur

http://news.detik.com/pemilu2014/rea…anji-jokowi-jk

18. Dana Rp 1,4 Miliar per desa setiap tahun

http://news.detik.com/pemilu2014/rea…anji-jokowi-jk

19. Kepemilikan tanah pertanian untuk 4,5 juta Kepala Keluarga dan perbaikan irigasi di 3 juta hektar sawah

http://news.detik.com/pemilu2014/rea…anji-jokowi-jk

20. Membangun 100 Sentra Perikanan yang dilengkapi Lemari Berpendingin

http://news.detik.com/pemilu2014/rea…anji-jokowi-jk

21. Membentuk Bank Khusus Nelayan

http://news.detik.com/pemilu2014/rea…anji-jokowi-jk

22. Menggunakan Pesawat Tanpa Awak untuk meng-Cover wilayah lndonesia

http://news.detik.com/pemilu2014/rea…anji-jokowi-jk

23. Meningkatkan Pemberian Beasiswa

http://news.detik.com/pemilu2014/rea…anji-jokowi-jk

24. Mengalihkan Penggunaan BBM ke Gas dalam waktu 3 Tahun

http://news.detik.com/pemilu2014/rea…anji-jokowi-jk

25. Jokowi Janji ‘Sulap’ KJS-KJP Jadi Indonesia Sehat dan Indonesia Pintar

http://news.detik.com/pemilu2014/rea…donesia-pintar

26. Tidak bagi-bagi Kursi Menteri ke Partai Pendukungnya

http://m.merdeka.com/pemilu-2014/buk…i-menteri.html

27. Jokowi Janji Tak Berada di bawah Bayang Megawati

http://www.solopos.com/2014/07/22/ha…egawati-521083

28. Membenahi Jakarta (macet, banjir, dll)

http://megapolitan.kompas.com/read/2…gan.Cara.Lain.

29. Mendukung kemerdekaan dan mendirikan KBRI di Palestina

http://www.beritasatu.com/nasional/1…palestina.html

30. Tanggal 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional

http://beta.antaranews.com/berita/44…pada-1-muharam

31. Mudah ditemui oleh warga Papua

http://jkw4p.com/bila-jadi-presiden-…ng-menemuinya/

32. Menurunkan harga sembako, meningkatkan kualitas dan kuantitas program raskin

http://www.indopos.co.id/2014/06/kam…tsourcing.html

33. Memperhatikan permasalahan outsourcing

http://www.indopos.co.id/2014/06/kam…tsourcing.html

34. Menghapus subsidi BBM

http://finance.detik.com/read/2014/0…idi-orang-kaya

35. Meningkatkan profesionalisme, menaikkan gaji dan kesejahteraan PNS, TNI dan Polri

http://surabaya.bisnis.com/read/2014…g-pilpres-2014

36. Meningkatkan anggaran penanggulangan kemiskinan termasuk memberi subsidi Rp1 juta per bulan untuk keluarga pra sejahtera sepanjang pertumbuhan ekonomi di atas 7%

http://surabaya.bisnis.com/read/2014…g-pilpres-2014

37. Perbaikan 5.000 pasar tradisional dan membangun pusat pelelangan, penyimpanan dan pengolahan ikan.

http://surabaya.bisnis.com/read/2014…g-pilpres-2014

38. Membantu meningkatkan mutu pendidikan pesantren guna meningkatkan kualitas pendidikan nasional dan Meningkatkan kesejahteraan guru-guru pesantren sebagai bagian komponen pendidik bangsa

http://surabaya.bisnis.com/read/2014…g-pilpres-2014

39. Akan berbicara terkait kasus BLBI

http://www.jpnn.com/read/2014/07/17/…Jadi-Presiden-

40. Memperkuat KPK (meningkatkan anggarannya 10x lipat, menambah jumlah penyidik, regulasi)

http://indonesia-baru.liputan6.com/r…-10-kali-lipat

41. Menghentikan impor daging

http://pemilu.metrotvnews.com/read/2…alam-5-6-tahun

42. Menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan di sektor pertanian, perikanan, dan manufaktur

http://fokus.news.viva.co.id/news/re…ing-realistis-

43. Pembangunan infrastruktur seperti jalan, listrik, irigasi, dan pelabuhan

http://fokus.news.viva.co.id/news/re…ing-realistis-

44. Meningkatkan 3 kali lipat anggaran pertahanan

http://nasional.kompas.com/read/2014…ran.Pertahanan

45. Meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembenahan tenaga pengajar yang punya kemampuan merata diseluruh Nusantara

