Kemana Burung Koak Malam Pergi?

Sudah lama saya tidak melihat burung koak malam berterbangan di atas pohon-pohon di Jalan Ganesha. Burung yang selalu berbunyi “koak… koak” pernah menjengkelkan banyak orang, khususnya yang sering melewati Jalan Ganesha. Kita akan diberi oleh-oleh “bom” oleh burung-burung itu. Pakaian kena bom, kendaraan kena bom. Jalan Ganesha menjadi putih saking banyaknya kotoran burung itu berjatuhan. Kotoran burung koak yang saya sebut bom tadi berwarna putih dan yang jelas… bau (baca tulisan saya yang terdahulu tentang burung koak ini).

Sudah banyak cara dilakukan untuk mengusir burung-burung itu dari pohon-pohon di Jalan Ganesha dan sekitarnya. Mulai dari bunyi-bunyian, tetabuhan, memakai ular (hii…), hingga menebang pucuk-pucuk pohon. Tapi burung-burung itu tetap bergeming, tidak mau meninggalkan tempat hidupnya yang nyaman.

Nah, entah kenapa beberapa bulan ini saya tidak mendengar lagi suara burung-burung itu. Tiba-tiba saya kok jadi kangen ya mendengar suaranya yang berbunyi “koak…koak” itu sambil terbang ke sana kemari menjelang sore hari. Kemana ya burung-burung ini pergi? Sudah bosankah mereka dengan warga ITB yang selalu kesal dengan kehadiran mereka? Aneh benar manusia ini, ketika yang “dibenci” tidak ada, dia rindu, tetapi ketika yang “dibenci” itu ada di dekatnya, dia tidak suka.

Mungkin burung-burung ini tahu diri kalau kehadirannya di sekitar Jalan Ganesha tidak diinginkan. Tamu tidak diundang. Mungkin juga karena cukup banyak masalah yang dialami ITB akhir-akhir ini (plagiarisme, rasisme, penurunan ranking) sehingga burung-burung itu merasa tidak nyaman sehingga dia berimigrasi ke negara yang aman? Tak tahulah awak.

Pos ini dipublikasikan di Seputar ITB. Tandai permalink.

5 Balasan ke Kemana Burung Koak Malam Pergi?

  1. petra berkata:

    tahun lalu saya pernah liat banyak bangkai burung koak berserakan di jalan ganesha, beberapa kali. mungkin ada wabah penyakit kali ya.

  2. Mantoel Toeink berkata:

    Kalau bangkai burung berserakan, bisa jadi krn ada penembak2 burung. Waktu jalan di jalan Ganesha, saya pernah lihat ada orang yang berjalan membawa-bawa senapan, di lain waktu ada yang sedang membidik dari pagar rendah bangunan di seberah kampus. Entah alasan burung2 koak itu minggat karena ada wabah penyakit atau mereka tahu kalau ditembaki dan memutuskan untuk cari tempat lebih aman.

    Padahal kali burung koak ini bisa mengurangi polusi krn byknya mobil yg dibawa ke kampus kali yah? (mahasiswa yg biasa parkir mobil di luar kompleks kampus aka di Jl Ganesha akan kapok semua krn sekeluar kuliah bodi mobilnya sudah berubah warna :D)

    Hehe.

  3. Iqbal berkata:

    Iya, sayang banget burung koak hilang. Kalau di US ada White House, di Ganesha ada White Street yang sekarang juga menghilang seiring hilangnya koak.

  4. rahmaut berkata:

    Wah, saya sih bersyukur dengan perginya koak dari itb. Sudah over populasi dan jadi horor dengan “bom putih” klao lewat ganesha -_-“

  5. persija1928 berkata:

    kalo malam hari biasanya burung koak berkliaran di persawahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s