Nama-nama Mereka Sudah Terpatri

He..he, akhirnya nama-nama mereka — para alumni ITB itu — sudah terpatri dengan megahnya di empat gedung LabTek, di tengah pro dan kontra yang mengiringinya (baca tulisan sebelum ini). Ternyata ada perubahan nama. Aburizal Bakrie meminta nama ayahnya, Achmad Bakrie, yang dipatrikan di Gedung LabTek VIII (Elekto), begitu pula Arifin Panigoro meminta nama ayahnya, Yusuf Panigoro, yang diabadikan di Gedung LabTek VII (Prodi Farmasi). Hmm…penghargaan anak kepada orangtua mereka, kali. Tapi, Yusuf Panigoro dan Achmad Bakrie tidak pernah mengenyam pendidikan di ITB, bukan? Jadi aneh!

Di bawah ini foto-foto gedung yang telah bernama itu (dipotret ditengah cuaca mendung). Dengar-dengar peresmian nama ini akan dilakukan pada acara Dies Emas ITB pada tanggal 2 Maret 2009 nanti.

Gedung Benny Subianto (LabTek V):

bennysubianto

Gedung Teddy P. Rachmat (LabTek VI):

tprachmat

Gedung Yusuf Panigoro (LabTek VII):

panigoro

Gedung Achmad Bakrie (LabTek VIII):

bakrie

Pos ini dipublikasikan di Seputar ITB. Tandai permalink.

16 Balasan ke Nama-nama Mereka Sudah Terpatri

  1. reiSHA berkata:

    Wogh, dah ada ya Pak. Belum liat. Langsung ke TKP deh. Sekalian pulang, hehe…

  2. ekoph berkata:

    saya baru denger kabar ini tadi pagi pad baca Tribun Jabar. Kabarnya siapapun bisa diabadikan di ITB kalo bayak sejumlah uang tertentu….

  3. mama ian berkata:

    just curious…
    kalo yg nyumbang bos jisamsu atau gudang garam gimana ya… mungkin akan ada gedung jisamsu.. ataupun gedung gudang garam… hehehe

  4. wp berkata:

    Saya kira wajar saja penamaan gedung atau universitas mengikuti beberapa trend dalam peridenya masing-masing.
    Penamaan gedung dengan nama alumni yang berduit merupakan turunan dari trend sekarang, trend neoliberalisme. Beberapa puluh tahun yang lampau, penamaan universitas mengikuti nama kodam, atau berhubungan dengan sejarah politik.

    “Sejarah pendidikan tinggi kita mencatat, universitas-universitas besar negeri yang belum lama dibangun, diberi nama yang sama dengan nama komando daerah militer (Kodam) di mana universitas itu berada, Pattimura, Hasanuddin, Udayana, Brawijaya, dan seterusnya. (Ini fenomena menarik untuk bahan penelitian). “Suara universitas” ke masyarakat adalah suara komandan tertinggi universitas. ”

    http://www.unisosdem.org/ekopol_detail.php?aid=980&coid=3&caid=22

    Harapannya, kultur akademik, pendidikan, dan pengetahuan segera menjadi trend utama, secepatnya di masyarakat kita!

  5. andre berkata:

    whoa, gedung dinamai dengan nama seseorang yang tidak ada hubungan langsung dengan gedung itu

    hehe menarik…

  6. coretanpinggir berkata:

    ITB undang parpol saja sekalian… Pasti berani bayar lebih mahal he…he…he…he…

  7. sawung berkata:

    saya khwatir itb kehilangan nilai-nilai dengan menerima uang tanpa melihat si pemberi. aburizal bakrie sampai hari ini belum menyelesaikan ganti rugi kepada koraban lapindo yang terkena dampak utama. yang terkena dampak utama aja belum apalagi yg lain-lain. Perusahaa di porong sidoarjo yang tenggelam merelakan aset mereka hialng karena tau bakrie akan lari dari tanggung jawab, tapi rakyat kecil yang asetnya hanya segitu-gitunya tidak akan bisa kemana-mana

  8. noNick berkata:

    klu boleh nitip link berguna pak
    http://forum.securehacklink.org

  9. hilda widyastuti berkata:

    saya kurang setuju jika gedung-gedung ITB diberi nama penyumbang dana yang besar. Seharusnya dibuat lebih selektif, tidak hanya yang bisa membayar mahal, tapi juga orang-orang yang patut dibanggakan

  10. galuh berkata:

    wah,ITB lama2 kok murahan sih.
    Pemberian nama gedung itu harusnya berdasarkan prestasi atau pengabdian orang tersebut bukan?? Bukan karena mereka menyumbang sejumlah uang itu. Besar memang jumlahnya, tp masih ngga ada harganya dibanding jasa2 para tokoh2 lainnya yang lebih berhak. Kenapa ngga ada gedung Soekarno?? Karena dia ngga nyumbang 25 juta?? Aghh,sempit kali ITB ini menilai sesuatu.

  11. devan berkata:

    wah bagus kali mas….nanti, 30 tahun lagi, kita dengan nyumbang banyak bisa buat:

    Gedung Alumni PPSDMS angkatan III Bandung..

    hahaha..ato sekalian aja partai itu mas!!
    ahahahaha…

  12. Kapten berkata:

    @Galuh,

    ITB membutuhkan keuangan untuk operasional dan sangat wajar ITB memanfaatkan semua potensi yang ada daripada meminta lebih besar lagi ke pemerintah, karena daya APBN dari pemerintah mungkin adalah hak dari jutaan anak-anak di pedalaman Irian, orang suku Anak Dalam di sumatera, anak-anak pedalaman Kalimantan, anak-anak dari pulau-pulau terpencil di perbatasan… Mereka lebih berhak dari mahasiswa-mahasiswa ITB! ITB menurutku cukup cerdas untuk memanfaatkan dana alumni yang daripada dialirkan ke tempat tidak jelas, mending masuk ITB untuk dimanfaatkan. Tentu harus ada imbalan dong, ya itu nama di gedung. Mengenai kenapa harus nyumbang dulu baru dapet nama gedung, sepertinya tidak jg ko, ada lab atau gedung lain yang dnamai dengan orang2 yang berjasa. Soekarno jg punya tugu di ITB.

    Hal ini lazim terjadi di US, bahkan nama kampuspun bisa nama penyumbang dana ko, seperti Carnegie-Mellon Univ (salah satu yang terbaik di US). Carnegie dan Mellon adalah 2 orang yang menyediakan dana pendirian kampus tersebut.

  13. firdaus berkata:

    Inilah kalo PTN dijadikan BHMN…saling berlomba untuk mendapatkan uang…Uang..uang dan uang telah menjadi berhala baru Perguruan Tinggi di Rejim BHMN…

  14. Ping balik: Dies Emas ITB, nama gedung (LabTek) yang diganti, komersialisasi pendidikan, & Kabinet RI 2004-2009 « ~ Continuous Improvement ~

  15. Ping balik: Sayur Kangkung » Dies Emas atau Pasar Malam

  16. adi IMG-ITB berkata:

    mulai dies mas kmrn ampe dies ke 100 thn, akan slalu di tanamkan, dan di kader bahwa gedung2 tersebut tetap lah labtek yang kita kenal sblm di beri nama2 beliau….
    walau nama mereka terpampang nama2 beliau tp gedung2 tersebut ttp lah gedung ITB yg gw knal labtek dgn tmn2 gw….

Tinggalkan Balasan ke ekoph Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.