http://www.merdeka.com/politik/5-jan…dan-iptek.html

46.Jokowi Pilih Mendikbud dari PGRI Jika Jadi Presiden

http://news.detik.com/pemilu2014/rea…-jadi-presiden

47. Memberikan gaji besar bagi para ahli asal Indonesia

http://www.merdeka.com/politik/5-jan…indonesia.html

48. Menaikkan gaji guru

http://www.merdeka.com/politik/5-jan…gaji-guru.html

49. Sekolah gratis

http://www.merdeka.com/politik/5-jan…ah-gratis.html

50. Menangani kabut asap di Riau

http://m.koran-sindo.com/node/393930

51. Membeli kembali Indosat

http://www.solopos.com/2014/06/22/de…indosat-514768

52. Membangun industri maritim

http://pemilu.tempo.co/read/news/201…Bangun-Maritim

53. Menyederhanakan regulasi perikanan

http://dprd-tegalkota.go.id/index.ph…3066&Itemid=18

54. Mempermudah nelayan mendapatkan Solar se
bagai bahan bakar kapal dengan mendirikan SPBU khusus.

http://dprd-tegalkota.go.id/index.ph…3066&Itemid=18

55. Membuktikan janji-janji dalam visi-misi

http://www.koran-sindo.com/node/402621

56. Menyejahterakan kehidupan petani

http://pemilu.tempo.co/read/news/201…terakan-Petani

57. Mengelola persediaan pupuk dan menjaga harga tetap murah

http://pemilu.tempo.co/read/news/201…terakan-Petani

58. Membangun banyak bendungan dan irigasi

http://pemilu.tempo.co/read/news/201…terakan-Petani

59. Menyusun kabinet yang ramping dan diisi oleh profesional

http://finance.detik.com/read/2014/0…an-profesional

60. Menyelesaikan pelanggaran-pelanggaran HAM di masa lalu

http://www.tribunnews.com/pemilu-201…anji-janji-ham

61. Menjadikan perangkat desa jadi PNS secara bertahap

http://www.solopos.com/2014/07/03/pi…aan-pns-516971

62. Meningkatkan Industri Kreatif sebagai salah satu Kunci Kesejahteraan Masyarakat.

http://compusiciannews.com/detail?id…0#.U94B91V_vfI

63. Cuma satu dua jam saja di kantor, selebihnya bertemu rakyat

http://politik.news.viva.co.id/news/…-jam-di-kantor

64. Jika Menang, Jokowi Janjikan Internet Cepat
http://www.kabar24..com/nasional/rea…internet-cepat

~~~~~~~~~~~~~~~

Masya Allah, banyak sekali janji-janji yang diucapkan oleh Jokowi. Mungkin masih ada beberapa janji lain yang luput dihimpun oleh Pak Sunu, namun 64 buah janji di atas sudah terlalu banyak bagi seorang Presiden.

Janji adalah hutang, dan hutang harus dibayar. Namun, belum dilantik pada tanggal 20 Oktober 2014, Jokowi melanggar sendiri beberapa janjinya, misalnya janji nomor 26 dan nomor 59. Jokowi berjanji tidak akan bagi-bagi kursi kepada partai pendukungnya, namun minggu lalu Jokowi sudah mengumumkan ada sebanyak 16 kursi menteri akan diberikan kepada profesional partai. Jokowi berjanji akan membuat kabinet ramping untuk menghemat anggaran (janji nomor 59), namun nyatanya struktur kabinet Jokowi tetap saja gemuk, yaitu 34 pos menteri, tidak jauh berbeda dengan kabinet Pak Beye.

Dua ingkaran janji ini telah membuat sebagian masyarakat kecewa. Tapi apa mau dikata, Jokowi akan menjadi orang nomor 1 di negeri ini, tentu dia berhak mengatur apa yang dia inginkan. Jokowi tidak salah, yang salah adalah orang yang menaruh harapan terlalu tinggi kepadanya yang akhirnya berujung kecewa.

Semoga saja Jokowi dapat menepati 62 janji lain yang belum dilanggarnya.

Dipublikasi di Indonesiaku | 8 Komentar

Ketika Kuliah S1 Maksimal Lima Tahun

Masa kuliah tingkat sarjana semakin pendek saja. PERMENDIKBUD No 49 tahun 2014 yang terbaru menyebutkan batas maksimal waktu studi kuliah tingkat sarjana (S1) adalah lima tahun. Itu artinya mahasiswa tidak boleh berlama-lama di kampus. Lewat lima tahun artinya D.O alias drop out.

