Informatika Tidak Perlu Teknik Lagi

Tulis “Program Studi Informatika” saja, tidak perlu memakai kata “Teknik” lagi di depan “Informatika”. Demikian menurut saya nama yang tepat untuk jurusan atau program studi yang selama ini sering ditulis sebagai “Teknik Informatika” di berbagai perguruan tinggi termasuk di ITB. Kalau Elektro wajarlah menambahkan kata “Teknik” di depannya karena prodi ini seratus persen rekayasa (engineering) di bidang elektrik. Tetapi untuk informatika, tunggu dulu.

Kata “Teknik” dihilangkan dari nama Informatika karena Informatika sendiri tidak seratus persen bidang rekayasa. Menurut definisi yang dipakai oleh pendiri jurusan Informatika, Informatika adalah kumpulan disiplin sains dan rekayasa yang mempelajari pengolahan fakta berlambang (data) menjadi informasi dengan menggunakan alat-alat otomatika (komputer). Dari dulu sebenarnya sudah jelas bahwa Informatika tidak murni teknik tetapi ada kontribusi sains di dalamnya (terutama sekali matematika). Jadi, nama yang tepat ya Informatika saja. Kasus ini mirip dengan penamaan jurusan Arsitektur, bukan Teknik Arsitektur, karena bidang arsitektur juga memasukkan aspek seni. Tidak heran kalau program TPB  (Tingkat Pertama Bersama) di Arsitektur ITB tidak mengacu pada TPB prodi eksakta pada umumnya, mereka mengikuti TPB prodi Senirupa.

Karena ITB menjadi trendsetter perguraun tinggi di Indonesia, maka nama Teknik Informatika yang diawal dipakai di ITB juga diikuti PTN dan PTS lain dengan membuka jurusan yang diberi nama Teknik Informatika. Dengan adanya informasi ini, maka sebaiknya PT-PT tersebut menghilangkan penggunaan kata “Teknik” di depan nama “Informatika” supaya tidak salah kaprah.

Sering kali orang bertanya apa perbedaan antara Informatika dan Ilmu Komputer. Saya sering menjawab begini: saat ini kedua prodi tersebut kurang lebih sama saja isinya, hanya beda referensi. Di Amerika tidak dikenal nama Informatika, tetapi computer science. Sedangkan di Eropa, khususnya Jerman dan Perancis nama informatika yang dipakai (La Informatique). Pendiri Informatika dan generasi awal dosen-dosen Informatika ITB mengenyam pendikan pasca sarjana di Perancis (karena ada kerjasama dengan Universitas di Perancis), sehingga wajar nama jurusan baru waktu itu adalah Informatika. Sedangkan di Universitas Indonesia, generasi awal dosen-dosennya disekolahkan ke Amrik sana, pulang-pulang ke Indonesia mereka memberi nama jurusan baru di UI dengan nama Ilmu Komputer sesuai dengan istilah computer science di sana.  Kurikulum kedua jurusan yang berbeda nama tetapi kalau dilihat isinya nyaris sama.  Tidak ada perbedaan signifikan antara Ilmu Komputer di UI dengan Informatika di ITB.

Menarik melihat kurikulum Ilmu Komputer UI. Pada tahun-tahun awal berdirinya, kurikulum Ilmu Komputer UI banyak sekali buatan matematikanya.  Kuliah yang khas matematiknya sangat banyak. Ini wajar karena jurusan ini dulu berada di FMIPA, selain itu pendekatan computer science di Amrik kental dengan matematika. Tetapi, makin lama kurikulum Ilmu Komputer di UI sudah banyak pula memasukkan aspek rekayasa seperti software engineering, akhirnya nyaris tidak ada bedanya lagi dengan Informatika di ITB.

Meskipun Eropa kiblat pendidikan Informatika ITB dahulu, tetapi saat ini sulit dibantah jika bidang ilmu ini lebih banyak mengacu pada perkembangan computer science di Amerika. ACM (Association of Computing Machinary), sebuah komunitas ilmu komputer  di Amerika (www.acm.org) mengeluarkan panduan penyusunan kurikulum di bidang computing.  Bidang computing meliputi Computer Science, Software Engineering, Information System, dan Information Technology. Computer Scince di Amerika bukan seperti Ilmu Komputer di Indonesia; di Amerika bidang computer scince masih murni (memandang komputer sebagai sains) dan belum tersentuh aspek rekayasa.  Lalu dimana kedudukan Informatika? Dengan kata lain, Informatika dimasukkan ke kelompok mana dari keempat bidang computing tadi? Ternyata Informatika tidak berada di salah satu kelompok itu, tetapi Informatika merupakan gabungan antara Computer Scince dan Software Engineering dengan tidak meninggalkan muatan Information System dan Information Technology (tapi dalam porsi yang sedikit). Maka tidak heran kurikulum di Informatika ITB banyak memasukkan mata kuliah yang berkaitan dengan rekayasa perangkat lunak (RPL, PPL, MPPL, APBO) selain core ilmu komputer (algoritma, struktur data, otomata dan teori bahasa,  sistem operasi, intelijensia buatan, dsb).

