Akhirnya Ada Juga ATM Rp20.000

Sewaktu menggambil uang di ATM BNI di dalam kampus (GKU Timur) kemaren, saya sedikit kaget ketika mengetahui ATM yang biasanya hanya mengeluarkan uang pecahan Rp50.000, tadi siang telah berganti dengan pecahan Rp20.000, sementara ATM di sebelah kanannya masih tetap Rp100.000.
ATM BNI Rp20.000

Coba cari di kota Bandung, masih adakah ATM yang mengeluarkan uang pecahan kecil? Saya belum menemukan kecuali ATM di dalam kampus ini. Perubahan dari ATM 50.000 menjadi ATM 20.000 merupakan respon Bank BNI tehadap keluhan mahasiswa ITB yang kesulitan mendapatkan uang pecahan kecil di ATM. Kan tidak semua mahasiswa ITB dari kalangan orang mampu, masih cukup banyak yang uangnya pas-pasan. Mahasiswa yang uang tabungannya di BNI sangat terbatas tentu harus hemat mengambil uang untuk keperluan sehari-hari. Mengambil uang dalam pecahan yang besar tentu akan cepat menghabiskan simpanan. Sementara kalau mengambil uang melalui teller pasti kena denda jika uang yang diambil hanya sedikit (kalau nggak salah pengambilan di teller hanya untuk uang senilai di atas 4 juta rupiah).

Begitulah bank, mereka membuat aturan yang banyak merugikan nasabah. Uang administrasi yang besar setiap bulan membuat tabungan terus berkurang. Mengambil uang di teller hanya boleh untuk jumlah uang yang besar, kalau lebih kecil dari jumlah yang ditentukan, kita disuruh ambil di ATM saja. Belum lagi pelayanan teller yang sering terlihat tidak ramah.

ITB menjalin kerjasama dengan Bank BNI untuk pembayaran SPP mahasiswa dan transfer gaji dosen dan karyawan ITB. Setiap mahasiswa harus mempunyai rekening tabungan di Bank BNI. Dulu kartu mahasiswa (KTM) berfungsi sebagai ATM, entah kalau sekarang masih. Khusus untuk pembayaran gaji dosen dan karyawan, kita tidak diberikan pilihan bank yang lain kecuali bank BNI. Masalahnya, saya dan (mungkin) teman-teman yang lain, sudah mantap berhijrah dari bank konvensional (yang memakai asas riba) ke bank syariah (yang tidak riba). Saya sudah lama membuka rekening tabungan di Bank Muamalat dan Bank Syariah Mandiri. Namun karena gaji, honor, dan lain-lain harus ditransfer melalui bank BNI, maka mau tidak mau saya harus mempunyai tabungan di Bank BNI. Jadilah rekening tabungan di BNI saya anggap sebagai tempat perantara saja. Setiap kali ada uang masuk ke dalamnya, saya ambil semua untuk digunakan atau dipindahkan ke tabungan syariah.

Menabung di bank syariah, meskipun porsi bagi hasilnya saat ini masih dibawah bunga tabungan di bank konvensional, lebih menenteramkan hati karena terbebas dari riba yang diharamkan oleh agama. Tak pa-palah nilai bagi hasilnya kecil, tapi aman duniawi dan ukhrawi.

Pos ini dipublikasikan di Seputar ITB. Tandai permalink.

13 Balasan ke Akhirnya Ada Juga ATM Rp20.000

  1. Hmmm, inti permasalahannya beda sekali dengan judul yang bapak berikan. Termasuk penutupnya

    Menabung di bank syariah, meskipun porsi bagi hasilnya saat ini masih dibawah bunga tabungan di bank konvensional, lebih menenteramkan hati karena terbebas dari riba yang diharamkan oleh agama

  2. rinaldimunir berkata:

    @zakka: sengaja begitu judulnya, dalam bahasa komunikasi disebut “eye catching”.