Dulu waktu saya kuliah di ITB tahun 1985, waktu studi maksimal adalah 7,5 tahun. Lama ya? Ya jelas, karena jumlah SKS S1 saat itu 160 SKS (9 semester). Tahun 1990-an batas waktu studi berubah lagi menjadi 7 tahun karena jumlah SKS berkurang menjadi 144 (8 semester). Sejak tahun 2004 batas waktu studi di ITB makin berkurang lagi menjadi maksimal 6 tahun (namun tetap 144 SKS), dan sekarang dengan Permendikbud yang baru itu ITB masih mengkaji pemberlakuan masa studi maksimal 5 tahun.

Saya membayangkan, jika batas studi maksimal 5 tahun diberlakukan, akan banyak konsekuensi yang muncul. Kuliah maksimal 5 tahun itu bagus-bagus saja dari sisi hardskill motivasi mahasiswa, sebab mendorong mahasiswa agar cepat menyelesaikan studi, fokus selalu kuliah dan belajar, jangan sampai mengulang mata kuliah karena tidak lulus, cepat menyelesaikan TA, dsb.

Namun sepertinya akan ada hal yang dikorbankan atau hilang yaitu semarak kehidupan kemahasiswaan. Mahasiswa mungkin enggan untuk ikut berorganisasi atau berkegiatan ekstrakurikuler di kampus karena dianggap menyita waktu. Unit-unit kegiatan mahasiswa yang selama ini membuat kampus ITB tetap hidup siang dan malam (bahkan pada hari-hari libur sekalipun) mungkin akan kehilangan gairah karena mahasiswa berpikir panjang untuk menghabiskan waktunya di unit-unit.

Padahal -menurut saya- justru aktivitas kemahasiswaan diluar perkuliahan itulah yang menjadi sarana pendidikan softskill mahasiswa. Pendidikan tidak hanya di dalam ruang-ruang kuliah, di lab-lab, atau di ruang perpustakaan, namun pendidikan juga ada di luar ruang-ruang akademis. Saya meyakini tujuan pendidikan adalah untuk pembentukan karakter manusia, dan sarana pembentukan karakter itu lebih banyak diperoleh dari aktivitas berorganisasi dalam kegiatan ekstrakurikuler maupun aktivitas kemahasiswaan lainnya yang menjalin interaksi dan komunikasi, baik di dalam kampus maupun di luar kampus. Jika mahasiswa hanya memikirkan urusan kuliah saja (karena batas waktu studi yang semakin pendek saja) dan enggan terlibat atau melibatkan diri dengan kegiatan kemahasiswaan, maka kelak mereka akan menjadi sarjana tukang yang baik yang tidak boleh salah, yang menurut dan nunut dengan perintah atasan, serta tidak mencoba mencari jalan yang lebih baik karena daya kritisnya tumpul. Pengalaman para pendahulu menunjukkan bahwa kesuksesan dalam karir dan pekerjaan lebih banyak ditentukan dari keaktifan berorganisasi selama kuliah di kampus.

Baiklah, mungkin pendapat saya di atas mewakili pandangan pesimistis saja terhadap kebijakan batas waktu studi maksimal lima tahun. Boleh jadi efeknya terhadap kehidupan kemahasiswaan tidak seburuk yang dibayangkan apabila dunia kemahasiswaan dapat beradaptasi dengan kebijakan tersebut. Misalnya saja dengan membuat kegiatan dan kaderisasi yang padat, mangkus dan sangkil. Pada dasarnya manusia itu cepat menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi yang dihadapinya. Semoga saja demikian nantinya.

Dipublikasi di Pendidikan, Seputar ITB | 6 Komentar

Ketika Penampakan “Alien” Tertangkap di dalam Foto

Saya membeli ponsel baru bermerek SONY Xperia dengan sistem operasi Android. Alasan saya mengganti ponsel adalah karena faktor kamera. Ponsel yang lama resolusi kameranya masih rendah (3 MP), sementara saya hobi memotret gambar sebagai bahan untuk membuat tulisan. Naluri jurnalistik saya selalu muncul setiap kali melihat fenomena yang unik, nah kalau diabadikan dengan kamera beresolusi tinggi tentu fotonya lebih memuaskan. Benar kata sebuah peribahasa bahwa sebuah gambar bermakna lebih dari seribu kata. Kebetulan smartphone SONY Xperia yang saya beli ini memiliki resolusi gambar yang lebih tinggi yaitu 8 MP. Jadi alasan utama mengganti ponsel adalah karena kameranya, he..he..

