Ada Kelompok Mahasiswa Gay di ITB?

Sejak ramainya berita horor pembunuhan berantai oleh Ryan di Jombang dan Jakarta, di milis dosen ITB juga ramai posting tentang gay. Ada yang menginformasikan bahwa di ITB sudah terbentuk kelompok mahasiswa homoseksual (gay dan lesbian). Kelompok ini memang belum terang-terangan memproklamirkan identitasnya, tetapi saya yakin cepat atau lambat mereka akan mulai berani menunjukkan eksistensinya. Kabarnya mereka mempunyai jadwal kumpul-kumpul dan acara bersama, tapi entah di mana tempatnya saya juga tidak tahu.

Kalau kelompok ini memang terbentuk, saya termasuk orang yang paling tidak setuju. Buat apa. Menyalahi kodrat. Norma di dalam masyarakat kita tidak (atau belum) bisa menerima kelompok ini. Homoseksual bukanlah penyakit, tetapi kelainan perilaku yang disebabkan oleh salah pergaulan. Menurut yang saya baca, hanya sedikit dari pelaku seks menyimpang ini yang secara genetis membawa kelainan orientasi seksual sejak lahir. Sebagian besar homoseksual disebabkan oleh pengaruh lingkungan, misalnya diajak oleh teman gay, coba-coba akhirnya ketagihan (seperti narkoba saja). Pada sebagian kecil kasus ada laki-laki yang menjadi gay karena pernah disodomi kala anak-anak/remaja oleh laki-laki dewasa. Kelompok homoseksual saat ini tampaknya bertambah banyak saja dan malah perilaku homoseksual dipandang sebagai sebuah gaya hidup. Na’udzubillahi min zalik. Dunia memang sudah edan.

Kalau saya baca-baca di media online tentang perilaku mereka membuat saya jadi merinding. Mereka punya pacar atau pasangan dari jenisnya sendiri. Terhadap pasangannya itu mereka begitu posesif (tidak ingin kehilangan dan merasa memiliki yang berlebihan. Cinta adalah untuk memiliki, begitu katanya). Tetapi yang membuat saya bergidik adalah perilaku seksual mereka. Mereka seolah-olah merasa tidak berdosa melakukan hubungan seksual sodomi dengan pasangannya itu. Perilaku umat Nabi Luth mereka praktekkan tanpa peduli bahwa Allah SWT melaknati perilaku menyimpang ini.

Sekarang ini kaum homoseksual semakin berani menunjukkan identitas dirinya di tengah masyarakat. Media juga memberi tempat kepada mereka, terutama televisi. Kaum homoseksual ini ingin diperlakukan sama seperti kaum heteroseksual, bahkan mereka mulai menuntut yang aneh-aneh, seperti pengesahan perkawinan sesama jenis. Eh, jangan-jangan nanti mereka menuntut pula ada WC khusus untuk gay dan lesbian ya?

Karena perilaku homoseksual bukan penyakit, tetapi karena pengaruh lingkungan, maka mereka sebenarnya bisa “disembuhkan” menjadi “manusia normal” kembali. Pertama-tama, kaum gay/lesbian harus menyadari bahwa perilaku seksual meraka adalah dosa besar. Itu kalau mereka masih mengaku mempunyai iman. Kedua, mereka harus menjauhi lingkungan yang membuat mereka menjadi gay/lesbian. Jangan dekat-dekat lagi dengan orang atau teman yang mempunyai perilaku orientasi seks menyimpang ini. Ketiga, sibukkan diri dengan banyak aktivitas sehingga jauh dari pikiran-pikiran tentang perilaku seksual menyimpang.

Kalau cara di atas tidak berhasil bagaimana? Silakan menjadi gay/lesbian tetapi jangan turuti hawa nafsu untuk melakukan praktek yang dilarang agama (sodomi, berciuman sesama jenis, punya pasangan sesama jenis, dll). Istilahnya, jadilah gay/lesbian untuk diri sendiri, jangan berzina. Kaum homoseksual yang tidak bisa “disembuhkan” ini tetap punya hak untuk hidup asalkan tidak berperilaku aneh-aneh dan neko-neko.

Kembali ke topik awal di atas. Jika ada mahasiswa saya yang merasa dirinya gay atau lesbian, tahanlah perilakumu dan berusahalah untuk keluar dari perilaku yang menyimpang ini.

Pos ini dipublikasikan di Seputar ITB. Tandai permalink.

79 Balasan ke Ada Kelompok Mahasiswa Gay di ITB?

  1. adywicaksono berkata:

    Sudah dengar lama Pak, tapi gak coba cari tau… takut disodomi rame2… hiiiii

  2. Kayanya emang ada kok pak…

    Tulisan tentang mahasiswa gay juga pernah dibahas di majalah ITB (boulevard), beberapa bulan yang lalu sepertinya

  3. imoe berkata:

    hahahaha dimana-mana ada kaum gay…jadi jangan aneh lahhhh itu kan hak mereka…jangan di ganggu, ntar marah lho mereka…biarin aja….asal mereka juga gak ganggu yang lain….

  4. Rindu berkata:

    Yang saya denger “Joke” ini memang sudah lama ada di ITB, tapi it’s just a joke gak pernah ada sebenarnya … gak tahu deh sekarang 🙂

  5. Jiwa Musik berkata:

    waah… nampak2nya pemilik blog ini punya pengalaman menyembuhkan perilaku homoseksual

  6. Catra berkata:

    Homoseksual penyebabnya ada beberapa hal, dari Gen, dari lingkungan, maupun gaya hidup, persentasenya yang terbesar (kalau ga salah) adalah dari gen, semenjak mereka kecil,
    jadi siapa yang disalahkan pak? Apakah ada maksud lain dari yang maha kuasa untuk menciptakan manusia yang mempunyai orientasi seksual seperti ini?

  7. Mungkin bisa dikonfirmasi kepada pihak WRM, karena saya pernah mendengar bahwa kelompok itu memang ada dan pernah menghadap WRM ITB untuk mendapatkan legalitas – kurang mengerti juga maksudnya legalitas disini, jangan-jangan ingin membuat semacam UKM? ah, semoga tidak, hehe..

  8. Yunita berkata:

    Saya pribadi tdk menghindar dr para homoseksual tsb.
    Kebetulan py byk kenalan yg gay, ada sih yg pingin sembuh. Berdasarkan pengamatan selama ini, homoseksual sama aja dng pemakai narkoba. Diajak/terjebak/sukarela mencoba, dan proses penyembuhannya g jauh berbeda. Harus dicabut paksa dr lingkungan beracun tsb, dan bimbingan dr org2 terdekat utk memahami perilaku yg sebelumnya, akan menyembuhkan mereka kok.Jangan dihakimi mereka salah, tp tidak diberikan solusinya. Mereka pingin sembuh kok, tp apa lingkungan akan menerima ex-homoseksual dng sukarela?

  9. rinaldimunir berkata:

    @Jiwa Musik: belum, belum punya pengalaman. Ini hanya hasil analisis saya saja dengan pendekatan agama dan logika. Kalau ada mahasiswa saya yang punya orientasi seksual seperti itu, saya berswdia menjadi tempat curhat dan membantu “penyembuhannya”.

    @Catra: dapat info dari mana tuh? Homoseksual karena faktor genetik sangat sedikit, sebagian besar karean pengaruh lingkungan. Gak tahu deh jika dalam kasus ini faktor lingkungan bisa mempengaruhi gen yang tadinya normal menjadi eror.

  10. Dy™ berkata:

    saya juga udah denger ini lama..
    di rileks sendiri udah lama diposting koq.. sampe katanya ada alumni itb (org terpandang ) yg ikut ngumpul2 gathering jg.. dan perasaan udah pernah diinterview deh.. ada di rileks kalo nggk salah postingannya hehe

    yang jelas aq nggk setuju whuehehe

  11. fitrasani berkata:

    dua tahun lalu waktu, Pak Djaji WRM pernah bilang bahwa beliau dihubungi via telp ato sms dari kelompok tersebut untuk meminta dosen menjadi pembina mereka…
    huff entah sudah sejauh mana niat mereka…
    dan entah apa tujuan mereka…

  12. realylife berkata:

    waduh nyang bener ini ???

  13. ketjaQ berkata:

    HOMO…?? KILL ‘EM ALL..!!

  14. sayapbarat berkata:

    Saya pikir ini adalah sebuah pilihan. saya pernah membantu teman saya membuat tesis tentang ini, dan jika dipaksakan untuk berubah maka yang ada adalah kekacauan mental mereka sendiri. Jika anda bertanya ke psikolog maka jawabannya adalah menerima dan menyadari diri mereka sendiri, sehingga mereka dapat memilih pilihannya dengan yakin dan tidak tertekan. Apapun pilihannya adalah terserah mereka.. Namun jika mengganggu maka itu menjadi permasalahan kita (hukum).