Saya mendengar kabar kalau FMIPA ITB akan membentuk prodi baru bernama Ilmu Komputer. Jika prodi ini terwujud, maka yang terjadi nantinya adalah tumpang tindih dengan Informatika. Di tahun-tahun awal mungkin saja Ilmu Komputer yang akan mereka dirikan murni computer science seperti Amerika sana, tetapi siapa yang menjamin setelah waktu berjalan dan melihat kebutuhan pasar yang ada saat itu, maka kurikulum Ilmu Komputer yang tadinya murni akhirnya lambat laun sama saja dengan Informatika (seperti kisah kurikulum Ilmu Komputer UI yang saya ceritakan di atas). Jika ini terjadi, maka kembali terulang tumpang tindih prodi seperti yang ada Di FIKTM (Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral), dimana ada prodi Geofisika dan ada pula prodi Teknik Geofisika.

Mungkin prodi yang mendesak didirikan di ITB adalah Sistem Informasi, karena prospeknya bagus dan pasarnya ada. Aneh juga, sebab di PTS dan PTN sudah sudah lama berdiri jurusan Sistem Informasi, tetapi di ITB tidak ada. Jika usulan prodi baru dari STEI disetujui, maka di STEI ITB akan ada enam prodi baru selain dua yang telah ada (Informatika dan Teknik Elektro), yaitu Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Teknik Komputer, Telekomunikasi, Elektronika, dan Biomedika. Jika enam prodi baru ini terwujud, maka STEI ITB akan berada di baris terdepan pendidikan teknologi komunikasi dan informasi (atau ICTInformation and Communication Technology).

Pos ini dipublikasikan di Seputar Informatika. Tandai permalink.

26 Balasan ke Informatika Tidak Perlu Teknik Lagi

  1. Ridwan IF99 berkata:

    Hmmm…saya bingung kalau ada kemungkinan dibentuknya Ilmu Komputer dibawah FMIPA juga dengan adanya prodi Sistem Informasi dibawah STEI. Terus terang saja, selama saya kuliah di IF ITB, saya pikir gak perlu dibuat sebuah prodi baru dengan nama sistem informasi. So wie so (bagaimanapun juga), kuliah2 yang diberikan di informatik sudah lebih dari cukup untuk meng-cover hal2 yang dibutuhkan untuk membangun sebuah sistem informasi. Namun, jikalau ternyata sistem informasi udah menjadi sedemikian kompleks sehingga memang diperlukan suatu prodi baru, ya OK aja.

    Btw Pak Rin, ada kuliah tentang model checking gak di Informatik. Di jerman sedang mulai digalakkan loh. Yang maju ttg hal ini tuh di Belanda. Makanya banyak professor Belanda yang dipekerjakan di Universitas2 Jerman.

  2. Yudis berkata:

    Wah, saya baru sadar kalau Bapak nulis di blog juga, dan paling bikin salut tetep dengan gaya bahasa Indonesia yang konsisten.
    Tentang tulisan bapak, saya memang lihat kesimpang siuran dari konsep informatika di ITB. Tapi kalau saya berpikir mending kita adopsi aja konsep tersebut dan mengikuti arus utama.
    Saya takut dengan kebiasaan orang Indo, yang selalu mencoba menggabungkan agar lebih bagus (maksud hati). Tapi yang terjadi hal sebaliknya 😦

    Kalo dikatakan software engineering itu diluar bagian dari Computer Science, koq saya rasa tidak begitu disini. Contohnya, Prof. saya adalah “full prof” di Computer Science di University of Toronto, tetapi bidang expertasi dia adalah requirement engineering, dan tidak diragukan lagi kalo ini adalah bagian awal dari software engineering process.
    Mungkin alangkah lebih baiknya kalo kita lupakan saja pengkotak-kotakan itu, dan mengikuti yang sudah ada di ACM atau IEEE Computer Society, toh mereka kan yang memimpin arah dari perkembangan keilmuan ini.
    Yang penting kita sadar, dimana “keahlian” kita dan coba berkolaborasi dengan rekan-rekan sejawat untuk menghasilkan karya yang lebih baik dan memiliki kontribusi ke komunitas keilmuan.