Karena masih baru maka saya belum terlalu paham dengan fitur-fitur kamera di ponsel tersebut. Di dalam buku petunjuk ponsel tidak terdapat informasi yang detil tentang kamera maupun aplikasi di dalam ponsel itu sendiri. Selain kamera yang sudah tertanam di dalamnya, di dalam ponsel juga terdapat aplikasi kamera yang bernama Camera360. Iseng-iseng saya mencoba memotret dengan menggunakan aplikasi Camera360 di dalam kamar anak saya pada pagi hari. Saya memotret ke arah jendela, dan alangkah kagetnya saya ternyata di dalam foto hasil jepretan kamera ada gambar makhluk aneh seperti alien.

Penampakan makhluk alien di dalam foto.

Penampakan makhluk alien di dalam foto.

Saya agak merinding melihatnya, kenapa ada penampakan makhluk aneh di dalam foto tersebut. Jin kah? Setankah? Ada jin kah di dalam kamar anak saya? Saya sudah sering membaca kejadian aneh tentang penampakan makhluk halus yang tertangkap secara tidak sengaja ketika orang memotret dengan kamera. Jangan-jangan kamera ponsel saya juga berhasil menangkap penampakan makhluk halus.

Untuk sementara foto tersebut saya diamkan saja dan tidak saya ceritakan kepada siapa-siapa. Kalau saya tunjukkan kepada orang lain tentu dikiranya foto sotoshop alias foto hasil olahan program Photoshop. Untuk sementara foto tersebut beberapa hari terlupakan. Namun penampakan tersebut muncul lagi ketika pada siang hari yang terang benderang saya iseng-iseng memotret ruangan kerja di Lab saya dengan aplikasi Camera360, dan… makhluk alien itu lagi-lagi muncul di dalam foto seperti di bawah ini dengan posisi berdiri di atas lantai.

Lagi-lagi alien tersebut muncul di dalam foto, kali ini di dalam ruangan di Lab

Lagi-lagi alien tersebut muncul di dalam foto, kali ini di dalam ruangan di Lab

Anehnya tidak setiap kali penampakan alien itu muncul di dalam foto. Maksudnya, setiap kali saya menggunakan aplikasi Camera360 untuk memotret, alien tidak selalu terekam di dalam foto. Hi..hi..hi, apakah di dalam ruangan Lab saya ada makhluk halus seperti alien?

Hingga akhirnya, untuk menjawab rasa penasaran, foto alien di dalam ruangan lab itu saya unggah ke akun Facebook untuk meminta tanggapan dari para teman. Respon dari teman-teman FB hampir semuanya kaget melihat foto tersebut, nyaris tidak percaya itu benar-benar penampakan alien. Ada yang menyangka itu foto sotoshop, ada yang mengira semacam augmented reality (AR), ada yang percaya memang foto alien beneran.

Akhirnya ada seorang teman di FB yang pernah membaca kejadian yang mirip dengan saya. Dia memberikan tautan sebuah berita di sebuah media daring tentang penampakan alien di dalam foto di Filipina. Beritanya dapat Anda baca di sini atau di sini, sedangkan foto guntingan korannya di bawah ini:

Berita alien tertangkap kamera di Filipina.

Berita alien tertangkap kamera di Filipina.

Dari laman berita tersebut akhirnya diperoleh penjelasan bahwa penampakan alien di dalam foto merupakan efek yang secara acak ditambahkan oleh aplikasi Camera360 . Saya periksa fitur-fitur di dalam aplikasi Camera360 (yang sebelumnya tidak saya ketahui), ternyata memang ada beberapa fitur efek di dalamnya, salah satu efeknya bernama 2012. Rupanya jika fitur 2012 ini diaktifkan (atau teraktifkan secara default) maka kadang-kadang di dalam foto hasil jepretan kamera muncul penampakan alien dalam berbagai posisi.

Fitur efek 2012 dari aplikasi Camera360

Fitur efek 2012 dari aplikasi Camera360

Dikutip dari laman berita tersebut: “According to Jason McClellan of Open Minds Magazine, the photograph originally published on Wednesday, February 27, by the Visayan Daily Star with a photo showing a government employee posed with an extraterrestrial-looking creature outside the Bacolod City Government Center in the Philippines is a hoax generated by a new app for cellphones.”