    Semoga kita dapat memandang ini sebagai sebuah perbedaan , bukan siapa yang benar dan salah.

  15. Neno berkata:

    wah jangan homophobia gitu pak. Maklum skr kasus lagi panas masalah Ryan. Jadi Phobia gitu ya…. Kalo di ITB ada homo ya wajar lah…wong homo itu ada di mana-mana, kalo gak salah di Universitas sekelas Stanford saja diem aja tuh. Ada di sana club gay dan lesbian. Kalo mencak-mencak malah di somasi pak. Dan saya kira itu pilihan hidup. COba deh bapak baca buku : Why men Don’t Listen and Women Can’t Read maps ( Allan + Barbara pease).Kadar homosexual terbesar justru karena bawaan di otak nya dan karena pergaulan itu cuman sekian persennya. Jadi kalo ada murid bapak yang homo jangan di marahi atau di dorong-dorong untuk jadi ‘normal’. perlu melihat kasus per kasus pak.
    Yang penting mungkin satu, tidak menularkan ke-gay an nya ke mahasiswa ITB yang laen.

  16. toto berkata:

    wow.. you should learn more about what is gay before you wrote those things..
    it’s a shame for a college professor like you (in a supposedly the number one university in indonesia) to wrote bigotry/condemnation words, without understanding the issue comprehensively..

    @ketjaQ.. it doesn’t have to be a homosexual to be a murderer.. (for example: you!)

  17. Neno berkata:

    Pak Rin..mending topik seperti ini tidak usah di posting lagi. Ini hal yang sensitif. Mohon di pertimbangkan kalo mau menyentuh wilayah seperti ini.

  18. Affan berkata:

    Menurut saya sih, terbukanya kasus pembunuhan ini ada hikmahnya, yang besar adalah masyarakat umum akhirnya menyadari bahwa tindakan homoseksual itu berbahaya, dan berusaha menjauhinya. Karena kita semua nggak sadar-sadar bahwa ia berbahaya, apalagi ada pihak2 yg sengaja membela orang2 tsb, kita mulai menganggap gay/lesbi itu biasa. Syukur alhamdulillah Allah SWT menyadarkan kita dengan berita ini.

    Pendapat saya sih, urusan gay/lesbi ini kayaknya ada “backing” nya deh, yg memanfaatkan media2 ataupun organisasi2 (baik dalam/luar negeri) utk mempromosikan gay/lesbian ini, gunanya untuk merusak masyarakat suatu negara. Kalau kaum muda sudah banyak buat dosa dan keturunannya rusak, negara tadi nggak akan bisa membangun, dan nggak akan mendapat rahmat dan keampunan Tuhan, jadinya negaranya hancur.

    Mohon maaf, sekian & terima kasih.

  19. rinaldimunir berkata:

    @Neno: tenang saja, kalau ada mhs saya yang homoseksual, saya gak akan memarahinya kok. Tapi, kalau mereka mau minta konsultasi saya akan membantunya. Tulisan ini adalah sebuah opini, jadi boleh setuju atau tidak setuju.

  20. sayapbarat berkata:

    Mas Affan.. Coba anda baca berita terlebih dajulu. Dalam kasus Ryan, dia membunuh bukan karena Homosexual, tetapi karena uang..

    Saya harap, anda teliti lebih lanjut. Kita mencari kebenaran bukan pembenaran. Terimakasih…

    Nuhun Pak Rin, malah diskusi di sini.. Anyway, saya mahasiswi bapak loh di IF.

  21. Vara Jambak berkata:

    saya kebetulan sudah lama meneliti soal homosexualitas dan pelecehan/kekerasan seksual terhadap anak-anak. Banyak kepentingan yang terkait dengan issu homosexualitas.

    Sekilas saja hasil penelitian saya:

    Budaya matriarchat (budaya tertua di dunia) yang ada terlebih dahulu dari budaya Matriarchat. Contoh yang masih dapat dilihat: Mosuo (budayana sama dengan Minangkabau)

    Homosexualitas mulai muncul bersamaan dengan budaya perang dan kelas tukang perang serta budaya patriarchat (yang berorientasi kepada perang) dengan agama-agama patriarchatnya

    homosexualitas terkait dengan budaya patriarchat dan kelas tukang perang/ksatria. Contoh:
    1. Yunani kuno
    2. Jepang (Budha): Kelas tukang perang Samurai
    3. Jawa (Hindu/BUdha) : kelas tukang perang Warok
    4. Islam: di Afghanistan dan lain-lain tempat perang “Islam”
    5. dll

    homosexualitas terkait dengan budaya patriarchat dan kelas penguasa agamanya

    1. Yunani Kuno: Plato, Soktrates dll. MEreka-mereka inilah
    2. Hindu: para brahmana (asketis tentang hubungan dengan perempuan tapi tidak dengan laki-laki terutama dengan laki-laki muda)
    3. Budha: para pendeta Budha (asketis tentang hubungan dengan perempuan tapi tidak dengan laki-laki terutama dengan laki-laki muda)
    4. Katolik: pendeta-pendeta katolik (asketis tentang hubungan dengan perempuan tapi tidak dengan laki-laki terutama dengan laki-laki muda)
    5. Hindu di Makassar: Bissu
    6. Kelompok pengajar Islam di surau Minangkabau setelah pemaksaan surau dan anak-anak laki-laki kecil Minangkabau menyusul penyerangan kaum padri. Banyak berita dari orang-orang Minang soal paedophile dan pederasty di surau setelah kaum padri menguasai Minangkabau
    7. Islam: di pesantren2 (Emha Ainun Najib pernah menulis soal ini) dilakukan oleh para guru terhadap murid-murdi pesantren
    8. dll

    homosexualitas terkait dengan budaya patrairchat dan kelas penguasanya (raja-raja)

    1. Banyak raja-raja Kristen/KAtolik di Barat yang merupakan homosexual pada abad pertengahan di mana hubungan laki-laki dan perempuan diharamkan
    2. ISlam: nbanyak pangeran-pangeran Arab yang homosexual di mana laki-laki dan perempuan diharamkan untuk berkasih-kasihan
    3. Islam: di negara-negara Arab homosexuliatas sudah mencapai taraf maju.

    bentuk daripada homosexualitas adalah paedophile (terhadap anak-anak kecil) dan pederasty (terhadap anak-anak laki-laki kecil menjelang remaja), contoh Afghanistan, Warok, pendeta-pendeta Budha dll.

    untuk warok: baca
    http://blog.imanbrotoseno.com/?p=262#more-262

    Soal propaganda:
    memang benar bahwa media berusaha menampilak homoseksualitas “yang ramah”, terutama media barat. Aspek paedophile/pederasty/perkosaan/kekerasan seksual daripada homosexualitas tidak dibahas. Pengagung-agungan homosxualitas sebagai kelompok yang mengenak seni/beradab/lebih baik daripada laki-laki normal yang jelas-jelas tidak benar.
    Propaganda lain: lewat film Hollywood seperti 300. Film 300 didasari dari komik kaum homosexual laki-laki di AS, yang mendasari ceritanya dari budaya homosexual dan kelas tukang perang di Sparta, dimana pada saat itu perempouan dianggap sebagai mahluk rendahan. Versi film sedikit di heteroseksualkan. Dll.

    Soal pembunuhan dan homoseksualitas tidak relevan. Memang benar bahwa para homoseksualitas menderita secara emosional

    Coba tanyakan kepada para laki-laki Minangkabau yang pernah tinggal di surau dan di pesantren atau laki-laki Jawa yang tinggal di pesantren. Bagaiman mereka diajarkan homoseksualitas oleh “guru agama” mereka selagi mereka masih kecil.

    Bagaimana dengan kasusu paedophile (pemerkosaan terhadap anak-anak kecil) oleh laki-laki homoseksual?

    Pengalaman saya pribadi:
    1. saya kenal dengan seorang homoseksual Minang (sudah kakek-kakek), seorang guru Fisika, yang sering melakukan pelecehan seksual ke murid-murid laki-lakinya, waktu itu saya masih SMP (12 tahun). Dia menerima perlakuan yang sama pada waktu dia kecil, di surau
    2. saya kenal dengan orang Minangakabau, yang menjadi homoseksual karena dia diperkosa oleh banyak laki-laki homoseksual pada waktu dia masih kecil di ruang ganti baju di kolam renang.
    3. saya kenal dengan laki-laki homoseksual, orang Makasar, yang menjadi homoseksual karena sering disuruh melakukan oral sex kepada pamannya.
    4. saya kenal dengan laki-laki yang menjadi homosexualitas, karena diajak berhubungan seks oleh seorang laki-laki pada saat di masih belia (pada saat dia masih perjaka/belum mengenal perempuan/padahal sudah punya pacar)
    5. dll

    Jadi semua aspek yang disebutkan diatas ada.

