Malas Makan dan Batal Mudik

Beginilah kalau sudah selesai lebaran. Ketupat belum habis, kue-kue yang dibeli dan dikasih orang masih banyak. Mau dimakan, sudah enek duluan. Padahal sebelum lebaran, kita ingin sekali menikmatinya, tetapi setelah lebaran kok malas ya memakannya. Ya sudah, disimpan saja dulu, sebulan atau dua bulan lagi barulah keinginan makan kue-kue itu muncul kembali. Kalau ketupat ya disimpan saja di dalam kulkas, gulainya nanti saja dibeli di rumah makan.

Sebulan kita berpuasa, siang hari kita menahan diri untuk tidak makan dan minum. Ketika kita sedang berpuasa, kita membayangkan kalau pada waktu berbuka nanti ingin makan ini dan makan itu. Tetapi, setelah berbuka dengan semangkuk kolak, sepiring nasi, dan segelas air, keinginan untuk makan ini dan itu pun hilang meskipun makanan itu sudah dibeli tadi. Hal yang sama terjadi ketika lebaran seperti yang saya ceritakan di atas. Tanya kenapa.

Lebaran ini saya tidak jadi pulang kampung. Harga tiket pesawat sudah keterlaluan, naik tiga kali lipat. Dikali lima orang dan dikali dua untuk pulang pergi, harga tiket seluruhnya sudah setara dengan sebuah motor Ho*da terbaru. Ho..ho, dipikir-pikir sayang juga mengeluarkan uang ssebanyak itu hanya untuk mudik. Pulang kampung tidak harus pada masa lebaran, bukan? Bulan-bulan sepi juga bisa.

Salah saya juga kenapa baru beli tiket ketika menjelang puasa. Sebulan sebelum lebaran harga tiket sudah sangat tinggi. Padahal sejak bulan Juli saya sudah rajin mengakses situs web maskapai penerbangan untuk mengetahui harga tiket, tetapi lagi-lagi mereka (maskapai itu) hanya menampilkan tiket kelas tertinggi. Tiket promo atau kelas menengah jangan harap ada.

Kata orang di travel, tiket mudik ke Padang sudah dibeli orang sejak bulan Januari. Apaaaa? Berarti sembilan bulan sebelum lebaran tiket yang masih murah sudah habis dibeli orang. Tidak gila itu, memang kenyataan demikian. Saya hanya bisa geleng-geleng kepala mengetahui fenomena ini. Okelah, untuk tahun depan saya akan beli tiket mudik mulai bulan Januari 2011.

Teman saya, Pak Qamaruzzaman di STEI, memberikan resep yang brilian untuk urusan tiket ini. Katanya, naik Air Asia saja dari Bandung ke Kuala Lumpur (Malaysia), lalu dari KL naik Air Asia lagi dari Kuala Lumpur ke Padang. Dari Bandung ada tiga kali penerbangan Air Asia ke KL, sedangkan dari KL ada satu kali penerbangan ke Padang. Tinggal cari jam keberangkatan yang cocok saja dari Bandung sehingga penerbangan dari KL ke Padang pas waktunya (tidak lama menunggu). Sambil menunggu check-in dari KL, kita bisa jalan-jalan dulu di bandara KLCC yang besar itu sambil makan di restoran McCurrie (yang pernah bersengketa dengan McDonald gara-gara urusan nama “Mc” itu) … he..he.

Harga tiketnya jatuhnya lebih murah sebab Air Asia ini sering sekali berpromo murah meriah jauh-jauh hari. Masa dari Bandung ke KL cuma 50.000? Yah, jika ditambah pajak dan macam-macam, jatuhnya gak sampai 200.000 per orang. Untuk fiskal tidak perlu bayar karena saya sudah punya kartu NPWP. Rahasia dapat tiket murah adalah harus rajin mengakses situs Air Asia untuk mengetahui harga tiket promo. Tetapi hal ini tidak murah kalau kita pergi sebaliknya, yaitu dari Padang ke KL, lalu dari KL ke Bandung, sebab sangat jarang ada tiket promo dari kota yang bukan tujuan utama. Kota tujuan utama Air Asia adalah dari Bandung, Jakarta, Medan, dan Denpasar.

