Bandung Dilanda Sakit Mata

Hari Sabtu dan Minggu saya berbaring saja di rumah. Sekeluarga kami dilanda sakit mata. Sakit mata ringan sih, yaitu conjunctivitis atau radang conjunctiva. Awalnya bermula dari anak saya yang sulung, yang mendapat oleh-oleh sakit ini dari teman sekelasnya di sekolah. Ternyata di sekolah itu sudah beberapa orang anak yang menderita sakit mata. Hari Jumat dia yang sakit, besoknya Sabtu pagi hari ketika bangun tidur mata saya dan anak saya yang nomor dua ikutan merah dan sulit dibuka. Tak berapa lama siang harinya giliran istri dan anak saya yang bungsu terkena sakit mata. Cepat sekali menular penyakit ini, ih.

Sakitnya membuat mata menjadi merah atau dalam istilah kedokteran disebut juga mata pink (pink eye). Memang sih mata terlihat berwarna merah pink. Awalnya dimulai dari satu mata, lama kelamaan menular ke mata sebelahnya. Sakit ini membuat mata menjadi tidak nyaman, mau membaca dan memakai komputer terpaksa distop dulu, sebab mata terasa perih setiap membaca tulisan. Kira-kira mata yang terkena conjunctivitis seperti gambar di samping ini (gambar diambil dari sini):

Saya pun ke dokter mata di Klinik mata N*t*a di Jalan Supratman. Ternyata di sana ada beberapa orang yang sakit mata seperti saya. Dokter pun menerangkan kalau sakit mata ini lazim muncul pada musim pancaroba menuju musim kemarau. Penyebabnya bakteri dan penyakit ini sangat menular. Cara penularannya melalui udara melalui perantara tangan, alat makan bersama, sprei, sarung bantal, dll. Pantesan, anak saya ketularan karena tidurnya selalu bertiga, jadi wajar saja sprei dan sarung bantal tertempel bakteri dari kakaknya. Dokter memberi saya obat tetes mata dan gel mata. Obat tetes dipakai setiap 2 jam sekali, dan gel dipakai ketika pagi dan malam. Jadi, selama 2 hari kemaren saya sekeluarga 6 kali sehari harus ditetesi matanya dengan obat ini.

Ternyata saya tidak sendiri yang sakit, banyak orang yang juga menderita sakit mata saat ini. Tetangga saya yang rumahnya jauh juga sakit mata. Praktek dokter mata dan dokter umum dipenuhi orang-orang yang menderita conjunctivitis. Jangan-jangan ini wabah epidemi di kota Bandung, seperti ramai musim sakit cacar air beberapa tahun lalu.

Sekarang alhamdulillah sudah sembuh. Anak-anak lebih cepat sembuhnya karena mata mereka masih bagus, sementara orang dewasa perlu beberapa hari agar bisa sembuh.

Bagi yang belum terkena sakit ini, ada satu tips untuk terhindar. Jika dalam lingkungan rumah, kelas, atau kos-kosan ada orang yang sakit mata, maka hindari pemakalain alat bersama seperti gelas, sendok, handuk, seprei, dan sebagainya. Jaga kebersihan tangan, karena mungkin saja di tangan kita menempel bakteri yang tertiup angin, lalu ketika tangan itu digosok-gosokkan ke mata, kena deh. Selalu mencuci tangan dengan sabun atau anti septik untuk membunuh kuman (hal yang jarang saya lakukan, tetapi setelah terkena sakit mata ini jadi membawa hikmah).

Pos ini dipublikasikan di Pengalamanku. Tandai permalink.

8 Balasan ke Bandung Dilanda Sakit Mata

  1. rofii berkata:

    gak cmn bandung, di malang juga, ini aku ketularan dr si kecil kmrn pagi, tmn2 kantor jg banyak yg kena.

  2. dnie berkata:

    saya bru ketular kemarin ga tw dari mana

  3. Julia berkata:

    wah, epidemik betul, anak saya pulang sekolah tidur siang bangun merah matanya, semoga dirumah tidak ada yang tertular, amien .. kami biasa menggunakan Otem (bahan dasar madu untuk pencegahan)..

  4. Ping balik: makan menyehatkan « Fafadieva's Blog

  5. okky berkata:

    musim peralihan

  6. ,marti berkata:

    untuk gue gag ketularan kalau ketularab pasti barabe akibtnya

  7. DesiKristina berkata:

    Selamat siang Sobat yang Baik saya dulu pernah sakit mata merah, minus sampai hampir 2, sampai bikin pusing sebelah, lalu ini saya coba sebuah produk pijat mata berbentuk kacamata yang bergetar di tambah magnet dan hasilnya mata saya semakin segar dan tidak merah lagi berikut produknya : Kacamata Pijat >> Klik Disini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s