    Homosexualitas diawali dari budaya perang dan dari kelopmok tukang perang/penguasa agama/penguasa, dan didasari dari ajaran-ajaran yang memandang rendah perempuan. Contoh nyata: waro di Jawa harus memiliki kekasih laki-laki kecil/remaja karena kalau dengan perempuan kesaktiannya akan hilang. Kesaktian apa?

    Jadi budaya homosexual laki-laki dimulai dari budaya perang dan biasanya berbentuk paedophile/pederasty. Karena itulah tidak aneh kalau orang-orang homosexual mendasari pengesahan eksistensi mereka dari budaya-budaya perang/patriarchal seperti Samurai/Warok/Yunani kuno dll

    Kalau soal dosa, saya rasa tidak relevean. Itu doktrin agama yang bersikap mendua terhadap homosexula. DIstau pihak mengiakan di pihak lain menghujat. Di dalam semua agama-agama patriarchat ada “ayat-ayat” yang mengesahkan homoseksualitas dan ayat-ayat lainnya “mengharamkan”.

    homoseksualitas perempuan muncul kemudian, misalanya sebagai reaksi dari perlakuan menindas masyarakat patraicrahl terhadap para perempuannya (Yunani Kuno, Katolik/Krsiten dll)

    Inti budaya homosexula pada kaum laki-laki: paedohile/pederasty/budaya pemisahan laki-laki dnegan perempiuan ynag ekstrim (seperti di pesantren dan ARab saudi misalnya)/budaya pemujaan laki-laki yang ekstrim (perempuan mahluk rendah sedangkan laki-laki mahluk suci)/pelecehan di waktu kanak-kanak/perkosaan di waktu kanak-kanak/budaya masyarakat yang mengharamakn hubungan normal laki-laki dan perempuan/budaya yang mendorong homoseksualitas (seperti di Barat dan di negara-negara Arab)/budaya perang dan kelas tukang perang dll

    Soal apakah mereka bisa “pulih kembali”, saya rasa terlalu muluk. Setiap orang adalah hasil dari zamannya. Ketika seorang anak/remaja diajarkan/bersentuhan dengan homoseksualitas, Hal itu akan berbekas unutuk seumur hidup. Seorang yang pernah dilecehkan pada waktu kanak-kanak biasanya akan melakukan hal yang sama pada waktu mereka dewasa. Hal inilah yang harus kita cegah. YAng sudah terjadi tidak bsia di anulir. Tapi kita masih bisa melakukan sesuatu untuk mereka yang belum terkena. Lindungi anak-anak dan kaum remaja kita dari paedophile/pederasty/pelecehan/perkosaan/budaya yang mengharamkan dan menajiskan hubungan normal antara laki-laki dan perempuan/berikan pendidikan seks yang sehat/jaga mereka dari kemungkinan incest dari laki-laki dewasa (memang pelakunya hampir 100% laki-laki dewasa)/jangan masukkan mereka ke sekolah yang melakukan pemisahan jenis kelamin (pesantren atau sekolah katolik misalnya) dll

    soal bunuh-membunuh. saya rasa itu terlalu berlebihan. Mereka menjadi homoseksual tidak sepenuhnya salah mereka. Dari keterangan di atas terlihat pengaruh masyarakat/budaya/pengalaman kanak-kanak atau remaja yang menentukan pembentukan homoseksualitas pada diri seseorang.

    Saya juga tidak setuju dengan propaganda barat soal homoseksualitas. Tapi saya juga tidak setuju soal kekerasan terhadap kalangan homoseksual dan juga tidak setuju dengan kekerasan yang dilakukan oleh kalangan homoseksualitas karena ke-homoseksualitas-annya.

    Di Minangkabau, sebagai masyarakat Matrairchat, tidak pernah mengenal lembaga ke-homoseksualitas-an seperti di Jawa (warok). Akan tetapi lewat para surau dan para tukang perang dari “kelompok padri”, budaya paedophile/pederasty itu masuk dan masih bertahan. sampai sekarang.

    masih banyak riset yang harus dilakukan soal surau dan homoseksualitas di Minangkabau 🙂

    lebih lanjut soal patriarchat:

    http://moendg07.wordpress.com/2008/06/24/ciri-ciri-masyarakat-patriarchal/

    salam,

  22. Vara Jambak berkata:

    maaf ada yang keluapaan ditulis di atas

    Budaya matriarchat (budaya tertua di dunia) yang ada terlebih dahulu dari budaya Matriarchat. Contoh yang masih dapat dilihat: Mosuo (budayana sama dengan Minangkabau), tidak mengeanl budaya homoseksualitas, samapi sekarang. Mereka tidak pernah mngenal apa itu homoseksualitas, karena hubunga laki-laki dan peremouan bukan barang tabu/haram/dilarang.

  23. adhi berkata:

    Saya setuju kalau semua homosexual dibantai saja.

  24. adhi berkata:

    Saya setuju kalau semua homosexual dibantai saja. Daripada menyebarkan penyakit. Aids kan juga asalnya dari Homosex.

  25. Vara berkata:

    @adhi

    ah janganlah bantai-membantai itu. Kalau anda membantai, perbuatan itu akan membekas di diri anda. Jadinya anda akan menjadi “orang jahat”
    lebih baik dipakai energi anda untuk melindungi anak-anak dan hal-hal positiv lain yang saya sebutkan di atas….
    Indonesia rentan terhadap homoseksualitas lewat banyak pengaruh-pengaruh dari budaya patriarhcat seluruh dunia.
    bantu keluarga/saudara/teman-teman anda untuk melindungi anak-anak/remaja dari kemungkinan pelecehan seksual. Indonesia rentan sekali dengan hal ini. Energi anda bisa bermanfaat jadinya.

  26. Catra berkata:

    to Vara,

    pembahasannya detail banget… di posting di blog nya aja biar informasi ini lebih tersebar

  27. adhi berkata:

    Vara, saya tertarik dengan essai anda mengenai Matriarki ini, menurut anda Eropa dan US itu patriarki atau matriarki?

    Saya tinggal di Eropa dan menurut saya Eropa itu matriarki lho karena posisi wanita jauh lebih kuat disini. Bagaimana menurut anda ?

  28. Vara berkata:

    @catra
    iya, rencananya memang mau saya posting. Tapi karena di blog ini sudah dibahas dan banyak yang baca. Makanya saya tulis di sini.
    @adhi
    jawabannya akan saya posting di blog saya dalam bentuk artikel
    saya memang belum menulis detailnya. masih dalam bentuk generalisasi, masayarakat Jawa, Minang, Barat. Dll. Detail menyusul
    kalau saya tulis di sini terlalu panjang

  29. master cherundolo berkata:

    Mengapa Amerika maju? Liberal2 gitu mereka kejam terhadap homok. Di tempat umum, homok biasa dibantai, digampar, etc.
    Mengapa Indonesia mundur? Ngakunya beragama, kok gay banyak yang dukung ya? (Ngeliat komen2 di atas)

  30. Robby Permata berkata:

    halah,

    lantas ntar bakal ada Unit Homo ITB???? aya aya wae… udah mau kiamat nih dunia…

    -Rp-

  31. ndrewh berkata:

    hooo,, kayanya hot postingannya… boleh pake gw-lo ya Pak? hehehe, maaf…

    Gw udah terbiasa di lingkungan orang2 yang homosexual, not that I’m gay… Apalagi one of my bestfriends is gay. Yah, kalo gw sih, jujur ga setuju ama homosexualitas,, gw bilang blak2an ke temen gw itu, tapi ya kalo dia curhat tentang cowo yang lagi dia suka, tetep gw dengerin dan kalo dia ada apa2, tetep gw perlakukan kaya sahabat biasa aja…

    Tentang orang2 yang gay itu,, hmmm, somehow gw ngerasa mereka itu lebih hmmm,, gimana ya… lebih respectful lah dibandingin ama yang hetero.. Soalnya yang hetero suka make fun of gays, tapi yang gay ga pernah make fun of the heteros. Ada sih, tapi ga separah yang hetero…

    Well, gw sih ada di daerah abu2. Gw ga suka, tapi ya sudahlah.. I’ve got no control over other people’s life,, and nobody’s got control over the way I’m thinking, rite?

    Satu pertanyaan saya itu.. Secara linguistik, gay itu artinya seneng… How come the slang term could mean homosexual??

  32. rinaldimunir berkata:

    @ndrewh: memang ini topik yang lagi hangat saat ini, baik di media massa maupun di internet (blog). Sikap saya jelas, tidak setuju dengan homoseksualitas (haram itu). Yang menggelisahkan, jumlah pria/wanita homoseksual bukannya berkurang, malah bertambah banyak saja. Mungkin ini pertanda dunia akan kiamat???

