Video Ariel dan Dampak Teknologi Informasi

Berita tentang video zina (saya sebut begitu, sebab kalau disebut video mesum masih dianggap “sopan”) Ariel-Luna-Cut Tari masih tetap mendominasi media massa di tanah air. Saingannya hanya berita Piala Dunia di Afrika. Meskipun tiga artis itu telah menyangkal bahwa orang di dalam video itu bukan mereka, cepat atau lambat pasti akan terbukti bahwa memang merekalah yang beraksi di dalam video itu. Memangnya ada kembaran mereka di dunia ini? Anak kecil saja pasti tahu itu Ariel.

Yang menjadi korban dalam kasus ini bukanlah ketiga artis tersebut, tetapi anak-anak dan remaja. Merekalah yang menjadi korban utama pornografi. Anak-anak yang sama sekali tidak mengerti soal perbuatan orang dewasa menjadi tahu sebelum waktunya. Rasa penasaran mendorong generasi muda untuk mencari video itu sehingga terjadilah histeria massa di dunia maya beberapa waktu lalu. Namun, lihatlah dampak sosial yang ditimbulkan video ini. Lihatlah betapa repotnya jutaan orangtua di Indonesia melindungi anak-anaknya dari melihat video itu. Lihatlah betapa repotnya para guru harus merazia ponsel siswa-siswanya. Seberapapun ketatnya proteksi orangtua dan guru, mereka tetap kalah dengan kecepatan penyebaran video zinah itu.

Sungguh hebat dampak sosial yang ditimbulkan oleh video Ariel-Luna-Cut tari itu. Mulai dari anak-anak hingga kakek-kakek yang bau tanah sekalipun ramai-ramai menonton video zinah ini. Mereka menontonnya sambil tertawa-tawa, seakan-akan perzinahan adalah sesuatu yang lumrah saja. Konstruksi moral yang telah dibangun susah payah oleh kaum agamawan dan pendidik tiba-tiba runtuh begitu saja akibat video ini. Maka, sepantasnyalah pelaku dan penyebar video zinah ini harus dihukum seberat-beratnya karena perbuatan mereka telah meresahkan dan merusak moral bangsa. Kasus video zinah ini mengingatkan kita kembali betapa kita memang memerlukan undang-undang untuk melindungi bangsa ini dari bahaya pornografi, khususnya bagi perempuan dan anak-anak. UU Pornografi yang dulu sempat ditentang beberapa kalangan dengan alasan yang mengada-ada sekarang terbukti sangat diperlukan untuk menyeret pelaku dan penyebar video zinah ini.

Video zinah Ariel-Luna-Cut Tari juga menyadarkan banyak orang bahwa ternyata pornografi itu sangat begitu dekat dengan kehidupan kita. Pornografi hanya berada di ujung jari saja. Tinggal menekan tombol ini dan itu, maka ia dapat disaksikan. Teknologi informasi yang berintikan pada komputer dan telekomunikasi bagaikan mata pisau: ia memberi manfaat (+) sekaligus mudharat (-). Dengan dukungan teknologi multimedia (gambar, video, suara), lengkaplah dunia ini hanya dalam satu genggaman saja, begitu dekat, begitu nyata, dan begitu jelas.

Melihat kasus-kasus pornografi yang semakin intensif belakangan ini, sebagian orang berpandangan, apakah dilarang saja generasi muda kita mengakses internet dan menggunakan ponsel? Tentu saja larangan ini adalah tindakan yang gila dan akan ditertawakan orang sebab sama saja melawan peradaban. Atau, diblokir saja semua situs-situs pornografi yang ada di internet itu. Ini juga sia-sia sebab terbukti tidak akan efektif. Internet itu global dan tidak berbatas. Sekali suatu situs diblokir, tumbuh ribuan situs pornografi baru. Berbagai celah dapat digunakan untuk mengakses situs-situ itu.