    Pak, kemarin pas saya ada di Bandung saya mampir ke kantor bapak 3x tapi bapak sedang away (tidak ada di meja atau kantornya dikunci). Mohon maaf ya pak, jadi tidak bisa “sowan”

  3. Nanda Firdausi berkata:

    Pak Rin.. kalo di RWTH ada Informatika dan juga ada Teknik Informatika. Teknik Informatika lebih ke arah sinergi antara Informatika dan Teknik Elektro.

    Dan betul kata mas Yudis, di sini Sistem Informasi masuk di bawah Informatika juga. Bahkan sampai Human Computer Interaction juga bagian dari Informatika.

  4. Peb berkata:

    kalau hanya mengikuti (ACM), kapan kita akan ada di garis depan?

  5. rizki berkata:

    kalo jatah arsitektur itb lewaat spmb brp sih jatah kursinya?bls ke email dong

  6. SnediX berkata:

    bagaimana dengan teknik komputer??? apa perbedaannya?

  7. Syafrudin berkata:

    Ini dari orang bukan almamater IF-ITB ataupun Ilkom UI, cuma pernah dididik oleh dosen IF-ITB dan pernah ngoprek komputer di Salemba maupun Depok.
    – Koreksi sedikit, Ilmu Komputer UI tidak pernah di bawah FMIPA UI. Fakultas Ilmu Komputer UI didirikan tahun 1986 oleh Pusat Ilmu Komputer UI dengan nama Program Studi Ilmu Komputer UI, resmi menjadi Fakultas tahun 1993, sejak awal otonom, secara akademik langsung di bawah Rektor UI, secara keuangan di subsidi oleh Pusilkom UI, secara kepegawaian ada yang NIP-nya macam – macam, numpang di mana – mana (UPT Puskom, FMIPA, FT, FK). Malah pendiri Pusilkom UI (yang lalu melahirkan UPT Puskom dan Prosilkom) pada tahun 1972 adalah dosen FK. Awalnya dikirim ke US untuk belajar kedokteran, tapi kemudian minta ijin untuk pindah belajar komputer.
    – Menurut saya CS atau IF keduanya sinonim. Mengenai muatannya, menurut saya 50% Matematika, 30% Rekayasa, 15% Manajemen, 5% Seni. Salah kaprah di Indonesia, ada yang mengambil “gampangnya saja”, Untuk aspek teori Matematikanya disunat, Manajemennya diperbanyak. Dalam pengembangan P/L, Rekayasanya ketinggalan, “The Art of Programming” jadi alasan.
    – Setahu saya Matematika di CS UI sampai sekarang masih kental karena Matematika dianggap pondasi CS. Unsur – unsur lain baru dominan jika kita mengambil bidang minat selain Komputasi Ilmiah, seperti Bidang Minat Teknologi Perangkat Lunak, Sistem Informasi, atau Bidang Minat Arsitektur Komputer & Embedded Systems.

  8. Riwinoto(IF98) berkata:

    Gimana kabarnya pak rinaldi.Kalo menurut saya, sekarang berkembang lagi informatika yang bersentuhan dengan elektro dan mesin. Saya rasa kita perlu memikirkan kemungkinan pembentukan program studi I-Mekatronik. IT with mecanical Electronic. Tujuannya adalah menghasilkan lulusan yang mampu mendesain produk elektronik-mesin dengan kontrol program komputer. Bukankah produk-produk elektronik terbaru semakin computerized??
    Jika terealisasi wah Industri Indonesia semakin mantap pak…

  9. Artikel bagus..
    Numpang tanya, mas, bolehkah?

    Saya murid kelas XII yang mau coba masuk jurusan komputer, nah disini saya agak bingung mau ambilnya Ilmu Komputer atau Teknik Informatika. Kalau di universitas swasta semacam Binus kan namanya jelas, “Computer Science”. Tapi kalau di PTN… kurang jelas. Meskipun sudah dijelaskan di artikel ini sih.

    Kalau di Ilmu Komputer UI sendiri itu nanti kita belajar apa? Pemrograman software? Atau aplikasi web? Atau justru hardware?

    Terima kasih untuk jawabannya. 🙂

  10. rinaldimunir berkata:

    @Xaliber: Ilmu Komputer dan Informatika untuk kasus Indonesia: sama saja. Mau ngambil di UI atau di ITB, keduanya belajar yang nyaris mirip (meskipun tidak sama persis). saya tdiak tahu mengenai Ilmu Komputer di Binus.