  33. mulyanto berkata:

    Dulu ada cowo ITB pdkt ke saya, dikiranya saya homo juga 😀 . Saya memang jomblo, jomblo berat tapi bukan homo/gay lah yauw. Sang homo tsb pun bercerita tentang komunitas gay di ITB. Ini kejadian sekitar tahun 1998-1999. Wuih 10 tahun yg lalu !.

  34. lho, bukankah di Indonesia menganut paham kebebasan berserikat dan berkumpul? perserikatan gay dan perkumpulan lesbi nggak boleh, ya?

  35. Reccs berkata:

    INDONESIA DASARNYA PANCASILA,,BUKAN AGAMA APAPUN,,jadi mau homo atau bukan bebas aja,,mau pake bikini di miss universe atau ga,,di UUD ada yang ngelarang kan??..

    Tanya bung karno aja knapa kita dasarnya pancasila bukan islam.

  36. luckycharm berkata:

    Wah, menarik juga nih. Saya sih gak kaget kalau ada komunitas homoseksual. Dimanapun. Homoseksual ada dimana-mana, dan dimana-mana mereka termarginalkan bahkan terancam, dan secara naluriah pasti mereka akan berkumpul dalam satu komunitas. Kalau ukuran komunitasnya kecil dan tidak punya pengaruh, underground, kalau besar dan berpengaruh, pasti muncul ke permukaan.

    quote: Karena perilaku homoseksual bukan penyakit, tetapi karena pengaruh lingkungan, maka mereka sebenarnya bisa “disembuhkan” menjadi “manusia normal” kembali.

    Nah, apa tidak kontradiktif nih pa? Kalau bukan penyakit tentu tidak bisa disembuhkan kan, dan kalau bisa disembuhkan tentu ini penyakit.

    quote: Mengapa Amerika maju? Liberal2 gitu mereka kejam terhadap homok. Di tempat umum, homok biasa dibantai, digampar, etc.
    Mengapa Indonesia mundur? Ngakunya beragama, kok gay banyak yang dukung ya? (Ngeliat komen2 di atas)

    Ini yang lucu dan saya rasa banyak orang salah persepsi. Amerika negara liberal, menghargai setinggi-tingginya kebebasan individu, tapi hukum juga dijunjung tinggi. Kalau seseorang memilih hidup sebagai homoseksual, pilihannya akan dihargai. Kalau dia menggangu ketertiban krn ke-homoseksualitas-annya tsb, dia dihukum. Kalau ada orang yang memukul dia hanya krn dia homoseksual, orang yang memukul tsb dihukum. Tapi tidaj ada hukum yang melarang seseorang jadi homoseksual, karena itu urusan pribadi. Semuanya melalui koridor hukum. Itu yang membuat Amerika maju. Soal homoseksualitas, silakan lihat proses legalisasi pernikahan sesama jenis di California. Diluar itu, biarpun secara resmi Amerika tidak pernah bilang mereka adalah negara yang beragama, alias murni sekuler, kebanyakan orang Amerika sangat religus, termasuk pemimpin2nya. George Bush misalnya, adalah pendukung kebijakan “abstinence only” sebagai pencegahan AIDS dan kehamilan di luar nikah. Nah, Indonesia, mengaku negara hukum dan umat beragama. Tapi.. tahu sendiri kan?

  37. Adsak berkata:

    Islam adalah Rahmatan lil Alamin, maka sebagai umat islam di ITB kita harus menjaga agar ITB menjadi kampus Rahmatan Lil Alamin, jangan biarkan Gay menjadi hal yang biasa. Harus disadarkan. Amar ma’ruf nya ya dengan menyadarkan mereka. Nahi Mungkar dengan mencegah perilaku tersebut berkembang ditengah masyarakat.

  38. Adsak berkata:

    Seperti pendapat pak Rinaldi bahwa Gay pertanda kiamat, perlu diingat bahwa kaum nabi luth adalah Gay dan mereka dibinasakan. Maka jika Perilaku ini dibiarkan akan mendatangkan murka Allah SWT.

  39. pbasari berkata:

    pa rinaldi, topik ini dapet berapa hits di stat nya? 🙂
    topik sensitif, aktual..

    tapi saya sendiri baru dengar ada komunitas gay/lesbi di itb.

  40. rinaldimunir berkata:

    @pbasari: benar, Ayi, ini posting yang banyak mendapat kunjungan. Jumlah hit-nya? Yang saya tahu jumlah hit total, kalau hit per tulisan bagaimana melihatnya ya?

  41. Gay ITB berkata:

    Halo,
    Perkenalkan saya anak IF ITB. Sudah lulus. Salah satu murid Pak Rin juga. Terus terang Homoseksual adalah orientasi seksual saya.

    Saya mulai tertarik dengan sesama jenis mungkin sejak kecil. Mungkin sekitar SMP. Sebelumnya tidak pernah mengalami kekerasan seksual atau pelecehan apapun. Tapi tidak tahu kenapa, setiap kali melihat cowo yang ganteng selalu berdebar2x. Tapi tidak kalau melihat cewe cantik.

    Mungkin segitu saja dulu perkenalannnya. Nanti dilanjutkan lagi.

    Anyway, saya juga kenal dengan beberapa dosen ITB yang gay. Sempat pernah membuat janji dan bertemu dengan mereka juga. Tapi tidak sampai lebih jauh koq. 🙂 Cuman sekedar pertemuan dan ngobrol2x saja. Karena saya sendiri lebih suka pasangan yang lebih muda ketimbang yang lebih tua.

  42. roker berkata:

    enaknya guy diapain yah ? bakar aja pak guy ini..enak kali …heeh ..plus ngurangi jumlah peduduk dunia..

  43. ahmad berkata:

    Tentang kaum gay ini kayaknya mencuat setelah kasus pembunuhan berantai ryan. Emang ryan gay, tapi yang menjadi korbannya pun sebagian besar gay dan motifnya bukan karena psikopat cinta tapi keinginan mendapatkan harta.
    Pembunuhan berantai bisa berawal dari pembunuhan yg pertama tidak diketahui, sehingga tidak ada kontrol bagi dia dan menjadikan dia psokopat untuk membunuh berulang. untungnya pembunuhan yang terakhir di jakarta (tidak di jombang) dan dapat dilacak.
    Pembunuhan berantai sering terjadi justru pada heteroseksual. Tahun 90-an sering terjadi pembunuhan berantai yang dilakukan oleh dukun. ada yang dengan alasan magic tapi sebagian besar materi. Mengapa pembunuhan itu bisa berulang. karena pembunuhan ke-1 tidak diketahui, ke-2 aman, dan akan terus berulang sampai ketahuan pembunuhan yang terakhir. Mengapa tidak ketahuan? karena korban menutup-nutupi kemana dia akan pergi (padahal menemui pembunuh) sehingga tidak ada saksi terakhir yang bertemu dengan korban. Bahkan saksi terakhir yang ketemu dengan korban bisa menjadi tertuduh dan salah tangkap yang sekarang banyak terjadi.
    Pembuhuhan berantai yang dilakukan ryan bukan karena dia gay, tapi karena ketertutupan komunitas tersebut, sehingga ryan dengan leluasa bisa membunuh berulang. Mengapa mereka tertutup? karena Lingkungan sosial menolaknya. Semakin kita menolaknya, mereka semakin tertutup. dan akan semakin banyak kekerasan kepada mereka yang tidak ketahuan.

  44. Michael berkata:

    Mnrt saya sdh jelas hukumnya ttg mslh gay ini… ga usah repot” pake pembuktian atau penelitian sgala lah, dah jelas ini salah… Bagi yang muslim silahkan baca Al-Quran, yang non-muslim sy krg tau tp sy rasa di agama kalian jg dilarang..

    Bkn brarti saya ini orang alim, saya jg sering koq melanggar aturan agama, tp alhamdulillah (stdknya) saya punya niat (dan sudah melakukan perlahan) untuk mengurangi hal” yang tidak sesuai ajaran agama….

    yg kontra dg gay, tdk etis jg klo kita lgsg mengindari/mengucilkan mrk… lbh baik dikasitau, diajarin ttg agama, klo mrk ga mau jg yaudah, berteman aj spt biasa, brarti mrk sudah memilih jalan mereka, asumsikan mrk sdh ckp dewasa, dan biarkan Tuhan yang menentukan nantinya…….

    yg pro dg gay (tp bkn gay), sy rasa kalian jg butuh mendalami agama kalian, pandangan manusia skrg sdh terlalu liberal dan cenderung apatis…

    ingat, jgn terpengaruh oleh negara barat… Maaf, tp dari mrk lah permasalahan dunia berasal, mslh ekonomi, sosial, budaya.. Mnrt pengakuan teman saya yg sdh lama tgl di barat mngaku klo org sana udah sm skali ga pduli dg agama, saya rasa ini aj udah jelas salah…..

    anak itb adalah anak” terpilih, seharusnya mrk punya kapabilitas yg lbh untuk berpikir mengenai hal ini.. bkn hanya skedar bilang, “itu kan hak mereka!” atau “bantai habis gay!”. Cobalah utk lbh cerdas….

    ksimpuan:
    (jujur) sy tdk suka dg gay, sy memang tdk punya hak utk melarang keberadaan gay, tp sy punya hak utk melindungi dan memperbaiki moral bangsa ini yg (face it) udah ancur…

    ini hanya opini, jd sy jgn dimarahin y?hehehe….

