30 September 2009, Satu Tahun yang Lalu di Padang (Kisah Ramlan)

(Harusnya tulisan ini dibuat kemarin🙂 ) Tanggal 30 September 2009 adalah hari yang tidak terlupakan bagi Warga Sumbar. Tepat seminggu setelah lebaran, ketika para perantau yang mudik sudah kembali ke tempat asalnya masing-masing, terjadilah gempa besar berkekuatan 7,9 SR. gempa yang meluluhlantakkan gedung-gedung dan bangunan di kota Padang serta Pariaman, dan menewaskan ribuan orang.

Saya tidak akan menceritakan kembali soal gempa itu, silakan baca tulisan saya tahun lalu tentang gempa. Saya tidak berada di Padang saat gempa itu, namun demikian saya tidak bisa tidur beberapa hari memikirkan gempa di kampung halaman saya itu. Satu peristiwa yang tak terlupakan banyak orang pada saat itu adalah peristiwa seorang korban gempa menggergaji sendiri kakinya agar lolos dari himpitan beton.

Ramlan namanya, pria asal Purwakarta yang nekat menggergaji kakinya itu, tadi pagi muncul dalam wawancara di TVOne. Memang kakinya sudah buntung satu, dan dia terpaksa berjalan dengan menggunakan 2 buah tongkat. Sekarang dia sudah kelihatan periang dan bersemangat. Dia membuka bengkel motor di Purwakarta dengan nama “Gempa Motor”. Keinginananya saat ini adalah mempunyai motor sendiri untuk orang cacat seperti dia serta modal untuk memperbesar bengkelnya. Ketika ditanya penyiar TVOne berapa yang dia butuhkan, dia menjawab Rp30 juta. Tanpa disangka-sangka, pemirsa TVOne ternyata telah mengumpulkan bantuan untuk Ramlan, dan do you know berapa jumlah bantuan yang terkumpul? Rp 100 juta. Tuhan memang Maha Besar, tidak disangka-sangka Dia memberi rezeki bagi hamba-Nya yang ikhlas dan sabar seperti Ramlan.

Bagaimana cerita Ramlan menggergaji sendiri kakinya? Saya kutip dari sini kisahnya yang mendebarkan itu, tidak kalah mendebarkan dengan film horor Saw yang terkenal itu:

Ketika gempa terjadi 30 September lalu, Ramlan sedang berada di lantai VII Gedung Tel komsel, Jl Khatib Sulaiman, Pa­dang. Pemuda 18 tahun tersebut sudah sebulan tinggal di Padang. Dia bekerja sebagai pekerja bangunan di gedung itu.

Saat gempa terjadi, Ramlan ber usaha menyelamatkan diri. Namun nahas, ketika sedang berlari, kaki kanannya tertimpa beton berukuran 4 x 4 meter dan diperkirakan beratnya mencapai 6 ton.

”Waktu gempa itu, saya berada jauh dari kawan-kawan. Ketika hendak menyelamatkan diri, tiba-tiba kaki saya ditimpa beton yang sangat berat,” ungkapnya seperti dikutip ruanghati.com dari JawaPos.

Beton tersebut menimpa bagian bawah betis Ramlan. Seketika itu dia berusaha meminta tolong teman-temannya yang satu pe kerjaan. Teriakan Ramlan tersebut tidak digubris teman-temannya yang juga sedang melarikan diri ke lantai bawah.

Dalam pikiran Ramlan saat itu, dia harus sesegera mungkin menyelamatkan diri. Padahal, dia tak bisa ke mana-mana karena kaki kanannya penuh darah dan remuk terjepit beton.

Setengah jam kemudian, teman-teman Ramlan datang menolong. Mereka berenam berusaha mengangkat beton tersebut. Na mun gagal. Akhirnya, Ramlan meminta kepada temannya untuk memotong saja kaki kanannya tersebut agar dirinya bisa dike luarkan dari jepitan beton. Tapi, permintaan Ramlan tak bisa dilakukan teman-temannya.

Melihat beratnya beban yang mengimpit serta sudah remuknya tulang kakinya, Ramlan akhirnya memberanikan diri untuk menggergaji kakinya sendiri. ”Ada rasa nyesal dalam diri saya kare na telah memotong kaki saya sendiri,” katanya.

Dalam keadaan merintih kesakitan, Ramlan menggergaji kakinya. Akhirnya teman-temannya bersedia membantu. Setelah kaki terpotong, dalam kondisi darah segar yang mengucur dan hampir pingsan, Ramlan dilarikan ke RS Selasih. Karena rumah sakit itu juga ambruk, Ramlan kemudian dibawa ke RS dr M. Djamil dan baru dirawat di RS Yos Sudarso.

Begitulah kisah Ramlan yang mendebarkan. Dia menjadi ikon sumber inspirasi bagi orang untuk bertahan hidup pada saat yang sangat kritis sekalipun.

Pos ini dipublikasikan di Cerita Ranah Minang. Tandai permalink.

5 Balasan ke 30 September 2009, Satu Tahun yang Lalu di Padang (Kisah Ramlan)

  1. Sungguh luar biasa perjuangan seorang Ramlan….bisa membuka usaha sendiri walaupun kaki sbelah kanannya hrs diamputasi, tdk mengeluh dan orangnya ingin maju tdk mau larut dlm keterpurukan. Perjuangannya benar-benar patut dicontoh bagi kitu semua🙂

  2. rosa berkata:

    Masya Allah, orang keren, keren banget. Bagi saya orang ini sangat sukses. Sukses adalah ketika kita dapat bangkit dari keterpurukan. Two thumb up. Benar-benar orang keren.

  3. Ping balik: Ternyata Aku Sangat Kecil « Muhammad Shalahuddin & Rosa Ariani Sukamto

  4. Yulia Zellingga berkata:

    Ramlan….Jangan Pyutus Asa Yah,….Kt Sama2 Merasakan musibah Itu….Menakutkan…

  5. Sungguh menyeDIhkan subahanawllah allah maha besar,,,RAMLAN ,allah begitU MENYAYAngimu,karna dia masi memberi cobAAN KEpadamu..,semuax tak perlu di sesali ,yakinlah bahwa dirimu akang mendapatkan apa yang engkau inginkan,dan bisa hidup berKELUARGA SEPERTI ORANG lain.engkau adalah orang pertama yang mampu membuat aku bisa meyakinkan pasanganku untk bisa bertahan.lebh berSEMANGAT. I like

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s