Prof. Akhmaloka, Ph.D., Rektor Baru ITB 2010-2014

Tadi pagi baca berita di koran PR: rektor baru ITB sudah terpilih. Beliau adalah Prof. Ahkmaloka, Ph.D. Gelar profesor baru saja diperolehnya satu minggu yang lalu, dan anugerah (atau lebih tepatnya amanah) bertambah lagi dengan jabatan baru sebagai rektor ITB.

Proses pemilihan rektor ITB ini pada mulanya diikuti oleh 22 calon, kemudian dipilih 10, lalu, 3, dan akhirnya 1. Banyak calon yang bertumbangan di tengah jalan sebelum akhirnya dihasilkan 3 finalis. Yang berhak memilih adalah anggota MWA dan SA. Kita-kita dosen “jelata” ini (apalagi mahasiswa) hanya sebagai penonton yang baik saja, tidak punya hak suara. 😦

Ada tiga finalis yang terpilih, yaitu Pak Akhmaloka 9dari Kimia-FMIPA), Pak Adang Surrachman (dari Teknik Sipil-FTSL), dan Pak Indra Djati Sidi (juga dari Teknik Sipil-FTSL). Pak Akhmaloka mendapat 19 suara, Pak Adang 5 suara, dan Pak Indra 3 suara. Berita acara pemilihan selengkapnya dapat dilihat di sini.

Kalau boleh memilih di antara finalis itu (kapan ya dosen boleh memilih rektor secara langsung, mungkin UU BHMN harus diubah dulu), memang saya cenderung akan memilih Pak Loka. Pak Adang dan Pak Indra sudah “uzur”, usianya 54 dan 56 tahun, dan menurut saya sudah menjadi bagian dari cerita masa lalu. Pak Akhmaloka ini yang paling energik, umurnya 48 tahun. Pak Adang dan Pak Indra sudah punya rekam jejak sebagai Wakil Rektor, jadi kita semua tahulah kinerja mereka. Kalau Pak Loka belum pernah jadi Wakil Rektor, baru sebatas dekan FMIPA, tetapi saya dengar kinerjanya luar biasa. Selama menjadi dekan, dia sudah berhasil “menggolkan” 10 profesor baru dari FMIPA. Mimpinya adalah mewujudkan 200 orang profesor di ITB. Asal tahu saja, menjadi profesor di ITB itu “sulit” dan prosesnya lama.

Selamat bekerja Pak Akhmaloka, tugas berat menantimu. Sering-seringlah “turun gunung” mengunjungi “rakyat jelata” (dosen, mahasiswa, karyawan) di kampus — sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh rektor sebelumnya, sering-seringlah tur mengelilingi fasilitas kampus (lab, ruang kuliah, dll) apakah masih layak, perlu ditingkatkan, dsb, sering-seringlah menulis, sering-seringlah mendengar aspirasi civitas academica, sering-seringlah …(masih banyak lagi). Terlalu banyak harapan yang disandangkan kepada anda, Pak. Semoga tetap tabah sampai akhir.

Pos ini dipublikasikan di Seputar ITB. Tandai permalink.

9 Balasan ke Prof. Akhmaloka, Ph.D., Rektor Baru ITB 2010-2014

  1. Nanda Firdausi berkata:

    Yang berhak memilih adalah anggota MWA dan SA. Kita-kita dosen “jelata” ini (apalagi mahasiswa) hanya sebagai penonton yang baik saja, tidak punya hak suara

    >> Loh Pak… mahasiswa kan juga masih punya perwakilan di MWA?

  2. aan setiawan berkata:

    Semoga kampus ITB kembali menjadi kampus rakyat.. bukan elit rakyat..
    untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater..
    Merdeka!!

  3. hamka berkata:

    semoga bisa lebih baik lagi ITB di bawah Pak Loka

  4. rinaldimunir berkata:

    @nanda: itu bukan mahasiswa, tapi wakil mahasiswa (1 orang). Sudah lama diwacanakan di milis dosen agar dosen juga bisa memilih, tetapi wacana itu tidak disetujui oleh MWA dan SA.

  5. Oemar Bakrie berkata:

    Tanpa mengurangi rasa hormat kepada yg terpilih, dan terlepas dari kuatnya harapan kita kepada pimpinan yg lebih “muda”, tampaknya ITB belum bisa atau belum boleh memilih rektor-nya sendiri.

    Beberapa rektor terakhir hasil pilihan (dalam konteks jumlah suara) Senat yg notabene perwakilan komunitas (dosen, unit akademik) ITB “kandas” di tangan menteri atau MWA. Kecuali pernah satu kali saja, meskipun belum tentu juga kalau pilihan komunitas pasti yg terbaik …

    Bahkan pernah waktu rektor ditentukan menteri (sebelum ada MWA/BHMN) dari 3 calon yg diusulkan ITB, menterinya minta 4 nama calon. Dan yg dipilih oleh menteri yg calon nomor 4 itu … hehehe …

    Selamat bekerja untuk Pak Akhmaloka dan kabinet baru-nya, semoga ITB ke depan lebih baik lagi …

  6. bocahbancar berkata:

    Selamat Untuk Rektor Baru ITB….

  7. Widya berkata:

    Mudah-mudahan pak Loka bisa membawa angin baru bagi ITB khususnya bagi kegiatan kemahasiswaan, setelah sebelumnya banyak keluhan mengenai aktivitas yang terhambat karna birokrasi internal ITB sendiri.

    Selamat bertugas Pak Loka …

  8. didiik berkata:

    reformasi demokrai negara dimulai dari gerakan kampus.
    tapi di kampus sendiri malah tidak terjadi. baiknya rektor jg dipilih rakyat (civitas akademik) universitas. yang menentukan syarat2 kelayakan tetap SWA dan SA.
    Selamat buat rektor baru, semoga ITB menjadi lebih maju dan inovatif.

  9. rudy berkata:

    sesuatu banget

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.