Gempa dan Gerhana Bulan

Sore kemarin, sekitar pukul 17.00, warga Bandung dikejutkan gempa yang cukup besar. Gempa yang berpusat di Tasikmalaya itu berkekuatan 6,3 SR terasa tidak hanya di Bandung, tapi juga sampai Sukabumi dan Tegal. Istri saya yang waktu itu berada di Pasar Baru (gedung bertingkat 8), terengah-engah melaporkan via ponsel bahwa ribuan pengunjung Pasar Baru panik dan berlarian turun ke bawah. Apalagi ada teriakan dari seorang bapak yang mengatakan gedung itu sudah hampir roboh. Gempa berlangsung sebentar tetapi dua kali. Anehnya saya di rumah tidak merasakan apa-apa.

Entah kebetulan entah tidak, tadi malam setelah shalat Maghrib terjadi gerhana bulan sebagian. Beberapa kali peristiwa gempa di tanah air dilaporkan ketika hari itu atau beberapa hari sebelumnya ada gerhana bulan. Apakah ada hubungan antara gerhana dan gempa? Saya tidak yakin kedua fenomena alam itu ada hubungannya.

Semalam usi shalat Maghrib DKM masjid di RW saya mengumumkan akan ada shalat gerhana bulan. Dalam ajaran Islam, kita dianjurkan untuk shalat sunnat 2 rakaat ketika terjadi gerhana, baik gerhana bulan maupun gerhana matahari. Tujuan shalat itu adalah untuk mengingat kebesaran Allah SWT, sebab terjadinya gerhana dan semua fenomena alam adalah karena Kekuasaan Allah semata.

Saya sangat jarang mengikuti shalat gerhana. Sebelum shalat gerhana dimulai dikumandangkan takbir dan tahmid dari masjid untuk mengagungkan kebesaran Allah SWT. Orang-orang yang tidak mengerti mungkin mengira ada apa kok ada takbiran, apa besok lebaran?🙂. Shalat gerhana agak berbeda dengan shalat sunnah lainnnya. Setelah i’tidal (berdiri setelah ruku’), kita tidak langsung sujud, tetapi berdiri lagi dan membaca surrah lainnya di dalam Al-quran. Jadi, pada setiap rakaat ada dua kali pembacaan surrah Alquran.

Shalat gerhana dilakukan pada saat gerhana. Kalau shalat gerhana matahari dilakukan pada siang hari, maka shalat gerhana dlakukan pada malam hari. Jika gerhana bulan terjadi pada pukul 02.00 dinihari, maka ummat Islam shalat gerhana sekitar pukul itu.

Begitulah, kita selalu diingatkan pada kebesaran Allah SWT. Gempa dan gerhana adalah fenomena alam yang menunjukkan keagungan Tuhan.

Pos ini dipublikasikan di Agama, Seputar Bandung. Tandai permalink.

3 Balasan ke Gempa dan Gerhana Bulan

  1. ismailsunni berkata:

    pak, saya pernah menghadiri sharing ilmu di asrama saya. Katanya, ada hipotesis mengenai hubungan gempa dan gerhana. Bahkan, gempa-gempa besar yang terjadi, tepat sekitar bulan purnama atau baru. Contoh : aceh, chili, dan beberapa lagi. Nah, karena si gerhana ini terjadi akibat bumi, bulan, dan matahari dalam satu garis lurus, maka gaya gravitasi yang mencapai puncak. Kurang lebih, analog dengan pasang surut air yang mencapai puncak saat bulan baru atau purnama. Nah, ada spekulasi bahwa si gravitasi ini juga ngaruh ke lempeng bumi, yang notabene nya mirip padatan yang mengapung. Tapi, masih belum dapat dipastikan kebenarannya, mungkin conjencture.
    CMIIW…

  2. MatCopet berkata:

    Assalamualaiku Pa…
    Pa mau nanya nih, tentang penjelasan “Graf” berarah soal derajatnya sy masih belum ngerti… mohon pencerahannya terima kasih…

  3. cape berkata:

    ooo,pantesan kemaren mesjid dekat kosan saya takbir gitu.saya ama teman saya di kosan pada bingung,ada apa ini takbir malam2.
    makasih infonya pak,baru tau saya,hehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s