Papua Juga Saudara Kita

Kemarin saya mengawas UTS Probabilitas dan Statistik bagi mahasiswa Tingkat 2 di Prodi Sistem Teknologi Informasi (STI). Selagi ujian berlangsung, mahasiswa mengedarkan amplop coklat untuk mengumpulkan sumbangan bagi korban banjir bandang di Wasior, Papua. Sebuah bentuk empati yang mengharukan, padahal mereka mungkin tidak pernah tahu di mana letak Wasior itu, apalagi pergi ke sana. Mendengar nama Wasior pun mungkin baru-baru ini saja karena berita di televisi atau membaca di media daring yang gencar memberitakan bencana alam itu..

Sama seperti mereka, saya pun baru tahu Wasior pasca bencana yang mengerikan. Banjir bandang yang datang secara tiba-tiba dari arah bukit yang gundul — kabarnya akibat pemalakan hutan — telah menghilangkan nyawa 200 orang lebih penduduk kota kecil itu. Penduduk menggambarkan banjir bandang yang datang secara tiba-tiba itu bak tsunami yang menggulung apa saja yang dilaluinya. Kejadian ini mengingatkan kita pada “tsunami kecil” di Situ Gintung beberapa tahun lalu akibat waduk jebol yang memuntahkan jutaan kubik air ke pemukiman di bawahnya.


(foto diambil dari sini)

Hanya karena Wasior itu letaknya jauh di Indonesia Timur sana, maka reaksi dan perhatian Pemerintah sangat kurang, atau boleh dibilang terlambat. Persoalan klasik di Indonesia adalah wilayahnya yang sangat luas terbentang dari timur ke barat dan tersebar pada ribuan pulau. Maka, ketika terjadi bencana besar di tempat yang jauh dari akses informasi seperti di Papua, maka bencana itu seolah kejadian lokal yang tidak bergaung kemana-mana.

Saya belum pernah ke Papua. Namun, suer, saya sangat ingin sekali ke sana. Belum ada tugas atau kerjaan yang membawa saya ke Papua. Sebenarnya ada dua daerah yang sangat ingin saya kunjungi, pertama kota Banda Aceh, dan kedua Papua. Ke Banda Aceh karena saya ingin sekali shalat di masjid Baiturrahman yang sangat sakral bagi orang Aceh itu, apalagi ketika terjadi tsunami tahun 2004 gelombang air laut seolah mengalir tenang di sekitar masjid dan masjid itu tetap kokoh berdiri, sementara bangunan di sekelilingnya lenyap. Ke Papua karena inilah daerah paling timur di Indonesia dengan keragaman budaya dan penduduknya yang unik.

Papua sering dipandang sebelah mata oleh banyak orang Indonesia karena budayanya yang dianggap masih tertinggal. Yang paling sering digambarkan tentang Papua adalah orang-orangnya yang masih pakai koteka, wajah dan tubuh mereka yang diberi cat warna-warni dengan rumbai-rumbai dari bulu burung Cenderawasih, dan rumah mereka — disebut Honai — yang terbuat dari daun-daunan. Meskipun sudah banyak orang Papua yang maju, namun kesan terbelakang dan tertinggal itu masih banyak bersemayam dalam benak orang Indonesia. Mahasiswa ITB pernah terjerembab dalam kasus narsis yang melukai hati orang Papua karena olok-olokannya yang keterlaluan dalam menggambarkan orang Papua.


(foto diambil dari sini)

Jangan dikira di Papua tidak banyak orang jenius. Prof Yohanes Surya berhasil menemukan mutiara terpendam dari Papua. Siswa-siswa cerdas itu dibawa ke Jakarta, mereka dididik sebagai calon peraih nobel bidang Fisika (baca berita ini dan ini), dan hasilnya ternyata membanggakan.


(Sumber foto: koran Seputar Indonesia)

Tidak dapat dibayangkan kalau Papua sampai lepas dari Indonesia karena ketidakpuasan terhadap Pemerintah Pusat. Jika Aceh dan Papua memisahkan diri dari NKRI, sama artinya Indonesia sudah bubar. Keberadaan kedua daerah ini sangat penting, oleh karena itu Pemerintah harus berbaik-baik kepada orang Papua, jangan mengeksploitasi kekayaan alamnya saja, namun tidak ada nilai tambahnya bagi kesejahteraan orang Papua. Papua adalah daerah yang kaya karena banyak menyimpan kekayaan alam yang belum tergali. PT Freeport menguras emas dan tembaga dari Papua, sebagian besar uang penjualannya dibawa ke Amerika. Orang Papua tidak banyak mendapat apa-apa dari kekayaan alam itu. Mereka tetap saja miskin.

Bagaimanapun, orang Papua adalah saudara kita juga, karena kita satu bangsa dengan mereka, yaitu bangsa Indonesia. Apa yang terjadi di sana, maka sebagai saudara sebangsa kita ikut merasakan penderitaan mereka, tanpa memperhatikan perbedaan warna kulit, suku, dan agama. Mari kita bantu orang Papua.

Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

7 Balasan ke Papua Juga Saudara Kita

  1. rosa berkata:

    Kata Prof Yohanes Surya: “Tidak ada orang bodoh, yang ada adalah orang-orang yang tidak mendapat kesempatan mendapat guru yang tepat”. Dan itu sudah saya buktikan pada Mahasiswa saya😀.

  2. Mikka berkata:

    Sy sudah 2 tahun tinggal di timika, papua.
    Pendapat sy tentang orang papua, pada dasarnya keinginan dr mereka sendiri untuk maju sgt kecil. Mungkin itu masalah utama kenapa rakyat asli papua masih tertinggal dr daerah lain.. Jd bukan karna di anak tirikan oleh pemerintah.
    Contoh kecil sj,
    Setiap bulan mereka mendapat uang bantuan dr pemerintah. Tp bukannya dimanfaatkan dgn sebaik2nya tp malah di pake mabuk2 an, meskipun tdk semuanya.
    Ada yg aneh dgn masyarakat asli papua, bila mereka banyak uang mereka (laki-laki) akan tidur di pinggir jalan, di pasar, emperan toko, trotoar dsb sambil menenggak miras. Tp bila tdk punya uang mereka akan tidur dirumah.
    Tidak percaya??
    Cobalah anda sesekali berkunjung kesini.

    • edy berkata:

      Sya tk setuju pendapat anda,

      • edy berkata:

        Mgkin betul keinginan mereka untuk maju kelihatan sangat kecil.tp apa sebabnya…? Karena daerah mereka sangat tertinggal,n mereka tk pernah merasa kemajuan.akibatnya keinginan mereka untuk maju pn berkurang atau hmpir tidak ada.
        Kenapa anda membeli tv,laptop,hp…? Karena anda butuh n tau fungsi alat2 elektronik trsbt.seandainya anda lahir,membesar,n hidup di hutan belantara papua saat ini sya yakin sekiranya anda di kasih laptop,tv,hp,anda tidak akn Mau mnerimanya krn anda tk butuh n tk tau kegunaan barang2 trsbut.
        Mari kita buat perbandingan:sekitar 20..an tahun lalu suku iban di negeri Sarawak Malaysia sangat primitif,bahkn msih bnyk yg tk pakai baju n hidup berpindah-pindah di hutan.tp lihat la hari ini,mereka sudah maju.ada yg jadi artis,pilot,pengusaha,dan berbagai profesi lainnya.kenapa mereka cepat maju…?krn pemerintah mereka sungguh2 membawa kemajuan n memajukn masyarakat iban. Bandingkn dg pemerintah Indonesia…Yg hnya fokus membangun pulau Jawa.jangankn Papua,di kalimantan n sumatera saja msih bnyk daerah yg tidak ada akses pembagunan sama sekali.

  3. Thomas berkata:

    Saya sudah 24 tahun tinggal di Papua (karena lahir & besar disini hehehe..)
    Seperti yang dikatakan Mikka, pola pikir kebanyakan (bukan semua lho) orang papua (khususnya Papua bagian selatan) belum terlalu berkembang karena kecil sekali keinginan mereka untuk maju & berusaha untuk hidup yang lebih baik. Ditambah lagi, bantuan yang sering datang dari pemerintah daerah membuat masyarakatnya bukan semakin maju, malah membuat mereka semakin malas-malasan dan hanya mengharapkan bantuan pemerintah.
    Pembangunan dari pemerintah pun sangat lambat dibandingkan daerah2 lain di Indonesia, mungkin ini yang membuat orang Papua merasa dianak-tirikan oleh pemerintah.
    Ini adalah tanggung jawab bersama, bukan saling menyalahkan. Salam

  4. sumatera barat berkata:

    Barang siapa yang mengatakan orang papua masih terbelakang maka dia adalah salah satu dari penyebabnya mengapa saya katakan demikian ? begini… kita semua adalah saudara, orang papua bagaikan satu batang tubuh, kalu kepala yg letaknya diatas itu adalah karena bantuan dari bawah , mengapa tubuh kita berdiri tegak, gagah, dan tegap ? adalah karena seluruh anggota tubuh pegang peranan sehingga kita dibilang gagah bukan ? jangan sekali-kali lukai kaki sebab seluruh tubuh juga akan sakit.begitulah kita ini seluruh indonesia jgn anggap batang tubuh kita tak berguna, jangn remehkan jari telunjuk sebab tanpa jari telunjuk jeleklah kita, tapi berbuatlah agar seluruh batang tubuh kita jadi semakin menarik sehingga orang lain diluar tubuh kita mengatakan INDONESIA ITU ADALAH NEGARA YANG INDAH DENGAN SEGALA RAGAM BUDAYA YANG MENJADI CIRI KHASNYA …..dari SYAFRIL. JN. SUMATERA BARAT

  5. Aguz Jayadi berkata:

    sampai kapan tanah papua diexploitasi..???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s