Jadi inilah penjelasan mengapa muncul penampakan makhluk aneh di dalam foto-foto saya di atas. Namun, siapa orang yang mengetahui bahwa itu adalah efek kamera saja jika penjelasan tentang efek tersebut tidak terdapat sama sekali di dalam buku petunjuk (manual) ponsel? Jika orang yang membeli ponsel yang di dalamnya terdapat aplikasi camera360 tidak mengetahui hal ini, mungkin ia akan terkaget-kaget seperti saya, atau malah bisa merasa takut. Fitur efek di dalam aplikasi Camera360 tidak hanya alien, tetapi juga ada fitur Ghost. Jika fitur Ghost teraktifkan secara tidak sengaja, maka di dalam foto hasil jepretan kamera akan muncul penampakan bayangan hantu. Siapa orang yang tidak akan bergidik melihat foto hasil jepretannya dan merasa di dalam ruangannya ada hantu.

Menurut saya semua ini adalah kerjaan programmer “iseng” yang membuat aplikasi Camera360 dengan menambahkan efek aneh-aneh pada foto. Iseng bagi mereka tetapi membuat shock bagi orang lain yang tidak mengetahui asal muasalnya.

Dipublikasi di Gado-gado | 3 Komentar

Pilkada Langsung atau Tidak Langsung, No Problem!

Saat ini sedang ramai perdebatan tentang RUU Pilkada di DPR RI. RUU Pilkada (atau Pemilukada) ini akan membahas apakah pemilihan Kepala Daerah nanti akan dilakukan secara langsung (oleh rakyat) atau lewat DPRD (seperti zaman Orba dulu). Di DPR fraksi-fraksi Parpol sudah terbelah dua. Kelompok pertama adalah Koalisi Merah Putih yang merupakan partai-partai pendukung Prabowo pada saat Pilpres kemarin, yaitu fraksi Gerindra, PKS, Demokrat, PAN, Golkar dan PPP. Koalisi Merah Putih mendukung pemilihan Kepala Daerah melalui DPRD. Kelompok kedua adalah partai-partai pendukung Jokowi (minus Nasdem), yaitu PDIP, PKB, dan Hanura, yang menginginkan Pemilukada langsung oleh rakyat seperti selama ini.

Jika tidak tercapai kesepakatan dengan musyawarah dan mufakat dalam pembahasan RUU Pilkada itu, maka besar kemungkinan RUU Pilkada akan diputuskan dengan cara voting. Mengingat jumlah anggota DPR dari Koalisi Merah Putih lebih banyak daripada kelompok Jokowi, maka dapat dipastikan Pemilukada mulai tahun 2015 nanti akan melalui DPRD (lagi).

Bagi saya pribadi tidak masalah apakah pemilihan walikota/bupati atau gubernur nanti melalui Pemilukada langsung atau melalui wakil-wakil rakyat di DPRD. Menurut saya pemilihan lewat DPRD tidak selamanya buruk, tetapi pemilihan langsung pun bukan berarti tidak selalu baik. Kedua cara pemilihan tersebut punya manfaat dan mudarat masing-masing. Bagi rakyat secara umum, pemilihan langsung atau tidak langsung tidak mempunyai pengaruh yang terlalu berarti bagi mereka.

Pilkada langsung menguras energi dan ongkos politik yang mahal serta rawan politik uang. Karena biaya yang dikeluarkan kandidat sangat besar, maka banyak kepala daerah yang terpilih akan menutupi biaya yang dikeluarkannya dengan melakukan korupsi. Faktanya sebagian besar kepala daerah yang terpilih secara langsung tersangkut masalah korupsi (baca: 290 Kepala Daerah Terlibat Kasus Korupsi). Belum lagi kerusuhan massa yang timbul jika calon yang didukung kalah, para pendukung kandidat yang tidak puas melampiaskan kekecewaannya dengan melakukan aksi anarkis. Namun, Pilkada secara langsung menghasilkan pemimimpin daerah yang memiliki kedekatan dengan rakyat karena rakyat daerahlah yang langsung memilihnya, contohnya Jokowi (dulu), Ahok, Bu Risma, Ridwan Kamil, dan lain-lain.

Pemilihan melalui DPRD juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya tentu karena biaya yang dikeluarkan sangat sedikit dibandingkan Pilkada langsung. Karena yang memilih adalah para wakil rakyat, maka prosesnya lebih mangkus, cepat, dan tidak melibatkan massa sehingga potensi kerusuhan tidak sebesar Pilkada langsung. Namun tentu saja ada kelemahannya, yaitu rawan politik dagang sapi di kalangan Parpol untuk memuluskan calonnya bertarung di DPRD.

