Menemukan “Palai Bada” di Bandung

Secara tidak sengaja saya menemukan samba masakan kampuang yang jarang ditemukan di perantauan, yaitu palai bada. Sebuah gerobak warung makan sederhana di dekat tempat ngetem bis DAMRI di Jalan Dipati Ukur (depan Kampus Unpad), menyediakan palai bada itu. Warung makan Mande Kanduang namanya. Tidak setiap hari warung makan itu menyediakan palai. Jarang-jarang ada rumah makan Padang perantauan, termasuk di Padang sendiri, yang menyedian masakan urang kampuang seperti ini. Waktu saya ke warung itu cukup kaget juga melihat ada beberapa palai bada di atas meja.

Palai adala istilah umum untuk masakan Minang yang dibungkus dengan daun pisang kemudian dibakar di atas bara api. Mirip pepes lah kalau di Bandung. Lauk yang biasa dipalai adalah ikan (sehingga namanya palai ikan), meskipun ada juga yang mempalai ayam. Lauk yang akan dipalai dibalur dengan parutan kelapa yang sudah dibumbui dengan aneka bumbu seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, lengkuas, dan jahe. Perasan jeruk nipis ditambahkan untuk membuat bumbu-bumbu tadi harum. Ikan yang sudah dicampur dengan parutan kelapa tadi lalu dibungkus dengan daun pisang lalu dikukus. Setelah pengukusan, masakan tadi masih perlu dibakar di atas bara api untuk menciptakan sensasi harum.

Nah, samba palai (bukan sambal lho, samba adalah istilah Minang untuk masakan lauk pauk atau sayuran yang dimakan dengan nasi) yang saya temukan adalah palai bada. Bada adalah sebutan untuk ikan teri, baik teri dari danau maupun teri dari laut. Palai bada ini enak dimakan dengan nasi yang masih panas, ditemani dengan sambal lado (nah ini beneran sambal) dan rebusan daun singkong atau lapap ketimun. Sudah lamaaaa saya tidak makan nasi dengan palai bada ini. Duluuuu waktu masih di Padang, ibu saya cukup sering memasak palai ikan. Kalau sudah makan dengan palai ikan, makan jadi batambuah dibauatnya.

Ini fotonya:

Ini isinya setekah daun pisang dibuka (warna kuning karena bumbu kunyit):

Waduh, jadi lapar nih.

Penyanyi Elly Kasim pernah mempopulerkan lagu Palai Bada. Silakan klik video di YouTube berikut ini.

Pos ini dipublikasikan di Cerita Minang di Rantau, Makanan enak. Tandai permalink.

14 Balasan ke Menemukan “Palai Bada” di Bandung

  1. Catra berkata:

    warung mande kanduang tuh adalah temtat makan favorit saya pak

  2. rinaldimunir berkata:

    @catra: iya, cat, saya kadang2 membeli lauk buat makan di rumah di warung itu. Kata teman saya, warung itu menghidangkan masakan resep rumah, bukan masakan skala besar seperti di restoran Padang yang lain.

  3. Ping balik: Pemuda Bangsa » Palai Bada

  4. Saya nggak tau kalo di deket pool Damri Dipati Ukur ada yang jualan palai bada. Padahal duluuu sering naik Damri kalo mau ke Dago dari Leuwipanjang. Ntar kalo ke Bandung disempatkan mampir. Jadi ingek wakatu kost di Ayia Tawa dulu, palai bada makanan favourit ambo. Palai bada…taragak ambo untuak inyo

  5. memi berkata:

    Wah pak Rinaldi orang padang yaa?? aku juga suka palai pak..kebetulan aku orang padang juga loh…jadi pengen makan palai pak gara2 ngeliatin gambarnya heehehehe

  6. Ping balik: Demi Hari Esok Yang Lebih Baik :: Palai Bada :: November :: 2008

  7. dmoon.co.cc berkata:

    Slm kenal Da..
    labiah sanang mangomentari nan ciek ko dari pado postingan baru ..

    Soal o urusan lambuang …

  8. Ping balik: Palai Bada « Tong Adiabatik

  9. Ade berkata:

    saya juga udah lama ga makan ini ih pakkkdulu kalau di padang ada ibu2 yang suka jualan keliling, sambil bawa tentengan di atas kepalanya….(dynamic control nya dapat A++ kayaknya )

  10. norak berkata:

    yah elah gw kira apaan…itu sih pepes teri di jakarta utara ngebadeg aliaas \banyak banget dijual di warteg2….duh gitu aja heboh…..gw kire apa..palai bada2….kirain mah daging kebo di gule….gak taunya makanane orang pinggir laut…buseet heboh bener

  11. norak berkata:

    kalo makanan yang susah ditemuin ada uda2 dan uni2…ya itu “palai buntuang”…hahahaha

  12. anggita acy berkata:

    wah pak, baru tau kalo di depan unpad ada jual palai bada. berhubung saya juga anak unpad nangor. wah musti sering jalan2 ke unpad DU nih. ada lagi pak yang susah ditemuin di bandung ‘salalauak’. itu cemilan paling enak yang sering saya makan waktu di sumatra barat atau si rumah saya di pekanbaru sana. ondee mandee..

  13. Rachmat fadilah T berkata:

    wah lama juga nggak makan palai bada…..nyo bain achhh..mudah2an pas lagi ada

  14. reza aprilda berkata:

    alah wak cubo lo pak yng dimande kanduang,, sakali2 mancubo yo sero,soalnyo jarang2 nan manjua palai bda tun di banduang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s