Toko Suami

Cerita metafor di bawah ini saya dapatkan dari Pak Suheimi di sebuah milis yang saya ikuti. Isinya cukup menarik dan mudah-mudahan dapat memberi pelajaran buat hidup kita.

~~~~~~~~~~~~~~~

Sebuah toko yang menjual suami baru saja dibuka di sebuah pusat kota dimana wanita dapat memilih suami…

Diantara instruksi-instruksi yang ada di pintu masuk terdapat instruksi yang menunjukkan bagaimana aturan main untuk masuk toko tersebut:

Kamu hanya dapat mengunjungi toko ini SATU KALI

Toko ini terdiri dari 6 lantai dimana setiap lantai akan menunjukkan sebuah calon kelompok suami. Semakin tinggi lantainya semakin tinggi pula nilai pria di dalamnya. Bagaimanapun ini adalah semacam jebakan. Anda dapat memilih pria di lantai tertentu atau lebih memilih ke lantai berikutnya tetapi dengan syarat tidak boleh turun ke lantai sebelumnya kecuali untuk keluar dari toko.

Tertarik dengan promo itu seorang wanita pun pergi ke toko “suami” tersebut untuk mencari suami…

Di lantai 1 terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 1: Pria di lantai ini memiliki pekerjaan dan taat kepada Tuhan.

Wanita itu tersenyum kemudian dia naik ke lantai selanjutnya.

Di lantai 2 terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 2: Pria di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, dan sayang kepada anak kecil.

Kembali wanita itu naik ke lantai selanjutnya.

Di lantai 3 terdapat tulisan seperti ini:
Lantai 3 : Pria di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, sayang kepada anak kecil, dan tampan.

” Wow.. keren”, pikir wanita itu penuh kekaguman.

Tetapi ia masih penasaran dan ingin terus naik ke lantai berikutnya.

Lalu sampailah wanita itu di lantai 4 dan terdapat tulisan
Lantai 4 : Pria di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, sayang kepada anak kecil, tampan, dan suka membantu pekerjaan rumah.

”Ya ampun… Aku hampir tak percaya”, serunya dengan mata berbinar-binar.

Tetapi tetap saja dia melanjutkan ke lantai 5 dan terdapat tulisan seperti ini:

Lantai 5: Pria di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, sayang kepada anak kecil, tampan, suka membantu pekerjaan rumah dan romantis.

Dia tergoda untuk berhenti tapi kemudian dia melangkah kembali ke lantai 6 dan terdapat tulisan seperti ini:

Lantai 6 : Anda adalah pengunjung yang ke 4.363.012. Tidak ada pria di lantai ini. Lantai ini hanya semata-mata bukti untuk wanita yang tidak pernah puas.

Terima kasih telah berbelanja di toko “Suami”. Hati-hati ketika keluar toko dan semoga hari yang indah buat anda.

~~~~~~~~~~~~~~
Moral dari cerita ini:
Cerita di atas memang tentang seorang wanita, tetapi itu hanya sebuah metafora saja, bukan? Siapapun dapat mengalami kasus yang serupa, tidak melulu soal mencari pasangan hidup. Begitulah, kebanyakan manusia dalam hidup ini tidak pernah merasa puas, selalu ingin lebih, ingin lebih, sampai akhirnya tiba pada suatu masa dimana dia akhirnya tidak mendapatkan apa-apa.

Pos ini dipublikasikan di Kisah Hikmah. Tandai permalink.

14 Balasan ke Toko Suami

  1. ekoph berkata:

    mungkin…
    bisa iya bisa nggak…
    tapi cukup menghibur..

  2. Risa Rahmawati S berkata:

    Ya Alloh, mudah2an sy bukan termasuk perempuan seperti itu…InsyaAlloh tidak
    Terimakasih candaannya

  3. omiyan berkata:

    cerita ini bukan hanya untuk wanita sesungguhnya cerita ini lebih pas bila ditujukan kepada para suami, tapi setidaknya hal itu adalah hal lumrah yang terjadi kepada manusia yang selalu mencari kesempurnaan dari sesuatu yang diinginkan….

    kata orang sunda mah ..PIPILIH MEUNANG NU LEUWIH….KOCEPLAK MEUNANG NU PECAK…..

    PILIH-PILIH DAPETIN YANG LEBIH…TERNYATA DAPET YANG BIASA…..

    semoga bisa jadi renungan buat kita yang belum dan udah berumah tangga untuk selalu bisa menerima apa adanya pasangan kita….

    hebatlah hehehehhee

  4. zulfikar berkata:

    Hahaha, menarik Pak. Saya kira itulah mengapa tujuan hidup seseorang sebaiknya bukanlah kaya, dan ukuran kesuksesan seseorang seharusnya juga bukanlah kekayaan

    Salam kenal Pak, saya Zulfikar ; kelas strukdis Bapak.

  5. dwinanto berkata:

    He2, pernah mendengar juga kisah ini, benar-benar menyentuh,.
    Oiya, tampilan blog-nya berubah ya, Pak,.😀

  6. ricnes berkata:

    Cerita ini sebenarnya menggambarkan manusia scr keseluruhan….tidak pernah puas akan apapun….
    makanya hrs ada iman dihati spy bs dikontrol…..
    jgn mikir ttg kekayaan dan kesuksesan tapi berpikir tuk meraih cintaNYA dan mkhluk2NYA…..
    lam knl ya pak….
    maap klo ky kesannya mnggurui bgt deh…bknnya komen ajah……
    pdhl lum apa2 neh….maap….
    ky link ke blog ky ya pak…..

  7. Ardianto berkata:

    Moralnya jangan serakah, ya Pak…

  8. catra berkata:

    jadi wanita jangan serakah ya pak…
    tapi saya kok de javu ya?
    repost pak. hehehehe

  9. rinaldimunir berkata:

    @Catra: halo Cat, metafor ini tidak untuk wanita saja, pria juga serupa.

  10. Larsa berkata:

    cerita yang penuh makna ya, Pak.

    memang pada dasarnya manusia itu tidak pernah puas dengan semua yang dimiliki. Manusia selalu berusaha untuk mendapatkan lebih dari apa yang telah diperoleh. Akan tetapi di sana terlihat sisi baik kita sebagai manusia kan, Pak? Dengan adanya perasaan yang tidak pernah puas itu manusia akan selalu untuk berusaha untuk selalu menjadi lebih baik dari apa yang ada sekarang.

  11. cieproetz berkata:

    Michael Heart We Will Not Go Down lyric
    A blinding flash of white light
    Lit up the sky over Gaza tonight
    People running for cover
    Not knowing whether they’re dead or alive

    They came with their tanks and their planes
    With ravaging fiery flames
    And nothing remains
    Just a voice rising up in the smoky haze

    We will not go down
    In the night, without a fight
    You can burn up our mosques and our homes and our schools
    But our spirit will never die
    We will not go down
    In Gaza tonight

    Women and children alike
    Murdered and massacred night after night
    While the so-called leaders of countries afar
    Debated on who’s wrong or right

    But their powerless words were in vain
    And the bombs fell down like acid rain
    But through the tears and the blood and the pain
    You can still hear that voice through the smoky haze

    We will not go down
    In the night, without a fight
    You can burn up our mosques and our homes and our schools
    But our spirit will never die
    We will not go down
    In Gaza tonight

  12. Ping balik: Saung hujan deras

  13. Ping balik: Toko Suami | justsiwi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s