Rindu Tanah Air

Hari ini hari HUT kemerdekaan RI yang ke-64. Saya nggak kemana-mana, di rumah saja, sementara anak ikut lomba balap kelereng di halaman masjid dekat rumah. Di rumah ada pianika, dan saya suka memainkan pianika itu. Salah satu lagu yang saya sangat sukai untuk dimainkan adalah Timang-timang karya Said Effendi, sebuah lagu melankolik untuk menidurkan si buah hati.

Di rumah saya ada buku not musik yang memuat lagu-lagu perjuangan Indonesia. Salah satu lagu perjuangan yang paling sukai dimainkan degan pianika adalah lagu Tanah Air. Lagu ini sangat jarang diputar menjelang HUT kemerdekaan RI, namun ketika dinyanyikan dengan penuh penghayatan, niscaya akan basah mata ini karena begitu meresap syair dan musiknya di dalam jiwa. Saya mainkan pianika dan menikmati syairnya yang melankolis. Begini syairnya:

Tanah Air
Cipt: Ibu Sud

Tanah airku tidak kulupakan
kan terkenang selama hidupku
biarpun saya pergi jauh
tidak kan hilang dari kalbu
tanahku tak kulupakan
engkau kubanggakan

Walaupun banyak negeri kujalani
yang mahsyur damai dikata orang
tetapi kampung dan rumahku
disanalahku rasa senang
tanahku yang kucintai
engkau kuhargai

Kalau ingin dengar lagunya di YouTube, klik video di bawah ini:

Wah..wah…kalau lagu ini dimainkan atau diperdengarkan kepada orang-orang Indopnesia di luar negeri, saya yakin air mata mereka akan menitik karena membayangkan negeri elok tempat kampung halaman dan rumah berada, temnpat dimana ayah bunda ditinggalkan, tempat dimana anak dan istri (suami) menunggu. Rasa cinta tanah air itu justru muncul jika kita jauh di negeri orang.

Lagu perjuangan lain yang juga ikut mengharu biru perasaan adalah lagu yang berjudul Rayuan Pulau Kelapa karya Ismail Marzuki. Lagu ini biasanya dulu dijadikan lagu penutup siaran TVRI, entahlah sekarang apakah juga masih digunakan (jarang nonton TV, apalagi TVRI). Begini syairnya:

Rayuan Pulau Kelapa
Cipt: Ismail Marzuki

Tanah airku Indonesia
negeri elok yang amat kucinta
tanah tumpah darahku yang mulia
yang kupuja sepanjang masa

Tanah airku aman dan makmur
pulau kelapa yang amat subur
pulau melati pujaan bangsa
sejak dulu kala

Ref:
Melambai-lambai
nyiur dipantai
berbisik-bisik raja kelana
memuja pulau
yang indah permai
tanah airku
Indonesia

Jika lagu tersebut diputar dengan video klip yang menampilkan barisan pulau-pulau yang di-shoot dari angkasa, sembari memperlihatkan deretan pohon kelapa yang daunnya melambai-lambai ditiup angin (raja kelana), lalu ada rumah-rumah pondok dengan hamparan sawah membentang laksana permadani hijau, sungai-sungai yang airnya mengalir bersih, niscaya akan menambah kerinduan pada tanah air yang jauh.

Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku, Lagu yang berkesan. Tandai permalink.

8 Balasan ke Rindu Tanah Air

  1. Catra Prathama berkata:

    Rayuan Pulau Kelapa merupakan lagu perjuangan favorit saya pak setelah lagu syukur. Memang kebanyakan orang tidak tahu lagu yang satu ini terutama generasi muda.

    Enak didengar di versi keroncongnya pak. Saya sering memutarnya.:mrgreen:

  2. reiSHA berkata:

    2 lagu itu emang enak didenger. Saya juga sangat suka kedua lagu itušŸ˜€

  3. Jodhi Kurniawan berkata:

    setuju pak, ada yang berbeda mendengar lagu tanah air (dan melihat merah putih, dan mendengar Indonesia raya) waktu dulu saya training ke London

  4. ekoph berkata:

    Lagu lawas, yang tidak pernah akan mati..
    sayang, sekarang sudah jarang

  5. Ella berkata:

    Saya setuju, lagu Tanah Air memang mengharukan sekali, Pak. Jadi ingat, beberapa tahun lalu, lagu ini populer sekali karena muncul di iklan Garuda Indonesia di TV. Kalau sekarang, lagu nasional yang populer itu “Garuda di Dadaku” yang dari filmnya itu, Pak. Hehehe..

  6. ghifar berkata:

    Baru aja kamis minggu lalu wkt acara Penerimaan Maba saya memimpin teman2 ITB Students Orchestra (ISO) membawakan lagu Tanah Air di Sabuga, Pak.. Lagu ini juga jadi salah satu lagu favorit saya & lagu andalannya ISO. Kalo ada acara resmi/formal yang melibatkan ISO, pasti saya selalu sertakan lagu ini. Kurang afdhol rasanya klo lagu ini ga disertakanšŸ™‚

  7. ardika berkata:

    Lagu yang membawa jiwa ini tentram, semua lagu yanmg bertema perjuangan bagiku gak ada matinya..!

  8. mLengse berkata:

    Lagunya keren. Saya baru bisa nyanyi lagu ini dua bulan lalu saat prajab..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s