Suasana yang Hilang Setelah Ramadhan

Ada perasaan ganjil setelah Ramadhan dan Idul Fitri usai. Perasaan kehilangan. Siapapun tidak ingin suasana kondusif yang sudah dibangun dalam waktu lama, tiba-tiba harus ditinggalkan. Ketika rasa cinta mulai terbentuk, kita harus berpisah dengan yang kita cintai itu, siapa yang tidak sedih. Itulah bulan Ramadhan.

Tiba-tiba saja saya merasa ada kehilangan. Selama sebulan penuh kami melaksanakan ibadah puasa. Pagi dinihari kami sudah bangun untuk menyiapkan dan makan sahur, lalu menunggu waktu shalat subuh, kemudian tadarus Al-quran.

Sore hari, suasana jalanan macet karena semua orang beradu cepat agar sampai ke rumah untuk berbuka puasa. Sepanjang jalan menuju pulang, banyak pedagang dadakan yang menjual makanan untuk buka puasa. Mereka semua berusaha meraup rezeki berkah bulan puasa.

Malam hari, seusai shalat Isya, masjid dipenuhi orang untuk sholat tarawih. Kadang-kadang suara petasan yang memekakkan telinga terdengar dari luar masjid, seolah ikut menemani orang yang sedang shalat tarawih.

Televisi selama sebulan itu terlihat shaleh. Kata-kata penuh hikmah terlontar dari layar kaca sepanjang hari, siang dan malam. Jangan tanya soal artis dan presenter mereka, semua terlihat alim dalam balutan busana muslimah.

Ketika suara takbir menggema di malam hari, ada kesedihan yang merasuk. Oh, bulan Ramadhan segera berakhir. Mungkin sebagian orang merasa senang karena mereka tidak perlu capek lagi menahan lapar dan haus sepanjang hari. Oh, kalau begitu puasa seolah menjadi siksaan bagi sebagian orang. Seharusnya kita merasakan sebaliknya, merasa sedih ditinggalkan bulan Ramadhan dan rindu untuk bertemu lagi. Mengapa? Karena belum tentu umur kita panjang, belum tentu tahun depan kita ketemu lagi dengan bulan Ramadhan, dan belum tentu kita merasakan kembali suasana bulan Ramadhan yang syahdu. Semoga kita diberi umur panjang agar dapat bertemtu lagi dengan bulan Ramadhan tahun depan.

Saya jadi teringat lagu yang dinyanyikan oleh Bimbo, yang berjudul Setiap Habis Ramadhan (syair lagu: Taufik Ismail):

Setiap habis Rama­dhan
hamba rindu lagi Ramadhan
saat-saat padat beribadah
tak terhingga nilai mahalnya

Setiap habis Ramadhan
hamba cemas kalau tak sampai
umur hamba di tahun depan
berilah hamba kesempatan

Setiap habis Ramadhan
rindu hamba tak pernah menghilang
mohon tambah umur setahun lagi
berilah hamba kesempatan

Reff:
Alangkah nikmat ibadah bulan Ramadhan
sekeluarga, sekampung, senegara
kaum muslimin dan muslimat se dunia
seluruhnya kumpul di persatukan
dalam memohon ridho-Nya.

~~~~~~~~

Taqaballahu minna wa minkum, shiyaamana wa shiyaamakum

Tulisan ini dipublikasikan di Lagu yang berkesan, Renunganku. Tandai permalink.

2 Balasan ke Suasana yang Hilang Setelah Ramadhan

  1. Soni Satiawan berkata:

    Hal yang sama juga saya rasakan ketika hari terakhir ramadhan ini, pak.. Soalnya masih banyak amalan-amalan sunnah yang belum saya kerjakan secara maksimal..

    Tapi karena ramadhan ini diibaratkan sebagai bulan latihan, maka setelah syawal menyambut, apa yang telah bapak dan keluarga lakukan selama sebulan penuh sebaiknya dilanjutkan. Karena disanalah dapat terlihat apakah ramadhan yang kita lalui berhasil atau tidak..

    Minal Aidin Walfaidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin

    salam
    sonisatiawan.wordpress.com

  2. Firstian berkata:

    Ini sy mendapatkan 1 bdl meraih rejeki lwt infaq & sdekh apkh ini benar dr ust. Jk memg bs mendpt. rats juta tiap org pst rakyat indnesia ky ry & tdk ad org mskin. Sy suka dgn ajk bersdkh bkn hdp dpt bermanfaat. Hdp bersedekaaaaaah….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s