    .SayaAdalahPecintaWanita.

  45. Michael berkata:

    eh eh ada tanggapan ni buat Reccs n yg comment nya sejenis….

    skedar pengingat aja, butir pertama dari Pancasila:
    “Ketuhanan Yang Maha Esa”

    UUD pasal 29 ayat 1 (lupa,,tp gw yakin ada)
    “Negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”

    Dari kedua ayat diatas aja udah jelas ni negara bdasarkan agama.. gw punya banyak teman yg beda agama, kristen, katolik, buddha, hindu, lengkap! Mereka semua taat,,,dan ga ada satu pun dr mrk yg bilang gay atau berbikini ria itu benar!

    Klo emg berbikini ria itu dibolehkan, knp smua cewe” ga pake bikini aj? murah, adem, seksi, dan pastinya akan mengundang lelaki”,,ga bakal ad tu yg menjomblo atau jd perawan tua… kenyataannya? Msh byk tu yg mikir” mau pake bikini k kolam renang…..

    btw,,comment dr luckycharm blh jg tu,,stuju”, aplg paragraf terakhir….

    ini hanya opini, jd sy jgn dimarahin y?hehehe….

    .SayaAdalahPecintaWanita.

  46. Michael berkata:

    Satuuuuuuuuuu lagi….

    konstitusi di indonesia itu sama aja sama ky Al-Quran atau kitab suci mana pun… sering kali ayat”nya disalahartikan karena terlalu singkat,,,,y iya laaaaaahhh!!klo detail smua ayatnya bakalan tbel bgt tu UUD yg dijual di gramed…

    Banyak yang ngeluh, ” di UUD kan ada kebebasan dlm berserikat dan berkumpul,,jd klo bikin serikat (contoh) gay blh dong…”

    skrg gini,,klo lo artiin scara ekspisit gt aj, brarti organisasi mafia atau kumpulan preman” tkg copet atau merkosa tu blh dong? tp nyatanya ngga kan? krn konstitusi kita melarang warga nya merugikan warga lain….

    Intinya, klo baca apapun itu aplg hukum jgn lgsg ambil kesimpulan dr ap yg lo baca aja,,krn kontitusi itu pasti terkait satu sama lain….

    Yah,,dewasa aja lah………………

  47. misi_mass@yahoo.com berkata:

    gw kadang jg gak ngerti knp adaorang seperti itu.but its ok…
    bukankah sesama manusia harus saling mengasihi dan menyayangi???????????
    so apapun adanya mereka pada dasarnya mereka manusia yang punya hak yang sama sebagaimana manusia lainya.

  48. dee dee berkata:

    aduh … ko’ jadi malu neeh kite2 diomongin…. nu penting mah teu ngotorkeun nunamina ITB kitu…

  49. Jeneri berkata:

    Wew,hits jg yah..komen ah..
    .
    Mnurut saya, orientasi utama gay&lesbi itu adlh hal yg brsifat materialistis, baik dr segi pemuasan trhadap ‘anyone who has g0od-l0oking’ atw kepuasan visual maupun segi kepuasan aktivitas seksual.
    .
    Pesan saya bwt yg gay&lesbi:
    Benar ga sih kalian bahagia punya orientasi bgitu?
    Klo jawabnya iya, saya sarankan untk mncoba jenis kebahagiaan yg lain.
    Misalnya dg (agak trlalu mudah & melancholic,but always w0rks) membuang sampah ditempatnya.
    Just that simple.
    Sama skali ga sulit klo dbandingkan dg kebahagiaan dari melihat orang tua masing2 menangis bangga atas anaknya. (if u had)
    Dan kalo kalian mengaku lebih sensitif, pasti taw d0ng, mxdnya apa.
    Tentang hal yg ga materialistis & tentunya ttg sebuah hidup ‘abadi’ stelah hidup di dunia ini.
    Ya nggak?
    .
    Kalo jawabanya ngga, well,
    Apakah benar2 uda melakukan sesuatu?
    Ataw hanya mampu brpikir dikepala saja?
    Ataw malah talk more do less??
    .
    Saya sih orientasi seks nya biasa aja alias n0rmal2 aja.
    Tapi saya juga disini mncoba utk keluar dr sebuah ujian lain.
    Kurang lebih intensitasnya sbanding dg apa yg ada dlm individu masing2.

  50. Astrid berkata:

    @adhi
    Sebagai mahasiswa farmasi, saya cuma tergelitik untuk mengoreksi.

    AIDS bukan ‘ujug-ujug’ datang dari kaum gay, melainkan adalah suatu virus (SIV) yang mulanya diidap oleh suatu genus primata di Afrika, virus ini adalah cikal-bakal mutasi HIV yang tertular bebas melalui kegiatan seksual berganti-ganti pasangan di masa kini.

    FYI, maaf saya tidak sempat mencari link datanya, tetapi sebagian besar penularan HIV justru terjadi karena hubungan seksual berganti-ganti pasangan, terutama pada pasangan heteroseksual. Nah, loh.. Tapi kok malah jadi distereotipkan untuk kaum homoseksual ya?

    Menurut saya, ini cuma masalah open-mindness..

    @ Bapak Rinaldi
    Mungkin Bapak mau mencoba dahulu bagaimana rasanya post-doc di luar, untuk melihat relativitas norma dalam permasalahan seperti ini..

  51. Astrid berkata:

    @ Bapak Rinaldi
    Maksud saya, tentunya setelah mendapatkan gelar doktor Anda..
    😀

  52. A.P.F berkata:

    Sungguh menyesakkan dada,
    Mari merenung dan berpikir sejenak…
    (mohon numpang, Pak rinaldi)

    100% warga Indonesia beragama (setidaknya pada catatan sipil), sehingga jelas agama merupakan dasar kehidupan bersosial di Indonesia (meskipun bukan dasar bernegara). Saya yakin secara nurani kita semua tahu bahwa norma agama yang telah membimbing kita selama ini tidak pernah membawa kepada keterpurukan. karena jika tidak, sudah tentu kita semua tidak akan takut untuk mencantumkan ATHEIST pada KTP (Soekarno sendiri mengatakan bahwa dirinya seseorang beragama, dapat dicari rekaman pidatonya).
    Setuju? (ingat!: sila 1 pancasila dan uud pasal 29)

    80%-nya muslim. Berarti, jika ada 45 orang dalam komentar ini secara statistik 36 orang diantaranya muslim. Muslim yang berharap berada pada ‘addiin’ karena pada setiap rakaat ibadahnya ia berdoa ‘maaliki yaumi ddiin’, dan muslim yang telah diperingatkan oleh Ilah-nya akan kisah Luth a.s. dan kaumnya.
    Setuju saudara-saudari? (Al-Karim: s. 1, s. 11 ayt. 77-84)

    Bagaimana mungkin Tuhan yang telah bertindak tegas terhadap kaum tersebut menciptakan manusia yang dicintai-Nya dengan kelainan genetik secara disengaja? Jika Tuhan berbuat demikian maka sama dengan mengatakan Tuhan menciptakan manusia untuk menghukum mereka.
    Apa kita percaya pendapat itu?
    Dan Kelainan hormon akan berbeda karena akan sangat dipengaruhi berbagai hal dalam hidup manusia setelah lahir (menurut pembicara salah satu talk-show ternama AS).
    Apakah kita setuju?

    Apa benar kita sungguh percaya pada ‘liberal’, ‘freedom’, ‘open mind’, kebebasan berekspresi,etc. akan hubungan sesama jenis, di saat kita harus mengesampingkan logika dan moral agama ?
    jika diantara kita ada yang percaya akan hal ini maka logika dan hukum sebab akibat akan memberikan 2 pilihan: (mohon maaf)
    1. kita termasuk orang munafik, seorang beragama dan berada pada negara BERagama namun menganggap agama adalah cerita picisan
    2. kita bukan termasuk warga negara Indonesia, berharap dapat mencantumkan ATHEIST pada KTP dan melakukan makar pada peluang yang tepat karena ‘liberalisme’ belum tercantum dalam tata hukum Indonesia

    Saya rasa kita semua jelas bukan diantara keduanya.

    Maka mari renungkan dan pikirkan bersama sejenak, dimanakah posisi kita sebagai manusia yang berhubungan sesama jenis…
    Mungkinkah ini sesuatu yang bukan normal, tidak perlu malu akan hal tersebut namun membutuhkan penyembuhan ?
    Mungkinkah kita setuju?

