Sejenak di Bandara Hasanuddin Makassar

Dalam perjalanan pulang usai sebuah tugas di Indonesia Timur, pesawat Garuda yang saya tumpangi transit di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Sudah dua kali saya mengunjungi bandara Hasanuddin, tetapi baru kali ini kesempatan menapaki bandara yang baru. Ya, bandara Hasanuddin yang baru terkesan mewah dan modern. Bandara ini menghadirkan kesan transaparan, karena hampir semua unsur bangunannya berwarna putih dan terbuat dari kaca. Fasilitasnya menyerupai bandara Soekarno-Hatta, yaitu ada lantai berjalannya. Ruang tunggu (gate) penumpangnya saja banyak (ada enam).

Wajar saja bandara Hasanuddin dibuat besar dan modern, sebab bandara ini merupakan bandara nomor 3 tersibuk di Indonesia sesudah bandara Soekarno-Hatta dan Juanda Surabaya. Bandara Hasnuddin merupakan batu loncatan dari dan ke Indonesia Timur. Penerbangan dari dan ke Indonesia Timur banyak yang transit atau berakhir di sini. Wajar juga bandara Hasanuddin terkesan mewah dan prestisius, ini mungkin berkah dari putra daerahnya yang menjadi RI-2, yaitu Jusuf Kalla. Saya amati, siapapun yang menjadi orang penting di negeri ini, maka ia akan membuat daerah asalnya terlihat beda. Masih ingat dengan “legenda” kota Solo? Bandara Adi Sumarno yang besar dan kampus UNS yang luas dan megah, ini tak lain karena peran Ibu Tien Soeharto ketika menjadi fisrt lady.

Ada waktu 30 menit buat transit. Saya sempat menjelajahi lantai 2 bandara. Di bawah ini beberapa foto-fotonya:

1. Pemandangan bandara dari dalam pesawat

DSC00592

2. Lantai 2 bandara yang mewah dan besar

DSC00593

Ini pemandangan lantai dua lainnya:

DSC00594

Sayangnya saya tidak sempat turun ke bawah untuk melihat bandara dari tampak depan karena sudah keburu dipanggil masuk ke dalam pesawat. Saya gunakan foto bandara tampak depan yang saya ambil dari sini:

bandara_hasanuddin

Hmmm… bandara Hasunuddin mirip dengan Terminal 3 Soekarno-Hatta yang baru diresmikan SBY beberapa waktu yang lalu.

Satu hal kelemahan bandara ini adalah keamanan di ruang tunggu penumpang yang akan masuk ke pesawat. Penumpang masuk ke ruangan ini dengan pemeriksaan seperti biasa, tetapi kalau hendak ke toilet, harus ke luar ruang tunggu yang melewati pintu lain yang tidak dijaga. Jadi, orang yang tidak punya boarding pass bisa masuk melalui pintu yang satu ini tanpa melalui pemeriksaan petugas. Teledor amat manajemen bandara ini ya.

Pos ini dipublikasikan di Cerita perjalanan. Tandai permalink.

9 Balasan ke Sejenak di Bandara Hasanuddin Makassar

  1. petra berkata:

    agustus lalu saya ke sana pas mau2 diresmikan….
    dan memang menurut saya bandaranya cukup bagus dan mewah.
    tapi pulang dari sana saya agak bertaruh kalau kemewahan dan kebagusannya bisa tidak bertahan lama 😛
    tapi melihat sepertinya masih cukup bersih, salah juga saya curiga begitu, hehee

  2. Catra berkata:

    Sungguh bagus pak, bandaranya. Sayangnya terminal lama Soekarno Hatta masih kayak terminal bis. Membuat kesan negara kita masih negara terbelakang

  3. dodo dc berkata:

    Lumayan yaman, kalo di Soekarno-Hatta sering kita di lorong R tunggu banyak yg merokok. Palagi klo penerbangan delay, sangat menyiksa. Bulan Maret transit dan Mei ’09 kemarin singgah lama di Makasar. Semoga kenyamanannya bisa bertahan terus…. bravo Makasar.

  4. firman berkata:

    Betul, bandara Sultan Hasanuddin Makassar memang cukup mewah dan modern. Tapi, ada kesan nanggungnya sih.

    Coba simak ulasan saya di http://bit.ly/5qRzGH

  5. Muh. Ramli Akbar berkata:

    Allhamdulillah dengan adanya Bandara Internasional Makassar menunjukkan bahwa makassar tambah maju, kalau bisa terminal dan pelabuhan soekarno-hatta juga harus dibenahi supaya tidak terkesan kumuh. lanjutkan. .n.n.n

  6. brian berkata:

    sungguh bandara yang membanggakan bagi masyarakat sul-sel dan sulbar..gue orang sulbar bro, mantan sulsel..hehehehe

  7. Kiki berkata:

    9 jam saya tidur di bandara ini gara2 pesawatnya datang telat

  8. Eddy berkata:

    Sekilas bandara hasanuddin makassar mmg tampak seperti bandara soekarno hatta terminal 3.Begitu mewah dan terjaga kbersihannya.kapan ya saya bisa kesana…?

  9. Ping balik: Jalan-Jalan ke Makassar, Samalona, dan Rammang-Rammang (Bagian 1) | Catatanku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s