Good.. good, Pak Qamaruz. Nanti saya akan coba resep bapak itu. Kalau bawa keluarga, ya harus disiapkan dulu paspor buat anak jauh-jauh hari. Hmm… saya juga perlu bikin paspor baru nih sebab paspor saya masih paspor biru, paspor dinas. Nggak lucu kan kalau mau pulang kampung harus lapor dulu ke Kedubes di KL untuk cap paspor dinas.

Pos ini dipublikasikan di Gado-gado, Pengalamanku. Tandai permalink.

12 Balasan ke Malas Makan dan Batal Mudik

  1. Ping balik: Semarang Dipadati Arus Balik Mudik | Indonesia Search Engine

  2. arifrahmat berkata:

    Harga tiket pesawat memang bervariasi untuk kelas yang sama. Aturan umum, pembeli yang lebih dahulu memesan tiket akan mendapat yang paling murah. Tapi aturan itu mungkin tidak berlaku saat penerbangan musim lebaran di mana operator tahu bahwa tiket pasti laku di harga berapapun. Calon penumpang butuh keberuntungan.

    Kalau maskapai Garuda, biasanya ada tiket promo untuk lebaran, tapi hanya dijual offline di kantor penjualan garuda beberapa hari sebelum keberangkatan.

    Kalau maskapai Lion Air, ada tips dari saya untuk dapat tiket murah, Pak.

    Pertama-tama, pesan tiket di harga berapapun sejak 1 atau 2 bulan sebelum berangkat, tapi yang bisa di-refund (non-promo). Dalam 6 jam sebelum batas waktu pembayaran habis, cek lagi harga termurah, bila ada, ganti dengan yang lebih murah, bayar. Dalam 3 atau 4 hari sebelum keberangkatan, cek lagi. Bila ada yang lebih murah dan selisihnya 200 ribu atau lebih, lebih baik pesan lagi yang baru, yang lama dibatalkan. Biaya pembatalan 50-100 ribu per tiket, batasnya 2 x 24 jam sebelum keberangkatan.

    Catatan:
    – Refund tiket perlu kontak maskapai dan biro perjalanan
    – Uang refund baru akan cair dari maskapai dalam waktu 1 bulan
    – Untuk mempermudah pemesanan tiket pesawat online sehingga bisa dapat diskon dan cetak tiket sendiri, sebaiknya punya account di http://bisnis-tiket-pesawat.berkeluarga.net/

  3. Zulfikar Hakim berkata:

    sekitar dua tahun lalu saya pulang kampung ke kampungnya Bapak – nenek saya di Sungaiyang, Batusangkar. And guess what pak, pake bis tiga hari tiga malam. Sampe pegel padahal cuma dipake duduk. Hahahaha

    Mudiknya pas semester pendek saja Pak ? Hehehehe😛

    • rinaldimunir berkata:

      Ho..ho, ada darah urang awak juga dalam dirimu Zul. Sebenarnya kalau naik bis cuma butuh waktu 2 hari satu malam (36 jam), dengan asumsi di Merak tidak antri lama (bis saya pernah antri satu hari satu malam di Merak dulu pada tahun 90-an). Cuma kalu sering mampir-mampir ya lama juga.

      Sungayang itu adalah daerah pusaka lama Zul, dekat dengan kerajaan Minangkabau zaman dulu di Batusangkar. Urang sumando saya (suami kakak) juga berasal dari Sungayang. Kalau ke Sungayang lagi, bawa oleh-oleh pinyaram ya Zul.

  4. rosa berkata:

    Mudik jangan dipandang dari biayanya Pak, tapi terkadang harga silahturahmi itu memang mahal😀.

  5. Alias berkata:

    Wah, kedua orang tua saya juga orang Sumatera Barat, tapi saya belum pernah sekali pun ke sana. Haduh…😀

  6. Kang Jodhi berkata:

    cuti bersama tanggal 29 agustus, 1 september dan 2 september 2011
    lebaran tanggal 30 dan 31 agustus 2011
    selamat berburu tiket januari nanti pak :p

    — habis 5 juta lebih untuk tiket mudik padahal hanya mudik berdua —

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s