Duh, Guru SD pun Melakukan Kecurangan dalam UASBN SD di Kota Bandung

Tidak hanya guru SMP atau SMA saja yang “menolong” murid-muridnya dengan memberikan jawaban ujian saat UN berlangsung. Di kota Bandung ada oknum guru SD negeri favorit (SDN Banjarsari kah? SDN Merdeka kah? SDN Sabang kah?) pun ikut-ikutan melakukan kecurangan demi kelulusan anak didiknya. Tidak ada rasa bersalah melakukan hal ini. Memang mental sebagian bangsa kita ini sudah rusak, anak SD yang masih bau kencur sudah diajarkan dengan ketidakjujuran.

Sumber berita dari sini.

UASBN Diduga Bocor

BANDUNG, (PR).-
Hari terakhir pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional
(UASBN) diwarnai dengan dugaan pembocoran kunci jawaban yang dilakukan oleh oknum guru.

Di salah satu SD Negeri Kota Bandung, murid yang mengikuti UASBN
diharuskan datang jauh lebih pagi yaitu pukul 6.00 WIB dari jadwal
semestinya pukul 7.00 WIB, dengan alasan pembagian kartu ujian.

Sejak hari pertama, hal ini sudah dilakukan. Alasannya pemantapan dan
pembagian kartu, tetapi di kelas anak-anak dikasih jawaban oleh
gurunya,? kata salah seorang orang tua siswa, Heriyanto kepada ?PR?,
Kamis (6/5).

Menurut dia, murid yang dikumpulkan lebih pagi ini adalah murid yang
sebelumnya sudah mengumpulkan iuran dengan alasan membeli soal dengan kisaran harga Rp 300.000. Sementara sebagian murid lainnya yang tidak membeli, tetap datang seperti biasa menjelang jam ujian sekitar pukul 7.00 WIB.

Anak saya tidak beli dan ternyata ujiannya dipisahkan dengan mereka
yang beli, di SD anak saya ada sekitar sepuluh orang yang tidak beli,
dan mereka ini dipisahkan dalam satu kelas. Yang lainnya siswa yang beli ditempatkan di kelas lain yang berbeda,? ujarnya.

Kecurigaan pemantau

Dihubungi secara terpisah, anggota Komite Independen Pemantau Ujian
Nasional (KIPUN) Iwan Hermawan mengakui adanya kegiatan mencurigakan yang dilakukan di salah satu SD favorit di Kota Bandung. Berdasarkan hasil pemantauannya yang dilakukan Kamis (6/5), sejak pukul 5.30 WIB murid peserta UASBN telah mulai berdatangan ke sekolah.

?Jelas ini menimbulkan prediksi yang negatif. Buat apa murid datang
sepagi itu? Kalau cuma berdoa dan membagikan kartu kenapa sepagi itu dan kenapa kartu dibagikan setiap hari?? katanya.

Iwan juga telah meminta konfirmasi kepada sekolah mengenai kegiatan ini. Namun, sekolah tetap bersikukuh bahwa apa yang dilakukannya hanyalah pembagian kartu dan berdoa sebelum ujian berlangsung.

Saya datang ke sekolah tersebut sejak pukul 5.00 WIB, tetapi saya tidak tahu apa yang dilakukan siswa di dalam kelas sebelum ujian berlangsung. Sebab, sekolah tidak memperkenankan saya melihat. Tetapi ini mencurigakan apalagi murid yang datang lebih awal ini masuk ke ruangan di lantai dua. Saya tidak dapat menyimpulkan bahwa telah terjadi kecurangan, tetapi dengan menyuruh murid datang lebih pagi pun sudah menjadi pertanyaan besar, ucapnya.

Ada laporan

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Oji Mahroji secara terpisah
membenarkan adanya laporan yang menyatakan ada murid yang datang lebih awal. Namun, dia belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut mengenai alasan sekolah melakukan hal ini.

Iya kami masih melakukan proses penyelidikan dan mencoba untuk
melakukan klarifikasi ke sekolahnya, belum ada jawaban,? katanya.

Sebelumnya, Oji menegaskan akan memberikan sanksi tegas bagi oknum guru atau petugas yang terbukti melakukan pelanggaran termasuk upaya membocorkan soal UASBN. Bahkan, jika terbukti bersalah, dinas akan memberhentikan guru tersebut. (A-157)***

Pos ini dipublikasikan di Pendidikan, Seputar Bandung. Tandai permalink.

6 Balasan ke Duh, Guru SD pun Melakukan Kecurangan dalam UASBN SD di Kota Bandung

  1. Aditya Kurniawan berkata:

    Karena ujian nasional seakan-akan sebagai penentu hidup dan mati, orang rela melakukan apa saja hingga mengabaikan inti dari pendidikan itu sendiri, yaitu kejujuran.. Mungkin sudah saatnya wacana mengenai penilaian hasil pendidikan secara menyeluruh (penentu kelulusan bukan hanya ujian nasional saja, tetapi juga prestasi selama 3 tahun sekolah) segera dilaksanakan..

  2. ibu sri berkata:

    Ya, semua beranggapan yang penting adalah hasil, bukan proses. Padahal pendidikan adalah proses, bukan cuma sekedar angka yang tercantum dalam daftar nilai.

  3. pyoubcozjc berkata:

    kejujuran harus dimulai dari hal kecil …
    malah oknum guru yang jadi contoh yang buruk …

  4. Kok bisa gitu siih? He to the llooooow = heloooowwww anak bjs tuuh gak kayak gituu.. (N) gw tuuh anak bjs’14 kelessss ,

  5. nita berkata:

    Yg jelas..mulailah dari qt sbg ortu murid utk menanamkan kejujuran pd anaknya sendiri. Klo ada oknum guru yg menawarkan jawaban soal ujian, yaaa….jgn di beli donk!!! Atau qt sbg ortu jangan mencari jawaban soal ujian utk nantinya dibeli!!!!

  6. fatih raftsaal berkata:

    hmmm….saya tidak tau mungkin ada kesalahan dalam berita ini yang saya tau guru-guru di sdn banjarsari itu tidak begitu saya alumni banjarsari bjs’14

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s