Gunung Sinabung Meletus Setelah Tidur Panjang Selama 400 Tahun

Ketika menyetel berita di TV, saya tersentak kaget ketika mengetahui bahwa Gunung Sinabung di Tanah Karo, Sumatera Utara, meletus. Kaget karena Gunung Sinabung ini sudah lama tidur panjang dan dianggap gunung api yang tidak aktif lagi. Tidak ada tanda-tanda dia akan meletus seperti gunung api lain pada umumnya. Meletusnya tiba-tiba saja. Terakhir gunung ini meletus pada tahun 1600. Jadi, setelah 400 tahun dia tidur sembari mengumpulkan energi, dia bangun dari tidur panjangnya dengan mengeluarkan energi dahsyatnya itu. Mirip seperti Gunung Pinatubo di Filipina yang tidur panjang selama ratusan tahun lalu meletus secara tiba-tiba.

Saya bukan orang Karo, tetapi saya cukup mengenal daerah ini dari berbagai bacaan. Teman saya dulu ketika tinggal di asrama ITB, Rudi Nusa Abdi Sinuraya, berasal dari Tanah Karo. Pernah makan jeruk medan? Nah, jeruk itu sebenarnya dari Brastagi, dan Brastagi adalah daerah perkebunan subur yang terletak di Dataran Tinggi Karo.

Sejak kecil saya suka dengan segala hal tentang gunung api, mulai dari sejarah, letusannya, pembentukan gunung api, dsb. Hal yang membuat saya terpesona dengan gunung api adalah ketika membaca komik klasik karangan Jules Verne yang berjudul Perjalanan ke Pusat Bumi. Dalam komik itu ada petualangan menembus lapisan bawah bumi, dikisahkan bahwa tokoh cerita sampai ke magma gunung berapi, mereka berhasil keluar dari dalam bumi melalui letusan gunung berapi yang melontarkan mereka kembali ke permukaan bumi. Karena ketertarikan pada gunung api, saya sempat mau mendatar ke Teknik Geologi ketika memilih ITB dulu, tapi karena pengaruh guru jualah pilihan itu saya batalkan dan akhirnya memilih Informatika.

(Foto Gunung Sinabung meletus diambil dari sini)

Meletusnya Gunung Sinabung yang tiba-tiba jelas mengagetkan penduduk lokal. Mereka sudah lama menganggap Gunung Sinabung itu gunung yang sudah mati. Karena dianggap gunung yang sudah mati, maka PT Pelni berani mengabadikan nama gunung itu sebagai salah satu nama kapal penumpangnya, yaitu KM Sinabung.

Salah satu “kesalahan” badan Vulkanologi adalah terlalu abai pada gunung api yang tidak aktif. Fokus mereka kebanyakan pada gunung api aktif saja, sementara gunung yang tidur panjang kurang diperhatikan. Ketika tiba-tiba gunung yang tidur itu bangun, barulah mereka sadar dan terlambat memberikan informasi kepada penduduk di sekitar gunung. Bahkan ketika gunung Sinabung mengeluarkan asap dua hari yang lalu, petugas dari Badan Vulkanologi Bandung mengatakan bahwa asap itu dihasilkan karena hujan lebat di puncak gunung. Air hujan bereaksi dengan sulfur menghasilkan gas belerang. Itulah asap yang tampak. Ternyata analisis itu salah, ternyata Gunung Sinabung sedang bersiap akan meletus.

Tulisan lain tentang gunung Sinabung baca di sini.

Di Bandung juga ada gunung api yang sedang tidur, yaitu gunung Tangkubanperahu. Gunung api ini sudah lama tidak meletus. Kawahnya ramai dikunjungi wisatawan setiap akhir pekan dan liburan panjang. Tidak lengkap ke Bandung jika belum berkunjung ke Tangkubanperahu.

(Gambar diambil dari sini)

(Gambar diambil dari sini)

Saya kalau pergi jalan-jalan ke Tangkubanperahu suka berfikir aneh-aneh. Kalau tiba-tiba gunung ini meletus sementara banyak turis berada di pinggir kawah, gimana, mau lari kemana ya? Ah, semoga saja itu tidak terjadi.

Pola mitigasi bencana di negara kita memang harus diubah. Bukankah negara kita ini rawan gempa dan banyak terdapat letusan gunung berapi. Indonesia dikelilingi oleh ring of fire. Kita tidak tahu sampai kapan gunung Sinabung itu meletus hingga mencapai keseimbangan dalam aktivitas dapur magmanya.

Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

9 Balasan ke Gunung Sinabung Meletus Setelah Tidur Panjang Selama 400 Tahun

  1. radiusdanu berkata:

    Nice Posting Bro, Blogwalking
    http://www.blogger-blogz.co.cc
    It have many tips for SEO and SERP

  2. bolehngeblog berkata:

    dengan berbagai kejadian bencana alam yang menimpa indonesia beberapa tahun terakhir ini, seharusnya membuat kita sadar dan mawas diri tentang arti hidup dan apa tujuan hidup kita sebenarnya…
    semoga korban bencana alam tersebut diberikan kesabaran dan ketabahan..aamiin

    Bolehngeblog

  3. INA_ANI berkata:

    mang kamu kira kamu tu copa??????????

  4. INA_ANI berkata:

    nama aq lina
    ma kamu cpa ??????????????

  5. byaryoga berkata:

    Saya menemukan beberapa bacaan dari blogger dalam negeri soal gunung berapi, Pak.

    Ada “Dongeng Geologi” di http://rovicky.wordpress.com/

    Juga ada profile page facebook Ma’rufin Sudibyo di http://www.facebook.com/profile.php?id=1363776334 (Notes-nya menarik.)

    Resource yang menarik.

  6. Oesman berkata:

    Saya pernah membaca artikel lain,ada seorang ahli vulkanologi mendapatkan debu riolit gunung berapi di greenland, orang itu pun pergi ke G.Krakatau dan G.Tambora,ternyata tidak cocok,lalu ahli itu pergi ke danau toba,dan didapat kan persamaan debu riolit yg mendetail,dari situlah muncul istilah TOBA SUPERVOLCANO.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s