Duh, si Zul Terancam Skorsing 3 Semester

Kasus si Zul dan tulisan rasisnya tentang Papua di fesbuk masih menjadi isu hangat di ITB. Kekagetan civitas academica muncul setelah mendengar hasil rekomendasi Komisi Disiplin ITB. Komisi ini merekomendasikan si Zul dikskorsing selama 3 semester. Selain itu, ada lagi hukuman tambahan seperti kerja sosial, tugas keilmuan/keprofesian, dan bimbingan konseling (baca berita ini). Mendengar skorsing 3 bulan semester itu si Zul langsung menangis (baca berita ini).

Ancaman sangsi hukuman yang dijatuhkan komdis berbalik menimbulkan simpati dari kalangan dosen ITB. Sebagian pihak menilai hukuman itu terlalu berlebihan dan tidak adil. Sama saja membunuh harapan masa depan dia, dengan kata lain men-DO dia dari ITB. Komentar rekan saya di milis menanggapi hukuman itu: tiga semester? Yang bener aja… semua harus nangis pak, katanya. Terhadap yang menyontek dalam ujian saja hukumannya adalah pengurangan 10 SKS, tetapi untuk tulisan emosionalnya di fesbuk dia harus mendapat hukuman yang sangat berat itu. Rekan yang lain menilai, kenapa masalah ini tidak diselesaikan dalam ranah hukum saja, tidak perlu ITB memberi hukuman karena apa yang dilakukannya tidak terkait ITB. Kan ada UU ITE, kalau dia bersalah maka dia cukup dijerat dengan pasal-pasal di dalam UU ITE dengan ancaman hukuman penjara, tetapi tidak perlu sangsi akademis. Sangsi hukuman yang dijatuhkan buat si Zul tidak pada tempatnya. Tidaklah adil jika seorang bertindak rasis yang kejadiannya di luar kampus lalu dijatuhi sangsi akademis. Nggak ada relevansinya.

Si Zul memang salah, perbuatannya tidak benar. Dia telah melukai hati rakyat Papua. Masalah ini sebenarnya cukup diselesaikan dengan mediasi dan permintaan maaf kepada rakyat Papua. Toh kita semua sama satu bangsa dan satu negara. He is just a bad boy.

Pos ini dipublikasikan di Seputar ITB, Uncategorized. Tandai permalink.

17 Balasan ke Duh, si Zul Terancam Skorsing 3 Semester

  1. harikuhariini berkata:

    Hehehe, pak..kayaknya di paragrap satu ada disebut 3 bulan, apa mksd nya itu 3 semester barangkali ya pak..

  2. Alsasian berkata:

    “Rekan yang lain menilai, kenapa masalah ini tidak diselesaikan dalam ranah hukum saja, tidak perlu ITB memberi hukuman karena apa yang dilakukannya tidak terkait ITB.”

    Saya sangat setuju bagian ini Pak. Saya merasa, komdis tertekan dengan besarnya berita pelecehan oleh mahasiswa ITB (padahal kapasitas dia sebagai bobotoh Persib) dan adanya demo dari beberapa masyarakat Papua beberapa hari lalu, sehingga memutuskan untuk menjatuhkan keputusan yang menurut saya berlebihan.

    Seharusnya komdis melindungi Zul (membantu mediasi perdamaian), bukannya menjatuhkan hukuman tersebut. Semoga komdis lebih terbuka matanya dalam menentukan keputusan dan Zul juga sadar😀

  3. rosa berkata:

    Sepertinya anak-anak ITB sekarang berkurang etikanya. Pas saya masih S2 kemarin, di lab 3 IF mereka malah ngegame sambil teriak-teriak dari ujung ke ujung tanpa menghargai orang lain di lab itu yang mungkin butuh tenang untuk berpikir. Trus membunyikan MP3 keras-keras padahal belum tentu semua orang di lab itu suka lagunya. Saya agak stres saat itu karena lagunya diulang-ulang dan saya tidak suka lagunya. Lalu sebenarnya kan ada batas setiap bagian meja, sudah tahu di bagian sebelahnya ada saya, dengan seenaknya menaruh tas dan bahkan temannya menyikut saya. Dari sini sudah sangat kelihatan “ngasal”. Apa mungkin karena Bu Inge udah jarang ke IF ya. Jadi mahasiswa banyak yang “ngasal”.

  4. dhimasln berkata:

    wah,, ini sih ITB nya yang Sungguh Terrrlalluuu

  5. ismailsunni berkata:

    ITB kayaknya hanya mencari bemper… kambing hitam… Seandainya saya jadi zul, saya bakal banding…

  6. Zulfikar Hakim berkata:

    Pak, itu baru rekomendasi kan? Keputusan rektor sudah keluar belum?

  7. didin berkata:

    sy malah apresiasi dg rekomendasi tsb, artinya ITB menunjukkan aspek riil pendidikan (etika misalnya), bukan hanya formalitas makul etika 1 ato 2 SKS. Racism adalah pelanggaran hak asasi manusia. Aspek pendidikan itu jg perlu digarap oleh ITB dg kongkrit, apakah ITB mau menghasilkan insinyur2 pandai tapi racist?
    Masalah nyontek atau plagiarisme jg harus riil jangan sayup2, misalnya dg hukuman skorsing berat atau dikeluarkan, sebab plagiarisme adalah kriminal sekaligus aib

  8. Ping balik: makan menyehatkan « Fafadieva's Blog

  9. Ping balik: Kampus ITB Cabang Jatinangor « Catatanku

  10. Ping balik: Papua Juga Saudara Kita « Catatanku

  11. Ping balik: Jarimu Harimaumu | Catatanku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s