Tolak Obama atau Terima Obama?

Tadi siang ketika melewati Gedung Sate saya melihat aksi demo yang dilakukan oleh sebuah ormas. Gedung Sate memang hampir tidak pernah sepi dari aksi demo setiap hari. Ada saja kelompok masyarakat yang datang menumpahkan unek-uneknya di sana. Biasalah, di alam demokrasi semua orang mempunyai hak mengemukakan pendapat dan aspirasinya. Setiap hari saya melewati Gedung Sate dalam perjalanan dari rumah ke kantor, jadi saya tahu apa saja yang terjadi di depan gedung cantik itu.

Tapi aksi demo yang saya lihat tadi siang memang agak beda. Pasalnya mereka melakukan aksi demo menolak kedatangan Presiden AS, Barrack Obama, yang rencananya akan mengunjungi Indonesia pekan depan.

Pro kontra menanggapi kedatangan Obama sah-sah saja. Obama bukan manusia suci atau manusia super. Masyarakat dunia memang terlanjur berharap banyak dengan Obama ketika dia terpilih menjadi Presiden AS kulit hitam pertama di negara itu. Kita semua sudah tahu betapa pelanginya Obama dilihat dari sejarah masa lalu dan asal-usulnya. Masyarakat dunia tidak pernah lupa dengan janji Obama yang akan menarik tentaranya dari Irak dan Afghanistan. Namun, ternyata Obama dinilai ingkar janji. Alih-alih menarik tentaranya dari Afghanistan, Obama malah menambah pasukannya di sana. Ini belum ditambah dengan sikap ambivalen Obama terhadap konflik di Timur Tengah, khususnya Israel dan Palestina. Banyak orang menilai Obama hampir tidak ada bedanya dengan Presiden terdahulu, Bush.

Jadi, saya bisa paham jika ada suara-suara yang menentang kedatangan Obama ke Indonesia. Namun, apakah kita harus menolak kedatangan Obama? Saya pikir tidak. Obama datang ke Indonesia bukan atas keinginan dia sendiri. Obama datang karena diundang oleh Pemerintah RI. Jadi, kalau begitu dia adalah tamu di negeri kita. Mengapa kita harus menolak kedatangan tamu yang telah diundang? Ibarat kita mengedarkan undangan kepada tetangga karena anak kita mantu, lalu tetangga itu datang ke rumah, apakah kita harus mengusir tamu yang telah diundang?

Di dalam Islam, ada ajaran yang menyuruh kita memuliakan tamu. Sebuah hadis Nabi yang terkenal berbunyi: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya“. Jadi, siapapun tamu itu, entah dia muslim atau tidak, entah dia itu musuh atau kawan, kita wajib menghormati dan memuliakannya (menyambutnya dengan ramah). Itulah ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin, yang memberi rahmat bagi siapa saja, bagi alam semesta.

Jadi, jika orang tidak setuju dengan Obama, maka tunggulah dia datang. Kalau dia sudah datang, barulah sampaikan (entah bagaimana caranya, entah lewat tokoh atau lewat surat petisi) apa saja yang tidak disukai, apa saja kebijakannya yang ditentang, dst. Justru kalau dia tidak datang, maka aspirasi ketidaksetujuan itu tidak kesampaian. Sia-sialah jadinya.

Namun penerimaan kita terhadap kedatangan Obama tentu tidak serta merta begitu saja. Kita terima Obama namun kita juga menitip pesan kepadanya. Mudah-mudahan saja SBY dan tokoh-tokoh yang bertemu dengan Obama dapat menyampaikan aspirasi kegundahan masyarakat Indonesia atas sikap Amerika yang dianggap tidak adil terhadap dunia Islam, khususnya dalam masalah Palestina, Irak, dan Afghanistan. Mudah-mudahan Obama mau mendengarkan, tidak hanya datang ke Indonesia sekadar makan bakso dan nasi goreng kesukaannya.

Pos ini dipublikasikan di Agama, Indonesiaku. Tandai permalink.

7 Balasan ke Tolak Obama atau Terima Obama?

  1. dhimasln berkata:

    setuju Pak. lanjutkan.
    kalo Obama dateng mending diterima dulu aja. &diajak diskusi dengan baik.
    kalo hasilnya ga bagus,, yaa didemo lagi🙂

  2. Nur Ali Muchtar berkata:

    nah, ini pak yang lagi hangat didiskusikan di salah satu milis yang saya ikuti.

    begini pak, ada sohib saya yang kekeh kalo kang Obama itu dateng ke Indonesia, ya harus kita tolak dengan alasan apapun. ia memakai dalih ayat Al-Qur’an berikut:
    “Yahudi dan NAsrani selamanya tidak akan senang terhadap kalian sebelum kalian masuk ke dalam milah mereka”
    tidak ada alasan apapun untuk menerima Amerika. titik ga pake koma.😛

    sedang kalo yang pro dengan kedatengan akang Obama ini beralasan kalo kita, Indonesia, masih butuh Amerika. jadi, jangan mentang-mentang AS itu dah berlaku ga adil dengan umat Islam, lantas kita tolak segalanya yang berhubungan dengan Amrik. karena memang tidak bisa dipungkiri lagi kalo negara kita ini masih butuh bantuan Amerika untuk hal-hal tertentu.
    “Apakah kita sudah siap dikucilkan oleh Amrik layaknya Iran dan negara-negara lain?”. ini pernyataan pamungkas kubu yang pro tadi.

    duh, ane kok jadi bingung ya. hehehe

  3. Tambah opsi satu lagi pak : tak usah pedulikan obama.

  4. dwi berkata:

    Forget Obama😀 hehe..

  5. maad berkata:

    assalam,.
    mas, kalo TAMUnya muhariban fi’lan (negara yg jelas2 membantai umat islam dan masyarakat dunia) masa siiih disambut dengan sepenuh hati.

  6. sunni berkata:

    update pak, si obama gak jadi melancong ke Indonesia… nyusahin orang aja… udah ada yang demo, udah ada yang siap2 uba rampe, eh malah gak dateng…

  7. Santai……
    bukanya gax dateng tp Di Undur kalLe…..
    xixixi
    ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s