Apa yang Dikatakan Mario Teguh itu Tidak Salah

Dunia maya kembali membuat berita kontroversi. Mario Teguh, seorang motivator ulung, menulis di akun Twitter-nya: Wanita yg pas u/ teman pesta, clubbing, brgadang smp pagi, chitchat yg snob, mrokok,n kdang mabuk – tdk mungkin direncanakn jadi istri’.

Tulisan Mario Teguh itu menimbulkan pro dan kontra di kalangan netter, tak terkecuali para aktivis gender. Yang kontra mengatakan Mario Teguh telah menghakimi (judge) wanita-wanita yang disebut di dalam tulisan itu. Namun yang mendukung Mario juga tidak kalah banyak. Tidak ada yang salah dengan yang dituliskan Mario itu, memang begitulah seharusnya, kata pihak yang mendukung.

Kalau saya punya pendapat tambahan supaya adil, bahwa tidak hanya wanita yang suka dugem, mabuk, dan merokok yang tidak pas menjadi istri, tetapi laki-laki yang hobinya dugem, mabuk, dan merokok juga tidak layak menjadi suami yang baik. Dasarnya ada di dalam Al-Quran pada Surat n-Nuur ayat 26 yang terjemahannya sebagai berikut:

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).

Jadi, perempuan yang baik untuk lelaki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik pula.

Naturalnya, di dunia Timur — khususnya di Indonesia yang masih menjunjung tinggi norma susila — setiap orang ketika mencari pasangan hidup tentu melihat latar belakang calonnnya. Wanita yang binal, suka keluyuran malam, dugem, mabuk-mabukan, mudah diapa-apakan, tentu membuat laki-laki yang punya minat akan mundur teratur. Wanita seperti itu lebih tepat untuk laki-laki yang punya perilaku yang sama pula. Hal yang sama juga pada pria. Pria yang hidupnya suka dengan dunia malam, minuman keras, mabuk-mabukan, tentu tidak disukai wanita baik-baik. Laki-laki seperti itu cocok untuk wanita yang punya perilaku sama (tapi anehnya, wanita masih mentoleransi laki-laki yang suka merokok :-)).

Jadi, Pak Mario Teguh sebenarnya tidak perlu menutup akun Twitter-nya gara-gara tulisan itu. Kalau minta maaf, iya, karena kesalahan Pak Mario agak fatal juga, sebab tulisan itu bukan dia yang menulis langsung, tetapi moderatornya yang menulis. Ya gitulah risiko mempunyai media maya yang diwakili oleh orang lain, bukan dirinya langsung yang menulis atau berkomentar. Mungkin seperti itu pula kali blog, twitter, atau fesbuk milik para pesohor (artis, tokoh, dsb), yang menulis bukan pesohor ybs, tetapi asistennya.

Pos ini dipublikasikan di Agama, Indonesiaku. Tandai permalink.

9 Balasan ke Apa yang Dikatakan Mario Teguh itu Tidak Salah

  1. ghifar berkata:

    saya setuju, pak. doakan kita semua biar dapet pasangan baik2 ya pak, hehe …

  2. dhimasln berkata:

    saya juga setuju pak sama MT. kalo kaskuser sie juga 90% nya setuju.

    wanita baik untuk pria yang baik, dan sebaliknya.
    tapi sampe sekarang saya belom dapet jodoh nih, bapak bisa batu ga?😀❤

  3. dhimasln berkata:

    oia, soal menutup, menurut saya alasannya 1. karena terjadi perdebatan yang “tidak sehat” di kalanagan netter, khususnya pengguna twitter. banyak yang memakai kata2 tidak sopan. Mungkin maksudnya pak MT menutup akun twitternya yaa untuk meredakan masalah itu

  4. reiSHA berkata:

    Kalo saya mah, buat suami, ga ada toleransi buat perokok. Hehe.

  5. Nur Hikmawati Amalia berkata:

    Pak MT, zaman sekarang, banyak orang yang terbiasa mensalahkan yang benar dan membenarkan yang salah…
    so…
    must go on aja pak, la tahzan…

  6. adit38 berkata:

    Kapan ya dunia bebas asap rokok.

    http://adit38.wordpress.com/

  7. dwi berkata:

    saya yang baik hanya untuk perempuan yang baik
    kalau saya yang jahat pun untuk perempuan yg jahat juga

  8. Sadat ar Rayyan berkata:

    wanita perokok, clubbing, pemabuk dan semisalnya cocoknya untuk pria yang seperti itu juga

  9. rosa berkata:

    Saya juga tidak suka asap rokok, Alhamdulillah suami saya tidak merokok, dan saya juga kurang menoleransi rokok. Bagi saya kebaikan rokok cuman satu, masalah tenaga kerja yang diserap, itu saja. Itupun kalau pemerintah bisa menyediakan yang lain sebaiknya ditiadakan. Rokok itu makruh jika tidak mengganggu orang lain, tapi akan menjadi haram jika mengganggu orang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s