Susno oh Susno, Dulu Dicela, Sekarang Dibela

Selain Gayus, siapa lagi sih orang Indonesia yang namanya naik daun saat ini? Dialah Susno, nama lengkapnya Susno Duadji. Karena “nyanyian” Susno-lah maka kejahatan makelar kasus pajak bernama Gayus Tambunan berhasil diungkap dan sekarang ia mendekam di tahanan Mabes Polri. Sejak dirinya dinonaktifkan dari Polri karena masalah krimanilisasi KPK (kasus Cicak dan Buaya, baca tulisan terdahulu), Susno memang sering membuat aksi kejutan. “Nyanyian” Susno di berbagai forum dan media (termasuk buku) banyak mengungkap kebobrokan di tubuh Polri, yang terakhir kasus Gayus Tambunan itu (baca tulisan sebelum ini). Satu per satu nama-nama perwira polisi yang disebutkannya terlibat kasus makelar kasus mulai disidik dan dijadikan tersangka. Orang pun mulai melirik Susno dan mulai percaya kepada omongannya karena terbukti benar.

Sekarang Susno seolah menjad pesohor baru, meskipun nyawanya juga berada di bawah ancaman karena nyanyiannya itu.

Tidak banyak yang tahu kalau Susno Duadji pernah menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat. Sewaktu menjadi Kaploda Jabar, Susno membuat gebrakan yang membuat banyak orang di Jabar kagum. Salah satu gebrakannya adalah memberantas calo di kantor Polwiltabes Bandung. Hampir semua orang di Bandung yang mengurus SIM pernah mengalami ditawari calo ketika baru saja masuk ke halaman Polwiltabes. Itu belum termasuk oknum-oknum polisi yang menawarkan jasa kemudahan mengurus SIM asalkan diberi uang pelicin.

Publik mahfum bahwa kantor polisi adalah sarangnya pungli. Tetapi, sejak Susno menjadi Kapolda, kantor polisi bersih dari pungli. Tidak hanya itu, pengurusan SIM tidak boleh lagi melalui biro jasa. Calon pemilik SIM harus datang sendiri ke kantor polisi untuk mengurus SIM, mulai dari administrasi hingga ujian test drive. Padahal sebelumnya dengan menggunakan biro jasa orang hanya tinggal terima beres. Cukup membayar ratusan ribu maka segala urusan SIM dilakukan oleh biro jasa. Konsumen hanya perlu datang ke kantor polisi untuk diambil foto dan sidik jari saja, tidak perlu test drive segala. Dalam beberapa jam SIM sudah ditangan. Tetapi disinilah letak korupsinya. Biro jasa itu bekerjasama dengan oknum-oknum di kantor polisi sehingga konsumen tidak perlu repot-repot. Sebagian uang dari konsumen masuk ke oknum polisi itu, bukan ke kas negara. Hal ini sudah berlangsung sejak lama, dan publik seakan mahfum dan menganggap biasa saja. Ketika Susno datang, semua itu dilibas. Kantor polisi bersih dari calo. Pembayaran SIM tidak lagi melalui petugas polisi, tetapi melalui kasir di bank. Polisi telah dijauhkan dari mata rantai korupsi dan pungutan liar. Lebih lengkapnya tentang pengurusan SIM semasa Susno baca tulisan rekan saya, Armein Z Langi di sini dan yang ini.

Ketika ramai kasus Cicak lawan Buaya, Susno adalah sasaran kecaman dan kemarahan publik. Dia menjadi bulan-bulanan media dan aksi demo massa. Susno pernah menangis di depan DPR ketika dirinya dicecar soal penahanan Chandra dan Bibit. Banyak pihak menilai itu adalah air mata buaya. Publik simpati kepada Chandra dan Bibit dan media massa ikut membangun opini bahwa Susno adalah biang keladinya. Sangkaan bahwa Susno menerima uang suap dari Anggodo membuat publik mencela dan memusuhi Susno. Sebenarnya dulu saya kurang yakin apa benar Susno terlibat supaya Chandra dan Bibit ditahan dengan tuduhan menerima suap? Masa sih mantan Kapolda Jabar yang dulu membersihkan suap di Polda Kabar malah menerima suap? Tetapi, karena kita digiring oleh opini media, maka kita — termasuk saya — dipaksa untuk percaya bahwa Susno juka ikut kongkalingkong, sehingga Susno diposisikan sebagai pihak tertuduh.

Yang terjadi sekarang adalah sebaliknya, Susno diposisikan sebagai seorang pahlawan. Dia membuka banyak tabir rahasia yang selama ini gelap. Nyanyiannya bermakna dan mulai terbukti kebenarannya. Kita pun sebagai rakyat awam dibuat bingung dengan fenomena Susno ini. Ah, semoga saja dia benar. Tak pentinglah siapa dia, yang terpenting kebobrokan pejabat di negeri ini diungkap tuntas tas, tas, tas.

Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

8 Balasan ke Susno oh Susno, Dulu Dicela, Sekarang Dibela

  1. Wulan berkata:

    Itu namanya dari zero ke hero mas🙂

  2. ismailsunni berkata:

    kalo pendapat saya sih, kalo orang tiba2 berubah, musti kita waspadai… kadang orang mengorbankan yang cupu2 untuk menyembunyikan yang gede2..

    tapi, daripada su’udzhon, mending didukung saja….

    tentang pak gayus, ada kabar, beliau disergap gara2 sedang YM sama mahasiswa ITB, hoax pastinya… monggo pak dicek http://ismailsunni.wordpress.com/2010/04/05/hoaxsesaat-sebelum-gayus-25-m-disergap/

  3. Aris berkata:

    ” … dan media massa ikut membangun opini …”

    Begitu besar pengaruh media massa, yang benar bisa seakan2 terlihat salah, dan yang salah bisa seakan2 terlihat benar. Sampai2 kita tidak tahu mana benar mana salah. Mudah sekali mempengaruhi opini publik dengan merubah sudut pandang dalam ulasan berita.

    With great power comes great responsibility… Semoga media massa kita dapat bertindak arif dalam melakukan pemberitaan.

  4. surya berkata:

    Siapo yang batue nampaknyo harus menunggu. Iyokan Pak Rinaldi ?

  5. joni berkata:

    mampir gan

  6. Biro Jasa berkata:

    Gimanapun, kebenaran yang akhirnya akan menang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s