Menikmati Ikan Bilih Singkarak

Dari topik politik beralih ke soal makanan yuk…

Beberapa waktu yang lalu mertua saya pulang dari Bukittinggi. Beliau membawa oleh-oleh ikan bilih singkarak. Beliau tahu kalau saya suka sekali makan ikan bilih. Ikan bilih adalah ikan endemik yang hanya ada di Danau Singakarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Tidak sulit menemukan menu ikan bilih di beberapa rumah makan padang di Bandung, misalnya rumah makan Kapau Jaya dan rumah makan Sederhana.

Ini foto Danau Singkarak dengan lintasan kereta api di tepinya (Gambar diambil dari sini):

Kalau foto yang di bawah ini diambil dari sini:

Ikan bilih singkarak ukurannya sebesar ikan teri. Ikan ini populasinya makin berkurang saja karena penangkapannya dengan cara yang serampangan (dituba, dibom, atau ikan yang ditangkap masih kecil-kecil). Pernah dibudidayakan di luar danau Singkarak, tetapi tidak berhasil. Jika anda sempat mengunjungi danau Singakarak, maka di pinggir danau banyak nelayan yang menjual ikan bilih, ikan bada, dan pensi. Pensi adalah semacam kerang danau, ukurannya kecil-kecil, sangat enak jika digulai dengan kuah santan yang sedikit.

Nama bilih berasal dari kata iblis. Bahasa Indonesia untuk ikan ini adalah ikan bilis (bilis, iblis, masih satu ucapan, bukan?). Aneh? Nggak aneh, di Sumatera Barat dulu lazim untuk mengatakan benda yang ukurannya kecil dan tipis dengan kata bilih. Orang-orangtua zaman dulu sering mengatakan uang koin logam yang tipis dengan sebutan uang bilih. Atau, anak-anak yang suka bermain setelah waktu Maghrib sering diomeli dengan kata “jan bamain juo lai, beko ditangkok bilih“, artinya “jangan bermain lagi, nanti ditangkap iblis”. He..he…

Kembali ke ikan bilih yang dibawa mertua tadi. Di rumah saya ikan tadi digoreng garing. Lebih enak jika dicampur dengan sambal cabe hijau dan goreng kentang. Tapi makan nasi dengan ikan bilih dan goreng samba lado merah juga nikmat. Nah, ini dia foto ikan bilih Singkarak yang sudah selesai digoreng.

Hmmm… nikmat. Makan yuk….

Pos ini dipublikasikan di Cerita Ranah Minang, Makanan enak. Tandai permalink.

17 Balasan ke Menikmati Ikan Bilih Singkarak

  1. Nur Ali Muchtar berkata:

    hmmmmmm…
    jadi laper nih pak. kalimat yang ini benar-benar menggoda selera pak:
    “Di rumah saya ikan tadi digoreng garing. Lebih enak jika dicampur dengan sambal cabe hijau dan goreng kentang. Tapi makan nasi dengan ikan bilih dan goreng samba lado merah juga nikmat.”😆

  2. Velly berkata:

    hehehe, jadi taragak pulo makan ikan bilih pak :p
    saya sukanya klo ikan bilihnya dicampur ‘lado ijau’ dan irisan ‘patai’ …. hmmmm maknyus pak😀

  3. ady wicaksono berkata:

    oh pantesan, di singapura ada nasi goreng ikan bilis, tadinya saya kira ikan teri kecil2 itu tadi, rupanya beneran ada tho🙂

  4. mama adi&ian berkata:

    kalau di malaysia ikan teri = ikan bilis. Jadi, sebutan ‘bilis’ bukan untuk ikan yg dari danau singkarak tsb, tapi sebutan untuk ikan teri biasa.

  5. yaniwid berkata:

    Kampung halaman kakak ipar saya juga di tepi Danau Singkarak. Saya jadi sering kebagian ikan bilih ini….🙂

    Benar ya, memang hanya ada di Danau Singkarak ?

    • rinaldimunir berkata:

      Iya, memang hanya ada di sana. Di danau lain juga ada ikan yang sejenis, tapi spesiesnya (nama latinnya) berbeda. Misalnya sejenis ikan bilis di Danau Toba. Memang agak susah membedakannya. Saya pernah baca di milis bahwa karena pasokan ikan bilih di Danau Singkarak berkurang, sementara permintaan terus bertambah dari rumah makan (termasuk dari Jawa) maka sebagian pedagang mengambilnya dari Danau Toba tetapi mereka tetap menamakannya ikan bilih. Jadi, yang kita makan di Bandung ini belum tentu benar-benar ikan bilih dari Danau Singkarak.

      • aditiyawarman berkata:

        sabana lama sanak……

      • aditiyawarman berkata:

        sabana lamak sanak……

      • chovlkyu berkata:

        Lagi nyangkul tugas paper kebetulan dapet info tentang ikan bilih.. *makasih banget pak*

        kebetulan saya dapat info kalau ikan bilih itu memang bisa dibudidayakan di luar danau singkarak, soalnya saya tadi nemu artikel itu. IPB sudah mencoba menanam ikan bilih dibeberapa danau (termaksud danau toba) jadi ya memang ikan bilih sudah bisa ditanam dianau lain dengan teknik khusus..

        tks, hanya sekedar info

  6. otidh berkata:

    wah, dari penampilannya seperti ikan wader,, begitu di daerah saya menyebutnya
    panjangnya rata2 sekitar 5 cm

    enak banget dimakan kalo digorengnya sampe kering😀

    saya suka pemandangan di danau singkaraknya
    pingin nyoba naik kereta api yang melintasi di pinggir danau itu

  7. aditiyawarman berkata:

    mamang enak bangat kok…:-D

  8. malalo berkata:

    Makan ikan bilih memang enak, pikirkan juga apakah anak cucu kita masih bisa menikmatiknya? lihat di ikan bilih punah

  9. julidarmaputra berkata:

    jadi taragak lo pulang jadinyo

  10. Ella Missribet berkata:

    saya jual ikan bilih….terima pesanan

  11. A.E. Christina Sitorus berkata:

    Terima kasih infonya kawan. Kebetulan saya baru makan ikan bilis di Rumah Makan Padang (R.M Putri Raya) di Pontianak. Penasaran oleh ikan tersebut, saya tanyakan langsung kepada pemilik restorant dan dikatakan ikan bilis dari Danau Singkarak. Cari info lagi dan dapat dari tulisan kamu ini. Saya mau beli di Medan ada nggak ya? kebetulan adek saya masih tinggal di Medan, jadi saya mau minta tolong adikku untuk cari di Medan.

  12. rika berkata:

    @Ella misribet : saya minat beli ikan bilih. mhn info harganya di sms ke rika 083894797676

  13. Ping balik: Kiriman Rendang Pensi Singkarak | Catatanku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s