Berapa Jumlah Orang Yang Berpuasa?

Ini sekadar renungan menjelang shalat Jum’at. Lebih banyak mana orang yang berpuasa dibandingkan dengan orang yang sholat? Pasti lebih banyak orang yang berpuasa dibandingkan orang yang menegakkan shalat. Coba perhatikan sebuah acara musik yang berlangsung dari sore hingga malam hari. Berapa banyak penonton yang beranjak untuk shalat maghrib? Hanya segelintir. Lebih banyak yang meninggalkan shalat dibandingkan yang menegakkan shalat. Coba juga perhatikan pertandingan sepak bola yang berlangsung dari sore hingga malam, berapa banyak yang turun sebentar untuk sholat Ashar dan Maghrib.

Tetapi ketika Ramadhan datang, orang-orang yang jarang sholat tadi kebanyakan tetap berpuasa. Ada rasa malu kalau tidak berpuasa, malu pada anak, malu pada istri, malu pada teman-teman. Orang-orang berpuasa tetapi diri sendiri tidak. Jadi, puasa tetap dilakukan, namun sholat tidak.

Sungguh ini suatu ketimpangan dan kerugian. Sholat dan puasa adalah dua rukun Islam yang lima yaitu syahadat, sholat, puasa, zakat, dan haji. Tiga rukun pertama seharusnya bisa dilaksanakan setiap orang, kalau zakat dan haji hanya bagi orang yang mampu saja. Orang miskin tidak wajib berzakat, malah berhak menerima zakat. Apalagi naik haji.

Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, demikian firman Allah dalam surat Al-Ashr. Janganlah kita sia-siakan hidup yang singkat ini. Isilah dengan ketaatan kepada Allah SWT dengan menjalanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara : [1] Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, [2] Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, [3] Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, [4] Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, [5] Hidupmu sebelum datang kematianmu.”

Pos ini dipublikasikan di Agama. Tandai permalink.

5 Balasan ke Berapa Jumlah Orang Yang Berpuasa?

  1. rosa berkata:

    Ada lagi Pak yang juga tidak sholat, yaitu mbak-mbak yang pake jilbab trus pake ditusuk-tusuk jarum jilbabnya, diiket-iket dilehernya, trus kain jilbabnya dihias-hias gak jelas, dan sudah pake make-up untuk mengisi acara tertentu yang jam antara make-up dan acaranya selesai melewatkan jam sholat (bagaimana mau sholat, lebih berharga make-up dan dandanannya dibanding berwudlu). Padahal salah satu tujuan berjilbab adalah memudahkan kaum perempuan sholat dimanapun berada.

  2. kompilator berkata:

    Jadi berpikir mereka yang terjebak kemacetan di Jakarta, pulang dari kantor jam 4-5 sore sampe rumah bisa jam 7-8 malam. Kalo nunda pulang sampe 6.30 juga susah, besoknya jam 4.30 pagi mesti udah di jalan (jangan-jangan solat subuhnya juga lewat)

    • rinaldimunir berkata:

      Itu bukan alasan untuk meninggalkan shalat. Shalat di dalam mobil pada saat macet, sambil duduk, sambil pegang kemudi, itu adalah keadaan darurat yang dibolehkan dalam agama.

  3. ray rizaldy berkata:

    setidaknya mereka masih puasa Pak. daripada mereka ga dua-duanya, gara2 ga mau dibilang munafik.

    saya punya teman yang akhirnya jadi ga pernah sholat jumat, gara2 disindir sholatnya cuma kalau jumat aja. memang tak benar juga sih, tapi siapa tau dia bisa pelan2 dulu.🙂

  4. kompilator berkata:

    Sempet kepikiran kayak gitu juga Pak, kayaknya saya mesti banyak belajar lagi nih tata caranya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s