Baik Pilkada langsung ataupun tidak langsung (via DPRD) keduanya tidak melanggar demokrasi. Demokrasi itu bisa dilakukan langsung atau tidak langsung melalui para wakil rakyat di legislatif. Demokrasi yang diatur oleh UUD 45 tidak mengatakan secara spesifik cara pemilihan kepala daerah. Hanya dikatakan pemilihan berlangsung secara demokratis, nah demokratis itu bergantung penafsiran oleh UU. Saya membaca pendapat Yusril Ihza Mahendra tentang mengenai Pilkada ini (pidatonya dilakukan pada tahun 2013, jauh sebelum perdebatan RUU Pilkada), menurut saya pendapatnya logis dan berdasarkan hukum. Jadi, kalau Ahok mundur dari Partai Gerindra karena mengangap RUU Pilkada itu melanggar konstitusi saya kira kurang tepat. Konstitusi mana yang dilanggar?

Saya menilai pro kontra tentang RUU Pilkada itu lebih disebabkan aspek politik. Fraksi pendukung Jokowi di DPR sangat berkepentingan dengan RUU itu, sebab jika pemilihan kepala daerah dilakukan melalui DPRD, maka sebagian besar kepala daerah nanti akan dimenangkan oleh partai-partai dari Koalisi Merah Putih. Hanya dua propinsi saja nanti yang kepala daerahnya mungkin dari kelompok Jokowi cs, yaitu Bali dan Kalimantan Barat, sebab hanya di dua daerah itu jumlah anggota DPRD dari kelompok Jokowi sedikit lebih banyak daripada Koalisi Merah Putih (Baca ini: UU Pilkada Sah, Koalisi Prabowo Borong 31 Gubernur).

Jadi, “ketakutan” Parpol jika Pilkada melalui DPRD lebih karena khawatir tidak mendapat kekuasaan ketimbang melihat kepentingan rakyat yang lebih besar. Anehnya lagi, PKB yang sebelumnya mendukung Pilkada melalui DPRD berbalik mendukung Pilkada secara langsung (mungkin karena tergabung dengan kelompok Jokowi), sebaliknya PKS yang dulu mendukung Pilkada secara langsung sekarang mendukung Pilkada melalui DPRD (mungkin karena tergabung dalam Koalisi Merah Putih). Jadi terlihat sekali kalau RUU Pilkada itu lebih dominan aspek politiknya, dan politik = kekuasaan.

Silakan para wakil rakyat menentukan mana yang terbaik, mau langsung mangga, mau lewat DPRD silakan.

Dipublikasi di Indonesiaku | 11 Komentar

Ketika Pohon-Pohon di Bandung Diberi Sarung

Ada pemandangan yang berbeda jika anda berkunjung ke Bandung pekan-pekan ini. Hampir di sepanjang jalan, baik jalan utama maupun jalan arteri, pohon-pohon di pinggir jalan diberi “sarung”. Sarung itu terdiri dari tiga warna yaitu hijau, kuning, dan biru dongker. Bagi yang kurang ngeh tentu tidak tahu apa maksud penyarungan pohon-pohon tersebut. Rupanya dalam rangka menyambut hari ulang tahun kota Bandung. Tiga warna pada sarung tersebut merupakan warna dasar atau warna bendera kota kembang.

Deretan pohon bersarung di sepanjang Jalan Supratman

Deretan pohon bersarung di sepanjang Jalan Supratman

Sebagian orang mungkin berpikir penyarungan pohon-pohon itu adalah inisiatif Walikota Bandung, Ridwan Kamil. Walikota yang kreatif ini memang dikenal dengan ide-ide segar untuk membuat kota Bandung semakin nyaman dan menarik. Namun ternyata ide penyarungan pohon-pohon di sepanjang jalan adalah inisiatif paguyuban Camat di kota Bandung yang tergabung dalam Forum Camat Kota Bandung (demikian informasi yang saya baca di surat kabar).

Deretan pohon bersarung di sepanjang jalan Ciung Wanara.

Deretan pohon bersarung di sepanjang jalan Ciung Wanara.

Melihat deretan pohon bersarung di sepanjang jalan mampu menyedapkan mata, enak dipandang dan terkesan meriah. Kota Bandung memang identik dengan pohon-pohon besar nan rindang di sepanjang jalan (terutama di kawasan Bandung Utara). Mungkin itu barangkali yang membuat orang kangen ke Bandung, yaitu berjalan melewati deretan pohon2 besar nan rindang di pinggir jalan.