    –Mahasiswa ITB yang prihatin kampusnya akan dijungkirbalikkan berada pada kedalaman tanah,

    Maaf jika ada prakata yang kurang berkenan di hati

  53. A.P.F berkata:

    @Vara

    Saya cenderung kurang sependapat jika budaya Minangkabau sisipan ‘padri’ atau pesantren atau kebudayaan lain di nusantara dapat dibandingkan dengan budaya Yunani, jepang, etc. Bahkan dunia internasional mengakui keunikan ini.

    Terdapat perbedaan moral dan menurut saya bukan hanya sekedar patriach-isme. Pada budaya-budaya di nusantara, maaf,sex, adalah hal yang tabu dan hanya dapat dilakukan oleh pasangan hidup (bandingkan dengan budaya norstic,celtic,anglosaxon, atau hellenistic misalnya dimana sex atau tubuh tanpa busana manusia dapat dilukiskan atau dipatungkan secara bebas). Jika sex saja merupakan urusan pribadi rumah tangga apakah homosexualitas merupakan hal yang umum?

    Sehingga menurut saya masalahnya adalah pada hal-hal yang baru yang datang setelah nusantara disebut sebagai dunia ketiga. Sehingga sex bebas dan homosexualitas tidak termasuk dalam perangkat budaya di nusatara dan hadirnya mereka dalam masyarakat kita mengakar pada pribadi individu dan bukan pada budaya itu sendiri.

    Namun tetap saja semua itu hanya pendapat
    Terimakasih

  54. kitte berkata:

    Coba smua yang kontra pd perilaku gay bertanya lg ke para ahli psikologi. Memang tidak menutup mata, bahwa homoseksual merupakan orientasi sex yang menyimpang
    ( dr kebanyakan yang ‘disebut jg heteroseksual.’) Tp, ada pula faktor intern yaitu genetika yang sudah bisa dapat dibuktikan.

    Kalau memang sudah bawa’an orok, kok mau di ubah? Yakin org ini malah tidak berkembang ke arah psikopat (kalo mau lbh jelas,cr data mengenai psikopatologi yah!)
    Jadi coba, daripada sibuk menghakimi para kaum homo ini, coba pandang diri sendiri..apakah sudah merasa benar?

    Belum tentu loh, bahas keburukan, bahas agama yg paling benar.. Kita benar juga dimata Tuhan?!
    Coba lihat org yang mengaku sgt beragama.. ada yg bisa membunuh ratusan org kan? Menghakimi org lain.. Hemh AROGAN sekali!

    Semua akan lebih damai jika kita menghormati satu sama lain. Apalagi u komunitas ITB, bukannya org2 pintar? harusnya lebih mau mebuka pikiran dgn bijak, bukan maen kasar..sampai ada yg blg bantai sgala. knpa gak jd tukang jagaL daging sapi aja? Hahaha..

  55. kitte berkata:

    Oh, ya, lupa… Saya sempet ngakak kt bc
    @adhi
    Hemh..AIDS itu tidak berasal dari kaum homoseksual.
    Saya malah sering mendengar, lelaki hidung belang menggagahi perempuan dibawah umur untuk cr kepuasan.
    Atau..cr PSK’lah.. inipun bisa mjadi menularkan.. Jgn mengkambing hitamkan kaum minoritas ya, apalagi sampai membahayakan intelektual anda! Kan kasian kalo org jd tahu kadar intelektualitas’an anda.

  56. alv berkata:

    waah ternyata laku bgt yah smpe bnyk yg komen..
    pantes tadi wktu lagi kuliah udah dua dosen yg ngomongin ginian pdhl cuma selang sehari..ternyata dosen pada gosip di milis toh..hhheee

    saya jg gak setuju apa-apaan tuh mau di legalkan sgala!!

  57. A.P.F berkata:

    @kitte

    Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT.

    Sebagian besar yang ada di sini menurut saya bukanlah penghakiman tetapi nasehat. Seeorang yang memberi nasehat bukanlah berarti dirinya yang paling benar. Setiap insan mempunyai kewajiban memberikan nasehat kepada sesamanya. Sesungguhya manusia itu merugi kecuali yang melakukan perbuatan baik dan saling menasehati kepada kebenaran (s.103).

    Bagaimana dengan etikanya?

    Allah SWT berfirman (kira kira seperti ini), ‘…mengapa kamu mengatakan hal-hal yang kamu sendiri tidak lakukan?…’.(saya tidak ingat letaknya, dapat ditanyakan kepada seorang berilmu)

    Dari dua firman ini jelaslah bahwa menasehati adalah kewajiban dengan syarat yang kita nasehati itu adalah hal yang kita lakukan (untuk hal yang benar) atau yang tidak kita lakukan (untuk hal yang salah).
    Jadi bukanlah masalah kesempurnaan seseorang yang membuatnya pantas memberi nasehat, namun komitmennya akan nasehat yang diberikannya. Jika kita sesama menunggu untuk menjadi sempurna untuk memberi nasehat, hingga ajal menjemput pun kita tidak akan saling menasehati.

    saya bukanlah ahli genetika namun apa yang telah saya dapat di sekolah menengah mengenai biologi memberikan saya pengetahuan ini…
    kromosom membawa DNA yang akan berpengaruh pada sifat fisik makhluk hidup (untuk manusia jenis kelamin,warna kulit,etc.). Dapat terjadi penyimpangan genetika (hanya Allah SWT yang tahu tujuannya sesuai dengan kebenaran-Nya yang akan membawa kepada kecacatan lahiriah. DNA sudah ‘fixed’ dan tidak akan diwariskan kepada keturunan kecuali jika termutasi (korban bom atom mungkin mewariskannya namun seorang tunanetra lahiriah tidak berarti anak2-nya akan kehilangan penglihatan ketika lahir). Dan kelainan genetika ini tidak menyebabkan penyimpangan perilaku. Mungkin saja terjadi kecacatan pada sistem reproduksi manusia yang mengakibatkan terjadi penyimpangan hormon dan menuju kepada perilaku yang, maaf, keperempuan2an bagi laki2 dan sebaliknya. Bukanlah DNA yang berperan kepada pembentukan perilaku melainkan hormon (misalnya kenaikan adrenalin yang drastis mengakibatkan seseorang menjadi bersemangat).
    Hanya saja tidak adil jika kita mengatasnamakan hormon sebagai penyebab perilaku menyimpang seksual. Kita tahu banyak orang yang berperilaku sedikit menyerupai lawan jenisnya yang memiliki ketertarikan dengan lawan jenisnya. Bagaimana kita menjelaskan ini?
    Sehingga menurut saya datangnya perilaku menyimpang seksual lebih disebabkan kepada orang yang mengalami dan terutama lingkungannya.
    Dan tidaklah seorang manusia lahir kecuali dalam keadaan suci tanpa dosa (saya tidak ingat sumbernya Qur’an atau hadits, dapat ditanyakan kepada seorang berilmu)
    Jika kitte menemukan penelitian valid mengenai yang sebaliknya saya mohon untuk disampaikan.

    Mohon maaf dan jika terdapat kesalahan saya mohon untuk dikoreksi.

  58. The_Lapp berkata:

    Jalan yang terbaik adalah jalan Ilahi..saya pribadi sangat menentang perilaku yang sangat menyimpang tersebut..

  59. fiki berkata:

    hem…
    seram banget…

    ……masih banyak cewek2 cakep di dunia ini kok

    ga usah jadi gay

  60. wsyyy berkata:

    Ya Ampun, maaf bukan saatnya kita caci maki kaum gay. Mereka tetap manusia, harusnya kita itu berfikir bagaimana mengatasinya, toh dengan mencela mereka tidak akan membawa perubahan pada diri mereka, klo kita bicara coba cari solusinya! yang di butuhkan adalah solusi bagaimana biar kaum seperti itu kembali kejalan yang sebenarnya, sudah ada yang melakukan riset penyembuhan belum? klo sudah ada dan berhasil menyembuhkannya maka informasi inilah yang seharusnya kita perbincangkan.
    Ingat, kaum seperti itu tidak akan sembuh jika tidak ada keinginan yang kuat dari si penderitanya.
    Saya juga mempunyai kelainan, saya terlahir sebagai laki-laki, tapi sikap saya, tingkah laku saya cenderung keperempuan, bahkan banyak yang memandang saya sebagai gay juga. Tapi klo saya harus berubah seperti laki-laki sebenarnya malah diketawain sama yang normal tuh, mereka bilang malah lucu katanya. Tapi biar begitu saya berusaha tuk tetap dijalan yang benar dan tidak dimurkai Allah. Sekarang jangan mencela saja, mereka (kaum gay) juga tersiksa cuma kita tidak pernah melihatnya. Cobalah cari jalan keluarnya.

