7 Orang Terkaya dan Nestapa Indonesia

Majalah Forbes baru-baru ini merilis 1000 orang terkaya di dunia. Menariknya, 7 orang di antaranya adalah dari Indonesia. Tujuh orang itu ada yang merupakan muka-muka lama dan ada pula muka baru. Kalau mau tahu siapa saja orang-orangnya, baca berita ini.

Tentu kita tidak mempermasalahkan kekayaan 7 orang tersebut. Setiap orang berhak menjadi kaya dan menikmati kekayaannya, selama hal itu diperoleh dari hasil jerih payahnya sendiri dan sukur-sukur halal.

Laporan majalah Forbes itu seakan-akan membantah anggapan selama ini bahwa Indonesia adalah negara miskin atau negara yang sedang mengalami krisis ekonomi. Mau tahu bukti lainnya?

Coba lihat pameran-pameran ponsel atau mal/plaza khusus elektronik, selalu dipadati ribuan orang untuk memburu jenis ponsel terbaru karena tergiur fiturnya yang menarik dan harganya yang miring. Di Bandung beberapa waktu lalu ratusan orang rela antri untuk mendapatkan produk HP baru buatan Cina (Merek Quarty?) yang fitur-fiturnya seperti Blackberry namun harganya sekelas telepon Nexian. Siapa yang tidak tergiur memiliki Blackberry meskipun buatan Cina namun harganya nggak sampai satu jutaan? Padahal saya yakin rata-rata orang yang antri itu sudah punya satu atau dua buah HP lho. Namun masih mau nambah lagi atau mau ganti. Maklum HP sudah menjadi bagian dari gaya hidup.

Sekali-kali coba deh jalan-jalan ke BEC, itu lho mal elektronik terkenal di kota Bandung. Hari-hari biasa saja mal ini ramai dengan pengunjung, apalagi hari Sabtu dan Minggu luar biasa sekali padatnya dengan orang-orang yang ingin membeli ponsel jenis terbaru. Berada di BEC di tengah padat pengunjung itu membuat kita seakan-akan tidak percaya bahwa Indonesia sedang mengalami krisis ekonomi.

Contoh kedua, sekarang tampaknya lagi trend toko-toko branded fashion dan pusat perbelanjaan modern mengadakan midnight sale. Barang-barang bermerek didiskon hingga 50%. Meskipun setelah didiskon harganya tetap saja membuat kening berkerut, namun peminatnya tetap tidak surut. Satu jam sebelum midnight sale digelar, pengunjung yang rata-rata perempuan sudah antri panjang. Ketika pintu toko dibuka tepat pukul 12 malam, antrian calon pembeli langsung heboh. Bagaikan histeria massal mereka menyerbu barang-barang bermerek dan memasukkannya ke dalam tas belanjaan. Tidak peduli sampai jutaan rupiah uang keluar, yang penting dapat barang-barang bermerek dengan harga yang mereka anggap “murah”.

Contoh lain, pameran mobil yang diselenggarakan oleh GAIKINDO setiap tahun di Jakarta juga padat pengunjung. Untuk masuk pameran saja pengunjung ditarik karcis masuk Rp 50.000. Mobil-mobil mewah keluaran terbaru menjadi daya tarik tersendiri. Daftar tunggu (inden) untuk mendapatkan mobil itu bisa ratusan hingga ribuan orang. Turis asing yang berkunjung ke Indonesia dan melihat fenomena ini mungkin kecele kalau menganggap Indonesia ini negara dengan penduduk miskin.

Itulah Indonesia tanah airku, yang tampak hanya puncak gunung es saja, sementara di bagian bawahnya…… benar-benar nestapa.

Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

7 Balasan ke 7 Orang Terkaya dan Nestapa Indonesia

  1. Ega Dioni Putri berkata:

    Waktu baca judulnya saya kira maksudnya “7 orang terkaya” dan “7 orang nestapa” di Indonesia. Kaget juga awalnya. Nice post, Pak🙂

  2. Nur Ali Muchtar berkata:

    ane kira, yang menyebabkan pusat-pusat perbelanjaan itu selalu penuh adalah karena jumalah penduduk kita yang emang banyak. sekitar 220 juta-an. nah, kalo misal yang kategori kaya ada sekitar 20% aja, maka ada 44 juta orang kaya di Indonesia. makanya mal-mal yang ada selalu dipenuhi oleh pengunjung. ya mereka-mereka itu yang menuhin.
    tapi nestapanya, jumlah orang yang tidak kaya adalah jauh lebih buaaaaanyak ketimbang yang kaya. mungkin ini salah satu yang membuat Indonesia dibilang negara (maaf) miskin: jumlah yang tidak kayanya jauh lebih banyak ketimbang yang kaya. salah dua, salah tiga dan salah-salah yang lain bisa macem-macem.
    just unek-unek aja pak. btw, tampilan rumahnya baru niehhh❓😆

  3. harikuhariini berkata:

    Wah, analisis pak nur ali mantep beuner.
    Dan sepertinya memang masyarakat qt tingkat konsumsinya agak tinggi. Msh ada jg yg berprinsip ‘makan ga makan asal gaya’.

  4. sunni berkata:

    kalo menurut saya, semua ini berkat sentralisasi pembangunan… mungkin…

  5. dwi berkata:

    *geleng-geleng kepala….

  6. rosa berkata:

    Kalo menurut saya sih sebenarnya lebih banyak yang miskin, hanya yang menengah ke atas lebih kelihatan atau dominan. Misal di Indonesia mungkin masih banyak orang baik yang tidak suka korupsi, tapi ya karena yang korupsi itu lebih kelihatan, jadi kayaknya emang jadi menonjol.
    Orang Indonesia lebih bangga dibilang stylis, kaya, mewah, gaul, soalnya untuk mendapatkannya hanya butuh uang yang gak tahu dapat darimana, nah kalo ngejar pinter, kualitas sdm, pola pikir kreatif, itu kan butuh usaha, usaha kan gak bisa korupsi usaha, dan lebih susah mendapatlan semangat untuk berusaha. Inilah Indonesia.

  7. Lusi Ratna Safitri berkata:

    Satu pengalaman yang sangat unik sekaligus berkesan buat saya. Pertama kali saya menginjakkan kaki di negeri Kanguru tepatnya di Sydney tahun2008. Ada fenomena yang menurut saya waktu itu aneh untuk negeri sekelas Australia. Kebetulan saya sampai di Janali tempat dimana saya tinggal waktu itu menunjukkan pukul4 waktu Sydney. Lalu bersama teman2 di lemari les tidak ada apa2 lalu kami berniat ke “Mall” terdekat dari Janali. Lalu kami naik kereta menuju ke MIRANDA sebuah kota yang katanya memiliki mall yang lumayan. Alangkah terkejutnya karena kami waktu sampai disana pukul 4.50, mall besar itu sudah buru2 tutup karena jam 5 waktu sana adalah jam bussines closed. Saya terheran2 karena dijakarta, semua tempat bisnis bahkan beramai2 memasang iklan untuk happy hour atau rush hour disaat para pekerja selesai kantor. Karena pasti banyak keuntungan didapat. Kini saya sedang juga study di kota kecil di Wales yang kondisinya sama dengan Australia. Andai saja pemerintah kita bisa mengaturnya tentu kita tidak menjadi masyarakat yang super konsumtif dan tidak ada istilah terkaya atau ternestapa. Yang penting semua kehidupan dasar, sandang, pangan dan papan plus pendidikan dan kesehatan terpenuhi merata. Semua akan tenang dan bahagia. Seperti yang sekarang ini saya tempati. Damai dan tenang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s