Mama Palsu Minta Pulsa

Ada-ada saja cara orang untuk menipu. Tadi siang sebuah sms masuk ke ponsel saya. SMS dari nomor yang tidak dikenal: 087842541847. Isinya begini:

Kirimkan mama pulsa simpati 50 rb di nomor barunya mama yang ini, 081284104572 kirim sekarang penting, soalnya mama lagi ada masalah.

Hi..hi, sejak kapan ibu saya punya ponsel? Ibu saya sudah uzur, melihat saja sudah kabur, mana bisa melihat huruf-huruf di keypad ponsel yang kecil dan susah memilihnya itu. Kalau mau telpon ke Bandung pasti lewat telpon rumah, itupun untuk memijit nomornya dibantu kakak saya atau ponakan saya. Andaikan ibu saya punya ponsel, manalah mungkin minta kirim pulsa kepada anaknya yang jauh di rantau ini. Lagipula panggilan saya kepada ibu saya bukan “mama” tuh, tapi panggilan khas ibu bagi orang minang, yaitu “amak”.

Dasar penipu, bulan puasa ini masih juga mau menipu, nggak takut dosa tuh? Segera saya balas SMS itu dengan kalimat: Belum puas ya menipu, bulan puasa lho ini.

Kamu pernah menerima SMS yang begini?

Kemarin, ketika sedang mengajar kuliah Probstat di kelas STI, ada dering telpon yang masuk. Sebenarnya saya agak kesal juga ada yang menepon ketika mengajar. Saya diamkan saja. Mati. Eh, tidak lama kemudian berdering lagi. Khawatir itu telpon penting, ya sudah saya OK saja. Sambil meminta maaf kepada mahasiswa, saya menjawab panggilan itu. Dari seberang sana terdengar suara seorang pria. “Maaf, Pak, kami dari Telkomsel….“. Belum selesai dia berbicara langsung saya tutup. Sudah saya duga arah pembicaraannya, pasti mengabarkan bahwa saya mendapat hadiah dari Telkomsel, lalu ujung-ujungnya disuruh ke ATM. Udah basi penipuan kayak gini, tapi masih saja ada orang yang mencoba mencari korban. Mana ada sih telpon dari Telkomsel berasal dari nomor 12 angka 0812xxxxx, seharusnya kan dari nomor 3 angka atau 4 angka. Dari sini saja sudah ketahuan si penipu tidak elit.

Secara statistik (kebetulan saya mengajar statistik tahun ini🙂, he..he), pasti ada peluang sekian persen — meskipun kecil — penerima SMS yang percaya, lalu mentransfer pulsa kepada mama palsu itu. Si penipu sih sudah berhitung-hitung, misalkan dia kirim 100 sms ke sembarang nomor acak, dia hanya perlu keluar 100 x Rp 150 = Rp 15000 untuk biaya SMS. Andaikan ada peluang 5% saja yang percaya, nah itu sudah 5 orang. Dikali Rp50.000, si penipu sudah berhasil memperoleh Rp250.000. Benar-benar ajiiib si penipu ini.

Pos ini dipublikasikan di Pengalamanku. Tandai permalink.

7 Balasan ke Mama Palsu Minta Pulsa

  1. reiSHA berkata:

    Modus yang lagi hit nih Pak. Saya dengar teman-teman banyak yang dapat SMS dari mama jadi-jadian itu😀

  2. Annis berkata:

    Iya Bang… saya and beberapa temen kantor juga dapet sms yang sama…
    Untungnya, mama saya juga gaptek… beliau ga kita kasih HP, jadi kalo ada yang minta dikirim pulsa, jelas-jelas penipu.

  3. aespe berkata:

    wah harusnya persentasenya bapak kecilin pak, biar penipu yg baca pada ga semangat, tapi semoga calon korban yang baca justru jadi tau n persentase jadi 0%😀

  4. IYAN berkata:

    Ho oh, gw jg dapet bang, waktu itu tak kirain istriku yg hbs ganti nmr baru krn dia manggil gw papa, eeh begitu dibel gk mau ngangkat, gk taunya penipu yah..????? Untung gk gw ksh…

  5. racchanKD berkata:

    Wah, di Malang juga banyak sekali Pak yang beginian, tapi anehnya di Bandung saya nggak pernah kena. Alhamdulillah🙂
    Denger2 sih pulsanya dijual lagi Pak kalo mereka dapet, jadi duitnya cash gtu.
    Malem takbiran gini kakak sy jg dpet sms dari ‘Papa’. ckckck.

    Oiya kenalkan, sy mahasiswa ITB jg, Pak. Teknik Industri 2008. Blognya bagus, Pak, mengejutkan, informatif sekali.🙂

  6. meutiakbachnar berkata:

    Assalamu’alaikum..
    Salam kenal ya Pak Rinaldi Munir. Saya baru aja belajar Matdis di kampus saya dan kebetulan buku kuliahnya dikarang oleh Bapak. Iseng2 search nama Bapak, rupanya ada blognya juga…

    Kejadian kayak gini juga saya pernah alami.. Dan untung gak ketipu. Keep writing, tulisan Bapak ini keren2 dan simpel sekali..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s