Deretan pohon di Jalan Ciung Wanara, jalan ke kampus ITB Ganesha.

Deretan pohon di Jalan Ciung Wanara, jalan ke kampus ITB Ganesha.

Jadi pohon-pohon besar nan rindang di pingir aset kota Bandung yang berharga dan menjadi identitas kota, maka keberadaanya selalu dijaga dan dipelihara. Penyarungan pohon-pohon merupakan salah satu bentuk penghargaan terhadap alam. Hanya saja ada orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang “menyakiti” pohon-pohon itu, salah satunya dengan memaku iklan pada pohon-pohon. Penyarungan pohon juga sebagian dilakukan dengan menyakiti pohon, sebab kain-kain itu baru bisa nempel setelah dihekter dengan hekter yang besar. Menyedihkan! Silakan merayakan tetapi jangan menyakiti.

Dipublikasi di Seputar Bandung | 6 Komentar

Dilema Warnet di Pemukiman

Di sebuah kompleks pemukiman ada warga yang membuka usaha warung internet (warnet). Pengunjungnya kebanyakan anak-anak sekolah. Dari pagi hingga larut malam warnet itu buka terus. Selain untuk browsing internet, anak-anak sekolah itu juga bermain game online di warnet. Murid-murid sebuah sekolah yang berada tidak jauh dari kompleks sering bolos belajar, pada jam-jam belajar mereka tampak berkumpul di warnet itu, bahkan pulang sekolah pun mereka tidak langsung ke rumah tetapi singgah ke warnet.

Sudah lama warnet itu dikeluhkan oleh sebagian warga. Suaranya yang berisik mengganggu tetangga-tetangga sebelah rumah si pemilik warnet. Hanya karena kesabaran yang tinggi dan rasa tidak enak sama tetangga, maka keluhan itu dipendam saja. Namun kesabaran ada juga batasnya, setelah empat tahun berlalu maka keberadaan warnet itu menjadi polemik di kompleks.

Keluhan yang muncul bukan hanya karena suara berisik yang mengganggu tetangga atau karena warnet yang buka sampai larut malam, tetapi jauh lebih buruk dari itu. Anak-anak jadi lebih sering duduk di warnet berjam-jam sehingga lalai dalam urusan pelajaran sekolah. Seorang warga mengeluhkan perubahan perilaku anaknya, dari yang dulunya tidak pernah mau mengambil uang yang bukan miliknya di rumah, sekarang menjadi suka mengambil uang yang tergeletak di atas meja tanpa izin. Untuk apalagi uang itu kalau bukan untuk bermain game online di warnet. Efek bermain internet di warnet menjadi mirip seperti orang yang kecanduan narkoba, kalau sudah kecanduan maka akan selalu diupayakan ada uang untuk terus membelinya, termasuk dengan mencuri sekalipun. Buruk!

Akhirnya warga melakukan rapat. Sebagian warga menolak keberadaan warnet tersebut, terutama bagi tetangga yang berdekaatn rumah dengan pemilik warnet. Sebagian lagi tidak keberatan karena faktor kemanusiaan, yaitu usaha warnet tersebut adalah mata pencaharian si pemilik rumah. Namun keputusan rapat tetap harus diambil, terutama setelah memperhatikan dampak buruk warnet. Maka, diputuskan warnet tersebut harus ditutup, tidak boleh lagi dilanjutkan.

Bagi saya keberadaan warnet di pemukiman memang dilematis. Di satu sisi merupakan sumber penghasilan bagi pemilik rumah, tetapi sayangnya satu hal yang tidak disadari (atau tidak peduli) oleh pemilik warnet adalah dampak negatif buat anak-anak. Anak-anak jadi kecanduan bermain internet atau game online di warnet. Karena dampak negatifnya itu, maka sejak dulu saya tidak pernah mengizinkan anak-anak saya bermain di warnet.

Warnet juga disinyalir sebagai tempat yang aman untuk mengakses konten pornografi, melakukan perbuatan mesum/asusila, judi online, dan lain-lain. Pemilik warnet umumnya tidak peduli siapa pengunjungnya, apa yang dilakukan mereka di dalam bilik-bilik, dsb, yang penting uang masuk. Soal moral atau akhlak bukan urusan mereka, tetapi urusan anak-anak itu sendiri atau orangtuanya. Melakukan kontrol terhadap pengunjung warnet sama artinya mengurangi pendapatan uang yang masuk.

