Menghitung Nilai AB dan BC

Kemaren saya menerima buku Peraturan Akademik dan Kemahasiswaan ITB Tahun 2008. Salah satu isinya adalah penilaian prestasi hasil belajar mahasiswa. Sebagaimana sudah pernah saya tulis tentang rencana penggunaan nilai A, AB, B, BC, C, D, dan E di ITB (baca tulisan ini), ternyata memang sudah ditetapkan dan mulai diberlakukan mulai Semester I Tahun ajaran 2008/2009 ini. Tampaknya transkip nilai akademik mahasiswa mulai semester ini semakin “ramai” dengan karakater nilai.

Arti nilai-nilai tersebut adalah:

A (nilai 4,0) berarti sangat baik
AB (nilai 3,5) berarti nilai antara baik dan sangat baik
B (nilai 3,0) berarti baik
BC (nilai 2,5) berarti nilai antara cukup dan baik
C (nilai 2,0) berarti cukup
D (nilai 1,0) berarti hampir cukup
E (nilai 0,0) berarti kurang atau gagal

Ini pengalaman pertama kami mencoba memberi nilai dengan variasi yang lebih banyak. Hmmm… saya sudah membayangkan bagaimana cara menghitung nilai-nilai ini. Batas-batas nilai yang lama tidak berubah, batas A tetap 81 ke atas, B antara 71 dan 81, dan C di atas 56 (angka-angka ini bisa berubah bergantung rata-rata kelas, tetapi biasanya perbedaannya tidak terlalu jauh). Jadi, kalau ada penambahan nilai AB dan BC, maka saya berpikir sederhana saja. Saya tinggal membagi dua nilai A dan B untuk memperoleh batas nilai AB, yaitu (81 + 71)/2 = 76, dan untuk batas nilai BC saya tinggal membagi dua nilai B dan C, yaitu (71 + 56)/2 = 63,5.

Meskipun variasi nilai sudah lebih banyak, tetapi tidak menutup kemungkinan pasti ada mahasiswa yang tidak puas karena mendapat nilai “AB gemuk” atau “BC gemuk”. Biasalah. Tidak ada sistem penilaian yang memuaskan semua orang. Menurut saya penambahan nilai AB dan BC masih lebih baik dari sistem lama (5 nilai), IP mahasiswa lebih terangkat, dan yang diuntungkan mahasiswa juga akhirnya.

Pos ini dipublikasikan di Seputar ITB. Tandai permalink.

11 Balasan ke Menghitung Nilai AB dan BC

  1. dwinanto berkata:

    Tampaknya memang akan meminimalisasi tingkat protes terkait nilai “gemuk” dan “kurus”,.

  2. Larsa berkata:

    @ k nanto

    tapi gak memfasilitasi perbedaan ‘gemuk’ dan ‘kurus’ untuk yang nilainya C ke bawah..

  3. Tapi saya tetap prefer nilai dituliskan apa adanya + konversi nilai yang adil 🙂

    Jadi sebagai contoh, jika di kelas nilai tertinggi adalah 92, maka si 92 itu jadi 100 dan seluruh kelas mendapat bonus yang sama (8 poin). Hal yang dikhawatirkan memang jika ada “dewa” di dalam kelas 😛

  4. catra berkata:

    semoga aja sistem seperti ini bisa mendongkrak IP anak2 itb pak…. jadi gak ada cerita lagi kalau nilai B gemuk, C gemuk. hehehe :mrgreen:

  5. ekoph berkata:

    “semoga aja sistem seperti ini bisa mendongkrak IP anak2 itb pak…. jadi gak ada cerita lagi kalau nilai B gemuk, C gemuk. hehehe” (kata catra)

    kata ekoph:
    tapi nanti mungkin akan ada istilah nilai AB gemuk, nilai BC gemuk…
    hahaha [senyum.com]

  6. Ryan berkata:

    Kenapa nggak ditulis A-/B+ dan B-/C+ aja Pak? (C++ mungkin hehe)..

    Salam kenal, saya ryan, murid kelas strukdisnya Bapak.

  7. yoto berkata:

    Wowow, jadi yakin dah kalo bapak ni dosen.. Ckckck, dosen metal kalo ad yg ngeblog gmana yak? Ahaha, gokiil..

  8. adrian berkata:

    di universitas yg di depok itu malah lebih ramai lagi pak. mereka ada A (4.0) , A- (3.7), B+(3.3), B (3.0), B-(2.7), C+(2.3), C(2.0), D (1.0), E (0). sehingga IP angkatan teman saya yg kuliah disana rata2 3 koma. wah suatu angka yang mewah di ITB.

    jgn sampe lah ITB kayak gini
    CMIIW

  9. numpang neeh berkata:

    wah enak dong klo penilaiannya ad AB en BC, dr segi keuntungan, ITB bs lebih bersaing di dunia kerja karena faktor IPK yg makin bagus, tp klo dipikir2 jd kurang menantang jg kuliah di ITB, karena ada obral nilai, pasti lebih naik kan klo ada AB en BC, takutnya IPK smakin gede tp kemampuan smakin turun, padahal waktu thun 70-an en 80-an kt dosen, IPK anak2 ITB banyak yg dibawah 3, tp klo dibandingin, kayaknya lulusan waktu dulu lebih jago dr pd sekarang,

    tp emang bner jg sih kt dosen, klo dosen ngasih nilainya jelek2, wah didunia kerja bs terhambat, coba bayangin aja ITB dngn IPK 2,8 ga masuk saringan kerja tahap 1, padahal klo dibandingkan dngn lulusan lain yg IPK nya 3, masih bagusan yg ITB 2,8

  10. Afluz berkata:

    Nilai A/B itu antara brp smpe brp.
    N nilai B+ itu jg antara brp smpe brp.?

  11. Jasa Makeup berkata:

    Thanks. padahal ini udah 2017 tetapi artikelnya masih relevant.
    heheheh

    thank you

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s