Bapak Penjual Rambutan

Musim hujan tidak hanya banjir durian di Bandung, tetapi juga banjir duku dari Palembang dan rambutan asal Subang, Jawa Barat. Berton-ton rambutan menyerbu kota Bandung. Selain dijual di jongko-jongko kaki lima, rambutan itu dijual di mobil bak terbuka. Tidak hanya di daerah pasar atau pertokoan, pedagang dengan mobil bak terbuka itu juga masuk ke kantong-kantong pemukiman.

Sore sepulang dari kantor saya selalu melewati daerah Cicadas (Jalan Ahmad Yani). Sepanjang jalan itu banyak sekali mobil bak terbuka penjual rambutan. Berhubung anak saya yang bungsu penggemar rambutan, saya berhenti di depan seorang pedagang untuk membeli beberapa ikat rambutan. Tiga ikat rambutan harganya Rp10.000. Masih segar-segar rambutannya, tampaknya baru dipetik dari pohon. Merah-merah menggiurkan. Siapa yang melihat pasti tergiur untuk membelinya.

Saat ini harga rambutan jatuh karena melimpahnya pasokan dari Subang. Ada yang berani menjual 4 ikat dengan harga Rp10.000, ada pula yang banting harga tiga ikat Rp5.000. Benar-benar pedagang rambutan tidak menikmati untung besar karena panen yang melimpah ruah itu. Malangnya lagi, rambutan yang sudah dipetik itu tidak tahan lama, setelah dua hari di ruang terbuka kulitnya sudah mulai layu, tidak menarik lagi untuk dipajang. Karena itu, rambutan yang dijual harus terjual habis selama satu dua hari itu sebelum datang lagi pasokan segar dari sentra produksi.

Pasokan rambutan dari Subang seperti tidak habis-habisnya mengalir. Satu kelemahan dari rambutan Subang ini adalah tidak malokak (Bahasa Minang :-)). Apa ya bahasa Indonesianya? Arti malokak kira-kira begini: jika anda menggigit daging buah rambutan namun kulit bijinya ikut terangkat ketika digigit berati tidak malokak. Kurang nyaman makan rambutan jika kulit bijinya ikut terkelupas. Nah, kalau soal malokak-lokak ini, rambutan rapiah asal Acehlah juaranya. Rambutan rapiah ukurannya kecil-kecil, biarpun kulitnya masih berwarna kuning namun rasanya sudah manis, dan yang paling penting malokak itu. Sayang sekali di Bandung tidak ada rambutan rapiah dari Aceh, mungkin terkendala jarak yang jauh. Adakah yang membudidayakan rambutan rapiah di Jawa Barat ini?

Itulah rambutan, buah tropis yang selalu dikangeni jika kita berada di luar negeri, khususnya di negeri 4 musim, soalnya tidak ada rambutan di sana. Apa bahasa Inggrisnya “rambutan”? Hairy fruit? Kurang tepat. Tidak ada padanan katanya dalam Bahasa Inggris, tapi kepada orang asing cukup dikatakan begini: A red fruit covered with long hair-like filaments. Masih belum mengerti?

Tulisan ini dipublikasikan di Seputar Bandung. Tandai permalink.

8 Balasan ke Bapak Penjual Rambutan

  1. Velly berkata:

    Pak.. ingin komen yang gak penting nih pak… hehehe.

    quote: “Arti malokak kira-kira begini: jika anda menggigit daging buah rambutan namun kulit bijinya ikut terangkat ketika digigit berati tidak malokak”
    klo sepengetahuan saya, yg malokak yg kulit bijinya ikut terangkat dan disebut tidak malokak klo kulit bijinya tetep nempel di bijinya… hehehe, bener gak pak?

    • rinaldimunir berkata:

      Oh gitu ya? Lain di Padang lain pula di Bukittinggi artinya :-). Salam, apakah Velly sudah selesai S2 di Belanda?

      • Velly berkata:

        beda ya pak? klo setau saya, “malokak” artinya terkelupas, “malakok” baru artinya nempel.. hehehe

        Wassalamualaikum pak,
        saya masih dibelanda.Doakan saya bisa lulus tepat waktu tahun ini ya pak… terimakasih :)

  2. Ady Wicaksono berkata:

    rambutan namanya tetap rambutan, sama dengan durian, hehehe

    Contoh jualan rambutan di dubai (mostly buah2an tropis begini diimport dari thailand)

    http://1.bp.blogspot.com/_OA0cqGVC2vc/Rg_uFAZXtNI/AAAAAAAAALU/YpRIV_GD0GY/s1600-h/dubai_fruit01.jpg

  3. darahbiroe berkata:

    lagi musim rambutan emng sekarang

    berkunjung n ditunggu kunjungan baliknya makasih

  4. Annis berkata:

    malokak itu kalo bhs sunda nya sih… ngolotok…. (kayaknya sih…), Bang…
    hehhehe… ga yakin juga ;p

  5. Nur Ali Muchtar berkata:

    rambutan itu asli indonesia bukan ya pak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s