Jalan-jalan ke Kuala Lumpur (Bag. 3)

Jika ke Kuala Lumpur hanya untuk konferensi tentu membosankan. Di sela-sela konferensi kami masih sempat jalan-jalan ke berbagai sudut kota Kuala Lumpur. Apa sasaran utama turis di Kuala Lumpur? Tentu saja jawabannya adalah menara kembar Petronas. Ya, kesanalah kami pergi.

DSC00619

Menara Petronas lebih dekat:

DSC00613

DSC00614

petronas

Menara Petronas memiliki dua buah tower (twin), di antara kedua tower itu terdapat gedung KLCC. Di gedung ini ada megamal yang bernama Suria KLCC:

DSC00606

Menurut saya Suria KLCC ini tidak lebih megah dari Senayan City, malah masih lebih bagus Bandung Super Mal di Bandung. Yang menarik, di mal ini banyak sekali turis-turis dari Timur Tengah yang berbelanja membawa anak-anak dan istrinya. Uniknya, sang istri memakai cadar hitam dan berjubah panjang, khas tipikal wanita di Timur Tengah, tetapi para suami mereka dengan enteng memakai celana jins pendek dan berkaos oblong, seperti terlihat pada foto di bawah ini. Anak-anak mereka juga memakai pakaian modis anak-anak zaman kini, termasuk anak perempuannya.

DSC00608

Di Kuala Lumpur turis dari Arab begitu banyaknya. Mereka menghabiskan uangnya di sini. Saya heran, mengapa tidak banyak turis Arab yang mengunjungi Indonesia, khususnya Jakarta. Kenapa harus ke Kuala Lumpur? Selama ini turis Arab di Indonesia sering diidentikkan tujuannya ke daerah Puncak Bogor saja untuk …. kawin kontrak, he..he. Jelek benar imej turis Arab di mata orang Indonesia.

Membanjirnya turis Timur Tengah tidak terlepas dari public relation mantan PM Malaysia, Mahathir Muhammad, yang begitu pintar meyakinkan negara-negara Timur Tengah untuk berinvestasi di Malaysia. Dampaknya memang hebat, investasi dari Timur Tengah mengalir ke Malaysia, termasuk ribuan turisnya yang membanjiri Kuala Lumpur. Indonesia tampaknya perlu belajar kepada Malaysia untuk menarik investor dan turis dari Timur Tengah.

Ada yang bilang, Malaysia adalah negara yang aman untuk investasi dan pariwisata. Setiap kali bom meledak di Indonesia, maka yang untung adalah Malaysia sebab para turis akhirnya mengalihkan tujuannya ke Malaysia daripada ke Indonesia. Jangan-jangan Noordin M. Top yang orang Malaysia itu sengaja dihadirkan ke Indonesia untuk terus menyandera bangsa Indonesia dengan ancaman bom-bomnya itu, agar pihak investor dan turis mengalihkan tujuannya ke Malaysia..he..he

Pos ini dipublikasikan di Cerita perjalanan, Titian Indonesia - Malaysia. Tandai permalink.

3 Balasan ke Jalan-jalan ke Kuala Lumpur (Bag. 3)

  1. rosa.camilia berkata:

    Sy bisa jawab pertanyaan Bpk.. KENAPA ORANG ARAB BANYAK ABISIN DUIT DI MALAY DR PD INDONESIA

    Jawabannya gara2 VISA.. Teman sy yg orang Iraq bilang, jika mau ke malaysia mereka ada free visa 2 minggu.. sedangkan kl ke indo, ngurus ribett

    Jadi kayaknya pemerintah kita patut contoh peraturan Pariwisata Malaysia..

  2. jamal pak tongkol berkata:

    NORDIN MAT TOP itu gurunya siapa kawan…???..bukankan gurunya juga dari INDONESIA..????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s