  61. logic berkata:

    tadinya postingan ini tentang kelompok gay di itb…terus mungkin pak Rinaldi punya keinginan menyatakan sebagaimana pendapat pak rin bahwa gay itu sesuatu yang menyimpang….
    Tapi sebenarnya berapa peluang ITB menerima mahasiswa dengan orientasi sexual berbeda ? Mungkin teman2 TI bisa menjawabnya dnegan melakukan survey di tiap penerimaan mahasiswa baru….nanti kan mereka2 ini 5-10 tahun mendatang siapa tahu butuh produk2 yang berkepentingan dengan mereka….
    salam
    logic

  62. siddieq berkata:

    i want gay/lesbi know about pain
    i want them feel the pain
    i want them touch the pain
    i want them accept the pain from GOD

  63. rinaldy berkata:

    Jadi tertarik untuk ngasi opini…

    KITA LUPA BAHWA……
    Baginda Rasulullah saw pernah bersabda agar JANGAN BERSETUBUH DI BULAN PURNAMA(14,15,16 hujrah) karena jika benih yang jadi akan terlahir cacat. Cacat di sini memiliki makna yang luas.

    SELAIN ITU, secara genetis bagaimana berkembangnya kan “perilaku sex ini” tidak menyukai wanita..? Kemungkinan besar adalah mereka BERKEMBANG dan tetap ada dari zaman Nabi Luth sampai sekarang MELALUI PERILAKU “BI-SEX” alias AC/DC.

    Yang membuat kita bingung adalah dalam sholat..shaf mereka mau ditempatkan di mana..? Jangan-jangan kalau kita tidak tahu, kita pernah menempatkan mereka sebagai imam…> Jangan sampai deh…!!!

  64. bay berkata:

    haloo…
    mau tau dimana gay2 ITB ngobrol?
    coba buka

    http://baygraphy.wordpress.com

    mereka juga ngadain gathering2 gtu…

  65. Dosen berkata:

    forum,

    menyimak semua response anda-anda semua mengenai tulisan Pak Rin ini -mungkin termasuk pemilik blog yang ‘kebetulan’ mengharamkan perilaku gay-, saya hanya bisa mengatakan bahwa being gayness is the same if I scracth myself’s skin….I just can feel the pain, but others doesn’t!Pengalaman setiap orang yang ternyata adalah gay kebanyakan adalah dimulai pada masa kecilnya (karena saya selalu bertanya-tanya kepada setiap teman gay yang baru saya kenal tentang “kenapa kamu begini?”), dimana faktor-faktornya banyak :
    1.Ada teman yang menceritakan pengalaman masa kecilnya , dimana sang bapak terlalu keras mendidik -dengan makian dan pukulan-, hingga melukai hati teman tersebut.Sedang sang ibu yang diharapkan bisa ‘membelanya’ ,ternyata tak mampu berbuat banyak.Akhirnya beranjak remaja, sang teman tersebut tanpa sadar merindukan sosok bapak yang sebenarnya yang dia idamkan: lemah lembut,mengayomi dll….hingga tanpa disadarinya dia terus mencari secara fisik sosok tersebut…sampai akhirnya dia menemukan sosok tersebut, namun muncul perasaan sayang -yang seharusnya rasa sayang itu diharapkan dari bapaknya sendiri-.Dan,finally….dia jadi gay!Dia mengidolakan sosok lelaki, namun tidak pada wanita (karena dulu sewaktu kecilnya, ibunya tak bisa membela dan menjadi tempatnya mengadu)
    2.Ada teman yang mengatakan dirinya menjadi gay, lantaran semenjak kecil dirinya selalu menerima perlakuan kasar dari wanita (entah itu teman wanitanya, ibunya, atau bibinya…entahlah), dan kekerasan itu bersifat verbal hingga fisik. Namun kekerasan itu tidak/jarang ditemui kalau dia bergaul dengan laki-laki…akhirnya dia tanpa disadari perlahan-lahan membenci wanita…dan menyukai laki-laki….
    3.Ada juga teman yang cerita, kalau semenjak kecil dia selalu dihina oleh orang tuanya atau kerabatnya (mungkin maksudnya bercanda) kalau bermain bola kaki….akhirnya dia jadi membenci permainan laki-laki, dan beralih menyukai permainan anak perempuan…Penelitian Kinsey mengatakan sekitar 67% kaum homoseks, ternyata punya pengalaman masa kecilnya suka akan permainan anak wanita.

    Menjadi gay bukan keinginan, sayapun juga butuh waktu 10 tahunan lebih buat menerima jati diri saya tersebut (dari awalnya saya selalu menangis mendapati saya seperti ini -dan tak ada kekerasan seks yang mendorong saya awalnya seperti ini- hingga saya sekarang menerimanya sebagai apa yang saya punya dalam hidup ini)
    Namun yang terpenting adalah, bagaimana kita bisa mengisi hidup ini dengan hal positif, bukan negatif….

  66. rinaldimunir berkata:

    @Dosen: (dentitas anda terpaksa saya ganti karena bisa menimbulkan fitnah) Saya pernah baca artikel bahwa kultur ayah yang dominan atau ibu yang dominan bisa menimbulkan ketimpangan pada anak, salah satu hasilnya ya perilaku penyimpangan orientasi seksual. Pengalaman teman-teman anda adalah contohnya.

    Karena gay adalah penyimpangan perilaku, maka penyimpangan itu bisa diubah melalui proses penyadaran yang panjang.

    Kalau tidak bisa juga berubah, maka saran saya pada bagian terakhir tulisan sebaiknya anda pertimbangkan yaitu: jangan berzina, baik ke sesama jenis maupun lawan jenis. Menahan hawa nafsu dapat dilakukan dengan puasa, olahraga, dan menjauhkan diri dari hal-hal yang menimbulkan rangsangan seksual (buku, majalah, film, internet, komunitas homoseksual), dan mendekatkan diri pada agama. Dalam Al-quran (kalau anda seorang muslim) kita diperintahkan untuk menjaga kemaluan.
    Insya Allah dengan cara ini diri akan terpelihara dari kemaksiatan.

  67. harry_zoe berkata:

    aih…baca komentnya malah gak habis-habis…….prinsip gue sih asik”aja asal gak nyenggol gue…wataw

  68. hambaAllah berkata:

    Asraghfirullah

    berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya azab Allah itu sangat pedih, tak dapat terbayangkan..

  69. Asop berkata:

    Gay?

    Mengerikan……… kasihani kelompok ini, karena mereka berada di jalur yg salah, karena mereka “sakit” menurut saya…

  70. wisnu berkata:

    menurut gw salah kita juga lo, ya lingkungan dan orang tua tentunya.
    gw bukan dukung atau menolak mereka
    tapi gw mencoba seadli mungkin
    karena d fakultas gw banyak
    heheeee
    tapi serius lho
    himaho (himpunan mahsiswa homo) itu nyata
    mereka juga ada yang gak mau jadi gay tapi “terpakksa” jadi gay
    kita pelu memahami mereka
    gw dapat cerita sejak umur 10 tahun dah ada yang disodomi oleh om-nya tau ada juga yang jadi gay untuk dapat duit
    bukan mereka saja yang salah bijaksanalah
    jangan menghakimi mereka
    lagian sepanjang pengtahuan gw
    orang normal ketika bertemu dengan gay rata-rata mereka akan menghindar
    bagaimana bisa kaum gay sembuh jika gak ada dukungan dari masyarakat
    dan negara berkewajiban mejamin hak dari setiap warga negara…..

  71. hambaAllah berkata:

    Assalamu ‘alaykum wa Rahmatullahi wa Barakatuh

    terpaksa atau karena memilih ?
    jika ada kemauan berubah insha Allah dapat berubah

    ketika Allah telah mengijinkan kemaksiatan melanda suatu negeri maka Allah telah mengijinkan kehancuran negeri itu …

    maka masih relevankah – negara berkewajiban melindungi hak hak dari setiap warga negara- dalam masalah ini ?

  72. abdulaziz berkata:

    Wah….puanjangnya…..
    komentar sedikit saja…
    Apapun keadaan dan motivasi seorang manusia menjadi “gay”…tidak pernah akan lepas dari HAWA NAFSU dan SYAHWAT.
    Semua kita tahu beratnya godaan dan melepaskan diri dan hati dari NAFSU SYAHWAT ini!!!
    Semua manusia..tidak hanya “gay” atau “lesbi”.

    Dan sebagai muslim, kita yakin Alloh sudah memberikan tuntunan tentang kendali HAWA NAFSU dan SYAHWAT agar kita tidak terjerumus kepada kesalahpahaman memaknai “tujuan hidup”.
    Al Qur’an sdh menceritakan panjang lebar di banyak ayat dan surat tentang Kaum LUTH. Negeri yang telah dihancurkan, dijungkirbalikkan semuanya karena perilaku “GAY” ini. Perilaku HOMO. Itu sudah harga mati, nilai mutlak yang menunjukkan penolakan Alloh Subhana wa ta’ala thd perilaku manusia seperti ini.