Saya setuju tidak boleh ada warnet di dalam pemukiman atau di dalam kompleks perumahan. Jika ingin membuka usaha warnet maka seharusnya di luar pemukiman, misalnya di ruko atau di pinggir jalan yang ramai. Lagipula ketika membuka usaha warnet si pemilik rumah tidak mengurus izin tetangga. Menurut aturan perizinan, untuk membuka usaha di pemukiman seharusnya ada izin dari dua rumah di kiri kanan, dan dua rumah di depan dan belakang, mirip seperti persyaratan izin mendirikan bangunan/rumah.

Dipublikasi di Gado-gado | 2 Komentar

Jarimu Harimaumu

Kalau dulu ada peribahasa yang berbunyi “mulutmu harimaumu” untuk menggambarkan orang yang suka mengucapkan kata-kata yang tajam dan menyakitkan, maka di zaman digital dan internet sekarang ini peribahasa tersebut perlu diganti menjadi “jarimu harimaumu”. Kata-kata tidak lagi diucapkan melalui mulut, tetapi diungkapkan dalam bentuk tulisan di media daring, khususnya media sosial. Dengan apa tulisan itu dibuat? Pastilah melalui jari jemari. Sebuah posting di media sosial seperti Facebook, Twitter, Path, dan sebagainya, dapat menimbulkan api kebencian, permusuhan, bahkan kekerasan oleh pihak yang merasa tersinggung atau sakit hati.

Seperti kasus Florence Sihombing baru-baru ini, karena kekesalannya pada pom bensin Pertamina, dia menumpahkan kekesalannya itu dengan merilis posting di jejaring sosial Path. Namun isi posting-nya tidak ditujukan kepada pihak Pertamina saja, namun sumpah serapahnya juga ditujukan kepada warga kota Yogyakarta dengan mengatakan Jogja miskin, tolol, dan tak berbudaya. Dengan cepat posting-nya di Path itu menyebar di dunia maya sehingga menimbulkan kemarahan warga Yogyakarta. Florence di-demo warga dan bahkan diminta untuk angkat kaki dari kota Yogya. Kronologis selengkapnya dapat anda baca dalam berita ini.

Kasus Florence ini tidak sekali ini terjadi, sudah sering, tetapi manusia tidak pernah belajar dari kasus serupa. Tahun 2010 yang silam mahasiswa kami di ITB pernah tersandung kasus karena posting rasis tentang Papua (baca tulisan ini). Menjelang Pilpres kemarin tokoh sekaliber Wimar Witoelar pun mem-posting gambar yang menghina ormas Islam (baca ini).

Kata-kata bisa setajam pedang, jika dulu lidah yang tidak bertulang, maka sekarang jari-jemari yang begitu lentur mengetikkan kata-kata atau mengunggah gambar yang menyakitkan sekelompok orang. Jarimu adalah harimaumu, itulah kata-kata yang pas untuk menggambarkan perilaku penduduk maya yang tidak mikir panjang sebelum mem-posting status di jejaring sosial.

Anda boleh marah, anda boleh kesal, anda boleh tidak suka kepada seseorang, kepada sekelompk orang, kepada suatu agama, kepada suatu suku bangsa, dan sebagainya, tetapi jangan anda ungkapkan kekesalan itu melalui tulisan di media sosial. Efeknya luar biasa dan tidak pernah terpikirkan oleh anda, jangan-jangan nyawa anda bisa melayang. Tidak semua orang mengerti dan memahami konteks anda menulis posting tersebut, tidak semua orang mengerti anda sedang bercanda. Mungkin anda bilang sekedar iseng, tetapi dengan penyebaran yang begitu cepat di dunia maya, siapa orang yang bisa paham dengan candaan anda?

Sekarang Florence ditahan di penjara oleh kepolisian Yogya karena perbuatannya dilaporkan oleh sebuah LSM di sana. Sanksi dari UGM pun menunggunya. Menurut saya penahanan Florence nya ini jelas berlebihan. Pada kasus serupa, orang yang mem-posting lebih sadis dan lebih jahat daripada Florence tidak ditahan. Wimar Witoelar salah satunya.

Dipublikasi di Indonesiaku | 1 Komentar