  11. Hmm… boleh tahu perbedaannya, mas? 😛 Ndak belajar hardware-hardware to?

    Hehe, makasih lho, mas.

  12. Strife Leonhart berkata:

    Pertanyaan saya persis sama seperti Xaliber

    *masih ragu*

  13. Nico berkata:

    Halo pak..saya siswa sma..tp saya sangat tertarik dgn komputer..saya sudah memikirkan jurusan saat saya kuliah nanti..Tapi saya bingung..jika bapa ingin membantu saya tolong email saya ke nico_7830_xia2@yahoo.com
    saya merasa terhormat dan senang jika bapa ingin membantu saya..
    Thx
    nb:bagi kakak2 skalian yg ingin membantu saya,saya sangat senang sekali..

  14. Oz berkata:

    Saya mahasiswa Fasilkom UI, tidak sengaja google mengarahkan ke sini… Hanya ingin memberikan informasi bagi yang penasaran denga Fasilkom UI bisa melihat repositori silabus yang diajarkan di Fasilkom di http://www.cs.ui.ac.id/id/faq/silabus-kuliah-program-s1/. Kalau saya pribadi, saya setuju sekali dengan pendapat bapak mengenai penghilangan kata teknik pada informatika. Menurut cerita dosen saya seharusnya ilmu komputer dan informatika menjadi core dari bidang-bidang TI lain seperti SI, Teknik komputer (Sistem Komputer), Software Engineering, dan Teknologi Informasi dan berkutat pada sains komputer itu sendiri mengembangkan riset-riset unggulan dan menjadi pondasi untuk memecahkan masalah-masalah teknologi. Ada gosip kalau dikurikulum yang akan datang di UI (fasilkom) akan buka jurusan software engineering….

  15. die Informatik dalam bahasa jerman bisa berarti informatics ataupun computer science (menurut LEO wotterbuch). Di universitas tempat saya belajar terdapat dua fakultas yg ada hubungan dengan informatik dan informationtechnik.
    1. Fakultaet fuer Informatik
    http://www.informatik.uni-karlsruhe.de/
    2. Fakultaet fur elektrotechnik und informationtechnik
    http://www.etit.uni-karlsruhe.de/14.php?PHPSESSID=009a8693144746923869222fdd406fd8

    Kedua fakultas tersebut mempunyai banyak sekali institut dibawahnya yang masing-masing mempunyai kekhasan tersendiri.

    Bidang elektro dan informatika memang sangat luas sehingga banyak sekali yg bisa dipelajari dan diteliti. Bahkan bidang gelombang mikro yg di indonesia hanya sebuah mata kuliah, di tempat saya melakukan riset adalah sebuah institut yang mempekerjakan puluhan doktor untuk riset.

  16. anderi berkata:

    hapus saja ni tulisan,., kaya nya simpang siur…… please

  17. budi berkata:

    kalau menurut kalian lebih bagus kuliah ilmu komputer ui atau it itb dari segi kualitas?

  18. asep setiawan berkata:

    budi @; bagus itb dong , g ja pingen banget bisa kul di itb.ox

  19. zhia berkata:

    mas komentar garpisa wahyudi hapus aja mas… thanks

  20. lulu berkata:

    saya siswa SMA, sya ingin sekali melanjutkan sekolah di ITB pa lagi informatika
    saya mw tanya, masuk ITB Informatka susah banget ya, soalnya denger denger grade STEI paling tinggi, ttrus peminatnya orang2 olimpiade??
    bener ya..
    tolong bls pleas..

    • rinaldimunir berkata:

      Memang STEI itu grade nya paling tinggi se Indonesia. Tahun lalu yang masuk STEI itu yang skor nilai SNMPTN nya >= 90 skala 100.
      Kalau masuk Informatika nggak susah amat, yang penting rajin belajar di tahun pertama (TPB).
      Yang masuk Informatika tidak seluruhnya anak olimpiade, banyak yang biasa2 saja yang bukan anak olimpiade.

  21. wahyudi berkata:

    ass.ww. pak saya minta tolong boleh ga..
    komentar yang atas nama garpisa wahyudi boleh dihapus ga?
    soalnya blog saya dengan nama tersebut masih ke track, tapi blog nya ga bisa diakses.

  22. Ping balik: Terjemahan Nama Program Studi Informatika Menurut ABET | Catatanku

  23. Ping balik: Hello, World!, | jsavy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.