    Dan ingat “pemaknaan manusia” yang naif adalah berprasangka bahwa Tuhan itu maha pengampun dsb, lantas mengatakan “ALL FOR ONE”, kmd mencari keringanan dan legalisasi dari perkara yang jelas hukumnya. Itu pemikiran rancu dari mereka yang tidak mengerti agama dan tidak mengerti makna “penciptaan” oleh Alloh.

    Intinya…jangan berikan tempat khusus dan kebebasan berlebih pada mereka-mereka ini. Paksa dan ajari mereka agar belajar keras dan gigih melawan hawa nafsu “BEJAT”nya. hawa nafsu yang sebetulnya diciptakan secara kodrati untuk berkembang biak, bukannya hanya diumbar untuk kesenangan duniawi dan nafsu “IBLIS”nya. Perangi dengan cara yang baik…tapi “KERASS” karena umumnya sebagian besar mereka adalah lemah, cengeng, tidak sabar menghadapi HAWA NAFSUnya sendiri, kemudian lebih senang mencari faktor eksternal dengan menyalahkan masa lalu lah, orang tua lah, dsb.

    Bagi yang GAY, LESBI…mari mulailah kenali diri kalian. HAWA NAFSU SYAHWAT dikendalikan….cari tujuan hidup kita di dunia untuk apa…sering datang ke kuburan, kalau bisa hadiri saat ada kematian teman dsb, lihat akhir hidupnya. Belajar agama lagi, Ibadah, mohon ampun, cintai MASJID, RUBAHLAH HIDUPMU….BERUBAH….sebelum terjerumus lebih dalam dan dirimu merasa biasa dan merasa itulah dirimu…….HIDUP CUMA SEKALI SOBAT…DAN HIDUP DI DUNIA INI HANYA SEBENTAR….MASIH ADA SURGA DAN NERAKA YANG LEBIH ABADI menunggu…..

  73. sebaiknya mahasiswa eperti itu harus di tindaklanjuti jangan hanya di hukum tetapi juga harus di keluarkan.

  74. another 'gay' berkata:

    greetings,

    i’m one of the people you guys were talking about.
    tentang gay yang genetik, saya tidak yakin bagaimana penjelasan yang benar seperti apa, lebih baik saya coba ceritakan apa yang saya alami.

    kelainan saya ini sudah saya sadari saat TK.
    ya. TK.
    saya ingat di TK saya ada pelajaran renang dan saya punya semacam curiosity untuk melihat (maaf) kelamin teman2 pria saya lainnya.

    begitu seterusnya hingga SD. walau saat itu saya pun tak mengerti apa yang akan saya lakukan jika saya mampu melihatnya (intinya, i don’t even know about sex. normal or the gay one.)

    jadi. bagaimana bisa seorang anak kecil yang tidak tahu menahu apa itu dunia gay merasa seperti itu? inilah yang membuat saya berkesimpulan bahwa saya memang terlahir seperti ini. maybe it’s in the gen. is it something you heritate? persisnya saya tidak tahu.

    jika saya terlahir seperti ini, tak lain karena Ia yang menciptakan saya seperti ini.

    menanggapi @APF, saya pun tadinya berpikir seperti anda, “mengapa Ya Allah saya diciptakan seperti ini?? bukankah ini dilarang di agama? apa maksud dan hidayah ini semua Ya Allah?”

    hingga saya pernah membaca di internet suatu tulisan – dan intinya pun sama dengan akhir tulisan Bapak Rinaldi ini – dan kemudian saya mencoba mempartrikannya pada diri saya sendiri.

    bahwa saya melihatnya Allah justru memberi saya sebuah COBAAN. ya tak ubahnya dengan saudara2 kita yang memiliki kekurangan seperti tuna netra, rungu, dan lain2.
    saya menyukai sesama jenis.
    dimana cobaannya?
    saya TIDAK BOLEH berbuat hal yang DILARANG AGAMA. saya harus melawan HAWA NAFSU saya.

    saya TIDAK BISA menghilangkan cobaan ini. (believe me, i’m trying to date bunch of girls)
    tapi saya tetap harus menahannya.

    ———————————————-

    meskipun sebenarnya saya masih ada ganjalan.
    apakah saya bisa menikah dengan wanita?
    bukankah itu sama saja dengan saya membohongi istri saya? tentu saya tidak mau menyakiti hatinya dengan keadaan saya yang seperti ini.

    jika saya tidak menikah, apakah saya tidak mungkin memiliki keturunan?

    terus terang hal ini menjadi pemikiran berat saya saat ini.
    i remember correctly ada ayat dalam Al-Quran yang mengatakan bahwa kita dianjurkan untuk menikah (dan memiliki keturunan? saya kurang ingat jika ada mengenai keturunan).
    bagaimana saya melaksanakan ayat ini?

    sorry for the length. ini mungkin kumpulan uneg2 saya selama ini. thanks Pak Rinaldi atas postingannya.

    and oh, saya ITB juga 🙂

  75. rinaldimunir berkata:

    @another: silakan datang ke ruangan saya, saya bersedia menerima curhat, mudah2an bisa memebri pencerahan dan mengarahkanmu ke arah yang lebih baik.

  76. Jezz berkata:

    aku nggak tau kalo ada semacem gay support group di ITB cuma mrk suka kumpul2 lah…..topic abt gay selalu menarik di setiap pembahasan banyak pro dan kontra ..tapi emang kompleks juga sih permasalahannya….but one thing ..if you are busy judging people you dont have time to love them

  77. nn berkata:

    bener tu????

  78. Tophid berkata:

    Saya mendukung tulisan Pak Rinaldi. “Katakan kebenaran walaupun itu menyakitkan”.

    Kalau memang ada yang merasa ‘kena’, jadikanlah tulisan ini sebagai nasehat (bukan menghakimi). Namanya juga nasehat, diterima atau tidak, itu urusan masing-masing. Yang penting, nasehat itu bukan berasal dari hawa nafsu penulis. Dan saya yakin bahwa Pak Rinaldi tidaklah menulis berdasarkan hawa nafsu beliau (karena tulisan ini tidak menyimpang dari agama yang beliau anut).

    Bagi yang merasa kena juga, ada yg bisa dijadikan bahan renungan. Kalau kelainan ini memang dari Allah SWT (Tuhan) yang tidak bisa disembuhkan, kenapa harus ada seorang Nabi khusus untuk menghadapi kelainan ini??? Kisah ini tdk hanya ada di agama Islam, tetapi juga ada di agama Kristen.

    Buat yg pernah belajar psikologi: Mungkin perlu menjadi renungan… Apakah psikologi yang kita pelajari itu kebenaran mutlak? Bukankah sebagian besar adalah teori yang belum sepenuhnya dibuktikan? Bahkan sangat sulit dibuktikan… Misalnya, apa benar kepribadian manusia tidak bisa berubah? Kalau tidak bisa berubah, kenapa harus ada agama yang menghendaki mempertahankan kepribadian (baca sifat) yang baik dan membuang kepribadian yang jelek?

    Dalam sejarah Islam, ada seorang sahabat yang terkenal dengan sifat kerasnya. Tetapi setelah masuk Islam, dia termasuk orang yang banyak menangis. Benarkah kepribadian tidak bisa diubah?

    Anyway, berubah itu memang tidak gampang. Tetapi siapa yang bilang bahwa hanya “diri kita” yang dituntut berubah, sedangkan orang lain tidak? Bahkan seorang Muslim tidak pernah diajarkan untuk merasa dirinya sudah sempurna. Harus selalu melakukan koreksi dan melakukan perbaikan.

    Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk kembali ke agama-Nya. Amiiin….

  79. Odit berkata:

    Kenapa sih banyak yg beranggapan dunia mau kiamat hanya karena sedikit perbedaan saja? Apa karena kalian ngga bisa menerima kenyataan yg ada sekarang? Kenyataan bahwa jumlah populasi gay meningkat? Justru ini mungkin pelajaran untuk kalian agar bisa menerima PERBEDAAN orang lain. Manusia kan beragam, ada laki2 ada perempuan, ada yg cacat, ada yg sempurna, ada yg buta, ada yg hetero, homo. Ibarat gini deh, kamu suka es krim rasa coklat, hanya karena temenmu lebih suka es krim rasa vanila, kamu jadi benci mereka? Keterlaluan kan? Dan menjadi gay menurut saya bukan pilihan, kenapa? Balik ke pengibaratan tadi, kenapa kamu kok suka yg rasa vanila ? Kok ngga coklat aja? Sulit dijawab kan?

Tinggalkan Balasan ke master cherundolo Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.