Tidak Patah Arang Menggoyang SBY

Duh, bumi Indonesia gonjang-ganjing lagi. Usai “sinetron” KPK atau yang lebih dikenal dengan kasus Bibit-Chandra, publik dihadapkan lagi dengan “sinetron” baru, yaitu Kasus Bank Century. Di gedung DPR yang megah sekarang ini sedang ramai pengguliran hak angket skandal Bank Century, sementara di “parlemen jalanan” berlangsung demo dan aksi unjuk rasa yang tidak kalah heboh terkait skandal ini.

Seperti yang kita baca, dengar dan lihat di media massa, ini kasus yang besar, sebab pengucuran dana senilai Rp 6,7 Trilyun (sekali lagi 6 T) untuk menyelamatkan sebuah bank yang tidak terlalu dikenal, yaitu Bank Century, ternyata menyalahi aturan. Sasaran bidik para anggota dewan maupun aksi unjuk rasa itu siapa lagi kalau bukan Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani. Boediono dianggap bertanggung jawab karena saat itu dia menjabat sebagai Guberbur Bank Indonesia, sedangkan Sri Mulyani adalah Menteri Keuangan saat itu.

Bagi para penentang SBY, mereka mendapat energi lagi untuk menggoyang –kalau bisa menjatuhkan — pemerintahan SBY, setelah sebelumnya usaha mereka untuk menciptakan people power melalui kasus Bibit-Chandra ternyata gagal. Pada kasus Bibit-Chandra, hampir saja terjadi people power seperti saat kejatuhan Presiden Soeharto dulu, namun ternyata SBY menyelesaikan kasus dengan cukup elegan, yaitu melalui jalur di luar pengadilan. Semula, yang diharapkan oleh penentang SBY adalah SBY mengintervensi pengadilan untuk menghentikan kasus ini, lalu mencopot Kapolri dan Jaksa Agung. Namun SBY tidak melakukannya, sebab jika SBY mengintervensi pengadilan maka berarti SBY melakukan pelanggaran hukum. Jika ini terjadi, maka para penentang SBY dengan mudah menyeret SBY sebagai seorang pelanggar hukum, dan ujung-ujungnya adalah impeachment.

Setelah gagal menggoyang SBY melalui kasus Bibit-Chandra, kini para penentang SBY kembali mendapat semangat baru melalui kasus Bank Century. Mereka mulai menyiapkan amunisi dan merapatkan barisan untuk membuat pemerintahan SBY menjadi tidak stabil. Usaha pertama adalah mewacanakan agar Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani menonaktifkan diri atau kalau bisa mengundurkan diri supaya proses investigasi kasus Bank Century bisa berjalan lancar. Argumen mereka adalah jika Boediono dan Sri Mulyani tidak mau non-aktif, maka kedua orang ini akan menjadi beban bagi Pemerintahan SBY.

Bagi orang atau kelompok orang yang tidak menyukai Boediono sejak kampanye Pilpres yang lalu — dengan berbagai isu yang mendera pribadinya — maka kasus ini juga membangkitkan kembali bara api ketidaksukaan yang sempat hampir padam. Mereka ikut bergabung dengan para penentang SBY, hanya saja tujuan mereka berbeda. Jika penentang SBY ujung-ujungnya ingin SBY jatuh, maka penentang Boediono hanya ingin Boediono saja yang terkapar, sembari menunjukkan bahwa memilih Boediono ternyata adalah pilihan yang salah. Tuh, mengapa dulu pilih Boediono, begitu kira-kira yang ingin mereka katakan.

Jika meminta Boediono dan Sri Mulyana mundur ternyata tidak mempan, maka usaha kedua adalah menghubungkan kasus Bank Century ini dengan Partai Demokrat dan keluarga SBY. Dibuatlah wacana bahwa tim kampanye Partai Denokrat, tim Sukses SBY, dan putera SBY menerima aliran dana dari kasus Bank Century ini. Meskipun SBY berkali-kali membantah, namun isu ini sudah terlanjur meletup menjadi bola panas.

Hiii… kalau sudah begini ceritanya, maka dipastikan dunia sosial politik di Indonesia makin tambah hingar bingar saja. Kita tidak tahu siapa yang benar dalam kasus ini, karena kita rakyat jelata ini hanya penonton “sinetron” yang baik saja. Setiap saat kita disuguhi “sinetron” skandal hukum yang tidak habis-habisnya, yang membuat citra Indonesia makin terpuruk di mata dunia. Indonesia sebagai negeri sarang koruptor dan makelar kasus. Wah…

Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

7 Balasan ke Tidak Patah Arang Menggoyang SBY

  1. Catra berkata:

    membaca postingan bapak mengenai skalndal ini memberikan gaya dan sudut pandang baru bagi saya. selama ini media massa kebanyakan memberitakan bahwa SBY berperan. akan tetapi di postingan ini seolah SBY sebagai korbannya :D:D

  2. ady w berkata:

    setuju kita tidak tahu, karena pengetahuan kita = pengetahuan wartawan yang diutak atik dan dipublikasikan di media saja 🙂

    Indonesia memang butuh seorang diktator yang kejam terhadap penjahat namun lembut terhadap orang yang lemah

  3. anggriawan berkata:

    saya setuju dg Pak Rin, sekarang ini banyak sekali yang ingin SBY lengser, sampai-sampai berbagai serangan dilancarkan mulai dari kasus KPK sampai dengan Bank Century..

    tapi seandainya SBY berhasil dilengserkan, apa yang dilakukan para penentang SBY itu ya? apa mereka punya presiden alternatif yang se-capable SBY dan diterima oleh rakyat kebanyakan? kalau tidak ada, yang terjadi nanti malah chaos dong.. duh, jangan sampai terjadi deh..

  4. rinaldimunir berkata:

    @catra: bukan berarti saya pendukung SBY meskipun saya melihat dia menjadi sasaran dua kasus besar ini (waktu Pilpres lalu saya milih JK lho). Namun, saya melihat orang Indonesia ini senang saling menjatuhkan. Jika SBY jatuh, apakah kondisi negara ini akan lebih baik?

  5. Widya berkata:

    Analisa yang bagus Pak. Saya sebagai orang awam dan yang ‘cuma’ bisa mikir sederhana berpandangan terlalu riskan bagi stabilitas negara jika SBY dengan mudah ‘digulingkan’. Apalagi hanya karena opini-opini publik yang berkembang, bukan karena fakta-fakta ilmiah yang bisa dipercaya.

    Anehnya, kayaknya para penentang SBY tampaknya lebih rela Indonesia hancur dulu dan mereka datang sebagai pahlawan kesiangan.

  6. kurni berkata:

    pake logika dong, uang segitu besarnya masa presiden tidak tau? pembelian mobil mewah presiden tidak tau? presiden macam apa itu semua tidak tau.

Tinggalkan Balasan ke anggriawan Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.