Tumpeng, Cendol, Ketupat, Air Kelapa, Dodol, dll Dipatenkan Malaysia

Bukan Malaysia namanya kalau tidak bikin berita “panas” orang Indonesia. Setelah sedikit reda soal klaim Tari Pendet, Malaysia baru-baru ini mengklaim dan mamatenkan makanan yang sudah menjadi khas turun temurun berbagai suku bangsa di Indonesia. Apa saja itu? Nih dia makanan itu: nasi tumpeng, es cendol, ketupat, air kelapa, tempoya, lemang, sate, dodol, bubur sum-sum, dan bubur kacang hijau.

Di bidang kesenian, Malaysia juga mematenkan gamelan, wayang kulit, gendang, tari Zapin, dan masih banyak lagi. Info pematenan bisa dibaca di situs warisan.gov.my dan beritanya dapat dibaca di media cetak Indonesia.

Semakin banyak saja produk budaya Indonesia yang diklaim oleh Malaysia. Hayo, apa saja yang sudah diklaim Malaysia?
1. Lagu rakyat Maluku: Rasa Sayang-sayange (di Malaysia diubah menjadi Rasa Sayang-Sayang Hei)
2. Lagu Burung Kakatua
3. Lagu Jali-jali
4. Reog
5. Tari Pendet
6. Angklung
7. Rendang
8. Batik
9. …. (silakan isi sendiri)

Jangan-jangan nanti nasi uduk, nasi kuning, wayang golek, sarung, nasi pecel, gado – gado, gathot, thiwul, geplak, ayam goreng, nasi goreng, soto, rawon, wajik juga dipatenkan oleh Malaysia.

Apa arti semuanya itu? Itu artinya Malaysia sigap menginventarisir produk budaya yang ada di negara mereka, sementara Pemerintah negara kita terkesan lamban dan baru bereaksi setelah isu dari negara tetangga itu muncul ke permukaan. Malaysia juga tidak bisa disalahkan sepenuhnya, karena budaya mereka sudah bercampur dengan budaya nusantara sejak dulu kala. Rakyat Malaysia ada yang merupakan keturunan Minangkabau, Aceh, Riau, Jawa, Bugis, Makassar, dan sebagainya. Masing-masing suku pendatang itu membawa budaya mereka sendiri, dan setelah jangka waktu yang panjang akhirnya menjadi budaya yang diklaim Malaysia.

Di satu sisi ada dampak positif dari isu klaim budaya oleh Malaysia itu. Rakyat Indonesia yang selama ini kurang peduli dengan produk budayanya, tiba-tiba menjadi sadar budaya dan merasa geram ketika miliknya “dicuri” orang. Mungkin karena Malaysia yang mengklaim maka reaksinya begitu demikian keras, lain halnya kalau yang mengklaim itu Timor Leste atau Papua Nuigini mungkin reaksinya tidak sekeras itu.

Hanya saja, rasa peduli budaya yang tiba-tiba itu baru sebatas permukaan saja, belum menyentuh substansi yang lebih dalam. Coba tanya, berapa banyak orang Indonesia yang hafal syair lagu Rasa Sayang-sayange? Saya juga tidak hafal, hanya bait-bait awal saja yang hafal, begini:

Rasa sayange rasa sayang-sayange
Liat nona dari jauh rasa sayang-sayange

Lalu? Tidak tahu lagi bait berikutnya….

Tulisan ini dipublikasikan di Indonesiaku, Titian Indonesia - Malaysia. Tandai permalink.

5 Balasan ke Tumpeng, Cendol, Ketupat, Air Kelapa, Dodol, dll Dipatenkan Malaysia

  1. Mamanglo berkata:

    Heran, barang dipatenkan di negeri orang kok pusing amat?
    Ya kita patenkan aja semuanya. Jangan cuma barang-barang Malaysia, patenkan semua barang/temuan dari seluruh penjuru negeri.

    Iri ya? Malaysia mematenkan barang Indonesia, sementara Indonesia tidak mematenkan temuan (curian) dari negeri lain?

  2. erza berkata:

    maaf,pak kamu ini bagaimana ya,di indonesia apa enggak ada makanan ringannya,burger atau apa aja,bukan ka itu dr barat ya pak,sama juga malaysia,terllu ramai warg indonesia di negara itu,jadi makanannya ya bercampur,nenek moyang dulu2 juga sudah kenal makanan semua tu,orang malaysia sentiasa update dan memandang kedepan,baru bisa maju,usah hanya nampak salah nya orang pak,pende kata OPEN MINDED,bukan di patenkan pak,selera orang hidup pasti bertukar tukarya pak, jadi enggak salah mau makan apa saja,patutnya bapak harus bangga bakso atau apa saja makanan,atau lagunya indonesia sampai antarabangsa,think always positive in life

  3. Vika berkata:

    Istilah dipatenkan tidak tepat, karena paten hanya bisa diberikan pada hasil penemuan baru yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya.

    Terlepas dari itu, pemerintah seharusnya juga harus membuat proyek pendataan warisan budaya bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Kalau Malaysia bisa mendata 18 halaman full warisan budaya (sudah termasuk rendang, gamelan, & air kelapa) tentunya kita tidak perlu takut ^_^

  4. Teni L-lyhn berkata:

    emang indonesia adalah asia yang sebenarnya….karena semua lengkap…dari sabang sampai merauke terdapat suku-suku bangsa dengan berbagai bahasa,budaya,karya seni yang agung…..tapi kebangetan klo sampai bahasa indonesia dipatenkan jadi bahasa malaysia……sedang orang malaysia aja nggak bisa bahasa indonesia dengan baik dan benar.

  5. mal berkata:

    wah pemerintah indo seng di piker ox duit” aja,,kalau ada berita baru reaksi itu namanya bukan pemimpin yang tegas yg bisa korup aja,,masak budaya indo,mkanan khas bahkan pulau” juga di klaim oleh malaysia..malaysia iki bajingan tenan,gak pya kpcyaan sendiri,,misal’a budaya malay kita klaim g mana rasany,,ku mohon mahasiswa asal malay yg bljr di indo jgn ada,,dan jgn pkerjakan TKI/TKW di malay,,itu malay bisa mengklaim budaya,…..mudah”an komen ini semua bisa sampai pemerintah indo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s