  3. rsauqi berkata:

    Kalo saya sudah lama cerai dgn bank konvensional. pakai bank muamalat juga, tapi tetap aja masih bank, lembaga yg basisnya riba (riba g cuman bunga lho pak). Bank syariah hanya merobohkan 1 dari tiga pilar setan penghancur ekonomi yaitu suku bunga. 2 pilar yg lain yaitu uang kertas/hampa dan kredit penciptaan uang oleh bank belum dibasmi sehingga perekonomian kita masih terseok-seok dan penuh dgn riba.
    Ayo pak kita jauhi riba ini sama seperti sikap kita kalau menjauhi khamr, narkoba,zina, dan judi.

  4. rsauqi berkata:

    Kalo saya sudah lama cerai dgn bank konvensional. pakai bank muamalat juga, tapi tetap aja masih bank, lembaga yg basisnya riba (riba g cuman bunga lho pak). Bank syariah hanya merobohkan 1 dari tiga pilar setan penghancur ekonomi yaitu suku bunga. 2 pilar yg lain yaitu uang kertas/hampa dan kredit penciptaan uang oleh bank belum dibasmi sehingga perekonomian kita masih terseok-seok dan penuh dgn riba.
    Ayo pak kita jauhi riba ini sama. seperti sikap kita kalau menjauhi khamr, narkoba,zina, dan judi.

  5. wijoyo berkata:

    Penggunaan mata uang pecahan besar dilakukan untuk mengurangi jumlah “hit” atas ATM, sehingga biaya operasional lebih murah (kan diperlukan juga dalam biaya perawatan atm, biaya pengisian uang, dan biaya-biaya yang lain).
    Selain itu, sebagian orang juga suka dengan mata uang pecahan besar. Walaupun saya sendiri lebih suka pecahan Rp. 20.000 karena ngambilnya bisa sedikit-sedikit jadi bisa mengontrol hasrat untuk jajan.
    Lebih tepatnya, bank perlu mensurvey pengguna atm di suatu lokasi dan mengetahui kebutuhan mereka sehingga pecahan yang dikeluarkan bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

  6. agus hilman berkata:

    ada ko pa selain di itebe, di unikom juga ada atm bni 20rb-an.
    terakhir kali padahal di gerbang depan 20rb-an,sayang…

  7. Ali Akbar berkata:

    Menambahkan: selain di unikom, di dekat unpad juga ada atm bni 20rb-an.

  8. rinaldimunir berkata:

    @agus dan @ali: berarti ATM dengan pecahan kecil memang pas ditaruh di kampus-kampus ya. Kalau ATM dengan pecahan 10.000 apakah ada ya?

  9. catra berkata:

    pernah saya mengambil uang di atm BNI gku timur, yang waktu itu masih pecahan 50 ribu, banyak sekali terdapat coretan-coretan yang meminta diadakan untuk pecahan 20ribu, coretan2 itu ada yang kasar juga.
    akhirnya di dengar juga oleh BNI.

  10. finyai berkata:

    dulu waktu saya pertama kali kuliah kalo ga salah ada kok,pak. di gku baru. kan atm nya ada dua. satu pecahan 20ribu, satu lagi pecahan 50rb. tapi ga lama kemudian diganti jadi 50rban smua.

  11. f berkata:

    buat info …di jakarta cuma tinggal satu ATM BNI pecahan 20an. di BNI kantor besar jalan Sudirman.

  12. Arief berkata:

    Di BNI cabang Gambir Jl. Kebon Sirih juga ada ATM Rp 20.000. Kalau soal syariah, cabang BNI konvensional juga menerima pembukaan rekening cabang syariah. Saya buka rekening BNI Syariah Prima via BNI cabang Gambir.

  13. Sandi Mohammad Solihin berkata:

    saya sangat setuju jika penarikan ATM di kampus kampus ada yang pecahan 20.000 nya. saya sangat merasakan kehilangan atm 20.000 di gku timur diganti dengan pecahan 50.000..
    Tidak semua mahasiswa berasal dari kalangan menengah ke atas. Semoga Bank BNI mengembalikan ATM Mahasiswa. Bank seharusnya membantu secara tidak langsung kehidupan Mahasiswa, jangan hanya bersifat komersial saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s