Murid Bodoh, Kalkulator Cina yang Disalahkan

Saya tidak habis pikir dengan seorang pengamat matematika di Mamuju, Sulawesi Selatan, yang menyalahkan kalkulator asal Cina sebagai penyebab bangsa Indonesia mengalami ketergantungan dari segi pengetahuan matematika. Menurut pengamat tersebut, apa yang dilakukan Cina dengan gencar memasarkan produk kalkulatornya adalah sebuah pembodohan, karena anak peserta didik negara ini tidak akan memiliki pengetahuan alami tentang matematika.

Saya heran, kenapa protesnya ke Cina ya? Cina menjual kalulator murni karena bisnis. Yang harus diprotes adalah Pemerintah kita, apakah memang di dalam kurikulum murid-murid sejak awal diajarkan memakai kaklulator? Saya kira sih tidak. Nggak nyambung bener deh komentar pengamat ini, atau wartawan yang salah kutip?

Pengamat Matematika Protes Kalkulator Asal Cina

REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU–Pengamat matematika di Mamuju, Sulawesi Barat, memprotes Cina yang memasarkan kalkulator dalam jumlah banyak ke Indonesia. Ini membuat bangsa Indonesia mengalami ketergantungan dari segi pengetahuan matematika.

“Kalkulator itu sesungguhnya tidak digunakan oleh negara Cina untuk pengetahuan atau belajar pada berbagai tingkatan sekolah di negara itu, khususnya untuk mata pelajaran matematika,” ujar pengamat matematika, Jasman Rasyid, di Mamuju, Selasa (5/10).

Jasman mengatakan, seluruh tingkatan pendidikan di Cina mulai dari SD, SMP dan SMA tidak menggunakan kalkulator untuk belajar, tetapi menggunakan sistem sempoa atau alat belajar matematika dengan menggunakan mental aritmatika yang sama cepatnya dengan kalkulator.

“Alat sempoa merupakan alat yang mengajarkan teknik berhitung yang jauh lebih murah dari kalkulator, Sempoa teknik berhitung warisan lama yang lebih cepat dan tepat,” kata Jasman, yang juga Direktur Yayasan Sempoa Pratama Indonesia.

Namun, lanjut Jasman, di tengah gencarnya negara Tirai Bambu itu belajar matematika secara alami, di sisi lain justru gencar pula memasarkan produk ekonominya seperti kalkulator untuk digunakan bangsa Indonesia. ”Sehingga kami memprotes Cina karena membuat negara kita tergantung produk ekonominya yang juga tak efektif meningkatkan pengetahuan matematika,” jelasnya.

Menurut pendiri STIK Tamalatea Makassar ini, apa yang dilakukan Cina dengan gencar memasarkan produk kalkulatornya adalah sebuah pembodohan, karena anak peserta didik negara ini tidak akan memiliki pengetahuan alami tentang matematika.

“Pemerintah harus menyadari itu dan harus melakukan perubahan tentang model pembelajaran matematika di sekolah dengan mencegah penggunaan kalkulator karena efeknya sangat besar, jelas Jasman. ”Selain masyarakat tidak memahami matematika secara alami tetapi mengandalkan produk teknologi, bangsa ini juga akan mengalami ketergantungan dari segi ekonomi karena produk Cina terus terjual.”

Jasman meminta pemerintah segera menyusun metode pendidikan dengan mengandalkan pembelajaran matematika seperti yang dilakukan Cina karena efektif. “Pengamat matematika daerah ini telah mengembangkan cara belajar dengan teknik yang sama dengan sempoa yakni mental aritmatika. Ini cepat dan tepat dengan membentuk memori tentang cara berhitung serta menambah konsentrasi tinggi dan maksimal dalam belajar matematika tanpa alat seperti kalkulator,” tegasnya.

Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

3 Balasan ke Murid Bodoh, Kalkulator Cina yang Disalahkan

  1. rosa berkata:

    Jadi stress Pak kalo mikirin bangsa ini. Kalau bukan kita siapa lagi yang mikirin. Yang penting sekarang bagaimana kontribusi kita buat bangsa ini. Pelan-pelan dan bertahap berusaha keras memajukan melawan segala rintangan dengan gigih dan sabar. Wah IF banget😀.

  2. hamka berkata:

    sah2 saja kan kalau pakai kalkulator, pada akhirnya nanti semua perhitungan akan dilakukan komputer yang penting logika dan algoritma yang digunakan.
    Dan sampai saat ini pun saya belum bisa memaksimalkan fungsi2 di dalam kalkulator saya😀
    Tapi saya pikir aritmatika/perhitungan itu seperti olahraga, penting juga untuk melatih ketangkasan otak😀

  3. pebbie berkata:

    Kalkulator eksternal itu penting untuk menghemat waktu. Matematika seharusnya menekankan pengembangan intuisi dan pensistematisasian penalaran. Urusan mekanisasi komputasi serahkan saja ke mesin. Bukannya murid yang bodoh tetapi gurunya yang malas karena memberi soal latihan atau ujian yang menguji keterampilan otak sebagai kalkulator bukan sebagai perangsang kreativitas menyelesaikan persoalan dan pengapresiasi ide solusi alternatif.
    😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s