Masyarakat Sakit

Pasca ditangkapnya Ariel karena kasus video zinah, ada fenomena menarik yang terjadi beberapa hari terakhir ini. Seperti yang telah diduga, berita yang masif tentang Ariel yang menjadi bulan-bulanan di media massa dan menjadi sasaran hujatan oleh masyarakat, ternyata melahirkan sekelompok orang yang malah memberikan dukungan kepada trio artis yang terlibat dalam video itu (seperti dalam berita ini dan yang ini). Ya, antipati pada akhirnya akan berbalik menjadi simpati, bahkan bukan tidak mungkin mereka akan menjadi pahlawan dan dielu-elukan. Sudah banyak di negeri ini orang-orang yang menjadi simbol ketidakadilan berbalik mendapat dukungan dan menjadi pahlawan.

Ini pertanda masyarakat yang sakit, bukannya dijauhi malah didukung. Dukungan kepada trio artis ini malah membuat pelakunya semakin pede bahwa yang mereka lakukan bukanlah kesalahan, bukan dosa, toh banyak orang yang memberi dukungan dan simpati, terutama dari kalangan kaum pesohor. Trio artis itu diposisikan sebagai korban dan rasa ketidakadilan.

Mereka (kalangan yang mendukung itu), tidak memikirkan akibat peredaran video zina itu, jutaan anak dan remaja menjadi korban. Anak-anak yang tidak tahu apa-apa soal hubungan orang dewasa, menjadi tahu. Ini baru permulaan, selanjutnya mereka akan mencari tahu lebih banyak lagi dan akhirnya menjadi pecandu pornografi. Padahal sudah sering ditulis oleh para ahli bahwa pornografi dapat meracuni pikiran dan merusak mental. Efek jangka panjangnya sangat hebat dan menimbulkan kejahatan baru seperti kasus perkosaan dan pelecehan seksual.

Kasus Ariel ini kemungkinan akan direduksi sebagai urusan privacy, misalnya untuk koleksi pribadi. Kesalahan justru akan ditimpakan kepada pengedar video tersebut. Para pengacaranya akan mencari celah-celah hukum untuk meloloskan kliennya dari jerat hukum. Mereka akan menggunakan kelemahan yang terdapat pada pasal-pasal UU ITE, KUHP, dan UU Pornografi. Pada akhirnya para pengacara itu juga akan melindungi perbuatan kliennya dengan berbagai dalih. Mereka akan menutupi kebenaran dan melawan suara hati nurani mereka sendiri.

Jika ini terjadi, yaitu Ariel cs lolos dari jerat hukum pengadilan, maka saya khawatir pelaku video zina itu akan berhadapan dengan masyarakat yang gemas dan marah. Pengadilan oleh masyarakat jauh lebih kejam daripada pengadilan pidana.

Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

10 Balasan ke Masyarakat Sakit

  1. Ryo4life berkata:

    Betul mas… Kunjungi juga nih http://distributor4life.co.cc/ Peluangnya bagus…

  2. pembacasetia berkata:

    Yup, rajam batu saja buat yang zinah. Jadi siapa yang bersedia lempar batu pertama?

    *inget adegan di film perempuan berkalung sorban*

  3. Mantoel Toeink berkata:

    Yah, kalo saya pribadi sudah jelas tidak mendukung kalo dlm hal videonya, tapi melihat Ariel-Luna dihadang wartawan tiap kali beres diperiksa, diomongin terus ama Farhat Abbas, dst, dst, sbnrnya saya prihatin. Memang mereka salah karena telah berbuat asusila, tapi rasanya kasihan aja sih memikirkan mereka dikejar media terus dan dicecar serta dicela berbagai pihak. Mungkin itu yang namanya karma kali yah.

    Hehe.

  4. pebbie berkata:

    yang memberikan dukungan biasanya dari teman, baik teman sepekerjaan maupun seperbuatan ?

  5. Akses Internet berkata:

    berkunjung antar blog kawan

    thanks untuk sharing ilmunya sangat bermanfaat
    Cara Menghindari penipuan Di Internet
    Ready Stock Chip Telkomsel Unlimited

  6. Diew berkata:

    Setuju ..seperti acara di TVONE semalam,,praktisi hukum begitu membela,,padahal disebelahnya ada ahli hukum,,,

  7. Jodhi Kurniawan berkata:

    Harus tetap diproses hukum, baik uu ite maupun perzinahan. Akan menjadi preseden buruk seandainya AP, LM dan CT ini lepas begitu saja

    regards

  8. the man with no face berkata:

    Masyarakat sakit nyari uang sehingga yang salah pun dianggap benar.

  9. okky berkata:

    apapun prosesnya di dunia, nanti toh di akhirat juga akan diproses.

  10. Rizky Mukhlisin berkata:

    Jangan lupakan juga peran media, blow up terhadap masalah ini membuat semua orang jadi penasaran.

    Jangan lupa juga peran media, ketika mereka memposisikan penjahat menjadi seolah terzolimi…😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s