Nenek 83 Tahun Jadi Doktor di Unpad

Luar biasa, begitu komentar saya ketika membaca berita seorang nenek berusia 83 tahun berhasil mempertahankan disertasi S3 nya di Universitas Padjadjaran Bandung. Seperti dikutip dari sini, Siti Maryam Salahuddin berhasil meraih gelar doktor dari Universitas Padjadjaran (Unpad). Gelar tersebut diraihnya pada bidang ilmu Filologi Fakultas Sastra Unpad. Dengan demikian, Maryam merupakan peraih gelar doktor tertua di Unpad. Filologi merupakan ilmu yang mempelajari naskah-naskah lama (kuno). Maryam mengambil bidang studi filologi karena dia menyimpan naskah-naskah kuno dari orangtuanya

Bu Maryam ini berasal dari Bima, Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dia adalah putri ke-6 Sultan Bima, Muhammad Solahuddin. Maryam yang kelahiran Bima, 13 Juni 1927 itu mengaku tidak menemui kesulitan dan hambatan. Dia hanya sering merasa kelelahan karena perjalanan jauh yang harus ditempuhnya untuk berkuliah dari Bima, NTB ke Bandung.

Kalau dipikir-pikir nenek itu seusia dengan ibu saya yang sudah uzur. Bedanya, ibu saya sudah sering sakit-sakitan, tetapi Bu Maryam masih kuat. Rekan saya, Pak Mikrajuddin dari Fisika, yang diundang dalam sidang terbuka itu menyatakan di dalam milis dosen ITB bahwa Bu Maryam dapat melakukan presentasi berdiri tanpa istirahat selama sekitar 2 jam. Dengan usia 83 tahun kemampuan fisik itu termasuk luar biasa.

Saya teringat rekan saya yang enggan sekolah lagi (S3) karena merasa sudah tua, tetapi kalau melihat semangat nenek Maryam ini seharusnya tidak perlu merasa tua untuk sekolah lagi. Memang ITB mewajibkan dosen-dosennya yang belum S3 untuk segera mengambil S3 (saya sudah selesai bos! :-)). Dosen baru pun harus berkualifikasi Doktor atau Ph.D.

Semangat Bu Maryam memang patut ditiru. Umur tidak menghalangi orang untuk terus menuntut ilmu, hingga sampai mati sekalipun. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis Rasululullah yang saya hafal sejak kecil ketika bersekolah di Muhammadiyah, hadis tersebut berbunyi utlubul ‘ilma minal mahdi ilallahdi, yang artinya “tuntutlah ilmu mulai dari ayunan sampai liang lahat”. Hadis itu kemudian dipopulerkan menjadi semboyan pendidikan belajar sepanjang hayat.

Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

10 Balasan ke Nenek 83 Tahun Jadi Doktor di Unpad

  1. V i c k y berkata:

    Mantabh,, memang tidak ada kata terlambat untuk belajar😀

  2. Haryadi Hasni berkata:

    Hebat

  3. Tira berkata:

    Saluuut….

  4. Abi berkata:

    Semangatnya patut kita tiru nih, jadi malu aku.

  5. rosa berkata:

    keren abis.😀

  6. nestitian berkata:

    sungguh menjadi inspirasi buat saya yang lebih yunior namun tidak sekuat BELIAU.
    Smoga IBU SITI MARYAM SALAHUDDIN sehat selalu. Dua Jempol buat Eyank yang satu ini….!!!

  7. edhy_sst berkata:

    LUAR BIASA….SUNGGUH LUAR BIASA.
    Selamat Eyank…!!! kiranya dapat menjadi inspirasi buat anak muda bangsa ini…terutama yang tidak sekuat Eyank…
    Semoga SEHAT, DAMAI, dan BAHAGIA selalu. Salam hormat saya untuk EYANK…!!!

  8. awar berkata:

    Uthlubul ilma ….Itu bukan hadits pak, hanya sajak. Coba cari di kitab hadits

  9. jerietea berkata:

    like thot…eehh salah like this..inspiration and motivation 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s