Maka, cara yang paling tepat untuk mengatasi dampak teknologi informasi untuk akses pornografi itu, adalah dengan pendidikan, tetapi yang saya maksudkan bukan pendidikan seks. Melalui pendidikan ditanamkan kepada anak-anak dan remaja bahwa pornografi itu adalah sesuatu yang tidak penting, tidak ada manfaatnya. Masih banyak hal-hal penting dan berguna yang dapat dilakukan dalam hidup ini ketimbang pornografi. Karena tidak penting, maka ia tidak perlu dilakukan.

Teknologi informasi semestinya diarahkan kepada hal-hal yang positif. Teknologi informasi bukan untuk dijauhi atau dimusuhi tetapi diberdayakan untuk memberikan kemanfaatan bagi peradaban manusia.

Pos ini dipublikasikan di Renunganku. Tandai permalink.

9 Balasan ke Video Ariel dan Dampak Teknologi Informasi

  1. Fauzan berkata:

    “…Pornografi hanya berada di ujung jari saja…”

    ternyata tak hanya Masjid Salman saja yang berada di ujung jari…

  2. reiSHA berkata:

    Setuju Pak. Dampak terhadap anak2 dan remaja ini pula yg sangat saya kuatirkan waktu heboh2 soal berita ini. Sangat disayangkan media massa jaman sekarang. Bahkan ini lebih parah lagi dibanding heboh2 berita si artis Jepang yg mau diajak main film Indonesia itu.

    Maka, cara yang paling tepat untuk mengatasi dampak teknologi informasi untuk akses pornografi itu, adalah dengan pendidikan, tetapi bukan pendidikan seks.

    Saya setuju dengan penanaman pendidikan, tp bukan berarti pendidikan seks tidak diberikan. Jaman sekarang menurut saya pendidikan seks itu penting diketahui sejak dini. Tentunya materinya seperti apa disesuaikan dengan umur si anak. Tidak akan sama pendidikan seks untuk anak umur 10 tahun dengan remaja, apalagi dengan orang yg akan menikah.

    Begitu pendapat saya Pak. Duh jadi panjang gini komennya…

  3. arifrahmat berkata:

    Mengomentari foto maupun video mesum/zina, milik siapapun itu…
    Pelakunya berdosa, penyebarnya berdosa, penontonnya juga berdosa, yg bergunjing tentang isinya juga berdosa. Semua juga tahu bahwa itu dosa (besar), walau kadang kita tidak peduli dan beralasan iman lagi down.
    Dan iblis pun tertawa, begitu banyak keturunan Nabi Adam yg akan menemaninya di Neraka. Na’udzu billahi min dzalik

    Menurut saya, ini adalah efek dari pacaran sebelum menikah.

    Solusinya:

    http://www.binamuslim.com/2010/06/13/pacaran-setelah-menikah.html

  4. noer berkata:

    Semua hal yang berbau pornografi berdampak buruk bagi anak-anak…

  5. okky berkata:

    Saya pikir seluruh masyarakat Indonesia perlu dikuliahi oleh anggota MGB PT-BHMN.

  6. varhan berkata:

    betul bapak apa yang bapak tulis… tentang perzinaan… mungkin ini juga hanya sebagian dari vidio dia yang dibuatnya… dan terbongkarnya ini salah juga salah satu azab tuhan didunia bagi orang yang yang berbuat separti itu,,, bagaimana diahirat nanti,, naudhubilla min dhalik… semoga allah menagmpuni dosa2 kita dan menjauhkan qta dari perbuatan itu..amin..

  7. emzeth berkata:

    waduh, betul tuh mas. ariel dan kroni2nya telah merusak citra teknologi informasi.
    by: Seni Teknologi Informasi

  8. UP jakarta berkata:

    setuju,,,,bahaya tuh dampaknya

  9. dinul berkata:

    sory gan,tulisannya ane copas sebagai sumber opini ane nih,thanks ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s