Perilaku Buruk Anggota DPR (Suka Main Perempuan)

Al Amin Al Amin Nur Nasution namanya. Dia suami dari penyanyi dangdut, Kristina. Anggota DPR Komisi IV ini memang bejat moralnya. Kata “Al Amin” di depan namanya tidak mencerminkan kelakuannya yang bisa dipercaya. Dalam pengadilan Tipikor Senin (7/7) kemaren, terungkap bahwa kasus Al Amin tidak hanya perkara uang suap guna memuluskan pengalihan fungsi hutan alam di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, tetapi juga menyangkut soal main perempuan. Rekaman pembicaraan telepon antara Sekretaris Daerah Bintan Azirwan dan anggota Komisi IV DPR Al Amin Nur Nasution yang diputar di Pengadilan Tipikor mengungkapkan hal itu. Begini rekamannnya (Sumber: Suara Pembaruan):

Amin: Di mana, bos?
Azirwan: Di Ritz Carlton.
Amin: Namanya?
Azirwan: Mystere, tempatnya turun lift satu.
Amin: Jam berapa?
Azirwan: Jam 10-lah (22.00 WIB). Bos mau dicariin satu gitu. Tapi aku tak janji. Kalau diupayakan nanti, selera bos payah pula.
Amin: Ya, carikanlah. Yang kira-kira udah lama aku kenal bos ini paham kan kira-kira.
Azirwan: Yang kayak tadi malam kan bagus juga yang baju putih itu.
Amin: Tak bagus.
Azirwan: Udah dipake ya?

Apa yang anda bayangkan dengan kata “Tak bagus” dan “Udah dipake?”. Entah bagaimana perasaan penyanyi Kristina yang telah dikhianati oleh suaminya itu (baca juga tanggapan Kristina terhadap suaminya itu).

Perangai Al Amin ini hanyalah puncak gunung es saja, sementara anggota DPR lain yang mempunyai perilaku serupa (suka main perempuan) mungkin masih banyak. Dari rekaman pembicaraan lainnya terungkap betapa perempuan sering diumpankan kepada anggota DPR sebagai bentuk layanan pejabat daerah kepada para wakil rakyat yang terhormat itu. Di bawah ini dialognya:

Al Amin: Assalamu alaikum Pak, besok kan kita mau ke Bintan. Minta peta dan kamar hotel, sudah belum?
Azirwan: Sudah, sudah disiapkan.
Al Amin: Di mana nanti menginap bang?
Azirwan: Di Bintan, terserah mau di mana?
Amin: Enggak yang di Tanjung Pinangnya?
Azirwan: Kalau tempat itu kan jauh, dua jam atau apa kita langsung ke situ? Satu malam di situ, lalu kita langsung ke Batam. Hotel dan perempuan di Bintan, khususnya di hotel terkenal, yaitu Hotel Bintang Permata di Tanjung Pinang tidak se-fresh di Jakarta.

Amin: Saya membawa 25 orang DPR, termasuk staf.
Azirwan: Sudah disiapkan.
Amin: Abang mau kasih berapa satu orang (DPR).
Azirwan: Sudah ada, saya siapkan dalam dolar.
Amin: Jangan bang, dalam bentuk rupiah saja. Nanti enggak enak sama yang lain.

Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

12 Balasan ke Perilaku Buruk Anggota DPR (Suka Main Perempuan)

  1. Petra Barus berkata:

    wah itu sudah termasuk parah

  2. anggriawan berkata:

    sepertinya hal ini sudah menjadi tren di kalangan pejabat,pak..
    main perempuan, bahkan punya 1-2 istri simpanan..
    akh, abdi rakyat kok ky gtu.. huh.. ;|

    [oot] kalau kata orang jawa, berhati-hatilah terhadap 3 hal: harta, wanita, tahta.. XD

  3. arifromdhoni berkata:

    Lebih baik poligami yang halal daripada berzina. Na’udzu billaahi min dzaalik. Semoga negeri ini dihindarkan dari bencana.

    Btw, ngobrolnya tetep pakai “salam” ya?

  4. ivan berkata:

    waktu dl saya disuruh dengerin rekamannya sama salah satu anggota kpk… berita ini belum muncul pak, saya juga geli dengernya… Apa kurangnya si Christina?

  5. dion berkata:

    @ivan kurang goyang-nya … Hahaha

  6. AA Arman berkata:

    Ketika hal-hal seperti itu makin sering kita dengar. Ketika makin sering kasus-kasus kebobrokan di negeri ini tidak bisa diselesaikan dengan tuntas. Ketika kita tidak tahu apalagi yang harus kita lakukan untuk berkontribusi memperbaiki negeri ini, maka menjadi orang “apatis dan egois” lah pilihan yang banyak dilakukan orang. Dont care dengan keadaan karena tidak tahu bagaimana cara memperbaikinya, mendingan mikirin diri sendiri.

    Apa jadinya negeri ini 10 tahun lagi jika semakin banyak orang yang akhirnya mengambil sikap seperti ini?

    Perilaku ini akan terus menular dari generasi ke generasi! Negeri ini perlu dipaksa untuk alih generasi!

  7. arifrahmanlubis berkata:

    pak, saya mencoba memandangnya dari sisi ini.

    http://arifrahmanlubis.wordpress.com/2008/07/09/rekaman

    kita khawatir pada kita, bukan para tersangka itu.

  8. aRuL berkata:

    gimana screening anggota DPR juga ngatur tentang ini 😀

  9. Arif Rahmat berkata:

    Kalau bawa istri saat dinas ke luar kota atau ke luar negeri, lalu biayanya ditanggung negara, nanti dituduh korupsi…..

    Jangan-jangan, perilaku anggota DPR itu muncul sebagai akumulasi dari godaan nafsu serta akibat ulah istrinya di rumah yang sedang tidak mau diganggu.

    Pelajarannya adalah:
    1. Mari menjaga diri dan keluarga dari hal-hal seperti ini.
    2. Semua bisa terjerumus. Kemampuan diri kita dalam membendung godaan syaitan dari perbuatan hina tidak ada hubungannya dengan tingkat intelektualitas, ketenaran, kedudukan, kekayaan, kehormatan maupun pengalaman. Selain itu, makin tinggi keimanan seseorang, makin tinggi pula tingkat godaan maupun ujian yang akan diterimanya.
    3. Pandai-pandailah memilih lingkungan, mari bergaul dengan orang-orang yang senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhannya, bukan orang-orang yang hanya mengajak kita bersenang-senang di dunia tapi malah repot di akhirat.

  10. Julian berkata:

    Hmm…Yang saya pikirkan, kalau hal ini sudah jadi semacam tradisi di institusi terhormat seperti itu, berarti yang harus diubah bukan orang per orang. Setuju sama Pak Arry, yang kalo memperbaiki mereka pasti sulit, lebih baik memperbaiki generasi muda yang akan menggantikan mereka

  11. segojemek berkata:

    Nafsu kenikmatan mengalahkan iman dan pikiran bagi manusia yang ingat akan jati dirinya sebagai manusia insya Allah tidak melakukan perbuatan mungkar Seperti tingkah mereka yang mengaku sebagai wakil rakyat padahal mereka tidak mampu menjadi wakil dirinya sendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.